Gubernur Ansar Ahmad memberikan sambutan pada Rapat Kerja IMI Kepri, Sabtu (21/6/2025). (Biro Adpim/Rudi Aziz)
batampos-Gubernur Ansar Ahmad menekankan pentingnya peran Ikatan Motor Indonesia (IMI) dalam memajukan dunia otomotif sekaligus mempromosikan potensi Kepulauan Riau ke kancah nasional maupun internasional.
Harapan ini disampaikan Gubernur Ansar pada Rapat Kerja Provinsi IMI Kepulauan Riau di Hotel Baverly, Batam, Sabtu, (21/6/2025).
Gubernur menilai letak geografis Kepri memiliki potensi besar di bidang investasi, pariwisata, serta kelautan dan perikanan.
Kepri adalah permata biru di gerbang utara Indonesia. Terletak di kawasan strategis karena berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga. Provinsi ini terdiri dari 4 persen daratan dan 96 persen laut. Terdapat 2.408 pulau dan 22 di antaranya adalah pulau terdepan.
“Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kepri guna mengoptimalkan potensi-potensi tersebut sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Gubernur.
Dalam konteks pengembangan otomotif, Gubernur Ansar menyambut baik keberadaan IMI sebagai organisasi yang menaungi para pecinta otomotif, baik dari sisi olahraga, hobi, maupun industri.
Ia menilai IMI sangat strategis dalam mengembangkan kegiatan otomotif yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga berdampak pada promosi daerah serta peningkatan ekonomi masyarakat.
“Rapat kerja ini adalah momentum penting untuk memperkuat sinergi antara IMI Kepri dengan pemerintah daerah, pelaku industri, dan komunitas otomotif,” pungkas Gubernur.
IMI Kepri diharapkan dapat merumuskan program-program inovatif, khususnya dalam pengembangan talenta otomotif, edukasi keselamatan berkendara, serta promosi pariwisata melalui iven-iven otomotif yang berkualitas.
Harapan lainnya agar IMI dapat menjadi teladan membudayakan berkendara yang aman, tertib dan bertanggungjawab.
Lebih dari itu, Gubernur berharap Kepri dapat menjadi tuan rumah berbagai iven otomotif berskala nasional maupun internasional.
“Kelebihan yang menjadi daya tarik adalah penggabungan keindahan alam, kekayaan budaya lokal, dan konektivitas global yang dimiliki provinsi ini,” seru Gubernur.
Turut hadir dalam kegiatan Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Umum IMI Kepri Rizki Faisal, Ketua DPRD Kepri Iman Setiawan, anggota DPRD Kota Batam Jimmy Siburian, Ketua KONI Kepri Usep RS, para Ketua IMI Kabupaten/Kota se-Kepri, serta seluruh peserta raker IMI Kepri. (*)
batampos – Air Batam Hilir menginformasikan akan dilaksanakannya pekerjaan terencana berupa penyambungan pipa HDPE DN 160 mm di Kampung Ponjen, Tanjung Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan air minum kepada pelanggan.
Pekerjaan akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Selasa, 24 Juni 2025
Waktu: Pukul 14.00 hingga 16.30 WIB
Selama proses pekerjaan berlangsung, akan terjadi gangguan suplai air minum berupa tekanan air kecil hingga terhentinya aliran air sementara di wilayah terdampak, yaitu:
Taman Harapan Indah
Glory Residence
Kavling Beliung
Tanjung Riau dan sekitarnya
Untuk itu, pelanggan diimbau agar menampung air secukupnya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari selama durasi pekerjaan.
Air Batam Hilir juga menyiagakan mobil tangki air minum bagi pelanggan yang mengalami gangguan suplai lebih dari 1×24 jam. Penyaluran bantuan air ini dapat dikoordinasikan melalui Ketua RT/RW/Kelurahan setempat dan disampaikan melalui saluran resmi kepelangganan berikut:
Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP): Bengkong, Batu Aji, dan HO Batam Center
Pengendara melintas di jalur lambat Jalan Sudirman yang kondisi jalannya amblas, Selasa (27/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Jalur lambat di kawasan Perumahan Anggrek Mas, Kota Batam, masih rusak pasca amblas beberapa bulan lalu. Kondisi jalan yang minim penerangan, membuat pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati, terutama saat melintas di malam hari.
