Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13666

Catat, Sore Nanti Semifinal ATB Cup VIII Futsal Championship Digelar

0

Sabtu dan Minggu (15 dan 16 April 2017) mulai pukul 15,.30 WIB ATB Cup VIII Futsal Championship 2017 memasuki babak semifinal dan final.

Kedua babak ini akan dihelat di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Batam.

Persiapan penyelenggaraan babak tersebut, sudah mulai telihat Jumat (14/4/2017). Dimana persiapan secara keseluruhan sudah berjalan dengan baik, termasuk beberapa koordinasi yang dibutuhkan agar pertandingan berjalan dengan lancar.

“Over all kita sudah siap menggelar babak semifinal dan final di Sport Hall Temenggung. Semua sudah kita koordinasikan dan berjalan baik dan lancar mulai dari segala hal, baik dari sisi acara, keamanan, hingga hal-hal teknis, sudah dipersiapkan,” ujar Enriqo Moreno, Manager Corporate Communication ATB, Jumat (14/4/2017).

Enriqo menambahkan, selain menyiapkan persiapan acara keseluruhan. Area pendukung tim atau suporter pun akan jadi perhatian khusus. Dimana seluruh suporter tim akan ditempatkan di tribun lantai 3 di setiap sektornya.

“Area suporter tim akan kita siapkan di lantai 3 di setiap sektor mulai dari sektor A, B, C dan sektor D. Termasuk menyiapkan pihak keamanan yang diturunkan sebanyak 25 personil kepolisian,” lanjut Enriqo.

Sementara itu, untuk menjaga pertandingan pada babak Semifinal dan Final agar berjalan netral, pertandingan akan di pimpin oleh wasit bersertifikasi nasional.

“Tujuannya agar permainan bisa berlangsung dengan netral, setiap tahunnya kita datangkan wasit bersertifikasi nasional termasuk tahun ini dua wasit dari Jakarta,” ucap Enriqo.

Enriqo juga mengajak masyarakat Batam khususnya penggemar olahraga futsal bisa datang langsung menyaksikan babak Semifinal dan Final dengan gratis.

“Semua penggemar futsal di Batam kita harapkan bisa hadir dan meramaikan, karena bisa di tonton secara gratis,” jelasnya.

ATB Akan Serahkan 34 Beasiswa Pendidikan saat Final Futsal

Jika tidak ada halangan, direncanakan Adhya Tirta Batam (ATB) akan menyerahkan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi se-Kota Batam untuk tahun 2017.

Program bertajuk Beasiswa ATB Peduli Pendidikan 2017 dengan nilai Rp 100 juta per semester ini, merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR), sekaligus sebuah komitmen kepedulian ATB untuk memajukan pendidikan di Kota Batam

Penyerahan beasiswa tersebut, akan diberikan disela-sela babak Final ATB CUP VIII futsal Championship 2017 yang akan dilangsungkan di Sport Hall Tumenggung Abdul Jamal, Mukakuninv Batam pada Minggu(16/4/2017).

“Dengan adanya beasiswa dari ATB ini. kiranya dapat memotivasi para pelajar dan mahasiswa untuk terus berprestasi,” terang Enriqo Moreno, Corporate Communications Manager ATB, Jumat(14/4/2017).

Untuk Program Beasiswa Berprestasi 2017, ATB menyiapkan beasiswa untuk 24 pelajar untuk tingkat Sekolah menengah tingkat atas (SMA) dan Kejuruan, serta 10 Mahasiswa berprestasi di Kota Batam.

Jumlah nominal per-paket beasiswa yang akan diberikan kepada para pelajar berprestasi tersebut adalah Rp 2,5 juta per pelajar setiap semesternya, sedangkan untuk mahasiswa sebesar Rp 4 Juta per semesternya.

Sebelumnya ATB telah membuka pendaftaran beasiswa ini, sejak mula 6 Februari hingga 24 Februari 2017 lalu.

Sedangkan persyaratannya adalah pelajar (untuk tingkat SMA/Kejuruan) berprestasi sebagai Juara Umum di kelas 1, 2 atau 3 pada Semester Ganjil Tahun ajaran 2016/2017, berasal dari keluarga tidak mampu, tidak terkena sanksi akademik dan yang terpenting tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain.

