Senin, 2 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13941

Kesetrum, Heru Dirawat di ICU RSUD Batam

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Heru Santoso, 23, asal Tembilahan, Riau. Merantau ke Batam menjadi seorang buruh bangunan.

Sabtu (5/3) pukul 14.00 WIB ia mengalami nasib nahas, tersengat listrik.

Kini ia dirawat di ruang ICU di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batam, Kepri.

Atas kejadian itu korban mengalami luka di sekujur tubuh. Sebagian kulitnya gosong dan terkelupas.

Heru tersengat listrik saat membangun rumah bersama 11 orang rekannya di Perumahan Marina Raya, Sekupang.

Saat itu, korban sedang mengikat papan ke besi untuk pengecoran di lantai dua. Ketika berdiri ternyata tepat di atas kepalanya ada kabel listrik tanpa pembungkus. Spontan kepala korban kesetrum dan tubuhnya pun terlempar.

“Saat kesentrum sempat terdengar suara ledakan kuat, kami pun terkejut,” ujar Idris rekan korban sesama pekerja, Minggu (6/3).

“Kami kira korban sudah meninggal waktu itu,” tambah Idris.

Melihat kejadian itu kemudian korban pun langsung dibawa oleh rekan-rekannya ke RSUD Embung Fatimah untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Mungkin tubuh korban basah berkeringat, jadi cepat kesetrum,” tutur Agus rekan lainnya.

Saat ini korban masih dirawat di ruangan ICU, RSUD Embung Fatimah.

“Sudah bisa ngobrol sedikit-sedikit,” tutur Agus.

Humas RSUD Embung Fatimah, Nuraini saat dikonfirmasi mengatkan saat ini korban sudah mendapatkan petolongan dari pihak rumah sakit oleh dokter. Korban dirawat di ruang ICU.

“Masuknya semalam,” kata Nuraini.

Nuraini mengatakan belum mengetahui secara pasti apa saja luka yang diderita korban.

“Hari ini libur, besok saja saya tanya dokternya,” tutup Nuraini singkat. (cr14/ray/JPNN)

Pajang Foto di Instagram Dendi Gustinandar Dikira Anak Ireng Maulana

0

Dendi Gustinandar, Kepala Bidang Komersial Bandara Hang Nadim, punya kenangan tak terlupakan dengan musisi jazz legendaris Ireng Maulana, yang Minggu (6/3) tutup usia.

Di akun Instagramnya, Dendi sempat memajang fotonya bersama Ireng. “Nah, lucunya, teman-teman saya ada yang gak tahu siapa Om Ireng, malah dikira bapak saya, hehe..” kata Dendi kepada Batam.top.

Pria Bertato Kupu-Kup Ditemukan Jadi Mayat di Bengkong Garama

0
Petugas jenazah RS BP Batam mengecek kondisijenazah pria bertato yang ditemukan warga di Bengkong Garama, Minggu (6/3/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Petugas jenazah RS BP Batam mengecek kondisijenazah pria bertato yang ditemukan warga di Bengkong Garama, Minggu (6/3/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Serang pria bertato kupu-kupu di tangan kiri, dan tato tengkorak di tangan kanan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan Bengkong Garama, Kecamatan Bengkong, pukul 03.00 WIB, Minggu (6/3/2016) dinihari.

Belum diketahui identitas maat tersebut, namun bisa dipastikan korban pembunuhan karena di tubuhnya ditemukan luka tusuk.
Saat ditemukan, pria ini mengenakan kemeja kotak-kotak coklat bergaris merah, dan memakai celana jins panjang warna biru.
Kapolsek Bengkong AKP Syamsurizal mengatakan saat ini anggotanya masih melakukan penyelidikan terhadap penemuan mayat laki-laki ini.
“Sampai saat ini kita belum mendapatkan identitasnya, laporan kehilangan anggota keluarga juga belum kita terima,” katanya.
Berdasarkan pantauan batampos.co.id di RSOB Sekupang, terdapat luka tusuk di tubuh korban. Luka tusuk tersebut, tepat berada di bagian dada kanan atas. (eggi)

Iming-Imingi Uang Rp 50 Ribu, Predator Anak Ini Terkam 2 Bocah

0
Ini tampang Rio Salipan, sang predator anak saat di introgasi di Polsek Bengkong,  Sabtu (5/3/2016). Foto: Johannes Saragih/batam Pos
Ini tampang Rio Salipan, sang predator anak saat di introgasi di Polsek Bengkong, Sabtu (5/3/2016). Foto: Johannes Saragih/batam Pos

batampos.co.id – Rio Saputra, 27, predator anak asal Sakura Garden, Batuampar, dibekuk polisi dari Polsek Batuampar dan Bengkong karena mengganggu kehormatan dua bocah yakni D dan MA, masing-masing baru berusia 8 tahun.

