Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 1360

Ratusan Warga Sagulung Tertipu Kaveling Bodong, Uang Lenyap Lahan Tak Jelas

0
Lokasi lahan kosong yang disebut sebagai lokasi lapak kaveling yang dijual belikan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Ratusan warga Kecamatan Sagulung menjadi korban penipuan berkedok jual beli lahan kaveling. Disebutkan sedikitnya 300 orang telah menyetor uang puluhan juta rupiah untuk membeli lahan di dua titik, yakni di kawasan Seibinti dan Tembesi. Namun, lahan yang dijanjikan tak pernah bisa dimiliki atau dibangun karena statusnya yang tidak jelas secara hukum.

Lahan kaveling ditawarkan dengan ukuran 6×10 meter, dengan harga berkisar antara Rp30 juta hingga Rp35 juta. Transaksi terjadi sejak awal 2024 dan terus berlanjut hingga ratusan warga tertipu. Sebagian besar korban telah membayar lebih dari separuh nilai jual, bahkan beberapa di antaranya sudah melunasi pembayaran.

Salah satu korban, Nurbaiti Lubis, warga Kavling Seroja, mengaku tertarik karena harga yang terjangkau dan adanya surat perjanjian jual beli. Namun sejak pertengahan 2024, ia dan korban lainnya mulai menyadari ada yang tidak beres. “Kami mulai curiga karena tak ada perkembangan. Lahan tak bisa dibangun, uang pun tak kembali,” katanya kecewa.

Proses jual beli dilakukan dengan menunjukkan surat-surat dan kwitansi yang mengatasnamakan PT Era Cipta Karya Sejati. Penanggung jawab dalam dokumen tersebut tercantum sebagai Restu Joko Widodo, lengkap dengan NIK dan alamat di Taman Raya Tahap IV. Seorang pria bernama Joko disebut sebagai perantara yang aktif menawarkan lahan kepada calon pembeli.

Namun pantauan di lapangan menunjukkan fakta berbeda. Lahan yang diperjualbelikan di belakang Kantor Lurah Seibinti ternyata masih berupa lahan perkebunan milik warga. Di atas lahan tersebut masih terlihat tanaman sayur, pohon pisang, dan beberapa tanaman buah umur panjang. Tidak ada tanda-tanda pengembangan atau alokasi lahan untuk pemukiman.

Lurah Seibinti, Jamil, membenarkan adanya indikasi penipuan. Ia mengaku sudah beberapa kali memperingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan harga murah. “Sudah kami ingatkan sejak lama. Apalagi sejak 2016, BP Batam sudah menghentikan alokasi lahan kaveling. Tapi warga tetap percaya karena ada surat perjanjian yang tampaknya resmi,” ujar Jamil.

Jamil juga menegaskan bahwa lahan tersebut tidak memiliki legalitas apapun untuk dijadikan kaveling. “Dulu pihak PT itu cuma menyampaikan untuk clearing, bukan untuk dijual. Saat kami cek ke BP Batam, lahan itu tidak masuk dalam alokasi pemukiman atau pembangunan rumah,” terangnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sagulung Iptu Anwar Aris menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari korban. Namun ia mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap penawaran lahan murah. “Jangan mudah tergiur. Pastikan legalitas lahan sebelum melakukan transaksi. Cek ke kelurahan atau BP Batam agar tak jadi korban penipuan,” katanya.

Kantor perusahaan yang digunakan untuk transaksi kini juga sudah tak beroperasi. Menurut para korban, lokasi tersebut hanya kontrakan biasa dan kini telah kosong. Tak ada lagi aktivitas, dan semua pihak yang sebelumnya bisa dihubungi kini lenyap tanpa jejak.

Warga berharap ada langkah hukum dari aparat dan perlindungan dari pemerintah. Mereka juga mendesak pihak berwenang segera turun tangan, menelusuri keberadaan para pelaku, dan memberikan kepastian hukum atas nasib uang yang telah mereka setorkan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Ratusan Warga Sagulung Tertipu Kaveling Bodong, Uang Lenyap Lahan Tak Jelas pertama kali tampil pada Metropolis.

Tim Mitsubishi Ralliart dengan Tiga Mobil Reli Triton akan Berpartisipasi di Asia Cross Country Rally 2025 

0

batampos– Mitsubishi Motors Corporation (selanjutnya disebut Mitsubishi Motors) mengumumkan Tim Mitsubishi Ralliart, yang menerima dukungan teknis dari perusahaan, akan menggunakan tiga truk pikap Triton dalam ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) 2025 mendatang, yang akan berlangsung di Thailand* mulai 8 hingga 16 Agustus.

