Senin, 13 April 2026
Beranda blog Halaman 13845

Rawan Kebocoran, DPRD Usulkan Bantuan RTLH Melalui Voucher

0
foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Proses penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Batam dinilai rawan kebocoran. Selain tak memiliki data base kriteria masyarakat miskin, penujukan penerima bantuan RTLH masih berdasarkan laporan perangkat RT, RW yang diberikan ke pihak kelurahan.

“Kita terus soroti RTLH ini, karena sangat rawan kebocoran,” kata Riky Indrakari, Ketua Komisi IV DPRD Batam, kemarin.

Menurutnya, pemerintah Kota (Pemko) Batam belum memiliki data base masyarakat miskin. Begitu juga indikator-indikator masyarakat miskin seperti apa. Kalau mengacu standar nasional, tak ada lagi warga di Batam yang memiliki rumah beratap rumbia atau yang masih beralasakan tanah.

“karena diserahkan orang perorangan (perangkat RT dan RW) rawan kepentingan politik,” ucapnya.

Disampaikan Riky, Komisi IV pernah mengusulkan pemilihan bantuan RTLH dalam bentuk musyawarah yang komprehensif. Polanya sama seperti musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) RTLH.

“Yang bersama-sama kita usulkan siapa penerima, ini kriteriannya. Semua pihak diikutsertakan, sehingga penerima bantuan RTLH ini benar-benar mereka yang sangat butuh,” ujarnya.

Dalam usulan lain, politisi PKS itu mengaku penyerahan bantuan diberikan dalam bentuk voucher belanja bahan bangunan. Melalui kerjasama pemko dan toko bangunan atau suplier material terdekat. Dan tentunya sesuai standar dan harga barang yang telah ditetapkan oleh walikota.

“Kalau hanya bantuan barang saja juga rawan permainan. Makanya kita usulkan lewat voucher belanja bahan bangunan ini,” kata Riky.

Ia mencontohkan, seorang warga menerima bantuan RTLH Rp 22 juta. Ketika diberikan dalam bentuk bahan bangunan, bisa saja berkurang atau ada pihak yang memainkan. Sehingga harga barang tidak sesuai dengan nilai bantuan (disunat). Namun ketika diberikan dalam bentuk voucher, penerima bantuan RTLH bisa menukarkan voucher ini dengan keperluan bangunan yang dibutuhkan.

“Voucher diberikan ke toko bangunan. Dia bisa tukar namun tak bisa diuangkan,” paparnya.

Ditambahkan Riky, penerapan bantuan dalam bentuk voucher bahan bangunan ini sebenarnya bukan hal baru. Beberapa daerah di Indonesia sudah ada yang menerapkan. “Sehingga bantuan yang diterima benar-benar utuh dan tak ada lagi pemotongan seperti yang kita khawatirkan,” katanya.

Terkait seperti apa pengawasan, Riky mengaku dengan pola yang dilakukan dinas sosial tersebut lembaga legislasi tidak memiliki kontrol untuk mengawasi sampai ke bawah (si penerima). “Tapi kalau itu diterapkan, (voucher belanja bangunan) kami punya kontrol ke bawah,” tuturnya.

Seperti diketahui, bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (program pengetasan kemiskinan) Pemko Batam tahun 2016 yang dianggarkan melalui dinas sosial sebesar Rp 7.987.180.000. Angka ini didapat dari laporan badan anggaran tentang anggaran pendapatan dan belanja tahun anggaran 2016. (rng)

DPRD Batam Bertanya, Mengapa di Kecamatan Nongsa Tak Ada Target Retribusi Parkir

0

Parkir di Tanjungpinangbatampos.co.id – Ketua panitia khusus (pansus) rancangan peraturan daerah (ranperda) perubahan retribusi parkir, Muhammad Yunus mempertanyakan jumlah dan verifikasi juru parkir (jukir) yang dilaporkan pemko Batam. Pasalnya, dalam draf usulan ranperda, hanya ada 477 orang jukir di 213 titik parkir yang tersebar di delapan kecamatan.

