Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 1386

Sidang Judi Online , Saksi Ahli Ungkap Bukti Percakapan dan Akun Situs Judol

0
Sidang lanjutan perkara judi online (judol) yang menyeret lima terdakwa kembali digelar dengan agenda keterangan saksi ahli digital forensik dari Mabes Polri,di PN Batam, Senin (23/6),

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menggelar sidang lanjutan perkara judi online (judol) yang menyeret lima terdakwa, Senin (23/6). Agenda persidangan kali ini mendengarkan keterangan saksi ahli digital forensik dari Mabes Polri, Rizky Prananda, di hadapan majelis hakim yang dipimpin Douglas Napitupulu, didampingi Andi Bayu dan Dina. Sementara tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) berasal dari Kejaksaan Agung.

Kelima terdakwa dalam kasus ini adalah Herjanto (manajer keuangan), Hendra Naga Sakti (leader/pengawas), serta tiga operator, yakni Surijanto, Ivan Sopnir, dan Ramendra.

Saksi ahli Rizky Prananda mengungkapkan bahwa timnya menerima barang bukti berupa perangkat elektronik dalam kondisi tersegel dan terbungkus rapi. Barang-barang tersebut terdiri atas 32 unit handphone, laptop, SIM card, dan memory card yang disita dari para terdakwa.

“Penyidik menyerahkan barang bukti kepada kami untuk dilakukan pemeriksaan digital forensik. Dari hasil analisis terhadap 10 unit handphone dan laptop, serta beberapa SIM card, kami menemukan lima user akun yang terhubung langsung ke situs judi online melalui login,” jelas Rizky dalam persidangan.

Lebih lanjut, Rizky menyebutkan pihaknya juga berhasil mengakses percakapan dalam grup WhatsApp milik para terdakwa yang berkaitan langsung dengan aktivitas perjudian.

“Isi percakapan dalam grup WhatsApp menunjukkan diskusi seputar kegiatan judi online. Kami menemukan istilah-istilah seperti withdrawal, deposit dan member yang merujuk pada transaksi dan operasional situs,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa Herjanto sempat melarikan diri ke Malaysia. Ia akhirnya ditangkap dengan membawa uang tunai hasil perjudian hampir Rp1 miliar dalam bentuk rupiah dan dolar.

Tak hanya itu, Herjanto juga diketahui memiliki dua paspor aktif. Ia berdalih lupa mengembalikan paspor lama saat mengurus yang baru. Fakta ini memunculkan dugaan adanya upaya untuk mengaburkan jejak keberadaan maupun aliran dana dari hasil judi online.

Sementara itu, terdakwa Hendra Naga Sakti mengakui memiliki latar belakang pekerjaan di industri judi online di Filipina sebelum beroperasi di Batam. Ia bahkan disebut mengelola salah satu situs yang memiliki tampilan berbeda dari lima situs lainnya yang teridentifikasi dalam perkara ini.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi lainnya yang dihadirkan oleh JPU. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Sidang Judi Online , Saksi Ahli Ungkap Bukti Percakapan dan Akun Situs Judol pertama kali tampil pada Metropolis.

Daewoong Gebrak AMUSE 2025: Perkenalkan Prosedur Estetika Kombinasi dari Korea, Luncurkan Tim KIIMOT untuk Pasar Indonesia

0
Stan Daewoong – CGBio di AMUSE 2025

batampos– Daewoong Pharmaceutical menggandeng CGBIO Indonesia untuk menghadirkan gebrakan baru dalam dunia estetika medis Indonesia melalui partisipasinya di ajang bergengsi AMUSE 2025 (Aesthetic Medicine Updates Seminar and Exhibition). Tidak hanya menampilkan inovasi teknologi perawatan estetika dari Korea Selatan, Daewoong juga meluncurkan KIIMOT (Korea-Indonesia Integrated Marketing Operation Taskforce), sebagai strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem pendidikan dan pemasaran estetika yang terintegrasi di Indonesia.