Kapolsek Bengkong AKP Syamsurizal mengatakan penangkapan tersangka bermula dari laporan BI, orangtua MA. Ia mengaku anaknya digituin pria yang mengendarai motor Beat biru, , Selasa (6/10/2015) silam. Ia menawaro Ma uang Rp50 ribu agar mau ikut dengannya.

“Waktu itu tersangka mengelak dan tidak mengakui,” ujar Syamsurizal.

Namun saat dipertemukan dengan korban, bocan delapan tahun itu langsung berteriak histeris dan menunjuk RS sebagai pelaku yang menggituinnya. Rio tidak bisa mengelak lagi dan baru mengakui perbuatan bejatnya itu.

“Untuk sementara baru ada dua korban. Tidak menutup kemungkinan ada korban-korban lainnya,” tutur Syamsurizal.

Untuk pemeriksaannya, Rio menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di dua tempat. Korban D, di Polsek Batuampar dan Ma ditangani Polsek Bengkong.

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id), usai diperiksa beberapa jam oleh penyidik Polsek Bengkong, tersangka berambut pendek ini lalu digiring kembali ke Mapolsek Batuampar menggunakan mobil sedan abu-abu.

Berdasarkan pengakuan Rio, menganggu kewanitaan bocah itu di lokasi yang sama, yakni di semak-semak Perumahan Villand Park, Bukit Senyum. Modusnya sama dengan korban D, yakni mengimingi-iming uang kepada korban.

“Pelaku minta ditemani korban untuk menjemput anaknya dari sekolah dengan imingi uang Rp 50 Ribu,” lanjutnya.

Dalam melakukan aksinya, Rio mengaku berkeliling mencari korbannya. Targetnya bocah perempuan yang sedang bermain atau tanpa pengawasan orangtuanya. Di sanalah ia akan membujuk korban dengan berpura-pura mencari anaknya. Korban yang akan ikut dijanjikan akan diberi uang saku.

“Saya tak pernah memaksa. Kasih uang Rp 50 ribu,” ujar Rio.

Meskipun sudah memiliki istri dan anak, perbuatan tersebut diakuinya sebagai kebutuhan. Saat ditanya, apakah ia termasuk penyuka anak-anak kecil, Rio membantah.

“Tak tahu saya bang. Datangnya begitu saja. Kalau lihat anak, pikiran saya langsung bagaimana cara membawa anak itu. Yang jelas saya tidak ada memaksa,” ujar predator anak yang layak dihukum berat ini. (rng)

Punya Usaha dan KTP Batam? Bisa Dapat Dana Bergulir Rp 12,3 Miliar

0
Ilustrasi dana untuk UKM. Foto: istimewa
Ilustrasi dana untuk UKM. Foto: istimewa

batampos.co.id – Masyarakat Batam yang sedang merintis usaha atau ingin mengembangkan usahanya menjadi lebih besar, kini bisa mengambil pinjaman dana berguli dari  Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (PMP-KUKM) Kota Batam.

Pemko Batam tahun ini siap menggelontorkan dana sebesar Rp 12,3 miliar untuk para pemilik usaha. Syaratnya pun dipermudah, yakni warga Batam punya usaha berlokasi di Batam dan peminjamnya juga harus memiliki KTP Batam.

“Syarat itu masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Kepala Dinas PMP-KUKM Kota Batam, Pebrialin.

Namun, ada juga syarat tambahan seperti usaha sudah harus berjalan minimal enam bulan, melampirkan laporan keuangan, surat keterangan usaha dari lurah serta pernyataan yang diketahui suami/istri.

Besaran pinjaman yang diberikan yaitu maksimal Rp 50 juta untuk usaha mikro yang beromset di bawah Rp 300 juta. Sedangkan pinjaman Rp 150 juta, diperuntukkan bagi usaha kecil beromset di atas Rp 300 juta.

