Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 1356

100 Fotografer Profesional Terlibat dalam Event Explore Kepri 2025

0
Para fotografer mengabadikan momen atraksi pencak silat pada gelaran Explore Kepri 2024 lalu. Tahun ini event ini kembali dilaksanakan dengan melibatkan 100 fotografer profesional dari berbagai negara. (Ogi/Diskominfo Kepri)

batampos-Seratus fotografer profesional dari sejumlah negara terlibat dalam event Explore Kepri 2025, sebuah ajang mengeksplorasi sekaligus mempromosikan keindahan, budaya, heritage, serta segala hal menarik yang ada di Kepulauan Riau.

Pelaksanaan tahun ini merupakan ajang kedua setelah kegiatan yang sama sebelumnya digelar tahun 2024.

Dalam Explore Kepri Jilid II ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pariwisata menggandeng Kepri Photo Community (KPC), sebuah komunitas fotografi yang berpusat di Kota Tanjungpinang.

Jika pada pelaksanaan sebelumnya kegiatan dipusatkan di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Explore Kepri kali ini akan dipusatkan di Kota Batam.

Dan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pariwisata juga turut terlibat menyokong suksesi kegiatan ini.

Selama tiga hari para fotografer profesional dari berbagai negara akan mengekplorasi berbagai destinasi, budaya, heritage, kehidupan masyarakat, atau hal-hal menarik lainnya di sejumlah lokasi di Kota Industri ini.

Kadis Pariwisata Kepri, Hasan mengatakan, Explore Kepri 2025 akan dilaksanakan 14-16 Juli 2025.

“Lewat event ini diharapkan dapat mempromosikan berbagai destinasi wisata unggulan di Kepri kepada dunia,” ungkap Hasan di Tanjungpinang, Sabtu (12/7/2025).

Ia menjelaskan, seratus peserta telah mengkonfirmasi keikutsertaannya dalam event ini.

Peserta merupakan fotografer profesional berasal dari empat negara: Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.

BACA JUGA: Welcome Dinner Eksplore Kepri 2024 Diikuti 80 Fotografer dari 3 Negara

Fotografer asal Indonesia berasal dari berbagai daerah, di antaranya Medan, Pekanbaru, Jakarta, Bali, Lombok, Semarang, Jogjakarta, Jawa Barat, Banten, Makasar, dan tentunya Kepulauan Riau sebagai tuan rumah.

“Peserta dalam event ini rata-rata sudah lama berkecimpung di dunia fotografi. Beberapa di antaranya bahkan sudah sering menjuarai event internasional,” tambah Hasan.

Dia menambahkan, dipilihnya Batam sebagai lokasi Explore Kepri 2025 karena kota ini merupakan salah satu entry point tourism di Kepri. Batam memiliki berbagai destinasi pilihan bagi wisatawan untuk dikunjungi.

“Melalui event ini, kita tentunya berharap Kota Batam dapat lebih terpromosikan dengan baik,” tambahnya.

Dan gelaran di Kota Batam dia yakini akan memberi dampak kepada daerah Kepri lainnya.

“Event di Batam akan menjadi trigger,” tegasnya lagi.

Kepala Dispar Kepri, Hasan. F. Mohamad Ismail/BATAM Pos

Ditetapkan Sebagai Kalender Event 2026

Hasan menambahkan, Gubernur Kepri Ansar Ahmad memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

Dukungan Gubernur itu disebut Hasan yakni dengan ditetapkannya Explore Kepri sebagai salah satu event dalam Kalender Pariwisata Kepri tahun 2026 mendatang.

Alasan dijadikanya Explore Kepri masuk dalam Kalender Pariwisata karena fotografer dengan hasil karya fotografi dinilai sebagai salah satu media yang efektif sebagai sarana promosi pariwisata.

“Ini akan menjadi momen para fotografer profesional mengabadikan setiap sudut keindahan alam, heritage dan kehidupan masyarakat, Sehingga bisa berdampak positif terhadap kunjungan wisman di Kepri,” sebut Hasan lagi.

Ditambahkannya, insan fotografi merupakan salah satu aset terpenting dalam dunia pariwisata. Dengan tampilan dan sajian keindahan dari bidikan dapat meyakinkan jika sebuah destinasi itu patut dikunjungi.

