Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 1370

Wali Kota Batam Resmikan Dapur Umum MBG untuk Enam Sekolah di Tanjunguncang

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meresmikan dapur umum MBG untuk 6 sekolah di daerah Tanjunguncang. f. eusebius

batampos— Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meresmikan dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Teluk Padan, Kelurahan Tanjunguncang, Sabtu (29/6) siang.

Dapur umum yang dikelola oleh Yayasan Pasundan Pratiwi ini akan menyuplai makanan bergizi ke enam sekolah di kawasan Tanjunguncang mulai pertengahan Juli mendatang.

Dalam sambutannya, Amsakar menekankan pentingnya peran dapur umum dalam menunjang program MBG. Ia berharap, keberadaan dapur ini benar-benar dapat membantu pemenuhan gizi bagi para pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa. “Dukung sepenuhnya program ini agar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” pesannya.

Usai memberi arahan, Amsakar juga menyempatkan diri meninjau langsung fasilitas dapur. Ia mengecek berbagai peralatan memasak serta sistem penyiapan makanan. Ia menyebutkan bahwa kesiapan fasilitas yang memadai akan sangat menentukan kelancaran program ini di lapangan.

BACA JUGA: Dapur Umum MBG Baru Beroperasi di Bengkong

“Semua yang saya lihat sudah cukup baik, tinggal bagaimana pelaksanaannya nanti. Saya harap ini bisa dijalankan dengan komitmen tinggi, demi kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” tambahnya.

Apeng, penanggung jawab dapur umum MBG Yayasan Pasundan Pratiwi, mengatakan bahwa pihaknya siap menjalankan amanah yang diberikan. Ia menyampaikan bahwa seluruh proses persiapan telah selesai dan tinggal menunggu hari pelaksanaan.

“Mulai tanggal 14 Juli nanti, kami akan mulai menyuplai makanan bergizi ke enam sekolah. Totalnya mencapai 3.149 porsi per hari. Semua sudah siap, tinggal eksekusi di lapangan,” ujar Apeng.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin akses gizi seimbang bagi anak-anak sekolah. Program ini telah dijalankan secara bertahap di sejumlah wilayah di Batam dan akan terus diperluas. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Wali Kota Batam Resmikan Dapur Umum MBG untuk Enam Sekolah di Tanjunguncang pertama kali tampil pada Metropolis.

Empat Sarjana Anambas Ikuti Pelatihan SPPI di UNHAN, Dipersiapkan untuk Jadi Agen Perubahan di Daerah Perbatasan

0

batampos– Empat orang sarjana dari Kabupaten Anambas mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan intensif dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Universitas Pertahanan, Bogor, Jawa Barat.

Program ini merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).

Adapun empat sarjana asal Anambas yakni Hasanuddin, Jaya Saputra, Sumiyati dan Mesy Arsita.

Mereka akan menjalani pelatihan sebagai bagian dari persiapan menjadi agen perubahan dalam pembangunan daerah dan nasional.

BACA JUGA: Cabuli Teman Prianya, Mahasiswa Magang di Hotel di Lagoi Ditangkap

Fokus utama program ini adalah mendukung Gerakan Makan Bergizi Gratis, salah satu program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Koordinator keberangkatan dari Kabupaten Kepulauan Anambas, Afrizal, menjelaskan bahwa seluruh biaya keberangkatan dan pelatihan telah ditanggung oleh pelaksana kegiatan yaitu Badan Gizi Nasional.

“Alhamdulillah, empat sarjana dari Anambas telah diberangkatkan ke Bogor untuk mengikuti pelatihan SPPI. Semua biaya, mulai dari transportasi hingga akomodasi, ditanggung penuh oleh pelaksana kegiatan,” ujar Afrizal, Minggu, (29/6).

Afrizal menegaskan bahwa keikutsertaan sarjana asal Anambas dalam program ini menjadi harapan baru dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah perbatasan.

Para peserta nantinya akan dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan strategis untuk mendukung pembangunan desa, ketahanan pangan, serta program-program sosial lainnya.

Program SPPI dirancang untuk mencetak lulusan sarjana yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara mental dan sosial.

