Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 13793

BP Batam akan Ketatkan Pengawasan di Duriangkang

0
Seorang petugas mengecek kandungan bakteri pada air di laboratorium microbiologi milik PT Adhya Tirta Batam (ATB), Mukakuning, Selasa (17/1). Pengecekkan dilakukan setiap hari untuk memenuhi standar dari World Health Organization (WHO) untuk menjamin kualitas air. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – BP Batam meminta seluruh pemangku kebijakan di Batam tak mempolitisir aktivitas ternak babi di kawasan Dam Duriangkang.

“Politisir dalam arti, seperti kasihan rakyat kecil lah, anak sekolahnya, apalah. Padahal, memakai tempat itu saja salah. Kami tidak mau dibenturkan lagi dengan elemen-elemen masyarakat yang mempertahankan itu,” ujar Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam Purba Robert M Sianipar, Selasa (17/1).

Menurutnya ternak liar di lokasi Dam tersebut seringkali muncul kembali, padahal BP Batam bersama tim terpadu kerap melakukan penertiban. Untuk itu, BP Batam berkomitmen untuk sesegera mungkin persoalan ini dituntaskan dan tak membiarkan aktivitas ternak kembali terjadi.

“Sekali turun kami harapkan tuntas. Kami sudah rapat dengan Ditpam dan harus bersihkan, kita bisa lihat sediri pimpinan sekarang, tegas,” paparnya.

Ditanya, apakah pengawasan dari BP Batam dalam hal ini Ditpam, dia mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan kinerja Ditpam BP Batam.

“Kemarin itu… gimana ya, Ditpam perlu ini lagilah supaya lebih baik. Tapi kami tegas kok, apalagi sekarang,” ucapnya.

Namun karena penertiban melibatkan tim terpadu, penertiban masih menunggu keputusan bersama, termasuk soal anggaran.

“Ini memang kesepakatan daerah, kami tak bisa tindak sewenang-wenang (turun sendiri),” ucapnya.

Dia berharap, setelah aktivitas ternak liar di Dam Duriangkang ditertibkan, masyarakat diminta untuk sama-sama menjaga. Seperti tidak merusak pagar atau asilitas pengamanan yang telah disiapkan.

“Mohon jangan dipotong-potong atau dibongkar lagi, itu bisa jadi akses masuk lagi,” harapnya.

Tak hanya itu, karena Dam Duriangkang dekat dengan Kawasan Industri yakni Batamindo Industrial Park dan Panbil ndstrial Estate untuk terus meningkatkan sistem pengolahan limbahnya.

“Sehingga, sebelum dibuang ke saluran dan mengalir ke Dam, bukan air yang toxic atau beracun yang ikut,” harapnya.

Sementara itu, terkait anggapan jika air Dam tercemar oleh aktivitas ternak babi akan haram, Presiden Direktur ATB Benny Andrianto tak ingin berkomentar banyak, namun dia menegaskan air ATB sesuai standar World Health Organisation (WHO).

“Saya tidak terlalu menguasai domain itu (soal haram), tapi dari sisi kualitas semua air yang dikelola ATB memenuhi standar WHO, bersumber dari septic tank sekalipun, air yang sudah didistribusikan dijamin sudah memenuhi standar WHO,” ucapnya. (cr13)

52 Orang Tewas Terkena Bom Salah Sasaran

0
ilustrasi

batampos.co.id – 52 orang tewas dan puluhan korban lainnya terluka saat bom jet milik Angkatan Udara Nigeria salah sasaran.

Sejatinya bom itu diarahkan ke kelompok teroris Boko Haram di perbatasan dekat Kamerun, tapi jatuh di Rann, utara-timur Nigeria.

Presiden Muhammadu Buhari sangat menyayangkan sekali.

“Ini merupakan kesalahan yang militer Nigeria lakukan untuk pertama kalinya dalam sejarah,” tuturnya seperti dikutip dari BBC, Rabu (18/1).

