Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 13963

Apes, Motor Pekerja Bangunan Digondol Maling

0

Curanmor

batampos.co.id – Nasib apes dialami oleh Juni warga Kavling Seipancur setelah satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna biru hitam dengan nomor polisi BP 5580 EH miliknya raib digasak maling saat diparkir di depan rumah tempatnya bekerja, Sabtu (11/6).

Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta.

Menurut informasi yang didapatkan, kejadian itu terjadi ketika korban bersama rekanya bernama Joko warga GMP Batuaji sedang mengecor rumah milik warga di Seipancur di Blok H Tanjungpiayu. Sepeda motor milik korban diparkir di halaman depan rumah tempatnya bekerja dalam keadaan stang terkunci.

“Melihat ke luar, motor sudah tidak ada lagi,” ujar Joko, Minggu (12/6).

Joko mengatakan, kejadian itu baru diketahui oleh rekannya sekitar pukul 20.00 WIB.

“Padahal baru beberapa jam kita tinggal kerja di parkir,” kata Joko.

Joko mengaku, sepeda motor milik rekanya tersebut baru saja dibeli dari temannya, itu pun masih dalam proses perkreditan baru berjalan dua bulan. “Baru dua kali bayar motor, malah hilang,” tuturnya.

Tidak terima dengan kejadian yang dialaminya itu, korban akhirnya membuat laporan ke pihak yang berwajib, meminta untuk ditindak lanjuti. “Tadi (Minggu, red) korban sudah buat laporan ke kantor polisi,” tutup Juko. (cr14)

Dua Menit Angkat Jemuran, Sepeda Motor Raib

0

Curanmor

batampos.co.id – Pemilik kendaraan roda dua diharapkan lebih berhati-hati lagi saat parkir kendaraanya. Pasalnya saat ini pelaku pencurian kendaraan sepeda motor (ranmor) semakin nekat tanpa memperhitungkan tempat dan waktu. Di mana saja asal ada kesempatan pelaku ranmor beraksi tanpa rasa takut sedikitpun.

Seperti yang dialami Kalismar, warga perumahan HPM Batuaji, sepeda motor Yamaha Mio J BP 5709 IG miliknya digondol maling saat parkir sebentar saja di depan rumahnya, Sabtu (11/7) sekitar pukul 12.00 WIB.

Sebelum sepeda motornya hilang digondol maling, kata Kalismar, dia berniat menjemput sang istri yang berprofesi sebagai guru di salah satu SDN di dekat tempat tinggalnya. Namun karena tiba-tiba hujan turun, Kalismar yang sudah sempat keluar rumah dengan sepeda motornya kembali ke rumah untuk angkat jemuran. “Motor saya parkir di depan rumah. Stangnya saya kunci cuman lock kunci kontak sepeda motor tak saya tutup,” ujar Kalismar.

Tak sampai dua menit di dalam rumah untuk angkat jemuran, tiba-tiba Kalismar mendengar bunyi seperti patahan besi dan dibarengi bunyi sepeda motor di depan rumahnya. Mendengar itu Kalismar mencoba keluar melihat situasi di depan rumahnya. “Rupanya motor saya sudah tak ada. Padahal baru sekitar dua menit saya di dalam rumah masukin jemuran,” ujarnya.
Kalismar mencoba mengejar keluar komplek perumahan, namun dia telat sebab pelaku sudah hilang entah kemana.

Tidak terima dengan kejadian itu, Kalismar bersama Noni istrinya melaporkan pencurian sepeda motor itu ke Mapolsek Batuaji. “Padahal baru lunas kredit pak. Jadi bagaiman ini pak. Tolonglah pak nggak ada kendaraan lagi kami,” ujar Noni kepada polisi di Batuaji. (eja)

Sistem Kelistrikan Batam dari 376 KvA hingga 412 MW

0
Di sini 110 MW listrik batam diproduksi. foto: putut ariyotejo / batampos.co.id
Di sini 110 MW listrik Batam diproduksi.
foto: putut ariyotejo / batampos.co.id

batampos.co.id – Batam telah memiliki sistem kelistrikan sejak tahun 1971. Pada saat itu, Pertamina dipercaya untuk mengelola kebutuhan primer masyarakat Batam ini. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola gas dan minyak ini membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang memiliki daya 2 x 188 KvA. Jumlah daya tersebut sangat rendah sehingga hanya mampu menghidupi listrik di perumahan karyawan Pertamina saja.