Peserta akan dibina dalam berbagai aspek, termasuk kepemimpinan, manajemen program sosial, hingga perencanaan pembangunan desa.

Keikutsertaan empat sarjana dari Kepulauan Anambas dalam program SPPI diharapkan mampu mendorong kemajuan daerah serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di wilayah kepulauan dan perbatasan. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Empat Sarjana Anambas Ikuti Pelatihan SPPI di UNHAN, Dipersiapkan untuk Jadi Agen Perubahan di Daerah Perbatasan pertama kali tampil pada Kepri.

Tak Bisa Tambah Rombel, Ini yang akan Dilakukan Disdik Batam

0
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Tri Wahyu Rubianto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos.

batampos– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menyatakan masih ada sekolah dasar negeri (SDN) yang mengalami kelebihan maupun kekurangan jumlah siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026.

Untuk menindaklanjuti hal ini, Disdik akan segera merilis data sekolah yang kekurangan rombongan belajar (rombel) sekaligus nama-nama siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyampaikan bahwa rilis resmi tersebut akan dilakukan setelah pihaknya menggelar audiensi bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau.

“Data itu akan kami rilis sekalian, baik siswa yang tidak tertampung maupun sekolah yang masih kekurangan siswa atau rombongan belajar. Insya Allah tanggal 3 Juli kalau tidak ada perubahan dari Kemendikdasmen,” ujar Tri, Minggu (29/6).

BACA JUGA: Disdik Kepri Tegas, Tak Ada Penambahan Rombel di Batam

Menurutnya, situasi ketimpangan distribusi siswa memang masih terjadi di beberapa titik, terutama pada jenjang SD. Ada sekolah yang kekurangan peserta didik, namun ada pula yang kelebihan sehingga tak dapat lagi menambah rombel.

“Yang tidak bisa kami lakukan sekarang adalah menambah rombel dalam satu sekolah. Maka solusinya adalah mendistribusikan siswa yang belum tertampung ke sekolah yang masih ada kuotanya,” jelasnya.

Tri memastikan, pemerintah akan menyiapkan skema penyaluran bantuan pendidikan bagi siswa yang tidak tertampung di negeri dan memilih melanjutkan ke sekolah swasta. Bantuan tersebut akan difokuskan kepada keluarga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekstrem Nasional (DT-SEN).

Untuk mendukung penyaluran bantuan berbasis DT-SEN, Disdik Batam telah menyiapkan aplikasi khusus yang akan digunakan sekolah untuk menginput data siswa yang berhak menerima bantuan.

“Untuk pendataan kami sudah siapkan aplikasinya. Nanti dari aplikasi ini bisa dicek apakah anak tersebut masuk ke dalam DT-SEN atau tidak,” jelas Tri.

Ia menambahkan, masyarakat juga akan bisa memantau status kepesertaan secara mandiri, namun tetap harus melalui proses verifikasi ketat oleh tim gabungan, termasuk dari Dinas Sosial Kota Batam.

“Keabsahan data akan dicek oleh teman-teman dari Dinsos, karena mereka yang tahu secara detail kondisi masyarakat miskin di Kota Batam. Setelah itu baru dipastikan layak atau tidaknya menerima bantuan,” ujarnya.

Tri mengatakan bahwa sistem akan secara otomatis menampung data anak-anak yang tidak lulus SPMB dan belum tertampung di negeri. Selanjutnya, mereka akan didistribusikan ke sekolah swasta penerima bantuan sesuai kapasitas yang tersedia.

Namun, ia menegaskan bahwa penempatan siswa di sekolah swasta tetap akan mempertimbangkan kesiapan orang tua, bukan hanya berdasarkan latar belakang ekonomi.

“Penempatan tidak melihat apakah yang bersangkutan dari keluarga mampu atau tidak, tapi lebih kepada kesiapan dan kemauan orang tua. Karena tidak semua juga ingin bersekolah di swasta,” tambahnya.

Untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Tri menyebut data siswa tak tertampung dan sekolah dengan kekurangan daya tampung akan menyusul setelah proses pengumuman hasil PPDB SMP selesai diumumkan.