Sementara untuk perguruan tinggi program Diploma 3 dan Strata Satu (S1) berstatus negeri ataupun swasta dengan akreditasi program studi minimal B, berlokasi di Pulau Batam, Minimal IP 3,75, menyertakan KHS Semester Ganjil Tahun Ajaran 2016/2017, berasal dari keluarga tidak mampu, tidak terkena sanksi akademik dan yang tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain. (rilis)

BP Batam Keluarkan Ketentuan Baru Soal Fatwa Planologi

0
ilustrasi
foto: rezza herdiyanto / batampos

batampos.co.id –  Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menerapkan sejumlah ketentuan baru soal perizinan fatwa planologi. Salah satu contohnya adalah ketika pemerintah ingin membangun infrastruktur seperti jalan, drainase dan lingkungan hijau, maka pemohon alokasi lahan harus merelakan sebagian lahannya untuk kepentingan tersebut.

“Besarannya berapa nanti dihitung, UWTO nya diganti atau diberikan ganti lokasi,” jelas Kepala Biro PerencanaanTeknik BP Batam, Tjahjo Prionggo di Gedung Marketing BP Batam pada Kamis (13/4).

Selain itu, pemohon alokasi lahan harus merencakan lokasi investasi dengan baik. Jika melakukan kerjasama antar investor juga harus bisa direncanakan dengan matang. Kemudian harus bisa menentukan pedoman mengenai jalan, drainase dan lingkungan hijau di lahannya. Semuanya harus bisa tersinkronisasi dengan baik.

Selanjutnya bersedia jika lahannya ditata kembali oleh BP Batam dan mau buat grading bersama-sama supaya menjadi lingkungan yang harmonis.”Bila tidak dilakukan, BP Batam bisa mencabut fatwanya,” tegasnya.

Ia menjanjinkan jika semuanya dipatuhi maka dokumen fatwa planologi bisa keluar dalam tempo dua hingga tiga minggu. “Seminggu yang lalu saja kami sudah mengeluarkan 50 dokumen fatwa,” ujarnya.

Terkait tudingan pengembang bahwa BP Batam sebelumnya tidak mengeluarkan dokumen fatwa selama setahun sehingga menghambat pengembang untuk memperoleh dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemko Batam, Tjahjo membantah hal tersebut.

Ia mengatakan saat ini BP Batam memang tengah berbenah untuk menghindari kesalahan dan supaya tata kota terencana dengan baik.

BP Batam harus lebih selektif lagi dalam mengeluarkan dokumen tersebut. Ada berbagai permasalahan yang terjadi mengapa BP Batam tidak bisa mengeluarkan fatwa.

Permasalahan tersebut antara lain banyak pemohon lokasi lahan yang mengajukan fatwa namun luas lahannya tidak ideal dengan peruntukan yang ingin dibangun.

“Permasalahan fatwa antara lain kondisi lahan yang punya kontur ekstrem. Lalu lahannya malah sudah dibangun dan dimatangkan. Kemudian pelaksanaan pematangan lahan tanpa perencanaan matang,” jelasnya.

Makanya BP Batam saat ini sedang melakukan penataan tentang perizinan fatwa. Ketika disinggung mengenai upaya Pemko Batam untuk menerapkan Surat  Keterangan Rencana Kota (SKRK) untuk mendapatkan dokumen IMB.

Sebelumnya untuk mendapatkan IMB memang harus mengantongi dokumen fatwa. “Fatwa sudah diatur dalam undang-undang dimana BP Batam yang melaksanakannya,” jelasnya.

Tjahjo mengungkapkan bahwa jika pemohon alokasi lahan menerapkan pembangunan sesuai dengan fatwa maka tidak akan terjadi kekacauan tata ruang kota.

Ia melihat memang banyak terjadi seperti itu. Ada pembangunan di dua lahan yang memiliki ketinggian berbeda sehingga terjadi longsor dan juga menyebabkan banjir.

“Fatwa merupakan pedoman bagi masyarakat yang ingin membangun. Fatwa bukan hanya untuk kepentingan pembangunan atau investasi tapi juga untuk mencapai target pembangunan,” jelasnya.