“Dan yang tak kalah penting hasil bidikan kamera akan tersebar, baik di lingkungan komunitas fotografi dan tentu saja ke banyak orang karena karyanya akan diunggah di media sosial,” kata Hasan lagi.

Terakhir, Hasan menjelaskan jika karya yang dihasilkan para fotografer dalam Explore Kepri 2025 ini nantinya akan dipamerkan. Baik berupa cetak sempena penutupan kegiatan, maupun secara digital. (*)

Artikel 100 Fotografer Profesional Terlibat dalam Event Explore Kepri 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

Sepekan Cari Gaharu di Hutan Bukit Bedung, 3 Warga Natuna Tak Kunjung Pulang ke Rumah

0
Personil Basarnas Natuna sedang mencari 3 warga yang dinyatakan hilang usai sepekan mencari Gaharu di Hutan Bukit Bedung. Basarnas Natuna untuk Batam Pos

batampos– Tiga warga Natuna dinyatakan hilang saat mencari Gaharu di Hutan Bukit Bedung, Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna.

Identitas korban yakni Didik Setiawan (41), Nur Gais Sugito (44), dan M. Hasanuddin (35).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman membenarkan kabar hilangnya korban. Menurutnya, korban hilang dan tidak kembali kerumah sejak sepekan terakhir.

“Diketahui korban berangkat mencari Gaharu pada 1 Juli pukul 06.00 WIB dan belum kembali ke rumah setelah satu minggu hingga sekarang,” ujar Abdul Rahman, Sabtu, (12/7).

Saat ini, kata dia, Tim Rescue telah berangkat menuju Bukit Bedung, dimana lokasi kejadian tersebut terletak di Kec. Bunguran Timur Laut, Natuna dengan koordinat 4° 0.991’N – 108° 13.000’E.

“Estimasi waktu tempuh mencapai satu jam sepuluh menit menuju lokasi kejadian,” ucap Abdul Rahman.

Basarnas Natuna dalam melakukan pencarian korban menurunkan 5 orang personil dan dibantu oleh 3 orang dari unsur TNI-Polri.

BACA JUGA: Hampir Setahun Bergulir Kasus Perusakan Pohon Gaharu di Bintan, Polisi Lakukan Penyelidikan Lebih Lanjut

“Dengan hadirnya personel kami diharapka menambah kekuatan pencarian terhadap ketiga orang tersebut dan survival dapat ditemukan segera dan kembali ke rumah dengan selamat,” harap Abdul Rahman.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan aktivitas di alam terbuka. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Sepekan Cari Gaharu di Hutan Bukit Bedung, 3 Warga Natuna Tak Kunjung Pulang ke Rumah pertama kali tampil pada Kepri.

Perda RPJMD Provinsi Kepulauan Riau 2025–2029 Disahkan

0
Gubernur Ansar Ahmad menyaksikan penandatanganan dokumen pengesahan RPJMD Provinsi Kepri 2025-2029.(Enji/Diskominfo Kepri)

batampos- Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2025–2029 disahkan, dalam Rapat Paripurna DPRD Kepri digelar Jumat (11/7/2025).

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, T Afrizal Dachlan, serta dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad, jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan para anggota dewan.

Panitia Khusus (Pansus) Ranperda RPJMD melalui laporan akhir yang dibacakan oleh Wakil Ketua Pansus, Onward Siahaan, menekankan pentingnya RPJMD sebagai dokumen pondasi pembangunan lima tahunan yang berfungsi sebagai penjabaran visi dan misi kepala daerah terpilih, serta instrumen sinkronisasi kebijakan antara daerah dan nasional.

“RPJMD Kepri 2025–2029 disusun secara komprehensif dan responsif,” ujar Onward.

Kepri merupakan wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga serta memiliki tantangan tersendiri pada sektor maritim, perdagangan, dan infrastruktur transportasi memerlukan RPJMD yang komprehensif serta responsif.

Pansus juga memberikan sejumlah catatan strategis untuk penguatan dokumen RPJMD, terutama terkait proyeksi fiskal daerah ke depan.

Dalam laporannya, Pansus mendorong perlunya langkah-langkah inovatif untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, termasuk melalui optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini dianggap penting agar visi dan misi pembangunan yang telah dirumuskan dapat tercapai secara maksimal dalam lima tahun mendatang.

