Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13559

Solusi Akhiri Dualisme oleh Habibie, Akan Disampaikan ke Presiden Jokowi

0
BJ Habibie.
foto: putut / batampos

batampos.co.id – Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie, mengatakan solusi terbaik mengatasi konflik kewenangan antara Badan Pengusahaan Batam dengan Pemko Batam yang memicu melambatnya pertumbuhan ekonomi di Batam, adalah menjadikan Batam, Rempang, dan Galang (Barelang) sebagai provinsi khusus ekonomi.

Hal itu diungkapkan Habibie saat berbincang dengan Batam Pos dan beberapa jurnalis lain di Nogosaya Restaurant, Turi Beach Resort, Nongsa, Batam, Jumat (28/4). Saat bertanya jawab dengan media, Habibie didampingi Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro dan para deputi BP Batam.

Mantan ketua Otorita Batam (kini BP Batam) itu, mengatakan untuk memajukan Batam, tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada cita-cita awal Batam, yakni menjadikan Batam sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi nasional.

Semua itu baru bisa dicapai jika semua pihak bersatu. Tidak ada lagi saling sikut kepentingan satu sama lain. “Ya, back to basic. Menjadikan Batam, Rempang, dan Galang sebagai provinsi khusus ekonomi, itu solusinya,” tegasnya.

“Kalau Provinsi Khusus Barelang berhasil, kita perluas jadi Barelang-Bin yaitu Barelang Bintan. Tapi, sekarang, fokus ke Provinsi Khusus Barelang saja dulu,” katanya.

Ide itu, kata Habibie, sudah lama ia rancang. Ia menjelaskan, provinsi khusus ekonomi itu nantinya akan dipimpin seorang gubernur yang ditunjuk langsung. Sang gubernur diambil dari BP Batam.

“Kenapa dari BP Batam? Karena sumberdaya manusia BP Batam adalah orang-orang profesional, dan profesionalisme itu berkelanjutan hingga saat ini,” tegas Habibie.

Habibie menyatakan usul menjadikan Barelang sebagai provinsi khusus ini segera akan disampaikan ke Presiden Joko Widodo setelah ia kembali ke Jakarta.

“Saya datang ke sini untuk mengetahui semua masalah. Kalau saya sudah tahu, baru bisa saya bicarakan dengan Presiden. Pasti, ini pasti akan saya sampaikan ke Presiden. Batam harus maju. Sekarang semua orang dari daerah di Indonesia ada di Batam. Batam milik kita semua. Bukan milik satu kelompok atau golongan. Karena itu, masalah ini harus selesai,” paparnya.

Ia menyerukan semua kalangan di Batam untuk bersatu membawa Batam menjadi ujung tombak pembangunan Indonesia. Masyarakat jangan mau ditunggangi pihak-pihak atau kelompok dari dalam atau luar negeri yang tidak ingin melihat Batam maju.

BJ Habibie
foto: yusuf hidayat / batampos

“Jangan habiskan waktu untuk adu domba. Semua itu hanya menghilangkan peluang dan kesempatan membangun Batam,” tegasnya.

Ia menegaskan, ide menyatukan Batam, Rempang, dan Galang dalam satu bingkai pemerintahan dengan status provinsi khusus ekonomi, tidak ada tujuan lain selain keinginan melihat Batam maju dan moderen sesuai cita-cita awalnya.
“Jadi saya bilang begini bukan karena ingin jadi kepala BP Batam lagi atau jadi presiden, tidak, saya sudah 81 tahun, saya hanya ingin Batam maju,” ujarnya.

Menurutnya, banyak yang bisa dilakukan jika ingin menjadikan Batam lebih maju. Salah satunya menghidupkan industri di Batam untuk pemenuhan berbagai kebutuhan, mulai dari perangkat lunak, perangkat keras, hingga merakitnya menjadi produk berguna. Mulai dari bahan kebutuhan yang sederhana hingga yang berteknologi tinggi.

“Pesawat saja bisa kita buat. Satu-satunya negara di Asia yang punya kemampuan membangun pesawat selain di Amerika dan Kanada, ya Indonesia. Jangan kira bangsa Indonesia bangsa yang tak mampu,” tegasnya.

Produk-produk tersebut tidak hanya berorientasi ekspor, tapi juga untuk pasar dalam negeri. “Jangan terlalu tergantung pasar internasional, pasar lokal kita itu dari Sabang hingga Marauke,” ungkapnya.

Ide Cemerlang

Di tempat terpisah, anggota DPRD Provinsi Kepri Onward Siahaan setuju Batam dijadikan provinsi khusus ekonomi. Menurutnya, dari awal dibentuk, Batam memang untuk menjadi pusat pertumbuhan investasi di Indonesia.

“Pak Habibie itu orang yang cerdas. Memang sudah saatnya Batam ini menjadi daerah khusus ekonomi. Kalau tidak, maka persoalan di Batam tidak akan selesai,” katanya.

Menurut Onward, pada 2016 lalu, DPRD Kepri sudah membentuk Panitia Khusus (Pansus) pengembangan kawasan Batam. Arahnya untuk mendorong Batam dijadikan daerah khusus ekonomi. Termasuk untuk menyelesaikan masalah dualisme di Batam.

“Tak bisa dipungkiri masalah dualisme ini yang membuat perizinan dan investasi di Batam melambat. Ini harus diselesaikan,” katanya.

