Seorang anak laki-laki Indonesia berusia lima tahun diduga dipukul di kepala dengan botol anggur oleh seorang pria di Singapura tanpa alasan yang jelas. (TheOnlineCitizen
batampos – iburan keluarga asal Indonesia di Singapura berubah menjadi pengalaman traumatis ketika seorang bocah laki-laki berusia lima tahun tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal. Kejadian ini terjadi di kawasan Arab Street, salah satu destinasi wisata populer di Singapura, pada Jumat, 20 Juni lalu. Kejadian tersebut viral di media sosial.
Menurut kesaksian sang ibu, Winda, mereka sekeluarga tengah duduk santai di area luar kafe % Arabica Singapore, menunggu waktu shalat Jumat di Masjid Sultan yang berada tak jauh dari lokasi. Saat itulah, secara tiba-tiba seorang pria datang dari belakang dan memukul kepala anaknya dengan botol wine.
“Semua terjadi begitu cepat,” ujar Winda, seperti dikutip dari Mothership, Rabu (25/6).
Bocah itu langsung menangis keras dan muntah akibat pukulan tersebut. Suaminya refleks mendorong pelaku menjauh untuk melindungi anak-anak mereka, sementara beberapa orang di sekitar langsung membantu menghubungi polisi dan ambulans.
Staf kafe pun sigap. Mereka segera menggiring Winda dan anak-anaknya masuk ke dalam untuk menghindari kemungkinan serangan lanjutan. Ketegangan makin meningkat ketika Winda melihat pelaku berusaha mengeluarkan pisau dari dalam tasnya.
“Dia mau ambil pisau dari tasnya,” ujarnya masih syok.
Aksi tersebut sempat terekam dan videonya tersebar luas lewat akun Instagram @sgfollowsall. Untungnya, warga sekitar berhasil melumpuhkan pria tersebut sebelum ada korban lebih lanjut.
Insiden ini jelas meninggalkan luka, secara fisik maupun batin. Sang anak mengalami luka di bagian dahi, sementara sang ayah turut cedera ketika mencoba menghalau pelaku.
“Kami ke sini untuk liburan. Kami percaya Singapura adalah negara yang aman. Karena itu, sangat sulit bagi kami menerima kejadian ini,” kata Winda.
Keluarga tersebut sebenarnya dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 22 Juni, hanya dua hari setelah insiden mengerikan itu terjadi. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura telah menghubungi keluarga tersebut dan menyatakan siap memberikan bantuan. Media lokal melaporkan bahwa pelaku adalah pria berkewarganegaraan Tiongkok bernama Xu Chaoyu, 26. Ia telah didakwa di pengadilan pada Sabtu, 21 Juni, atas kepemilikan senjata tajam di tempat umum tanpa alasan yang sah.
Dalam dokumen dakwaan disebutkan, Xu membawa pisau dapur sepanjang 32 cm, dan kemudian juga ditemukan membawa pisau sayur sepanjang 30 cm di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, Xu juga diduga telah melanggar hukum imigrasi karena tinggal di Singapura melebihi batas waktu kunjungan yang diizinkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bahaya bisa datang kapan saja, bahkan di tempat yang dianggap aman sekalipun. Bagi keluarga Winda, liburan yang semula dimaksudkan untuk bersantai justru meninggalkan kenangan yang tak akan mudah dilupakan. (*)
Kepala BPJSTK Batam, Suci Rahmad menjenguk para korban untuk memastikam hak korban terpenuhi. F. BPJS Ketenagakerjaan untuk Batam Pos
batampos – Kebakaran hebat yang terjadi di atas kapal tanker MT Federal II milik ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, Selasa (24/6) menewaskan empat pekerja dan melukai lima lainnya.
Empat korban jiwa diketahui bernama Gunawan Sinulingga (46) warga Batuaji, Hermansyah Putra (30) asal Tanjung Uban, Bintan dan dua pemuda asal Tapanuli Tengah, Berkat Setiawan Gulo (22 serta Janu Arius Silaban (24).
