Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13753

Target, BOP Labuan Bajo Tuntas pada April 2017

0

Kelompok Kerja (Pokja) 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat draf final Perpres BOP Labuan Bajo sudah dilaporkan ke Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan. ‘’Menko Maritim akan mengadakan rapat koordinasi tungkat menteri sebelum menyampaikan draf Perpres BOP Labuan ke presiden,” ujar Shana Fatina selaku person in charge (PIC) Labuan Bajo di Pokja 10 Destinasi Prioritas Kemenpar.

Targetnya, Peraturan Presiden (Perpres) tentang BOP Labuan bajo sudah tuntas pada April 2017 ini.
Shafa –baca: Shana Fatina– menjelaskan, berdasar delineasi oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang, area BOP Labuan Bajo terbagi dalam dua lokasi di Kabupaten Manggarai Barat. Yakni di kawasan Batu Cermin dan hutan produksi Bowo Sie.

Luas masing-masing adalah 83 hektare dan 53 hektare. Namun, lokasinya memang istimewa.

“Lokasi di atas bukit dengan view Pelabuhan Labuan Bajo dan Bandara Komodo,” tutur Shafa.

Menurutnya, di Kemenko Maritim ada kelompok kerja yang bertugas mendukung infrastruktur dan pariwisata. Pokja di Kemenkomar itu akan membantu Pokja 10 Destinasi Prioritas Kemenpar dalam mengoordinasikan kementerian/lembaga terkait urusan pariwisata.

Karenanya urusan Perpres BOP pun bisa dikebut.

“Targetnya bulan April ini rancangan Perpres BOP Labuan Bajo Flores target sudah ditandatangani presiden,” kata Shafa.

Selain itu, PIC Labuan Bajo juga mengajukan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumaahan Rakyat (PUPR) untuk pembuatan masterplan infrastruktur pariwisata. Nantinya, masterplan Taman Nasional Komodo akan dikoordinasikan dengan BOP Labuan Bajo Flores.

“Sebagai bahan intergrated tourism masterplan,” katanya.

Meski demikian, Pokja 10 Destinasi Piroritas Kemenpar tak harus menunggu regulasi tuntas. BOP Labuan Bajo. Sebab, upaya untuk menggaet wisatawan sudah dilakukan dengan berbagai terobosan.

Rencananya akan ada buku kuliner khas Labuan Bajo. Buku itu merupakan hasil penelitian dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung di Labuan Bajo.

“Sudah ada identifikasi kuliner khas Labuan Bajo dari database AGI (Akademi Gastronomi Indonesia, red),” sambung Shafa.

Selain itu, akan ada festival dan pelatihan wisata kuliner Labuan Bajo. Bahkan kini sudah ada kampung khusus kuliner di Labuan Bajo. Yakni Kampung Ujung dan Kampung Tengah binaan Marina ASDP.

Pada 30 Maret hingga 2 April lalu juga ada event DEEP and Extreme Expo di Jakarta Convention Center. Isinya adalah pameran diving dan avontur. “Ini kegiatan promosi wisata bawah laut, termasuk diving Labuan Bajo,” katanya.

Ada pula FamTrip Travel Agent Tour Operator yang diikuti 11 warga negara Korea Selatan. Mereka langsung diajak ke lokasi diving.

Labuan Bajo memang punya lokasi diving nomor dua terbaik dunia setelah Raja Ampat. Merujuk versi CNN International, keindahan lokasi diving Labuan Bajo bahkan mengalahkan Kepulauan Galapagos di Amerika Latin.

Kementerian Luar Negeri bahkan ikut mengampanyekan Labuan Bajo. Akan sda kunjungan dari Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) yang melibatkan enam diplomat senior Indonesia dan delapan diplomat asing di Labuan Bajo.

“Mereka dalam rangka soft diplomacy promosi potensi pariwisata di daerah berkembang di Indonesia dengan potensi pariwisata dan pembangunan manusia. Sekaligus memberikan gambaran bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta,” kata Shafa.

Namun, pengembangan Labuan Bajo juga harus didukung aksesibilitas. Pemerintah sedang mempercepat upaya mewujudkan Bandara Komodo sebagai international airport.

Untuk itu pula ada uji coba penerbangan malam di Labuan Bajo dengan jadwal keberangkatan pukul 19:00. “Perlu tambahan fasilitas navigasi pesawat,” kata Shafa.