Politisi dari Partai Gerindra itu mengatakan, saat ini mengurus perizinan untuk investasi lebih mudah di kawasan industri di luar Batam.

“Ini keluhan pengusaha. Lebih mudah urus izin di kawasan industri di Jawa atau daerah lain dibanding Batam,” katanya.

Presiden ketiga RI BJ Habibie (kanan) tampak senang melihat foto dan beritanya terbit di halaman utama Batam Pos di Restoran Nagosaya Turi Beach Resort, Jumat (28/4). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Maka salah satunya adalah dengan menyatukan dualisme kewenangan tersebut. Pansus Pengembangan Kawasan Batam meminta daerah khusus ekonomi yang dimaksud adalah setingkat provinsi. Di mana kepala daerahnya adalah gubernur.

“Misalnya daerah khusus Jakarta. Kekhususanya adalah ibukota negara. Batam juga kekhususannya adalah perekonomian,” katanya.

Sama seperti Jakarta, menurut Onward, nantinya Gubernur akan memiliki deputi atau setingkat walikota untuk mengurusi dua hal. “Bisa saja ada deputi yang menangani pemerintahan atau kependudukan dan ada deputi yang menangani investasi. Deputi ditunjuk langsung,” katanya.

Dari beberapa kali kunjungan Pansus, pembentukan daerah khusus Batam ini sangat memungkinkan.

“Kami sudah bertemu pakar tata negara Jimly Asshidiqie. Dan beliau menyatakan bahwa ini sangat memungkinkan,” katanya.

Onward juga mengapresiasi Habibie yang punya inisiatif untuk berbicara langsung dengan Presiden Jokowi tentang kondisi Batam terkini. Ia berharap Batam bisa lebih maju ke depan. (nur/ian)

MICE ialah Sektor Industri Pariwisata yang Menjanjikan

0
ilustrasi

Menpar Arief Yahya sering menganalisa dari 3S, size marketnya lebar, sustainable growth-nya tinggi, dan spread labanya besar.

“Karena itu, makin banyak MICE, makin cepat industri dan turunannya berkembang!” kata Menteri Arief.

Masuk akal, jika Kemenpar terus mensupport aktivitas marketing MICE  (meetings incentives, conferences, exhibitions). Salah satu yang ditunjukkan adalah dukungan di acara Konvensi Nasional MICE-INAMICE 2017 yang digelar di Hotel Crown Plaza, Jakarta, Rabu (26/4) malam. Konvensi ini dihadiri perwakilan Politeknik dan Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang memiliki program MICE.

Mengangkat tema “Peningkatan Daya Saing Destinasi MICE Indonesia melalui Penguatan Industri dan Professionalisme SDM MICE”, untuk memberikan semangat dan wujud kekompakan stakeholder MICE dalam Indonesia Incoporated dan sinergi Pentahelix Kepariwisataan.

“Diperlukan keterlibatan pemerintah terkait dengan sinergitas Pentahelix yang melibatkankan pelaku bisnis, akademisi, komunitas, dan media untuk menaikan daya saing MICE Indonesia secara holistik di era global Masyarakat ASEAN,” ujar Ketua Sidang Konvensi Nasional MICE-INAMICE 2017, Wisnu Budi Sulaeman.

Pria yang juga anggota Tim Percepatan Wisata MICE Kemenpar ini menjelaskan, latar belakang konvensi ini dari motivasi wisatawan asing yang datang ke Indonesia melalui sebuah wisata leisure maupun wisata bisnis MICE.

“Hal ini yang mendasari SDM dari tiap-tiap motif wisata berbeda kualifikasi. Baik motif leisure maupun bisnis, daya saing destinasi sangat ditentukan oleh kemampuan SDM Industri untuk memberikan semua kebutuhan dan memenuhi harapan pengunjung selain peran dan dukungan pemerintah,” jelas Wisnu.

Dalam rangkaian acara Konvensi ini, terdapat penandatanganan Nota Kesepahaman terkait peningkatan kualitas daya saing global, pengumpulan data, dan pengembangan destinasi MICE Indonesia antara Kemenpar (Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata) dengan walikota Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) dan Politeknik Negeri Jakarta.

Nota Kesepahaman meliputi menyusun kebijakan percepatan destinasi MICE Joglosemar, penyediaan data penyelenggaraan kegiatan MICE nasional dan internasional, memfasilitasi peningkatan kepemilikan sertifikat usaha bagi perusahaan yang bergerak di bidang MICE, sosialisasi Permen Pariwisata Nomor 2 tahun 2017, dan peningkatan kompetensi SDM yang professional di bidang MICE.

“Dengan semangat yang sama, Joglosemar dan Politeknik Negeri Jakarta, Nota Kesepahaman ini menjadi awal mewujudkan Joglosemar MICE Destination Incorporated untuk meningkatkan daya saing peringkat menuju kota MICE dunia,” ujar Kepala Bidang Promosi Perjalanan Insentif Hendri Karnoza Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar.

Selain itu, lanjut Hendri, dengan datangnya perwakilan politeknik dari seluruh Indonesia ini, pihaknya sekaligus ingin memberikan tambahan wawasan terkait Wonderful Indonesia, khususnya 10 destinasi prioritas atau yang dikenal 10 Bali Baru.