Selain korban jiwa, ada lima pekerja lainnya dilaporkan mengalami luka serius dan saat ini masih dirawat intensif di sejumlah rumah sakit, yakni RS Mutiara Aini, RS Graha Hermine, dan RS Elisabeth Batam Kota.
Merespon kejadian itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam, Suci Rahmad mengunjungi rumah sakit tempat korban jalani perawatan.
Ia ingin memastikan seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun yang terluka telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.
Dan setelah di pastikan seluruh korban telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Artinya, seluruh biaya pengobatan ditanggung penuh dan korban meninggal akan mendapatkan santunan sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
“Untuk peserta aktif, biaya pengobatan ditanggung 100 persen hingga sembuh. Sedangkan bagi korban meninggal dunia, ahli waris berhak menerima santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan, serta beasiswa pendidikan untuk dua anak dari tingkat TK hingga perguruan tinggi,” ujar Suci.
Selain itu, untuk memastikan hak dari para karyawan terpenuhi, tim BPJSTK telah membentuk tim layanan cepat tanggap.
“Kita ingin memastikan mereka mendapatkan layanan perawatan dan pengobatan yang maksimal sampai dengan sembuh kembali,” ungkap Suci Rahmad.
Tak hanya fokus pada penanganan korban, BPJS Ketenagakerjaan juga mengapresiasi ASL Shipyard sebagai kontraktor utama, yang terbukti konsisten melakukan pengawasan terhadap kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan para subkontraktor.
“Kami berterima kasih pada manajemen ASL Shipyard. Mereka tidak mengizinkan satu pun pekerja masuk area kerja tanpa bukti keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan. Ini menjadi contoh yang baik,” lanjutnya.
Suci berharap sistem pengawasan ketat ini dapat menjadi model bagi kontraktor besar lainnya di Batam maupun kawasan industri nasional.
“Kita ingin semua pekerja terlindungi saat risiko sosial seperti ini terjadi. Jangan sampai ada lagi pekerja yang bekerja tanpa perlindungan,” ujarnya. (*)
Lokasi Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang, Batam .
batampos-Lima pekerja korban ledakan kapal Federal II di galangan kapal PT ASL Tanjunguncang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Batam. Salah satu korban bahkan dirujuk ke RS Elisabeth Batamkota karena kondisinya kritis akibat luka bakar yang cukup parah.
Korban yang dirujuk ke RS Elisabeth diketahui bernama Upik Abdul Wahib. Ia menjadi satu-satunya korban dalam kondisi kritis dan membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit dengan fasilitas luka bakar yang lebih lengkap. Empat korban lainnya masih dirawat di dua rumah sakit berbeda, yakni RS Graha Hermine Batuaji dan RS Mutiara Aini.
Tiga korban yang saat ini ditangani di RS Graha Hermine adalah Amel Rivensky Gembiran Nababan, Benni Silaban, dan Reki Harianto Butarbutar.
Humas RS Graha Hermine menyebutkan bahwa ketiganya mengalami luka bakar dan masih berada di ruang ICU hingga Rabu (25/6) siang. “Ketiganya sudah kami tangani dengan baik, fokus utama penanganan adalah pada luka bakar,” ungkapnya.
Sementara itu, satu korban lainnya, Atalas Manopan Silaban, masih dirawat di RS Mutiara Aini Batuaji. Kondisi Atalas disebut lebih stabil dibandingkan korban lain, meski masih membutuhkan observasi dan perawatan intensif. Saat dikunjungi, korban tampak masih lemah dengan luka di bagian telinga dan lengan.
Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang mengatakan pihaknya masih terus mendalami penyebab ledakan yang menewaskan lima pekerja lainnya dalam insiden tragis tersebut. Ia juga memastikan bahwa keluarga korban yang selamat telah mendapatkan akses untuk menjenguk dan mendampingi proses perawatan.