“Pertamina mengelola sistem kelistrikan di Batam mulai dari 1971 sampai dengan 1976 karena sudah memiliki pembangkit sendiri,” tutur Sekretaris PLN Batam, Agus Subekti pada Kamis (2/6) di kantor PLN Batam.

Tahun 1976, pemerintah pusat membentuk Otorita Batam (OB) untuk mengelola Batam. Maka, bisnis pengelolaan ketenagalistrikan  yang dikerjakan Pertamina diambil alih oleh OB dibawah kendali Unit Pelaksana Teknis Otorita Batam (UPT OB).

Kapasitas pembangkit saat itu sudah meningkat menjadi 17,5 MW.

Pada tahun 1978, OB dipegang oleh Prof Dr Ing Bj. Habibie. Di masa kepemimpinannya, Batam diarahkan sebagai kota industri. Listrik menjadi kebutuhan penting, apalagi dalam kaitannya untuk menggaet investor. Maka, OB pun membangun PLTD di Sekupang dan Batuampar. Selama periode 1976-1992, total daya dari dua pembangkit ini mampu memasok daya 45,5 MW ke wilayah Sekupang dan Batuampar.

Perkembangan Batam yang begitu pesat membuat OB kuwalahan memasok listrik di Batam.

Apalagi, saat itu investor-investor asing mulai menaruh minat untuk berinvestasi. Akibatnya, pada 1 Januari 1993, atas kesepakatan pemerintah dan OB, OB melepas bisnis pengelolaan ketenagalistrikan ke PT PLN Persero Wilayah Khusus Batam.

Berdasarkan keputusan Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN, selaku Pemegang saham PT PLN (Persero) dalam surat No S-23/M-PM-PBMUN/2000 tanggal 23 Agustus 2000, pada tanggal 3 Oktober 2000, status PT PLN (Persero) Wilayah Khusus Batam berubah menjadi PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam) dengan status sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero), sebagai unit mandiri yang mengelola kelistrikan dari hulu sampai hilir.

Pada Juni 2008 PT PLN Batam melakukan rebranding menjadi b’right PLN Batam.

Saat ini, PLN Batam memiliki 10 gardu induk (GI).

Kesepuluh GI ini mendapatkan pasokan tenaga dari empat pembangkit listrik besar.

Seluruh pembangkit dan GI yang ada di Batam mampu memasok daya hingga 412,3 MW.

“Beban puncak pernah terjadi pada 30 Maret lalu, ketika cuaca sangat panas, dimana listrik dipasok hingga 327,3 MW. Artinya sistem kelistrikan di Batam punya banyak cadangan daya,” ungkapnya lagi. (leo)

Polisi Amankan 15 Ton Gula Selundupan Asal Malaysia

0
Kapal bermuatan gula pasir asal Malaysia bersandar di dermaga A Pelindo Dumai hasil tangkapan Bea Cukai Dumai, Sabtu (11/6).
Kapal bermuatan gula pasir asal Malaysia bersandar di dermaga A Pelindo Dumai hasil tangkapan Bea Cukai Dumai, Sabtu (11/6).

batampos.co.id – Sebuah kapal kayu GT8, KM Do Re Mi, berhasil diamankan Tim Patroli Bea Cukai di Perairan Tanjung Medang Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu (11/6).

Tiga orang awak kapal, yakni nahkoda berinisal AJ, FD dan HA yang merupakan warga Riau turut diamankan.

Kapal bermuatan gula sekitar 15 ton itu ditangkap karena membawa gula pasir tanpa dokumen resmi dari Malaysia. Kini kapal tersebut telah ditarik dan bersandar di Dermaga A Pelabuhan Pelindo Dumai, Riau.

Pada puluhan karung gula ilegal tertera merek CGX yang diproduksi PT Gula Padang Terap Sdn Bhd di Kuala Linggi, Malaysia.

Gula pasir tanpa dokumen itu hendak dikirim ke daerah kepulauan Rupat kabupaten Bengkalis dan sekitarnya.

Sang nahkoda kapal, AJ, mengaku baru pertama kali menyelundupkan gula pasir. Gula tersebut merupakan milik AL, warga Rupat. Mereka bertugas mengangkut dan membawa gula saja.