Dalam beberapa tahun terakhir, AXCR telah berlangsung selama enam hari dengan jarak tempuh sekitar 2.000 kilometer (km). Kini, setelah memasuki edisi ke-30, reli ini diperluas menjadi kompetisi delapan hari dengan jarak tempuh sekitar 2.500 km – menjadikannya ajang yang lebih menantang.

Tim Mitsubishi Ralliart bermaksud untuk merebut kembali gelar juara umum untuk pertama kalinya dalam tiga tahun dengan menyempurnakan Triton, dengan meningkatkan ketahanan mesin dan menyempurnakan sasis.

BACA JUGA: Mitsubishi Motors Resmikan Diler Baru di Sleman, Perkuat Akses dan Layanan Konsumen di Yogyakarta

Tim Mitsubishi Ralliart dimiliki oleh Tant Sport (Thailand) dan dipimpin oleh Hiroshi Masuoka, seorang direktur tim dari Mitsubishi Motors. Teknisi Mitsubishi Motors akan mengembangkan mobil reli dan mendampingi tim untuk memberikan dukungan teknis selama kompetisi.

Jajaran pengemudi dan pendamping akan terus menampilkan Chayapon Yotha (Thailand) dan Peerapong Sombutwong (Thailand), yang meraih kemenangan keseluruhan di AXCR 2022, bersama dengan dua duo Jepang – Katsuhiko Taguchi dan Takahiro Yasui yang menempati posisi kelima di AXCR 2024, dan Kazuto Koide dan Eiji Chiba yang memulai debut mereka dengan finis yang kuat tahun lalu.

Chayapon Yotha dan Katsuhiko Taguchi akan bersaing untuk meraih kemenangan keseluruhan dengan kendaraan yang ditingkatkan dari spesifikasi tahun lalu. Seorang karyawan dan pengemudi uji Mitsubishi Motors, Kazuo Koide, akan bersaing dalam kendaraan yang dilengkapi dengan transmisi otomatis yang dioptimalkan untuk kompetisi.

Selain memvalidasi teknologi berperforma tinggi untuk model produksi mendatang, ia akan memainkan peran penting dalam mendukung anggota tim lainnya.

Pada awal Juni, Tim Mitsubishi Ralliart melakukan uji ketahanan beban tinggi yang mensimulasikan kondisi reli sesungguhnya di lintasan off-road di sekitar Taman Nasional Khao Yai di Thailand bagian tengah. Suspensi dan komponen sasis lainnya telah disempurnakan sambil memverifikasi keandalan dan ketahanan mesin dan bodi, semuanya sebagai persiapan untuk acara utama.

“Ini menandai reli ketiga kami dengan Triton baru,” kata Hiroshi Masuoka, direktur tim Tim Mitsubishi Ralliart.

Mobil ini telah menunjukkan potensinya yang luar biasa dalam berbagai situasi, termasuk performa akselerasi di lintasan berkecepatan tinggi, pengendalian di lintasan teknis, dan performa off-road di medan yang sangat kasar seperti lumpur dan penyeberangan sungai.

”Kali ini, selain meningkatkan torsi mesin dan meningkatkan ketahanan, kami telah menyempurnakan sasis dan komponen lainnya untuk menciptakan mobil yang mampu memenangkan semuanya. Tim kami telah berkembang dalam hal pengalaman dan persatuan, dan kami berada dalam kondisi terbaik untuk merebut kembali gelar keseluruhan setelah tiga tahun. Jadi, harap nantikan – kami mengharapkan hasil yang luar biasa,” ujarnya. (*)

Artikel Tim Mitsubishi Ralliart dengan Tiga Mobil Reli Triton akan Berpartisipasi di Asia Cross Country Rally 2025  pertama kali tampil pada Lifestyle.

Yuk Datang ke Samsat Karena Pemprov Kepri Putihkan Pajak Kendaraan Bermotor 2025

0

batampos-Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau meluncurkan program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor dimulai 1 Juli 2025.

Ini yang menjadi alasan untuk segera datang ke Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) terdekat yang ada di seluruh Provinsi Kepulauan Riau.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Senin (30/6/2025) menjelaskan pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) ini mulai berlaku 1 Juli hingga 15 November 2025 mendatang.

BACA JUGA: Tak Temukan Alamat Penunggak Pajak, Petugas Samsat Tinggalkan Surat Tagihan di Atas Kendaraan di Parkiran Swalayan

Terdapat beberapa keringanan yang diberikan kepada masyarakat pemilik kendaraan pada program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor tahun ini.