Kedelapan kecamatan ini ialah Lubukbaja 93 titik dengan jumlah 177 jukir, Batuampar 28 titik 72 orang jukir, Batamkota 55 titik 147 jukir, Bengkong enam titik 24 jukir, Batuaji 2 titik 10 orang jukir, Seibeduk 2 titik tujuh orang jukir, Sagulung tiga titik enam orang jukir serta Sekupang 14 titik dengan 34 orang jukir.

“Hanya ada delapan kecamatan saja. Dan jumlahnya 477 jukir,” kata Yunus, kemarin.

Selain jumlah jukir, politisi Golkar tersebut juga mempertanyakan kenapa Kecamatan Nongsa tidak dimasukan ke dalam wilayah retribusi pemko Batam. Padahal, menurutnya, titik potensial diwilayah tersebut sangat besar.

“Ruko-ruko wilayah Nongsa juga sudah banyak yang buka. Dan ini jelas retribusi parkir tepi jalan yang sangat potensi,” tutur anggota Komisi III tersebut.

Yang menjadi pertanyaan lainnya, meskipun tidak masuk wilayah retribusi, tapi kenyataan di lapangan masih ada jukir bodong yang masih mengutil di bernagai lokasi di Nongsa.

“Contohnya, parkiran di luar pelabuhan Punggur ada dan masih berjalan. Tapi kemana uangnya. Apakah Pemko Batam tidak tahu hal tersebut,” tanya Yunus.

Anggota pansus parkir lainnya, Jefri Simanjuntak mennyayangkan, banyaknya potensi titik parkir di Nongsa yang tidak menjadi bagian pendapatan retribusi di Batam. Menurutnya ini kelalaian dan ketidakmampuan unit pelayanan teknis (UPT) parkir melaksanakan tugas.

“Kita malu, satu kecamatan tidak masuk retribusi parkir,” ujarnya.

“Pertanyaannya, apakah itu uang masuk melalui pribadi setoran atau memperkaya orang lain,” sambungnya.

Ia berharap walikota dapat mengetahui permasalahan ini. Ada parkir di sejumlah titik wilayah Nongsa tapi tidak ada pendapatannya. Baik itu pajak parkir maupun retribusi parkir.

“Kemana tugas mereka. Apakah mau mengenjot PAD, saya yakin pak walikota tak mengetahui ini, ada satu kecamatan tak ada pendapatan parkirnya,” tegasnya. (rng)

DPRD Batam Nilai Anggaran Kanpora dan Dinas Kebudayaan Rendah

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) sudah mulai menyerahkan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) untuk dilanjutkan pada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Perencanaan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2017.

Di Komisi IV, ada Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora). antor yang akan berganti menjadi Dinas Pemuda dan Olahraga ini mengajukan rencana anggaran sebesar Rp 10 miliar. Kepala Kanpora Kota Batam, Syaiful Bahri mengatakan, dalam anggaran yang diajukan pihaknya sudah merangkum hasil pokok-pokok musrenbang yang disampaikan oleh masyarakat.

“Baik itu melalui musrenbang atau hasil reses dewan, sudah kita rangkum,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kota Batam Komisi IV Suhardi Tahirek menilai dispora juga harus membuat program RKA yang terukur dan merata. Sehingga pencapaian RPJMD Walikota Batam bisa dilaksanakan. Ia menyebutkan, realisasi anggaran yang telah dikucurkan kepada Dispora, juga harus merata. Sehingga mampu menggali potensi yang selama ini belum tersentuh.

“Ke depan dispora harus fokus meningkatkan olahraga di Batam,” tutur Suhardi.

Politisi Nasdem itu juga menilai, RKA yang telah diserahkan oleh Dispora tersebut dirasa kurang dan minim. Apalagi melihat fungsi kantor yang akan berubah menjadi dinas olahraga dan pemuda. “Makanya harus ada peninjauan ulang kembali. Kita harus menggali semua potensi. Kalau hanya diajukan segini tak bakalan cukup, minimal kalau sudah dinas Rp 20 miliar,” ucapnya.

Syaiful yang menerima masukan tersebut mengaku, angka ini masih usulan yang disampaikan ke dewan. “Anggaran sendiri nanti akan ada pembicaraan lanjutan bersama Bapeko berdasarkan rekomendasi dari dewan,” ujar dia.