Memang ia mengakui dulu pengawasan BP Batam sebagai pihak yang menerbitkan fatwa sangat lemah sehingga tata kota Batam sekarang kacau. Banyak lahan tidak dibangun sesuai peruntukannya. Namun ia menjamin kedepannya pengawasannya akan ditingkatkan dan koordinasi antar pemilik lahan lahan harus dibangun dengan baik sehingga pembangunan infrastruktur publik seperti drainase maupun jalan bisa tersinkronisasi dengan baik. (leo)

Pemko Batam Terima 8 Barang Milik Negara Dari KemenPUPR

0
ilustrasi rusun di Batam F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) resmi menghibahkan sebanyak 8 paket Barang Milik Negara kepada Pemerintah Kota Batam senilai Rp. 22,4 miliar.

Serah terima proyek Kementerian ini ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima barang milik negara yang ditandangani oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR dan Sekretaris Daerah Kota Batam di Pendopo Sapta Taruna Kementerian PUPR Jakarta, Rabu (12/4).

Ke- 8 aset yang diserahkan berupa

  • 3 unit Jalan Lainnya (semenisasi dan beton),
  • 1 paket pembangunan ruang terbuka hijau Dendang Melayu di jembatan 1 Barelang,
  • 1 unit Jembatan Penyeberangan Orang,
  • 1 unit Saluran Pembuang Air Buangan Air Hujan,
  • 1 paket Rusunawa Muka Kuning
  • 1 paket pengerjaan pembangunan prasarana dan sarana revitalisasi Kawasan Dataran Engku Putri Batam Center yang diperoleh melalui pengadaan Direktorat Jenderal Cipta Karya KemenPUPR dengan menggunakan DIPA tahun anggaran 2011 hingga 2014.

Selain Kota Batam, Kementerian PU juga memberikan hibah kepada 4 pemerintah provinsi, 33 pemerintah kota, 59 pemerintah kabupaten, serta 2 yayasan/lembaga dengan jumlah aset yang diserahkan sebanyak 323 unit senilai Rp. 774 miliar.

Sekretaris KemenPUPR, Anita Firmanti Eko Susetyowati dalam sambutannya mengatakan serah terima aset dilakukan untuk pembelajaran bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola aset yang lebih baik, sekaligus sebagai salah satu upaya Ditjen Cipta Karya untuk memperbaiki kualitas catatan dan laporan keuangan BMN di lingkungan Kementerian PUPR.

Anita melanjutkan, aset tersebut merupakan aset pemerintah yang harus dimanfaatkan dengan baik, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu tujuan pembangunan nasional.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memelihara, mengoperasikan, melakukan perawatan melalui APBD serta dapat memanfaatkan dan mempergunakan barang tersebut sesuai dengan peruntukannya.

“Kami berharap aset-aset ini betul-betul manfaatnya dalam memberikan pelayanan kebutuhan dasar kepada masyarakat dan bahkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta dapat mendorong pertumbuhan perekonomian daerah,” pinta Sekjen KemenPUPR.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin menyampaikan
ucapan terima kasih kepada Menteri PUPR yang telah menyerahkan atau melimpahkan 8 jenis aset tersebut kepada Pemko Batam. Menurutnya, dengan telah diserah terimakannya aset tersebut, maka menjadi tanggung jawab Pemko Batam yang akan dimanfaatkan dengan baik guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Batam.

“Tanggung jawab ini bukan hanya menjadi tanggung Pemko tapi juga tanggung jawab masyarakat Kota Batam sebagai bentuk wujud turut dalam pembangunan nasional,” jelasnya. (cr13/rilis)

Jaring TKI Ilegal Lewat Facebook, Dua Terdakwa Divonis 18 Bulan

0

batampos.co.id – Terdakwa Widya Yuni Sartika dan Winanto Wijaya alias Soni, calo TKI Ilegal melalui Facebook, divonis 18 bulan penjara di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (13/4) sore.