Pertama, pembebasan 100 persen sanksi administrasi, potongan pokok pajak kendaraan bermotor sebesar 2 persen bagi wajib pajak yang tidak memiliki tunggakan, khusus untuk tahun pajak 2025.

Kemudian ada penghapusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II sebesar 100 persen, dan terakhir Penghapusan Denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) selain tahun berjalan.

Dan yang tak kalah menarik ada pengurangan pokok pajak kendaraan bermotor secara berjenjang, dimulai potongan 10 persen tunggakan tahun 2024, sebesar 20 persen tunggakan tahun 2023, 30 persen tunggakan tahun 2022, 40 persen tunggakan tahun 2021, 50 persen tunggakan tahun 2020, dan 100 persen tunggakan tahun 2019.

Gubernur Ansar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mengajak seluruh masyarakat pemilik kendaraan untuk memanfaatkan program ini. (*)

Artikel Yuk Datang ke Samsat Karena Pemprov Kepri Putihkan Pajak Kendaraan Bermotor 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

QRIS Menembus Batas

0
Ilustrasi. BI) secara resmi meluncurkan QRIS Antarnegara yang dapat digunakan di 4 negara Asean, yaitu Thailand, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Foto: jawapos.com

Di pasar tradisional, kedai kopi hingga ritel modern di Kepulauan Riau, aktivitas orang memindai barcode dengan ponsel untuk membayar sudah menjadi pemandangan umum. Mulai beli lontong pagi di Tanjungpinang sampai beli baju di Batam, semua kini tinggal pindai. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjelma menjadi kebutuhan wajib. 

Reporter: FISKA JUANDA

Di sebuah warung kopi sederhana di Tiban, Kota Batam, seorang ibu muda mengangkat ponselnya, membuka aplikasi mobile banking, lalu memindai barcode kode batang yang tertempel di sisi etalase. 

Dengan sekali klik, secangkir kopi hitam dan sepiring goreng pisang seharga Rp35.000 pun lunas dibayar. Tak ada uang tunai berpindah tangan, hanya bunyi notifikasi yang mengonfirmasi, transaksi berhasil.

“Tidak ribet. Saya tak perlu bawa uang tunai setiap hari,” kata Rahmawati, ibu muda tersebut, Rabu (25/6).

Kepada Batam Pos, dia mengatakan, sejak ada QRIS, hampir tak pernah membawa dompet atau pegang uang tunai.

“Semuanya tinggal tap-tap saja. Selesai semua pembayaran,” ujarnya. 

Hal yang senada diucapkan oleh Alamudin Hamapu, warga Kabil. Dia mengatakan, jarang membawa uang dalam bentuk fisik. Cukup bawa ponsel, semuanya sudah berada dalam genggaman. 

“Kemana-mana cukup bawa ponsel,” ucapnya. 

Alasannya, setiap tempat yang dikunjunginya menyediakan layanan QRIS.

“Di Batam saya tak khawatir tak bawa tunai. Di kedai kopi pun sudah ada QRIS, tinggal barcode (pindai) selesai sudah,” tuturnya. 

Odi Nazar, Warga Tanjungpinang, mengaku, kebiasaan itu juga dilakukannya. Kedai-kedai kopi yang disinggahinya usai bekerja, selalu menyediakan QRIS.

“Jadi tak usah bawa duit (uang kartal). Beli lontong aja bisa pakai QRIS,” ucapnya. 

Pemakaian QRIS bukan lagi sesuatu yang langka di Kepri. Berdasarkan data dari Bank Indonesia Perwakilan Kepri, di caturwulan pertama tahun 2025, jumlah pengguna QRIS di Kepri sebanyak 539.337 pengguna.

Ada penambahan sebanyak 9.010 pengguna baru di periode Januari hingga April.

Tak hanya pengguna QRIS saja yang bertambah. Para pelaku usaha juga berbondong-bondong bergabung dalam ekosistem digital ini.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Adidoyo Prakoso, mengatakan, sebanyak 48.812 merchant baru terdaftar sepanjang Januari-April 2025.

Sehingga, total merchant di Kepri mencapai angka 628.056. Jika dibandingkan tahun lalu, naik hampir 20 persen. 

Sebagian besar berasal dari sektor mikro dan informal. Pedagang kaki lima, warung kecil, hingga toko kelontong di hinterland mulai mengenal kode QR sebagai alat transaksi sehari-hari. QRIS bukan lagi barang kota, tapi sudah menyentuh sudut-sudut terjauh di provinsi ini.

“Kami ingin siapa pun, dari warung kopi di hinterland sampai pelaku UMKM di kota, bisa terkoneksi dalam satu sistem pembayaran,” kata Adidoyo. 