“Kami fokus selesaikan data SD terlebih dahulu. Untuk SMP, data akan kami siapkan setelah pengumuman selesai,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Tak Bisa Tambah Rombel, Ini yang akan Dilakukan Disdik Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Curi Uang, Emas, dan Laptop, Hotman dan Dani Dihukum 2 Tahun 6 Bulan

0
Kedua terpidana saat mengikuti sidang. f.azis

batampos-Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan vonis 2 tahun 6 bulan penjara terhadap dua terdakwa kasus pencurian dengan pemberatan, yakni Hotman Nasip Parulian Nababan alias Hotman dan Dani Setiawan Sitorus alias Pak Kila alias Iwan. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut keduanya dengan hukuman 3 tahun penjara.

“Majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun enam bulan terhadap kedua terdakwa berdasarkan keterangan para saksi dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan,” kata Ketua Majelis Hakim Welly dalam sidang putusan yang digelar di PN Batam, Senin (30/6).

Kasus ini bermula pada Jumat, 27 Mei 2022, sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Dani Setiawan menghubungi Hotman dan mengajaknya melakukan pencurian. Hotman menyetujui ajakan tersebut, dan Dani kemudian menyiapkan dua buah kunci L dan satu buah pahat sebagai alat bantu untuk melancarkan aksinya.

Sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya bergerak menuju rumah pertama di Perumahan Bukit Asri Blok H No.13, Kelurahan Tiban Baru, Sekupang. Di lokasi tersebut, Hotman merusak jendela kamar menggunakan pahat dan masuk ke dalam rumah, sementara Dani berjaga di atas sepeda motor memantau situasi.

BACA JUGA: Ratusan Pencari Kerja di Batam Gigit Jari Sertifikat Tak Kunjung Tiba, Direktur LPK ARSI Disidang

Di dalam rumah milik korban Nurbayani, Hotman mencuri uang tunai sebesar Rp600.000 dan sebuah cincin emas 23 karat seberat 2 gram dari dalam lemari.

Tak berhenti di sana, keduanya kemudian melanjutkan aksinya ke rumah kedua milik korban Joni di Perumahan Tiban Indah Permai Blok F2 No.18, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang.

Kali ini, Dani berperan merusak kunci gembok rumah menggunakan pahat, sedangkan Hotman berjaga di luar. Setelah berhasil masuk, Dani mencuri sebuah tas hitam merek Eiger yang berisi laptop Acer One 14, charger, dan mouse.

Akibat aksi pencurian berencana tersebut, korban Nurbayani mengalami kerugian sebesar Rp2 juta, sedangkan korban Joni menderita kerugian senilai Rp3,5 juta.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP tentang pencurian yang dilakukan secara bersama-sama dan disertai pemberatan.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian yang dilakukan bersama-sama dan dengan cara merusak bagian rumah untuk masuk ke dalam. (*)

Reporter: Azis

Artikel Curi Uang, Emas, dan Laptop, Hotman dan Dani Dihukum 2 Tahun 6 Bulan pertama kali tampil pada Metropolis.

Dubes Australia untuk Indonesia dan Business Champion Tinjau Peluang Investasi Digital di Batam

0
Kunjungan Dubes Australia bersama Business Champion Australia untuk Indonesia ke Gelflex. f.ist

batampos– Kedutaan Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia terus memperkuat hubungan ekonomi bilateral dengan menjajaki peluang kerja sama baru.

Duta Besar Australia, Rod Brazier, bersama Business Champion Australia untuk Indonesia, Prof Jennifer Westacott AC, melakukan kunjungan kerja ke Batam, pada 29-30 Juni. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi antara pelaku bisnis dan investor kedua negara.

Kunjungan ini juga memantapkan komitmen Australia untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia, sekaligus menunjukkan kepercayaan investor Australia terhadap potensi Batam sebagai pusat pertumbuhan dan digitalisasi kawasan.

Selama di Batam, Brazier dan Westacott bertemu dengan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Mereka juga menyambangi Nongsa Digital Park (NDP) serta meninjau operasional tiga perusahaan Australia yang telah berinvestasi di Batam, yaitu Gelflex, Austin Engineering, dan Thiess.