AMUSE 2025 yang berlangsung dari 17 hingga 22 Juni di Jakarta dan Tangerang ini menjadi salah satu ajang estetika medis terbesar di Tanah Air, dengan menghadirkan sekitar 1.200 peserta dari kalangan dokter spesialis kulit, ahli bedah plastik, hingga praktisi estetika profesional. Kehadiran Daewoong di acara ini mengusung tema besar “Move to NEW GEN”, yang menyoroti transformasi menuju generasi baru dalam pendekatan prosedur estetika.
Demonstrasi Langsung Perawatan Kombinasi: Toksin Botulinum hingga Skin Booster Facetem
Di stan pamerannya, Daewoong menghadirkan empat produk unggulan yang dirancang untuk saling melengkapi dalam prosedur kombinasi:
•Toksin Botulinum – untuk relaksasi otot dan pengurangan kerutan,
•Facetem – skin booster berbasis kalsium hidroksiapatit (CaHA) untuk memperbaiki tekstur dan kekenyalan kulit,
•DCLASSY – dermal filler berbahan dasar asam hialuronat,
•LUXX – benang PDO untuk peremajaan dan pengencangan kulit.
Menariknya, para peserta tidak hanya disuguhi informasi teknis, tetapi juga mendapatkan pelatihan langsung dari dua dokter estetika ternama asal Korea Selatan.
•Dr. Kyung-tae Bae dari It’s Me Clinic, Sejong, mendemonstrasikan prosedur injeksi Toksin Botulinum pada area wajah bagian bawah dan leher, khususnya untuk mengatasi hipertrofi otot masseter, masalah umum yang berkontribusi pada tampilan wajah lebar.
•Dr. Jae-yoon Jung dari Oaro Dermatology Clinic menyampaikan materi mengenai perawatan kombinasi Toksin Botulinum dan Facetem, serta membagikan insight klinis tentang tren peremajaan kulit yang sedang berkembang di Korea dan Asia.
Demonstrasi dilakukan secara live di depan para dokter Indonesia untuk memperlihatkan hasil nyata dari prosedur kombinasi, baik dari sisi teknik injeksi maupun hasil klinis yang dapat dicapai.
KIIMOT & DEEP: Kolaborasi Strategis untuk Pasar Estetika Indonesia
Untuk memperluas dampak edukasi dan penetrasi pasar estetika medis di Indonesia, Daewoong dan CGBIO juga meresmikan pembentukan KIIMOT, tim pemasaran dan edukasi terintegrasi Korea-Indonesia. KIIMOT akan bertugas mengembangkan strategi komunikasi, materi edukasi, serta merancang program pelatihan klinis yang relevan dengan pasar lokal, namun tetap mengacu pada standar global.
Inisiatif ini akan difokuskan melalui program DEEP (Daewoong Expert Education Program), sebuah platform pelatihan berkelanjutan yang akan menyinergikan transfer pengetahuan dari pakar Korea dengan praktik klinis di Indonesia. Lewat DEEP, para dokter Indonesia akan mendapat akses pada pelatihan berbasis praktik, teknik prosedur terbaru, hingga pemahaman menyeluruh mengenai karakteristik produk Daewoong.
“Partisipasi kami di AMUSE 2025 bukan sekadar showcase produk, tapi juga bentuk komitmen jangka panjang untuk memperkuat kualitas estetika medis Indonesia,” ujar Changwoo Ha, Kepala Divisi Bisnis Estetika KIIMOT. “Melalui program DEEP yang mengintegrasikan edukasi, pelatihan langsung, dan strategi branding, kami ingin mencetak lebih banyak ahli estetika berstandar internasional dari Indonesia.”
Menjawab Tren Kecantikan Asia dengan Teknologi Korea
Kolaborasi antara Daewoong dan CGBIO mencerminkan tingginya minat pelaku industri estetika global terhadap pasar Indonesia, yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Di tengah tren kecantikan Asia yang semakin mengarah pada hasil alami, personalisasi prosedur, dan efisiensi waktu pemulihan, pendekatan prosedur kombinasi yang diusung Daewoong dinilai menjawab kebutuhan tersebut.
Ke depannya, Daewoong berharap dapat memperluas cakupan pelatihan DEEP ke lebih banyak kota di Indonesia serta menjalin kemitraan dengan institusi pendidikan medis untuk membentuk ekosistem estetika yang lebih matang dan profesional. (*)

Artikel Daewoong Gebrak AMUSE 2025: Perkenalkan Prosedur Estetika Kombinasi dari Korea, Luncurkan Tim KIIMOT untuk Pasar Indonesia pertama kali tampil pada News.