Dari sisi transaksi, dampaknya terasa nyata. Dari Januari hingga April 2025, volume transaksi QRIS di Kepri telah mencapai 18 juta.

Tumbuh lebih dari 104 persen, dibanding tahun sebelumnya. Nilainya mencapai Rp2,6 triliun, meningkat 345 persen secara tahunan.

Pertumbuhan ini bukan tanpa usaha dan kerja keras. Bank Indonesia Kepri membangun strategi literasi dan promosi yang masif. 

Mulai dari iklan QRIS di Bandara Hang Nadim, Trans Batam, bioskop, hingga edukasi dalam festival rakyat seperti Creative and Innovative Riau Islands Carnival (CERNIVAL).

CERNIVAL tak sekadar festival musik dan bazar UMKM. Di dalamnya, masyarakat diajak berinteraksi langsung dengan QRIS lewat aneka permainan, simulasi pembayaran, hingga kompetisi merchant

Bank Indonesia juga membawa QRIS masuk ke ruang-ruang yang sebelumnya tak tersentuh teknologi transaksi digital, rumah ibadah, sekolah, komunitas UMKM, hingga para pramuwisata.

Masyarakat diajak mengenal transaksi yang bukan hanya praktis, tapi juga aman dan tercatat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto. F. Humas Bank Indonesia untuk Batam Pos

Beberapa waktu lalu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto, mengatakan, QRIS menjadi alat baru yang menawarkan kemudahan dan kepercayaan. 

Meskipun begitu, belum semua pihak nyaman meninggalkan uang tunai. Di beberapa pulau, masih ada yang belum sepenuhnya paham manfaat QRIS.

Untuk itu, kata Rony, BI Kepri menempuh jalur kolaboratif, menggandeng pemerintah daerah, komunitas, hingga media lokal untuk menyebarkan pemahaman mengenai QRIS. 

Dia yakin, ke depan QRIS akan menjadi standar baru transaksi.

“Koordinasi antar pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan daya tahan ekonomi daerah menghadapi dinamika global,” ucap Rony. 

Saat ini, Kepri juga menjadi pelopor QRIS lintas negara (cross-border), sebuah inisiatif yang memudahkan wisatawan dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2023, transaksi lintas negara menggunakan QRIS terus menunjukkan geliat pertumbuhan yang menjanjikan. 

Tak sekadar menjadi alat pembayaran domestik, QRIS kini menembus batas negara dan memudahkan wisatawan mancanegara bertransaksi di Indonesia, khususnya di daerah perbatasan dan destinasi wisata seperti Kepri.

Setahun terakhir, Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau mencatat total 21.715 transaksi yang dilakukan wisatawan asal Malaysia mencapai Rp6,96 miliar.

Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya, tumbuh hingga 384 persen secara frekuensi dan 789 persen dari sisi nominal.

Sementara itu, wisatawan dari Singapura juga aktif memanfaatkan QRIS. Di periode yang sama, sebanyak 4.883 kali transaksi tercatat dengan nilai total Rp1,69 miliar.

Pertumbuhan penggunaannya bahkan lebih tinggi dalam hal jumlah transaksi, yakni 445 persen, dan ada peningkatan sebesar 412 persen dari sisi nominal.

Penggunaan QRIS oleh wisatawan asal Thailand mulai menunjukkan geliat. Meski masih terbatas, transaksi dari wisatawan Thailand mencapai 198 kali dengan nilai Rp14,76 juta.

Namun, jika melihat pertumbuhannya, justru inilah yang paling mencolok. Sebab, naik 761 persen dari sisi jumlah transaksi, dan 255 persen secara nominal dibanding tahun sebelumnya.

QRIS cross border dinilai sebagai kunci untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata di Kepri. Apalagi Kepri merupakan salah satu wilayah perbatasan yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. 

Keberadaan QRIS cross border dapat menjadi jembatan perbedaan platform pembayaran antarnegara. Hal ini membuat transaksi lebih mudah serta efisien.

Hal yang senada disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Batam, Ardiwinata. Dia  membenarkan, bahwa QRIS memberikan dampak besar terhadap pariwisata. “Iya (saat ditanya Batam Pos mengenai transaksi QRIS yang memudahkan transaksi wisatawan saat berkunjung ke Batam),” ucap Ardi.

QRIS, kata Ardi, sangat memudahkan wisatawan nusantara, maupun mancanegara dalam bertransaksi. “Karena wisata itu identik dengan sesuatu yang seru, menyenangkan, dan bikin happy,” ujarnya. (*)

Artikel QRIS Menembus Batas pertama kali tampil pada Metropolis.

