Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 1375

Penyebab Kebakaran PT Desa Air Cargo, Kapolresta: Masih Penyelidikan

0
Kebakaran di kawasan PT Desa Air Kargo, Kabil.

batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran di Kawasan PT Desa Air Cargo, Kabil.

Kebakaran ini menghabiskan gudang Pengelolaan Limbah Industri-B3 (KPLI-B3) yg dikelola oleh BP Batam. “Masih penyelidikan,” ujarnya, Selasa (24/6) siang.

Zaenal menjelaskan dari pemeriksaan awal, kebekaran berawal dari ledakan di dalam gudang 10. Kemudian, api dengan cepat merambat ke gudang lainnya.

“Informasi awal, menurut pihak perusahaan ada ledakan di gudang 10,” katanya.

Zaenal memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Peristiwa ini menyebabkan kerugian materil yang diperkirakan mencapai Miliaran Rupiah.

“Tidak ada korbab jiwa. Setelah penyelidikan akan kita sampaikan hasilnya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran besar terjadi di kawasan PT Desa Air Kargo, sebuah perusahaan pengolahan limbah industri yang berlokasi di Kabil, Kota Batam, Senin (23/6) malam.

Kobaran api yang cukup tinggi membuat suasana di area tersebut tampak mencekam.

Sejumlah armada pemadam kebakaran terlihat dikerahkan dan masuk ke dalam area perusahaan untuk melakukan proses pemadaman.

Selama kebakaran, kawasan industri tampak dijaga ketat oleh sejumlah petugas keamanan, termasuk personel dari Ditpam BP Batam. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Penyebab Kebakaran PT Desa Air Cargo, Kapolresta: Masih Penyelidikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Suami Majikan Tidak Terlibat Penganiayaan ART, Polisi: Sudah Pisah Ranjang

0
R, majikan korban sebagai pelaku utama penganiayaan ART.

batampos – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang hingga saat ini menetapkan 2 orang tersangka penganiayaan Intan, Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah elit kawasan Sukajadi, Batam Kota. Kedua pelaku yakni R, majikan korban, dan M, rekan kerja sesama ART.

“Sampai saat ini pemeriksaan terus berlanjut. Berdasarkan fakta penyidikan, untuk sementara 2 tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian.

Informasi yang didapatkan, penganiayaan tersebut hanya dilakukan oleh kedua pelaku selama setahun. Di dalam rumah tersebut, R tinggal bersama anak dan 2 ART.

“Pelaku ini sudah tidak tinggal serumah lagi dengan suaminya. Sudah lama pisah ranjang, tapi belum bercerai,” ujar salah seorang penyidik.

Suami R berprofesi sebagai pengacara. Selama pisah ranjang, R diketahui menjalani hubungan asmara dengan pria asal Korea.

“Tapi ketika ditanya pria Korea itu, pelaku ini tidak mengakuinya,” kata penyidik tersebut.

Penyidik menjelaskan R merupakan otak penganiayaan. Bahkan, ia meminta M untuk menganiaya setiap korban melakukan kesalahan.

“Dan setiap kesalahan korban itu dicatat di dalam buku. Nanti dilaporkan ke majikan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus penganiayaan Intan, Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah elit kawasan Sukajadi, Batam Kota. Kedua pelaku yakni R, majikan korban, dan M, rekan kerja sesama ART.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian mengatakan penganiayaan tersebut berawal dari kelalaian korban bekerja. Saat itu, korban lupa menutup pintu kandang hewan peliharaan majikannya.

“Karena korban lupa menutupnya, anjing peliharaan milik majikannya berantam. Sehingga pelaku marah,” ujarnya di Mapolresta Barelang, Senin (23/6) sore.

Debby menjelaskan korban dianiaya setiap melakukan kesalahan. Penganiayaan tersebut berlangsung selama setahun atau sejak Juni 2024.

“Misalkan salah memotong daging, lupa memberi makan hewan peliharaan. Selama kerja juga korban tidak digaji,” katanya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Suami Majikan Tidak Terlibat Penganiayaan ART, Polisi: Sudah Pisah Ranjang pertama kali tampil pada Metropolis.