“Bunganya juga kecil, yakni 1,3 persen dengan jangka waktu peminjaman maksimal tiga tahun,” papar dia.

Menurut Kepala Dinas, jumlah besaran dana senilai Rp 12,3 miliar itu berasal dari pengembalian dana bergulir serta tambahan dari anggaran daerah. “Dari APBD 2016 ada tambahan Rp 1 miliar,” terangnya.

Selebihnya, ia melanjutkan, dana itu dihimpun dari pengembalian dana bergulir tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas katakan, penyaluran dan pengembalian dana bergulir di Batam selama ini cukup lancar. Pihaknya mencatat, angka non performing loan (NPL) atau kredit macetnya pun tergolong rendah, sekitar 3,5 persen.

“Kita lakukan pengawasan dan pembinaan, supaya usaha mereka berjalan baik, sehingga bisa mengembalikan pinjaman yang diberikan,” tutupnya. (rna)

RSBP Batam Hadirkan Layanan Spesialis Kanker

0
Ilustrasi penangangan kanker. Foto: istimewa
Ilustrasi penangangan kanker. Foto: istimewa

batampos.co.id – Semakin meningkatnya penderita penyakit kanker payudara di Indonesia, membuat wanita merasa waspada. Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab di antaranya, faktor internal (gen) dan eksternal seperti makanan atau radiasi.

Humas Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Wawan mengatakan saat ini Batam masih kekurangan tenaga specialis onkologi atau spsialis yang khusus mempelajari dan merawat kanker payudara.

“Baru dua, yang pertama RSUD, yang kedua kita (RSBP, red) lah,” kata dia, Sabtu (5/3/2016).

Dokter Joshua Partogi Saing, SpB(K) Onk., menjelaskan kanker payudara merupakan salah satu momok bagi kaum hawa. Kebanyakan dari mereka datang ke rumah sakit ketika sudah memasuki stadium 3 atau 4.

“Inilah yang bahaya,” kata Joshua.

Kanker payudara bisa dideteksi secara dini dengan melakukan pemeriksaan sendiri, jika merasa ada benjolan atau rasa nyeri pada area payudara segeralah memeriksakan diri. Pengobatan secara dini membuat wanita tidak kehilangan payudaranya. Dan keberhasilan terbebas bisa mencapai 95 persen.

“Kanker payudara biasanya benjolan muncul di bagian kanan atas payudara,” jelas Pria yang baru menyelesaikan pendidikan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung ini.

Wanita bisa memeriksakan payudara secara berkala dan sesuai dengan umur. Mulai dari satu bulan hingga sekali enam bulan sekali.

“Selama ini yang datang untuk berkonsultasi masih usia produktif, antara 20 hingga 25 tahun,” ujarnya.

Ia berharap dengan dibukanya specialis onkologi di RSBP dapat membantu masyarakat khususnya para wanita untuk mendapatkan perawatan sekaligus edukasi mengenai kanker payudara.

“Kedepan kita akan bekerjasama dengan yayasan kanker indonesia untuk mensosialisasikan kanker payudara ke masyarakat banyak,” tutupnya. (cr17)

Lomba Mewarnai Batam Televisi Diikuti 2.000 Anak

0
Seribuan anak sedang mengikuti lomba mewarnai yang digelarBatam Tv, Minggu (6/12/2016). Foto: istimewa
Seribuan anak sedang mengikuti lomba mewarnai yang digelarBatam Tv, Minggu (6/12/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Lomba mewarnai yang digelar oleh Batam Televisi (grup batampos.co.id), Minggu 6/3/2016) di tiga tempat sekaligus diikuti 2.000 anak.

Di Kota Batam dipusatkan di Kepri Mall Batam diikuti 1000 peserta dengan rincian 400 anak kategori A (Paud dan TK), serta 600 anak kategori B (SD).

Sementara di Kota Tanjungpinang diikuti 500 peserta, 200 kategori A dan 300 anak kategori B.

Di Tanjungbalai Karimun juga diikuti 500 anak dengan rincian kategori A 300 anak dan kategori B 200 anak.

“Jadi totalnya 2.000 anak,” ujar Rini, salah satu panitia lomba.

Rini mengatakan, minat anak-anak untuk mengikuti lomba tersebut terbilang tinggi. Terbukti pesertanya membludak.