Pantauan di lapangan, jalur tersebut hanya dibatasi menggunakan plastik sebagai penanda bahaya. Tidak terlihat rambu atau penerangan memadai di sekitar area yang rusak. Lokasi kerusakan tepat berada di sisi jalan raya yang cukup ramai dilintasi kendaraan.
“Kalau siang masih bisa terlihat karena ada cahaya. Tapi kalau sudah malam, gelap dan nyaris tidak terlihat kalau itu jalur rusak. Apalagi kalau hujan, makin tidak jelas,” ujar Riko, salah seorang pengendara roda dua, Senin (23/6).
Ia mengaku cukup khawatir dengan kondisi jalan amblas yang semakin besar, namun tak ada perhatian. Besar risiko pengendara terperosok saat jalan sedang sepi.
“Jalan ini sepi kalau sudah malam, gelap pula. Saya takut tiba-tiba masuk ke bagian jalan yang ambles,” katanya.
Kondisi ini diperparah karena letaknya yang berdekatan perpohonan, dan kondisi pencahayaan yang minim. Jika pengendara tidak mengenal area tersebut, potensi kecelakaan bisa saja terjadi.
“Kalau tak tahu jalan amblas, dan lengah bisa saja kecelakaan, karena amblas hampir memakan setengah jalan,” ungkapnya.
Warga mendesak agar instansi teknis segera turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi jalan. Menurut mereka, menunda perbaikan hanya akan memperbesar risiko kecelakaan.
“Kalau malam, kami enggak bisa lihat jelas mana yang amblas. Kadang mobil juga tiba-tiba banting setir karena kaget. Bahaya sekali kalau terus dibiarkan,” ujar Yanto, pengemudi ojek online yang biasa lewat jalur tersebut.
Sementara, Kabid Dinas Marga Kota Batam, Dohar belum bisa dikonfirmasi terkait kondisi jalan tersebut. (*)
Eskalasi saling serang antara Iran dan Israel meningkatkan kekhawatiran pecahnya perang besar di Timur Tengah. (Reuters)
batampos – Senin (23/6) malam waktu setempat, Iran membalas serangan Amerika Serikat (AS) ke tiga fasilitas nuklir mereka, dengan merudal pangkalan militer AS di Qatar, dikutip dari Antara.
Perang yang awalnya terjadi antara Israel dan Iran itu pun memasuki lembaran baru yang mungkin makin gawat, apalagi pemerintah Qatar mengecam keras pelanggaran kedaulatan wilayahnya oleh Iran.
Situasi di Timur Tengah pun semakin kritis, apalagi Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menyerang Iran lebih dahsyat lagi jika pemerintah Iran membalas bombardemen terhadap fasilitas-fasilitas nuklirnya di Isfahan, Natanz, dan Fordow.
Namun, tak lama setelah kabar serangan Iran ke Qatar itu, Trump menyatakan Israel dan Iran sudah sepakat bergencatan senjata.
Jika Trump benar, maka salvo terbaru Iran di Qatar bisa dianggap sebagai pernyataan politik simbolik belaka untuk unjuk kekuatan agar Iran tidak kehilangan muka.
Memilih menyerang pangkalan AS di Qatar pun “lebih aman” bagi Iran ketimbang menyerang pangkalan AS di Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab atau Oman. Qatar adalah negara Teluk yang memiliki hubungan yang sangat baik dengan Iran.
Tapi jika kampanye rudal Iran yang terakhir ini memicu percikan baru konflik, maka situasi Timur Tengah bisa lebih gawat lagi. Trump sendiri menyatakan serangan Iran ke pangkalan AS di Qatar itu sebagai balasan yang lemah.
Jadi, serangan Iran ke pangkalan AS itu mungkin memang merupakan pesan simbolik belaka. Andai benar, artinya AS dan Iran sudah saling menangkap pesan-pesan yang mereka sampaikan lewat manuver-manuver militernya belakangan ini.
Iran telah menangkap pesan AS dari serangan ke fasilitas-fasilitas nuklirnya. Sebaliknya, Trump telah menangkap pesan Iran di balik serangan tak hentinya ke Israel.
Pemerintah AS yang dikritik Demokrat karena menyerang Iran tanpa otorisasi parlemen, mungkin telah menangkap pesan Iran bahwa setiap serangan ke wilayahnya adalah urusan hidup mati bagi Iran, paling tidak untuk rezim mereka.
