batampos – Hasil survei Media Survei Nasional (Median) menunjukkan bahwa mayoritas publik memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan temuan Median, sebanyak 65,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, sementara 31 persen menyatakan tidak puas.
“Dan total yang tidak puas itu 31 persen ya, jadi total yang puas dengan kinerja pemerintahan itu 65,2 persen,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun dalam konferensi pers secara daring, Senin (30/6).
Rico mengungkapkan, terdapat lima alasan publik merasa puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, publik merasa puas dengan pengusutan kasus korupsi era Prabowo.
“Pertama, 12,6 persen menyatakan banyak kasus korupsi yang terungkap. Jadi, kinerja pengungkapan kasus-kasus korupsi pada akhir-akhir ini memberikan sentimen positif terhadap pemerintahan Prabowo,” ujarnya.
Selain itu, 7,7 persen responden menyebut mulai terlihat kerja nyata pemerintahan. Sementara 7,2 persen mengapresiasi program-program yang berjalan sesuai janji kampanye.
Alasan lainnya, lanjut Rico, 5,1 persen merasa pemerintahan Prabowo-Gibran cepat, tanggap, dan tegas, khususnya dalam menanggapi isu-isu publik seperti penghapusan PPN LPG 3 kg.
“Misalnya responsifnya Prabowo beberapa waktu lalu dalam kasus gas 3 kg dan PPN, ini masuk dalam kategori tindakan cepat dan tegas,” tambah Rico.
Alasan kelima yang mendasari kepuasan publik, yakni program makan siang bergizi yang mulai dijalankan dan mendapatkan perhatian positif dari masyarakat, dengan sekitar 5 persen responden menyebutkan program ini secara spesifik.
“Hasil survei ini menjadi cerminan ekspektasi publik terhadap arah kebijakan dan program-program strategis pemerintah ke depan,” pungkasnya. (*)
Air Terjun Temburun. Pemkab Anambas berencana manfaarkan debit air terjun untuk atasi persoalan air bersih di Siantan. f.Ocky Pradickha untuk Batam Pos
batampos– Persoalan air bersih di Pulau Siantan saat ini sedang dalam optimalisasi oleh Pemkab Anambas.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam Anambas, Yohanes mengatakan pihaknya sedang menyelesaikan perencanaan pemanfaatan debit Air Terjun Temburun untuk memenuhi ketersediaan air bersih.
“Sektor air bersih ini masih saja menjadi soal. Tak sedikit warga mengeluh jika saat kemarau aliran air ke rumah bisa per 3 hari sampai 4 hari sekali,” ujar Yohanes, Minggu (22/6).
Nantinya, di kawasan Air Terjun bakal dibuat embung yang bisa menampung debit air dalam jumlah banyak.
“Jika embung ini berhasil, air bersih kita distribusikan juga ke pulau-pulau yang berada di Siantan,” ucap Yohanes.
Saat ini, pihaknya sedang menunggu dokumen rencana bisnis dan rencana anggaran dari UPTD SPAM untuk kemudian dilakukan pengkajian bersama tim konsultan.
Dengan dokumen rencana bisnis dan anggaran ini disusun oleh pihak konsultan, pihak UPTD SPAM, katanya, hanya tinggal menjalankan pengelolaan air bersih sesuai dokumen yang ada.
“Kalau rencana bisnis dirancang dalam 5 tahun dan rencana kerja dan anggaran itu tahunan,” kata dia.
Ia juga menjelaskan, dalam pengelolaan air bersih dengan rencana bisnis dan rencana kerja serta anggaran ini, UPTD SPAM nantinya harus dapat membenahi ketersediaan air bersih dari hulu ke hilir.
“Sekarang kan masing-masing rumah warga sudah punya meteran air. Nah UPTD SPAM ini tinggal benahi lagi air dari waduk sampai ke jaringan-jaringannya itu di atur dalam rencana bisnis per lima tahun,” terangnya.
Setelah dokumen rencana bisnis dan rencana kerja serta anggaran ini tuntas dilakukan, layanan pengelolaan air bersih akan lebih baik dan tepat sasaran.
“Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa diteraliasi dan akan kita lakukan pengkajian yang lebih mendalam,” pungkasnya. (*)
batampos – Duo kakak beradik Marc Marquez dan Alex Marquez mendapatkan nasib berbeda di MotoGP Belanda 2025. Tak seperti pekan lalu saat mengaspal di Sirkuit Mugello, kali ini keduanya menerima hasil bertolak belakang dalam balapan seri ke-10 musim ini.
Marc Marquez yang mengendarai Ducati Desmosedici 24, terus menunjukkan sinarnya. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu perlahan tapi pasti menyalip para rivalnya dari urutan keempat sejak memulai balapan.
Pembalap Ducati Lenovo itu mampu memenangkan balapan di Sirkuit Assen, Belanda, Minggu (29/6) malam WIB. Marquez jadi yang terbaik dan tercepat sejak berhasil memimpin dari lap kelima.
Marc Marquez berhasil mengungguli dua pesaingnya, termasuk rekan setim Francesco ‘Pecco’ Bagnaia. Tempat kedua MotoGP Belanda 2025 diamankan oleh Mario Bezzecchi (Aprilia), dibuntuti Pecco.
Bagi Marc Marquez, ini jadi kemenangan keenam, sekaligus yang ketiga secara beruntun di balapan utama MotoGP 2025. Sebelumnya The Baby Alien memenangkan seri di Thailand, Argentina, Qatar, Aragon, dan terakhir Italia pada pekan lalu.
Selain itu, kemenangan ini juga melengkapi dominasi Marc Marquez yang sebelumnya memenangkan sprint race MotoGP Belanda 2025. Total enam balapan dari tiga seri terakhir berhasil dimenangkan olehnya.
Sayangnya nasib baik Marquez tak menular ke sang adik. Alex Marquez justru harus menerima kenyataan pahit berupa gagal finish akibat mengalami kecelakaan di tengah balapan.
Nasib sial menghampiri Alex Marquez dengan terjatuh di lap keenam. Dia harus ikhlas gagal melanjutkan balapan usai kehilangan keseimbangan dan terjatuh setelah sempat bersentuhan dengan Pedro Acosta dalam persaingan tempat kelima.
Untuk Alex, nasib sial di Sirkuit Assen ini jadi mimpi buruk kedua dirinya gagal finish sepanjang MotoGP 2025. Sebelumnya pembalap Gresini Racing itu juga pernah terjatuh dan gagal finish di MotoGP Prancis 2025.
Hasil MotoGP Belanda 2025:
1. Marc Marquez (SPA) – Ducati Lenovo (GP25)
2. Marco Bezzecchi (ITA) – Aprilia Factory (RS-GP25)
3. Francesco Bagnaia (ITA) – Ducati Lenovo (GP25)
4. Pedro Acosta (SPA) – Red Bull KTM (RC16)
5. Maverick Viñales (SPA) – Red Bull KTM Tech3 (RC16)
6. Fabio Di Giannantonio (ITA) – Pertamina VR46 Ducati (GP25)
batampos– Ketua Muda Tata Usaha Negara Mahkamah Agung RI, Prof Dr Yulius, meresmikan Mushola Al Hakim di lingkungan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang pada Senin (30/6).
Peresmian tempat ibadah ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat spiritualitas di tengah tugas kenegaraan yang dijalankan para hakim dan pegawai.
Dalam sambutannya, Yulius mengapresiasi semangat gotong royong seluruh unsur di PTUN Tanjungpinang yang turut berkontribusi membangun mushola tersebut. Keberadaan rumah ibadah di setiap kantor sebagai tempat untuk menyucikan hati dan memperbaiki akhlak.
“Saya punya cita-cita sampai pensiun nanti, setiap kantor harus berdampingan dengan rumah ibadah. Karena tidak ada yang bisa memperbaiki akhlak orang dewasa dengan teori manapun, kecuali kemauan sendiri melalui petunjuk Yang Maha Kuasa,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk menjaga kebersihan dan kekhusyukan mushola sebagai bagian dari perjalanan spiritual. “Mulai dari sekarang, bersihkan setiap tapak. Maka nanti kita akan nyaman, gampang, dan aman memasuki alam tidur,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala PTUN Tanjungpinang, Danan Priambada, menyebut bahwa Mushola Al Hakim merupakan hasil renovasi yang didanai secara swadaya oleh para hakim dan pegawai. Mushola ini menjadi landasan agar setiap langkah kerja tetap berada di jalur yang benar.
