Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13797

Singkep Barat Juara STQ Lingga ke VII

0
Para juara STQ Lingga foto bersama usai menerima hadiah berupa bonus uang tunai dan paket umrah. F. Hasbi/batampos.

batampos.co.id – Kecamatan Singkep Barat raih gelar juara umum Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Lingga ke VII. Disusul dengan Kecamatan Singkep pada posisi dua, dan Kecamatan Lingga yang menjadi tuan rumah pada posisi ke tiga.

Kegiatan berlangsung selama 6 hari, di lapangan kantor Bupati Lingga di Daik ditutup meriah. Ribuan warga ikut hadir menyaksikan malam puncak kegiatan, Sabtu (25/3) malam.

Wakil Bupati Lingga sekaligus ketua LPTQ STQ ke VII, Muhammad Nizar menyerahkan tropfi juara umum kepada Camat Singkep Barat, Recky Sarman Timur.

“Selamat kepada Kecamatan Singkep Barat sebagai juara umum STQ Kabupaten Lingga kali ini. Dari berlangsungnya lomba, saya sudah merasa, Singkep Barat juara. Ternyata benar,” kata Nizar saat penutupan STQ.

Pembinaan agama yang dilakukan di Singkep Barat, kata Nizar pantas membuat kecamatan tersebut menjuari lomba tingkat Kabupaten ini.

“Karena kita tahu bahwa pembinaan agama di wilayah Singkep Barat ini luar biasa, pembinaan dan regenerasinya juga sangat baik,” ungkapnya.

Namun ia juga menyayangkan, persoalan-persoalan tentang anak juga cukup banyak di wilayah ini. Oleh karena itu, lanjut Nizar, dibutuhkan sinergitas semua pihak terkait, untuk bersama-sama melakukan upaya menekan angka kasus anak.

“Kami puya harapan, masalah anak ini bisa diturunkan, khususnya di Singkep Barat,” tuturnya. (mhb)

Mesin Pembangkit Terbakar, Listrik Padam Lagi

0
Petugas lapangan PLN dan warga berusaha memadamkan api yang membakar mesin pembangkit di PLTD Natuna, Minggu (26/3).

batampos.co.id – Satu unit mesin sewa PLN PLTD Natuna terbakar.terbakar sekitar pukul 02.45 WIB, Minggu (26/3) dini hari.

Akibat kebakaran mesin tersebut, listrik PLN diwilayah Ranai dan sekitarnya padam total. Dua unit monil pemadam Pemkab Natuna dikerahkan padamkan kebakaran. Beruntung tanki BBM yang didekat tidak ikut meledak.

Pihak PLN Natuna memastikan, mesin yang terbakar merupakan mesin unit VI yang disewa PLN PLTD Natuna dari PT Bima Golden Powerindo (BGP) .

Manajer PLN Rayon Natuna, Hasdedy mengaku kebakaran tidak menyebabkan kondisi fatal.

“Saat ini kami masih mencari tahu penyebabnya. Listrik sengaja dimatikan karena mesin itu dekat dengan (bungker) solar,” jelasnya.

Saat terjadi kebakaran sebut Hasdedy, petugas piket langsung memberitahukan ke pemadam kebakaran. (arn)

Disidk Gelar O2SN, Asah Kemampuan Olahraga Siswa

0
Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim saat membuka O2SN di Lapangan sepak bola Teluk Air, Senin. F. Tri/batampos.

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Karimun, belum lama ini menyelenggarakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (20/3). Olimpiade dibuka langsung oleh Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim di lapangan sepakbola Teluk Air.

Bagi pelajar yang terpilih, nantinya bisa menjadi perwakilan dari Kabupaten Karimun untuk ikut O2SN tingkat Provinsi Kepri. Karimun selama ini selalu berhasil menyabet juara minimal masuk dalam tiga besar.

“O2SN ini bisa dimanfaatkan untuk menyalurkan bakat para pelajar terhadap olahraga. Sehingga, bisa mencegah pengaruhnya negatif seperti narkoba dan sebagainya. Serta sekaligus untuk mencari bibit-bibit olahragawan muda yang handal ditingkat pelajar,” ujar Anwa Hasyim.

Sementara ketua panitia O2SN, Kasi Peserta Didik dan Pendidikan Karakter Sawirdi menyampaikan, untuk peserta O2SN kali ini dipertandingkan Cabor lima diantaranya atletik, pencak silat, karate, renang dan bulu tangkis dengan peserta 260 pelajar utusan dari UPTD Disdik Karimun dari lima Kecamatan di Kabupaten Karimun. Diantaranya, UPTD Kecamatan Karimun 35 peserta, Meral 35, Kundur 35, Kundur Utara 35 dan Moro 35.