BACA JUGA: BBM Langka, Kabid Perdagangan Disperindagkop UMKM Lingga Sebut Itu Bukan Wilayah Kerja Mereka

Selain itu, Pansus turut menekankan pentingnya penggunaan data sosial ekonomi yang terintegrasi dan akurat dalam penyusunan kebijakan pembangunan ke depan, guna meningkatkan ketepatan sasaran program dan efektivitas perencanaan daerah.

Didasari Berbagai Regulasi dan Pedoman Nasional

Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad dalam pidatonya menyampaikan bahwa RPJMD Kepri 2025–2029 telah disusun berdasarkan berbagai regulasi dan pedoman nasional, termasuk Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025, serta telah diselaraskan dengan RPJPD Kepri 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029.

Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan kata sambutan. (Enji/Diskominfo Kepri)

“RPJMD ini menjadi jembatan antara visi-misi kepala daerah dan rencana kerja tahunan. Penyusunannya melibatkan berbagai pihak secara teknokratik dan partisipatif, termasuk pemerintah pusat, masyarakat, akademisi dan dunia usaha,” ujar Gubernur Ansar.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD, terutama Fraksi-Fraksi dan Pansus, atas komitmennya dalam menyempurnakan dokumen RPJMD yang akan menjadi panduan arah pembangunan Kepri dalam lima tahun ke depan.

“Kami berharap RPJMD ini menjadi pedoman tidak hanya bagi pemerintah provinsi, tetapi juga kabupaten/kota dalam menyusun RPJMD masing-masing, sehingga cita-cita Kepri yang maju, makmur, dan merata dapat kita wujudkan bersama,” pungkas Ansar.

Dengan ditetapkannya RPJMD 2025–2029 menjadi Peraturan Daerah, maka Provinsi Kepulauan Riau resmi memasuki tahap perencanaan pembangunan jangka menengah yang terstruktur, berkesinambungan, dan berbasis karakteristik daerah kepulauan serta potensi maritim sebagai bagian dari poros maritim dunia. (*)

Artikel Perda RPJMD Provinsi Kepulauan Riau 2025–2029 Disahkan pertama kali tampil pada Kepri.

Kembangkan Budaya Keselamatan Berkendara di Safety Riding Camp 2025 Bersama Yayasan AHM

0

batampos – Sebanyak 40 duta keselamatan berkendara Astra Honda mengikuti kalibrasi kemampuan dalam mengampanyekan keselamatan berkendara di AHM Safety Riding & Training Center, Deltamas, Cikarang. Para peserta yang terdiri dari duta Safety Riding Lab (SRL) dan figur guru PAUD hadir dalam gelaran Safety Riding Camp (SRC) Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM).

SRC 2025 yang digelar pada 8–10 Juli 2025 hadir melalui tema “Sejuta Inspirasi, Generasi #Cari_aman”. Peserta dipilih melalui proses seleksi regional yang diikuti oleh 144 peserta. Sebelum melaju ke tingkat nasional, ratusan peserta tersebut beradu keterampilan dalam mengkampanyekan keselamatan berkendara melalui saluran komunikasi media sosial. Para duta SRL dan figur Safety Riding terpilih di tingkat nasional mendapatkan pelatihan dan kalibrasi kompetensi mengajar serta adu kampanye kompetisi keselamatan berkendara.

Pada SRC 2025 tingkat nasional, sebanyak 33 duta SRL dan 7 figur guru PAUD mendapatkan pelatihan safety riding dengan berbagai metode, seperti melalui simulasi Honda Riding Trainer (HRT) dan praktik langsung di test course. Seluruh pelatihan dan kalibrasi langsung diberikan oleh para Instruktur Safety Riding Astra Honda yang telah tersertifikasi Astra Honda License Instructor (AHLI). Selain kemampuan dan memberikan pelatihan berkendara, para peserta juga dilatih dan ditantang dalam kreativitas mengkampanyekan keselamatan berkendaraan di media sosial.

Untuk memperkuat kompetensi, para peserta SCR 2025 mendapatkan pelatihan public speaking sebagai bekal dalam mengedukasi kampanye keselamatan berkendara. Mereka juga mendapatkan pelatihan tingkat lanjut dalam berkomunikasi di media sosial, pembuatan vlog kreatif, video reels, konten edukatif, hingga membuat lagu pembelajaran untuk anak bertema keselamatan berkendara.

