Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13871

Polisi Periksa Kepala BKD Terkait Penipuan Perekrutan

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian membenarkan pemeriksaan terhadap Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Batam, M Syahir (9/7).

Pemeriksaan itu berkaitan dengan laporan penipuan perekrutan ratusan tenaga kontrak Satpol PP Batam.

“Kita lakukan koordinasi dan melakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan),” ujar Memo, kemarin.

Dia menjelaskan pihaknya akan menindaklanjuti keterangan dari Syahir tersebut. Hanya saja, Memo enggan berkomentar terkait keterangan mantan Kepala Dinas Sosial Kota Batam ini.

“Masih kita dalami,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 5 orang mantan ratusan tenaga kontrak Satpol PP Batam mendatangi Mapolresta Barelang, Selasa (16/8) siang. Mereka melaporkan kasus penipuan, karena tak digaji selama bekerja.

Dalam laporan itu, mereka mengaku tidak digaji selama 2 tahun. Bahkan, mereka telah membayar sebesar Rp 20-35 juta sebagai uang pelicin untuk menjadi anggota Sat Pol PP. Mereka menyetor kepada LSM dan pihak Satpol PP. (opi)

Tekong TKI Ilegal Ditangkap, Ngaku Dapat Untung Cuma Rp 300 Ribu

0
TKI Wanita. Foto: istimewa
TKI Wanita. Foto: istimewa

batampos.co.id – Polda Kepri berhasil menangkap tekong TKI Ilegal pada Rabu (7/9) dinihari, di Nongsa. Dua orang tekong itu Mz,41 dan Mb,27 diciduk saat sedang tertidur lelap.

Dari pengakuan kedua orang ini, mereka akan memberangkatkan lima orang TKI melalui salah satu pelabuhan tikus di Nongsa menuju Malaysia.

Selain menangkap dua pelaku Human Traficking ini, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan lima orang calon Tenaga Kerja Ilegal (TKI) yakni Ey,Az, Am, Sh, dan Da.

“Mereka ini akan diberangkatkan ke Johor,” kata Kasubdit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri, AKBP Ponco Indriyo pada Batam Pos (grup batampos.co.id).

Ia mengatakan bahwa lima orang yang akan berangkat ini, harus membayar sejumlah uang pada dua orang tekong tersebut.

Uang tersebut untuk biaya pemberangkatan mereka dan pengurusan berbagai dokumen. “Empat juta satu kepala, agar bisa diberangkatkan ke Malaysia,” ujarnya.

Mz yang dicecar berbagai pertanyaan oleh pihak kepolisian pada Rabu (7/9), mengakui bahwa baru lima bulan bekerja sebagai tekong TKI. Keuntungan yang didapatnya dari tindak kriminal ini, sebanyak Rp 300 ribu.

“Itu pun tak setiap hari dikirimnya. Tapi kami tak percaya begitu saja pengakuan pelaku, kami akan selidiki lebih lanjut,” ungkapnya.

Lebih lanjut mantan Kasat Reskrim Polresta Barelang ini mengatakan para TKI semuanya berasal dari Kerinci, Jambi. Dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, lima orang ini baru tiga hari di Batam.

Pada rencananya para TKI ini akan diberangkatkan, begitu sampai di Batam. Karena seringnya patroli yang dilakukan pihak kepolisian. “Makanya mereka menunda keberangkatan,” ucapnya.

Sementara itu lima orang TKI yang diamankan, mengatakan sudah pernah beberapa kali ke Malaysia. As dan An, dua wanita ini menyebutkan sudah pernah ke Malaysia sebanyak tiga kali.

“Sebagai pembantu di sana,” tuturnya.

Saat ditanyakan mengenai kenapa bisa mengenal Mz dan Mb, keduanya memilih bungkam. Walau ditanya beberapa pertanyaan yang lain, dua wanita ini tetap tak bicara sepatah katapun. (ska)

WN Singapura Dipastikan Tewas Karena Sakit Jantung

0

tkw-meninggal-ilustrasi-_110911115445-785batampos.co.id – Mohamed Isa bin Omar, warga negara Singapura yang ditemukan tewas di kamar nomor 402 Hotel Lai Lai Mutiara, Batuampar dipastikan tewas karena sakit. Pria 69 tahun ini menderita penyakit jantung.