Hingga kini, suasana duka masih menyelimuti keluarga para korban, terutama bagi keluarga korban kritis yang harus dirujuk. Pihak rumah sakit dan kepolisian mengimbau masyarakat agar menunggu informasi resmi terkait perkembangan kondisi para korban dan penyelidikan penyebab kebakaran.
Ledakan kapal Federal II yang terjadi Selasa lalu menjadi tragedi kecelakaan kerja terparah sepanjang tahun ini di Batam. Tragedi ini memicu sorotan tajam terhadap penerapan standar keselamatan kerja di sektor industri galangan kapal. (*)
Perwakilan DPP Hipmi saat memberi sambutan dalampembukaan Musda Hipmi Kepri ke VII.
batampos-BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Kepri menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Ke VII HIPMI Kepri tahun 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Radisson Golf & Convention Center Batam, Rabu (25/6/2025).
Dalam kegiatan Musda ke VII HIPMI Kepri tahun 2025 ini, pihak penyelenggara mengangkat tema yang diselaraskan dengan cita-cita mulia para pelaku usaha muda yakni, Optimalisasi pengusaha muda Kepri menuju Indonesia Emas 2045.
Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Bidang OKK BPP HIPMI, Tri Damu Febrianto beserta jajaran pengurus pusat, Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, Ketua Dewan Pembina BPD HIPMI Provinsi Kepri, Huzeir Zul, Ketua DPRD Kota Batam Kamaluddin dan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zainal Arifin.
Lalu, hadir juga Ketua Umum BPD HIPMI Kepri, Sari Dwi Mulyaty beserta ketua-ketua BPC dari 7 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, Ketua Panitia Pelaksana atau Ketua OC, Mardiansyah dan Ketua SC Dr. Rachmad Chartady serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina BPD HIPMI Provinsi Kepri, Huzeir Zul berharap pelaksanaan Musda kali ini bisa berjalan dengan tertib, aman dan lancar, sampai dengan terpilihnya ketua baru pilihan masyarakat Kepulauan Riau.
“Dalam setiap pemilihan ketua umum, selalu ada dinamikanya. Nah, dinamika ini harus bisa kita sikapi dengan lebih bijaksana dan lebih damai,” ucap Huzeir Zul.
Menurut dia, sejarahnya di HIPMI Kepri itu sejak pertama kali musda di gelar, belum pernah ada sekalipun terjadi keributan antar sesama calon ketua umum ketika pemilihan berlangsung, semuanya berjalan sesuai yang diharapkan.
“Jangan sampai budaya aman dan tertib itu tidak lagi menjadi bagian dari semangat HIPMI Kepri. Harapan saya cuma satu, semoga terpilih pemimpin yang amanah, dan bisa membawa HIPMI Kepri ini semakin maju kedepannya,” sambungnya.
Senada, Ketua Umum BPD HIPMI Kepri, Sari Dwi Mulyawaty mengatakan sudah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya kegiatan musda ini supaya dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HIPMI.
Lebih lanjut Sari mengatakan, musda kali ini sudah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI. Selain itu, pihaknya juga sudah melaksanakan serangkaian kegiatan Pra Musda yakni kegiatan silaturahmi daerah antar senior – senior HIPMI seluruh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Kepri.
“Kami juga sudah melaksanakan kegiatan Debat Visi dan Seminar Kewirausahaan. Kegiatan itu dilaksanakan di Auditorium Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjungpinang beberapa waktu yang lalu,” sebutnya.
Lebih lanjut Sari mengatakan, pada era kepemimpinannya sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Kepri, jumlah pengusaha muda yang tergabung menjadi anggota HIPMI berjumlah sebanyak 700 sampai 800 pengusaha muda.
Kemudian, berdasarkan database Kartu Tanda Anggota (KTA) di akhir masa kepemimpinannya, saat ini jumlah anggota yang sudah tergabung ke dalam organisasi HIPMI Kepri, jumlahnya naik dua kali lipat dari jumlah awal pada saat ia memimpin HIPMI Kepri.