Sedangkan untuk akses laut, PT ASDP akan membangun marina. Lokasi untuk marina itu meliputi area tempat pelelangan ikan (TPI). Berdasar koordinasi dengan DPRD, TPI pengganti harus siap sebelum penutupan akses nelayan ke TPI lama,” katanya.

Pemerintah juga memoles akses darat. Sejak 2016, KemenPUPR membangun  jalan Labuan Bajo-Terang Kedindi I, II, III, IV dan V. “Dan persiapan Jalan Utara Terang-Kedindi lanjutan di 2017,” katanya.

Hanya saja, untuk amenitas memang masih perlu tambahan. Data terakhir menunjukkan ada permohonan pembuatan homestay sebanyak 303 kamar. Jumlah itu meliputi renovasi kamar dan pembangunan vila baru.

Rencananya memang ada pembangunan hotel. Ayana Group bahkan akan membangun hotel dengan 150 kamar di Waecicu. “Tapi masih menunggi IMB (izin mendirikan bangunan, red),” papar Shafa.

Selain itu, ada persoalan dalam mengajak pelaku industri pariwisata untuk bergabung ke Indonesia Travel Xchange (ITX). Sejauh ini jumlah pelaku industri wisata Labuan Bajo yang mendaftar ke ITX baru 21 perusahaan.

“Kendalanya karena ada usaha lokal yang belum berbadan hukum, serta gangguan kabel internet dari Bima. Internet tidak stabil,” kata Shafa.

Tetapi Menpar Arief Yahya tetap mendorong industri di Labuan Bajo agar go digital. Tidak ada pilihan lain, wajib go digital, jika ingin menjadi pemain global. “Manfaatkan fasilitas yang terbaik di ITX, untuk memajukan perusahaan Anda. Ingat future customers adalah digital lifetyle,” ujar Arief Yahya.

Menurutnya, butuh pendamping dan akses internet di Labuan Bajo untuk input data bersama. Potensi yang ada adalah dengan menggunakan Rumah Kreatif BUMN di kantor Telkom Labuan Bajo.

Shafa mengusulkan adanya penggabungan database Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Dinas Pariwisata Kabupaten Manggara Barat dan asosiasi. “Ini demi mengoptimalkan database pendaftaran,” cetusnya.

Sedangkan untuk menggenjot sumber daya pariwisata, Labuan Bajo akan punya Akadememi Pariwisata. “Sudah diusulkan bupati dan akan ditindaklanjuti Kemristekdikti,” pungkasnya.(*)

Geopark Belitong Bakal Semakin Mendunia

0

Bangka Belitung sebuah provinsi berjuluk Bumi Laskar Pelangi memiliki geopark yang sangat bagus.

Geopark ini sedang diusulkan agar masuk ke dalam daftar Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Pada akhir Februari lalu, Pemerintah Kabupaten Belitung dan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur telah meluncurkan Badan Pengelola (BP) Geopark Belitong. Kini, BP Geopark langsung tancap gas dengan menghimpun dana corporate social responsibility (CSR) untuk melestarikan keragaman geologis, hayati dan budaya di Belitong.

Tim Percepatan Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun telah mencatat perkembangan Belitung sebagai destinasi unggulan. Person in charge (PIC) Tanjung Kelayang Larasati Sedyaningsih mengatakan, BP Geopark Belitong telah bekerja sama dengan pihak lain.

Laras menjelaskan, beberapa waktu lalu BP Geopark Belitong menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BCA. “MoU itu dalam rangka pemanfaatan dana CSR BCA untuk keperluan pelatihan dan penelitian,” ujar Laras.

Langkah lain yang ditempuh BP Geopark Belitong adalah menandatangani MOU dengan Pertamina International EP dan Ikatan Keluarga Belitung pada 31 Maret 2017. Tujuannya juga dalam rangka pelatihan dan penelitian. “Kerja sama ini dalam rangka menjadikan Belitong sebagai UNESCO Global Geoparks,” sambungnya.

Laras meyakini Belitong bisa menembus daftar UNESCO Global Geopakrs. Sebab, Belitong punya modal besar untuk itu.