Selama puluhan tahun rezim Iran memang menjadi sasaran penggulingan pihak luar, khususnya AS dan Israel.
Iran sendiri tak bisa mengesampingkan skenario penggulingan paksa seperti menimpa Saddam Hussein di Irak, Muammar Gaddafi di Libya, Bashar al Assad di Suriah, dan banyak tempat lain di dunia.
Dalam pikiran para pemimpin Iran, akan sangat berbahaya jika tak membalas serangan AS karena bisa memberi pesan buruk kepada lawan-lawannya, termasuk di dalam negeri, bahwa mereka lemah, tidak sekuat dulu.
Penguasa Iran tak akan membiarkan kesan itu muncul, karena sama halnya dengan membuka skenario keruntuhan rezim, seperti Revolusi Islam Iran menumbangkan Shah Iran pada 1979. Shah Iran adalah sekutu AS dan Israel di masa lalu yang tak kalah buruk dari rezim buruk lainnya.
Yang juga harus dikhawatirkan AS adalah terusiknya negara-negara nuklir yang tidak dalam genggaman pengaruh AS. Korea Utara adalah momok yang bakal paling terusik.
Selama puluhan tahun Korea Utara menjadi sasaran pelemahan AS dan sekutu-sekutunya, melalui sanksi dan isolasi internasional yang lama seperti dialami Iran.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bisa menafsirkan show of force AS di Iran sebagai pengingat untuk segera kembali ke meja perundingan.
Kendati demikian, Kim Jong Un juga bisa menganggapnya sebagai pendorong untuk mempercepat program senjata nuklir Korea Utara guna menangkal serangan seperti dialami Iran.
Perkaranya, kalaupun Korea Utara terancam, Rusia dan Tiongkok yang berbatasan dengan negara tersebut tak mungkin berdiam diri. Mereka tidak bakal membiarkan musuh menghunus pedang di depan muka mereka.
Ketika Tiongkok melibatkan diri dalam Perang Korea pada 1950-an, itu tidak semata karena alasan ideologis, tapi juga karena tak mau membiarkan musuh mengarahkan moncong senjatanya di depan hidung mereka.
Tiongkok dan Rusia juga sangat tidak nyaman dengan retorika para pemimpin AS mengenai pergantian rezim yang berusaha diaplikasikan terhadap Iran.
Padahal, tak ada pergantian rezim secara paksa yang berhasil membuat sebuah negara lebih baik, apalagi tujuan pergantian rezim itu sebenarnya hanyalah melumpuhkan lawan sehingga rezim itu tak lagi menjadi ancaman untuk negara yang menggulingkan rezim itu.
Si pengguling rezim juga tak peduli mereka akan membuat negara yang rezimnya mereka gulingkan, masuk lagi dalam tiranisme baru.
Petualangan AS di Amerika Latin, Asia, dan Timur Tengah di masa lalu adalah bukti-buktinya.
Omong kosong demokrasi di balik pergantian rezim pun akan makin terkuak, apalagi saat bersamaan AS tetap merangkul rezim-rezim otoriter nan tidak demokratis termasuk yang berada di Timur Tengah, hanya karena mereka tidak mengusik kepentingan dan pengaruh AS.
Yang sering terjadi, pergantian rezim secara paksa malah menghasilkan diktator-diktator baru, seperti terjadi di Amerika Latin pada 1950-an sampai 1970-an, mulai Augusto Pinochet terhadap Salvador Allende di Chile pada 1973 sampai Carlos Castillo terhadap Jacobo Arbenz di Guatemala pada 1954.
Oleh karena itu, gagasan pergantian rezim dan serangan terhadap Iran sudah bukan cuma urusan hidup mati bagi Iran. Ini sudah menjadi ancaman terhadap negara-negara yang berkawan dengan Iran, termasuk Pakistan.
Meskipun bersekutu dengan AS, Pakistan merasa akan menjadi sasaran berikutnya Israel. Jika Israel berhasil melucuti Iran, maka rezim haus perang seperti Netanyahu akan mengalihkan perhatian ke Pakistan yang menguasai senjata nuklir.
Israel tampaknya tak akan berhenti memburu rezim-rezim nuklir di sekitar mereka, agar dominasi nuklir mereka di kawasan tak terganggu.
Di sisi lain, deterensi nuklir tak hanya membuat Israel kebal dari serangan tetangga-tetangganya, tapi juga membuat mereka mendapatkan kemewahan untuk menyerang tetangga-tetangganya tanpa dikoreksi oleh komunitas internasional karena AS siap membentengi mereka dari sanksi dan tekanan internasional.