Baca juga:

WN Singapura Tewas di Kosan Lai-Lai Nagoya Batam

“Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda kekerasan. Dan korban menderita penyakit jantung,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, kemarin.

Dia menjelaskan kondisi jasad Isa ditemukan dalam keadaan membusuk. Diduga, Isa sudah tewas tiga hari yang lalu.

“Jasadnya sudah membusuk. Sekarang jasadnya masih di rumah sakit (RS Bhayangkara) dan menungu keluarga korban mengambil,” terangnya.

Hal senada disampaikan, Kanit Reskrim Polsek Batuampar, AKP Kahardani. Dari keterangan petugas hotel, Isa tak terlihat sejak 2 September lalu.

“Dia menempati kamar itu sendirian dan temannya jarang berkunjung ke hotel. Tetapi dia sudah lama tak terlihat ke luar dari kamar,” terangnya.

Dari keterangan petugas hotel, Isa sudah menetap di hotel tersebut sejak Desember 2015 atau secara long stay.

Sebelumnya, petugas kebersihan hotel mencurigai bau busuk dari kamar nomor 402. Bau tersebut tercium hingga ke lantai dasar.

“Baunya jelas tercium seperti bau sampah. Setelah di cek berasal dari kamar itu (402),” ujar Parno petugas kebersihan hotel.

Isa sendiri ditemukan tewas tergeletak di lantai. Pintu kamar tak tertutup rapat, sementara engsel rantai pintu kamar terpasang dari dalam. (opi)

i23J dan KILK Baru Saja Diluncurkan, Singapura Langsung Lirik Industri Kreatif di Batam

0

investasi-propertibatampos.co.id – Economic Development Board (EDB) Singapura melirik sejumlah industri potensial di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Batam, Bintan, Karimun (BBK).

“Ada banyak perubahan baik di Batam saat ini termasuk program Izin Investasi 3 Jam (i23J) dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK) untuk akselerasi investasi di Batam, ” ujar Director International Policy EDB Singapura, Ms Jayashree Sadanandan, kemarin (7/9).

EDB Singapura berjanji akan terus mempromosikan Batam kepada investor dari Singapura dan wilayah lainnya.

“Kami akan fokus bagaimana membentuk aksi dan menggagas serangkaian terobosan kerjasama dengan BBK,” ungkap Jayashree.

Caranya adalah dengan langsung melakukan pendekatan dengan stakeholders terkait untuk melihat prospek sejumlah sektor industri antara lain industri kreatif, industri minyak dan gas, dan perkapalan di Batam.

Jayashree berharap sebuah era baru dapat tercipta dan lebih kuat membangun BBK dengan dukungan dari presiden.

“Kami punya 10 item yang dibahas. Ini merupakan pertemuan untuk menindaklanjuti hal tersebut yang sudah kami rancang untuk kawasan BBK,” tambahnya lagi.

Sedangkan Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Singapura, MIcheal Goutama berterima kasih atas peluncuran i23J dan KILK di Batam.

“Kami sangat berterima kasih atas peluncuran i23J dan KILK yang sudah lama ditunggu oleh investor Singapura,” jelasnya.

Senada dengan pernyataan dari delegasi Singapura, Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar mengatakan EDB Singapura dan BP Batam membentuk sebuah working group (WG) atau forum kerjasama dengan sejumlah agenda penting untuk dibahas.

“Adapun sejumlah agenda yang dibahas adalah pembahasan lingkup bisnis, bentuk promosi investasi, fokus sektor industri, dan bentuk pengembangan industri,” jelasnya.(leo)

Lagi, ATB Wakili Indonesia pada Ajang Internasional

0

Tingkat kebocoran air ATB memang jauh lebih rendah dibanding rata-rata tingkat kebocoran air nasional. memebuat iri dunia internasional.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) kembali dipercaya untuk membagi rahasia kesuksesannya. President Director ATB Benny Andrianto menjadi pembicara pada acara Water Loss Asia 2016. Pada kesempatan tersebut Benny memaparkan mengenai keberhasilan ATB menekan tingkat kebocoran air.