Di Belitong ada Pantai Tanjung Tinggi yang sangat memesona. Pantai yang diapit semenanjung Tanjung Kelayang dan Tanjung Pendam itu sudah mengantongi predikat bergengsi. “Pantai Tanjung Tinggi masuk dalam jajaran tujuh pantai terindah di dunia versi Majalah Vogue,” sebut Laras.

Lebih lanjut Laras mengatakan, Belitong juga bakal semakin mudah dijangkau melalui udara. Rencananya, akan ada penerbangan internasional Lion Air dari Kuala Lumpur ke Bandara Internasional HAS. Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Belitung. “Penerbangan internasional Lion Air rute KL-Belitung masih menunggu slot dari KL,” tutur Laras.

Sedangkan untuk menggenjot amenitas, Dewan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang pada 20 Maret 2017 lalu menggelar rapat di kantor Gubernur Babel. Salah satu agendanya adalah mendengar paparan Konsorsium Belitung Maritime Silk Road (BMSR). Konsorsium yang terdiri dari lima perusahaan itu sudah mengembangkan Tanjung Kelayang selama setahun ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya bahkan memuji kecepatan Konsorsium BMSR. Sebab, begitu Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016 tentang KEK Tanjung Kelayang diteken Presiden Joko Widodo pada 18 Maret 2016, pada 2 September 2016 sudah ada groundbreaking.(*)

ATB CUP VIII Futsal Championship 2017 Dimulai….

0
Presiden Director PT Adhya Tirta Batam (ATB) Benny Andrianto bersama Anggota IV BP Batam Purba Robert Sianipar saat membuka turnamen futsal.

Turnamen ATB CUP VIII Futsal Championship 2017 telah bergulir.

Turnamen tahunan ini dibuka secara resmi oleh Presiden Director PT Adhya Tirta Batam (ATB) Benny Andrianto bersama Anggota IV BP Batam Purba Robert Sianipar.

Laga perdana yang dilangsungkan pada Rabu(5/4/2017) malam tersebut, diketahui sebanyak 16 dari 64 tim peserta langsung menggiring ‘si kulit bundar’ di tengah lapangan hijau.

Dalam sambutannya, President Director ATB Ir Benny Andrianto MM mengatakan kegiatan ATB Cup VIII Championship 2017 merupakan acara tahunan. Dimana kegiatan tersebut, sengaja dilakukan untuk memperingati Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret setiap tahunnya.

“Even ini bukan hanya sekedar pertandingan futsal saja, namun lebih kapada ajakan untuk sama-sama mengingat akan pentingnya air bagi kehidupan. Hal ini perlu kita tekankan, karena Batam adalah kota yang sangat spesifik dimana ketersediaan air baku sangat terbatas. Oleh sebab itu, setiap menggelar futsal kita selalu ingat bahwa ini adalah hari air sedunia,” terang Benny.

Benny juga sangat berharap seluruh masyarakat bisa memanfaatkan air sebaik-baiknya. “Tentunya kita belajar berhemat agar ketersediaan air bisa bermanfaat untuk Batam di masa depan,” jelas Benny.

Selama pertandingan berlangsung, ribuan supporter terlihat hadir dan memberikan semngat untuk tim andalan mereka.

“Harapan kita semoga acara ini, bisa diminati dan terus menyemangati calon pemain yang bisa menjadi bibit pemain nasional futsal atau sepakbola,” harap Benny

Sementara itu, Purba Robert M Sianipar, Anggota IV Deputi Bidang Pengusahaan sarana lainnya di BP Batam mengatakan, pihaknya cukup bangga bisa membuka turnamen futsal yang diselenggarakan ATB.

“Apa yang telah dilakukan ATB bisa  menjadi contoh bagi perusahan lain di Batam,” ujar Robert.

Robert juga mengatakan apa yang telah dilakukan ATB dalam hal melayani air bersih sebagai hal mendasar dalam memberikan pelayanan.

“ATB tergerak untuk bisa mendorong kemajuan olahraga futsal. Kami memberikan apresiasi untuk ATB. Dan kami mendukung dan memang mengharapkan ATB peduli olahraga 2017 seluruh atlet bisa meraih prestasi dan menjunjung sportifitas,”kata Robert. (rilis)

Perumahan Permata Galaksi, Rumah Sederhana di Lokasi Strategis

0

batampos.co.id – Setelah sukses dengan pembangunan Perumahan Bukit Raya dan Perumahan Tirta Lestari, Pengembang ternama di Tanjungpinang PT Sinar Bahagia kembali akan membangun perumahan sederhana di KM 11, Tanjungpinang yakni Perumahan Permata Galaxy.