133 Peserta Ikuti Orari Adventure Team, Promosikan Wisata Alam Gunung Bintan

0
Para peserta Orari Adventure Team saat berada di objek wisata Air Terjun Gunung Bentan di Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan pada Minggu (22/6/2025). F.Kiriman Pak Ngah Lahmudin untuk Batam Pos.

batampos– Sebanyak 133 peserta dari berbagai daerah menjajal Gunung Bintan dalam ajang Orari Adventure Team ke Gunung Bintan 2025, Minggu (22/6/2025).

Salah satu peserta dari Bintan, Darisman akhirnya berhasil mencapai puncak Gunung Bintan setelah lama ingin mendaki gunung tersebut.

Rasa penat Darisman terbayarkan dengan keindahan alam Gunung Bintan. Ia bersama keluarganya berdoa di atas Gunung Bintan.

BACA JUGA: Ratusan Peserta Bakal Ikuti Orari Adventure Team di Gunung Bintan

Selain peserta dari Batam, Bintan dan Tanjungpinang, event ini juga diikuti peserta dari luar Kepri bernama Julia dan Calsign dari Bangka Belitung. Kegiatan juga didukung oleh Banser NU Bintan.

Ketua Panitia, Hamdan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Orari ke masyarakat luas dan mempromosikan objek wisata alam Gunung Bintan.

Ketua Orari Lokal Kabupaten Bintan, Saeful Arief berharap, program-program Orari Bintan dapat terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia juga berharap, Orari Bintan terus eksis dan menjadi orasi unggulan di Kepri. (*)

Reporter: Slamet

Artikel 133 Peserta Ikuti Orari Adventure Team, Promosikan Wisata Alam Gunung Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

ART Disiksa dan Dipaksa Makan Kotoran, Perkit Bersikap

0
Ketua dan Penasehat Perkit Kepri, Angelinus dan Amat Tantoso. (Arjuna)
batampos – Peristiwa memilukan menimpa Intan (20), seorang asisten rumah tangga (ART) di Batam. Ia mengaku menjadi korban penyiksaan keji oleh majikannya, termasuk dipaksa makan kotoran hewan hingga minum air dari septictank. Peristiwa ini mengundang kemarahan publik setelah terbongkar oleh penggerebekan warga bersama komunitas Flobamora, pada Minggu (22/6) kemarin.
Saat ditemukan, kondisi Intan sangat memprihatinkan. Tubuhnya penuh luka, dalam keadaan lemah dan trauma berat. Ia langsung dilarikan ke RS Elisabeth Batam untuk menjalani perawatan intensif.
Kasus ini sontak menyulut reaksi dari masyarakat luas, terlebih dari kalangan perantau asal Indonesia Timur yang melihat kejadian ini sebagai bentuk kekerasan yang tak bisa ditoleransi.
Perkumpulan Kekeluargaan Indonesia Timur (Perkit) Kepri, organisasi yang menaungi warga perantauan dari kawasan timur Indonesia, segera bersikap atas peristiwa ini. Mereka menggelar pertemuan darurat dan mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas tindakan kekerasan tersebut.
“Kita menyikapi perbuatan yang dilakukan oleh oknum terhadap salah seorang saudara kita. Ini bukan soal asal usul, ini soal kemanusiaan,” tegas Ketua Perkit Kepri, Angelinus saat ditemui, Senin (23/6).
Ia menambahkan, tindakan yang dilakukan terhadap Intan telah melampaui batas perlakuan terhadap binatang. Pihaknya akan terus mengawal proses hukum yang sedang ditangani oleh kepolisian. Dia menduga, pelaku penyiksaan bukan hanya satu orang, sehingga penting untuk mendalami kasus ini lebih jauh.
“Kita percayakan proses ini kepada kepolisian, tapi kita juga perlu memastikan bahwa pelaku benar-benar ditahan,” ujarnya.
Penasehat Perkit Kepri, Amat Tantoso, turut menyampaikan keprihatinannya. Ia mengaku sangat sedih dan kecewa mendengar kabar Intan yang mengalami kekerasan ekstrem di rumah tempat ia bekerja.
“Kenapa majikannya setega itu? Adik kita dipukul sampai babak belur,” katanya.
Mejadian ini telah menjadi sorotan publik, termasuk di media sosial. Oleh karena itu, ia mendorong agar pelaku ditindak secara tegas dan tidak mendapat toleransi apa pun.
“Kami berharap pelaku dihukum setimpal sesuai dengan perbuatannya,” kata Amat.
Amat menyampaikan juga seperti apa perjuangan para perantau dari wilayah timur Indonesia yang datang ke Batam dengan harapan hidup lebih baik. “Mereka menempuh perjalanan jauh, lewat laut berhari-hari, hanya untuk mencari kerja. Tapi justru diperlakukan seperti ini,” tambahnya.
Intan diketahui berasal dari wilayah Indonesia Timur, dan bekerja di Batam sebagai ART demi menyokong kehidupan keluarganya di kampung halaman. Bagi Perkit, apa yang menimpa Intan adalah luka kolektif bagi komunitas perantau.
“Ibarat satu orang dicubit, kita semua ikut merasakan sakit,” ujar Amat.
Perkit Kepri tegas bahwa mereka tidak akan tinggal diam. Selain memberikan pendampingan kepada korban, mereka juga akan terus mengawal proses hukum agar kasus ini menjadi pelajaran penting bagi siapa pun yang memperlakukan pekerja rumah tangga secara tidak manusiawi. (*)
Reporter: Arjuna