Hal tersebut sebagaimana yang tercantum dalam AD/ART HIPMI yakni bagaimana kecakapan seorang pemimpin mampu mencetak pengusaha-pengusaha muda untuk bisa bergabung ke HIPMI, untuk bisa lebih maju dan berkembang dalam membangun daerah Provinsi Kepulauan Riau yang dicintai ini.
“Di era akhir periode kami tercatat di KTA, jumlah anggota sekarang sebanyak 1.500 anggota yang berasal dari para pengusaha muda di Provinsi Kepulauan Riau,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu Sari berpesan kepada dua calon yang akan bersaing memperebutkan jabatan Ketua Umum BPD HIPMI Kepri, agar selalu menjunjung tinggi sportifitas. Keluarkan ide-ide kreatif untuk membangun Provinsi Kepri menjadi lebih baik di masa yang akan datang.
“Meskipun kedua calon nanti saling bersaing, pesan saya bersainglah dengan sportif. Bagaimana caranya kita bisa bertanding untuk bersanding,” pesannya.
Sementara, Ketua Umum BPP HIPMI yang diwakili oleh Ketua Bidang OKK BPP HIPMI, Tri Damu Febrianto mengucapkan selamat dan sukses atas terlaksananya Musda Ke VII BPD HIPMI Kepri tahun 2025 dengan aman dan lancar.
“Mewakili Ketua Umum HIPMI yang berhalangan hadir dikarenakan anaknya sedang sakit, saya mengucapkan selamat dan sukses atas terlaksananya Musda ke,-VII BPD HIPMI Provinsi Kepulauan Riau tahun 2025 ini,” ujar Buyung panggilan akrab Tri Damu Febrianto dalam sambutannya.
Lebih lanjut pria yang murah senyum ini mengatakan, esensi dari dilaksanakannya musda ini ada tiga. Pertama, Evaluasi. Kedua, Proyeksi dan Ketiga Pemilihan Ketua Umum.
“Dan, yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari esensi ketiga dari AD/ART yang telah ditetapkan,” sebutnya.
Bang Buyung berpesan kepada siapapun yang akan terlilih menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Kepri selanjutnya, agar bisa menambah lagi Badan Otonom – Badan Otonom di BPD HIPMI Kepri.
Menurutnya, Badan Otonom atau Banom ini menjadi ujung tombak dalam membuat kegiatan di BPD itu menjadi lebih variatif.
“Di Banom itu ada dua. Banom Profesi dan Banom Hobi, sehingga teman-teman HIPMI yang ingin menyalurkan hobinya bisa ke HIPMI BANOM Hobi. Dan, jika ingin lebih teknis, bisa disalurkan ke Banom Profesi,” imbuhnya.
Di lokasi yang sama, Ketua DPRD Provinsi Kepri, Iman Sutiawan mengatakan sangat mengapresiasi atas hadirnya BPD HIPMI di Provinsi Kepulauan Riau ini.
“Kami DPRD sangat mengapresiasi kontribusi HIPMI Kepri dalam menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Kepri, meningkatkan daya saing usaha serta mendorong innovasi dan kreatifitas pengusaha muda – pengusaha muda yang ada di Kepri,” ujar Iman dalam sambutannya
Menurutnya, Musda ini menjadi momen yang sangat penting untuk menjalin komunikasi dan konsolidasi serta merumuskan langkah-langkah strategis dan juga evaluasi program-program kerja, yang tentunya akan disinergikan dengan program pemerintah daerah.
“Saya berharap melalui musda ini dapat melahirkan seorang pemimpin yang berkualitas dan mampu menjalankan program-program yang innofativ, dan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah,” pungkasnya. (*)
Penertiban reklame di simpang Franki Batam Center, Jumat (20/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mengintensifkan langkah penataan ruang publik dengan menertibkan reklame yang tidak berizin atau melanggar ketentuan.
Hingga 21 Juni 2025, sebanyak 519 titik reklame telah dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Batam sekaligus Ketua Tim Task Force Penertiban Reklame, Jefridin Hamid, Rabu (25/6).