Dalam logika-logika semacam ini, sulit bagi para pemimpin Iran untuk tidak membalas aksi AS, walau hanya demi memberi pesan bahwa mereka tidak lemah.
Iran juga mungkin merasa tengah merepresentasikan aspirasi global mengenai perlunya mengoreksi standar ganda AS dan laku pongah Israel di Timur Tengah.
Tapi jika balasan Iran itu mengundang serangan lanjutan dari AS yang lebih dahsyat dari pada serangan ke tiga fasilitas nuklir Iran, maka akan sulit mengabaikan skenario perang yang lebih luas dari sekadar perang antara Iran dan Israel.
Dalam skenario ini, dunia dapat terjerumus ke dalam perang global baru seperti terjadi di masa silam.
Namun demikian, jika Trump dan para pemimpin Iran serta Israel terlalu waras untuk tak mempedulikan skenario buruk itu, maka perang mungkin berakhir lebih cepat.
Semoga ucapan Trump benar, bahwa Israel dan Iran sudah menyepakati gencatan senjata. (*)
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim usai diperiksa Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (23/6/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
batampos – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, memastikan dirinya masih berstatus sebagai saksi. Pernyataan itu disampaikan Nadiem setelah dirinya diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Senin (23/6).
Nadiem menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar, Kejagung, kurang lebih selama 12 jam, sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 20.50 WIB. Nadiem menyampaikan terima kasih atas pihak Kejagung untuk mengedepankan azas keadilan dan mengedepankan praduga tidak bersalah.
“Dalam kapasitas saya sebagai saksi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap jajaran dan aparat dari Kejagung yang telah menjalankan proses hukum ini dengan baik, mengedepankan azas keadilan, transparansi, dan juga azas praduga tak bersalah,” kata Nadiem usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (23/6) malam.
Nadiem menyatakan dirinya bersikap kooperatif dalam membantu proses hukum yang tengah diusut Kejagung, terkait kasus pengadaan laptop chromebook yang menelan anggaran negara sebesar Rp 9,9 triliun.
Lebih lanjut, Nadiem menekankan dirinya akan patuh terhadap prosea penegakan hukum yang saat ini tengah diusut Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada Kejagung.
“Saya bersikap kooperatif untuk membantu menjernihkan persoalan, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transformasi pendidikan yang telah kita bangun bersama,” tegas Nadiem.
Sebagaimana diketahui, pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook setelah penyidik Jampidsus Kejagung mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga mantan stafsus Nadiem.
Mereka diduga terseret kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada tahun 2020 senilai Rp 9,9 Triliun. Apartemen dua mantan stafsusnya, FH dan JT pun sempat digeledah oleh penyidik Kejagung dalam upaya pendalaman kasus.
Sayangnya, saat surat pemanggilan awal sebagai saksi, mereka terus mangkir. Hingga akhirnya Kejagung mengeluarkan surat pencekalan mereka ke luar negeri. (*)
batampos – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap DJ Stevanie di klub malam First Club, Lubuk Baja, Batam, menyisakan tanda tanya besar. Dua tersangka warga negara asing (WNA) asal Vietnam, Le Thi Huynh Trang dan Nguyen Thi Thu Thao, yang sempat ditahan mendadak bebas seiring penghentian penyidikan oleh pihak kepolisian.
Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Batam, Iqram Saputra, menyatakan pihaknya belum menerima tembusan resmi atas Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari penyidik.
“Kami belum menerima SP3 atas nama dua tersangka tersebut,” kata Iqram, Senin (23/6).
Sebelumnya pada 12 Juni lalu, penyidik justru mengajukan permohonan perpanjangan penahanan ke kejaksaan dan telah diterbitkan surat T4 untuk masa penahanan selama 40 hari, terhitung sejak 29 Juni hingga 7 Agustus 2025.
Kejanggalan itu menjadi sorotan tajam. Menurut Iqram, bila SP3 benar-benar telah diterbitkan, maka seharusnya jaksa diberitahukan secara resmi.
“Kalau SP3 keluar saat penahanan berjalan, wajib diberitahukan ke kami. Jaksa berwenang menilai sah tidaknya SP3 secara formil dan materil. Tidak bisa sepihak,” kata dia.