“Selain memberikan dukungan di acara, kita juga ingin lebih mengenalkan Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia dan destinasi-destinasi prioritas kepada para perwakilan yang datang dari berbagai daerah ini. Kami juga memberikan sedikit rekomendasi bagi yang ingin berwisata belanja di Jakarta ini, selain itu juga ada pergerakan wisatawan nusantara, di mana disini akan muncul peningkatan ekonomi masyarakat, ” kata Hendri.

Selain itu, juga ada acara INAMICE Award 2017 yang diinisiasi pelaku industri dan asosiasi MICE bersama akademisi. INAMICE Award 2017 ini untuk memberikan apresiasi dan motivasi terhadap destinasi yang mampu memenuhi kriteria penilaian para juri yang berkompeten.

Adapun yang menjadi juri antara lain Wisnu Budi Sulaeman, Drs. Heri Setyawan M.Si, dan Adjat Sudrajat. Sementara kriteria penilaian antara lain kemampuan memenuhi kriteria dan indikator destinasi MICE, kesiapan SDM MICE, aktivitas kegiatan MICE dan jumlah kegiatan MICE yang tercatat pada organisasi dan asosiasi bidang MICE nasional maupun internasional. (*)

Endorser Media, Apa Itu?

0

Menpar Arief Yahya menyebut ada media yang dikategorikan sebagai Endorser Media.

Apa itu?

“Jika selama ini hanya ada Paid Media, Own Media, Social Media, ada satu lagi yang dinamai Endorser Media. Tokoh, bintang, punya pengikut, fans atau penggemar yang besar, followers dalam jumlah banyak dan memiliki engagement yang kuat. Mereka adalah penyampai pesan yang efektif,” kata Menpar Arief Yahya.

Itulah, alasan kuat mengapa Puskompublik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Gathering Wonderful Noon di Abhayagiri Restaurant and Banquet Service, Prambanan Yogyakarta, Rabu (3/5). Restoran yang berada di balik Candi Ratu Boko, di atas bukit, dan bisa menatap Candi Prambanan dari kejauhan.

Acara ini mengangkat tema ‘Click’ The Heritage of Indonesia.” Tidak perlu mengerutkan dahi untuk memahami apa aktivitas gethering itu. Yang pasti seru, berkumpul bersama komunitas netizen.

Gathering tengah hari itu menghadirkan sejumlah nara sumber antara lain; Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara, Staf Khusus Menpar Bidang Komunikasi  Muh Noer Sadono; pejabat Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, dan sejumlah travel blogger, media/community, maupun social media enthusiast.

Para aktivis digital ini selama ini aktif memposting destinasi maupun event festival dan apa saja yang mengundang orang untuk berwisata. Mereka bisa menjadi endorser yang punya pengaruh besar dalam memperkenalkan destinasi unggulan lewat lewat tulisan, kata-kata, visual, video, grafis atau kombinasi dari semuanya.

Sesmenpar Ukus Kuswara mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah menetapkan pariwisata sebagai leading sector karena kegiatan pariwisata merupakan cara yang paling mudah, murah, dan cepat untuk meningkatkan devisa, PDB, dan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

ilustrasi

“Kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional tidak lepas dari peran serta semua pemangku kepentingan (stakeholder) yaitu; kalangan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media sebagai kekuatan Pentahelix. Kerjasama semua unsur pariwisata sebagai Indonesia Incorporated menjadi kekuatan dalam mewujudkan pariwisata sebagai leading sector  perekonomian nasional,” kata Ukus Kuswara.

Ukus menjelaskan, tiga program prioritas Kemenpar adalah Go Digital, Homestay Desa Wisata dan Air Connectivity. Di go digital ini, maka komunitas media sosial perlu diajak bergabung, untuk mengamplifikasi promosi Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia melalui Media.

“Kalau zaman dulu, ada pepatah, mulutmu harimaumu! Sekarang jemarimu pesonamu!” kata Ukus Kuswara.

Staf Khusus Menpar Bidang Komunikasi Muh Noer Sadono yang baru saja mendampingi Menpar Arief Yahya di forum WTTC – UNWTO Ministrial Meeting di Bangkok, 24-28 April 2017 menyebut program  “Go Digital” Kemenpar mulai mendapatkan apresiasi positif.

“Dua tokoh pariwisata dunia, Sekjen UNWTO Taleb Rifai dan Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Kopkarn, sangat terkesan dan ingin belajar dari Kemenpar dalam Go Digital. Padahal, program ini baru diluncurkan akhir tahun 2016 lalu saat Rakornas di Econvention Ancol,” ujarnya.

Data baru lagi, dalam 4 tahun, pengguna OTA Online Travel Agent itu melonjak tajam. Di Spanyol, dari 18% sekarang sudah 75%. Di Prancis sudah menembus 62%. “Hampir 70% travellers search and share menggunakan online dan digital. Nah, ekosistem yang mempengaruhi digital online ini menjadi semakin strategis, termasuk di dalamnya, komunitas media sosial,” katanya.

Kegiatan gathering Wonderful Noon diikuti sekitar 100 peserta di antaranya para travel blogger, fashion and beauty blogger, vlogger dan selebgram kenamaan yang memiliki ribuan follower tersebut dimeriahkan dengan berbagai acara menarik digelar para sponsor (Geronimo FM, Marta Tilaar, dan Tauzia Group) antara lain performance (Mila art dance, sendra tari, dan fire dance), food parade, yello hip hop, dan relax corner. (*)

Penyelesaian SJP ADD 2016 Meleset

0

batampos.co.id – Penyelesaian Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Anggaran Dana Desa (ADD) dari 52 desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas meleset jauh dari target pemda.