Sedangka tingkat SMP UPTD Kecamatan Karimun 17 peserta, Meral 17, Kundur 17, Kundur Utara 17 kemudian Moro 17. (tri)

Banyak Anak Yatim Nunggak Bulanan Sekolah

0

batampos.co.id – Ada banyak anak yatim di kota Batam. Beberapa di antaranya ada yang tinggal di sejumlah panti asuhan agar kebutuhan sehari-hari bisa tertutupi. Sebagian yang lain, masih bertahan dengan keluarga. Tapi nasibnya sama: mereka punya kebutuhan rutin bulanan untuk dapat sekolah. Dari sejumlah data yang didapatkan, banyak di antara anak yatim yang masih menunggak biaya bulanan sekolah mereka. Utamanya mereka yang tinggal bersama keluarga dan bukan di panti asuhan.

Hal ini yang lantas menjadi perhatian Yayasan Yatim Mandiri Kota Batam. Pada perayaan ulang tahun ke 23, mereka menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim non panti asuhan yang ada di Batam.

“Kegiatan ini juga kami sejalankan dengan baksos,” kata Irham, staf program Yayasan Yatim Mandiri, di Kantor Camat Batam Kota, Minggu (26/3).

Agar donasi yang disalurkan tidak salah sasaran, Yayasan Yatim Mandiri, kata Irham, sudah melakukan verifikasi anak yatim yang ada di kecamatan Batam Kota. Pendataan dan verifikasi ini dilaksanakan dari tingkat RT agar benar-benar dapat memetakan kondisi anak yatim yang benar-benar membutuhkan. Hal ini perlu dilakukan pula agar ada pemerataan bantuan sehingga tidak terjadi monopoli satu pihak saja.

Kebutuhan anak yatim non panti asuhan berdasarkan proses verifikasi tersebut, kata Irham, masih seputar penunggakan biaya sekolah.

“Beberapa telah kami lunaskan tunggakannya. Namun hanya semampu kami dan masih banyak anak-anak dengan kondisi yang sama,” ujar dia.

Dengan mengarahkan perhatian kepada anak-anak yatim non panti, Irham menuturkan harapannya kepada masyarakat luas untuk bersama dapat menjangkau dan membantu meringankan kebutuhan lain anak yatim di Kota Batam yang, tak ditampiknya, masih cukup tinggi.

“Kami hanya fasilitator dari kepedulian para donatur kami,” kata Irham.

Pada bakti sosial kemarin, Yayasan Yatim Mandiri juga turut menggelar layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Batam Kota. Mulai dari pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, khitan gratis, dan juga bantuan peningkatan gizi berupa sembako kepada 166 anak yatim dan juga kepada orang-orang difabel dan lanjut usia. (aya)

Proyek SPAM Hasilkan Air Bersih 10 Liter Per-Detik Diresmikan

0

batampos.co.id – Setelah sempat terbegkalai selama tiga tahun, akhirnya proyek sistem pengolahan air minum (SPAM) ibu kota kecamatan (IKK) Kundur Barat (Kuba) diresmikan bupati Karimun Aunur Rafiq Jumat 24/3.

Peresmian SPAM tersebut dilakukan setelah pemerintah kabupaten Karimun membangun jaringan pipanisasi 400 dari 800 (5.000 ) jiwa di kelurahan Sawang. Pemkab Karimun terlambat membangun jaringan pipanisasi ke 800 rumah atau 5.000 jiwa disebabkan defisit keuangan pemerintah Karimun sebelumnya. Namun sekarang sudah teralisasi 400 rumah jaringan pipanisasi.

“Kita harapkan pada tahun depan dapat dilanjutkan kekurangan 400 rumah sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih,” ujar Rafiq.

Saat ini SPAM di Kundur Barat mampu menghasilkanatau mengalirkan air bersih sebanyak 10 liter per-detik. Ke depanya Aunur berharap SPAM mampu meningkatkan lagi menjadi 50 liter per detik.

Proyek SPAM IKK Kundur Barat dibangun bersumber dari APBN tahun 2014 menelan anggaran Rp 7 miliar. Bahkan proyeknya sudah selesai dikerjakan tiga tahun lalu. Mangkraknya proyek SPAM IKK Kundur Barat disebabkan lambanya pemerintah Karimun membangun jaringan pipanisasi sebanyak 800 rumah.