Setelah mendapatkan berbagai pembekalan, para peserta unjuk kemampuan dalam mengampanyekan keselamatan berkendara dan terpilih enam terbaik untuk duta SRL bagi siswa dan guru serta tiga terbaik untuk figur guru PAUD. Karya terbaik dipilih berdasarkan kreativitas, kekuatan pesan, jangkauan dampak yang dihasilkan dari masing-masing karya, serta kinerja kampanye keselamatan berkendara selama periode tahun 2024-2025.

“Saya bersyukur mendapat pengalaman luar biasa ini. Saya belajar banyak, mulai dari teknik berkendara yang aman hingga cara menyampaikan pesan keselamatan dengan cara yang menyenangkan. Saya siap menjadi generasi #Cari_aman yang menginspirasi ke sekolah dan lingkungan saya,” Gede Esa Jaya Nugraha, pemenang SRC 2025 sekaligus duta SRL sekolah SMAN Bali Mandara.

Senada dengan itu, Danti Ita Arsanti peraih juara Figur Guru PAUD terbaik menyampaikan, “Kegiatan ini memberi banyak inspirasi baru. Saya kini lebih percaya diri menyampaikan edukasi budaya dan etika berlalu lintas kepada anak didik usia dini melalui pendekatan kreatif yang menyenangkan.”

Para peserta merupakan perwakilan terbaik dari 6 SRL binaan Yayasan AHM yaitu SMK Mitra Industri MM2100 Bekasi Jawa Barat, SMK Teknik Panca Abdi Bangsa Binjai Sumatera Utara, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang Jawa Timur, SMAN Bali Mandara, SMKN 1 Bulakamba Brebes Jawa Tengah, dan SMKN 4 Tasikmalaya Jawa Barat. Sementara itu, para guru PAUD berasal dari wilayah DI Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Karawang Jawa Barat.

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan Safety Riding Camp bukan sekadar kompetisi namun investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia, terutama dalam memberikan pengalaman berkendara yang aman dan menyenangkan untuk masyarakat.

“Kami meyakini bahwa menjalankan budaya keselamatan berkendara butuh sinergi yang kuat. Kami berkolaborasi dengan duta dan figur keselamatan berkendara dari berbagai kalangan untuk mengembangkan budaya keselamatan berkendara dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh para pengguna jalan raya di Indonesia,” ujar Muhib.

Merujuk data Yayasan AHM, SRC yang diselenggarakan pertama kali pada 2017 telah mengedukasi sekitar 80.000 penerima manfaat dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, instansi pemerintah maupun swasta. Para figur etika keselamatan berkendara di TLLA juga telah berbagi ilmu dalam mengedukasi sekitar 35.000 usia 4 – 9 tahun terkait dasar-dasar keselamatan berlalu lintas melalui rambu-rambu lalu lintas, media praktik berupa sepeda push bike dan edukasi melalui permainan ular tangga.

SRC 2025 turut didukung oleh PT Suryaraya Rubberindo Industries, PT Astemo Bekasi Manufacturing, PT Yutaka Manufacturing Indonesia, dan PT Musashi Auto Parts Indonesia. Yayasan AHM akan terus mendorong para alumni program untuk menyebarkan nilai-nilai keselamatan berkendara di komunitas masing-masing, serta memperkuat gerakan #Cari_aman di seluruh Indonesia. (*)

Artikel Kembangkan Budaya Keselamatan Berkendara di Safety Riding Camp 2025 Bersama Yayasan AHM pertama kali tampil pada News.

BP Batam dan BPDAS Sepakati Rehabilitasi Hutan Lindung Duriangkang Demi Menjaga Air Baku

0
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Hadjad Widagdo dan Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto. Foto. BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menjamin kualitas air baku di Kota Batam terus digencarkan. Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Jang Duriangkang secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan Hutan Lindung Duriangkang seluas 10 hektare, Jumat (12/7).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Hadjad Widagdo dan Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto.

Kolaborasi ini digagas oleh Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan BP Batam sebagai komitmen menjaga kelestarian hutan di sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Duriangkang.