Pemerintah daerah menargetkan penyampaian SPJ dana desa seluruh kegiatan pada tahun 2016 silam ditargetkan akan selesai pada akhir Februari tapi kenyataan di lapangan, hingga bulan April hampir habis, masih ada desa yang belum menyampaikan SPJ.

Pantauan di lapangan, pada tanggl 18 April lalu, masih ada 11 desa yang belum menyampaikan SPJ. Namun setelah berjalan sekitar 10 hari sampai sekarang, masih ada dua lagi yang belum menyampaikan SPJ. Kedua desa tersebut yakni desa Kuala Maras dan desa Genting Pulur. Keduanya merupakan desa yang ada di kecamatan Jemaja Timur.

Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DSP3PD) Awaluddin, mengatakan, kalau desa-desa yang telah menyampaikan SPJ lebih awal, maka proses ferifikasi bisa melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DSP3PD). Tapi kalau sudah diberikan toleransi waktu tapi tidak mau berusaha lebih cepat, maka Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang akan memeriksa langsung berkasnya.

Sebenarnya berkas SPJ desa Kuala Maras dan Genting Pulur sudah ada di pemkab Anambas tapi keinginan BPK agar kepala desa terkait harus ada saat pemeriksaan berkas. Jadi kepala desa yang bersangkutan harus hadir. “Maunya BPK, kepala desa harus hadir langsung saat pemeriksaan berkas,” ungkapnya.

Dirinya mengaku sudah memanggil dua kepala desa yang bersangkutan agar datang secepatnya menemui BPK. Jika tidak, maka pihaknya akan memanggil paksa kepala desa dengan bantuan Satpol PP. “Kita sudah kasih tahu kalau tidak datang akan dijemput paksa oleh satpol PP,” ungkapnya.

Diakuinya jika penyerahan berkas SPJ tahun 2016 tidak segera diselesaikan, maka hal ini akan berdampak pada pembangunan desa lantaran pencairan tahap pertama atau triwulan pertama tidak bisa cair karena syarat muthlak untuk mencairkan ADD tahap pertama suatu desa harus menyelesaikan SPJ tahun berikutnya. Begitu juga untuk pencairan triwulan kedua, maka SPJ triwulan pertama harus diselesaikan.

“Kalau begini terus akan berdampak pada pembangunan desa yang pada akhirnya kepala daerah yang akan disalahkan,” ungkap Awaluddin. (sya)

Pamerkan Terumbu Karang dan Pesona Bawah Laut di MIDE 2017 Kuala Lumpur

0

Malaysia International Dive Expo (MIDE) 2017 pada tanggal 12 hingga 14 Mei 2017 di Tun Razak Hall 1, Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur-Malaysia akan menjadi ajang menmamerkan keistimewaan tersembunyi dan semakin sulit tertandingi di jagat underwater world.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizky Handayani mengatakan, Wonderfil Indonesia akan hadir di sana. Pihaknya akan memfasilitasi industri yang bergerak di pasar wisata bahari, terutama dari destinasi yang menggarap keindahan bawah laut.

‘’Di pameran ini kami akan menawarkan berbagai terumbu karang, ikan dan makhluk lainnya, juga terletak di segitiga karang dunia dengan hamparan laut yang indah. Kita memang juara dalam urusan kekayaan bawah laut Indonesia,” ujar Rizki Handayani yang  diamini Deputi Pitana.

Rizki memaparkan, pada keikutsertaannya kali ini, pavilion Indonesia berada di Hall 1 Dewan Tun Razak, PWTC No. Booth 901-910 (90 sqm). Kemenpar akan membawa 20 industri potensial dari destinasi diving yang ada di Indonesia.

“Kemenpar juga akan berpartisipasi pada main stage MIDE untuk memaparkan tentang keindahan alam bawah laut Indonesia, kita akan buat pameran ini semakin lengkap dengan paparan-paparan kami,” katanya.

Kata wanita yang bisa disapa Kiki ini, pada acara pameran MIDE selama 3 hari, akan ada banyak kegiatan menarik di Pavilion Indonesia. Katanya,  pengunjung dapat menikmati kopi khas Indonesia, spa, gimmick danquiz serta paparan mengenai destinasi selam di Indonesia diselingi dengan pembagian voucher yang menarik selama kegiatan berlangsung dan gift redemption menarik apabila membeli paket ke Indonesia.

Jika sudah jatuh hati dengan pameran bawah laut Indonesia ? tidak perlu khawatir karena Indonesia sudah mengatur  regulasi dengan baik. Seperti diketahui, Kemenpar telah mengeluarkan peraturan No 7/2016 sebagai pedoman penegakan wisata selam.

ilustrasi

“Dengan peraturan ini, semua penyelam akan dijamin aman dan nyaman selama mereka tinggal dan menyelam di Indonesia. Kami juga terus menggenjot infrastruktur dan pembangunan destinasi prioritas pengembangan destinasi kelautan,” katanya.

Ada 10 destinasi prioritas pengembangan destinasi kelautan yang akan dikembangkan oleh Kemenpar, diantaranya adalah Bali, Lombok (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Alor (Nusa Tenggara Timur), Derawan (Kalimantan Timur), Bunaken (Sulawesi Utara), Togean (Sulawesi Tengah), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Ambon (Maluku), and Raja Ampat (Papua Barat).