Tingkat kebocoran air ATB per Juli 2016 sudah mencapai 13,34 persen, sementara rata-rata tingkat kebocoran air nasional masih diangka 33 persen, jauh dibawah target yang sudah ditentukan pemerintah yakni 20 persen.

“ATB melakukan beberapa langkah untuk menekan tingkat kehilangan air (NRW). Kami juga memanfaatkan beragam teknologi mulai dari Mobile Meter Reading (MMR), Automatic Meter Reading (MMR), Leakage Monitoring System (LMS)  hingga Geographic Information System (GIS),” ujar Benny dihadapan delegasi Water Loss Asia 2016 di Jakarta, Selasa (6/9).

Sementara, Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo melalui Plt Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Barang Milik Daerah (BMD) Hari Nur Cahya Murni mengatakan, BUMD air minum  saat ini belum mampu memberikan layanan secara maksimal. Padahal peranan badan tersebut sebagai penyedia air minum sangat di perlukan.

bennyardianto
President Director ATB Benny Andrianto

“Kondisi BUMD air minum belum maksimal. Pada 2015, dari 350 BUMD air minum hanya 53 persen yang sudah dalam kondisi sehat, sementara 28 persen kurang sehat, dan 20 persen berkategori sakit. Selain itu, tingkat kebocoran air di BUMD juga masih tinggi. NRW BUMD air minum masih 33 persen, hal tersebut melampaui batas kewajaran yang di tentukan pemerintah, yakni 20 persen,” ujar Hari.

Ia melanjutkan, tingginya tingkat kebocoran air disebabkan oleh banyak hal, seperti konsumsi resmi tak berekening, konsumsi resmi yang sah pemakaiannnya namun tidak dikenai pembayaran, kehilangan air non fisik, ketidakakuratan yang berkaitan dengan meter pelanggan, serta kesalahan penanganan data seperti pembacaan meter dan penagihan serta konsumsi yang tidak resmi atau ilegal.

Hal senada disampaikan Ketua Persatuan Peruasahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Rudie Kusmayadi . Ia menjelaskan tingkat kehilangan air menjadi masalah paling krusial yang di hadapi PDAM di Indonesia. Berdasarkan audit dari BPKP, 3,9 miliar lebih volume air yang di produksi perusahaan air di Indonesia, 32,68 persennya tidak terpakai karena mengalami kebocoran.

“Itu angka yang cukup besar, apabila ditangani dengan baik akan menjadi peluang. Water Loss Asia 2016 diharapkan dapat menjadi ajang tukar pikiran untuk saling berbagi antar sesama perusahan air,” harap Rudie.

Sekedar informasi, Water Loss Asia 2016 tidak hanya diikuti oleh perwakilan perusahaan air minum di Indonesia, namun juga perwakilan perusahaan air minum dari berbagai negara. Ada 145 perwakilan air minum yang ikut pada acara tersebut mulai dari Indonesia, Malaysia, India, Jepang, Prancis hingga Austria. (*)

Mengaku Kelaparan, Dua Pemuda Ini Nekat Menjambret

0
Kapolsek Bengkong menunjukkan dua pemuda yang mengaku lapar lalu menjambret namun gagal dan ditangkap, Rabu (7/9/2016). Foto: egg/batampos.co.id
Kapolsek Bengkong AKP Hendrianto (kanan) menunjukkan dua pemuda yang mengaku lapar lalu menjambret namun gagal dan ditangkap, Rabu (7/9/2016). Foto: egg/batampos.co.id

batampos.co.id – Mengaku tidak sanggup lagi menahan lapar, dua pemuda bernama Rendi (25) dan Emil (28) nekat menjambret di depan Shoping Center Bengkong, Jumat (2/9/2016) lalu sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat dijumpai di Mapolsek bengkong, Rendi mengatakan pada malam itu ia hendak meminjam uang kepada temannya Feri yang berada di Nagoya sebesar Rp 20 ribu.

Namun sesampainya di Nagoya, ternyata teman Rendi sedang tidak berada di rumah. “Kami berdua mau pinjam uang buat makan, namun karena teman itu tak ada di rumah, kami balik lagi,” ungkapnya, Rabu (7/9/2016).