Mangkraknya proyek SPAM sempat menarik perhatian kejaksaan negeri Karimun di Tanjungbatu untuk melakukan penyidikan. Hasilnya tidak ditemukan meruigak negara dan melanggar hukum, belum dioperasikan proyek SPAM tersebut murni kesalahan pemerintah kabupaten Karimun yang sejak awal sudah komitmen akan membangun jaringan pipanisasi ke 800 unit rumah. Namun setelah proyek selesai dikerjakan Pemda Karimun tidak kunjung membangun jaringan instalasi pipanisasi ke rumah warga dengan alasan defisit anggaran sehingga proyek SPAM tidak berfungsi. (ims)

Rp 185 M Duit Transaksi Pelabuhan di Batam Menguap

0

batampos.co.id – Duit transaksi pelabuhan Batuampar dan Sekupang yang semestinya masuk ke kas negara (Penerimaan Negara Bukan Pajak/PNBP), diduga menguap. Jumlahnya cukup fantastis yakni ratusan miliar Rupiah. Uang sebanyak itu ternyata tidak masuk ke kas negara.

”Dari hasil audit, ditemukan ada puluhan ribu transaksi yang uangnya tidak masuk ke kas negara,” ungkap Nasrul Amri Latif, staf Ahli Deputi III Badan Pengusahaan (BP) Batam, saat ditemui di Bida Marketing BP Batam, Kamis (23/3/2017) pekan lalu.

Nasrul kemudian menyebutkan, dari jasa labuh kapal dan jasa tambat kapal saja, BP menderita kerugian Rp 185 miliar dalam kurun waktu 2013-2015. Kerugian itu belum termasuk jasa-jasa lainnya dan belum dihitung mundur sebelum 2013.

”Jika tahunnya mundur ke belakang, jumlah kerugian sudah tak bisa dihitung lagi, mungkin bisa triliunan,” ungkapnya.

Kerugian Rp 185 miliar ini berasal dari 14.370 transaksi. Rinciannya; tahun 2013 ada 13.378 transaksi, tahun 2014 ada 508 transaksi, dan tahun 2015 ada 484 transaksi.

Nasrul menceritakan kerugian tersebut karena manajemen lama tidak tertata dengan baik, permainan oknum, dan kelemahan dari Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 15, 16, dan 17 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Tarif Jasa Kepelabuhanan di Lingkungan Pelabuhan Batam.

Persoalan awal memang timbul dari regulasi. Pada Perka terdapat salah satu peraturan yang berbunyi: ”pembayaran nota pelayanan kepelabuhanan harus dilakukan selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak tanggal nota terbit pada bank mitra yang ditunjuk.”
Celah ini digunakan banyak kapal kabur tanpa membayar jasa pelabuhan. Oknum pelabuhan dan oknum agen-agen kapal menjadi aktor utama. Bisa jadi dibayarkan kemudian, namun tidak dimasukkan ke kas negara dengan alasan kapal kabur.

Modus keduanya adalah bekerjasama untuk tidak memasukkan catatan kegiatan kapal selama berlabuh di pelabuhan Batam ke dalam sistem BP Batam. Apalagi pada saat tersebut, sistem pengelolaan tarif masih dikelola secara manual.

Pada umumnya kapal datang ke Batam untuk melakukan berbagai kegiatan. Ada kapal yang melakukan kegiatan niaga. Kapal-kapal ini datang untuk melakukan kegiatan bongkar muat kargo berupa barang, penumpang dan hewan.

Setelah itu, ada kapal yang tidak melakukan kegiatan niaga. Kapal ini datang hanya untuk melakukan kegiatan bunker, mengambil perbekalan serta keperluan lain yang digunakan dalam melanjutkan perjalanannya, menambah atau mengganti anak buah kapal (ABK), mencari pertolongan medis, mencari pertolongan untuk musibah seperti kebakaran, tank cleaning serta pembasmian hama (fumigasi).

Selanjutnya adalah kapal lay-up (parkir), yakni kapal yang berlabuh di tempat yang ditetapkan sebagai area lay-up sesuai peraturan perundang-undangan dan tidak dipergunakan dalam kegiatan kargo atau penumpang.

Kapal yang datang untuk berniaga banyak melakukan kegiatan. Setiap kegiatan di pelabuhan beserta tarifnya memiliki nota masing-masing. Tarif dihitung sejak kapal tersebut berlabuh atau dikenal dengan tarif jasa labuh.

Jika mengacu pada Perka tahun 2012, maka nilainya adalah 0.082 dolar Amerika per Gross Tonase (GT) per kunjungan untuk kapal berbendera asing, dan Rp 48 per GT per kunjungan untuk kapal dalam negeri.