Alexandra Matijevic selaku ketua Palang Merah menuturkan, para korban merasa sedih karena orang dicintai tewas akibat bom salah target. Instansinya mencatat, korban keseluruhan mencapai 200 orang, termasuk di dalamnya anak-anak. (wid/rmol/iil/JPG)

Pegawai Wajib Buat Laporan Evaluasi Kinerja

0

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi menjadi inspektur upacara (irup) dalam Apel 17 Hari Bulan di Halaman Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Kecamatan Teluk Bintan, Selasa (17/1). Apel rutin bulanan ini juga dihadiri Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam, Pelaksana tugas (Plt) Sekda Bintan, Adi Prihantara, asisten I dan II, seluruh staff ahli dan Kepala Organisasi Daerah (OPD), camat, lurah dan staf kepagawaian di lingkungan Pemkab Bintan.

Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan seluruh OPD yang saat ini bekerja di 28 instansi harus mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sesuai yang diamanatkan undang-undang kepegawaian. Apabila ditemukan pegawai yang keluar koridor dalam melaksanakan tupoksi maka akan diberikan sanksi tegas.

“Kita minta honorer maupun pejabat yang baru ditempatkan dalam OPD baru segera bekerja. Cepatlah menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya. Ingat laksanakanlah semuanya sesuai dengan tupoksi masing-masing,” ujarnya.

Penyesuaian diri dalam lingkungan kerja, Kata dia, harus segera dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun semua itu harus didasari dengan semangat baru, semangat membangun daerah serta mengedepankan kebersamaan dan kekompakkan. Tujuannya agar program kerja yang telah direncanakan oleh Pemkab Bintan dalam rentan waktu 2016-2021 bisa berjalan dan tercapai semaksimal mungkin.

Agar program kerja yang direncanakan itu berjalan, lanjutnya, diminta seluruh kepala dinas atau badan mengawasi kinerja bawahannya yang berstatus pegawai maupun tenaga honorer kontrak. Ingatkan kepada mereka untuk membuat seluruh laporan terkait evaluasi kerja selama menjalankan tugas di instansinya masing-masing.

“Kita ingatkan kembali, ada komitmen bersama yang telah sama-sama kita sepakati. Yaitu harus ada laporan evaluasi kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat setiap orang. Itu akan kami lihat secara terus menerus setiap bulannya,” ungkapnya. (ary)

Pernak Pernik Ayam Api Laris Terjual

0
Dirman pedagang pernak pernik imlek di Pasar Penuin menunjukan pernak pernik bergambar ayam api, Senin (16/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Penanggalan Tionghoa, tahun baru Imlek 2568 yang bertepatan dengan tanggal 28 Januari 2017 mendatang merupakan Tahun Ayam Api. Alhasil, pernak-pernik Imlek yang bergambar ayam api, laris terjual.

Salah satu pedagang di Pasar Penuin, Dirman mengatakan dua minggu sebelum imlek, Pernak pernik imlek bergambar ayam api hampir habis terjual.

“Ini saja, 12 hari sebelum imlek tinggal enam buah. Padahal ku ambil 200 buah kemarin,” katanya.

Walau laris, dia mengaku tak ingin lagi memesan, karena biasanya satu minggu setelah imlek sudah jarang lagi yang beli. “Ini saja dulu,” ucap pemilik Toko Badminton Penuin Snack ini.

Seorang pembeli Mei Li mengatakan memang kerap mengoleksi pernak pernik yang mewakili imlek pada tahun yang bersangkutan.

“Ini beli satu yang ayam, kemarin (imlek 2016)beli juga yang monyet,” katanya.

Walau pernak pernik ayam api jadi buruan. Bukan berarti yang lain tak dilirik, seorang warga etnis Tionghoa Fira telah membeli pernak pernik lain.