“Kami juga terus menggenjot peningkatan konektivitas dan aksesbilitas pengembangan bandara baru di 15 kota, meningkatkan 27 kapasitas bandara dengan memperluas landasan pacu, merenovasi terminal di 13 bandara dan mengembangkan marina baru,” kata Kiki.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mentargetkan pada tahun 2017 Wisatawan Mancanegara (Wisman) sebanyak 15 juta Wisman. Mantan Direktur Utama Telkom itu menyadari potensi bahari republik ini tidak terkalahkan dibandingkan dengan belahan dunia manapun.

Memang selama ini, potensi bahari belum dioptomalisasi. Sedangkan, keindahan bahari itu punya daya dongkrak yang luar biasa.

“7 dari 10 destinasi prioritas atau Bali Bali baru didesain untuk wisata bahari. Punya pantai, bawah laut dan antarpulau yang bagus,” ujar  Arief Yahya.

Saat berkunjung ke Boat Point, Phuket, Thailand, 28 April 2017, Menteri Arief menginap di kawasan marina itu. Tiap tahun ribuan yachters memarkir perahu pesiarnya di sana, ada bengkel, dan semua fasilitas yang diperlukan untuk menghidupkan kompleks marina itu.

“Saya sudah hitung, di Phuket saja, yang parkir dalam setahun lebih dari 2.500 yachts termasuk super yachts yang besar. Spendingnya rata-rata 1 Miliar rupiah, yang super yacht bisa 3-4 kali lebih besar,” ujar Menpar Arief.

Apalagi, keunggulan perairan Indonesia itu lebih jernih, lebih banyak terumbu karangnya, banyak ikan-ikannya, meskipun hanya di dermaga.

“Jauh lebih asyik. Saya yakin, ini sangat mungkin, destinasi kita akan lebih menarik,” katanya. (*)

 

Siap-siap Hadir pada Festival Pesona Mandeh

0

Pembaca, catat ya,… Kementerian Pariwisata (kemenpar) bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bakal menggelar Festival Pesona Mandeh (FPM) yang akan dilaksanakan pada tanggal 4-7 Mei 2017 di Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Sumatera Barat Raseno Arya mengatakan, persiapan FPM 2017 sudah 98 persen, promosi pra event juga gencar dilakukakan sebelum event berlangsung. Untuk mencapai kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara mencapai 20 ribu orang.

“Target 20 ribu di event perdana kami optimis tercapai, berbagai persiapan sudah kita kerjakan, baik pada saat pembukaan hingga penutupan sudah disiapkan secara matang di lapangan, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, seperti komunitas, pegiat pariwisata, warga setempat dan rekan-rekan media massa cetak dan elektronik,” ujar Esthy.

Apa yang seru di Festival Pesona Mandeh 2017? Berbagai kegiatan akan hadir pada festival yang baru pertama kali diselenggarakan ini, terang Raseno, lebih lanjut ia mengatakan akan menampilkan beberapa kegiatan seperti festival kuliner, seni tradisi dan festival rabab serta lomba foto bawah air.

“Dalam event yang dipusatkan di kawasan Mandeh ini nantinya juga diadakan festival rabab yang akan memecahkan rekor MURI dengan peserta terbanyak, lalu ada Mandeh Joy Sailing, lomba perahu tradisional dan atraksi diving. Tidak hanya itu, Kegiatan pendukung FPM lainnya yang tidak kalah seru adalah pembukaan dan penutupan dihadiri artis ibu kota, para motor, eksebisi jump cliff, dan jet ski,” ujar Esthy yang diamini Raseno.

“Pada tanggal 5 Mei nanti, juga akan ada parede yang seru, sekitar 250 perahu tradisonal dengan bermacam corak dan ragamnya melintasi seputaran kawasan Mandeh yang sangat menakjubkan,” ujar Raseno.

Masalah aksestabilitas, tambah Raseno jadi perhatian tersendiri, untuk menuju kawasan Mandeh dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dari Kota Padang. “Sudah terselesaikan pembebasan lahan sekitar kawasan Mandeh yang nantinya akan bangun jalan, tinggal pemrov dan pemkab yang selanjutnya memperbaiki infrastruktur jalan, agar jalan menuju Mandeh bagus, sehingga jarak tempuh dari kota Padang bisa memakan waktu cukup 40 menit,” Raseno yang juga berdarah Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Pessel, Zefnihan mengatakan, FPM ini merupakan sebuah media promosi dan memperlihatkan kesiapan kawasan Mandeh kepada wisatawan untuk dikunjungi. Masyarakat di Mandeh juga bersiap dalam menyambut para wisatawan yang datang dengan menyiapkan hidangan dan pelayanan berstandar internasional.

Masyarakat Mandeh juga telah diajak bersiap menyambut para wisatawan yang datang dengan menyiapkan hidangan dan pelayanan berstandar internasional. “Untuk festival kuliner kita menghadirkan 50 stand kuliner yang menyajikan beragama kuliner enak khas Ranah Minang. Pembukaan akan ada hiburan artis ibu kota diiringi pesta kembang api,” ujar Zefnihan.

Tidak hanya itu, Zefnihan menambahkan, FPM ini merupakan ajang promosi wisata bersama Kemenpar bersama Pemkab Pessel. Selain melibatkan komunitas, masyarakat dan pegiat wisata serta stakeholder, even ini juga akan diikuti sekitar 60 travel agent yang akan diajak berlayar dan melihat dari dekat potensi wisata di Mandeh.