Diketahui, Waduk Duriangkang memiliki volume tampung mencapai 101,2 juta meter kubik dengan kapasitas produksi air sebesar 3.000 liter per detik. Rehabilitasi hutan di sekitarnya dinilai sangat krusial untuk menjaga kualitas dan kuantitas air baku yang menjadi sumber utama layanan air bersih bagi warga Batam.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyambut positif kerja sama ini. Ia menyebut langkah tersebut sebagai terobosan penting dalam menjaga sumber daya air kota industri ini.

“Melalui MoU dengan instansi atau lembaga terkait, BP Batam terus mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menjaga kualitas air baku. Tujuannya agar pelayanan air bersih kepada masyarakat Batam terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” ujar Amsakar.

Sementara itu, Hadjad Widagdo mengungkapkan bahwa Batam tidak memiliki aliran sungai permanen, sehingga seluruh kebutuhan air bergantung pada curah hujan yang ditampung di waduk melalui catchment area. Karena itu, kualitas kawasan tangkapan air harus dijaga secara serius.

“Tanpa kualitas hutan yang baik di sekitar DTA, kualitas air baku kita akan terganggu. Salah satu dampaknya adalah erosi yang menyebabkan sedimentasi di waduk. Maka, BP Batam terus berupaya menjaga catchment area dengan menggandeng berbagai pihak,” jelas Hadjad.

Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada BPDAS Sei Jang Duriangkang atas dukungan dan komitmen dalam mendukung rehabilitasi hutan lindung di kawasan strategis tersebut.

“Kami berharap seluruh proses rehabilitasi di lapangan dapat berjalan lancar tanpa kendala,”* tambah Hadjad.

Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto juga menyatakan optimismenya terhadap keberhasilan kerja sama ini. Ia berharap sinergi dengan BP Batam dapat menjadi langkah konkret dalam pelestarian lingkungan di Batam.

“Kami terus berikhtiar menjalin kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian hutan. Melalui MoU ini, harapannya kita bersama-sama dapat berkontribusi nyata terhadap lingkungan, khususnya di Batam,” ujar Haris.

Penandatanganan MoU ini turut dihadiri Wakil Direktur Pengelolaan Air Minum, Tumirah, Manajer Perencanaan dan Operasional Hulu, Lusy Novita, serta sejumlah pejabat tingkat IV di lingkungan BP Batam.

Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya jangka panjang menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memastikan keberlangsungan pasokan air bersih bagi masyarakat Batam. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel BP Batam dan BPDAS Sepakati Rehabilitasi Hutan Lindung Duriangkang Demi Menjaga Air Baku pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam dan BPDAS Sepakati Rehabilitasi Hutan Lindung Duriangkang Demi Menjaga Air Baku

0
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Hadjad Widagdo dan Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto. Foto. BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menjamin kualitas air baku di Kota Batam terus digencarkan. Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Jang Duriangkang secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan Hutan Lindung Duriangkang seluas 10 hektare, Jumat (12/7).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Hadjad Widagdo dan Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto.

Kolaborasi ini digagas oleh Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan BP Batam sebagai komitmen menjaga kelestarian hutan di sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Duriangkang.

Diketahui, Waduk Duriangkang memiliki volume tampung mencapai 101,2 juta meter kubik dengan kapasitas produksi air sebesar 3.000 liter per detik. Rehabilitasi hutan di sekitarnya dinilai sangat krusial untuk menjaga kualitas dan kuantitas air baku yang menjadi sumber utama layanan air bersih bagi warga Batam.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyambut positif kerja sama ini. Ia menyebut langkah tersebut sebagai terobosan penting dalam menjaga sumber daya air kota industri ini.

“Melalui MoU dengan instansi atau lembaga terkait, BP Batam terus mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menjaga kualitas air baku. Tujuannya agar pelayanan air bersih kepada masyarakat Batam terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” ujar Amsakar.

Sementara itu, Hadjad Widagdo mengungkapkan bahwa Batam tidak memiliki aliran sungai permanen, sehingga seluruh kebutuhan air bergantung pada curah hujan yang ditampung di waduk melalui catchment area. Karena itu, kualitas kawasan tangkapan air harus dijaga secara serius.

“Tanpa kualitas hutan yang baik di sekitar DTA, kualitas air baku kita akan terganggu. Salah satu dampaknya adalah erosi yang menyebabkan sedimentasi di waduk. Maka, BP Batam terus berupaya menjaga catchment area dengan menggandeng berbagai pihak,” jelas Hadjad.

Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada BPDAS Sei Jang Duriangkang atas dukungan dan komitmen dalam mendukung rehabilitasi hutan lindung di kawasan strategis tersebut.

“Kami berharap seluruh proses rehabilitasi di lapangan dapat berjalan lancar tanpa kendala,”* tambah Hadjad.

Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto juga menyatakan optimismenya terhadap keberhasilan kerja sama ini. Ia berharap sinergi dengan BP Batam dapat menjadi langkah konkret dalam pelestarian lingkungan di Batam.

“Kami terus berikhtiar menjalin kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian hutan. Melalui MoU ini, harapannya kita bersama-sama dapat berkontribusi nyata terhadap lingkungan, khususnya di Batam,” ujar Haris.

Penandatanganan MoU ini turut dihadiri Wakil Direktur Pengelolaan Air Minum, Tumirah, Manajer Perencanaan dan Operasional Hulu, Lusy Novita, serta sejumlah pejabat tingkat IV di lingkungan BP Batam.

Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya jangka panjang menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memastikan keberlangsungan pasokan air bersih bagi masyarakat Batam. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel BP Batam dan BPDAS Sepakati Rehabilitasi Hutan Lindung Duriangkang Demi Menjaga Air Baku pertama kali tampil pada Metropolis.

Pembangunan Terminal 2 Belum Jalan, BIB: Trafik Masih di Bawah Kapasitas Maksimal

0
Ilustrasi. Penumpang memadati konter maskapai penerbangan saat akan melakukan check-in di Bandara Internasional Hang Nadim. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pembangunan Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim Batam hingga kini belum tampak wujud fisiknya sejak peletakan batu pertama. Padahal, proyek ini merupakan salah satu syarat utama dalam kerja sama pengelolaan bandara antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan PT Bandara Internasional Batam (BIB) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) beberapa tahun lalu.

Direktur Utama PT BIB, Annang Setia Budhi, menjelaskan perjanjian kerja sama antara BIB dan BP Batam merupakan hasil tender sejak 2019. Dalam perjanjiannya, BIB diminta untuk renovasi Terminal 1, membangun Terminal 2, mengoperasionalkan terminal kargo baru, hingga meningkatkan lalu lintas penerbangan baik domestik maupun internasional.

“Yang diharapkan BP Batam saat itu adalah menjadikan Batam sebagai pusat logistik di Sumatera dan meningkatkan konektivitas internasional. Ini yang terus kami kejar bersama konsorsium kami,” kata Annang.

Baca Juga: BP Batam Pertimbangkan Kaji Ulang PKS dengan PT BIB

Menurut dia, saat ini BIB telah menyelesaikan renovasi besar-besaran pada Terminal 1 yang sudah bisa dirasakan oleh masyarakat. Mulai dari lobby keberangkatan, area check-in, security checkpoint, hingga ruang tunggu dan area kedatangan telah ditata ulang lebih modern dan nyaman.

Namun, untuk pembangunan fisik Terminal 2, prosesnya belum berjalan karena masih menunggu sinkronisasi komitmen dari kedua belah pihak. Dimana Groundbreaking sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Saat ini kami dari BIB, terus mengupayakan untuk segala kewajiban kami selesaikan. Untuk itu kami mengejar target untuk pembangunan di 2026. Jadi kami terus berkoordinasi dengan BP Batam,” tegasnya.

Menurut dia, salah satu kendala dalam memulai konstruksi Terminal 2 adalah trafik penumpang yang belum kembali ke kondisi sebelum pandemi. Saat ini, trafik Bandara Hang Nadim baru menyentuh angka 3,8 hingga 3,9 juta penumpang per tahun, di bawah capaian 2019 yang sempat mencapai 4,2 juta.

“Padahal, kapasitas Terminal 1 hanya 3,5 juta penumpang. Kalau sudah menyentuh angka 5 juta, maka mau tidak mau harus ada terminal baru karena level of service pasti turun,” jelas Annang.

Namun, pembangunan Terminal 2 dengan kapasitas hingga 10 juta penumpang tetap akan dilakukan sebagai bagian dari rencana jangka panjang. Meski begitu, keberlanjutan bisnis bandara sangat bergantung pada pertumbuhan trafik yang stabil dan ekosistem pendukung seperti pariwisata dan logistik.