Festival Musik BRAVE 2025 Hadirkan Pesta Cahaya dan Rave Pertama di Asia Tenggara

0
Pantai eksotis Lagoi, Bintan.

batampos – Asia Tenggara akan segera menyambut gelaran festival musik paling berani dan penuh cahaya di tahun ini, BRAVE 2025 (Bintan Rhythmic Adventure). Festival ini merupakan kolaborasi antara Bintan Resort Cakrawala (BRC) dan One Hundred Percent Production (OHP), dan akan digelar di pantai eksotis Lagoi, Bintan.

Mengusung konsep Bioluminescence Water Party pertama di Asia Tenggara, BRAVE 2025 menjanjikan pengalaman rave yang belum pernah ada sebelumnya. Festival ini akan menggabungkan dentuman musik elektronik, pencahayaan neon spektakuler, dan suasana tropis yang membebaskan, menarik ribuan pengunjung dari dalam maupun luar negeri.

“Lewat BRAVE 2025, kami ingin menunjukkan bahwa Bintan tidak hanya dikenal karena resort dan pantainya, tapi juga bisa menjadi panggung kelas dunia bagi para partygoers dan penggemar rave. Ini adalah langkah awal membangun ekosistem hiburan tropis yang berkelas dan tematik,” ujar Kris Gunara, Festival Co-Director BRAVE.

Mengambil inspirasi dari fenomena alam bioluminesensi, BRAVE akan menghadirkan dua panggung utama Lagoi Stage dan BRAVE Stage yang menampilkan deretan DJ dan musisi elektronik nasional maupun internasional. Acara akan berlangsung dari sore hingga dini hari dalam atmosfer neon dan percikan air.

“BRAVE bukan sekadar festival EDM. Ini adalah perayaan hidup penuh warna dan semangat, yang diharapkan bisa menjadi benchmark baru festival musik di Asia Tenggara,” tambah Jimmy Saputro, Co-Director BRAVE lainnya.

Selain suguhan musik, pengunjung juga dapat menikmati berbagai zona hiburan lain di area Fairground, seperti Glow Station, photo booth, vanity lounge, dan merchandise stalls. Tak ketinggalan, zona kuliner akan menawarkan berbagai pilihan makanan tropis, barbeku, serta signature cocktails.

Tiket Pre-Sale 1 akan mulai dijual pada 20 Juni 2025 melalui situs resmi www.bravebintan.com. Tersedia tiga kategori tiket, yakni Adventurer (Early Entry) Rp500.000, Rhythmic Seeker (General Admission) Rp800.000 dan Brave Spirit (VIP Admission) Rp1.000.000. Harga belum termasuk pajak hiburan dan biaya administrasi.

“Kami percaya BRAVE bisa menjadi destinasi baru dalam industri hiburan Indonesia. Konsepnya unik, audiens-nya passionate, dan lokasi Bintan punya potensi kuat menjadi ikon rave tourism di Asia,” pungkas Jimmy.

Sebagai festival multi-dimensi, BRAVE bukan hanya soal pesta. Ia menggabungkan unsur musik, wellness, budaya, dan teknologi digital, menciptakan gaya hidup imersif khas tropis yang dirancang untuk dikenang.

Untuk informasi dan pembaruan lebih lanjut, ikuti akun Instagram resmi di @brave.bintan atau kunjungi www.bravebintan.com.
#BRAVEyourself. (*)

Artikel Festival Musik BRAVE 2025 Hadirkan Pesta Cahaya dan Rave Pertama di Asia Tenggara pertama kali tampil pada Kepri.

Data Terbaru, 3 Pekerja Tewas, 5 Terluka, Kebakaran Kapal di Galangan PT ASL Tanjunguncang

0
Keluarga korban kebakaran kapal di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang berdatangan ke RS Graha Hermine usai mendengar kabar kejadian. f. eusebius

batampos– Tragedi kebakaran kapal di kawasan galangan PT ASL, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa sore (24/6/2025), menelan korban jiwa. Setelah sebelumnya beredar informasi ada lima korban tewas dalam peristiwa tersebut, ternyata data terbaru korban tewas 3 orang pekerja dan 5 mengalami luka luka, mulai luka serius dan ringan. Semua korban sudah dibawa ke rumah sakit.

Data terbaru juga dibenarkan Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang saat dikonfirmasi. ”ya benar 3 korban tewas,” ujarnya

Korban terkhir bisa dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit, sekitar pukul 20.30 WIB. Korban langsung mendapat perawatan di RS Graha Hermine, Batuaji. Dua dari korban tewas yang telah teridentifikasi adalah Gunawan dan Hermansyah Putra.