General Manager PT Sinar Bahagia, Triyono kepada Batam Pos mengatakan, PT Sinar Bahagia akan segera melaunching proyek pembangunan perumahan Permata Galaxy yang ditargetkan sebanyak 1.500 unit rumah. Rumah sederhana ini berada di lokasi yang strategis karena berada persis di pinggir jalan protokol.

”Lokasinya di kilometer 14 menuju ke arah Tanjunguban. Lokasi sangat strategis karena berada tak jauh dari kota. Lokasinya pun persis di pinggir jalan protokol, sehingga memudahkan akses penghuni perumahan itu nantinya untuk bepergian ke kota,” kata Triyono, Selasa (4/4).

Disebutkannya, sebelumnya PT Sinar Bahagia sudah membangun rumah sederhana ini di dua tempat. Yang pertama Perumahan Bukit Raya. Di komplek ini, developer perumahan ini telah membangun rumah sebanyak 1.010 unit. Kemudian membangun Perumahan Tirta Lestari, sebanyak 798 unit rumah.

”Dua-duanya di Jalan Ganet kilometer 14,” jelas Triyono.

Setelah sukses dengan pembangunan dan pemasaran kedua perumahan itu, kini, PT Sinar Bahagia kembali membangun perumahan dengan type yang sama, yakni type 36/84 di kilo meter 14.

Rencananya, peletakan batu pertama perumahan ini akan dilakukan oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.

”Launching akan kita laksanakan Rabu tanggal 12 April. Rencana Pak Walikota yang hadir,” terangnya.

Saat ditanya kenapa pengembang perumahan ternama di Tanjungpinang ini mau membangun perumahan sederahana di lokasi yang strategis, Triyono menjelaskan, agar masyarakat juga
bisa memiliki rumah dengan harga murah yang punya akses mudah ke kota.

”Masak rumah rumah harus jauh dari kota. Sekali-sekali kita bikin rumah sederhana dekat kota sehingga memudahkan akses masyarakat pemilik rumah ke kota,” pungkasnya. (bpg)

Dukun dari Tiban Ini 3 Tahun Cabuli Pelajar

0

 

batampos.co.id – Aktivitas menyimpang dari seorang pria berinisial Mt, 52, warga Tiban Lama, berakhir sudah pada Selasa (4/4/2017) lalu sekitar pukul 11.00 WIB.

Pria yang mengaku berprofesi sebagai dukun itu diringkus personil Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polresta Barelang, usai mencabuli ‘pasiennya’ yang masih di bawah umur.

Kanit PPA Polresta Barelang Iptu Drefani Diah Yunita menyatakan, aksi pencabulan yang dilakukan pelaku bermula ketika yang bersangkutan mengenali korban sejak mereka bertetangga sebelumnya.

“Dia mengatakan kepada korban, kalau korban ini akan mendapatkan masalah dalam hidupnya,” ujar Drefani.

Mendapatkan vonis dari yang bersangkutan, kemudian korban pun merasa ketakutan hingga bertanya kepada Mt tentang bagaimana untuk terhindar dari masalah tersebut.

Kepada korban, pelaku meminta darah perawan korban untuk nantinya disimpan dalam dompet korban sebagai penangkal dari masalah yang akan datang kepada korban nantinya.

Namun, untuk mengambil darah itu, korban terlebih dahulu harus tidur dengannya. Akan tetapi, saat itu korban langsung menolak permintaan dari pelaku. Namun, dengan ancaman masalah yang dilontarkan oleh pelaku, akhirnya korban menuruti permintaan pelaku.

“Korban sudah berkali-kali ditiduri sama pelaku. Dimulainya sejak korban duduk di kelas satu SMP hingga korban duduk di kelas satu SMA,” katanya.

Setelah bertahun-tahun mencabuli korbannya, akhirnya aktivitas menyimpang pelaku terkuak setelah korban tidak mau lagi melayani pelaku. Atas penolakan itu, pelaku pun kemudian mengancam korban.