Dilain hal sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan trafik, BIB terus menambah rute internasional. Sejak Oktober 2024, penerbangan Jeju Air ke Korea Selatan sudah dibuka, disusul rute Kuala Lumpur pada awal 2025. Bahkan, penerbangan langsung umrah ke Jeddah juga sudah mulai berjalan dari Bandara Hang Nadim.

“Ke depan kami dorong pembukaan rute-rute internasional lainnya. Kami tidak bisa kerja sendiri, harus bersama travel agent, BP Batam, Dinas Pariwisata, Imigrasi, Bea Cukai dan semua stakeholder lainnya membentuk satu ekosistem,” tegas Annang.

Untuk terminal kargo baru, BIB saat ini juga tengah memfinalisasi operasionalnya. Terminal kargo lama akan dibongkar setelah kargo baru siap digunakan, karena lokasi itu nantinya akan menjadi tempat dibangunnya Terminal 2.

“Kami ingin ketika bangunan sudah tersedia dengan kapasitas 10 juta penumpang, trafiknya juga tumbuh. Jangan sampai bangunan megah, tapi sepi. Maka itu ekosistem ini yang harus dibangun bersama sejak sekarang,” pungkas Annang. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Pembangunan Terminal 2 Belum Jalan, BIB: Trafik Masih di Bawah Kapasitas Maksimal pertama kali tampil pada Metropolis.

PN Batam Tolak Praperadilan Kapten KM Rizki Laut, Penetapan Tersangka Dinilai Sah

0
Permohonan praperadilan yang diajukan M. Faiyuli bin Sardini, Kapten kapal Rizki Laut melalui tim kuasa hukumnya, Agustinus Nahak dan Yanuar Nahak yang berlangsung di PN Batam, Jumat (11/7). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Upaya hukum yang diajukan tersangka M. Faiyuli bin Sardini, Kapten kapal Rizki Laut untuk menggugurkan status tersangkanya kandas. Pengadilan Negeri (PN) Batam secara tegas menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan melalui tim kuasa hukumnya, Agustinus Nahak dan Yanuar Nahak.

“Menolak permohonan praperadilan dari pemohon untuk seluruhnya,” ujar Hakim Tunggal Vabiannes Stuart Wattimena saat membacakan amar putusan dalam persidangan yang berlangsung di PN Batam, Jumat (11/7).

Dalam pertimbangannya, Hakim Wattimena menyatakan bahwa penetapan status tersangka terhadap Faiyuli oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau telah sesuai secara hukum, baik dari sisi administratif maupun substansi.

Baca Juga: Polda Kepri Absen, Sidang Perdana Praperadilan Kapten Kapal KM Rizki Laut Dijadwalkan Ulang

“Putusan ini bersifat final dan mengikat,” kata Wattimena sambil mengetuk palu menandai akhir persidangan yang terbuka untuk umum dan turut dihadiri oleh kuasa hukum kedua belah pihak serta Panitera Pengganti, Silvan DM.

Sidang praperadilan ini tercatat dalam register perkara Nomor: 356/Pid.Pra/2025/PN Btm dengan pemohon M. Faiyuli yang diwakili tim kuasa hukumnya, dan termohon dari pihak Polda Kepri cq. Ditreskrimsus yang diwakili oleh Iptu Zainal dan Yudi Yudarma dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda Kepri.

Dalam putusannya, majelis hakim menyebutkan telah mempertimbangkan seluruh dokumen resmi sebagai dasar penetapan tersangka, antara lain Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/31/V/2025/Ditreskrimsus tanggal 29 Mei 2025, serta Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor: B/29/V/2025/Ditreskrimsus** pada tanggal yang sama.

Tak hanya itu, hakim juga menyoroti kelengkapan penyidikan melalui pemeriksaan saksi-saksi termasuk penyidik serta dokumen Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan hasil gelar perkara yang dilakukan secara internal oleh penyidik.

“Dari pemeriksaan dokumen dan bukti yang diajukan, ditemukan bukti permulaan yang cukup bahwa pemohon diduga kuat terlibat dalam tindak pidana di bidang pelayaran dan/atau migas,” kata Wattimena.