Di Komisi sama, anggota Komisi IV DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging juga menyoroti minimnya RKA yang diajukan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Batam tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 10,8 miliar.

“Anggaran yang diajukan terlalu kecil. Bagaimana kita bisa berbicara target wisatawan macanegara yang tinggi, kalau tidak didukung anggaran,” ujar Uba Ingan Sigalingging, anggota Komisi IV DPRD Batam, Rabu (30/11).

Berbicara pariwisata, terang Uba, hubungannya adalah seni budaya dan ekonomi kreatif. Disinilah pemerintah daerah dituntut untuk menghadirkan berbagai even dan kegiatan yang tujuannya untuk peningkatan wisatawan di Batam.

Menurut Uba, satu hari wisatawan bertahan di Batam, dampaknya sangat luar biasa bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita. Ia menilai, Pemko Batam harus melihat ini sebagai suatu potensi dalam meningkatkan PAD Kota Batam. Di bidang kebudayaan.

Di bidang kebudayaan misalnya, bagaimana meningkatkan kembali kenduri seni melayu atau kegiatan-kegiatan yang bisa menjual seni dan budaya melayu di Batam. Begitu juga ekonomi kreatif, harus dibantu dan ditumbuhkembangkan, sehingga menjadi salah satu andalan masyarakat untuk menggaet wisatawan yang berkunjung.

“Makanya untuk pergelaran even dan kegiatan, sehingga membuat mereka betah di Batam. Yang jelas even-even ini perlu sokongan anggaran. Kalau hanya Rp 10,8 miliar hanya habis untuk belanja pegawai saja,” papar politisi Hanura tersebut. (rng)

Brimob Polda Kepri Amankan Pengedar Sabu Khusus Pelajar

0
Ilustrasi foto dokumen jpnn
Ilustrasi foto dokumen jpnn

batampos.co.id – Brimob Polda Kepri amankan H,65 pengedar sabu khusus dikalangan pelajar Batam pada Jumat (2/12) lalu di Batuampar. Sebanyak 7 paket sabu siap edar seberat 1.7 gram, diamankan pihak kepolisian.

Sabu tersebut dipaketkan dalam jumlah kecil. Modus ini digunakan, agar harganya terjangkau dikalangan pelajar.

“Kami amankan, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat,” kata Kaden Gegana Satbrimob Polda Kepri AKBP Bambang Wiji Asmoro pada Batam Pos, Minggu (4/12).

Berbekal informasi ini, Wiji meminta jajarannya untuk memeriksa kebenaran hal yang dikabarkan tersebut. Setiap beberapa malam, jajaran Brimob Polda Kepri melakukan patroli dan pengawasan dilokasi yang dimaksudkan oleh masyarakat tersebut.

Tak hanya, beberapa anggota Brimob Polda Kepri juga melakukan penyamaran untuk memancing pengedar sabu tersebut. Setalah melakukan pemantauan beberapa lama, pada Jumat (2/12) pukul 21.00, H berhasil ditangkap.

“H ini ditangkap saat sedang transaksi di salah satu warung di Kampung Melcem, Sei Tering,” tuturnya.

Dari penyelidikan sementara dilakukan pihak kepolisian, menyebutkan pelajar yang terjerumus dalam dunia narkoba selalu beli ke H.

“Kami dapat infonya begitu, pelajar kalau beli narkoba ke H saja. Makanya kami kembangkan,” ujarnya.

Saat diamanakn, selain menemukan 7 paket sabu. Brimob Polda Kepri juga mengamankan uang hasil penjualan sebesar Rp 1.05 juta, timbangan digital, dua unit telepon genggam, botol alat isap sabu dan plastik ukuran kecil, untuk paket sabu.

Bambang mengatakan saat ini H, sudah diserahkan ke Mapolresa Barelang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Barang bukti juga, kami koordinasikan guna proses hukum lebih lanjut,” ucapnya.

Bambang berharap orangtua dapat menjaga anak-anaknya dari pengaruh buruk ini. Sehingga tak ada pelajar yang terjerumus dalam lembah gelap itu.