Perut yang semakin lapar membuat kedua pelaku ini kehilangan akal, hingga akhirnya salah seorang perempuan mendahului mereka di Bengkong Polisi dan langsung diikuti oleh kedua pelaku.

“Awalnya itu jumpa cewek motong kami. Karena mau makan dan malam itu kami sudah kelaparan, kami ikuti dia,” lanjutnya.

Setelah mengikuti korbannya, akhirnya pelaku menarik tas korban hingga terputus. Namun naas bagi pelaku, sebelum menikmati hasil jambretnya, kedua pelaku terjatuh dari sepeda motornya hingga akhirnya diamuk massa.

Sementara, Reni H (27) yang menjadi korban dalam penjambretan ini mengungkapkan awalnya ia baru pulang kerja dari Nagoya melewati jalan Yos Sudarso menuju rumahnya di di salah satu perumahan di kawasan Bengkong.

“Saat di depan Jodoh Center, saya melihat ke belakang, saat melihat ke belakang itu mereka langsung menarik tas yang saya sandang,” ungkap Reni.

Reni yang terkejut dan tasnya ditarik pun hampir jatuh. Beruntung, Reni saat itu masih mampu mengendalikan sepeda motornya dan teriak jambret.

“Saat berteriak itu tidak ada satu orang pun yang langsung mengejar pelaku. Padahal di belakang ada orang juga,” ceritanya.

Sementara, Pelaku yang mendengar teriakan Reni langsung hilang kendali dan menabrak trotoar pinggir jalan hingga terjatuh.

Pelaku yang terjatuh kembali di teriaki oleh Reni, namun tidak ada satu pun pengendara yang mau membantu Reni. Meski pada saat itu diakui Reni ada beberapa pengendara yang melintas.

“Waktu itu ada orang, mereka hanya melihat aja sambil jalan. Tidak ada yang berhenti,” ujarnya.

Reni yang sudah kesal melihat pelaku yang kembali berdiri, akhirnya memberanikan diri dengan menabrakkan sepeda motor yang dikendarainya ke sepeda motor pelaku.

“Melihat mereka mau kabur lagi. Akhirnya saya tabrakkan kan aja sepeda motor saya ke motor mereka,” katanya.

Setelah menabrakkan sepeda motornya ke pelaku. Baru itulah diakui Reni warga mulai berdatangan dan langsung mengamankan kedua pelaku.

“Satu orang langsung ditangkap, dan yang satunya lagi kabur dengan melompati parit. Tapi akhirnya ditangkap juga sama warga,” katanya lagi.

Warga yang geram dengan aksi yang dilakukan oleh pelaku langsung menghajar pelaku dan membakar sepeda motor milik pelaku.

“Mereka langsung dipukul dan sepeda motornya juga dibakar sama warga,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Bengkong AKP Hendrianto mengungkapkan pada malam itu anggotanya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya pelaku jambret yang ditangkap oleh warga.

Setelah mendapatkan laporan itu, tim patroli Polsek Bengkong langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan pelaku dan sepeda motor yang telah dibakar oleh massa.

“Malam itu setelah mendapatkan laporan, langsung kita jemput pelakunya. Pengakuannya baru kali ini dilakukakannya, nanti akan dikembangkan. Mereka kita kenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancamannya 9 tahun,” ungkapnya.

Hmmm… Ngaku lapar jadi menjambret, tapi punya motor. Modus… (egg)

Musim Hujan, Jalanpun Terendam

0
Banjir di Simpang jam. Foto: Aldho/FB/WB
Jalan terendam air. Foto: Aldho/FB/WB

batampos.co.id – Sekitar satu jam diguyur hujan, ruas jalan Ahmad Yani tepatnya depan Panbil Mall tergenang, Selasa (6/9).

Pantauan Batam Pos (grup batampos.co.id) keadaan tersebut sempat membuat arus lalulintas di Simpang Panbil semrawut.

Di lokasi tersebut, air tergenang di baru kali ini terjadi, warga mengira keadaan ini tersebut dipicu karena jalan sedang dalam proses perbaikan dan pelebaran.