Daihatsu bersama Komunitas Perkuat Komitmen Etika Berkendara agar Perjalanan Aman dan Nyaman

0
Sesi pematerian Etika Berkendara “Santun berkendara, semua bahagia”. f.ist

batampos- Sebagai wujud kepedulian terhadap keselamatan di jalan, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menggandeng 21 komunitas pengguna mobil Daihatsu dalam kegiatan Smart DAI Workshop: Etika Berkendara “Santun Berkendara, Semua Bahagia”.

Acara ini diselenggarakan pada 22 Juni 2025 di Head Office Astra Daihatsu Motor, Jakarta Utara, dan diikuti lebih dari 60 anggota komunitas dari berbagai chapter area Jabodetabek.

Smart DAI Workshop merupakan program edukasi rutin Daihatsu yang bertujuan meningkatkan wawasan dan pengetahuan anggota komunitas yang terdaftar resmi di ADM. Mengusung semangat baru, Smart DAI Workshop menjadi pengembangan dari Daihatsu Auto Clinic yang sejak 2018 hingga 2023 konsisten memberikan edukasi keselamatan berkendara dan perawatan kendaraan.

Kini dengan konsep baru, Smart DAI Workshop tak hanya membahas seputar dunia otomotif, tetapi juga membuka ruang diskusi bertema keseharian komunitas yang relevan, seperti kesehatan hingga parenting. Kegiatan ini juga ditayangkan secara live streaming melalui akun Instagram resmi @daihatsuofficialclub, sehingga menjangkau lebih banyak Sahabat Daihatsu di seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Ingin Tubuh Bugar Tanpa ke Gym? Coba Delapan Gerakan Pilates Ini di Rumah

Pada sesi kali ini, Daihatsu menghadirkan Suhartono, trainer bersertifikat dari Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas (IAABL) — program CSR Astra yang fokus pada kampanye keselamatan berkendara. Penting bagi setiap pengemudi untuk menerapkan etika berkendara yang meliputi tertib mematuhi aturan lalu lintas, antisipatif terhadap situasi di jalan, dan berempati pada pengguna jalan lain.

Dalam sesi diskusi, peserta diajak membahas skenario nyata di jalan, mulai dari cara merespons pengendara yang menyerobot antrean dengan tetap sabar dan tidak terpancing emosi, menghadapi lane hogger dengan menjaga jarak aman dan tidak memaksa mendahului secara berbahaya, hingga etika saat mendengar sirene ambulans dengan segera memberi jalan, atau saat bertemu kendaraan sipil yang menggunakan strobo dengan tetap tenang dan tidak terprovokasi. Materi praktis ini diharapkan dapat membantu komunitas Daihatsu menjadi pelopor berkendara aman dan santun di jalan.

Pelaksanaan acara Smart DAI Workshop bersama Komunitas Daihatsu pada 22 Juni 2025 di Head Office ADM

“Terima kasih Daihatsu atas workshop yang bermanfaat ini. Walau dikemas santai, ilmu yang dibagikan sangat berguna, mengingat kami sering menghabiskan waktu di jalan. Intinya, tetap waras dan saling menghargai sesama pengguna jalan!” ujar Tono Susanto, perwakilan Terios Indonesia, salah satu komunitas Daihatsu Official Club.

Dengan semangat kebersamaan, Daihatsu berharap Smart DAI Workshop dapat terus menjadi wadah belajar, berbagi, dan saling mengingatkan antar komunitas untuk selalu mengedepankan keselamatan, demi kenyamanan dan kebahagiaan semua pengguna jalan. (*)

Artikel Daihatsu bersama Komunitas Perkuat Komitmen Etika Berkendara agar Perjalanan Aman dan Nyaman pertama kali tampil pada Lifestyle.

Sekolah Rakyat Akan Dibangun di Nongsa, Sediakan Pendidikan Gratis Terpadu dari SD hingga SMA

0
Tri Wahyu Rubianto. f. rengga

batampos– Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan berencana membangun Sekolah Rakyat di daerah Nongsa. Sekolah ini nantinya akan menjadi kawasan pendidikan terpadu yang menyediakan akses pendidikan gratis dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengungkapkan bahwa lahan seluas delapan hektare telah disiapkan untuk proyek tersebut. Namun, pelaksanaan pembangunan masih menunggu data terbaru dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya DT-SEN 1 yang dirilis oleh Kementerian Sosial.

“Lahannya yang sudah disiapkan di Nongsa ada sekitar 8 hektare. Cuma kami masih menunggu data DT-SEN 1 yang baru dirilis oleh Kementerian Sosial,” ujar Tri, Selasa (1/7).