“Kami akan selalu melakukan pengawasan, dan saya harap informasi dari masyarakat. Sekecil apa pun informasinya, sangat berguna bagi kami,” pungkasnya. (ska)

Pelabuhan Domestik Sekupang (Baru) segera Bisa Dinikmati

0

pembangunan-pellabuhan-domebatampos.co.id – Tidak lama lagi, penumpang kapal yang biasa menggunakan fasilitas Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) akan bisa menikmati pelabuhan baru, yang berstandar internasional.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PDS, Denni Setiawan mengatakan sesuai rencana pelabuhan yang mulai dibangun mulai tahun 2015 ini akan selesai pada 21 Desember nanti. Saat ini pekerjaan sudah memasuki tahap penyelesaian atau tahap akhir.

Menurut rencana, proyek miliyaran rupiah ini akan diresmikan oleh Menteri Perhubungan (Kemenhub).

“Rencanya dibuka sama Menhub nanti, kalau tidak ada masalah penumpang yang hendak mudik natal sudah melalui pelabuhan baru ini,” kata dia.

PDS yang biasa melayani peralayaran antar pulau seperti, Moro, tanjungbalai, Dumai, Karimun,Tanjungbatu ini sudah bisa difungsikan pada hari natal nanti. Pelabuhan yang dibangun tingkat dua ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas yang berstandar.

“Sistemnya sama dengan pelabuhan internasional lainnya,” ujarnya.

Pelabuhan juga dilengkapi dengan ruang tunggu umum menampung 300 penumpang, VVIP 100-150 penumpang, kantin, toilet, x-ray, wifi, CCTv, lahan parkir yang bisa menampung hingga 800 kendaraan. Pelabuhan terdiri dari dua bagian, yang pertama lantai dasar kantor Be dan cukai, karantina, syahbandar, KKP, x-ray, dan lorong khusus untuk bagasi. Sedangkan lantai dua ada musala, konter tiket, publik area, ruang tunggu, konter makanan kering atau oleh-oleh. Pelabuhan juga dipasangi lift dan eskalator untuk memudahkan penumpang menuju lantai II.

“Semua online, jadi tersistem termasuk juga parkirnya. Penumpang akan lebih nyaman saat menunggu” sebut dia.

Pantauan Batampos di lapangan, beberapa pekerja terlihat mulai membuka pagar pembatas bangunan PDS yang biasa menutupi bangunan. Terlihat konstruksi bangunan yang mulai memasuki tahap penyelesaian. (cr17)

Gubernur Kepri Sepakat UMK Batam 2017 Rp 3,2 Juta

0
Pekerja galangan kapal. foto: dalil harahap / batampos
Pekerja galangan kapal.
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun telah menetapkan besaran angka upah minimum kota (UMK) Batam tahun 2017 mendatang. Ia mengatakan, pemerintah tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015 tentang UMK.

“UMK sesuai dengan PP 78,” kata Nurdin usai menghadiri puncak acara Al Ahmadi Award di GGI Hotel, Minggu (4/12).

PP 78/2015 menghendaki besaran UMK dihitung dari kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Kenaikan inflasi itu sebesar 8,25 persen. Dengan demikian, UMK Batam yang tahun ini sebesar Rp 2.994.112 akan menjadi Rp 3.241.126 pada tahun depan atau bertambah Rp 247.014.

Nurdin mengaku telah menandatangani usulan UMK dari Wali Kota Batam Rudi. Serta telah mengirimkannya kembali ke Pemerintah Kota Batam.

“Saya kirimkan kemarin, minggu lalu,” ujarnya.

Ia mengatakan, penetapan besaran UMK itu kemudian diserahkan ke Wali Kota Batam Rudi. “(Sekarang) tinggal menunggu Pak Wali Kota saja,” pungkasnya. (ceu)

GIPI 2016-2021 Siapkan 100 Hari Kerja

0
Suasana rapat GIPI
Suasana rapat GIPI

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) bersiap tancap gas

Setelah dilantik Menteri Pariwisata Arief Yahya di Kantor Kementerian Pariwisata, Rabu (30/11) lalu, organisasi yang dipimpin Didien Djunaedy itu siap menjadi garda terdepan Pariwisata Indonesia dan mendukung program-program menuju 20 juta wisman di 2019.