“Baru beli nanas, koin koin yang digantung juga,” ujarnya. (cr13)

Istri Dapati Suami Remas Dada Anak, Ternyata Sudah …

0

batampos.co.id – RD, 43, tega menggauli anak tirinya, RJ, 14.

Perbuatan pelaku terungkap saat tengah mencabuli korban saat baru selesai mandi.

RJ yang saat ini masih duduk dibangku kelas 2 SMP telah mengalami pencabulan oleh sang Ayah tiri sejak 2015.

Perbuatan  bejat pelaku terungkap  oleh istri warga Dusun Karang Sidemen Desa Dasan Tereng Kecamatan Narmada itu sendiri, Sabtu (14/1) lalu. Saat itu, korban baru selesai mandi dan langsung menuju kamarnya. Istri pelaku yang juga baru selesai mandi masuk ke kamar korban hendak mengambil handuk. Saat itulah ia melihat pelaku tengah memaksa korban melayani nafsu bejatnya. Ia melihat pelaku tengah meremas payudara korban dengan paksa.

“Ibu korban masuk dan kaget mendapati  suaminya sedang melakukan perbuatan tidak senonoh,” ungkap Ipda Eka Dian Pertiwi STK,  Kanit PPA Polres Mataram seperti ditulis Radar Lombok, Rabu (18/1).

Atas kejadian tersebut akhirnya korban  bersama ibunya pergi ke rumah keluarga dan menceritakan perbuatan pelaku. Pelaku pun akhirnya dilaporkan ke polisi. “Setelah menerima laporan, kami langsung menangkap pelaku,  tambahnya.

Dari hasil BAP, diketahui pelaku menggauli anak tirinya beberapa kali sejak  tahun 2015. Pelaku mengintimidasi korban agar tidak menceritakan kasus ini ke siapa-siapa.  “Kasus tersebut terbongkar karena pencabulan itu, sehingga kasus persetubuhan selama ini diketahui juga. Setiap pelakumelakukan persetubuhan, korban diancam,” ungkapnya.

Pelaku   terancam  hukuman 15 tahun penjara.  “Pelaku terancam dengan hukuman 15 tahun penjara,” ungkap  Ipda Eka.(cr-met/nas/JPG)

Tim Penasihat Hukum Jamaris Siapkan 24 Pengacara

0

batampos.co.id – Sidang perdana kepala bidang kependudukan dan catatan sipil di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kota Batam Jamaris, beserta staf-nya Irwanto, dengan status terdakwa digelar di ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Batam, hari ini (18/1/2017).

Persiapan dari kedua terdakwa dalam perkara pungutan liar (pungli) pengurusan dokumen Disduk Capil yang terungkap saat operasi tangkap tangan (OTT) Oktober 2016 lalu itu, memang tidak tanggung-tanggung. Pasalnya, penasihat hukum (PH) yang disiapkan untuk mendampingi kedua terdakwa dipersidangan mencapai 24 pengacara. Hal ini diungkapkan ketua tim PH Jamaris dan Irwanto, Beni Zairaltha, kemarin.

Ia mengatakan, dengan tim pembela tersebut dipersiapkan untuk meyakinkan publik di persidangan bahwa, klien-nya (terdakwa) tidak melakukan kesalahan sebagaimana pasal yang ditujukan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

“Itu tidak hanya dari Batam saja, tetapi juga dari Jakarta dan Pekanbaru,” ujarnya.

Namun Beni menegaskan, di sidang perdana nanti pihaknya hanya mendatangkan tujuh pengacara saja.

“Karena ini masih sidang awal. Kita masih melihat dulu bagaimana isi dakwaan dari JPU itu,” jelasnya.

Sementara JPU Yogi Nugraha yang menangani perkara kedua terdakwa mengungkapkan, agenda persidangan perdana ini hanya untuk membacakan dakwaan saja.

“Kami belum menghadirkan saksi-saksi,” sebut Yogi.