“Sebelumnya kami juga sudah selenggarakan Familiarization Trip (Fam Trip) yang diikuti sekitar 60 travel agent sehingga mereka bisa melihat langsung dan membuat paket wisata untuk dijual ke wisatawan domestik dan mancanegara. Dengan begitu, diharapkan ke depan berefek pada peningkatan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” katanya..(*)

 

Kedapatan Narkoba Langsung Diberhentikan

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan menindak tegas oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang nakal terutama pegawai yang telah terbukti mengkonsumsi narkoba.

Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, saat ini telah memerintahkan sekda untuk menindaklanjuti mengenai hukuman bagi oknum yang tersandung kasus tersebut. Pasalnya selama ini dirinya mengaku belum mendapatkan laporan mengenai sangsi tegas yang telah diberikan kepada pegawai nakal.

“Kita tidak ada tawar-menawar terkait narkoba. Sebaiknya, kalau dia PNS ajukan surat pemberhentian. Kalau dia PTT, jangan di perpanjang lagi kontrak kerjanya, “ungkap Haris kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Menurut Haris, jika hal ini tidak ditindak tegas dan dibiarkan, dirinya khawatir akan berdampak pada aparatur lainnya untuk berbuat yang sama. Untuk itu, Dia meminta kepada para pegawai masih mau bekerja segera hentikan tindakan itu. “Kalau masih ada, bertaubatlah. Sebab, jika itu sudah mendarah daging fatal akibatnya,” papar Haris.

Pada kesempatan itu dirinya juga meminta kepada Polres Anambas untuk dapat memberantas peredaran narkoba di Anambas sampai keakar-akarnya. “Tidak hanya dari kita, keinginan Pak Kapolres juga sama seperti kita,” ungkapnya.

Perang terhadap narkoba bukan kali ini saja digalakkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Beberapa waktu lalu, bagi ASN yang ingin menduduki jabatan eselon diwajibkan menjalani tes narkoba. Hal ini untuk memastikan bahwasanya pejabat esselon di Anambas harus bebas narkoba.

Sementara itu Kapolres Anambas AKBP Junoto, mengakui jika pihaknya juga memiliki misi yang sama dengan pemerintah daerah yakni konsen terhadap penanganan narkoba. “Tunggu saja ekspos dari kami,” kata Kapolres Anambas, AKBP.Junoto SIK kepada sejumlah awak media sambil tersenyum di Mako Polres Anambas, Rabu (27/4). (sya)

Rakor untuk Menyamakan Visi Sustainable Tourism Development

0
ilustrasi

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatukan pandangan tentang Sustainable Tourism Development.

Caranya, dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penerapan Program Pengembangan Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development) bersama 34 Dinas Pariwisata Provinsi, 20 dinas pariwisata Kabupaten/Kota di Hotel Alila, jakarta, Rabu 26 April 2017. Dalam rakor ini juga diluncurkan logo Pariwisata Berkelanjutan Indonesia.

“Rakor ini untuk sosialisasi Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Juga ada penandatanganan komitmen pembangunan pariwisata berkelanjutan, fasilitator dan lokal partner pariwisata berkelanjutan,” ujar Ketua Pokja Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Kemenpar, I Gede Ardika, Jumat (28/4).

Ardika menjelaskan, pengembangan pariwisata berkelanjutan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Program pengembangan berkelanjutan Indonesia ini selaras dengan program sustainable development goals dunia.

“Keberagaman dan pemeliharaan lingkungan harus menjadi modal utama pembangunan pariwisata Indonesia. Sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan memperhatikan hal tersebut,” kata Ardika.

Pada Rakor ini, telah disepakati rencana aksi bahwa daerah harus menyiapkan dan menyusun Sustainable Tourism Strategy dan Master Plan. Destinasi pariwisata harus siap menjadi laboratorium pariwisata berkelanjutan.

“Selain itu perlu diinisiasi pembentukan Sustainable Club tempat di mana para stakeholder berbagi pengalaman dalam membangun destinasi berkelanjutan,” jelas Ardika.

Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kemenpar, Frans Teguh menjelaskan, pengembangan pariwisata berkelanjutan memiliki tiga program utama, yaitu sustainable tourism destination, sustainable tourism observatory, dan sustainable tourism certification.

“Pedoman ini telah diturunkan dalam sebuah panduan teknis yang menjadi pedoman dalam sertifikasi. Dengan kesiapan dokumen ini dan dewan juri yang telah terbentuk, Kemenpar siap menyelenggarakan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) perdana pada tahun 2017,” jelas Frans.

Frans menambahkan, ISTA sangat selaras dengan ASEAN Tourism Sustainable Award (ASTA) yang akan diselenggarakan pada tahun 2018. Semua destinasi diharapkan dapat berpartisipasi dalam ajang penghargaan ini sebagai wujud semangat destinasi meningkatkan kualitasnya. ISTA dapat diakses melalui website Kemenpar dan Indonesia.Travel.

“Melalui ISTA, mutu destinasi akan diklasifikasikan dalam warna Hijau, Biru, Kuning, dan Merah. Hijau merupakan nilai tertinggi dan diikuti warna lainnya. Penilaian ISTA akan sangat terbuka dan transparan. Destinasi yang terbaik akan diajukan untuk ikut serta dalam ASTA,” papar Frans.