“Paling setelah jalan tak ada lagi, lubang di pembatas tengah jalan itu belum lancar makanya banjir (air tergenang),” kata penjual asongan di halte Panbil.

Walau demikian dia berharap pengerjaan bukan alasan keadaan tersebut tidak segera diatasi, mengingat simpang panbil cukup ramai.

“Kalau begini terus lalu macet, ganggu warga juga,” tambahnya.

Sementara itu pengguna jalan Yuyun mengaku banjir yang juga bersamaan dengan macetnya jalan itu cukup menganggu pengendara.

“Mau cepat kerja, ada lagi halangan seperti ini,” keluhnya.

Dia berharap seiring perbaikan ruas jalan, sistem drainase juga dapat ditingkatkan.

“Jangan jalannya baik, tapi banjir juga karena drainase nggak bagus,” harapnya. (cr13)

Singapura masih Melirik Batam, Bintan dan Karimun

0

batampos.co.id – EDB (Economic Development Board) Singapura yang telah lama berkolaborasi dengan Indonesia (dalam hal ini Batam) akan terus menyeberluaskan informasi positif ini kepada investor Singapura.

Semangat itu terungkap pada lanjutan The Working Group on Batam, Bintan, Karimun (BBK), Selasa (6/9), bertempat di Ruang Rapat Anggota 4, Kantor Badan Pengusahaan Batam.

Pertemuan dipimpin oleh Anggota 4 / Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Lainnya, Purba Robert M Sianipar, dengan dihadiri oleh para delegasi dari Economic Development Government (EDB) Singapura, Ms. Jayashree Sadanandan, Director International Policy; Mr. Micheal Goutama, Vice Chairman, Chamber of Commerce and Industry (KADIN) Singapura; dan sebagai fasilitator hadir Mohammad Zainal Fattah, Asisten Deputi Infrastruktur Sumber daya Air Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta delegasi dari Badan pengusahaan Batam, Bintan dan Karimun.

Delegasi EDB Singapura mengungkapkan pertemuan kali ini digagas usai pertemuannya dengan Presiden RI yang menyatakan bahwa ada banyak perubahan baik di Batam.  saat ini termasuk terkahir program izin investasi 3 jam (i23J) dan kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) yang beberapa hari lalu diluncurkan BP Batam, dan Presiden akan terus mengupayakan banyak perubahan baik, dalam rangka akselerasi investasi di Batam.

Dalam konteks Join Action Roadmap for The Working Group on BBK (Batam, Bintan dan Karimun) maka EDB Singapura pada pertemuan kali ini delegasi Singapura fokus pada bagaimana membentuk aksi dan menggagas serangkain terobosan yang dapat dikerjasamakan Indonesia (dalam hal ini BBK) – Singapura, dengan langsung melakukan pendekatan dengan stakeholders terkait untuk melihat prospek sejumlah sektor industry diantaranya digital creative industry (industry kreatif) dan digital economy di Batam, oil and gas strorage industry (industry oil dan gas) dan shipbuilding (perkapalan) di Karimun dan Batam, serta terus akan digali potensi lain yang ada di wilayah lainnya baik Bintan dan Tanjung Pinang.

Ekonomi global saat ini selalu mengalami pergerakan yang mungkin tidak dapat kita prediksi, tetapi tentu Ekonomi Batam dengan dukungan dari Pemerintah Pusat akan memberikan dorongan untuk bagaimana tetap siap berkompetisi, selalu melakukan terobosan-terobosan baik bagi dunia investasi, dan tentu dengan ini Batam turut memberikan dampak posistif bagi daerah Bintan dan Karimun untuk menarik investor datang. Melalui BP Batam, EDB Singapura mengharapkan dapat kembali meneruskan sebuah era baru kolaborasi yang lebih kuat dalam membangun Batam, Bintan dan Karimun dengan dukungan dari Presiden.

“Kami memiliki 10 item yang dibahas, ini merupakan pertemuan dengan level meeting yang lebih tinggi, kita fokus untuk menindaklanjuti 10 item yang telah kami rancang pada 3 kawasan Batam Bintan Karimun” terang Ms. Jayashree.