”Pariwisata Indonesia akan berkembang dan berjalan dengan baik tergantung beberapa faktor, salah satunya adalah industri pariwisata yang menjadi penghubung antara wisatawan dengan destinasi pariwisata. Pelaku industri pariwisata memiliki peranan penting dalam pengembangan kepariwisataan dengan cakupan yang dimilikinya. Oleh karena itu, setelah dilantik ini, kami siap mendukung penuh Kemenpar,” ujar Didien pasca dilantik di Kantor Kemenpar.

Lebih lanjut Didien mengatakan, tanpa dukungan semua sektor, tidak mungkin pariwisata bisa berkembang. Industri pariwisata merupakan salah satu garda depan yang sangat vital dalam ekosistem kepariwisataan. Didien menambahkan pentingnya peran industri dan asosiasi pariwisata dalam mengembangkan pariwisata Indonesia. “Untuk membangun pariwisata sesuai dengan target nasional, diperlukan peran dan dukungan semua elemen. Perlu sinergi pentahelix, dan GIPI berperan penting,” ujarnya.

Apa saja yang akan dilakukan di 100 hari masa kerja GIPI? Pria asal Jawa Barat itu  menyatakan, pemasaran pariwisata, pengembangan destinasi, dan percepatan peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) akan dikejar dalam upaya majunya pariwisata Indonesia. Semuanya merupakan program kerja utama GIPI 2016-2021.

“Tiga program kerja itu telah disahkan oleh munas (musyawarah nasional). Kami akan melaksanakannya dengan konsisten, kreatif, dan penuh sikap inisiaif,” kata Didien Junaedy. Didien, secara aklamasi dipilih menjadi Ketua GIPI, dalam munas organisasi itu di Bandung, Jawa Barat pada 4 Juli 2016 lalu. GIPI merupakan wadah semua asosiasi dan organisasi yang bergerak di sektor pariwisata.

Munas I GIPI yang mengangkat tema “Penguatan Organisasi GIPI Dalam Kolaborasi Pentahelix Untuk Mencapai Target Kunjungan 20 Juta Wisman dan Pergerakan 275 Juta Wisnus Pada Tahun 2019.” ini dihadiri oleh 32 organisasi anggota dari jumlah keseluruhan anggotanya 35 organisasi industri pariwisata atau terkait dengan pariwisata sehingga berisi lengkap unsur-unsur Pentahelix, yakni; Academician (A), Business (B), Community (C), Government (G) dan Media (M).

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) didirikan pada 7 April 2011 mengacu pada Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. GIPI menjadi payung bagi seluruh organisasi pariwisata yang ada di Indonesia, selain itu GIPI juga menjadi wadah komunikasi dan konsultasi bagi para anggotanya dalam menyelenggarakan kegiatan kepariwisataan. Sebagai suatu wadah bagi para pelaku Industri Pariwisata, GIPI juga menjadi mitra kerja pemerintah.

Seperti diketahui pemerintah saat ini sedang fokus mengembangkan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas atau disebut “10 Bali Baru”. 10 destinasi prioritas tersebut adalah, adalah Borobudur, Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Bromo-Tengger- Semeru (Jawa Timur), Kepulauan seribu (Jakarta), Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Lesung (Banten), Morotai (Maluku Utara), dan Tanjung Klayang (Belitung).

Didien Junaedy mengaku saat ini program kerja GIPI juga akan mengacu ke 10 destinasi prioritas tersebut. “Artinya program kerja kami yakni pemasaran pariwisata, pengembangan destinasi, danpercepatan peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM), semua diarahkan ke 10 destinasi prioritas tersebut. Itu program kerja 100 hari kami,” ujarnya.

Bentuknya seperti apa, Didien mencontohkan seperti mengarahkan ke asosiasi member GIPI, PHRI dan ASITA agar turut aktif mengembangkan dan menjual 10 destinasi prioritas tersebut, baik itu pembangunan hotel maupun penjualan paket-paket tour ke 10 destinasi tersebut. “Kami juga akan menggelar famtrip ke sejumlah destinasi tersebut, yang diikuti semua unsur pentahelix member kami, dengan ouput yang berbeda-beda. Seperti jurnalis akan menulis tentang destinasi tersebut, biro perjalanan akan membuat paket tour, dan pihak perhotelan akan menawarkan ke investor,” jelas Didien.