Artikel ART Disiksa dan Dipaksa Makan Kotoran, Perkit Bersikap pertama kali tampil pada Metropolis.

Titiek Soeharto Merasa Sangat Terkesan dengan Budaya Melayu Kepulauan Riau

0
Titiek Soeharto menyimak penjelasan Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengenai salah satu koleksi budaya di Gedung LAM Kepri, Tanjungpinang, Minggu (22/6). (Biro Adpim/Iwan Tea)

batampos-Titiek Soeharto merasa kagum dan sangat terkesan dengan warisan sejarah serta kebudayaan Melayu Kepulauan Riau.

“Saya sangat terkesan dengan sambutan dan kekayaan budaya di Kepri. Warisan sejarah dan adat istiadat yang tetap dijaga ini adalah kekuatan bangsa yang sangat berharga,” ungkap Putri Mantan Presiden Soeharto bernama lengkap Siti Hediati Hariyadi ini.

Minggu (22/6/2026), Titiek sebagai Ketua Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Kedatangannya disambut hangat oleh Gubernur Kepulauan Rian Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, serta Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Titiek bersama rombongan diajak menelusuri jejak peradaban dan kekayaan budaya Melayu, dimulai dari Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kepri, hingga Pulau Penyengat yang sarat nilai sejarah dan kebangsaan.

BACA JUGA: Perayaan Waisak di Vihara Jin Gang Shan, Sekda: Ragam Budaya dan Agama jadi Daya Tarik Wisata di Bintan

Di Gedung LAM Kepri, Titiek disambut secara adat melalui prosesi Tepuk Tepung Tawar – tradisi simbol penghormatan kepada tamu agung yang datang ke Tanah Melayu.

Ia juga diajak menyaksikan langsung kemegahan Balairung Utama LAM yang sarat ornamen budaya serta singgasana penabalan gelar adat.

Ia juga terlihat terkesan melihat sejumlah produk kerajinan yang terpajang di Gedung Dekranasda Kepri.

Titiek Soeharto dan rombongan kemudian menyeberang ke Pulau Penyengat. Di pusat peradaban kebudayaan Melayu ini ia berziarah ke makam tokoh-tokoh nasional.

Ia juga terlihat takjub ketika mengunjungi Masjid Raya Sultan Riau dan Balai Adat Melayu Penyengat.

“Saya sangat terkesan dengan warisan sejarah dan adat istiadat yang tetap terjaga. Ini adalah kekuatan bangsa yang sangat berharga,” ujarnya lagi.

Tak hanya meninjau aspek budaya, Titiek Soeharto juga mengunjungi fasilitas Farm Layer dan Pullet milik PT Indojaya Agrinusa di Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan.

Kunjungan ke anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk ini sesuai dengan lingkup tugas Komisi IV DPR RI di bidang pertanian, kehutanan dan kelautan.

“Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian terhadap pengembangan sektor peternakan dan ketahanan pangan di daerah,” imbuhnya.

Titiek Soeharto didampingi Gubernur Ansar Ahmad dan Wagub Nyanyang berziarah ke makan pahlawan nasional. (Biro Adpim/Iwan Tea)

Momen Menampilkan Kekuatan Budaya

Sementara itu, Ansar Ahmad, Gubernur Kepulaua Riau sangat mengapresiasi kehadiran Titiek Soeharto.