“Dia mengancam akan menyebarkan foto dan video adegan hubungan intim dengannya. Karena ancaman itu, sehingga korban melaporkan kepada orang tuanya kemudian dilanjutkan laporan ke Polresta,” imbuhnya. (cr1)

Empat Tahun, Monumen Bahasa Mangkrak

0
Inilah maket pembangunan Monumen Bahasa. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, Abdul Razak mengatakan Pembangunan Monumen Bahasa Melayu (MBM) Penyengat harus segera dituntaskan. Karena sudah hampir empat tahun tidak tuntas pembangunannya.

“Kita sudah berulang kali menyampaikan keluhan kita kepada Pak Gubernur terkait Pembangunan Monumen Bahasa (MBM) di Penyengat,” ujar Abdul Razak usai menghadiri Rapat Koordinasi Pariwisata Kepri di Hotel Aston, Tanjungpinang, Senin (3/4).

Disinggung mengenai adanya tindakan hukum yang sedang dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, lantaran belum dikembalikannya uang muka oleh pihak kontraktor kepada Pemerintah Daerah.

Menyikapi hal itu, Abdul Razak mengatakan persoalan itu masih dalam proses. Tetapi tidak ada salahnya, sambil berjalan Pemprov bisa membuat perencanaan kembali.

“Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) untuk kegiatan 2018 digelar pertengahan pekan ini. Kita berharap ini masuk dalam rencana kerja ke depan,” harap Abdul Razak.

Mantan Legislator Kabupaten Kepri tersebut juga mengatakan, Monumen Bahasa adalah hasil mufakat 12 antara LAM Kepri dengan LAM Riau. Menurut Abdul Razak, Pembangunan gedung bahasa tersebut tujuannya adalah untuk meneguhkan kalau bahasa pemersatu bangsa ini, berasal dari Pulau Penyengat, Kepri.

“Makanya kita ngotot MBM tetap dibangun di Penyengat. Artinya tidak ada tawar menawar lagi, monumen tersebut harusdiwujudkan,” tegas Abdul Razak.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara mengatakan, masih banyak Pembangunan-Pembangunan yang belum dituntaskan oleh Pemprov Kepri, bukan hanya Monumen Bahasa. Menurutnya, karena sudah menjadi titah LAM Kepri, tentu harus diselesaikan pembangunannya.

“Apalagi tujuannya untuk menegaskan tentang eksistensi bahasa Melayu sebagai rujukan lahirnya Bahasa Indonesia,” ujar Teddy.

Politisi Partai Golkar Kepri tersebut juga mengatakan, mangkraknya Pembangunan monumen harus cepat direspon oleh Pemprov Kepri. Akan tetapi sudah berjalan empat tahun, proses tidak kunjung dilanjutkan. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, pihaknya tidak ingin MBM ditangani oleh Dinas Kebudayaan, tetapi langsung di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum, Kepri.

Seperti diketahui, pekerjaan pembangunan Monumen Bahasa Melayu dibawah kendali Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri pada tahun 2014 lalu dikerjakan PT Sumber Tenaga Baru (STB) dengan kontrak kerja sebesar Rp 12,5 miliar mulai dilaksanakan pertengahan 2014. Pada perjalannya terjadi wan prestasi, yang menyebabkan kontraktor di black list. (jpg)

10 Kapal Lagi untuk Nelayan Anambas

0

batampos.co.id – Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas tahun ini akan memberikan bantuan 10 unit kapal untuk kelompok nelayan Anambas. Anggarannya lebih Rp 2,33 miliar berseumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Dana dari pusat tahun 2017 ini hanya ini saja,” ungkap Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas Chatarina Erni Dwi Winarsih ketika ditemui di ruang kerjanya Selasa (4/4) kemarin.

Diakuinya dengan anggaran Rp2,33 milliyar untuk 10 kapal, maka kapal-kapal tersebut tergolong kapal yang berkapasitas kecil. Hal ini memang disesuaikan dengan kemampuan nelayan tempatan. Pasalnya jika kapal bantuan kecil, maka biaya operasionalnya juga lebih kecil.

“Kalau terlalu besar, nanti biaya operasionalnya juga besar, takutnya malahan tidak mampu mengoperasionalkan,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya masih dalam persiapan tahap awal yakni proses verifikasi kelompok-kelompok nelayan calon penerima bantuan. Ini dilakukan supaya bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan harapan nelayan.