”Ada empat trip rencannya, setiap trip kami dapat 250 ringgit malaysia, jalurnya yakni Kuala Linggi menuju Titi Akar,” terangnya. (jpnn)

SMPN3 Terbaik di Batam

0
SMPN 3 Batam. Foto: istimewa
SMPN 3 Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – SMPN 3 Batam berhasil menjadi sekolah negeri terbaik untuk nilai rata-rata ujian nasional (UN) se Batam tahun 2016.

Ujian nasional diikuti oleh 375 siswa berhasil memperoleh nilai rata-rata Bahasa Indonesia 86,23; Bahasa Inggris 82,41; Matematika 69,65; dan IPA 77,17.

“Alhamdulilah, tahun ini untuk sekolah negeri kita berhasil peringkat satu,” kata kepala sekolah SMPN3 Batam, Sahir, Sabtu (11/6/2016).

Menurutnya prestasi yang didapatkan saat ini merupakan kerjasama antara guru dan anak murid semuanya. Berdasarkan hasil UN sebanyak enam siswa berhasil mendapatkan nilai yang sempurna untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Keenam siswa itu yakni, M. Bariq A, Afandi Hadi, Sarah Rani Sutejo, M. Ikhsanul Azizi, dan Kezia Yoanda.

Kebanyakan lulusan SMPN3 Batam akan melanjutkan pendidikan ke SMAN1 Batam. “Karena lokasi sekolah dekat dari rumah mereka, dan SMAN1 juga merupakan sekolah unggulan,” terang pria yang telah menjabat selama delapan tahun ini.

Ssiswa yang ingin melanjutkan ke jenjang menengah bisa mengambil SKHU sementara ke sekolah hari ini, Minggu (12/6/2016). Nantinya SKHUS akan digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk mendaftar.

Sementara itu, salah seorang peraih nilai UN terbaik SMPN3, M. Bariq Athallah mengungkapkan sangat senang karena memperoleh hasil ujian dengan baik.

“Alhamdulillah senang,” ujar siswa yang pernah menjadi juara olimpiade Kepri ini.

Putera dari Bapak Tatot Tri Parijanto ini berencana akan melanjutkan pendidikan ke SMAN1 Batam.” Rencanya mau ambil IPA,” ucapnya sambil tersenyum.

Siswa terlihat bersorak saat pengumuman yang ditempel di mading dibuka. Hujan yang turun tidak mengurangi antusias seluruh siswa untuk merapat ke mading. Dengan menggunakan payung dan jaket sebagai penutup kepala. Alhamdulilah lulus seratus persen, ucap mereka bersamaan.

Berdasarkan hasil ujian nasional tahun 2016 Batam, SMPN3 Batam berhasil menduduki peringkat 1 untuk sekolah negeri se Kota Batam, posisi kedua untuk SMPN dan swasta, dan posisi kelima SMP seluruh Provinsi Kepulauan Riau. (cr17)

Daya Tampung Siswa Baru SMPN 9 hanya 252 Siswa

0
SMPN 3 Batam. Foto: kemendikbud
SMPN 3 Batam. Foto: kemendikbud

batampos.co.id – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Batam, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2016-2017 menampuang sebanyak 252 siswa.

Dari 252 siswa yang ditampung untuk tahun ini akan dibagi dalam tujuh Ruang Belajar (Rumbel), satu rumbel diisi sekitar 36 siswa.
Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Batam, Sopan Sitorus mengatakan penerimaan dilakukan dengan cara  seleksi akademik dan non akademik.

Untuk selekasi akademik akan menampung sebanyak 80 persen siswa, sedangkan untuk seleksi non akademik menampuang sebanyak 20 persen siswa.

“Pendaftaran dimulai 20 sampai dengan 22 Juni,  25 sudah seleksi,” ujar Sopan, Sabtu (11/6/2016).

Selekasi akadamek dilakukan berdasarkan tiga mata pelajaran Ujian Akhir Sekolah (UAS)  Sekolah Dasar (SD), yakni nilai Bahasa Indonesia, Matematikan dan Ilmupengetahuan Alam (IPA).

Untuk selekasi non akademik dilakukan dengan cara penialai sesui sertifikat kejuaraan minimal juara tiga tingkat Kota Batam.

“Calon siswa muslim dan non muslim harus melampirkan sertifikat baca tulis kita suci wajib,” kata Sopan.

Sopian mengatakan, dibandingkan dengan tahun yang lalau penerimaan siswa baru menurun. Tahun lalau penerimaan sebanyak 320 dengan jumlah delapan rumbel.