BACA JUGA: Kapal Terbakar di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang, Tiga Pekerja Dikabarkan Dilarikan ke Rumah Sakit

Alatas Silaban, salah satu korban yang selemat saat ini juga dirawat di RS Mutiara Aini. Ia memberikan kesaksian terkait detik-detik kebakaran yang menggemparkan itu.

“Kami lagi kerja motong bagian tangki kapal. Tiba-tiba api langsung menyambar dan meledak. Banyak pekerja di dalam saat itu. Suasana panik, kami lari menyelamatkan diri,” tutur Alatas saat ditemui di rumah sakit.

Para pekerja yang menjadi korban dalam insiden ini diketahui berasal dari dua perusahaan, yakni PT Mancar Marine Batam dan Ocean Pulse Solution (OPS). Saat kejadian, mereka sedang melakukan pekerjaan perbaikan (repair) di bagian tangki kapal.

Petugas medis di RS Graha Hermine menyebut luka bakar yang dialami korban cukup luas dan memerlukan penanganan intensif. “Kondisi mereka sangat kritis. Saat ini masih kami tangani dengan penanganan luka bakar lanjutan,” ujar seorang tenaga medis.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, ia menyebut pihaknya masih menunggu informasi resmi dari rumah sakit dan tim evakuasi untuk memastikan identitas seluruh korban.

“Dua sudah di kamar jenazah RS Mutiara Aini, tiga lainnya masih dievakuasi. Kami terus berkoordinasi dengan pihak medis dan tim di lapangan,” ujar Andi.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, ledakan dipicu aktivitas pemotongan bagian tangki kapal yang menyebabkan percikan api dan menyulut bahan mudah terbakar di dalam ruang tertutup kapal. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Data Terbaru, 3 Pekerja Tewas, 5 Terluka, Kebakaran Kapal di Galangan PT ASL Tanjunguncang pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Gang Pulau Pandan Dikagetkan dengan Keberadaan Buaya

0
Seekor buaya ditemukan oleh warga saat berada di bawah pelantar Gang Pulau Pandan Tanjungpinang, Selasa (24/6). F. warga untuk BATAM POS

batampos– Masyarakat Gang Pulau Pandan Jalan Raja Haji Fisabilillah (RHF) Kota Tanjungpinang, Kepri dikagetkan dengan keberadaan seekor buaya di area pesisir. Buaya tersebut terlihat di bawah pelantar, akses jalan warga sekitar.

“Ketemunya saat pagi hari, dari jauh saya kira biawak, saat saya lihat secara dekat ternyata anak buaya,” kata Bona, warga sekitar, Selasa (24/6).

Ia menerangkan, ditemukan anak buaya tersebut saat posisinya bersembunyi di bawah kolong pelantar gang Pulau Pandan. “Kita lihat dia sedang sembunyi dibawah pelantar,” tambahnya.

BACA JUGA: Heboh Buaya Gigit Nelayan di Bintan, Warga Diminta Waspada dan Jangan Buang Limbah ke Laut

Sementara itu, Ketua Rt 03 Rw 02, Rifai, mengatakan kejadian itu baru pertama kali terjadi. Sehingga, ia meminta kepada masyarakat sekitar untuk berhati-hati dan menjaga anak-anaknya agar tidak bermain di kawasan pesisir.

“Ukurannya sepanjang 1 meter, tidak terlalu besar. Jadi kita imbau kepada masyarakat untuk tetap mengawasi anak-anaknya tidak bermain di lokasi penampakan buaya tersebut,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Saksi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Penyelematan Tanjungpinang, Dery Ambari mengatakan, pihaknya telah menerima laporan mengenai buaya tersebut dan akan segera menindak lanjutinya.

“Iya benar Kami sudah menerima laporan, akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Warga Gang Pulau Pandan Dikagetkan dengan Keberadaan Buaya pertama kali tampil pada Kepri.

BP Batam Gelar Monev Bersama Mitra Korea, Bahas IPAL

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan melaksanakan rapat Monitoring and Evaluation (Monev) bersama Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Perwakilan Jakarta terkait perkembangan proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kota Batam pada Selasa (24/6/2025).