Kunjungan itu dikatakan Ansar menjadi penyemangat untuk terus memperkenalkan potensi budaya dan ekonomi kreatif daerah.

“Kunjungan ini juga akan memperkuat sinergi pembangunan antara pusat dan daerah,” ujar Gubernur Ansar.

Ditegaskan pula bahwa kunjungan Titiek Soeharto ini menjadi momen penting untuk menampilkan kekuatan budaya sebagai penopang ekonomi masyarakat Kepri.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Kepri bukan hanya gerbang Indonesia di utara, tetapi juga jantung kebudayaan Melayu yang masih hidup dan berkembang,” pungkasnya. (*)

 

Artikel Titiek Soeharto Merasa Sangat Terkesan dengan Budaya Melayu Kepulauan Riau pertama kali tampil pada Kepri.

Jumlah Jemaah Haji Debarkasi Batam yang Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi 25 Orang

0
Jemaah haji kloter pertama debarkasi Batam tiba di Asrama Haji Batam, kamis (12/6) . F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Jumlah jemaah haji asal Debarkasi Batam yang wafat di Tanah Suci bertambah. Hingga Senin (23/6), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam mencatat total sebanyak 25 jemaah wafat sejak pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama pada Mei 2025 lalu.

Sekretaris PPIH Debarkasi Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan bahwa para jemaah yang wafat berasal dari empat provinsi yang tergabung dalam Embarkasi Batam, yakni Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat. Sebagian besar dari mereka wafat karena faktor usia lanjut dan penyakit bawaan yang kambuh selama menjalankan ibadah haji.

“Total jemaah haji Debarkasi Batam yang wafat sampai hari ini mencapai 25 orang. Mereka wafat di beberapa tempat seperti Makkah, Madinah, Arafah, dan Mina,” ujar Zulkarnain saat dikonfirmasi, Senin (23/6).

Dari data yang diperoleh, jemaah yang wafat terdiri dari 18 laki-laki dan tujuh perempuan, dengan usia termuda 49 tahun dan tertua 85 tahun. Penyebab wafat didominasi oleh cardiogenic shock, acute respiratory distress syndrome (ARDS), acute myocardial infarction, hingga infeksi sistemik seperti sepsis dan gangguan jantung kronis lainnya.

Zulkarnain menjelaskan, para jemaah tersebut meninggal dalam rentang waktu antara 8 Mei hingga 20 Juni 2025. Beberapa di antaranya meninggal di fasilitas kesehatan seperti Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan Madinah, serta rumah sakit Arab Saudi.

“Seluruh jemaah telah dimakamkan di tempat yang telah ditentukan otoritas setempat. Sebagian besar dimakamkan di pemakaman Sharaye, Makkah, dan beberapa di Thaif maupun Dabbah,” ucapnya.

Salah satu jemaah yang wafat paling awal adalah Abdul Kadir dari Kepulauan Riau yang meninggal dunia pada 8 Mei 2025 di KKHI Madinah karena intracerebral haemorrhage. Sementara yang paling akhir tercatat adalah Muhammad Saleh dari Kalimantan Barat yang wafat pada 20 Juni 2025 pukul 01.35 waktu Arab Saudi karena other shock.

“Secara keseluruhan data jemaah wafat per 20 Juni 2025, yakni Jambi 11 orang, Kalimantan Barat 5 orang, Kepulauan Riau 2 orang dan Riau 7 jemaah, ” terangnya.

Zulkarnain menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga seluruh jemaah yang wafat. Ia berharap keluarga diberi ketabahan dan menerima dengan ikhlas, mengingat para jemaah wafat dalam keadaan sedang menunaikan ibadah mulia di Tanah Suci.

“Kami terus memantau dan memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah yang masih di Tanah Suci. Tim kesehatan dan petugas kloter bekerja maksimal mendampingi jemaah,” tambahnya.

Saat ini, jemaah Debarkasi Batam masih berada di Makkah menjalani ibadah sunnah pasca-Armuzna. Pemulangan jemaah kloter pertama direncanakan akan dimulai pada akhir Juni 2025 melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

 

Artikel Jumlah Jemaah Haji Debarkasi Batam yang Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi 25 Orang pertama kali tampil pada Metropolis.