“Dikurangi karena mengingat jumlah guru tidak mencukupi, seperti guru Bahasa Indonesia, MTK dan IPA,” kata  Sopan.

Jika dipaksa seperti tahun lalau, hal ini akan berdampak kepada aktivitas belajar. Penerimaah siswa tahun ini sesui atas kesepakatan dari Dinas Pendidikan (Disdik). (cr14/bp)

Ruang Kelas Terbatas, Penerimaan Siswa Baru SMAN 3 Dikurangi

0
Sejumlah siswa SMAN 3 Batam menggelar berbagai kegiatan beberapa waktu lalu. Sumber foto: disinilo.com
Sejumlah siswa SMAN 3 Batam menggelar berbagai kegiatan beberapa waktu lalu. Sumber foto: disinilo.com

batampos.co.id – Ruang kelas tak ada, penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2016 SMA Negeri 3 Batam berkurang jika dibanding tahun 2015.

“Tahun ini, kita enam kelas saja, setiap kelas 32 siswa. Jadi hanya 192 siswa,” kata Kepala SMA 3 Batam, Vivi Kusuma Effendi, Sabtu (11/6/2016).

Sementara tahun sebelumnya, kata Vivi, di sekolah tersebut menggunakan 11 ruang belajar, yang mana sebagaiannya adalah laboratorium yang diubah fungsinya menjadi ruang kelas.

“Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Komputer dan Bahasa,” terangnya.

Namun kini, penggunaan laboratorium sebagai ruang kelas tak bisa lagi dilakukan dan harus dikembalikan ke fungsi dasar laboratorium.

“Sebagai  sekolah unggulan laboratorium tetap difungsikan sebagai laboratorium,” ungkapnya.

Dia menambahkan, laboratorium tak bisa dijadikan ruang kelas juga mendapat masukan dari Direktorat Pusat. Selain itu pertimbangan peserta didik yang sering mengikuti perlombaan tingkat nasional dan juga alumni SMA 3 Batam yang diterima di perguruan tinggi.

“Pada umumnya anak-anak kami akan dirugikan (jika terus pakai laboratorium sebagai kelas). Mereka akan kurang mengenal alat juga kurang praktek,” pungkasnya. (cr13)

Sabu 1 Kg Dibilang Garam, Pria Ganteng Ini Diamankan di Bandara Hang Nadim

0
Ibrahim bersama barang bukti sabu 1 kg, dua tiket dan sejumlah uang saat diamankan di Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (11/6/2016) pagi. Foto: juanda/batampos
Ibrahim bersama barang bukti sabu 1 kg, dua tiket dan sejumlah uang saat diamankan di Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (11/6/2016) pagi. Foto: juanda/batampos

batampos.co.id – Petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam dikejutkan dengan bunyi pintu works true, pukul 08.05 WIB menit.

Seorang penumpang bernama Ibrahim, 29, baru saja melewati pintu masuk terminal bandara. Ia berniat untuk jalan ke kounter check ini tersebut diminta untuk kembali melewati pintu works true. Ternyata pintu tersebut kembali berbunyi.

Petugas melakukan pemeriksaan secara manual. Dan ditemukan sabu seberat 1 kilogram, yang disembunyikan di antaranya pinggang dan selakangannya.

Dari informasi yang didapat Batam Pos, penumpang tersebut beralamat di Sagullung. Namun kelahiran Desa Baru, Aceh. Tiket Ibrahim tujuan Padang dengan naik Lion Air JT 144.

“Benar ada kejadian itu tadi pagi,” kata Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso kepada Batam Pos, Sabtu (11/6/2016).

Ia mengatakan pada saat pemeriksaan manual yang dilakukan petugas, Ibrahim keberatan saat diminta membuka bajunya.

“Pada akhirnya mau juga membuka baju, lalu di sekitaran celana dalamnya. Ada tiga bungkus plastik berisikan kristal putih,” ungkap Suwarso.

Saat ditanya oleh petugas, kristal putih itu apa? Ibrahim menjawab bahwa itu adalah garam. Dan digunakan untuk obat.

“Masih tetap tak mau mengaku. Sampai dibilang itu garam,” ucap Suwarso.

Karena terus ditekan oleh petugas, akhirnya Ibrahim mengaku kalau itu adalah sabu yang didapatnya dari seseorang di Batam.