“Dari mushola ini kita menjalankan tugas negara tidak lepas dari relnya. Semoga setiap sajadah yang dibentangkan menjadi wasilah untuk menjalankan tugas mulia ini,” ujar Danan.
Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan peninjauan langsung fasilitas mushola yang kini telah siap digunakan oleh seluruh civitas PTUN Tanjungpinang sebagai tempat bersujud dan bermunajat dalam keseharian. (*)
batampos – Proses SPMB jenjang SMA/SMK di Provinsi Kepulauan Riau tahun ajaran 2025/2026 telah rampung diumumkan pada Sabtu (28/6). Khusus di Batam, beberapa SMA belum memenuhi kuota, sementara SMK tinggi peminat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, mengungkapkan kondisi khusus terjadi di Kota Batam. Andi mengungkapkan bahwa minat siswa untuk masuk ke SMK di Batam saat ini sangat tinggi, bahkan melebihi kapasitas yang tersedia. Sementara itu, di sisi lain, daya tampung untuk SMA justru masih belum terpenuhi di beberapa sekolah.
“Di Batam, tren sekarang anak-anak lebih banyak memilih SMK. Padahal jumlah SMA dan SMK tidak jauh berbeda, SMA ada 9 sekolah, SMK ada 11. Namun jumlah peminat SMK jauh lebih banyak,” kata Andi.
Ia menyebutkan, beberapa SMA yang sudah penuh dan tidak dapat lagi menampung siswa karena Data Pokok Pendidikan (Dapodik) telah dikunci, yakni SMA Negeri 1, 3, 5, 8, dan 16. “Data dapodik sudah terkunci, jadi tidak bisa ditambah lagi siswa baru di sekolah-sekolah itu. Tapi masih banyak SMA lain yang masih memiliki kuota,” lanjutnya.
Contohnya, SMA Negeri 1 Batam saat ini sudah terisi penuh dengan 300 lebih siswa. Namun, SMA Negeri 4, SMA 24, dan SMA 29 masih memiliki ruang daya tampung. SMA 20 dan SMA 26 juga bahkan masih kekurangan sekitar 80 siswa.
SMK Kekurangan Kuota, Solusi dengan Konversi Sekolah
Permasalahan yang lebih menonjol justru terjadi pada tingkat SMK. Beberapa sekolah seperti SMK Negeri 1, SMK 4, SMK 5, SMK 6, dan SMK 7 sudah penuh. Sementara SMK Negeri 2, 3, 8, 9, 10, dan 11 masih belum terpenuhi daya tampungnya.
“SMK Negeri 1 memang menjadi yang paling banyak diminati, dan saat ini sudah kelebihan daya tampung. Maka, kami arahkan ke SMK yang masih kosong, seperti SMK 8 dan SMK 11 yang masih bisa menerima siswa baru,” katanya.
Untuk jangka pendek, Dinas Pendidikan Kepri merencanakan langkah solutif dengan mengonversi salah satu SMA di Batuaji menjadi SMK. Ini dilakukan untuk menampung lonjakan peminat SMK yang tidak tertampung.
“Salah satu SMA akan kita alihkan menjadi SMK. Kita siapkan guru-gurunya, sarana praktik seperti workshop akan sementara dititipkan di SMK 1 dan SMK 5 sesuai jurusannya. Namanya sekolah baru tentu bertahap penyesuaiannya,” jelas Andi.
Lebih lanjut, Andi menjelaskan, terdapat dua alasan utama mengapa ada siswa yang tidak diterima. Pertama, karena tidak lolos seleksi berdasarkan peringkat nilai atau zonasi. Kedua, karena dokumen tidak lengkap, seperti KK yang belum satu tahun.
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa seluruh anak tetap harus mendapatkan hak pendidikan. Pemerintah pusat hingga Gubernur Kepri juga telah menginstruksikan agar tidak ada satu pun anak yang tidak mendapatkan bangku sekolah.