Ke depan, tantangan pariwisata tak ringan. Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan target kenaikan dua kali lipat kunjungan wisatawan hingga 2019. Pariwisata juga diminta memberikan kontribusi pada produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 8 persen, dengan devisa sebesar Rp 280 triliun, serta membuka 13 juta lapangan kerja. “Ctrategi dan taktik yang diambil Menpar Arief Yahya itu luar biasa, dan saya yakin jika bisa dijalankan dengan serius, pasti bisa terlampaui,” ungkap dia.

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ditargetkan mampu menembus 20 juta orang, sementara pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) 275 juta orang. Indonesia diharapkan bisa membidik indeks daya saing pariwisata Indonesia untuk berada di ranking 30 dunia. “Kami yakin Indonesia mampu, dan Kemenpar betul-betul bisa menjadi core ecomony bangsa Indonesia,” kata Didien.

Dalam perjalananannya, capaian pariwisata pada 2015 sudah membaik. Jumlah kunjungan wisman menembus angka 10 juta orang dan jumlah wisnus 255 juta orang. Kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional sebesar 4 persen, dengan devisa yang dihasilkan sekitar Rp 155 triliun, dan 11,3 juta lapangan kerja baru. Angka indeks daya saing juga naik 20 poin, menjadi ranking 50 dari 141 negara. ***

Mabes Polri Kirim Ahli DNA ke Batam, Identifikasi Potongan Tubuh 13 Anggota Polri

0
Sejumlah anggota Brimob Polda Kepri mengevakuasi Jenazah Korban dan barang barang milik korban pesawat M28 Skytruck yang jatuh di Kabupaten Lingga, saat tiba di Pelabuhan Punggur , Minggu (4/12/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah anggota Brimob Polda Kepri mengevakuasi Jenazah Korban dan barang barang milik korban pesawat M28 Skytruck yang jatuh di Kabupaten Lingga, saat tiba di Pelabuhan Punggur , Minggu (4/12/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.oc.id – Tim SAR gabungan pencarian korban jatuhnya Pesawat Skytruck M-28‎ hingga hari kedua, Minggu (4/12/2016), telah berhasil mengangkat empat kantong jenazah berisi potongan-potongan tubuh kru dan penumpang pesawat milik Polri yang jatuh di perairan Lingga, Sabtu (3/12/2016).

 

Empat kantong potongan tubuh para anggota Polri yang menjadi kru dan penumpang pesawat itu kini telah berada di ruang Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara, Nongsa, Batam.

Kabid Dokes DVI Polda Kepri, AKBP Djarot menegaskan identifikasi pemilik potongan tubuh itu membutuhkan waktu paling cepat dua minggu. Bisa jadi lebih cepat dari perkiraan karena Mabes Polri juga mengirimkan bantuan tim Ahli DNA.

“Ahli forensik Mabes Polri juga turun membantu mengidentifikasi jenazah korban tersebut,”ujar Djarot.

Sementara itu, Direktur Disaster Victim Identification (DVI) Polri Kombes Anton Castilani mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan ‎13 data antemortem korban yang diminta dari para keluarga masing-masing. Mulai data dari pakaian, akseroris, barang bawaan, tanda lahir, bekas luka, cacat tubuh, serta sampel DNA sudah diambil dari pihak keluarga korban.

Semua data itu diperlukan untuk menentukan pemilik potongan tubuh yang berhasil dievakuasi dari laut lokasi jatuhnya pesawat tersebut.

‎”Tim Antemortem Mabes Polri sudah berhasil mengumpulkan semua data antemortem dan DNA pembanding dari keluarga korban di Jakarta dan sekitar‎nya,” kata Anton saat dikonfirmasi, Senin (5/12/2016).

Kabid Dokes DVI Polda Kepri, AKBP Djarot, membenarkan kalau data antemortem termasuk sampel DNA dari keluarga korban yang akan dicocokkan dengan data dan DNA potongan tubuh 13 anggota Polri itu telah ia terima.