Menariknya, bukan hanya anak-anak yang antusias, tapi orangtua mereka juga antusias. Bahkan, sejak mall belum dibuka, para orangtua sudah datang mengantar anak-anak mereka.

Begitu pintu mall dibuka, peserta langsung berebut mengambil tempat yang pas.

Lomba sendiri dimulai sejak pukul 10.00 dan selesai sebelum pukul 12.00 WIB.

“Pemenangnya akan segera kita umumkan,” ujar Rini. (nur)

Ini Daftar Pemenang Lomba Mewarnai Batam TV

0
Suasana lomba mewarnai Batam Tv di Kepri Mall, Minggu (6/3/2016). Foto: istimewa
Suasana lomba mewarnai Batam Tv di Kepri Mall, Minggu (6/3/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Sebanyak 2.000 anak ambil bagian dalam lomba mewarnai yang digelar Batam Televisi di tiga kota/kabupaten di Kepri.

Di Batam diikuti 1000 peserta SD dan TK/Paud, sementara di Tanjungpinang dan Karimun masing-masing diikuti 500 anak di dua kategori yang sama (SD dan TK/Paud).

Saking banyaknya peserta, panitia membutuhkan waktu beberapa jam untuk menentukan pemenangnya. Dan setelah proses penjurian selesai, akhirnya diproleh pemenang untuk masing-masing kategori.

Pemenang kategori SD, juara pertama diraih oleh Zaskia Athaya dari SD IT Darussalam dengan nomor peserta 590. Zaskia berhasil mengumpulkan nilai tertinggi 290.

Ditempat kedua diraih Fadhila Hasyian dari SD 001 Seibeduk dengan nomor peserta 527. Fadhila meraih nilai 280.

Juara ketiga diraih Ozora dari SD IT Luqman Al Hakim dengan nomor peserta 017. Ozora meraih nilai 275.

Lalu harapan pertama diraih Viona dari SD 001 Sagulung, Harapan kedua A. Robithoh dari Putra Batam, dan harapan ketiga Liliana dari SD IT Attaubah.

Sementara untuk kategori TK/PAUD, juara pertama diraih Nabila dari RA An Nur, juara kedua Sasha Berliana Putri dari Kresendo, dan juara ketiga Hanifah dari RA Alif.

Juara harapan pertama diraih Grishsla Almira dari TK Dinpa, harapan kedua diraih Azka, dan juara ketiga diraih Dewi Andriani dari TK Almuhajirin.

“Rata-rata gambar yang dibuat ribuan anak-anak TK dan SD ini bagus-bagus. Para juri harus kerja keras menentukan juaranya,” ujar Rini Elfina, pantia pelaksana lomba. (nur)

Tabrakan dengan Pick Up, Iskandar Tewas di Seitaming

0
Satpam RSUD-EF menunjukkan jenazah Iskandar (40) korban tabrakan di Jalan Temiang, Sekupang, Sabtu (5/3/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Satpam RSUD-EF menunjukkan jenazah Iskandar (40) korban tabrakan di Jalan Temiang, Sekupang, Sabtu (5/3/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Seorang pengendara sepeda motor Honda Vario BP 2486 FH tabrakan dengan mobil pick up putih BP 8743 DC di jalan Pangeran Diponegoro, tak jauh dari simpang Tobing, Seitamiang, Sabtu (5/3/2016). Pengendara pria yang belakangan diketahui bernama Iskandar itu tewas.

Pria 40 tahun sempat dilarikan ke RSUD Embung Fatimah Batam oleh sang pengendara mobil pick yang  terlibat kecelakaan, namun nyawanya sudah tak tertolong lagi. Pria malang itu meninggal sebelum sampai ke rumah sakit.

“Di TKP memang sudah tak bergerak lagi, kaki kanan sepertinya patah,” ujar Reina, seorang warga yang sempat menolong korban di TKP.

Petugas medis di UGD RSUD juga menuturkan hal yang sama. Sekitar pukul 09.10 WIB saat tiba di UGD,  Iskandar sudah tak bernyawa. “Sudah meninggal saat tiba di sini,” ujar Didi salah satu petugas di UGD.

Iskandar mengalami cidera parah di bagian dada kanan dan bagian tubuh ke bawahnya. Bahkan kaki kanannya patah.

Usai mengantar korban ke RSUD, sang supir mobil pick up maut langsung dibawa polisi ke unit laka lantas Polresta Barelang bersama sepeda motor korban yang ringset parah.