Rapat yang diselenggarakan di Gedung Marketing Centre itu dihadiri Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait; Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan, Iyus Rusmana; Country Director Jakarta Representative Office EDCF, Yang Jongbae; Senior Project Manager EDCF, Muhammad Zia Mahiyar.

“Pertemuan continue tersebut menjadi forum penting untuk mengevaluasi kemajuan pengerjaan fisik proyek,” kata Ariastuty.

Proyek senilai USD 54,5 juta ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan EDCF Korea, sebagai bagian dari upaya penguatan infrastruktur dasar pengelolaan limbah yang terintegrasi di kawasan strategis Batam.

Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan, Iyus Rusmana menyampaikan bahwa hingga Juni 2025, progres fisik proyek telah mencapai 98,64 %, dan seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.

“Proyek IPAL ini menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan Batam sebagai kota industri yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan memperhatikan kualitas, efisiensi, dan aspirasi masyarakat,” terang Iyus usai pertemuan.

Beberapa capaian signifikan yang telah diraih antara lain Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (WWTP) berkapasitas 20.000 m³/hari yang telah selesai di Bengkong Sadai dan siap digunakan. Pemasangan lima unit stasiun pompa juga telah tuntas, serta pemasangan jaringan pipa utama dan sekunder sepanjang 114 km hampir rampung, dengan target 11.000 sambungan rumah.

“Sambungan rumah (house connection), target pada tahap pertama sejumlah 11.000 sambungan menunjukkan progres pesat dengan lebih dari 8.500 sambungan telah terhubung. Selain itu, pembangunan fasilitas pengomposan sebagai bagian dari integrasi pengelolaan limbah juga telah diselesaikan,” ungkap Iyus.

Lebih lanjut, ia katakan, tim proyek secara aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hingga kini, kegiatan sosialisasi dan dialog tersebut telah menjangkau 29 kompleks perumahan, yang dilakukan bersama kontraktor Hansol Paper Co., Ltd dan konsultan Sunjin Engineering & Architecture Co., Ltd.. Menurutnya, sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat jangka panjang proyek serta merespons masukan, khususnya terkait sambungan rumah.

“Kami percaya bahwa proyek ini tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Sosialisasi menjadi jembatan penting antara teknis proyek dan kebutuhan warga,” tambah Iyus.

Sementara, Senior Project Manager EDCF, Muhammad Zia Mahiyar menyambut baik progres proyek IPAL BP Batam. Pihaknya mendorong agar proyek dapat berjalan lancar hingga akhir pengerjaan, mengingat IPAL BP Batam diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan air limbah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Walaupun masih ada complain dari warga, itu menjadi tantangan untuk proyek-proyek yang berhubungan dengan masyarakat. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar dan selesai dikemudian hari,” ujar Zia.

Sehari sebelumnya, (25/6), BP Batam bersama EDCF melaksanakan peninjauan lapangan ke sejumlah titik pengerjaan proyek. BP Batam memastikan akan terus menjalin koordinasi erat dengan EDCF dan seluruh pihak terkait agar proyek IPAL Batam dapat selesai tepat waktu, memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat, serta mendukung visi Batam sebagai kota modern dan berwawasan lingkungan. (ap)

Artikel BP Batam Gelar Monev Bersama Mitra Korea, Bahas IPAL pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Gelar Monev Bersama Mitra Korea, Bahas IPAL

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan melaksanakan rapat Monitoring and Evaluation (Monev) bersama Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Perwakilan Jakarta terkait perkembangan proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kota Batam pada Selasa (24/6/2025).

Rapat yang diselenggarakan di Gedung Marketing Centre itu dihadiri Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait; Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan, Iyus Rusmana; Country Director Jakarta Representative Office EDCF, Yang Jongbae; Senior Project Manager EDCF, Muhammad Zia Mahiyar.

“Pertemuan continue tersebut menjadi forum penting untuk mengevaluasi kemajuan pengerjaan fisik proyek,” kata Ariastuty.

Proyek senilai USD 54,5 juta ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan EDCF Korea, sebagai bagian dari upaya penguatan infrastruktur dasar pengelolaan limbah yang terintegrasi di kawasan strategis Batam.

Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan, Iyus Rusmana menyampaikan bahwa hingga Juni 2025, progres fisik proyek telah mencapai 98,64 %, dan seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.