“Dalam pengakuanya dia diupah Rp 4 juta untuk sekali pengiriman,” ungkap Suwarso.

Mengenai siapa pemilik sabu dan juga penerimanya, Ibrahim memilih bungkam. Hingga pukul 08.30 WIB (11/6/2016) Ibrahim digiring ke Kantor Bea Cukai, ia tetap tak mau bicara mengenai siapa pemilik sabu tersebut.

Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, dari tas Ibrahim terdapat sejumlah uang. Juga dua tiket pesawat yakni Batam-Padang dan Padang-Kualanamu. (ska)

Pesawat TNI AL yang Tergelincir Dipindahkan di Tempat Khusus

0
Petugas TNI AL sedang melakukan pengecekan pesawat TNI AL yang diduga tergelincir di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (10/6). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Petugas TNI AL memindahkan pesawat TNI AL yang tergelincir di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (10/6/2016) lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pesawat Cassa milik TNI AL yang tergelincir pada Jumat (10/6) pagi, dipindahkan ke tempat khusus yang masih dalam kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Hal ini demi untuk penyelidikan penyebab tergelincirnya pesawat tersebut.

“Sudah dipindahkan, tapi masih sekitaran sini,” kata Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso kepada Batam Pos, Sabtu (11/8/2016).

Ia mengatakan kebijakan ini diambil agar memberikan ruang bagi TNI AL menyelidiki penyebab terjadi insiden tersebut. Selain itu agar tak mengganggu aktivitas bandara.

Baca Juga: Pesawat TNI Tergelincir Berhasil Dievakuasi, Penerbangan di Hang Nadim Kembali Normal

Mengenai penyebab kecelakaan tersebut, Suwarso mengatakan tak mengetahui sama sekali penyebabnya. “Masih belum, kan masih dicari tahu,” ucapnya.

Suwarso menyatakan tak ada lagi penerbangan yang terganggu. “Sudah sejak kemarin, semua sudah lancar,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan pada Jumat (10/6) pukul 07.05 pesawa Cassa milik TNI AL keluar dari lintasan. Namun insiden ini tak menimbulkan korban jiwa.

Namun akibat hal ini, sebanyak 16 penerbangan terganggu selama dua jam. Sebab pihak Bandara Hang Nadim mengeluarkan NOTAM, untuk menutup bandara.

Hal ini dilakukan untuk sterilisasi landasan, pasca insiden tergelincirnya pesawat patroli TNI AL tersebut. Setelah pukul 09.47, NOTAM tersebut dicabut. Dan penerbangan sudah kembali lancar seperti semula. (ska/bp)

Pengakuan Terduga Pembuang Janin di Hang Nadim

0

tersangkabatampos.co.id – Personel kepolisian sektor kawasan bandara Hang Nadim telah mengamankan sepasang kekasih yang diduga membuang janin berusia 4 bulan di dalam toilet perempuan Bandara Hang Nadim, Batam.

“Kedua orang tersebut, berinisial SW, 33, dan IS, 40, merupakan pasangan yang belum menikah. Mereka diduga adalah orang tua dari janin yang ditemukan,” ungkap Kapolsek Bandara, Iptu Thomas, Sabtu (11/6).

Thomas menjelaskan SW yang merupakan janda beranak dua telah menjalin hubungan dengan IS, yang saat ini statusnya sebagai suami orang. Dalam pengakuannya, mereka menjalin hubungan badan pada bulan Februari.

“Mereka malu mempunyai anak diluar nikah. Apalagi IS statusnya masih memiliki keluarga,” katanya.

Karena takut ketahuan dan nantinya malu karena melahirkan anak di luar ikatan resmi, SW pun mulai gencar meminum berbagai obat penggugur kandungan yang dicampur dengan minuman bersoda.

Perbuatan SW akhirnya terlaksana. Pada hari kamis, (9/6) saat ia sedang buang air besar, janinnya yang diperkirakan berumur empat bulan pun keluar.

“Sekarang ini kami masih lakukan penyelidikan, apakah proses aborsi itu dilakukan di rumah SW atau di tempat kakaknya,” lanjutnya.

Setelah janin dari hasil hubungan gelapnya keluar, lantas saja saat itu SW bingung mau membuang janinnya kemana. Karena kebetulan SW bekerja di bandara, ia membawanya dan meninggalkannya ke dalam toilet perempuan. (egi)