DJP Kepri Sita Aset Wajib Pajak Senilai Rp2,66 Miliar

0
Ilustrasi, kegiatan sita serentak atas aset milik wajib pajak yang menunggak pembayaran. F. DJP Kepri untuk Batam Pos

batampos – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kepulauan Riau menggelar kegiatan sita serentak atas aset milik wajib pajak yang menunggak pembayaran, Rabu (18/6). Langkah ini merupakan bagian dari upaya pengamanan penerimaan negara dari sektor pajak.

Kegiatan tersebut dibuka secara daring oleh Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan (P2IP) Kanwil DJP Kepri, Rizal Fahmi, dari Kota Batam.

Ia mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh seluruh unit kerja di lingkungan Kanwil DJP Kepri yang terdiri dari enam Kantor Pelayanan Pajak (KPP), yakni KPP Madya Batam, KPP Pratama Batam Selatan, KPP Pratama Batam Utara, KPP Pratama Tanjungpinang, KPP Pratama Bintan, dan KPP Pratama Tanjungbalai Karimun.

“Sita Serentak 2025 ini merupakan langkah penegakan hukum untuk meningkatkan penerimaan negara, khususnya melalui tindakan penagihan berupa penyitaan,” kata Rizal dalam sambutannya.

Ia menambahkan, aksi penyitaan ini juga ditujukan untuk memberikan efek jera serta meningkatkan kesadaran wajib pajak agar segera melunasi utangnya.

Dari hasil kegiatan ini, tercatat 14 objek disita. Aset tersebut berupa kendaraan bermotor, tanah dan/atau bangunan, serta rekening yang tersimpan di perbankan. Total nilai taksiran seluruh aset yang disita mencapai Rp2,66 miliar.

Setelah penyitaan dilakukan, KPP akan berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk proses lelang sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, untuk aset berupa rekening wajib pajak yang disita, KPP akan menjalankan prosedur pemindahbukuan guna pelunasan utang pajak.

Meski demikian, DJP Kepri tetap memberikan kesempatan kepada wajib pajak atau penanggung pajak untuk segera melunasi utangnya sebelum aset yang disita diumumkan secara resmi untuk dilelang oleh KPKNL. (*)

Artikel DJP Kepri Sita Aset Wajib Pajak Senilai Rp2,66 Miliar pertama kali tampil pada Metropolis.

Hari Pertama SPMB SMPN 26 Batam, Orang Tua Keluhkan Sulitnya Buat Akun dan Upload Berkas

0
Orang tua mendatangi sekolah karena kesulitan membuat akun di SPMB SMP. f.eusebius sara

batampos-Hari pertama pembukaan posko informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMPN 26 Batam, Senin (23/6/2025), diwarnai sejumlah keluhan dari para orang tua calon siswa. Banyak dari mereka, khususnya yang lanjut usia, mengaku kesulitan membuat akun pendaftaran secara daring.

“Banyak yang belum paham cara membuat akun secara mandiri, terutama orang tua yang tidak terbiasa menggunakan teknologi. Kami arahkan dan ajarkan satu per satu hingga mereka berhasil,” kata Rifnaldo, Ketua Pelaksana SPMB SMPN 26 Batam, saat ditemui di lokasi.

Tak hanya pembuatan akun, kendala teknis juga muncul saat proses unggah berkas. Banyak orang tua gagal mengunggah dokumen karena ukuran file melebihi batas maksimal 500 KB. Umumnya, dokumen hasil foto dari ponsel belum dikompres, sehingga ditolak oleh sistem.

BACA JUGA: SPMB SMP Jalur Domisili Batam Dibuka Hari Ini, Alamat Harus Sesuai KK

“Sudah beberapa kali saya coba unggah akta dan KK anak, tapi tidak bisa masuk. Ternyata ukuran file terlalu besar,” keluh Leni, salah satu orang tua dari Tanjunguncang. Ia pun terpaksa datang langsung ke sekolah agar dibantu.

Persoalan lain yang muncul adalah dokumen Kartu Keluarga (KK) yang belum berusia satu tahun. Menurut juknis SPMB , dokumen KK harus berusia minimal satu tahun sebagai bukti domisili. Beberapa orang tua yang baru pindah ke Batam pun terhambat oleh aturan ini.

“Kami belum tahu solusi untuk orang tua yang baru pindah dan KK-nya belum satu tahun. Ini jadi kendala tersendiri karena sistem secara otomatis menolak pendaftaran seperti itu,” ujar Rifnaldo. Ia menambahkan, pihak sekolah masih menunggu arahan dan kebijakan resmi dari Dinas Pendidikan terkait kondisi tersebut.