Hakim ketua Syahrial didampingi anggota Taufik dan Chandra, juga menetapkan denda Rp 2 miliar subsider dua bulan kurungan. Syahrial mengatakan, perbuatan terdakwa sebagaiman diatur dalam pasal 1 ayat 1 Undang-Undang nomor 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

“Bahwa TKI merupakan tenaga kerja dari Indonesia yang berada di luar negeri atau akan ditempatkan di luar negeri untuk suatu pekerjaan,” jelar Syahrial.

Dalam perkaranya, kedua terdakwa mengelabui calon TKI dengan mem-posting lowongan pekerjaan yang akan di tempatkan di perusahaan elektronik Malaysia. Di samping akan menerima upah yang tinggi, kedua terdakwa juga menetapkan persyaratan yang cukup mudah. Yakni, hanya berbekal paspor.

Akibatnya, dua calon TKI masuk perangkap jaringan ini. Keduanya dibawa Soni ke Batam dan menginap sementara di salah satu Hotel di bilangan Pelita, Nagoya. Widya langsung menyambut kedatangan kedua TKI tersebut.

Kemudian, calon TKI dimintai sejumlah uang oleh Widya sebagai pengurusan keberangkatan. Namun setelah uang diterima dari calon TKI sebesar Rp 1,5 juta, kedua terdakwa kabur melarikan uang tersebut.

Pihak Polresta Barelang yang mengetahui postingan terdakwa di Facebook, mencoba mencari tahu kebenarannya melalui Polwan yang menyamar ingin menjadi TKW di Malaysia. Mereka janji bertemu di depan Hotel di Pelita. Saat itulah kedua terdakwa ditangkap, September 2016 lalu.

Dari putusan yang dijatuhkan majelis hakim, kedua terdakwa serta jaksa penuntut umum (JPU) Andi menyatakan terima. (nji)

Baru Dua Minggu Bebas, Aheng kembali Ditangkap Polisi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Baru saja dua minggu bebas dari balik jeruji merasakan nikmatnya udara segar, kini, Rudianto alias Aheng resedivis kasus kejahatan pembobolan rumah, akhirnya kembali harus kembali menjalani hari-harinya di dalam bui.

Aheng ditangkap setelah membobol rumah berlantai dua di Blok C2 nomor 147 Perumahan Orchid Park, Batam Kota pada Jumat (24/3) lalu. Aksinya ini baru diketahui oleh pemilik rumah, Fendy ke esok harinya.

Kapolsek Batam Kota, Kompol Arwin menuturkan, pada saat kejadian rumah dalam keadaan kosong, Fendy, pemilik rumah diketahui tengah pergi ke Tanjung Batu. Penuturan pelaku, ia masuk dari atap rumah dengan cara membobol plafon rumah.

Pria 37 tahun ini beraksi dengan bebas. Semua harta benda korban digasak. Laptop, jam tangan, cincin emas, kamera, serta uang tunai 1.760 Dollar Singapura, 680 Ringgit Malaysia dan, Rp 2.400.000 berhasil dibawa kabur.

“Uang Dollar Singapura ini, uang lama,” kata Arwin, Jumat (14/4).

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Ikhtiar Nazara menambahkan, Selasa (28/3) sekira pukul 15.00 WIB, polisi mendapat informasi ada orang yang hendak menukarkan uang Dollar Singapura ke beberapa money change di Nagoya Hill. Belakangan diketahui, pria yang hendak menukarkan uang mata asing itu bernama Yustinus Waruwu (34).

Mendapat informasi ini, polisi langsung mengamankannya warga Simpang Dam Sei Beduk tersebut. Yustinus mengaku, mendapatkan uang itu dari Aheng. Mengetahui temannya tertangkap, Aheng, buruh bangunan yang tinggal di Perumahan Cahaya Garden Blok F nomor 03, Bengkong ini langsung kabur melarikan diri ke Medan. Kamis (6/4).

Polisi berhasil mendapatkan informasi keberadan Aheng. Tim Buser Polsek Batam Kota pun langsung melakukan pengejaran. Dibantu anggota kepolisian Medan, polisi berhasil menangkap Aheng pada Senin (10/4)lalu.

“Tidak ada perlawanan saat dilakukan penangkapan. Dia sudah kita bawa ke Batam,” sebut Ikhtiar.