Tri menjelaskan, Sekolah Rakyat ini akan berbeda dengan sekolah formal pada umumnya. Selain kurikulum yang akan disusun secara khusus, sekolah ini juga akan menyesuaikan pendekatan pembelajarannya agar lebih relevan dengan kondisi dan kebutuhan siswa dari keluarga rentan.

BACA JUGA: Tahun ini, Diprioritaskan untuk Jenjang SMA, Sekolah Rakyat untuk Anak dari Keluarga Tidak Mampu

“Sekolah Rakyat ini akan memiliki pendekatan berbeda dari sekolah konvensional, terutama pada kurikulum dan segmentasi siswanya. Kurikulumnya dibuat berbeda, tapi kami tetap bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikannya dan akan menyediakan tenaga pengajarnya,” terangnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Batam hanya akan bertanggung jawab dalam hal penyediaan lahan dan tenaga pendidik. Sementara pembangunan fisik akan ditangani oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pembangunan nanti melalui anggaran pusat, yakni Kementerian PUPR. Kami di daerah lebih fokus menyiapkan tenaga pendidik dan kurikulum,” jelasnya.

Tri menambahkan, konsep Sekolah Rakyat yang menggabungkan tiga jenjang pendidikan dalam satu kawasan. Namun hal ini masih dalam tahap kajian, mengingat ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

“Konsepnya seperti kawasan pendidikan terpadu. Di sana all in, dari SD, SMP, sampai SMA. Tapi tentu saja ini harus dikaji dulu. Jangan sampai ketika semua jenjang digabung dalam satu lokasi justru menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Kami harus pastikan konsep ini matang sebelum diterapkan,” kata dia.

Lebih jauh, Tri berharap kehadiran Sekolah Rakyat nantinya bisa menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mendapatkan hak pendidikan yang layak. Sekolah ini juga diharapkan dapat menekan angka putus sekolah yang masih menjadi tantangan di Kota Batam.

“Sekolah Rakyat diharapkan bisa menjadi alternatif pendidikan inklusif yang menjangkau siswa dari latar belakang ekonomi rentan dan menurunkan angka putus sekolah,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Sekolah Rakyat Akan Dibangun di Nongsa, Sediakan Pendidikan Gratis Terpadu dari SD hingga SMA pertama kali tampil pada Metropolis.

Disdik Kepri Pastikan Program SPP SMA-SMK Gratis Tetap Lanjut

0
Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau, Andi Agung. f.ismail

batampos– Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri memastikan program Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis untuk sekolah jenjang SMA dan SMK Negeri di Provinsi Kepri masih berlanjut. Pemerintah Provinsi sendiri, mengklaim telah menyiapkan anggaran untuk menjalankan program ini di tahun 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung mengatakan bahwa sejauh ini program SPP gratis dari Pemprov tersebut masih terus berlanjut. Namun, pihaknya tetap menunggu perintah dari Gubernur Kepri.

“Program SPP gratis kita lihat dulu perkembangannya bagaimana. Jika disuruh (Gubernur) lanjut ya kita lanjut, sampai saat ini masih lanjut,” kata Andi Agung, Senin (30/6).

BACA JUGA: Empat Sarjana Anambas Ikuti Pelatihan SPPI di UNHAN, Dipersiapkan untuk Jadi Agen Perubahan di Daerah Perbatasan

Ia mengatakan, Disdik Kepri perlu mengucurkan anggaran kurang lebih senilai Rp50 Miliar untuk menjalankan program tersebut. Mata anggaran terus berubah, mengingat jumlah peserta didik jenjang SMA dan SMK Negeri yang semakin bertambah setiap tahunnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa pihaknya memang telah menyiapkan anggaran untuk program SPP gratis tersebut. Khusus tahun ini, anggaran yang disiapkan kurang lebih sebesar Rp50 Miliar.

“(SPP gratis) masih lanjutt. Anggaran sudah kita sediakan. Semuanya total 50 miliar lebih khusus tahun ini,” ungkap Ansar.

Program SPP gratis ini diketahui untuk mengurangi beban orang tua/wali murid, juga akan berdampak pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) generasi penerus di Kepri. Program tersebut diketahui sudah berlangsung sejak pertengahan tahun 2024 lalu. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Disdik Kepri Pastikan Program SPP SMA-SMK Gratis Tetap Lanjut pertama kali tampil pada Kepri.