“Semua anak harus sekolah. Kalau RDT (Ruang Daya Tampung) suatu sekolah sudah penuh, tidak bisa dipaksakan. Tapi kami pastikan ada alternatif sekolah lain yang masih bisa menampung,” tegasnya.
Dinas Pendidikan juga mengimbau orang tua agar tidak memaksakan anaknya untuk masuk ke sekolah tertentu yang sudah penuh. Andi menyebut, pilihan sekolah masih terbuka luas di banyak titik di Batam, khususnya di SMA dan SMK yang belum penuh.
“Tolong disampaikan ke masyarakat, tidak ada anak yang tidak bisa sekolah. Hanya saja jangan memaksakan di sekolah-sekolah favorit tertentu. Kami sudah siapkan solusinya dan akan terus pantau perkembangan ini,” pungkasnya. (*)
batampos – Olahan makanan yang digoreng atau disebut juga gorengan, merupakan salah satu camilan yang memikat selera.
Itu sebabnya, gorengan kerap menjadi pilihan favorit untuk camilan atau mengganjal peut sebelum makan berat.
Namun tahukah kamu, ternyata gorengan memiliki potensi yang cukup berbahaya karena menimbulkan sejumlah masalah kesehatan yang serius.
Meskipun dianggap lezat, terlalu sering mengonsumsi gorengan bisa berdampak negatif pada tubuh.
Dilansir dari Mayo Clinic, inilah dampak buruk dari kebiasaan mengonsumsi gorengan dan ancaman yang mungkin terjadi.
Dalam artikel ini, setidaknya ada tiga penyakit yang dapat muncul akibat kebiasaan berlebihan mengonsumsi gorengan.
1. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah
Salah satu dampak utama dari konsumsi berlebihan gorengan adalah peningkatan risiko terkena penyakit jantung dan gangguan pada pembuluh darah.
Gorengan biasanya tinggi lemak jenuh dan trans, yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.
Akibatnya, plak kolesterol dapat mengendap di arteri, menyebabkan penyempitan dan risiko serangan jantung, stroke, atau penyakit arteri koroner.
2. Obesitas dan Masalah Metabolik
Gorengan memiliki kandungan kalori tinggi dan rendah nutrisi, yang dapat memicu obesitas dan gangguan metabolik.
Kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak tinggi seperti gorengan dapat menyebabkan penumpukan lemak, terutama di perut.
Ini juga bisa menyebabkan resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme lainnya.
3. Risiko Kanker
Konsumsi berlebihan gorengan dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker usus dan prostat.
Proses penggorengan pada suhu tinggi dapat membentuk senyawa karsinogenik seperti acrylamide dan PAHs, yang meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi secara berlebihan.
Lemak trans dalam gorengan juga terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara pada wanita. (*)
HUTAN mangrove yang sering dikenal sebagai pohon bakau adalah salah satu aset alam yang masih belum sepenuhnya dipahami dan dihargai oleh masyarakat luas.
Padahal, ekosistem ini menyimpan segudang manfaat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
Di Indonesia sendiri, data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa pada tahun 2021, luas hutan mangrove mencapai 4,12 juta hektare. Namun, sangat disayangkan bahwa angka tersebut menurun menjadi 3,31 juta hektare pada tahun 2024.
Penurunan area hutan mangrove sangat merugikan ekosistem laut di Indonesia. Meski demikian, kita masih patut berbangga karena Indonesia tetap menjadi negara dengan hutan mangrove terluas di dunia.
Populasi mangrove kita terdiri dari berbagai jenis, diantaranya Rhizophora, Avicennia, dan Sonneratia. Masing-masing mangrove memiliki peran vital dalam menjaga kestabilan ekosistem pesisir dari mencegah abrasi hingga menjadi rumah bagi berbagai spesies laut.
Tapi, yang sering luput dari perhatian adalah mangrove juga punya potensi luar biasa di bidang kuliner. Buah dan daunnya bisa diolah menjadi makanan unik.
Mangrove bisa diolah menjadi brownies mangrove, cookies mangrove, hingga keripik jeruju. Ini jelas membuka peluang ekonomi yang bagus seperti UMKM lokal.