Setelah itu, maka kapal akan dikenakan tarif jasa tambat. Berbeda dengan tarif labuh yang menggunakan jumlah kunjungan untuk menghitung tarif, maka tarif jasa tambat menggunakan jumlah etmal untuk menghitung tarif. Etmal adalah istilah untuk lamanya sebuah kapal bersandar di dermaga. Satu etmal berarti 24 jam.

Tarif jasa tambat tergantung dari jenis tambatan tempat kapal berlabuh. Ada perbedaan tarif antara tambatan dermaga dengan tambatan breasting dan tambatan pinggiran.

Pada umumnya di Batam masih menggunakan tambatan dermaga. Maka berdasarkan Perka yang lama, tarif untuk kapal berbendera asing adalah 0.088 dolar Amerika per GT per etmal.

”Kalau kapal dalam negeri hanya dikenakan tarif Rp 39 per GT per etmal,” ujar Nasrul.

Setelah itu, kapal yang berniaga akan melakukan kegiatan bongkar muat. Jika menurunkan peti kemas atau kontainer dengan ukuran di atas 20 kaki, maka akan dikenakan tarif Rp 20.475 per box untuk peti kemas kosong dan Rp 40.300 per box untuk peti kemas yang ada isinya.

Sedangkan untuk barang yang bukan dalam kemasan dikenakan tarif Rp 895 per ton per meter kubik, dan Rp 715 per ton per meter kubik untuk barang dalam kemasan. Selain itu, jika pemilik kapal ingin menginapkan barangnya di pelabuhan atau dalam istilah pelabuhan adalah penumpukan, maka akan dikenakan tarif jasa penumpukan.

Contohnya jika ingin menumpukkan peti kemas dengan ukuran di atas 40 kaki maka dikenakan tarif Rp 9.000 per unit per hari untuk peti kosong, dan Rp 18 ribu per unit per hari untuk yang ada isi. Kemudian jika menggunakan sarana dan prasarana milik pelabuhan ataupun milik dari perusahaan yang menyewakan sarana alat bongkar muat, maka akan dikenakan tarif jasa penggunaan sarana dan prasarana.

Jika pemilik kapal ingin menggunakan sarana pelabuhan berupa forklift dengan berat lebih dari 10 ton maka dikenakan biaya Rp 35 ribu per unit per jam. Jika menggunakan sarana milik perusahaan penyewa sarana alat bongkar muat maka dikenakan tarif sebesar 20 persen dari tarif jasa penggunaan sarana dan prasarana.

Di luar dari kepentingan niaga di pelabuhan, ada juga tarif untuk pelayanan air, tarif penundaan kapal, tarif pandu dan tarif-tarif lainnya. Sehingga 14.370 transaksi yang tidak masuk ke kas negara adalah berdasarkan 14.370 nota transaksi dari kegiatan-kegiatan bongkar muat dan kegiatan-kegiatan kapal yang melabuhkan jangkarnya di Batam.

Nasrul kemudian mengungkapkan modus lainnya yang ditemukan pada masa dua bulan awal manajemen baru BP Batam, yakni kapal yang teregistrasi tidak sama dengan jumlah Surat Izin Berlayar (SIB) yang diterbikan syahbandar BP Batam untuk tahun 2011-2013.

Nasrul kemudian mengungkapkan ada tujuh persoalan utama di pelabuhan. Antara lain hampir seluruh proses bisnis di kantor pelabuhan dilakukan secara manual.

Kemudian hampir semua kapal menggunakan jasa agen untuk mengurus kapalnya ketika bersandar di Batam. Lalu, selama ini kantor pelabuhan tidak mewajibkan para agen kapal untuk menaruh deposit guna menjamin pembayaran atas jasa-jasa yang diterima oleh kapal-kapal.

Setelah itu, proses penerbitan tidak terintegrasi. Kemudian sistem pengelolaan proses bisnis juga tidak terintegrasi dengan baik. Lalu, tidak adanya fasilitas radar pemantau. Terakhir permainan oknum dimana banyak kapal yang sudah berlayar keluar Batam, namun Pernyataan Umum Kapal (PUK) belum diterbitkan.

”Hal tersebut dapat diidentifikasi dari jumlah PUK yang bersandar di pelabuhan BP Batam hanya 30 persen dari jumlah SIB,” kata Nasrul.