Menurutnya, dari dakwaan itu kemungkinan akan ditanggapi oleh pihak PH terdakwa dalam bentuk eksepsi.

“Kita harus memberikan kesempatan itu kepada pihak terdakwa,” terangnya.

Sidang tersebut akan dipimpin langsung Ketua PN Batam Edward Harris Sinaga, didampingi Hakim Anggota Endi dan Egi Novita.(cr15)

SCADA ATB Batam Terbaik Se-Indonesia

0
Puluhan direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) se-Indonesia berkunjung ke ruang kendali teknologi Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) dan Geographic Information System (GIS) milik PT Adhya Tirta Batam (ATB), Mukakuning, Selasa (17/1). Teknologi tersebut digunakan untuk mengoptimalkan tiga hal yaitu pengawasan kebocoran, produksi dan distribusi air di Batam. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

Selasa (17/1), puluhan Pimpinan dan Perwakilan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Air Minum di Indonesia (PERPAMSI) berkunjung ke PT Adhya Tirta Batam (ATB).

Kunjungan tersebut, sengaja dilakukan guna melihat secara langsung pengoperasian teknologi Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) & Geographic Information System (GIS) yang ada di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mukakuning, Batam.

Hadir pada kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif PERPAMSI, Ashari Mardiono, President Director PT. Adhya Tirta Batam (ATB) Ir. Benny Andrianto, MM, beserta jajaran Managemen ATB dan tamu undangan.

Sistem yang sudah dibangun sejak tahun 2011 ini, merupakan sistem unggulan yang dikembangkan oleh karyawan ATB secara langsung. Bahkan keunggulannya sudah melebihi beberapa perusahaan air yang juga menggunakan sistem seperti ini.

“Untuk saat ini, sistem SCADA dan GIS yang ada di ATB sudah terintegrasi dan terbilang lebih baik dari perusahaan air di Indonesia. Diantaranya Jakarta, Banjarmasin dan Malang,” terang Corporate Communication Manager ATB Enriqo Moreno.

Mengingat, SCADA di Malang dan Banjarmasin belum dioptimalkan dengan terintegrasi. PDAM Malang hanya menggunakan SCADA untuk Distribusi saja. Sedangkan PDAM Banjarmasin menggunakan SCADA untuk produksi. Begitu juga PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) untuk bagian produksi.

Sementara PT Adhya Tirta Batam , tambah Enriqo, menggunakan sistim SCADA dan GIS tersebut dioptimalkan untuk tiga hal. Yakni Pengawasan Kebocoran, Produksi dan Distribusi.

“Jadi, sementara ini ATB masih lebih baik dalam hal pengoptimalisasi sistem SCADA dan GIS ini. Bahkan untuk beberapa negara di Luar Negeri, ATB masih lebih baik. Diantaranya Kota Manila, Philipina yang masih fokus pada Produksi,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Sistem GIS dibangun oleh ATB sejak tahun 2011. Seiring berjalannya waktu, sistem ini mengalami perkembangan fungsi dan keunggulan untuk mendukung produktifitas dan efisiensi terutama dalam hal penurunan jumlah kebocoran.

Selain itu, GIS juga berguna untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, mulai dari GIS Pelanggan, GIS Sambung baru, GIS Pencatatan meter dan GIS meter services untuk pemasangan meter air baru maupun penggantian.

Ia menambahkan, setelah menggunakan beragam teknologi pendukung, kebocoran air ATB terus menurun. Dan kini, tingkat kebocoran ATB paling rendah bila dibandingkan dengan PDAM besar lain di Indonesia.

“Pada Mei 2016 lalu, tingkat kebocoran air ATB bahkan sempat mencapai 11,90 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dari rata-rata tingkat kebocoran air nasional yang masih diangka 33-34 persen,” jelasnya.

Pengoperasian teknologi SCADA tersebut, terintegrasi dengan GIS dan terbilang sangat penting guna memantau, mengontrol, maupun melakukan otomasi peralatan operasional, baik dalam pengelolaan maupun distribusi air kepada pelanggan.