Kasus ini bermula pada Sabtu dini hari, 7 Juni 2025. DJ Stevanie mengaku dikeroyok oleh dua WNA Vietnam. Keduanya ditangkap saat diduga hendak kabur meninggalkan Batam.
Ketua RT 01 RW 02 Kavling Tanjung Bubtung, Rosna bersama Ketua RT 07 RW 02 Anton dan tokoh masyarakat RT 08 RW 02 Ully Sri Purnama Hutabarat meninjau lokasi pengecoran pemasangan pipa air bersih SKL oleh ABH. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Ketua RT 01 RW 02 Kavling Tanjung Buntung, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Batam, Rosna membantah keras pemberitaan salah satu media online yang menyebutkan bahwa warganya menolak proyek pemasangan jaringan pipa air bersih Sistem Layanan Komunal (SLK) oleh PT Air Batam Hilir (ABH).
Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Putra Lumbung Rezeki sebagai kontraktor pelaksana. Rosna dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada penolakan dari warga di wilayahnya, dan justru mayoritas warga menyambut baik kehadiran jaringan pipa tersebut.
“Warga mana yang menolak? Dalam berita disebut ada warga bernama Amri. Saya sudah cek satu per satu, tidak ada warga saya yang bernama Amri. Jadi, saya mempertanyakan validitas informasi itu,” ujarnya saat ditemui di Bengkong, Senin (23/6).
Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya menyuruh seseorang bernama Heri Badri untuk mengumpulkan tanda tangan warga guna mengganti kontraktor pelaksana proyek. Menurutnya, informasi tersebut sangat tidak benar dan menyesatkan.
“Saya tidak pernah menyuruh Heri Badri atau siapa pun meminta tanda tangan warga saya. Warga pun merasa tertipu karena disebut-sebut saya yang menyuruh. Padahal saya tidak tahu menahu soal pengumpulan tanda tangan itu. Bahkan proyek ini sudah kami perjuangkan sejak tahun 2023, tentu tak mungkin kami tiba-tiba ingin mengganti kontraktornya,” tambah Rosna.
Ia menyebutkan bahwa warganya justru berterima kasih atas proyek ini karena selama bertahun-tahun mereka mengandalkan air dari koperasi dengan harga yang jauh lebih mahal.
“Selama ini kami bayar air koperasi bisa ratusan ribu rupiah. Sekarang dengan ABH, harganya jauh lebih murah. Saya sebagai RT memperjuangkan kebutuhan air bersih untuk warga. Jadi, ketika ada yang mencatut nama saya untuk menolak proyek ini, saya merasa sangat dirugikan,” tegasnya.
Ia juga mengkritisi munculnya narasumber bernama Amri yang dianggap tidak jelas identitasnya. Ia menduga nama tersebut bisa jadi palsu karena tidak ditemukan dalam daftar warganya.
“Saya cari-cari siapa Amri itu, tidak ada. Saya khawatir ini hanya nama fiktif yang digunakan untuk kepentingan tertentu. Kami meminta media yang membuat berita itu agar turun langsung ke lapangan, jangan hanya mengutip sepihak tanpa klarifikasi kepada pihak yang bersangkutan,” katanya.
Sementara itu, Yanti, salah satu warga RT 01 RW 02 yang ikut diminta menandatangani surat penolakan proyek, mengaku tidak mengetahui isi sebenarnya dari dokumen tersebut. Ia menuturkan bahwa dirinya hanya diminta tanda tangan karena disebut atas permintaan RT.
“Saya ikut tanda tangan karena dibilang RT sudah tanda tangan. Jadi kami pikir ini untuk mendukung. Tapi saya tidak tahu isinya ternyata untuk mengganti kontraktor,” ujar Yanti.
Ia mengaku kecewa karena merasa tidak dijelaskan secara terbuka tujuan surat itu. Ia juga heran mengapa hanya sedikit orang yang diminta tanda tangan.
“Kalau dia bilang ada 32 orang tanda tangan, saya jadi mikir juga kenapa sedikit orangnya. Saya tahu itu bukan orang baru di sini, tapi orang-orang itu juga yang sama. Kenapa cuma segelintir yang diminta tanda tangan. Saya sempat tanya dan mereka jawab mau ganti kontraktor yang lama dengan yang baru karena merusak jalan, ” kata Yanti.