Ia menyebut, pembongkaran mandiri dilakukan oleh 32 biro reklame berbeda, menyusul surat pemberitahuan yang dilayangkan pemerintah daerah. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai 681 titik reklame bermasalah di Batam.
“Kami mengapresiasi sikap kooperatif para pemilik reklame yang merespons surat pemberitahuan dengan membongkar sendiri papan reklamenya. Tenggat waktu 30 hari sejak surat dikirimkan akan berakhir pada akhir Juni. Setelah itu, sisanya akan ditertibkan oleh tim,” ujarnya.
Penertiban reklame ini tidak hanya soal pelanggaran administratif, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Batam sebagai kota dengan penataan ruang publik yang modern dan tertib. Kesadaran pelaku usaha sangat penting dalam menciptakan wajah kota yang lebih baik.
Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, yang merujuk pada instruksi Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan kepala daerah di Magelang tempo lalu, Prabowo menekankan penataan kota sebagai cerminan wajah negara.
“Ini bukan hanya urusan reklame, tapi mencerminkan keseriusan kita dalam memperbaiki tata kota. Batam harus menjadi contoh penataan yang berkelas dan terukur,” katanya.
Untuk memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan efektif, Jefridin melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik. Rute pemantauan dimulai dari Simpang Lampu Merah Hotel Kaliban, menuju kawasan PT Sincom, Perumahan Duta Mas, Legenda Malaka, hingga Simpang Bandara Hang Nadim.
Dari hasil pemantauan, dia menemukan sebagian besar reklame di ruas-ruas jalan tersebut sudah dibongkar, meskipun masih ada sisa material bekas reklame. Sesuai arahan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, sisa-sisa tersebut kini diamankan ke Gedung Bersama, Jalan Raja Isa, untuk ditata lebih lanjut.
“Ini bagian dari ketertiban. Jangan sampai sisa reklame malah menciptakan kesan semrawut baru. Semuanya harus dikendalikan dengan baik,” katanya.
Peninjauan juga dilakukan di kawasan Simpang Rumah Sakit Elisabeth, Batam Center. Di lokasi tersebut, Jefridin menyaksikan langsung proses pembongkaran satu unit reklame oleh tim di lapangan.
Selain itu, tim Task Force juga berhasil menertibkan sebanyak 63 titik reklame lainnya di sepanjang jalur dari Cikitsu hingga depan Botania 2. Capaian ini menandai kerja simultan dari tim di berbagai titik strategis kota.
Ia juga kembali menyampaikan terima kasih kepada pelaku usaha yang telah menunjukkan komitmen untuk tertib, tidak hanya dengan membongkar reklame, tetapi juga mengangkut sisa materialnya secara mandiri. Hal ini, menurutnya, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penataan kota.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam, saya menyampaikan apresiasi kepada para pemilik reklame yang telah secara sukarela melakukan pembongkaran. Ini kontribusi besar dalam menciptakan kota yang lebih tertib dan estetis,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan penertiban reklame ini juga menjadi bagian dari transformasi Batam sebagai kota digital. Ke depan, pemasangan reklame akan mengacu pada masterplan yang saat ini sedang disusun oleh pemerintah daerah.
Dalam rancangan masterplan tersebut, pemasangan reklame di ruas-ruas jalan utama akan diatur ulang. Pemerintah mendorong penggunaan media iklan modern seperti videotron dan neonbox untuk menggantikan baliho konvensional yang kerap mendominasi ruang publik secara semrawut. (*)
Penertiban reklame di simpang Franki Batam Center, Jumat (20/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mengintensifkan langkah penataan ruang publik dengan menertibkan reklame yang tidak berizin atau melanggar ketentuan.
Hingga 21 Juni 2025, sebanyak 519 titik reklame telah dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Batam sekaligus Ketua Tim Task Force Penertiban Reklame, Jefridin Hamid, Rabu (25/6).