Hingga siang hari, data pendaftaran menunjukkan sudah ada 120 pendaftar dari jalur domisili. Dari jumlah itu, 40 sudah terverifikasi dan 80 sisanya masih dalam proses. “Posko kami buka dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Kami bantu semua warga yang datang, karena tidak semua bisa mengakses pendaftaran daring secara mandiri,” kata Rifnaldo.

Tahun ajaran ini, SMPN 26 Batam membuka delapan rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung 360 siswa. Mayoritas orang tua yang datang ke posko adalah ibu-ibu yang khawatir jika anaknya gagal mendaftar. “Kami tetap koordinasi dengan Dinas dan berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Rifnaldo. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Hari Pertama SPMB SMPN 26 Batam, Orang Tua Keluhkan Sulitnya Buat Akun dan Upload Berkas pertama kali tampil pada Metropolis.

KPK Akui Sudah Tetapkan Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Gratifikasi MPR

0
Ilustrasi: Gedung KPK.(Dok.JawaPos.com)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah menetapkan pihak-pihak sebagai tersangka, dalam prngusutan kasus dugaan korupsi berupa penerimaan gratifikasi terkait pengadaan di lingkungan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Namun, KPK masih enggan mengungkap pihak-pihak yang telah menyandang status tersangka tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini telah menjerat mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI berinisial MC sebagai tersangka. Diduga, MC menerima gratifikasi senilai Rp 17 miliar.

“Sudah ada tersangka. Dugaan penerimaan gratifikasi yang ada kaitannya dengan pengadaan barang dan jasa,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo dikonfirmasi, Senin (23/6).

Budi menyatakan, KPK sampai saat ini masih mendalami untuk menambah bukti dugaan penerimaan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan MPR RI.

“Penyidik masih terus mendalami perkara ini dengan memeriksa para saksi,” tegasnya.

Dalam pengusutan kasus ini, KPK juga mulai memanggil sejumlah saksi, pada Senin (23/6). Lembaga antirasuah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pejabat pengadaan barang dan jasa pada Setjen MPR RI 2020-2021 Cucu Riwayati, serta kelompok kerja unit kerja pengadaan barang dan jasa pada Setjen MPR tahun 2020 Fahmi Idris. Namun, keduanya belum dikabarkan hadir memenuhi panggilan pemeriksaan.

Terpisah, Sekjen MPR RI Siti Fauziah memastikan, pengusutan dugaan korupsi oleh KPK terjadi pada masa 2019 sampai dengan 2021. Ia menegaskan, tidak ada keterlibatan unsur pimpinan MPR RI, baik yang saat ini menjabat atau yang lama.

“Perlu kami tegaskan bahwa kasus tersebut merupakan perkara lama yang terjadi pada masa 2019 sampai dengan 2021. Dalam hal ini, tidak ada keterlibatan pimpinan MPR RI, karena perkara tersebut merupakan tanggung jawab administratif dan teknis dari sekretariat, dalam hal ini Sekretaris Jenderal MPR RI pada masa itu yaitu Bapak Dr. Ma’ruf Cahyono, SH, MH,” pungkasnya. (*) 

Sumber: JP Group

Artikel KPK Akui Sudah Tetapkan Tersangka di Kasus Dugaan Korupsi Gratifikasi MPR pertama kali tampil pada News.

IMA Perkuat Nelayan di Natuna dan Anambas Lawan Ilegal Fishing

0
Pengurus Inisiasi Masyarakat Adat (IMA) memberikan pehamahaman soal perlindungan nelayanan ke nelayan di Anambas. F. IMA untuk Batampos

batampos-Laut bukan sekadar sumber nafkah bagi nelayan di pulau-pulau terluar Indonesia. Ia adalah nadi kehidupan, ruang budaya, dan tapal batas kedaulatan.

Namun, setiap sore ketika Aidi, seorang nelayan dari Kelurahan Pering di Kabupaten Natuna, mendorong perahunya ke tengah laut, ia tak hanya berhadapan dengan gelombang.

Ia menghadapi kapal-kapal asing berskala besar yang datang tanpa undangan penjarah ikan dari luar negeri yang menggerus harapannya.