Sayangnya, aktivitas seperti penebangan liar terus mengancam keberlangsungan ekosistem ini.
Sudah saatnya kita memandang mangrove bukan sekadar pohon yang tumbuh di pinggir pantai, tapi sebagai sumber daya strategis yang bisa memberikan manfaat besar, asalkan dikelola dengan bijak dan berkelanjutan.
Kekayaan hayati Indonesia memang tidak ada habisnya untuk dibahas terutama jika kita melihat keanekaragaman tanaman mangrove yang dimiliki negeri ini.
Aneka jenis bakau. (istimewa)
Bayangkan saja, ada sekitar 200 jenis mangrove tumbuh di wilayah pesisir Indonesia, menjadikan negara kita sebagai salah satu yang memiliki keanekaragaman mangrove tertinggi di dunia.
Ini bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa Indonesia punya peran besar dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir global. Dari sekian banyak jenis, ada tiga yang paling dikenal dan saya ketahui manfaat nya seperti Rhizophora mucronata, Avicennia officinalis, dan Nypa fruticans.
Masing-masing mangrove menempati zona yang berbeda dan menjalankan fungsi ekologis yang sangat spesifik. Rhizophora mucronate yang biasa disebut bakau hitam bertugas sebagai benteng pertama melawan abrasi laut.
Ia tumbuh kokoh di zona terluar dan berperan penting dalam menyaring air laut yang masuk ke daratan.
Di belakangnya, Avicennia officinalis atau bakau api-api tumbuh di zona tengah, membantu menstabilkan tanah dan mempersiapkan kondisi untuk kehidupan lainnya.
Sementara itu, di zona terdalam, Nypa fruticans atau pohon nipah menjadi tempat tinggal bagi berbagai spesies laut, sekaligus pengikat tanah yang sangat efektif.
Keragaman dan fungsi dari setiap jenis mangrove ini adalah cerminan bagaimana alam bekerja secara harmonis. Setiap spesies punya peran dan kontribusi masing-masing dan semuanya saling melengkapi.
Sayangnya, nilai penting ini sering diabaikan. Padahal jika kita bisa memahami dan mengelola ekosistem mangrove secara lebih bijaksana seperti yang saya pernah pelajari, manfaatnya akan sangat besar, baik untuk keberlanjutan lingkungan maupun kehidupan masyarakat pesisir.
Mangrove adalah salah satu contoh sempurna bagaimana alam merancang sistem yang saling melengkapi. Setiap jenis tanaman mangrove memiliki peran ekologisnya sendiri. Namun ketika semuanya bekerja bersama, tercipta keseimbangan yang luar biasa.
Yang menarik mangrove mampu menyerap karbon empat kali lebih banyak dibandingkan hutan hujan tropis. Ini artinya, mangrove bukan hanya penting untuk wilayah pesisir, tapi juga memainkan peran vital dalam mitigasi perubahan iklim secara global.
Lebih dari itu, ekosistem mangrove juga menjadi tempat berlindung dan berkembang biak bagi berbagai jenis ikan, kepiting, burung, dan biota laut lainnya.
Dengan kata lain, mangrove adalah rumah bagi kehidupan pesisir. Tak heran jika ekosistem ini sering disebut sebagai salah satu yang paling produktif di dunia.
Namun, sekuat dan sepenting apa pun mangrove, kenyataannya mereka sedang berada di ujung tanduk.
Dalam tiga tahun terakhir saja, kita sudah kehilangan sekitar 800 ribu hektare hutan mangrove akibat penebangan liar, alih fungsi lahan menjadi tambak, permukiman, dan kawasan industri.
Ditambah lagi, pencemaran air dan perubahan iklim adalah dalang utama yang memperparah kerusakan ini. Wilayah pesisir yang dulu rindang dan terlindungi kini banyak yang berubah menjadi lahan terbuka rawan abrasi dan kehilangan daya dukung ekologisnya.
Memang, ada berbagai upaya rehabilitasi yang telah digerakkan oleh pemerintah dan komunitas lokal. Tapi harus diakui, tantangan masih cukup besar. Salah satunya seperti minimnya kesadaran masyarakat, lemahnya pengawasan, dan kurangnya insentif untuk pelestarian membuat langkah-langkah tersebut belum optimal.