Sentil Kebocoran Pendapatan dari Retribusi Parkir, DPRD Usulan Moratorium Parkir Tepi Jalan di Batam

0
Ilustrasi. Juru parkir saat mengatur kendaraan yang akan meninggalkan area parkir di Batamcentre. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos– Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Mustofa, mengusulkan penghentian sementara atau moratorium terhadap pungutan parkir tepi jalan umum. Usulan ini didasari atas temuan dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir yang dinilai tidak optimal.

Dia menjelaskan, dari total 985 titik parkir tepi jalan yang ada di Batam, capaian pendapatan sejauh ini hanya sekitar 38 sampai 40 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun 2024.

“Per hari ini baru Rp11 miliar. Artinya ada kebocoran pendapatan,” katanya, Selasa (1/7).

Menurut Mustofa, kebocoran tersebut diduga terjadi di lapangan, khususnya pada pola pengelolaan antara juru parkir (jukir) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Batam. Ia menyebut, ada pihak ketiga yang ikut bermain di antara keduanya sehingga pendapatan tidak sepenuhnya masuk ke kas daerah.

BACA JUGA: Kehilangan Motor di Luar Area Parkir Resmi, PN Batam Evaluasi Sistem Keamanan

“Jukir itu harusnya langsung ke koordinator Dishub, tapi ternyata ada pihak ketiga di tengah ini. Kami menduga kebocorannya ada di situ,” kata dia.

Untuk itu, ia bersama Komisi I telah mendiskusikan persoalan ini dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri serta Biro Hukum Provinsi Kepri. Ia menegaskan perlunya perubahan sistem yang menyeluruh agar PAD dari parkir tepi jalan bisa dikelola secara transparan dan akuntabel.

“Perubahan ini kalau hanya menyangkut kepala dinas saja tidak akan sanggup. Maka harus ada support dari kepala daerah. Kami usulkan moratorium dua bulan, kita nol-kan dulu, lalu masukkan sistem baru yang lebih baik,” katanya.

Retribusi parkir menjadi salah satu sektor potensial dalam menyumbang PAD Kota Batam. Karena itu, perbaikan sistem mutlak dilakukan, apalagi banyak keluhan dari masyarakat terkait pengelolaan parkir saat ini.

Mustofa berharap, melalui moratorium dan pembenahan sistem, target PAD dari parkir yang semula ditetapkan Rp70 miliar bisa tercapai. Namun jika tidak memungkinkan, DPRD dan Pemko Batam bisa menyepakati target baru yang lebih realistis.

“Contohnya 2025 kita sepakati Rp30 miliar, minimal mendekati angka itu,” ujarnya.

Ia pun merekomendasikan secara langsung kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, untuk mengambil langkah tegas dan segera memberlakukan moratorium. Menurutnya, ini menjadi momentum tepat untuk merombak sistem parkir tepi jalan dari hulu ke hilir.

Ia juga menyarankan agar pengelolaan parkir dilakukan secara profesional, baik melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bawah Dishub maupun sistem pihak ketiga yang taat regulasi.

“Kalau memang ratusan titik itu di pihak ketigakan, ya dilakukan sesuai regulasi,” kata Mustofa.

Ia turut mengingatkan bahwa retribusi parkir yang dipungut dari masyarakat sejatinya harus masuk ke kas daerah. “Sekarang sudah dipungut di masyarakat, tapi tak masuk ke daerah. Karena itu masuk ke ‘raja-raja kecil’. Ini yang harus kita hentikan,” tambahnya. (*)

Reporter: Arjuna

 

Artikel Sentil Kebocoran Pendapatan dari Retribusi Parkir, DPRD Usulan Moratorium Parkir Tepi Jalan di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

HUT ke 79 Bhayangkara, Kapolres Anambas Dorong Jajarannya Perkuat Kolaborasi Hadapi Era Digitalisasi

0
Foto bersama usai menggelar upacara HUT ke 79 Bhayangkara. f.ihsan

batampos– Upacara perayaan HUT Bhayangkara 2025 yang ke-79 di pelataran Masjid Agung Baitul Ma’mur, Tarempa, Kabupaten Anambas berlangsung khidmat, Selasa, (1/7).

Pada pelaksanaan upacara ini, ratusan personel kepolisian dari berbagai satuan berbaris rapi di lapangan upacara. Ada juga personil gabungan dari TNI, Basarnas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Anambas.

Bertindak sebagai Komandan Upacara, Iptu Sutomo yang sehari-hari menjabat sebagai Kapolsek Siantan.

Kapolres Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat yang bertugas sebagai Inspektur Upacara pada perayaan HUT Bhayangkara ke-79 ini mengungkapkan akan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan di tubuh Polri.