BACA JUGA: Aktifkan 112 BTS untuk Dukung Ekonomi Digital, Telkomsel Perluas Layanan 5G di Batam

Prof Westacott menyebut potensi NDP sebagai magnet bagi investor digital Australia. Ia mengatakan, kawasan ini menawarkan infrastruktur dan regulasi yang mendukung kolaborasi ekonomi digital.

“Pusat Data Nasional yang baru menjadi peluang kolaborasi besar bagi perusahaan Australia, terutama dalam transformasi digital Indonesia,” katanya, Senin (30/6).

Senada dengan itu, Duta Besar Brazier menyambut baik keberadaan sejumlah perusahaan Australia di Batam. Ia menyebut, kehadiran mereka tidak hanya membawa nilai investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan transfer teknologi.

“Indonesia adalah mitra strategis kami. Kami senang melihat semakin banyak perusahaan Australia yang berinvestasi di Batam,” kata Brazier.

Kunjungan ini juga bertepatan dengan peringatan lima tahun penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Sejak diberlakukan pada 2020, perjanjian tersebut telah mendorong lonjakan dua kali lipat dalam volume perdagangan bilateral serta peningkatan signifikan investasi Australia ke Indonesia.

IA-CEPA menjadi landasan penting dalam memperluas kerja sama ekonomi kedua negara. Perjanjian ini tidak hanya menghapus hambatan tarif dan non-tarif, tetapi juga membuka peluang kerja sama di sektor pendidikan, teknologi, serta pengembangan kapasitas SDM.

Pemerintah Australia juga tengah mendorong realisasi strategi Invested: Australia’s Southeast Asia Economic Strategy to 2040. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan ekonomi Australia di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui pendekatan jangka panjang yang berorientasi pada pertumbuhan inklusif.

Dalam pelaksanaannya, Deal Team Investasi Kedutaan Besar Australia di Jakarta turut berperan. Tim ini bekerja sama dengan pelaku usaha dan investor untuk menjaring peluang baru dan mendukung ekspansi bisnis Australia di Indonesia, termasuk di kawasan-kawasan strategis seperti Batam. (*)

Reporter: Arjuna

 

Artikel Dubes Australia untuk Indonesia dan Business Champion Tinjau Peluang Investasi Digital di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Panglima Garda Metal FSPMI: Kecelakaan Kerja di Galangan Kapal PT ASL Harus Diusut Tuntas

0
Lokasi Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang, Batam. F.Eusebius

batampos– Kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa kembali terjadi di industri galangan kapal Batam. Kali ini, ledakan kapal tanker Federal II di kawasan galangan PT ASL merenggut lima nyawa pekerja dan melukai empat lainnya. Peristiwa memilukan itu mengundang keprihatinan mendalam dari Panglima Garda Metal FSPMI Kota Batam, Suprapto.

Menurut Suprapto, insiden seperti ini tak bisa lagi dianggap sebagai kecelakaan biasa. Ia menilai sudah terlalu banyak kasus kecelakaan kerja yang menewaskan buruh namun penyelesaiannya berhenti di santunan kepada korban.

“Ini harus diusut tuntas. Penyelidikan harus sampai ke titik keputusan. Sampai ada putusan hukum terhadap siapa saja yang lalai, termasuk manajemen atau bahkan pemilik perusahaan,” tegasnya, Minggu (29/6).

BACA JUGA: Penyelidikan Penyebab Kebakaran Kapal di PT ASL, Polisi Periksa 3 Saksi

Ia menyayangkan lemahnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor industri perkapalan. Suprapto menduga kuat dalam kasus Federal II, ada unsur kelalaian serius yang melanggar prosedur standar operasional.

“Ini kapal tanker. Repair dan masih ada sisa minyak. Bisa terbakar lalu meledak. Jelas indikasi SOP diabaikan,” kata dia.

Suprapto menekankan pentingnya proses hukum yang berjalan paralel dengan santunan kepada korban. Menurutnya, pemberian kompensasi adalah kewajiban, tapi tidak cukup tanpa proses hukum yang tuntas.

“Santunan wajib, tapi tidak menggugurkan proses hukum. Evaluasi dan sanksi tegas harus diberlakukan agar jadi efek jera,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah dan aparat penegak hukum tidak hanya fokus pada penyebab teknis, tetapi juga menggali akar persoalan yang memungkinkan kelalaian terus berulang.