“Proyek IPAL ini menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan Batam sebagai kota industri yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan memperhatikan kualitas, efisiensi, dan aspirasi masyarakat,” terang Iyus usai pertemuan.

Beberapa capaian signifikan yang telah diraih antara lain Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (WWTP) berkapasitas 20.000 m³/hari yang telah selesai di Bengkong Sadai dan siap digunakan. Pemasangan lima unit stasiun pompa juga telah tuntas, serta pemasangan jaringan pipa utama dan sekunder sepanjang 114 km hampir rampung, dengan target 11.000 sambungan rumah.

“Sambungan rumah (house connection), target pada tahap pertama sejumlah 11.000 sambungan menunjukkan progres pesat dengan lebih dari 8.500 sambungan telah terhubung. Selain itu, pembangunan fasilitas pengomposan sebagai bagian dari integrasi pengelolaan limbah juga telah diselesaikan,” ungkap Iyus.

Lebih lanjut, ia katakan, tim proyek secara aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hingga kini, kegiatan sosialisasi dan dialog tersebut telah menjangkau 29 kompleks perumahan, yang dilakukan bersama kontraktor Hansol Paper Co., Ltd dan konsultan Sunjin Engineering & Architecture Co., Ltd.. Menurutnya, sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat jangka panjang proyek serta merespons masukan, khususnya terkait sambungan rumah.

“Kami percaya bahwa proyek ini tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Sosialisasi menjadi jembatan penting antara teknis proyek dan kebutuhan warga,” tambah Iyus.

Sementara, Senior Project Manager EDCF, Muhammad Zia Mahiyar menyambut baik progres proyek IPAL BP Batam. Pihaknya mendorong agar proyek dapat berjalan lancar hingga akhir pengerjaan, mengingat IPAL BP Batam diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan air limbah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Walaupun masih ada complain dari warga, itu menjadi tantangan untuk proyek-proyek yang berhubungan dengan masyarakat. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar dan selesai dikemudian hari,” ujar Zia.

Sehari sebelumnya, (25/6), BP Batam bersama EDCF melaksanakan peninjauan lapangan ke sejumlah titik pengerjaan proyek. BP Batam memastikan akan terus menjalin koordinasi erat dengan EDCF dan seluruh pihak terkait agar proyek IPAL Batam dapat selesai tepat waktu, memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat, serta mendukung visi Batam sebagai kota modern dan berwawasan lingkungan. (ap)

Artikel BP Batam Gelar Monev Bersama Mitra Korea, Bahas IPAL pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Apresiasi Upaya Strategis PT Desa Air Cargo Kabil Pasca Kebakaran Besar

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan apresiasi atas upaya strategis PT Desa Air Cargo pasca kebakaran besar di Kawasan Pengolahan Limbah Industri (KPLI) Kabil pada Selasa (23/6/2025) malam.

Hal itu diungkapkan, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, saat melakukan pertemuan dengan Direktur PT Desa Air Cargo, Kurniawan Chang bersama para awak media di Restoran Sederhana, Batam Centre, Selasa, (24/6/2026).

Dalam pertemuan santai tersebut, dijelaskan sejumlah upaya yang telah dilakukan perusahaan untuk mengatasi dampak kebakaran.

Pertama, PT Desa Air Cargo telah melakukan upaya segresi atau melokalisir antara puing dan limbah terbakar yang selanjutnya dikemas ulang untuk dikirim ke kota tujuan. Hal itu guna mencegah potensi pencemaran lingkungan.

Kedua, perusahaan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam dan DLHK pusat untuk membantu proses pemulihan lingkungan.

Ketiga, PT Desa Air Cargo bersama para tenant di kawasan tersebut bersepakat untuk pengadaan satu unit damkar dan berencana membentuk tim khusus siaga bencana di lokasi guna mengantisipasi insiden serupa.

“Kami mengapresiasi dan menyambut baik upaya cepat dan strategis dari perusahaan usai insiden. Kami berharap perusahaan segera pulih dan beroperasi kembali,” ujar Ariastuty.

Sementara itu, Direktur PT Desa Air Cargo, Kurniawan Chang, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perusahaan, terutama BP Batam dan petugas pemadam kebakaran.