“Syarat untuk mendapatkan bantuan itu yakni kelompok nelayan yang aktif dan sebelumnya juga pernah mengajukan proposal bantuan. Itu yang diprioritaskan dulu,” ungkapnya lagi.

Tahun 2016 lalu kelompok nelayan Anambas juga mendapatkan bantuan satu unit kapal dari pemerintah pusat sehingga dengan tahun ini kelompok nelayan Anambas mendapatkan sebelas kapal nelayan. (sya)

Wisman Singapura Turun 25 Ribu Orang

0
Wisatawan asing saat mengunjungi Tanjungpinang. foto: yusnadi/batampos

batampos.co.id – Kunjungan wisatawan asal Singapura turun lebih dari 25 ribu orang. Jumlah sebanyak itu turun hanya dalam waktu 31 hari saja. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau mencatat telah terjadi penurunan kunjungan wisman asal Singapura periode Januari ke Februari sebanyak 25.047 orang.

“Pada Januari kunjungan orang Singapura ke Kepri mencapai 83.793 jiwa. Sedangkan pada bulan Februari hanya 58.746 jiwa,” sebut Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar, kemarin.

Penurunan kunjungan wisman Singapura tentu berdampak langsung terhadap angka kunjungan wisman ke Kepri secara kolektif. Mengingat, kata Panusunan Singapura adalah penyumbang wisman terbanyak ke Kepri. Dalam catatan kunjungan wisman Februari saja persentase mereka mencapai 45,6 persen dari total 128.788 jiwa.

“Kalau jumlah dari Singapura turun, sudah pasti hitungan kasarnya, jumlah wisatawan ke Kepri ikut menurun. Karena pengaruhnya kan sampai separuh,” ujar Panusunan.

Terjadinya penurunan jumlah wisatawan pada periode Januari ke Februari 2017 meliputi semua pintu masuk di Kepri. Di Batam sebagai pintu masuk terbesar, penurunan sebanyak 26,7 persen atau dari 129.728 ke 95.061 jiwa. Sedangkan ke Karimun hanya setingkat lebih rendah sebanyak 25,4 persen atau dari 7.847 ke 5.859 jiwa.

Penurunan jumlah kunjungan terbesar adalah di pintu masuk Tanjungpinang yang mencapai 27,7 persen atau dari 8.588 ke 6.204 jiwa. Sedangkan pintu masuk Bintan penurunannya paling rendah, hanya 18,3 persen atau dari 26.535 ke 21.664 jiwa.

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, angka kunjungan turun 2,26 persen. Pada 2016 jumlahnya 308.463 jiwa, sedangkan pada tahun ini hanya 301.486 jiwa,” beber Panusunan.

Penurunan kunjungan wisman asal Singapura turut berimbas pada sektor ekonomi penukaran valuta asing. Sejumlah tempat penukaran valas di Tanjungpinang menuturkan, sudah sejak beberapa pekan terakhir aktivitas jual-beli Dollar Singapura sepi. Bahkan juga ketika di akhir pekan.

“Biasanya Sabtu-Minggu ramai, tapi entah mengapa sekarang kok sepi. Padahal dollar sedang ada di angka bagus 9.541 untuk jualnya,” ungkap A Lin, seorang pekerja di penukaran valas di Tanjungpinang. (aya)

Ocarina Hadirkan 3 Wahana Baru

0
WAHANA permainan 360 Madness yang akan hadir di lokasi wisata Ocarina, Batamcenter. F. Rudyan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Mega Wisata Ocarina di Batamcenter akan menghadirkan 3 wahana permainan baru. Wahana ini diantaranya Spin Tower, Dizzy Paradise, serta 360 Madness.

Event Manager Ocarina, Rudyan mengatakan ke-3 wahana permainan ini merupakan yang pertama kalinya hadir di Batam. Wahana ini dibangun dengan ketinggian belasan meter.

“Wahana ini akan memacu adrenalin para penggunanya. Jadi untuk menikmati wahana seperti ini tidak perlu ke luar kota dan luar negeri lagi,” ujar Rudyan, Selasa (4/4) di Batamcenter.

Rudyan menjelaskan wahana ini masih dalam tahap pembangunan. Setiap wahana nantinya akan memiliki sistem keamanan yang tinggi sehingga dapat digunakan dari segala umur.