“Korban kan dari luar Batam semua, jadi teman-teman dari Mabes Polri membantu mengumpulkan semua itu (data antemorten),” ujarnya.

Dengan terkumpulnya data antemortem ini, Anton maupun Djarot berharap, pihaknya bisa segera mengidentifikasi potongan tubuh yang ditemukan untuk masing-masing 13 anggota Polri korban jatuhnya Pesawat Skytruck.

Dia mengakui bahwa proses identifikasi akan lewati tahapan yang panjang. Sebab, untuk menguji keakuratan identifikasi hanya tersedia opsi tes DNA.

“Melihat kondisi jenazah yang ditemukan, proses identifikasi akan sangat bergantung pada pemeriksaan DNA‎,” tandas Anton.

Sebelumnya, Pesawat Skytruck M-28 yang mengangkut 13 anggota Polri terjatuh di perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Sabtu (3/12) lalu.

‎Keesokan harinya, tim pencarian gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri berhasil mengevakuasi sejumlah potongan tubuh diduga korban Pesawat Skytruck. Potongan-potongan tubuh ini dimasukkan ke dalam empat kantong mayat yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Batam. (cr12/jpnn/nur)

Tiga Korban Pesawat Nahas Polri yang Ditemukan Tidak Utuh Lagi

0

batampos.co.id – Pesawat milik Polri Skytruck M28 yang jatuh di perairan Kepulauan Riau Sabtu (3/12) lalu diperkirakan jatuh menghunjam laut dengan sangat keras.

Pesawat pun tidak sempat melaporkan adanya masalah sebelum kehilangan kontak.

Tiga jenazah korban yang ditemukan Minggu (4/12) kemarin, dalam kondisi tidak utuh. Tiga jenazah korban ditemukan personel Badan SAR Nasional (Basarnas) yang didukung tim gabungan.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI F.H.B. Soelistyo menyatakan bahwa jenazah itu ditemukan sekitar pukul 02.15 WIB.

”Tiga kantong jenazah itu saat ini berada di RS Bhayangkara Batam,” kata Soelistyo dalam konferensi pers kemarin.

Soelistyo menjelaskan, jenazah ditemukan di wilayah pencarian yang diduga titik jatuhnya pesawat dengan nomor registrasi P4201 itu. Titik tersebut berhasil ditemukan pada Sabtu (3/12) pukul 17.55 WIB, setelah tim berhasil mendeteksi adanya tanda gelembung bahan bakar pesawat di koordinat 00 17 .321 N – 104 50.518 E.

Titik tersebut semakin mempermudah proses pencarian korban. Pada pencarian hari kedua, tim langsung menerjunkan kekuatan laut dan udara. Sebanyak 15 kapal yang terdiri atas 5 kapal Basarnas, 4 kapal TNI-AL, 1 kapal KPLP, 4 kapal polo air, dan 1 bea cukai. Di antara 5 kapal Basarnas tersebut, ada 1 kapal sonar.

Kapal sonar itu memiliki keistimewaan tersendiri. Yakni, bisa mencari suatu objek yang berada di dalam atau dasar laut. Peralatan itu diharapkan bisa mempercepat pencarian sebelum operasi pokok berakhir empat hari ke depan.

Sedangkan untuk kekuatan udara, Basarnas menyiagakan satu heli miliknya.

Tim gabungan bekerja dalam area seluas 200 nm square dari titik jatuh.  ”Ada lima penyelam yang stand by. Mereka akan diturunkan untuk mengonfirmasi saat objek kapal ditemukan. Nanti menyusul ada enam penyelam lainnya. Gantian,” tutur pria kelahiran Jogjakarta, 57 tahun lalu itu.

Berita selengkapnya dipublikasikan di Harian Batam Pos edisi Senin, 5 Desember 2016. (mia/idr/c10/ang/jpnn)

 

Satpol PP Berulah Lagi

0
Warga saat bermain bulutangkis di alun-alun Engku Putri, Batamcentre, Sabtu (3/12). Warga memanfaatkan jasa penyewa raket untuk bermain bulutangkis yang ada di dataran Engku Putri itu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Warga saat bermain bulutangkis di alun-alun Engku Putri, Batamcentre, Sabtu (3/12). Warga memanfaatkan jasa penyewa raket untuk bermain bulutangkis yang ada di dataran Engku Putri itu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam yang bertugas di Dataran Engku Putri kembali berulah. Setelah sebelumnya sempat meminta sejumlah uang kepada penyedia jasa raket beberapa waktu lalu. Kali ini mereka kembali bertindak tidak meyenangkan dengan mengusir salah seorang penyedia jasa sewa raket, Sabtu (3/11).