Dengan sistem ini, debit air, pressure/flow, kapasitas, hingga kualitas air dalam proses produksi yang dibutuhkan untuk disalurkan ke pelanggan dapat dimonitor dan dikontrol secara remote dalam satu tempat.

Hal ini memberikan efesiensi yang dibutuhkan ATB dalam pengelolaan sistem produksi dan distribusi air dalam mengoptimalkan suplai kepada pelanggan. (*)

29 Kades Dilantik Serentak

0

batampos.co.id – Sebanyak 29 Kepala Desa di Natuna yang terpilih dalam Pemilu Kepala Desa bulan November 2016 lalu dilantik serentak oleh Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal di gedung Sri Serindit Ranai, Selasa (17/1).

Pengambilan sumpah dan pelantikan 29 Kepala Desa yang sekaligus pelantikan tim penggerak pèmberdayaan PKK Kecamatan tersebut Hamid menegaskan, agar 29 Kades terpilih menjalankan amanah memajukan Desa dan mensejahterakan masyarakat.

“Kades terpilih yang sudah disumpàh dan dilantik, saatnya menyatukan kembali terpecahnya masyarakat setelah pesta demokrasi Pilkades selesai. Mulailah pembenahan sosial, sama-sama membangun Desa,” pesan Hamid.

Pemerintah Daerah sambungnya, memberikan apresiasi kepada seluruh unsur baik masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkades yang demokratis, berjalan aman dan lancar.

“Pelantikan serentak ini bukan untuk menjauhkan Kades dari masyarakat, namun implementasi dari aturan terkait Pilkades serentak. Pelantikan juga harus serentak.

Hamid mengatakan, jabatan Kepala Desa saat ini jauh berbeda dari dahulunya. Desa kini menjadi perhatian penuh Pemerintah Pusat dan Daerah, sesuai Nawacita Presiden Joko Widodo. Desa kini mengelola anggaran miliaran rupiah yang dikucurkan Pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Hamid, menjadi seorang Kades saat ini sangat sulit. Dulu anggarannya kecil, kini sudah miliaran rupiah. Anggaran dikucurkan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan Desa dan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi Kades sekarang sulit. Anggaran satu rupiah pun harus dipertanggung jawabkan. Seandainya ada kurang jelas, tanyakan ke Dinas dan Badan teknis pengelola keuangan daerah,” ujar Hamid.(arn)

Oxley Convention Center Pameran di TCC Mall

0
Oxley Convention Center Pameran di TCC. foto: Cipi Cikandina/batampos.

batampos.co.id – Oxley Convention Center melalui Joy Property menggelar pameran di Tanjungpinang City Center (TCC) Mall selama satu bulan sejak 13 Januari hingga 12 Februari mendatang.

Dalam pameran ini Oxley menghadirkan market miniatur yang dipajang sehingga semua masyarakat Tanjungpinang bisa lebih jelas melihat jenis property beserta konsepnya yang dibangun di Batam ini.

Direktur Joy Property, Julianto mengatakan Oxley Holdings Limited merupakan developer Singapura yang telah go public dan sahamnya terjual secara terbuka di Singapura. Oxley Singapura telah membangun banyak gedung tinggi diberbagai negara seperti di Inggris, Irlandia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, dan Singapura.

“Di Indonesia ini adalah pilot project pertama. Kami bangga Batam dipilih sebagai proyek pertama Oxley International. Ini karena Batam memiliki potensi besar untuk pengembangan property karena letaknya yang strategis dengan Singapura dan Malaysia,” ujar Julianto.

Dikatakan Juliato, developer asal Singapura ini hadir di kawasan Batam Center yang terintegrasi lengkap dengan pusat konvensi kelas dunia, menara bisnis, hotel eksklusif, retail, dan kuliner.