Informasi yang didapat di lapangan, kecelakaan maut itu terjadi diduga karena upaya Iskandar untuk menyalip kendaraan lain saat melewati lampuh merah simpang Tobing. Namun saat melambung itu dari arah berlawanan ada pick up yang melaju kencang. Tabrakan di tengah lajur jalan tak terelakan.

Korban dan sepeda motornya sempat terseret beberapa meter sehingga tidak saja berdampak pada remuknya sepeda motor tapi juga merenggut nyawa Iskandar.

“Motornya hancur, badan bagian bawah hancur, kaki kanannya seperti patah. Kepalanya tak apa-apa karena pakai helm,” ujar Hendrik saksi mata lainnya.

Indra, salah satu rekan korban menuturkan, Iskandar yang masih lajang itu, mengalami kecelakaan saat hendak berangkat ke tempat kerjanya di Sekupang. Iskandar merupakan warga Kaveling lama, Seidaun, Seibeduk.

Kanit Lakalantas Polresta Barelang Ipda Arman membenarkan kejadian tersebut dan usai kejadian sang pengendara mobil pick up maut tersebut sudah diamankan untuk dimintai keterangan. (eja)

DPRD Batam Tolak Penyelenggaraan Bursa Kerja

0
Bursa kerja di Batam selalu dipadati pencari kerja yang jumlahnya ratusan ribu orang.
Bursa kerja di Batam.

batampos.co.id – DPRD Kota Batam menolak penyelenggaraan bursa kerja. Kegiatan yang saban tahun diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam dinilai tak efektif. Dari ribuan lowongan yang disediakan, hanya 20 persen ditempati tenaga kerja lokal. “Kami tak mau anggarkan lagi, hanya membuka kesempatan orang luar untuk masuk (Batam) saja,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indra Kari.

Menurut Riky, selama ini Pemerintah tak turut menyalurkan tenaga kerja lokal. Keberadaannya hanya menampung tenaga kerja luar daerah serta asing. “Kita hanya jadi penonton,” kata Riky.

Hal itu karena pemerintah tak memiliki data jumlah angkatan tenaga kerja di Batam. Berapa sarjana, SMA, SMP, serta yang memiliki keahlian.  “Bagaiamana pemerintah mau memetakan, jumlah tenaga kerja saja tak tahu,”ungkap Riky.

Menurutnya, sistem pendataan manual kartu kuning di Kecamatan tidak mendata secara spesifik. Hanya sebatas nama dan alamat saja. “Mereka (pekerja) tak tau kapan akan dilatih dan ditempatkan,” kata Riky. Pendataan menurut Riky hanya sekedar laporan ke Kemenetrian saja.

Memudahkan pendataan. Tahun ini, Pemerintah Kota Batam berencana membuat kios tenaga kerja online. Pekerja bisa mengisi identitas, keahlian, hingga perusahan yang akan dilamar melalui situs yang telah ditentukan.

Natinya bisa diketahui, berapa persen pekerja lokal, luar daerah, maupun pekerja asing. Keberadannya terkontrol, dan biasa diawasi.

Jangan sampai seperti saat ini, keberadaan tenaga kerja asing (TKA) lepas dari pengawasan pemerintah. Padahal jumlahnya cukup banyak. “Satu kawasan industri bisa mencapai 15 ribu tenaga asing,” ucapnya.

Tidak sedikit TKA yang menyalahi aturan dan ketentuan yang berlaku. Ada pekerja asing, 15 tahun bekerja berturut-turut. Tanpa transfer ilmu ke pekerja lokal.”Hampir setiap perusahan sperti ini,” ungkapnya.

Bahkan banyak TKA yang berada di posisi yang harusnya ditempati pekerja lokal. Anehnya tidak ada sanksi dan ketegasan dari pemerintah daerah.

Berdasarkan ketentuan, TKA lanjut Riky hanya bisa bekerja Maksimal lima tahun. Dalam jangka waktu itu, TKA harus mentransfer ilmu kepada tenaga lokal. Bila ingin kembali ke Indonesia, TKA harus keluar dulu. “Tak boleh berturut-turut,” katanya.

Riky menambahkan, TKA hanya boleh mengisi pososi pekerja ahli yang tak ada di indonesia, atau daerah setempat. Anehnya, banyak posisi dipegang orang asing, seperti halnya HRD.(hgt)