Ia menyebut, pembongkaran mandiri dilakukan oleh 32 biro reklame berbeda, menyusul surat pemberitahuan yang dilayangkan pemerintah daerah. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai 681 titik reklame bermasalah di Batam.
“Kami mengapresiasi sikap kooperatif para pemilik reklame yang merespons surat pemberitahuan dengan membongkar sendiri papan reklamenya. Tenggat waktu 30 hari sejak surat dikirimkan akan berakhir pada akhir Juni. Setelah itu, sisanya akan ditertibkan oleh tim,” ujarnya.
Penertiban reklame ini tidak hanya soal pelanggaran administratif, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Batam sebagai kota dengan penataan ruang publik yang modern dan tertib. Kesadaran pelaku usaha sangat penting dalam menciptakan wajah kota yang lebih baik.
Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, yang merujuk pada instruksi Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan kepala daerah di Magelang tempo lalu, Prabowo menekankan penataan kota sebagai cerminan wajah negara.
“Ini bukan hanya urusan reklame, tapi mencerminkan keseriusan kita dalam memperbaiki tata kota. Batam harus menjadi contoh penataan yang berkelas dan terukur,” katanya.
Untuk memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan efektif, Jefridin melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik. Rute pemantauan dimulai dari Simpang Lampu Merah Hotel Kaliban, menuju kawasan PT Sincom, Perumahan Duta Mas, Legenda Malaka, hingga Simpang Bandara Hang Nadim.
Dari hasil pemantauan, dia menemukan sebagian besar reklame di ruas-ruas jalan tersebut sudah dibongkar, meskipun masih ada sisa material bekas reklame. Sesuai arahan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, sisa-sisa tersebut kini diamankan ke Gedung Bersama, Jalan Raja Isa, untuk ditata lebih lanjut.
“Ini bagian dari ketertiban. Jangan sampai sisa reklame malah menciptakan kesan semrawut baru. Semuanya harus dikendalikan dengan baik,” katanya.
Peninjauan juga dilakukan di kawasan Simpang Rumah Sakit Elisabeth, Batam Center. Di lokasi tersebut, Jefridin menyaksikan langsung proses pembongkaran satu unit reklame oleh tim di lapangan.
Selain itu, tim Task Force juga berhasil menertibkan sebanyak 63 titik reklame lainnya di sepanjang jalur dari Cikitsu hingga depan Botania 2. Capaian ini menandai kerja simultan dari tim di berbagai titik strategis kota.
Ia juga kembali menyampaikan terima kasih kepada pelaku usaha yang telah menunjukkan komitmen untuk tertib, tidak hanya dengan membongkar reklame, tetapi juga mengangkut sisa materialnya secara mandiri. Hal ini, menurutnya, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penataan kota.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam, saya menyampaikan apresiasi kepada para pemilik reklame yang telah secara sukarela melakukan pembongkaran. Ini kontribusi besar dalam menciptakan kota yang lebih tertib dan estetis,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan penertiban reklame ini juga menjadi bagian dari transformasi Batam sebagai kota digital. Ke depan, pemasangan reklame akan mengacu pada masterplan yang saat ini sedang disusun oleh pemerintah daerah.
Dalam rancangan masterplan tersebut, pemasangan reklame di ruas-ruas jalan utama akan diatur ulang. Pemerintah mendorong penggunaan media iklan modern seperti videotron dan neonbox untuk menggantikan baliho konvensional yang kerap mendominasi ruang publik secara semrawut. (*)
batampos-Astra Daihatsu berkolaborasi dengan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra menggelar acara “UMKM Tumbuh Bersama Daihatsu Sahabat Niaga” yang digelar di Chillax SCBD.
Kegiatan kolaborasi ini mengundang lebih dari 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor.
Kolaborasi ini dihadirkan untuk mendorong semangat tumbuh bersama serta memperkuat ekosistem wirausaha lokal. Program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi Astra Daihatsu dalam mendampingi UMKM bertumbuh secara berkelanjutan.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah talkshow inspiratif yang bertajuk “Melek Hukum” dengan menghadirkan Rieke Caroline, S.H, MKn. – Founder & CEO Kontrak Hukum sebagai narasumber utama.