“Sanksi pidana, administratif, termasuk pencabutan izin usaha bisa diterapkan jika terbukti ada pelanggaran berat terhadap aturan K3,” katanya.

Insiden tragis ini terjadi pada Selasa (24/6) lalu. Ledakan terjadi saat proses perbaikan kapal minyak Federal II. Kapal tersebut diduga masih menyimpan sisa bahan bakar yang memicu kebakaran hebat dan ledakan. Empat pekerja tewas di tempat, sementara satu lagi meninggal dunia setelah sempat dirawat dalam kondisi kritis.

Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus ini. Pihak manajemen perusahaan tempat kejadian belum memberikan keterangan resmi ke publik. Tim investigasi dari kepolisian dan instansi terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.

Suprapto meminta pengawasan terhadap implementasi K3 di kawasan industri Batam ditingkatkan secara serius.

“Jangan tunggu jatuh korban dulu baru bergerak. Fungsi pengawasan internal dan eksternal harus berjalan. Jangan sampai industri menjadi ladang kematian bagi buruh,” tegasnya.

Ia juga mendesak agar instansi perizinan dan pengawasan ketenagakerjaan bertindak lebih tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak patuh aturan.

“Kalau ada perusahaan melanggar, berikan sanksi. Cabut izinnya kalau perlu. Karena nyawa manusia tidak bisa ditukar dengan profit,” tutupnya.

Kecelakaan kerja yang berulang di kawasan industri Batam harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Keselamatan buruh harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses produksi dan perbaikan kapal. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Panglima Garda Metal FSPMI: Kecelakaan Kerja di Galangan Kapal PT ASL Harus Diusut Tuntas pertama kali tampil pada Metropolis.

Masyarakat Tanjunguban Bergotong-Royong Bersihkan Sampah, 299,1 Kg Sampah Terkumpul

0
Masyarakat melaksanakan gotong-royong membersihkan sampah di jalan sepanjang jalan utama. F.Kiriman Miswanto untuk Batam Pos.

batampos– Masyarakat Tanjunguban bergotong-royong membersihkan sampah di sepanjang jalan utama yang sering dilalui saat menuju pasar, sekolah dan perkantoran.

Dari kegiatan ini terkumpul 299,1 kilogram sampah.

Ketua Program Kampung Iklim (Proklim) Tanjunguban Selatan, Miswanto, ditemui Minggu (29/6/2025) mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi polusi plastik.

Kegiatan ini juga sebagai upaya mitigasi terhadap perubahan iklim yang disebabkan oleh tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik.

BACA JUGA: Pengelolaan Sampah di Kecamatan Selat Gelam dengan Cara Dibakar

Menurutnya, kebiasaan buruk membuang sampah tidak pada tempatnya dapat menyebabkan berbagai masalah serius seperti bencana alam karena sampah yang dibuang di sungai atau selokan dapat menyebabkan banjir.

Selain itu, sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan wabah penyakit dan lingkungan yang kumuh.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk peduli dan menjaga kebersihan lingkungan dengan memilah sampah dan membuangnya di tempat yang tepat. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Masyarakat Tanjunguban Bergotong-Royong Bersihkan Sampah, 299,1 Kg Sampah Terkumpul pertama kali tampil pada Kepri.

Sudah 864 Reklame Ditertibkan, Penataan Wajah Batam Terus Digencarkan

0
Papan reklame yang terbakar saat dibongkar, Sabtu (28/6). f.yashinta

batampos– Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus menggencarkan penertiban reklame ilegal sebagai bagian dari upaya menciptakan tata kota yang lebih rapi dan estetis. Hingga akhir Juni ini, tercatat sebanyak 864 reklame tanpa izin telah ditertibkan dari berbagai titik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, mengatakan kegiatan penertiban reklame ini dilakukan sejak 27 Mei. Mulanya, tenggat waktu ditetapkan selama 30 hari.

“Sudah ada 864 reklame ilegal yang kami tertibkan. Di wilayah Kecamatan Batam Kota, progresnya sudah mencapai 98 persen,” ujar Jefridin, Senin (30/6).