Menariknya, potensi mangrove tidak berhenti pada fungsi ekologis saja. Banyak orang belum tahu bahwa mangrove juga bisa dinikmati dalam bentuk olahan kuliner yang lezat dan bernilai ekonomi.
Misalnya, seperti daun mangrove jeruju yang bisa diolah menjadi keripik. Ada juga buah pohon mangrove yang disebut tumu, bisa diolah menjadi brownies. Bahkan, baru-baru ini muncul inovasi baru seperti cookies dan dodol berbahan dasar tepung mangrove yang berasal dari buah tumu.
Mengolah mangrove adalah salah satu contoh langkah yang bagus sebagai pendekatan ekonomi kreatif. Hal ini bisa berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
Produk-produk kuliner berbasis mangrove tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga menjadi alat edukasi yang efektif.
Lewat makanan, orang bisa mengenal mangrove dan mulai peduli terhadap pentingnya menjaga kelestarian mangrove. (*)
Pasangan Ridwan Kamil (RK) dan Atalia Praratya Kamil kembali pamer kemesraan di media sosial. (@ataliapr)
batampos – Pasangan Ridwan Kamil (RK) dan Atalia Praratya Kamil kembali menyita perhatian publik. Setelah lama tak muncul bersama di media sosial, keduanya mendadak mengunggah momen mesra yang sukses membuat netizen baper dan berspekulasi tentang hubungan rumah tangga mereka.
Melalui akun Instagram pribadinya, Atalia mengunggah video kebersamaan dengan sang suami. Dalam video itu, tampak kekompakan keduanya saat menghadiri kegiatan touring dan gathering bersama tim.
Namun yang paling mencuri perhatian adalah gestur manis Ridwan Kamil saat memilih memeluk Atalia, alih-alih membalas uluran tangan istrinya untuk membentuk simbol hati.
Momen itu dinilai sebagai tanda bahwa hubungan keduanya tetap harmonis di tengah isu panas yang sempat menerpa Ridwan Kamil.
“Touring, hayuk. Touring sambil gathering, botram, dan berendam, hayu pisan,” ujar Atalia dalam unggahan video tersebut, dikutip Senin (30/6).
Kebersamaan pasangan ini semakin terlihat akrab saat mereka ikut serta dalam sejumlah permainan seru bersama tim.
“Siapa yang kayak aku? Hobi raramean apalagi sama tim kayak mereka. Selamat hari minggu. Jangan lupa healing akang teteh,” tambah Atalia.
Chemistry keduanya pun disebut-sebut masih sangat kuat, seperti pasangan yang sedang kasmaran.
“Aaahhhhh.. Masyaallah akhirnya melihat kekiwoyoan couple ini lagi. samawa lovebird,” tulis akun @feby.lindas*****.
“Bahagia selalu ibu dan bapak ya selalu dalam lindungan Allah swt,” ucap netizen lain @yuliikay****.
Diketahui, Ridwan Kamil dan Atalia sempat tak muncul bersama di media sosial usai nama mantan Gubernur Jawa Barat itu terseret isu perselingkuhan. RK dikabarkan memiliki anak dari hubungan gelap dengan mantan model majalah dewasa, Lisa Mariana.
Namun, kabar tersebut telah dibantah tegas oleh Ridwan Kamil. Kini, keduanya bahkan tengah terlibat saling menggugat di pengadilan. (*)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto didampingi Clinical Director PSLC, dr. Ruwinah Abdul Karim.
batampos – Peningkatan signifikan kasus autisme pascapandemi menjadi perhatian serius para pemerhati pendidikan dan kesehatan. Ribuan orang tua dan praktisi pendidikan menghadiri Batam Autism Conference 2025 (BAC2025) di Hotel Harmoni One, Minggu (29/6), sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan layanan yang lebih inklusif bagi anak dengan spektrum autisme.
Konferensi ini diprakarsai oleh Penawar Special Learning Centre (PSLC) dan menghadirkan berbagai kegiatan seperti talk show, workshop, pameran edukatif, hingga layanan screening gratis untuk anak-anak dengan gejala autisme.