PUK adalah pernyataan dari pemilik kapal kepada pejabat berwenang di pelabuhan bahwa mereka akan berlabuh dan melakukan kegiatan. Setelah itu, bagi kapal yang tidak memiliki perusahaan cabang di kota tempat berlabuh maka akan menyewa jasa perusahaan agen kapal untuk mengurus segala keperluan kapal di tempat tujuan.

Agen kapal tersebut yang akan mengisi formulir PUK di pelabuhan dengan melampirkan data-data umum rencana kegiatan kapal dan dokumen-dokumen seperti tipe kapal, kebangsaan kapal, Certificate of Registry Number, IMO Number dan lainnya. Setelah selesai melakukan kegiatan di pelabuhan, maka kapal akan mendapatkan SIB dari syahbandar agar bisa melanjutkan perjalanannya.
Di bagian inilah, oknum pelabuhan dan oknum agen ”bermain”. Makanya tidak heran banyak kerugian terjadi karena uang dari kegiatan kapal di pelabuhan tidak masuk ke kas negara.

Hal ini terjadi karena nota kegiatan kapal tak dimasukkan ke dalam sistem BP Batam oleh oknum pelabuhan yang bekerjasama dengan oknum agen kapal. Permainan manipulasi data ini berjalan lancar, bahkan SIB malah keluar sehingga kapal bisa pergi.

Selain itu, sebagian besar pemilik kapal juga ikut ”bermain”, sehingga tidak heran jumlah PUK tidak sama dengan jumlah SIB karena banyak kapal yang masuk secara diam-diam. Tujuan utamanya adalah untuk memarkirkan kapalnya atau lay up.

Pada 2014 hingga 2015, ketidakserasian data tersebut meningkat hingga 40 persen dari data yang tercatat di Kantor Pelabuhan BP Batam.

Dari data yang tidak serasi antara PUK dan jumlah SIB tersebut, maka bisa disimpulkan BP Batam mengalami banyak kerugian. BP Batam kemudian memperlihatkan data dari salah satu transaksi yang belum diselesaikan oleh salah satu agen selama periode 2011 hingga 2015.

Ternyata kerugian negara dari seorang oknum agen saja nilainya fantastis. Mencapai Rp 7 miliar. Bahkan sejak tahun 2011 saja tidak ada nota untuk Pelayanan Jasa Kapal (PJK) yang masuk ke kas negara.

”Berdasarkan kondisi ini maka kami mendorong untuk melakukan perubahan tata kelola pelabuhan laut BP Batam. Salah satu agenda utamanya adalah mengintegrasikan sistem operasi, keuangan, dan syahbandar,” jelasnya.

Lalu upaya apa yang dilakukan BP Batam untuk mengatasi kebocoran kas negara ini? Langkah pertama adalah melakukan pembenahan internal dengan memutasi dua pejabat eselon 3 di Kantor Pelabuhan BP Batam.

Kemudian untuk memastikan tidak ada lagi manipulasi data, BP Batam akan menggunakan sistem untuk memantau kapal lewat piranti satelit. Menerapkan deposit sebesar 125 persen untuk perkiraan biaya labuh kapal. Lalu implementasi sistem host to host dan revitalisasi Pelabuhan Sekupang dan Punggur.

Setelah itu, atas permintaan dari manajemen baru BP Batam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah diundang untuk menyelidiki korupsi di pelabuhan. Tim KPK sudah berada di Batam sejak Desember 2016 lalu.

”Namun saya tidak tahu apa saja yang sudah dilakukan KPK,” tambah Nasrul.

Mantan dosen Universitas Trisaksti ini mengaku BP Batam menyerahkan sepenuhnya kepada KPK untuk menyeret pihak yang terlibat, baik dari internal BP Batam maupun pihak ketiga, termasuk sejumlah agen-agen kapal pengguna jasa pelabuhan. Apalagi jika agen tersebut ketahuan nantinya sengaja tidak membayarkan jasa-jasa kapal yang telah diberikan pemilik kapal.

Sebelumnya, Kepala BP Batam Hantanto Reksodipoetro di Forum Diskusi Batam Pos 16 Maret lalu menegaskan siapapun yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi di pelabuhan kargo Batam akan diusut.

“KPK sudah bekerja selama empat bulan,” ujar Hatanto saat itu.

Hatanto menegaskan, KPK turun tangan karena memang penyimpangan dalam pengelolaan pelabuhan kargo di Batam sangat banyak. Saat itu Hatanto belum bisa memastikan angka persis kerugian negara. Ia hanya menyebut nilainya ratusan miliar.