Senada, tokoh masyarakat RT 08 RW 02 Ully Sri Purnama Hutabarat juga mengungkapkan kekecewaannya atas pemberitaan yang menurutnya tidak sesuai fakta di lapangan. Ia menegaskan bahwa proyek masih dalam tahap pengerjaan khususnya di RT 08 RW 02 dan belum selesai.
“Kami justru kaget baca berita itu. Di wilayah kami belum selesai pengerjaannya, tapi sudah ada tudingan pengerjaan asal-asalan. Padahal sistemnya jelas: digali, dipasang pipa, ditutup kembali dan dicor setelah padat. Itu SOP-nya,” ujarnya.
Menurutnya, proyek ini adalah hasil dari aspirasi warga yang sudah lama kesulitan air. Sebelumnya, warga menggunakan sumur bor dengan biaya Rp16 ribu per meter kubik. Kini, mereka hanya perlu membayar sekitar Rp2.000 per meter kubik setelah ABH masuk.
“Kami sangat terbantu. Jadi kalau ada pihak luar yang menyebarkan informasi keliru, tentu kami keberatan. Apalagi yang bicara bukan warga RT 08. Nama yang disebut dalam berita juga tidak ada di daftar warga kami,” ungkapnya.
Ketua RT 07 RW 02, Anton, juga menyuarakan keberatan yang sama. Ia menyebut kontraktor pelaksana bekerja secara profesional dan tidak asal-asalan seperti yang dituduhkan.
“Kami melihat langsung di lapangan. Pengerjaan sesuai gambar teknis dan tahapan. Tidak ada yang dilewati. Jadi tuduhan bahwa kontraktor tidak profesional tidak benar. Justru berita itu yang tidak sesuai kenyataan,” tegas Anton.
Ia mengimbau media untuk melakukan klarifikasi sebelum menaikkan pemberitaan agar tidak merugikan banyak pihak.
“Masyarakat kami jadi resah. Tapi setelah dijelaskan, mereka mengerti bahwa proyek tetap berjalan dan sesuai prosedur,” katanya.
Sebelumnya, dalam pemberitaan salah satu media online disebutkan bahwa proyek SLK oleh ABH menuai gelombang penolakan karena merusak jalan dan dilakukan tanpa koordinasi. Sosok bernama Amri dan Heri Badri menjadi narasumber utama dalam berita tersebut.
Heri mengklaim proyek merusak infrastruktur jalan dan mengancam kenyamanan lingkungan. Namun pernyataannya dibantah para Ketua RT karena ia bukan warga RT 01 maupun RW 02.
“Heri itu bukan warga kami. Dia tinggal di Bengkong Laut. Kenapa dia yang ribut, padahal bukan bagian dari lingkungan ini?” ujar Rosna.
Para Ketua RT di wilayah RW 02 menegaskan bahwa proyek ini adalah hasil aspirasi warga yang sudah lama mendambakan akses air bersih permanen. Mereka berharap tidak ada lagi pihak luar yang mengacaukan suasana dengan informasi tidak benar.
“Kami hanya ingin proyek ini berjalan lancar demi kebutuhan warga. Kalau ada pihak-pihak yang mengaku tokoh masyarakat tapi tidak dikenal di lingkungan sini, kami harap berhenti membuat kegaduhan,” tutup Anton. (*)
Bayern Munchen jadi salah satu tim yang pastikan diri lolos ke babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025. (Dok. X/@FCbayern)
batampos – Empat tim sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 pasca gameweek 2. Bayern Munchen, Juventus, dan Manchester City menjadi tiga wakil Eropa yang sudah lolos. Sementara satu tim lain yakni Flamengo menjadi wakil dari Amerika Selatan.
Manchester City menjadi tim terakhir yang memastikan diri lolos ke 16 besar pasca memainkan gameweek 2, Senin, 23 Juni 2025. City menang besar dengan enam gol tanpa balas atas wakil Asia, Al Ain.
Dua pemain baru, Claudio Echeverri dan Rayan Cherki, mencetak gol debut untuk tim di laga ini. Hasil dua kemenangan membawa anak asuh Pep Guardiola melaju ke babak 16 besar bersama dengan Juventus dari grup G.
Juventus sendiri dipastikan lolos setelah menang 4-1 atas Wydad AC pada Minggu, 22 Juni 2025 malam. Winger muda Turki, Kenan Yildiz, menjadi bintang dengan mencetak dua gol.