“Kalau kapal-kapal asing masih leluasa di laut Natuna, jangan harap kami bisa bertahan sampai 2030,” kata Aidi pelan, sorot matanya kosong menatap cakrawala.

Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, kehilangan lebih dari US$ 3,5 miliar setiap tahun akibat praktik ilegal fishing.

Tak hanya kerugian ekonomi, aktivitas penangkapan ikan ilegal juga merampas hak hidup masyarakat pesisir dan merusak ekosistem laut.

BACA JUGA: Tangkap Ikan dan Tambang, Jangan Gunakan Handak Ilegal

Di perbatasan laut seperti Natuna dan Anambas, situasi ini lebih dari sekadar masalah hokum ini soal harga diri dan kedaulatan bangsa.

Melihat urgensi itu, Inisiasi Masyarakat Adat (IMA) menggerakkan program “Penjaga Laut (SEAGU)”, sebuah upaya memperkuat peran nelayan lokal dan generasi muda sebagai garda depan pelindung perairan Nusantara.

Program ini dimulai dari dua titik strategis: Desa Sri Tanjung di Kabupaten Anambas dan Kelurahan Sedanau di Kabupaten Natuna, wilayah yang langsung bersentuhan dengan ancaman ilegal fishing.

Program SEAGU tidak hanya melatih nelayan dalam pengawasan laut dan peningkatan kapasitas hukum, tetapi juga menumbuhkan kembali semangat bela negara melalui pelibatan aktif masyarakat pesisir. Mereka bukan hanya penjaga laut, tetapi penjaga kedaulatan.

Potensi perikanan di Natuna sesungguhnya sangat besar mencapai 1,3 juta ton per tahun. Namun, pada 2023, realisasi produksinya baru sekitar 135.200 ton atau hanya 10 persen dari total potensi.

Di balik angka ini tersimpan kisah panjang tentang cuaca ekstrem, peralatan tangkap sederhana, keterbatasan bahan bakar, dan tentu saja kapal asing yang beroperasi tanpa izin.

Menurut data IMA per Juni 2025, nelayan kecil seperti di Desa Sri Tanjung dan Kelurahan Sedanau sering kali tak bisa melaut saat musim angin utara datang.

Mereka harus menahan diri ketika kapal-kapal asing berbendera Vietnam, Thailand, atau China, bahkan dari arah Jawa dan Sulawesi, justru leluasa menjaring ikan di perairan mereka.

Perahu nelayan bersandar di di dermaga. Natuna dan Anambas menjadi dua wilayah empuk pencurian ikan (ilegal fishing). F. IMA untuk Batampos.

Kebijakan dan Ketegasan yang Belum Cukup

IMA menyadari bahwa pemberantasan illegal fishing bukan hanya tugas aparat. Meski sepanjang 2024 pemerintah melalui KKP, Bakamla, TNI AL, dan Polri berhasil mengamankan 240 kapal illegal terdiri dari 30 kapal asing dan 210 kapal domestik yang beroperasi ilegal kerugian negara tetap menembus angka Rp 3,7 triliun. Yang paling terdampak? Nelayan kecil dan komunitas suku laut.

“Kami percaya, pengawasan terbaik adalah ketika masyarakat lokal turut terlibat sebagai penjaga. Merekalah yang paling tahu kapan laut berubah asing bagi mereka,” ujar Nukila Evanty, Ketua IMA.

Pemerintah daerah pun menyambut baik inisiatif ini. Basri, Asisten II Bidang Pembangunan Kabupaten Natuna, menyatakan komitmen penuh mendukung edukasi dan penguatan kapasitas nelayan.

“Ini menyangkut nasib masyarakat Natuna. Kami tak bisa diam ketika nelayan terus mengeluh karena hasil tangkap makin surut,” ungkapnya saat audiensi dengan IMA di Kantor Bupati Natuna.

Sebagai bagian dari upaya dokumentasi dan kampanye publik, IMA juga akan memproduksi sebuah film dokumenter. Film ini akan merekam keseharian nelayan di pulau-pulau terluar bercerita tentang perjuangan mereka di tengah laut yang tak lagi ramah, ancaman asing yang terus mengintai, dan harapan yang mereka gantungkan pada langit dan laut yang sama sejak generasi nenek moyang mereka.(*)

Reporter: Jailani

Artikel IMA Perkuat Nelayan di Natuna dan Anambas Lawan Ilegal Fishing pertama kali tampil pada Kepri.