“Kami ingin mengubah stigma. Autisme bukan gangguan mental, mereka hanya berpikir dan merespons dengan cara yang berbeda,” ujar Clinical Director PSLC, dr. Ruwinah Abdul Karim.
Didampingi Marketing Manager Hospital Penawar Johor, Haslinda Abdul Rahman, dr. Ruwinah menyebut lebih dari 200 orang tua telah mendaftar untuk layanan screening. Di Malaysia sendiri, PSLC memiliki 26 cabang yang setiap tahunnya menangani sekitar 9.000 kasus baru. Menurutnya, jika angka itu terjadi di Malaysia, maka Indonesia berpotensi menghadapi tantangan yang jauh lebih besar.
“Pandemi sesungguhnya adalah ledakan kasus autisme yang belum tertangani. Kita perlu sistem yang lebih kuat dan responsif,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengakui bahwa tren autisme di Batam terus meningkat tiap tahun. Tantangan utama, kata dia, terletak pada terbatasnya sarana prasarana, SDM, serta regulasi yang mendukung pendidikan inklusif.
“Pusat layanan autis kita baru satu yang menyelenggarakan pendidikan formal. SLB memang bertambah, tetapi belum sebanding dengan kebutuhan,” ungkapnya.
Tri Wahyu menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan komunitas. Ia mendorong lahirnya inisiatif dan proposal bersama guna memperkuat layanan untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Batam.
“Kegiatan seperti BAC ini sangat strategis, karena bisa membuka wawasan guru, orang tua, dan stakeholder pendidikan lainnya. Terutama dalam mengenali kebutuhan anak autis dan menangani mereka dengan pendekatan yang tepat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pelatihan bagi guru. “Kalau guru salah menangani karena kurang pemahaman, itu bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak,” tambahnya.
BAC2025 menjadi konferensi kedua yang digelar PSLC di Indonesia, setelah sebelumnya diadakan di Malang tahun lalu. Acara ini diikuti ratusan peserta yang antusias mencari informasi dan solusi terbaik untuk anak-anak mereka.
Dengan meningkatnya kasus autisme dan masih minimnya kesadaran publik, BAC2025 menjadi momentum penting untuk membangun sistem pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih inklusif di Kepri dan Indonesia secara umum. (*)
Paul Pogba resmi bergabung AS Monaco. (Instagram AS Monaco)
batampos – Paul Pogba resmi bergabung dengan klub Ligue 1, AS Monaco, dengan status bebas transfer. Keputusan ini disampaikan pihak klub pada Sabtu (28/6), menandai kembalinya gelandang timnas Prancis itu ke kompetisi di tanah kelahirannya.
Dilansir dari laman ESPN pada Senin (30/6), Pogba yang berusia 32 tahun, menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama Monaco.
Ia menolak tawaran yang menguntungkan dari klub Liga Pro Saudi demi kesempatan melanjutkan karier di Eropa.
Pertandingan kompetitif terakhir Pogba terjadi pada September 2023 bersama Juventus, sebelum dirinya dijatuhi sanksi larangan bermain selama empat tahun karena kasus doping. Ia terbukti positif menggunakan zat DHEA yang meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh.
Namun, hukuman itu dipotong menjadi 18 bulan setelah banding yang berhasil dikabulkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Dengan keputusan ini, Pogba kembali diperbolehkan bermain lebih cepat dari perkiraan awal.
Juventus dan Pogba telah sepakat untuk mengakhiri kontrak kerja sama mereka pada November 2024. Padahal, kontrak tersebut sebelumnya masih berlaku hingga Juni 2026.
Pogba sempat dikaitkan dengan sejumlah klub di Major League Soccer (MLS) dan Liga Pro Saudi. Namun, ia memilih untuk kembali ke Ligue 1 dan tampil pertama kali secara kompetitif di sepak bola Prancis.
Meskipun lahir dan besar di Prancis serta merupakan lulusan akademi Le Havre, Pogba belum pernah bermain di liga domestik secara profesional. Karier seniornya lebih banyak dijalani bersama Manchester United dan Juventus. (*)