Wakil Eropa lain yang juga menggenggam tiket 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 adalah Bayern Munchen. Kemenangan 2-1 atas Boca Juniors menggenapkan dua kemenangan di grup C setelah pada matchday 1 Harry Kane dan rekan melumat Auckland City 6-0.
Di antara hegemoni tim Eropa, wakil Amerika Selatan (CONMEBOL) mencuri perhatian. Flamengo asal Brasil menjadi tim keempat yang lolos ke babak 16 besar.
Flamengo mencuri perhatian publik setelah berhasil mengandaskan juara UEFA Conference League 2025, Chelsea, dengan skor 3-1. Dua kemenangan dari dua laga membuat anak asuh Filipe Luis melaju ke fase selanjutnya.
Hasil Pertandingan Gameweek 2 Piala Dunia Antarklub 2025
Seorang calon siswa didampingi orangtua melakukan pendaftaran SPMB secara online dengan dipandu pihak sekolah di SMPN 17 Bintan di jalan Tanjunguban – Tanjungpinang Km 22, Gesek, Toapaya, Senin (23/6/2025). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Beberapa orangtua dan calon siswa memilih datang langsung ke sekolah meskipun proses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dilakukan secara online.
Natalina, salah satu orangtua calon siswa memilih datang langsung ke SMPN 17 Bintan di jalan Tanjunguban – Tanjungpinang Kilometer (Km) 22, Gesek, Toapaya, Senin (23/6/2025).
Dengan datang langsung ke sekolah, warga Cikolek, Toapaya ini mengaku bisa bertanya langsung kepada pihak sekolah dan mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai proses pendaftaran.
Ketua panitia SPMB SMPN 17 Bintan, Arvan Hada mengatakan, pihaknya membuka pendaftaran SPMB melalui empat jalur yaitu jalur domisili, prestasi, mutasi, dan afirmasi.
Pendaftaran dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap pertama untuk jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi yang dimulai sejak 23 sampai 25 Juni 2025, sedangkan tahap kedua untuk jalur domisili dimulai sejak 1 sampai 4 Juli 2025.
Kuota penerimaan murid baru tahun ini di SMPN 17 Bintan adalah 200 orang, dengan 5 rombongan belajar (rombel) masing-masing 40 orang.
Ia mengakui pada hari pertama pendaftaran, beberapa orangtua dan calon siswa masih membutuhkan bantuan panitia untuk memandu pendaftaran secara online.
Karena itu, panitia telah menstandbykan 4 orang untuk membantu orangtua dan calon siswa yang kesulitan mendaftar secara online.
Pihak sekolah juga menyediakan wifi untuk membantu orangtua dan calon siswa yang tidak memiliki paket internet.
Ia juga mengatakan, ada beberapa orangtua dan calon siswa datang langsung ke sekolah untuk mendaftar melalui jalur afirmasi namun tidak memenuhi persyaratan karena tidak memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Program Keluarga Harapan (PKH).
Oleh karena itu, panitia menyarankan mereka untuk mendaftar melalui jalur domisili. (*)
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (F.ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan telah menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa penerimaan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan MPR RI. Namun, KPK masih enggan membeberkan identitas seorang tersangka tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini telah menjerat mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI berinisial MC sebagai tersangka. Diduga, MC menerima gratifikasi senilai Rp 17 miliar.
“Sejauh ini KPK telah menetapkan satu orang sebagai tersangka,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (23/6).
Seorang yang telah menyandang status tersangka itu merupakan penyelenggara negara di lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR. KPK saat ini masih menggali soal peran pejabat pada Setjen MPR RI tersebut.
Karena itu, pada hari ini KPK memeriksa dua orang saksi. Mereka yang diagendakan yakni, pejabat pengadaan barang dan jasa pada Setjen MPR RI 2020-2021 Cucu Riwayati, serta kelompok kerja unit kerja pengadaan barang dan jasa pada Setjen MPR tahun 2020 Fahmi Idris.
KPK memastikan, akan mengungkap pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka jika proses penyidikan telah selesai. Nantinya, KPK juga membeberkan konstruksi perkara penerimaan gratifikasi di lingkungan MPR RI tersebut.
“Pada saatnya nanti KPK tentu akan sampaikan terkait dengan konstruksi perkaranya dan juga pihak-pihak yang bertanggung jawab atau ditetapkan sebagai tersangka,” pungkasnya. (*)