Kejadian bermula saat Poppy menggelar raket yang biasa dia sewakan kepada pengunjung di alun-alun. Dua oknum Satpol PP itu Susilo dan Apriadi, mereka mendatanginya dan meminta untuk meninggalkan lapangan Engku Putri.

“Mereka datang, dan mengusir saya,” kata dia.

Poppy yang tidak terima dengan perbuatan tersebut, berbalik menanyakan alasan oknum Satpol PP meminta dia melarang sewa raket yang biasa digelarnya.

Dia menambahkan, oknum Satpol PP terlihat semakin kesal, saat dirinya enggan meninggalkan Engku Putri dan berusaha untuk mencari nama identitas oknum satpol PP tersebut.

“Mereka tidak senang karena saya terus mencoba mencari nama mereka pada seragam yang dikenakan. Salah satu dari mereka malah sempat melayangkan tangan akan menampar saya,” bebernya.

Sementara itu, Komandan Batalyon (Danton) Satpol PP, Raja Ismail yang mendengar peristiwa tersebut meminta maaf atas perlakuan yang diterima oleh korban.

“Saya minta maaf atas perbuatan anak buah saya. Terlepas dari benar atau tidak akan saya tanyakan nanti,” kata dia.

Dia juga akan mengundang penyewa jasa raket tersebut untuk datang ke kantor untuk mencari solusi terbaik.

“Nanti akan kita undang, biar tidak ada lagi permasalahan serupa,” tukasnya.

Salah seorang saksi mata yang juga menyediakan jasa penyewaaan raket, Muhammad Alwi, mengatakan seharusnya Satpol PP adalah pengayom masyarakat.

“Kami sudah lama sewakan raket di sini, tapi tidak pernah ada larangan tertulis dari Pemko atau aparat lain, ” jelasnya.

Sementara itu, Nisa salah satu pengunjung di Engku Puteri merasa senang dengan adanya penyedia jasa raket di sana, katanya, selain ada tempat bermain basket, sepatu roda, futsal, voli, dan juga track jogging, dengan adanya penyedia jasa raket di tempat itu sarana olahraga di alun-alun Engku Puteri menjadi bertambah.

“Yah sangat bagus, apalagi alun-alun ini dibuat pemerintah salah satunya sebagai tempat sarana berolahraga, dengan adanya penyedia jasa raket di sini dengan demikian sarana olahraga di sini menjadi bertambah. Karena tidak semua orang kan yang datang ke sini untuk bermain basket, sepatu roda, futsal, voli, ataupun jogging. Kan ada juga yang ingin bermain bulutangkis, apalagi kalau sudah hari Minggu alun-alun ini dipenuhi dengan yang bermain bulutangkis, jadi tampak semarak alun-alun ini,” kata Nisa.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Kota Batam Eriman pernah mengatakan belum ada aturan yang menjelaskan tentang kegiatan di Engku Putri. Apalagi masyarakat yang memanfaatkan situasi disana untuk mendapatkan rezeki.

“Kalau berjualan makanan sudah ada aturan, namun untuk sewa menyewa ini belum ada. Apalagi itu ruang untuk publik,” sebut Eriman.

Sementara itu, Plt Kasatpol PP Kota Batam, Nurzali belum bisa dihubungi saat dan dimintai keterangan terkait ulah bawahannya tersebut. (cr17/cr18/she)

Baca juga:

DPRD Batam: Satpol PP Harusnya Melindungi, Bukan Menarik Pungli

Amsakar Curigai Pungli di Engku Putri Sudah Lama

Amsakar: Oknum Satpol PP Pelaku Pungli Harus Ditindak Tegas

Oknum Satpol PP Batam Palak Penyewa Raket di Engku Putri, Minta Setoran Rp 150 Ribu