Ia menambahkan, reklame yang ditertibkan terdiri dari berbagai jenis, mulai dari spanduk, baliho, banner, hingga billboard yang dipasang tanpa izin resmi dari pemerintah daerah. Penertiban ini dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang melibatkan Satpol PP, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR), dan lain-lain.

BACA JUGA: Belasan Papan Reklame yang Dibongkar Tergeletak di Pinggir Jalan

Menurutnya, reklame ilegal selain merusak keindahan kota juga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan dan merusak fasilitas umum. “Kami tidak ingin ada kesan semrawut di kawasan-kawasan strategis Batam. Apalagi reklame yang dipasang tanpa standar keselamatan dan estetika,” tambahnya.

Penertiban ini menjadi bagian dari program besar Pemko Batam dalam menata wajah kota yang modern dan berdaya saing. Selain itu, upaya ini juga bertujuan meningkatkan kepatuhan terhadap aturan perizinan dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak reklame.

Jefridin mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha agar tidak memasang reklame sembarangan. Ia mengarahkan untuk mengikuti prosedur perizinan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Silakan beriklan, tapi harus sesuai ketentuan. Jangan sampai melanggar aturan,” kata dia.

Ke depan, Pemko Batam akan terus melanjutkan kegiatan penertiban ini secara berkelanjutan. Kecamatan lain di luar Batam Kota juga akan menjadi sasaran selanjutnya demi pemerataan penataan ruang kota. Pihaknya memastikan langkah ini bukan semata-mata tindakan represif, tetapi bagian dari upaya edukatif kepada publik.

“Batam adalah kota yang terus berkembang. Penataan reklame adalah bagian dari menjaga wajah kota agar tetap bersih, nyaman, dan layak ditinggali,” ujarnya.(*)

Reporter: Arjuna

Artikel Sudah 864 Reklame Ditertibkan, Penataan Wajah Batam Terus Digencarkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Bertemu Diaspora Indonesia di Selandia Baru, Wamendag Roro Sampaikan Pentingnya Eksplorasi Produk Indonesia

0

batampos – Upaya memperkuat ekspor ke berbagai negara terus dilakukan oleh Kementerian Perdagangan. Dalam pertemuan dengan Diaspora Indonesia di Selandia Baru, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mendorong pelaku usaha Indonesia untuk terus mengeksplorasi produk-produk Indonesia yang berpotensi dipasarkan di Selandia Baru. Wamendag Roro meyakini masih banyak produk Indonesia, termasuk dari sektor usaha kecil dan menengah (UKM), yang berpotensi diterima dengan baik oleh masyarakat Selandia Baru.

Wamendag Roro menyampaikan hal tersebut di hadapan perwakilan Diaspora Indonesia dalam pertemuan yang berlangsung di Auckland, Minggu malam (29/6). Turut mendampingi Wamendag Roro, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi dan Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur (PEPM) Deden Muhammad Fajar Shiddiq.

“Kami mengapresiasi peran aktif para peserta sebagai mitra strategis dalam memasarkan produk unggulan Indonesia ke pasar Selandia Baru selama ini. Namun ke depan, mari kita terus mengeksplorasi potensi produk Indonesia lainnya,” ujar Wamendag Roro.

Beberapa produk yang dinilai masih memiliki potensi besar dan sesuai dengan selera pasar Selandia Baru antara lain makanan dan minuman olahan, produk agrikultur dan perkebunan, serta jasa logistik. Potensi ini terbuka baik untuk sektor Business to Consumer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Menurut Wamendag Roro, Indonesia memiliki banyak produk berkualitas tinggi, bahkan sebagian telah memenuhi sertifikasi ekspor yang disyaratkan.

“Diperlukan strategi serta komitmen kolaboratif dari berbagai pihak agar produk Indonesia semakin kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan berbagai sektor industri di Selandia Baru,” tegas Wamendag Roro.

Lebih lanjut, Wamendag menjelaskan bahwa saat ini Indonesia menempati posisi ke-14 sebagai negara pemasok produk ke Selandia Baru. Sementara itu, Selandia Baru berada di peringkat ke-36 sebagai negara mitra dagang utama Indonesia. Hal ini menunjukkan masih banyak peluang yang dapat digarap untuk memperkuat ekspor Indonesia ke negara tersebut.