Kondisi ini juga yang membuat pelabuhan kargo Batuampar tidak bisa berkembang. Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pelabuha selama ini sangat kecil, sementara potensinya besar.
Di tempat yang berbeda, Sekretaris II Indonesia National Shipowners Association (INSA) Batam, Osman Hasyim membenarkan sejumlah modus permainan oknum yang menyebabkan kerugian negara dari jasa pengelolaan pelabuhan di Batam.

”Ini permainan antara oknum. Pemilik kapal sudah kasih duit ke agen. Dikasih ke oknum pelabuhan, namun tak dicatat,” kata Nasrul.

”Saat ini, ketika manajemen BP Batam menagih, pemilik kapal tak tahu sehingga jadi masalah si agen sekarang,” jelasnya.

Kemudian ada lagi modus permainan lewat manipulasi data bobot kapal atau GT.

”Misal ada kapal GT 10.000, tetapi di PUK dibikin 5000. Duit yang masuk ke kas menjadi setengah, sedangkan setengah lagi ditilap oleh oknum,” katanya.

Dan terakhir ada agen kapal yang tidak melaporkan kapal masuk ke kantor pelabuhan. Kapal ini diduga akan melakukan lay up atau memarkirkan kapalnya selama bertahun-tahun tanpa sepengetahuan BP Batam.”Ini masih terjadi hingga saat ini,” imbuhnya.

Osman meminta agar kejadian ini jangan sampai terulang lagi, BP Batam harus mau bersinergi dengan asosiasi pengusaha pelayaran karena pada dasarnya para pengusaha ini yang lebih memahami seluk beluk pelabuhan.

”Buatlah sebuah database online terpadu dimana kapal harus registrasi dahulu sebelum masuk pelabuhan. Jika tak terdaftar maka kapal yang mencoba masuk tapi belum terdaftar bisa ditolak,” ujarnya.

Sedangkan untuk persoalan tagihan, BP Batam bisa menerapkan sistem dimana jika pemilik kapal belum membayar maka SIB tak bisa keluar.

”Yang tahu kapal masuk itu adalah radio kontrol milik syahbandar. Satker-satker itu juga ikut bermain. Jadi langkah terpenting adalah harmonisasi dan pembenahan,” katanya. (leo)

Penjualan Rokok Tidak Ada Kontribusi untuk PAD

0
Petugas mengamankan rokok tanpa cukai di Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, Jumat (24/3). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengaku peredaran rokok di kawasan Tanjungpinang tidak memberikan kontribusi sedikitpun kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga jenis-jenis rokok yang ditetapkan diedarkan di Tanjungpinang dijual ke luar daerah atau keluar dari Kawasan Free Trade Zone (FTZ).

“Sebenarnya peredaran rokok gak ada manfaatnya bagi daerah. Namun dikarenakan isu peredaran rokok ilegal kian melejit, semua pihak harus menindaklanjutinya,” ujar Lis, ketika diwawancarai, kemarin.

Isu permasalahan predaran rokok di luar kawasan FTZ, kata Lis, harus segera ditangani Pemprov Kepri. Sebab fakta di lapangan kabupaten/kota yang memiliki Kawasan FTZ tak dapat menikmati kontribusi peredaran rokok tersebut. Baik itu Tanjungpinang, Bintan, Batam dan Karimun.

Agar daerah yang memiliki Kawasan FTZ dapat menikmati kontribusinya, lanjut Lis, diharapkan kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun segera merespon permasalahan tersebut. Caranya dengan bersama kabupaten/kota lainnya mengusulkan pajak khusus peredaran rokok kepada Pemerintah Pusat.

“Seharusnya Pak Gubernur (Nurdin Basirun) bisa menggali isu hangat rokok agar bermanfaat bagi daerah. Salah satunya usulkan pajak khusus rokok yang dijual keluar FTZ untuk daerah. Angkanya tidak sama besar dengan pajak rokok secara nasional. Terpenting ada kontribusi untuk daerah,” bebernya.

Ditanya pelaksanaan koordinasi antara kepala daerah dalam menanggapi masalah rokok, Lis mengatakan kelemahan pejabat didaerah Kepri ini adalah doyan dengan gengsi dalam berkoordinasi. Apalagi jika sudah menduduki jabatan yang tinggi paling pasti enggan melakukan komunikasi dan koordinasi.

Untuk meningkatkan hubungan antara daerah, kata Lis, tidak hanya sekedar berkoordinasi melalui sistem birokrasi saja. Tetapi juga bisa dengan sistem lainnya. Sebab jika mengandalkan satu sistem roda pemerintahan tak akan bisa berjalan.