Pelaksanaan kegiatan ini akan dikolaborasikan dengan Green Hotel Award dan Anugerah Homestay. Kategori penghargaan, di antaranya Kategori Umum, Kategori Pengelolaan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, Kategori Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal, Kategori Pelestarian Budaya Bagi Masyarakat dan Pengunjung, dan Kategori Pelestarian Lingkungan.

Frans menjelaskan, ISTA dirancang sebagai alat untuk merecognisi dan mendorong penerapan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan oleh destinasi-destinasi pariwisata di Indonesia. Di antaranya, mendorong lahirnya berbagai inovasi atas produk-produk pariwisata berkelanjutan, partisipasi dan kerjasama sektor publik maupun swasta, dan ajang promosi serta branding bagi destinasi pariwisata baik di tingkat nasional maupun internasional dalam rangka peningkatan kunjungan wisatawan.

“Secara garis besar, keempat kriteria dimaksud adalah pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung, dan pelestarian lingkungan,” pungkas Frans.

Menteri Pariwisata (menpar) Arief Yahya menyebutkan, Indonesia memiliki penilaian yang bagus terkait sustainable tourism. Bahkan, kata dia, Indonesia menempati peringkat kedua setelah China dalam hal dimaksud, seperti diungkapkan pada pembukaan PATA Travel Mart 2016. Prestasi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi daerah di destinasi untuk terus menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

“Bicara pariwisata, tidak hanya tentang destinasi melainkan juga pengembangan infrastruktur secara keseluruhan dan berkelanjutan. United Nation World Tourism Organization (UNWTO) mendefinisikan pariwisata berkelanjutan secara sederhana sebagai pariwisata yang memperhitungkan penuh dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat setempat,” jelas mantan Dirut PT Telkom ini.

Praktek manajemen dan pedoman pembangunan pariwisata berkelanjutan dapat diaplikasikan ke semua bentuk aktifitas pariwisata di semua jenis destinasi wisata, termasuk pariwisata massal dan berbagai jenis kegiatan pariwisata lainnya.

“Untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang, maka keseimbangan antar prinsip-prinsip pembangunan pariwisata berkelanjutan harus dibangun dengan baik,” kata menpar Arief Yahya. (*)

Kemenpar Gelar Misi Pemasaran di Tokyo dan Sendai

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melirik Jepang sebagai target pasar pariwisata.

Tahun 2016 kunjungan wisatawan mancanegara asal Jepang turun dari 528 ribu orang menjadi 513 ribu orang. Kemenpar ingin mengembalikan angka ini menjadi pertumbuhan positif.

Promosi akan dilakukan di dua kota sekaligus, yakni Tokyo pada 16 Mei dan Sendai pada 18 Mei 2017. Dalam promosi nanti akan mengundang buyers di Jepang, dan seller dari Indonesia sebanyak 12 Travel Agent yang mayoritas dari Bali dan beberapa dari Sulawesi Utara (Sulut).

“Nantinya akan ada business to business (B2B) meeting agar tercipta kerja sama bisnis sehingga meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Hasil dari kegiatan ini akan dipublikasikan di media Jepang sehingga org tertarik membeli paket-paket harga khusus,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Asia Pasifik Vinsenius Jemadu, Kamis (27/4).

Pitana menambahkan, Selain promosi lewat kegiatan misi penjualan, fam trip, festival, dan pameran, Wonderful Indonesia juga promosi di media seperti Google, Lonely Planet, NatGeo, CNN. Pasang iklan di stasiun kereta dan bandara yang ada di Jepang.

“Pasar Jepang itu sangat seksi. Apabila kita mengundang wisman Jepang ke Indonesia, bukan hanya soal jumlah saja. Lebih dari itu, akan tercipta dan terbuka kesempatan usaha di berbagai bidang nantinya. Upaya ini untuk membuka mata masyarakat Jepang tentang pariwisata Indonesia. Promosi Wonderful Indonesia di Jepang, diharapkan meningkatkan minat masyarakat Jepang berwisata ke destinasi wisata unggulan Bali and beyond di Tanah Air,” ungkap Pitana.

Sebelumnya, Kemenpar bersama 10 operator diving mengikuti kegiatan Marine Diving Fair, yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang dan One World Festival 2017 yang digelar di Kansai TV Ogimachi Square, Osaka, Jepang.

“Kami serius mengejar target wisman asal Jepang. Pada 2017 ini, Kementerian Pariwisata membidik 762.000 wisman dari Jepang untuk mensupport proyeksi total 15 juta wisman pada 2017,” kata Vinsensius.

Vinsensius menjelaskan, Bali masih jadi destinasi utama untuk promosi. Namun Indonesia terus memperkenalkan destinasi lain seperti 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 10 Destinasi Branding misalnya Labuan Bajo, Lombok, dan Bandung

“Patut diperhatikan bahwa kedekatan latar belakang sejarah antara Jepang dengan Indonesia adalah suatu peluang besar yang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar Jepang,” tukas Vinsensius.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Jepang memang stagnan dalam dua tahun terakhir. Jumlah inbound ke Indonesia tidak terlalu melonjak naik. Berbeda dengan China yang sangat agreasif dan saat ini sudah mengalahkan Singapore, Malaysia dan Australia di posisi terbesar. “Tapi kita tidak boleh putus asa untuk menarik wisatawan mancanegara dari Asia Pasifik, termasuk di dalamnya Jepang,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Jarak tempuh Jepang-Indonesia juga tidak terlampau jauh, termasuk jarak menengah yang bisa diterbangi 7-8 jam saja. Tidak lebih dari itu, sehingga untuk traveling, perjalanan selama itu tidak terlalu melelahkan. “Karena itu, kami optimis, bisa mendapatkan jumlah wisman yang lebih banyak lagi,” jelas Menpar Arief Yahya.