Polisi juga melakukan pengembangan. Dari rumah Aheng, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa linggis dan martil serta, beberapa barang hasil curian. Ia dijerat Pasal 363 KUHP tentang, pencurian dengan pemberatan.

“Baru dua minggu keluar penjara, dia main (mencuri) lagi. Sebelumnya dia divonis tiga tahun,” sebut Ikhtiar. (rng)

Demi Pelebaran Jalan, Ruli Bidaayu akan Digusur

0
Ilustrasi rumah liar (ruli). Foto: alfian/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri akan melanjutkan pembangunan jalur kedua jalan S Parman, Seibeduk pada tahun 2017 ini.

Agar lancar, Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mengumpulkan warga yang bermukim di Rumah Liar (Ruli) Bidaayu yang masih menempati lahan yang digunakan untuk memperlebar jalan.

“Jalan Seibeduk yang belum itu, tahun ini akan dipanggil masyarakatnya untuk dipindahkan,” kata Walikota Batam, Rudi.

Rudi belum memastikan kapan waktu tepat pertemuan tersebut. Namun yang jelas, menurutnya komunikasi ini perlu dilakukan.

“Kami ingin jalur duanya harus selesai cepat,” tambah Rudi.

Pantauan di lokasi, rangkaian pekerjaan yang sudah setahun dikerjakan ini baru dibangun tepatnya di seberang Perumahan Bukit Sentosa dan Perumamahan Nusa Indah. Walau fisik jalan sudah selesai jalaur dua ini belum ada penerangan.

“Penerangannya tahun ini belum. Kapannya, belum bisa dipastikan juga karena 2018 juga belum dibahas,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur.

Selain di depan dua perumahan tersebut, di depan perumahan Bidadari memanjang hingga depan SDN 005 Seibeduk, hingga kini belum diaspal.

“Jalannya masih dibangun, kita lihat lagi perkembangan pembangunannya,” pungkas dia. (cr13)

Tim Teknis Kementan Jajaki Tanaman Pangan

0
Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun (kanan) didampingi Bupati Lingga, Alias Wello (kiri) saat mengunjungi lokasi pilot project pencetakan sawah di Desa Sungai Besar, Lingga Utara, beberapa waktu lalu. F.Wijaya Satria/batampos.

batampos.co.id – Kasubbag Humas Sabirin menjelaskan kunjungan Tim teknis lumbung pangan Nasional dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI yang di ketuai Bambang Prasetyo ke Kabupaten Lingga untuk menjajaki potensi produk unggulan disuatu daerah untuk menuju sasaran lumbung pangan berbasis ekspor.

“Mereka mengunjungi sejumlah wilayah perbatasan di Indonesia termasuk Kabupaten Lingga untuk meningkatkan tanaman pangan skala ekspor,” ujar Sabirin kepada Batam Pos, Kamis (13/4) pagi.
Dalam kunjungan itu, tim teknis turun langsung meninjau lahan persawahan di Sungai Besar dan Bukit Langkap serta di Desa Resang dan produk pertanian lainnya seperti tanaman holtikultura yang ada dibeberapa lokasi di Tanah Bunda Melayu.
Selain itu mereka juga akan memberikan masukan teknis dengan sistem kerja yang nantinya akan dipelajari dan didiskusikan secara teknis bersama kepala daerah. Tidak hanya menggali jenis pertanian yang berpotensi untuk diekspor, tim teknis Kementan juga akan membantu pemecahan masalah pengembangan disektor pertanian tersebut. Baik itu kendala yang terjadi dilapangan ataupun segala bentuk penghambatnya.
Bambang menerangkan, dalam kunjungan berupa orientasi ekspor ini bisa membantu Kabupaten Lingga menjadi lumbung pangan nasional nantinya. Kemudian percepatan penanaman sawah sesuai dengan arahan Menteri agar dilakukan secapat mungkin.
“Yang pasti Kementan siap mendukung pengembangan sektor pertanian yang potensial di suatu daerah, baik dalam bentuk sarana–prasarana, penyuluhan dan sebagainya, kemudian pembentukan model usaha,” ujar Bambang.
Dengan kunjungan tersebut, Bupati Lingga Alias Wello mengucapkan apresiasi yang besar atas keperdulian Kementerian Pertanian dari berbagai hal seperti masukan yang sangat dibutuhkan Kabupaten Lingga untuk memecahkan masalah yang ada. Semoga kunjungan ini juga dapat mencapai tahap ekspor bagi pertanian di Tanah Bunda Melayu.
“Mudahan-mudahan dengan kedatangan bapak ibu dari tim teknis Kementan ini bisa memberikan semangat baru bagi kami untuk komit menjadi wilayah lumbung pangan nasional,” ungkap Alias Wello. (wsa)