Wamendag juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan perjanjian perdagangan yang telah ada, seperti ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (FTA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

“Pelaku usaha dan komunitas bisnis kedua negara perlu mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian perdagangan yang sudah tersedia. Selain itu, dibutuhkan komitmen bersama untuk menggali potensi yang belum tergarap dan memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ning Wicaksono, salah satu importir produk biskuit asal Indonesia, menyatakan bahwa pasar biskuit di Selandia Baru masih sangat terbuka. Ia mengungkapkan bahwa saat ini banyak produk biskuit dengan merek lokal Selandia Baru yang sejatinya diproduksi di Indonesia.

Pertemuan ini berlangsung di Truth and Dare Cocktail Bar milik Yovinsius, seorang anggota Diaspora Indonesia yang juga rutin menjadi pembeli produk Indonesia di Selandia Baru. Ia berharap adanya dukungan dari Kementerian Perdagangan dalam hal promosi kuliner Indonesia, serta fasilitasi logistik untuk menekan harga jual produk di pasar.

“Berbagai masukan yang telah disampaikan dalam pertemuan ini menjadi catatan penting bagi kami. Harapannya, kita bisa berkontribusi bersama untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia, termasuk ke pasar Selandia Baru,” tutup Dirjen Fajarini Puntodewi. (*)

Artikel Bertemu Diaspora Indonesia di Selandia Baru, Wamendag Roro Sampaikan Pentingnya Eksplorasi Produk Indonesia pertama kali tampil pada News.

Daftar Ulang SPMB SMKN 1 Batam Dimulai, Orangtua yang Anaknya Tak Lolos Tetap Datangi Sekolah

0
Orangtua yang anaknya tak lolos SPMB di SMK1 Batam, mendatangi sekolah, Senin (30/6).

batampos-SMKN 1 Batam memulai proses daftar ulang bagi peserta yang lolos SPMB pada Senin (30/6) hingga Selasa (2/7). Proses ini dilaksanakan bertahap dengan jadwal dua jurusan per hari guna mencegah penumpukan siswa dan orangtua di lingkungan sekolah.

Kepala SMKN 1 Batam, Deden Suryana, menyatakan bahwa seluruh tahapan pendaftaran ulang tetap berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan. Tahun ini, SMKN 1 menerima total 1.008 siswa untuk enam jurusan, di antaranya Teknik Mekatronika, Teknik Elektronika Industri, Teknik Permesinan, dan lainnya.

Namun, suasana sekolah tetap dipadati orangtua yang datang di luar jadwal. Tak hanya dari siswa yang lolos seleksi, orangtua dari calon siswa yang tidak diterima pun ikut berdatangan. Mereka berharap masih ada peluang bagi anak-anak mereka untuk bisa diterima melalui kuota tambahan.

BACA JUGA: Ribuan Calon Siswa di Batam Tak Lolos SPMB di Sekolah Negeri, Orang Tua Berharap Ada Kebijakan

“Saya tinggal dekat sini, jadi saya sangat berharap anak tetap bisa sekolah di SMKN 1. Meski tidak lolos SPMB, kami berharap ada jalan,” ujar Hendra, salah satu warga Batuaji. Hal yang sama juga disampaikan Junaidi yang mengaku memilih sekolah negeri karena biaya pendidikan yang lebih terjangkau.

Menanggapi hal ini, pihak panitia hanya bisa meminta para orangtua untuk bersabar. Fokus utama sekolah saat ini adalah menyelesaikan proses daftar ulang bagi peserta yang sudah dinyatakan lolos sesuai ketentuan.

Terkait peluang tambahan kuota, panitia menjelaskan bahwa hal itu merupakan kewenangan Dinas Pendidikan dan Gubernur Kepri. Untuk sementara, sekolah masih mengikuti juknis yang telah ditetapkan tanpa perubahan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Daftar Ulang SPMB SMKN 1 Batam Dimulai, Orangtua yang Anaknya Tak Lolos Tetap Datangi Sekolah pertama kali tampil pada Metropolis.