Dirinya bersama KADIN Singapura sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas diluncurkannya sebuah tools yang selama ini dutunggu dan ditanyakan oleh para investor yakni i23J dan KLIK di Batam.

Sementara itu Anggota 4  Deputi Bidang Pengusahaan Saerana Usaha Lainnya menyampaikan, bahwa The Working Group ini merupakan pengejawantahan kerjasama Indnesia dengan Singapura untuk memajukan BBK (Batam, Bintan dan Karimun) yang lokasinya sangat dekat dengan Singapura. Puncak dari The Working Group ini adalah pertemuan kedua kepala negara yakni Presiden RI dengan Perdana Menteri Singapura untuk nantinya mengevaulasi dan melihat secara real hasil dari The Working Group Ini.

“Dukungan yang luar biasa dari kedua kepala negara ini, namun bedanya pada masa pemerintahan Pak Jokowi ini, kita diminta untuk lebih real berfokus pada hasil, dan dengan program-program yang memudahkan investasi seperti i23J dan KLIk kita harapkan ini akan menjadi tools bagi investor asing sehingga dapat meningkatkan investasi di Batam, Bintan dan Karimun,” ujar Robert.

Adapun sejumlah agenda yang dibahas dalam pertemuan ini adalah business environment (lingkup bisnis), investment promotion (bentuk promosi investasi), industry sector (focus sektor industry) dan capacity development (bentuk pengembangan yang akan dilakukan), dilanjutkan dengan site visit atau peninjauan Program IT Politeknik Batam.

Hadir mendampingi Anggota 4 BP Batam, Direktur Promosi dan Humas, Purnomo Andiantono; dan Head International Policy EDB Singapura, Mr. Bin Boon Song selaku delegasi EDB Singapura.

PT Yamamoto Sumbang 150 Life Jacket ke PBBS

0
Presiden Direktur PT Yamamoto Asri, Naoto Akune (Baju Batik) foto bersama dengan penarik pancung di Pelabuhan Rakyat Sagulung usai membagikan baju pelampung, Selasa (6/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Presiden Direktur PT Yamamoto Asri, Naoto Akune (Baju Batik) foto bersama dengan penarik pancung di Pelabuhan Rakyat Sagulung usai membagikan baju pelampung, Selasa (6/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – PT Yamamoto Asri yang berkantor di gedung Dana Graha lantai V, Nagoya menyerahkan bantuan 150 unit life jacket kepada anggota persatuan penambang boat Sagulung (PPBS).

Bantuan untuk meningkatkan keamanan penumpang dan pengemudi pancung itu diserahkan langsung oleh Presiden Direktur PT Yamamoto Asri Naoto Akune kepada sejumlah perwakilan anggota PPBS di pelabuhan rakyat Sagulung, Selasa (6/9) pagi.

Manajer opersional PT Yamamoto Asri, Dendi Purianto mengatakan, perusahaan yang bergerak dibidang penanaman pohon mangrove non profit itu tergerak untuk memberikan bantuan life jacket karena selama ini perlengkapan pengaman dari alat transpostasi laut di pelabuhan rakyat Sagulung itu belum memadai.

“Kami punya program penanaman pohon Mangrove di pulau Temoyong. Kami sering ke sana dari pelabuhan ini dan saat naik pompong dari sini banyak pompong yang belum menyediakan life jacket, jadi kami tergerak untuk memberikan bantuan ini,” ujarnya.

Bantuan tersebut diharapkan menjadi salah satu alat pengaman bagi pengemudi boat atau pompong yang ada di sana sehingga bisa memberikan jaminan keamanan kepada para penumpang dan pengemudi pompong itu sendiri.

“Karena belum lama ada kejadian yang cukup tragiskan di periaran Tanjungpinang, jadi mari sama-sama kita antisipasi agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi dimanapun,” tuturnya.

Ketua PPBS Zamad Ade menyambut baik bantuan pihak PT Yamamoto Asri itu. Bantuan life jacket itu sangat berarti bagi 67 anggota PPBS yang ada sebab selama ini memang masih minim memilik alat pengaman tersebut.

“Memang masih minim pak jaket pengaman ini. Alhamdulilah PT Yamamoto mau bantu dan ini akan sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Life jacket bantuan tersebut dijelaskan Zamad akan dijadikan barang inventaris PPBS di pelabuhan rakyat Sagulung yang akan dipergunakan secara bersama.