Pedestrian

0

Pedestrian yang nyaman seperti pedestrian di Dataran Engku Putri Batam Center, ini membuat turis nyaman.

Batam butuh lokasi seperti ini di banyak tempat. Bukan hanya untuk kenyamanan turis tapi untuk semua warga Batam.

Foto Cecep Mulyana/Batam Pos

Jajanan Sekolah

0

Pedagang keliling menggunakan sepeda motor berjualan di depan sekolah SD.

Jajan anak ini bebas dibeli di pinggir jalan.

Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

Penerbangan ke Tanjungpinang Meningkat

0
Libur akhir pekan, penerbangan ke Tanjungpinang melalui bandara Raja Haji Fisabilillah meningkat. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Libur nasional pada Jumat (14/4) ini
menjadi perangkai akhir pekan yang panjang. Utamanya bagi
pekerja kantoran swasta maupun pemerintahan yang rutin libur
pada Sabtu dan Minggu. Tak pelak, tiga hari libur ini banyak
dimanfaatkan orang untuk berpergian ke luar kota.
Sejak Kamis (13/4) kemarin, keramaian penumpang terjadi di
pelabuhan maupun bandara di Tanjungpinang. Banyak dari mereka yang ingin berlibur ke luar daerah. Tapi rupanya, tidak sedikit pula orang yang menghabiskan akhir pekan panjang di ibu kota provinsi.
Manajer Sriwijaya Distrik Tanjungpinang, E Presley L Sumanti
menuturkan terjadi lonjakan pembelian tiket pesawat maskapai
pimpinannya yang punya rute sekali dalam sehari dari dan ke
Jakarta-Tanjungpinang. “Iya, laporan yang kami terima memang
ada lonjakan pembelian tiket, khususnya penerbangan Jakarta ke
Tanjungpinang,” kata Presley pada Batam Pos.
Memang, tidak dapat dirincikan secara pasti jumlah lonjakan
tersebut. Presley sendiri mengaku kenaikan pembelian tiket itu
memang tak cukup signifikan. Kendati begitu, merupakan preseden positif. Karena secara tidak langsung mengindikasikan
Tanjungpinang kian kesohor sebagai destinasi wisata akhir
pekan.
“Ya mungkin isinya sebagian warga Tanjungpinang yang balik
kampung, tapi di antaranya juga ada wisatawan yang bisa
dipantau dari aktivitas beli tiketnya,” ungkapnya.
Andi Bafakih, seorang pegawai di kantor kementerian di Jakarta
adalah seorang penumpang Sriwijaya yang ditemui kemarin. Ia
menutukan sengaja menjadikan Tanjungpinang sebagai destinasi
liburan akhir pekan panjang bulan ini.
“Ini pertama kali ke Tanjungpinang. Penasaran juga dengar
pengalaman teman yang pernah ke sini,” ujarnya.
Diakuinya bahwasanya penerbangan dari Jakarta ke Tanjungpinang
kemarin terbilang ramai. Pasalnya, nyaris semua kursi pesawat
terisi. Sementara soal harga tiket pesawat, Andi menuturkan
sudah membeli sejak seminggu sebelum penerbangan. Harga yang masih terjangkau membuatnya tak berpikir dua kali untuk membeli selembar tiket ke Tanjungpinang.
“Biasanya kan sampai Rp 800 ribu. Tapi saya kemarin dapat Rp
500 ribu lebih. Jadi ya langsung beli saja,” ujarnya.
Diperkirakan puncak arus balik penumpang pesawat akan terjadi
Minggu (16/4) mendatang, atau ketika libur akhir pekan panjang
berakhir. (aya)
Play sound