Julianto berharap, hunian mewah dengan tiga menara setinggi 32 lantai ini dapat membangkitkan perekonomian Indonesia khususnya Batam.

“Oxley Convention City menghadirkan 5 tower diatas tanah seluas dua hektare,” kata Julianto.

Dijelaskan Julianto, pihaknya menawarkan tiga tower untuk hunian mewah atau apartemen yang terdiri dari 32 lantai dengan total 624 unit hunian untuk tower A, tower B sebanyak 569 unit, dan tower C sebanyak 442 unit, sehingga total keseluruhan sebanyak 1.635 unit apartemen.

“Ada 5 pilihan tipe, yaitu tipe studio, one bedroom, two bedroom, three bedroom, dan pent house. Selain itu, kami juga menawarkan sekitar 130 unit ruko dengan berbagai tipe. Oxley juga membangun 1 tower hotel dengan 520 kamar dan 1 tower Office dengan 320 unit. Termasuk shopping center dan convention center yang terintegrasi dalam 1 area,” jelasnya.

Oxley Convention City dekat dengan fasilitas umum seperti bank, mega mall, pelabuhan feri Internasional, dan pusat pemerintahan.

“Untuk tahap awal sekitar 800 unit apartemen dan sudah terjual sekitar 45 persen. Untuk lebih jelasnya silahkan datang ke TCC Mall atau kantor kami di Pelita Batam,” ungkapnya. (cca)

Warga Air Bini Ingin Pendidikan Paket C

0

batampos.co.id – Sejumlah remaja yang ada di desa Air Bini kecamatan Siantan Selatan menginginkan agar di desa mereka diadakan lagi kegiatan kejar pakat C atau sederajat dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Pasalnya masih banyak pemuda di desa tersebut belum mengenyam pendidikan yang memadai.

Salah seorang remaja putri asal Air Bini Liawati, mengatakan jika saat ini dirinya dan belasan remaja desa Air Bini ingin merasakan pendidikan setingkat SLTA. “Masih banyak pak bupati, ada sekitar belasan remaja yang ingin ikut kejar paket C,” ungkap Liawati ketika ramah tamah dengan Bupati kepulauan Anambas Abdul Haris dan sejumlah Kepala SKPD hingga instansi vertical di aula kantor Camat Siantan Selatan Selasa (17/1).

Gadis yang kerap disapa Lia, itu mengaku sangat membutuhkan ijazah setingkat SLTA meski hanya dari paket C. “Saya butuh ijazah itu, meski hanya ijazah paket C, kita juga ingin melanjutkan sekolah,” ungkapnya lagi.

Diakuinya memang pernah ada kejar paket C, namun itu di desa lain. Kalau di desa Air Bini belum pernah ada. “Kemarin ada tapi di kecamatan Siantan Timur, jadi kalau kita ikut kesana terlalu jauh,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kepulauan Anambas Andi Agrial, belum dapat menjelaskan secara gamblang pasalnya pihaknya baru bertugas sekitar dua minggu. Namun dirinya akan tetap mencari jalan keluar mengenai masalah tersebut.

“Untuk kejar paket C ini sekarang sudah tidak ada karena di pemerintah daerah sekarang ini tidak ada bidang Pendidikan Menengah dan Tinggu (Dikmenti). Jadi kita akan pelajari dulu,” jelas Andi kepada Lia dan masyarakat lainnya.

Sementara itu Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengatakan jika di Anambas saat ini yang ada hanya kejar paket A dan B. Sementara itu untuk kejar paket C itu sekarang sudah merupakan wewenang Provinsi.

Namun demikian dirinya memerintahkan kepada Andi Agrial untuk berkoordinasi langsung dengan pemerintah Privinsi. “Kepada Kepala Dinas Pendidikan agar berkoordinasi kepada pemprov, tanyakan masalah paket ini, apakah boleh diadakan di daerah atau tidak,” ungkap Haris kepada Andi. (sya)