Dikatakan, operasional perusahaan akan kembali dilakukan besok Rabu, (25/6). “Hari ini kami tidak menerima pengambilan limbah. Kami stop operasional sehari. Besok kami mulai lagi karena pelayanan tetap jalan, jadi customer tidak perlu khawatir,” sebut dia.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami. Utamanya datang dari jajaran pimpinan BP Batam, khususnya Ibu Ariastuty Sirait. Juga kami ucapkan terima kasih kepada pemadam kebakaran dari BP Batam, Pemko Batam, dan Eco Green,” ujarnya mengakhiri. (*)

Artikel BP Batam Apresiasi Upaya Strategis PT Desa Air Cargo Kabil Pasca Kebakaran Besar pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Apresiasi Upaya Strategis PT Desa Air Cargo Kabil Pasca Kebakaran Besar

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan apresiasi atas upaya strategis PT Desa Air Cargo pasca kebakaran besar di Kawasan Pengolahan Limbah Industri (KPLI) Kabil pada Selasa (23/6/2025) malam.

Hal itu diungkapkan, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, saat melakukan pertemuan dengan Direktur PT Desa Air Cargo, Kurniawan Chang bersama para awak media di Restoran Sederhana, Batam Centre, Selasa, (24/6/2026).

Dalam pertemuan santai tersebut, dijelaskan sejumlah upaya yang telah dilakukan perusahaan untuk mengatasi dampak kebakaran.

Pertama, PT Desa Air Cargo telah melakukan upaya segresi atau melokalisir antara puing dan limbah terbakar yang selanjutnya dikemas ulang untuk dikirim ke kota tujuan. Hal itu guna mencegah potensi pencemaran lingkungan.

Kedua, perusahaan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam dan DLHK pusat untuk membantu proses pemulihan lingkungan.

Ketiga, PT Desa Air Cargo bersama para tenant di kawasan tersebut bersepakat untuk pengadaan satu unit damkar dan berencana membentuk tim khusus siaga bencana di lokasi guna mengantisipasi insiden serupa.

“Kami mengapresiasi dan menyambut baik upaya cepat dan strategis dari perusahaan usai insiden. Kami berharap perusahaan segera pulih dan beroperasi kembali,” ujar Ariastuty.

Sementara itu, Direktur PT Desa Air Cargo, Kurniawan Chang, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perusahaan, terutama BP Batam dan petugas pemadam kebakaran.

Dikatakan, operasional perusahaan akan kembali dilakukan besok Rabu, (25/6). “Hari ini kami tidak menerima pengambilan limbah. Kami stop operasional sehari. Besok kami mulai lagi karena pelayanan tetap jalan, jadi customer tidak perlu khawatir,” sebut dia.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami. Utamanya datang dari jajaran pimpinan BP Batam, khususnya Ibu Ariastuty Sirait. Juga kami ucapkan terima kasih kepada pemadam kebakaran dari BP Batam, Pemko Batam, dan Eco Green,” ujarnya mengakhiri. (*)

Artikel BP Batam Apresiasi Upaya Strategis PT Desa Air Cargo Kabil Pasca Kebakaran Besar pertama kali tampil pada Metropolis.

Rp5 Miliar Raib, Korban Investasi Bodong Enam Tahun Mencari Keadilan

0
Syahid Liga (tengah) selaku korban penipuan investasi bodong didampingi kuasa hukumnya Nasib Siahaan (kanan) dan Tua Turnip (kiri) menunjukkan surat laporannya. Foto. Galih Adi Saputro/ Batam Pos

batampos – Enam tahun telah berlalu sejak Syahid Liga, menanamkan dana sebesar Rp5 miliar ke dalam sebuah skema investasi reksa dana yang dijanjikan menghasilkan keuntungan Rp60 juta per bulan. Tapi janji tinggal janji. Yang ia terima bukanlah keuntungan, melainkan gugatan, kerugian, dan proses hukum yang tak kunjung tuntas.

Pada 2019, Syahid, yang akrab disapa Pak Liga didekati oleh Jenny, seorang rekan lama dari komunitas gerejanya. Jenny menawarkan investasi reksa dana dari PT Narada Asset Management, tempat ia menjabat sebagai Manajer Cabang di Batam.