Dalam sesi ini, para UMKM berkesempatan mendapatkan ilmu dan konsultasi mengenai pentingnya hukum dalam menjalankan usaha, agar dapat melindungi hak dan memperkuat bisnis mereka. Dengan informasi tersebut, para peserta diharapkan lebih percaya diri dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.
Selain sesi edukatif, Astra Daihatsu juga memperkenalkan produk andalannya, Daihatsu GranMax, sebagai solusi mobilitas untuk pelaku UMKM. GranMax hadir dengan berbagai fitur unggulan yang mendukung efisiensi distribusi dan operasional usaha.
Para peserta diberikan kesempatan untuk melihat langsung kendaraan dan berkonsultasi terkait kebutuhan transportasi usaha mereka. Inisiatif ini sejalan dengan semangat Astra Daihatsu dalam menjadi sahabat niaga terpercaya bagi para pengusaha UMKM.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Astra Daihatsu dan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dalam program lainnya, seperti pelatihan hingga pendampingan.
‘’Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan memberikan insight mengenai proses legalitas hukum yang harus dipenuhi oleh masing-masing UMKM. Selain itu, semoga program khusus yang diberikan kepada para pelaku UMKM hari ini juga dapat bermanfaat dan memudahkan para UMKM yang membutuhkan kendaraan niaga. ’’ ujar Budi Setiawan – Chief Operation Officer PT Astra International – Daihatsu Sales Operation dalam membuka acara.
Hadir bersama Budi Setiawan, yaitu Ketua Pengurus Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra, Rahmat Samulo. Dalam kesempatan yang sama, Samulo menyampaikan harapannya dalam program kolaborasi bersama DSO ini.
‘’Ilmu terkait hukum ini menjadi ilmu yang harus UMKM ketahui dan terapkan untuk keberlangsungan usahanya. Walaupun usaha yang UMKM miliki belum sebesar perusahaan sekelas industri, tapi mentality dalam menjalankan usaha harus UMKM tanamkan dari sekarang, salah satunya menerapkan legalitas untuk melindungi usaha yang tengah dijalankan,’’ tutup Samulo. (*)
Ketua PA Tarempa, Kusnoto saat melantik Hakim baru, Irma Zhafira di ruang sidang utama PA Tarempa. f.ihsan
batampos– Pengadilan Agama (PA) Tarempa mendapatkan tambahan satu Hakim baru dari Mahkamah Agung dalam pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2024.
Adapun Hakim yang baru ditempatkan di PA Tarempa yaitu Irma Zhafira Nur Shabrina Hajida asal Samarinda, Provinsi Kalimantan.
Ketua Pengadilan Agama Tarempa, Kusnoto berkesempatan melantik Irma yang disaksikan oleh Sekretaris PA, Zikri Waldy.
Usai melantik, Kusnoto menekankan bahwa hakim harus menjadi teladan di lingkungan satuan kerja, menjaga marwah pengadilan dan bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Hakim juga harus menghindari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), serta terus meningkatkan profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kode etik hakim,” ujar Kusnoto.
Selain itu, kata dia, tambahan Hakim baru ini diharapkan bisa mengoptimalkan layanan di Pengadilan Agama. Sebab, selama ini pihaknya hanya mempunyai dua orang hakim.
“Alhamdulillah kita mendapatkan tambahan hakim, jadi ada tiga orang totalnya. Kita terus maksimalkan pelayanan,” tegas dia.
Saat ini, PA Tarempa memiliki sejumlah program seperti jemput bola ke setiap pulau, sidang luar kantor dan sidang secara daring untuk memudahkan masyarakat dalam menikmati layanan pengadilan.