Mantan Wakapolres Kapuas Hulu itu menekankan bahwa jajaran kepolisian harus terus berbenah, memperbaiki kekurangan yang ada, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Upacara memperingati Hari Bhayangkara ini bukan hanya seremonial, tetapi momentum merefleksikan diri, memperbaiki kekurangan dan memperkuat kepercayaan masyarakat,” ujar AKBP Raden Ricky.

BACA JUGA: Jalan Santai HUT Bhayangkara di Anambas Diwarnai Momen Haru, AKBP Raden Ricky Pamit Undur Diri

Ricky menambahkan Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat bukan hanya berfokus pada masalah gangguan kamtibmas saja, tapi juga pada pelayanan dunia digital yang terus berkembang.

Mengingat di era digital yang kian kompleks dan penuh dinamika, gangguan keamanan hingga disrupsi teknologi terus berkembang.

“Dari gangguan kamtibmas hingga perkembangan teknologi digital. Polri dituntut untuk ada, responsif dan kolaboratif,” tegasnya.

Untuk mencapai itu semua, Ricky menegaskan agar seluruh jajarannya terus memperkuat sinergitas, baik kepada masyarakat maupun kepada pemerintah.

Disisi lain, ia mengapresiasi kinerja anggotanya yang rela jauh dari keluarga demi melaksanakan tugas di daerah perbatasan.

“Saya tahu, kalau banyak rekan-rekan yang keluarga ada di Batam dan Tanjungpinang. Sementara mereka bertugas di Anambas. Kami mengapresiasi kesetiaan rekan-rekan dalam menjalankan tugas,” kata dia.

Peringatan hari besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) itu ikut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Anambas, mulai dari Wakil Bupati Anambas Raja Bayu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Anambas Budhi Purwanto, Ketua DPRD Anambas Rian Kurniawan dan Perwira Penghubung Kodim 0318/Natuna Letkol Inf Ali Siregar. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel HUT ke 79 Bhayangkara, Kapolres Anambas Dorong Jajarannya Perkuat Kolaborasi Hadapi Era Digitalisasi pertama kali tampil pada Kepri.

Ditabrak Truk, Mobil WR-V Terbalik  di Tiban, Satu Korban Luka 

0

batampos– Kecelakaan lalu lintas melibatkan tiga kendaraan terjadi di kawasan Tiban, persis di depan Perumahan Taman Sari, Selasa (1/7) pagi. Dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB itu, sebuah mobil Honda WRV BP 1314 YY berwarna silver terbalik setelah dihantam truk pengangkut pasir yang melaju kencang dari arah Tiban Center. Satu orang pengemudi dilaporkan mengalami luka-luka.

Kejadian bermula saat sebuah mobil Toyota Inova hitam dengan nomor polisi BP 1779 CO keluar dari gerbang Perumahan Taman Sari menuju jalan utama. Dalam waktu bersamaan, dari arah atas, yakni Tiban Center, sebuah truk tanpa muatan datang meluncur kencang menuruni jalan.

“Truk itu dari atas sudah bunyikan klakson keras karena memang jalannya turunan. Tapi mungkin karena kaget ada mobil keluar dari simpang, dia langsung banting setir ke kanan,” kata Ani, salah satu warga yang menyaksikan kejadian.

BACA JUGA: 3 Mobil Tabrakan Beruntun di Tiban Kampung, Kasubnit Laka: Tidak Jaga Jarak

Akibat manuver mendadak tersebut, truk tidak hanya menyerempet mobil Inova hitam yang baru keluar dari perumahan, tetapi juga menghantam mobil Honda WRV silver yang berada tepat di depannya. Benturan keras menyebabkan mobil WRV terbalik beberapa kali di tengah jalan.

“Mobil WRV sempat terguling-guling, lumayan parah. Pengemudinya laki-laki, luka di bagian kaki dan tangan,” tambah Yudi, warga lainnya.

Warga sekitar langsung berhamburan ke lokasi untuk menolong korban dan mengatur lalu lintas yang sempat tersendat parah. Kemacetan panjang tak terhindarkan karena posisi kendaraan yang melintang di jalan dan menarik perhatian pengendara yang melintas.

Petugas dari Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang turun ke lokasi tak lama kemudian. Mereka langsung melakukan untuk mengevakuasi kendaraan yang terlibat. Mobil WRV yang mengalami kerusakan paling parah telah dibawa ke Mapolresta Barelang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Sekitar satu jam macet total. Setelah petugas datang, lalu lintas mulai kembali normal,” tambah Yudi. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Ditabrak Truk, Mobil WR-V Terbalik  di Tiban, Satu Korban Luka  pertama kali tampil pada Metropolis.