“Kami nggak bagi ke masing-masing anggota, tapi life jacket ini akan dijadikan milik bersama. Saat pompong jalan diambil sesuai jumlah penumpang setelah itu dikembalikan ke pengurus,” ujar Zamad.

Naoko Akune menambahkan, PT Yamamoto Asri merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang pelestarian dan penanaman pohon Mangrove. Perusahaan ini murni untuk kegiatan sosial tanpa mengharapkan profit atau bisnis.

Selama ini PT Yamamoto Asri sudah banyak bekerja untuk menghijaukan wilayah pantai di berbagai wilayah di Batam seperti penanaman pohon mangrove di daerah Tanjungpiayu Laut, Jembatan VI Barelang, Pulau Tamoyong dan lainnya.

“Kami gandeng kerja sama dengan Pemko untuk menjalankan kegiatan sosial kami ini,” ujarnya. (eja)

Dinilai Buang Anggaran, Tahun 2017 Honor Kegiatan PNS Ditiadakan

0
Walikota Batam MUhammad Rudi saat memimpin rapat SKPD, belum lama ini. foto:cecep mulyana/batampos
Walikota Batam MUhammad Rudi saat memimpin rapat SKPD, belum lama ini. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Awal tahun 2017 seluruh honor kegiatan pegawai negeri sipil (PNS) lingkungan Pemko Batam ditiadakan.

Honor itu terpaksa dihapus karena memakan anggaran terlalu tinggi.

“Ada kegiatan Rp 1 miliar, Rp 200 jutanya untuk ini itu (honor PNS) panitia. Jadi 2017 tak ada lagi honor sana sini untuk seluruh kegiatan,” ujar Wali Kota Batam Muhammad Rudi di ruang kerjanya.

Ia menilai honor yang diberikan kepada PNS yang mengikuti kegiatan cukup mengagetkan.

Jumlahnya bukan miliaran, tapi sudah puluhan miliar pertahunnya. Karena itu dirinya membuat kebijakan untuk meniadakan honor seluruh kegiatan PNS.

“Setelah saya hitung, ngeri honor itu. Tak perlu saya sebutkan angkanya, yang pasti sangat banyak dan bikin kaget,” jelas Rudi lagi.

Penghapusan honor untuk kegiatan proyek Pemko Batam dirasa juga memberi keadilan untuk PNS lainnya. Dimana, tak semua PNS dapat menerima honor karena tak masuk dalam panitia kegiatan.

“Tak semuanya jadi panitia dan mendapatkan honor kegiatan itu,” kata Rudi.

Meski begitu dirinya akan membuat kebijakan baru, yakni menambah tunjangan seluruh PNS jika honor kegiatan dihapuskan. Hal itu dirasa bisa memberi keadilan dan tak terlalu membuang anggaran secara percuma.

“Jadi semuanya dapat. Paling tidak menyisakan separuh dari anggaran yang selama ini digunakan untuk honor,” jelas Rudi.

Menurut dia, alasan penghapusan honor kegiatan itu karena seluruh PNS sudah menerima gaji dan tunjangan ini itu setiap bulannya. Apalagi jam kerja PNS hanya dari Senin hingga Jumat, sementara Sabtu dan Minggu sudah menikmati libur.

“Saya ingin membangun Batam lebih baik lagi. Mereka kan sudah digaji, kerja dari jam 8 hingga jam 4 sore,” sebut Rudi.

Rudi juga membandingkan PNS Pemko Batam dengan anggota Polri dan TNI yang tak menerima honor apapun jika ada kegiatan.

“Polisi dan tentara aja tak ada honor, masa PNS tak bisa,” celetuk Rudi lagi.

Tak hanya itu, Rudi juga mengaku sudah tak menerima honor kegiatan sejak 2013 lalu. Ia menolak menerima honor sejak pulang pendidikan. Begitu juga dengan Wakil Walikota Batam dan Sekda Kota Batam.

“Kami bertiga tak ada honor, jadi saya harap PNS juga bisa begitu,” pungkas Rudi. (she)