Jenny tak sendiri. Dalam pusaran kasus ini juga terdapat Marto dan Denny, dua area manager dari Medan, serta Bayu Praskoro Nugroho, direktur utama perusahaan tersebut. Kelimanya kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Awalnya, Syahid Liga menolak. Ia merasa usianya tak lagi cocok untuk mengambil risiko. Tapi bujuk rayu Jenny tak berhenti sampai di situ. Ia bahkan mendekati istri Syahid Liga dan membawa-bawa nama Tuhan demi meyakinkan. “Dia bilang sudah berdoa, katanya tidak mungkin menjerumuskan kami. Katanya ini pasti aman,” kenang Syahid Liga.

Janji keuntungannya menggiurkan, Rp180 juta setiap tiga bulan. Dana pokok Rp5 miliar akan dikembalikan utuh dalam waktu satu tahun. Perjanjian pun disepakati. Namun baru sebulan berjalan, seorang teman memberi tahu bahwa perusahaan tempat investasinya mengalami gagal bayar.

Sejak saat itu, masalah mulai bermunculan. Alih-alih menyelesaikan persoalan, pihak perusahaan justru menyeret Syahid Liga ke dalam gugatan perdata. Ia dituduh melakukan wanprestasi. Ironisnya, ia justru menjadi tergugat oleh orang-orang yang telah menipunya.

Pada 2020, Syahid Liga melaporkan kasus ini ke Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau. Laporan itu membuahkan penetapan lima tersangka, Jenny, Marto, Denny, Mujianto, dan Bayu Praskoro Nugroho. Berkas perkara sempat dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi Kepri.

Namun, proses pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan tak kunjung dilakukan. “Sudah P21, tapi mereka tidak ditahan. Ini bukan soal teknis, ini soal keberanian menegakkan hukum,” kata Nasib Siahaan, kuasa hukum Syahid Liga, yang mendampingi kliennya sejak awal perkara.

Nasib menyebut, para tersangka bahkan sempat ditahan, namun penahanannya kemudian ditangguhkan. “Yang lebih menyakitkan, klien kami justru harus menghadapi rentetan gugatan dari para tersangka,” katanya.

Gugatan demi gugatan itu bergulir di Pengadilan Negeri Batam. Syahid menang hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung pada 5 Oktober 2023. Tapi pada 27 Mei 2025, ia kembali digugat. Kini perkara memasuki tahap kontra memori banding.

Syahid Liga sempat mengirim surat tercatat ke kantor pusat PT Narada di Jakarta, menanyakan perihal perjanjian jaminan investasi yang ia terima. Namun jawaban perusahaan membuatnya terkejut, mereka menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat jaminan tersebut.

Awal 2020, Syahid Liga terbang ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Direktur Utama PT Narada, Bayu Praskoro Nugroho, dan Komisaris perusahaan, Sinar Bawah. Dalam pertemuan itu, keduanya mengelak dan menyalahkan bawahan mereka.

Mereka juga memperlihatkan prospektus investasi yang selama ini tak pernah disampaikan kepada Syahid. “Kalau saya tahu ada risikonya, tak mungkin saya ikut. Perjanjian yang diberikan ke saya sama sekali tak menyebutkan risiko,” ucap Syahid Liga.

Dari dokumen Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), tercantum bahwa para tersangka sempat membuat janji tertulis untuk mengembalikan dana Syahid Liga. Namun janji tinggal janji. “Tak sepeser pun dikembalikan,” tegas Nasib.

Ia mengaku bukan satu-satunya korban. Ia sempat mencoba menginisiasi class action, namun sebagian korban lain, yang ditipu hingga belasan miliar rupiah, memilih mundur karena enggan berurusan dengan polisi.

Tua Turnip, rekan Nasib sekaligus mantan polisi, mempertanyakan alasan hukum yang membuat perkara ini terus mandek. “Penyidik itu alat negara penegak hukum. Harusnya lebih paham dari masyarakat biasa. Kalau sudah P21, kenapa tidak segera disidangkan?” ujarnya.

Kini, dari ruang kecil di Batam Center, Syahid Liga asih berharap, hukum benar-benar ditegakkan. Bukan sekadar dokumen yang tersimpan dalam berkas bernama P21, tanpa kejelasan kapan akan dibuka kembali di ruang sidang. (*)

Reporter: Galih Adi Saputro

Artikel Rp5 Miliar Raib, Korban Investasi Bodong Enam Tahun Mencari Keadilan pertama kali tampil pada Metropolis.