Lebih lanjut, hakim menegaskan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan oleh penyidik telah sesuai dengan prosedur hukum acara pidana sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Hakim tidak menemukan adanya pelanggaran prosedural atau bentuk penyalahgunaan kewenangan oleh penyidik. Oleh karena itu, permohonan praperadilan dinyatakan tidak dapat diterima dan ditolak seluruhnya,” ujarnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel PN Batam Tolak Praperadilan Kapten KM Rizki Laut, Penetapan Tersangka Dinilai Sah pertama kali tampil pada Metropolis.

SUV Compact Masa Kini! Suzuki Fronx Disambut Antusias, Penjualan Perdana Tembus 20 Unit di Batam

0
Direktur PT Roda Mas Makmur Aleng bersama Branch Manager Suzuki Indomobil Batam Rudy Wijaya Melepas kendaraan Suzuki Fronx yang sudah diserahkan kepada konsumen pada acara Handover Ceremony Suzuki Fronx di Segara Seafood Bengkong, Sabtu (12/7). Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama PT Rodamas Makmur Motor resmi menyerahkan 20 unit perdana mobil SUV Compact terbaru mereka, Suzuki Fronx, kepada para konsumen di Batam, Sabtu (12/7). Prosesi serah terima ini menjadi momentum penting yang menandai sambutan positif masyarakat terhadap produk anyar dari Suzuki tersebut.

“Sejak peluncuran Suzuki Fronx pada 28 Mei 2025, hari ini kami menggelar seremoni penyerahan unit kepada para konsumen, khususnya yang berada di Kota Batam,” ungkap Rudi Wijaya, Branch Manager Suzuki PT Rodamas Makmur Motor.

Menurutnya, Fronx hadir sebagai SUV Compact yang dirancang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat urban saat ini. Dengan desain yang stylish dan teknologi mutakhir, Suzuki Fronx diharapkan menjadi pilihan utama bagi konsumen yang menginginkan kenyamanan, efisiensi, dan keamanan berkendara.

“Suzuki juga dikenal sebagai merek dengan layanan purna jual yang terpercaya, didukung oleh ketersediaan suku cadang dan jaringan bengkel resmi yang tersebar luas dan mudah dijangkau. Hal ini memberikan rasa nyaman dan nilai lebih bagi konsumen kami,” tambah Rudi.

Salah satu daya tarik utama dari Suzuki Fronx adalah fitur Suzuki Safety Support sebuah sistem keselamatan canggih berbasis Advanced Driving Assistance System (ADAS) yang untuk pertama kalinya disematkan pada lini produk Suzuki di Indonesia. Sistem ini membantu pengemudi dengan memberikan peringatan hingga melakukan tindakan preventif guna menjaga keselamatan selama perjalanan.

“Teknologi ini merupakan komitmen Suzuki dalam menjawab kebutuhan konsumen terhadap fitur keselamatan berkendara yang modern dan andal,” ujarnya.

Dapur pacu Suzuki Fronx ditenagai mesin K15C berkapasitas 1.500 cc yang dipadukan dengan sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Kombinasi ini diklaim mampu menyeimbangkan performa mesin dengan efisiensi bahan bakar serta mendukung pengurangan emisi gas buang.

Tersedia dalam tiga varian, yaitu SGX, GX, dan GL Suzuki Fronx dibanderol dengan harga kompetitif untuk wilayah Batam, yakni mulai dari Rp 223 juta hingga Rp 286 juta (On The Road Batam).

Bagi konsumen yang melakukan pembelian hingga September 2025, Suzuki memberikan program spesial senilai Rp 10 juta untuk seluruh varian Fronx. Informasi lengkap terkait program ini dapat diperoleh langsung di showroom Suzuki Indomobil Batam.

“Selain harga yang menarik, unit Suzuki Fronx juga sudah tersedia dan siap dikirim. Semua unit adalah hasil produksi dalam negeri dengan sistem CKD, sehingga kualitas dan kecepatan distribusinya sangat terjamin,” kata Rudi.

Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, Suzuki Fronx diprediksi akan menjadi salah satu primadona baru di pasar otomotif Batam dan sekitarnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel SUV Compact Masa Kini! Suzuki Fronx Disambut Antusias, Penjualan Perdana Tembus 20 Unit di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.