Untuk informasi, rerata tinggal wisman Jepang di Indonesia selama 6 hari, dengan rerata pengeluaran USD 1.138. Sementara penggunaan akomodasi hotel berbintang sebanyak 74%. Selama ini, wisatawan asal Jepang mengaku mendapat informasi pariwisata Indonesia dari  word of mouth yang menacapai 47%. (*)

 

Fasilitasi Turis Korsel, Korean Airlines Group Terbang ke Manado dan Lombok

0

Maskapai Jin Air bakal terbang ke Lombok, NTB, salah satu destinasi prioritas yang didorong Kemenpar sebagai Bali Baru itu.

Lombok yang memiliki Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno itu memang memikat dari sisi manapun juga. Lombok punya karakter destinasi yang lengkap. Punya Rinjani, punya kaldera di atas gunung, punya hutan yang hijau, punya sawah ladang yang airnya bagus, punya pantai, antar pulau, sampai kecantilan bawah laut.

Dewan Direksi Korean Airlines Group (KAG) juga tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terkait penerbangan langsung (direct flight) dari Seoul ke Manado.

Pertemuan Pemprov Sulut dengan Korean Airlines Group itu disaksikan Asdep Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar Vincensius Jemadu, Pelaksana Tugas Kadis Pariwisata Daniel Mewengkang, Koordinator Satgas Pariwisata Sulawesi Utara Dino Gobel, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Sulut Voura Kumendong serta pejabat lainnya.

“Telah ada pertemuan antara direksi Korean Air, Jin Air dan Hanjin Travel terkait dengan rencana ini. Rencananya, penerbangan pertama dari Seoul ke Manado dilakukan 26 Juni 2017. Kami memberikan garansi keamanan serta potensi pariwisata kepada Korean Airlines Group apabila penerbangan itu terealisasi,” kata Wakil Gubernur Steven Kandouw di Manado, Jumat (28/4/2017).

Wagub Steven menjelaskan, penerbangan langsung dari Seoul ke Manado, termasuk penerbangan murah karena lebih dekat bila dibandingkan dengan rute sebelumnya yang harus ke Jakarta dan melanjutkan penerbangan ke Bandara Sam Ratulangi Manado. Wagub Steven optimistis apabila penerbangan dari Korea Selatan ke Manado terealisasi akan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan rakyat Sulut.

Untuk menyambut kedatangan turis-turis asal Kosel nanti, lanjut Wagub Steven, Pemerintah provinsi akan menyiapkan fasilitas pendukung lainnya termasuk melatih penguasaan bahasa Korea Selatan kepada aparat kepolisian, anak-anak serta pemandu wisata.

foto: businesstraveller.com

“Kami akan memberikan kenyamanan kepada setiap wisatawan yang datang berkunjung ke Manado termasuk dari Korea Selatan. Fasilitas lainnya juga akan kami persiapkan, seperti pemandu wisata yang bisa berbahasa Korea,” ujar Wagub Steven.

Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar Vincensius Jemadu mengatakan, upaya Kemenpar yang kerap mendatangkan artis Korsel mengunjungi destinasi wisata Indonesia terbukti efektif manarik minat warga Korsel untuk turut berwisata ke Indonesia.

“Pertemuan membahas penerbangan langsung Korean Airlines Group ke Manado ini dilatar belakangi makin meningkatnya animo keinginan warga Korsel mengunjungi Indonesia. Mereka kerap melihat berita-berita artis Korsel yang sedang liburan ke Indonesia. Selain itu, juga pernah ada syuting acara reality show Korea yang melibatkan artis-artis terkenal di destinasi wisata kita,” ujar pria yang biasa disapa VJ itu.

Vincensius mengungkapkan, reality show populer Korsel, “Law of the Jungle” sempat mengambil lokasi syuting di Kota Manado pada akhir November hingga awal Desember kemarin. Jin (BTS), Cheng Xiao (Cosmic Girls), Sungyeol (INFINITE), Gong Myung (5usprise), Kangnam (M.I.B), Kyungri (Nine Muses), Sol Bi, Kim Min Seok, Yoon Da Hoon, Sleepy (Untouchable), Kang Tae Oh, Yoon Jung Soo, dan Kim Young-chul, adalah deretan selebritas yang turut serta dalam reality show tersebut.

“Hal tersebut memberikan dampak yang besar terhadap pariwisata Indonesia. Karena itu, ke depan akan terus memboyong selebritas Korea lainnya untuk syuting di sejumlah destinasi unggulan tanah air agar warga Korea makin berminat berkunjung ke Indonesia,” kata VJ.

Vincensius mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan pihak Seoul Broadcasting System agar mereka kembali syuting sinetron maupun reality show dengan keindahan latar belakang Danau Toba, Pulau Komodo atau Mandeh Sumatera Barat. “Semoga bisa terelisasi dan berdampak hebat untuk ketiga daerah tersebut dan pariwisata Indonesia. Ini kami lakukan setelah kami sukses melakukan di Manado,” katanya. (*)