“Ingat kedudukan itu hanya bersifat sementara saja. Maka jadi pejabat harus saling berkoordinasi. Seperti saya tidak malu untuk koordinasi dengan siapapun karena koordinasi itu untuk kepentingan bersama khususnya Kepri,” ungkapnya. (ary)

Gelar Melasti, Umat Hindu Diminta Mencintai Sesama

0
Umat Hindu Batam melangsungkan upacara keagamaan, Melasti di Dam Sei Ladi, Minggu (26/3). Melasti merupakan upacara pembersihan diri sebelum perayaan Hari Raya Nyepi. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Umat Hindu di Tanah Air menggelar upacara Melasti jelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1939 pada esok hari, Selasa (28/3). Di Batam, ritual untuk menyucikan diri ini digelar di Dam Seiladi, Minggu (26/3/2017) sore.

Pemangku Pura Agung Amerta Buana Batam, Pinandite Putu Satria Yasa, menjelaskan upacara Melasti me­rupakan momen sakral. Ini salah satu rangkaian perayaan Nyepi. Air merupakan media utama dalam ritual ini. Sebab air menggambarkan esensi dari Melasti, yakni proses membersihkan dan menyucikan diri.

”Segala kotoran dilebur di laut dan semua menjadi kembali bersih,” kata Putu Satria, kemarin.

Itulah sebabnya, dalam ritual ini ada prosesi memercikkan air suci dari para pemangku pura. Ini merupakan simbolis membersihkan diri dari sifat dan pikiran buruk. Sehingga seluruh umat Hindu diharapkan menjadi suci kembali sebelum merayakan Hari Raya Nyepi.

Selain membersihkan diri dari sifat buruk, upacara Melasti juga dimaksudkan untuk membersihkan perangkat-perangkat keramat peribadahan. Seperti arca, pratima, dan pralingga dari pura. Sebenarnya, menyuci perangkat peribadatan ini selalu dilakukan setiap jelang perayaan hari besar Hindu, bukan hanya Nyepi.

”Tapi kalau Nyepi yang merupakan hari besarnya, pembersihannya lebih detail lagi,” kata Putu.

Putu menjelaskan, dalam perayaan Nyepi Tahun Saka 1939 ini, tema yang digaungkan umat Hindu se-Indonesia sama. Yakni momentum penyucian diri ini diharapkan kian memperkukuh kesatuan dalam bingkai kebhinekaan. Semangat menjaga kerukunan ini yang, kata Putu, ditanamkan kepada seluruh umat Hindu di Indonesia.

”Agama adalah cara manusia mendekatkan diri pada Tuhan-nya, pada semestanya. Dan sebagai sesama manusia kita harus saling mencintai dan mendukung satu sama lain,” pungkas Putu.

Upacara Melasti di Seiladi kemarin diikuti ribuan umat Hindu yang berdiam di Batam. Mereka berjalan beriringan dari Pura Agung Amerta Buana menuju Dam Seiladi.

Dengan mengenakan atasan putih dan bawahan yang ditutup balutan kain, mereka berjalan dambil diiringi dentuman gong, dentingan lonceng, dan bunyi-bunyian gamelan lainnya. Kehadiran barong dan leak juga memberikan warna sendiri pada rombongan yang berjalan jelang matahari mulai tenggelam itu.

Rombongan menuju lokasi Melasti pun turut menarik perhatian banyak orang. Warga yang melintas sibuk mengeluarkan gawainya. Terlebih fotografer, yang beramai-ramai ingin mengabadikan momen sakral tersebut.

Sesampai di lokasi, goyangan lonceng yang hanya dimiliki oleh para pemangku tak lantas berhenti. Doa-doa pun kian kencang dialunkan.
Ritual Melasti pun diakhiri seiring matahari yang kian tak tampak lagi di ufuk barat. (aya)

33 TKI Ilegal Gagal ke Malaysia

0

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Posal Lagoi Lantamal IV Tanjungpinang, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 33 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang akan menuju Malaysia, Sabtu (25/3) lalu.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut Danlantamal IV, Laksamana Pertama TNI, Irawan, menjelaskan upaya penggagalan penyelundupan ini bermula dari ditemukannya 3 TKI yang sedang berenang di alur pelayaran Pelabuhan Bandar Bentan Telani, oleh tim WFQR yang pada saat itu sedang melakukan patroli laut.

“Saat ditemukan ketiga TKI ini mencoba mencari bantuan di tengah laut, sambil berteriak minta tolong,” jelas Irawan saat menggelar ekspose di Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Lagoi, Minggu (26/3).