“Jadi program yang kita buat ini murni untuk memudahkan masyarakat. Jarak mereka ke kantor kami jauh, jadi kami yang datang ke mereka,” pungkas dia. (*)
Manajemen Marriot Gorup dan Batampos berfoto bersama usai bincang-bincang di ruang rapat redaksi Batampos, Rabu (25/6). F.Irfan
batampos – Manajemen Marriot Group Batam yang terdiri dari Batam Marriot Hotel Harbour Bay, Four Points by Sheraton Bintan Lagoi Bay, Four Points by Sheraton Batam, dan Natra Bintan berkunjungan ke Batampos, Rabu (25/6). Kunjungan ini untuk memperkuat kerja sama baik yang telah terjalin selama ini.
Manajmen Marriot Group diterima Direktur Utama Batam Elmi Gusti, Pemimpin Redaksi batampos.co.id, Tunggul Manurung dan staf. Elmi Gusti mengatakan, Batampos yang telah berusia 27 tahun sudah cukup lama menjalin keja sama dengan Marriot Group, terutama Batam Marriot Hotel Harbour Bay dan terbaru saat peresmian The Westin Nirup Island Resort & Spa.
“Batampos selama ini sudah kerja sama yang baik dengan Marriot. Bahkan saat peresmian Nirup, Batampos satu-satunya di Kepri yang dipercaya untuk kerja sama promosi,” kata Elmi Gusti.
Sementara itu, Ratih Monika Putri, selaku Assitant Director of Marketing and Communication Batam Marrior Hotel Harbour Bay berharap dukungan Batampos dalam mempromosikan hotel-hotel milik Marriot Group baik yang di Batam maupun Bintan.
“Kami berharap terus dukungannya dan kerja sama tetap terjalin dengan baik ya,” tegas Ratih. (*)
batampos-Alatas Silaban, salah satu pekerja kapal di galangan PT ASL Shipyard Tanjunguncang, menjadi satu dari sedikit korban yang selamat dari kebakaran hebat di kapal pengangkut minyak kelapa sawit, Vederal II, Selasa (24/6/2025) sore.
Keluarga korban kebakaran kapal di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang berdatangan ke RS Graha Hermine usai mendengar kabar kejadian. f. eusebius
Dalam kondisi lemah, Alatas yang mengenakan seragam kerja biru masih terbaring di ruang perawatan Rumah Sakit Mutiara Aini, Batuaji, dengan luka di bagian telinga kirinya.
Kepada wartawan, Alatas mengaku tak mendengar suara ledakan apa pun sebelum api tiba-tiba menyebar cepat di dalam kapal.
“Yang saya lihat api sudah menyebar. Kalau yang meledak saya nggak dengar. Tiba-tiba saja api udah besar,” katanya lirih. Saat kejadian, sekitar pukul 14.30 WIB, ia dan rekan-rekannya tengah melakukan pemotongan plat besi di dalam kapal.
Alatas mengungkapkan, sebelum insiden, ia berada di lantai bawah bersama rekannya Gunawan, sementara pekerja lain seperti Gulo dan Upik bertugas di tingkat berbeda. “Kami udah bagi tugas masing-masing. Ada lima orang waktu itu. Beberapa juga sempat ke atas ambil air minum,” katanya.
Ketika api mulai membesar, asap tebal memenuhi ruangan. Beruntung, Alatas yang sudah hafal dengan struktur dalam kapal berhasil mencari jalan keluar meski sempat terhantam tangga hingga kaki kanannya memar. “Saya paksa keluar walau kaki sakit. Kalau lambat sedikit mungkin nggak bisa selamat,” katanya.
Namun tidak semua rekannya seberuntung dirinya. Saat berhasil keluar, Alatas belum mengetahui nasib Upik, Gulo, dan Januarius yang masih berada di dalam kapal saat api berkobar. Dengan pandangan kosong, ia kembali menyentuh luka di telinganya, mengenang detik-detik yang nyaris merenggut nyawanya. Di lantai, sepasang sepatu boot kerjanya masih tergeletak, menjadi saksi bisu tragedi yang nyaris fatal itu. (*)