“Pastinya kita terapkan sistem keamanan yang baik. Dari awal pembangunan ini sudah disiapkan SOP (standard operating procedure) untuk menghindarkan hal yang tak diinginkan,” katanya.

Menurut Rudyan, selama ini lokasi wisata yang ada di Batam hanya menghadirkan wahana permainan anak-anak. Dengan wahana permainan baru ini, ia berharap dapat menarik banyak wisatawan lokal hingga mancanegara.

“Kita hadirkan yang baru dengan target wisatawan mancanegara,” imbuhnya.

Dia menambahkan salah satu wahana yang akan memacu adrenalin yakni 360 Madness. Wahana ini akan memutar pengunanya ke arah vertikal dan horizontal secara bersamaan dengan ketinggian belasan meter.

“Pastinya sangat menyenangkan. Sangat cocok digunakan bersama keluarga dan teman-teman,” tutur Rudyan.

Selain ke 3 wahana tersebut, Ocarina tetap menghadirkan wahana permainan lainnya seperti funbike, giant wheel, 9D cinema, istana balon, happy rocking bus, dan playground dan waterpark.
Setiap akhir pekan, Ocarina juga menggelar acara menarik diantaranya paint party, foam party, serta holicolor.

“Seluruh wahana permainan ini akan buka setiap hari. Dan dengan harga tiket yang terjangkau,” kata Rudyan. (opi)

Jembatan Dompak Perlu Dipercantik

0

 

Sejumlah pengendara melintas di Jembatan I Dompak, Selasa (14/2). Jembatan ini banyak dijadikan lokasi foto oleh warga Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah mesti mulai terbiasa berpikir: dibalik setiap pembangunan harus indah untuk dijadikan latar belakang berpose. Itu bukan pelengkap, tapi jadi kebutuhan generasi milenial.

Jika Batam ada jembatan Barelang yang sudah menjadi Ikon kota Batam, Tanjungpinang saat ini juga memiliki jembatan Dompak. Saat ini banyak warga Tanjungpinang yang melewati jembatan ini hanya sekedar untuk jalan-jalan dan melihat jembatan baru tersebut.

Tidak sedikit pengendara yang melintas berhenti sekadar untuk swafoto atau foto bersama dengan keluarga di sana. Larangan yang dipasang untuk berhenti pun kalah dengan dorongan untuk eksistensi di jembatan yang baru dibuka untuk umum belum semusim itu.

“Biar ngehits jadi nanti di-upload ke Instagram,” kata Selly, remaja putri yang datang bersama temannya, akhir pekan lalu ke jembatan Dompak.

Bukannya Selly tak tahu jika ada rambu larangan untuk berhenti di sana. Tapi remaja 19 tahun tidak punya pilihan lain. “Karena gak disediakan tempat khusus untuk berfoto macam di (jembatan) Barelang,” katanya. Persis!

Beruntung saat itu lalu-lintas di jembatan Dompak belum riuh. Sehingga aktivitas Selly yang sejenak berhenti dan berswafoto di sana boleh dikata belum membahayakan. Tapi sebenarnya Selly tidak sendiri. Di beberapa titik masih banyak pengendara motor dan mobil yang juga berhenti di tepi ruas jembatan.

Aktivitasnya sama, kebutuhan eksistensi di dunia maya lebih kuat ketimbang mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan.

Menurut Hartono, pengendara mobil yang berhenti, ada baiknya jembatan Dompak dipersolek. Sehingga bukan lagi sekadara sarana penghubung daratan, melainkan dikemas sebagai sebuah destinasi wisata. “Rugi sih kalau duit miliaran yang sudah habis cuma buat dilewatin aja,” kata bapak tiga anak ini.

Di banyak daerah di Indonesia, sambung Hartono, jembatan dijadikan ikon pariwisata. Sebut saja Palembang, Surabaya, Kutai, dan termasuk pula Batam. “Karena itu semestinya dipercantik. Diwarnai, diberi lampu hias yang menarik. Agar orang yang main ke Tanjungpinang singgah ke sini,” ujarnya.

Disinggung soal kebutuhan tempat khusus guan berfoto, Hartono mengangguk lekas. “Harus itu, kan sekarang zamannya eksis di media sosial. Wajib dong tempat khusus buat foto atau selfie,” ucapnya. (aya)