Lanjut Irawan, WFQR Lantamal IV langsung melakukan proses evakuasi terhadap ketiga TKI tersebut, menuju Posmal Lagoi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan menggali keterangan lebih lanjut.

“Berdasarkan keterangan yang didapatkan. Ketiganya mengaku bagian dari 33 TKI ilegal yang gagal diberangkatkan dari Batam menuju Malaysia, karena boat yang mereka gunakan mengalami kebocoran,” ungkapnya.

Ia menuturkan setelah dilakukan pendalaman dan analisa dari keterangan yang diberikan oleh ketiga TKI tersebut, didapatkan informasi ternyata masih ada 30 TKI ilegal lain yang saat itu masih berada di Pulau Panjang.

“Begitu mendapat informasi lanjutan. Tim langsung bergerak kembali menjemput 30 TKI itu menggunakan Patkamla Lingga,” sebutnya.

Komandan Lantamal IV ini juga menghimbau kepada TKI yang akan berangkat ke luar negeri, agar menggunakan agen penyalur yang resmi, dengan demikian keberadaan mereka diluar negeri, tentunya terdata dan terpantau oleh pemerintah.

“Sudah banyak kecelakaan laut yang menimpa TKI. Bahkan merenggut nyawa mereka. Hendaknya ini bisa dijadikan pelajaran untuk menghentikan pengiriman TKI secara ilegal,” ujarnya.

Mantan Komandan Satuan komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmabar tersebut menegaskan tim WFQR Lantamal IV, tidak akan pernah lelah untuk terus menjaga dan mengawal keamanan setiap jengkal perairan Kepri.

“Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Laantamal IV untuk terus menjaga keamanan setiap jengkal perairan Kepri. Semua yang dilakukan oleh prajurit WFQR Lantamal IV semata-mata adalah tugas yang diamanahkan oleh negara,” tegasnya.

Irawan menambahkan, tim WFQR akan melakukan pendalaman terhadap 33 TKI untuk mengungkap siapa yang menjadi aktor dibalik pengiriman TKI Ilegal tersebut.

“Lantamal IV akan melakukan koordinasi dengan instansi BNP2TKI untuk penanganan lebih terhadap 33 TKI ini,” imbuhnya. (cr20)

BP3TKI Masih Periksa 33 TKI

0
33 TKI Ilegal yang diamankan oleh Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang. F Choky

batampos.co.id – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tanjungpinang, masih melakukan pemeriksaan terhadap 33 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ditemukan oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Posal Lagoi Lantamal IV Tanjungpinang, Sabtu (25/3) lalu.

“Saat ini kami masih memeriksa seluruh kelengkapan yang dimiliki 33 TKI ini. Sebelum akhirnya nanti, mereka (TKI, red) dipulangkan ke daerah masing-masing. Rencananya besok, Rabu (29/3),” ujar Kepala BP3TKI Tanjungpinang, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, Senin (27/3).

Ahmad menjelaskan, untuk proses pemulangan TKI, pihaknya telah berkordinasi dengan BP3TKI luar daerah yang menjadi tempat asal masing-masing TKI yang menjadi korban.

“Salah satunya kami sudah komunikasikan ke BP3TKI Nusa Tenggara Barat (NTB). Karena hampir dari seluruh korban TKI ini jumlahnya didominasi dari NTB yakni sebanyak 21 orang,” jelasnya.

Terkait dengan penindakan, BP3TKI juga sudah melakukan koordinasi dengan instansi penegak hukum untuk mencari tahu siapa dalang yang melakukan pengiriman TKI secara ilegal tersebut, mulai dari Polda Kepri, Lantamal IV Tanjungpinang, serta Imigrasi.

“Kami hanya bertugas memberikan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI, serta pencegahannya. Namun penindakan sepenuhnya kewenangan kepolisian yang didukung dengan instasi lainnya,” sebutnya.

Ahmad tak menampik pengiriman TKI ilegal marak terjadi di Batam. Hal ini karena wilayah Batam sangat berdekatan dengan negara Malaysia dan Singapura. Sehingga memungkinkan Batam sebagai akses utama untuk pengiriman TKI.

“Ini permasalahan yang sudah sering terjadi. Jadi harus diselesaikan bersama-sama. Kita harus bersinergi dengan instansi di daerah luar Kepri, karena hampir kebanyakan TKI yang masuk dari luar Kepri,” tuturnya.

“Untuk itu, perlu pengawasan yang lebih ekstra lagi dari masing-masing pihak, agar pencegahan tersebut bisa dilakukan secara efektif,” imbuhnya. (cr20)