Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 1397

Rp5 Miliar Raib, Korban Investasi Bodong Enam Tahun Mencari Keadilan

0
Syahid Liga (tengah) selaku korban penipuan investasi bodong didampingi kuasa hukumnya Nasib Siahaan (kanan) dan Tua Turnip (kiri) menunjukkan surat laporannya. Foto. Galih Adi Saputro/ Batam Pos

batampos – Enam tahun telah berlalu sejak Syahid Liga, menanamkan dana sebesar Rp5 miliar ke dalam sebuah skema investasi reksa dana yang dijanjikan menghasilkan keuntungan Rp60 juta per bulan. Tapi janji tinggal janji. Yang ia terima bukanlah keuntungan, melainkan gugatan, kerugian, dan proses hukum yang tak kunjung tuntas.

Pada 2019, Syahid, yang akrab disapa Pak Liga didekati oleh Jenny, seorang rekan lama dari komunitas gerejanya. Jenny menawarkan investasi reksa dana dari PT Narada Asset Management, tempat ia menjabat sebagai Manajer Cabang di Batam.

Jenny tak sendiri. Dalam pusaran kasus ini juga terdapat Marto dan Denny, dua area manager dari Medan, serta Bayu Praskoro Nugroho, direktur utama perusahaan tersebut. Kelimanya kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Awalnya, Syahid Liga menolak. Ia merasa usianya tak lagi cocok untuk mengambil risiko. Tapi bujuk rayu Jenny tak berhenti sampai di situ. Ia bahkan mendekati istri Syahid Liga dan membawa-bawa nama Tuhan demi meyakinkan. “Dia bilang sudah berdoa, katanya tidak mungkin menjerumuskan kami. Katanya ini pasti aman,” kenang Syahid Liga.

Janji keuntungannya menggiurkan, Rp180 juta setiap tiga bulan. Dana pokok Rp5 miliar akan dikembalikan utuh dalam waktu satu tahun. Perjanjian pun disepakati. Namun baru sebulan berjalan, seorang teman memberi tahu bahwa perusahaan tempat investasinya mengalami gagal bayar.

Sejak saat itu, masalah mulai bermunculan. Alih-alih menyelesaikan persoalan, pihak perusahaan justru menyeret Syahid Liga ke dalam gugatan perdata. Ia dituduh melakukan wanprestasi. Ironisnya, ia justru menjadi tergugat oleh orang-orang yang telah menipunya.

Pada 2020, Syahid Liga melaporkan kasus ini ke Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau. Laporan itu membuahkan penetapan lima tersangka, Jenny, Marto, Denny, Mujianto, dan Bayu Praskoro Nugroho. Berkas perkara sempat dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi Kepri.

Namun, proses pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan tak kunjung dilakukan. “Sudah P21, tapi mereka tidak ditahan. Ini bukan soal teknis, ini soal keberanian menegakkan hukum,” kata Nasib Siahaan, kuasa hukum Syahid Liga, yang mendampingi kliennya sejak awal perkara.

Nasib menyebut, para tersangka bahkan sempat ditahan, namun penahanannya kemudian ditangguhkan. “Yang lebih menyakitkan, klien kami justru harus menghadapi rentetan gugatan dari para tersangka,” katanya.

Gugatan demi gugatan itu bergulir di Pengadilan Negeri Batam. Syahid menang hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung pada 5 Oktober 2023. Tapi pada 27 Mei 2025, ia kembali digugat. Kini perkara memasuki tahap kontra memori banding.

Syahid Liga sempat mengirim surat tercatat ke kantor pusat PT Narada di Jakarta, menanyakan perihal perjanjian jaminan investasi yang ia terima. Namun jawaban perusahaan membuatnya terkejut, mereka menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat jaminan tersebut.

Awal 2020, Syahid Liga terbang ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Direktur Utama PT Narada, Bayu Praskoro Nugroho, dan Komisaris perusahaan, Sinar Bawah. Dalam pertemuan itu, keduanya mengelak dan menyalahkan bawahan mereka.

Mereka juga memperlihatkan prospektus investasi yang selama ini tak pernah disampaikan kepada Syahid. “Kalau saya tahu ada risikonya, tak mungkin saya ikut. Perjanjian yang diberikan ke saya sama sekali tak menyebutkan risiko,” ucap Syahid Liga.

Dari dokumen Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), tercantum bahwa para tersangka sempat membuat janji tertulis untuk mengembalikan dana Syahid Liga. Namun janji tinggal janji. “Tak sepeser pun dikembalikan,” tegas Nasib.

Ia mengaku bukan satu-satunya korban. Ia sempat mencoba menginisiasi class action, namun sebagian korban lain, yang ditipu hingga belasan miliar rupiah, memilih mundur karena enggan berurusan dengan polisi.

Tua Turnip, rekan Nasib sekaligus mantan polisi, mempertanyakan alasan hukum yang membuat perkara ini terus mandek. “Penyidik itu alat negara penegak hukum. Harusnya lebih paham dari masyarakat biasa. Kalau sudah P21, kenapa tidak segera disidangkan?” ujarnya.

Kini, dari ruang kecil di Batam Center, Syahid Liga asih berharap, hukum benar-benar ditegakkan. Bukan sekadar dokumen yang tersimpan dalam berkas bernama P21, tanpa kejelasan kapan akan dibuka kembali di ruang sidang. (*)

Reporter: Galih Adi Saputro

Artikel Rp5 Miliar Raib, Korban Investasi Bodong Enam Tahun Mencari Keadilan pertama kali tampil pada Metropolis.

20 Jam Api Belum Padam di PT Desa Air Cargo Batam, Kabil

0
Kebakaran di kawasan PT Desa Air Kargo, Kabil. f. cecep

batampos – Kebakaran hebat yang melanda empat gudang milik PT Desa Air Cargo di kawasan Bayam, Kabil, belum sepenuhnya padam meski telah berlangsung selama lebih dari 20 jam. Hingga Selasa (24/6) pukul 14.00 WIB, kobaran api masih menyala di tumpukan material yang terbakar.

Asap hitam masih membumbung tinggi dari lokasi kejadian. Belasan unit mobil pemadam kebakaran dari BP Batam dan Pemko Batam silih berganti dikerahkan ke lokasi sejak Senin (23/6) malam.

“Ya, api masih hidup di bawah tumpukan material. Kami terus melakukan pembasahan agar api benar-benar mati,” kata Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran BP Batam, Febri, saat ditemui di lokasi.

Menurut Febri, sebanyak 14 unit mobil damkar diterjunkan, masing-masing tujuh dari BP Batam dan tujuh dari Pemko Batam. Sementara personel yang terlibat mencapai 14 regu yang bekerja secara bergantian tanpa henti sejak Senin malam.

“Pemadaman dilakukan nonstop sejak pukul 20.00 WIB. Personel kami bekerja bergantian dari malam sampai siang,” tambahnya.

Febri menjelaskan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Namun, pihaknya memastikan empat gudang milik PT Desa Air Cargo terbakar habis. Material yang terbakar, cukup sulit dipadamkan. Karena itu, alat berat turut dikerahkan untuk membantu membongkar tumpukan barang yang menjadi sumber api.

“Kami juga dibantu alat berat untuk mempercepat proses pembasahan. Dengan cara mengurai material yang terbakar,”sebutnya.

Sementara itu, hingga Selasa siang, pihak PT Desa Air Cargo belum bisa dimintai keterangan. Seorang petugas keamanan di lokasi mengatakan, pihak yang berwenang belum berada di tempat.

“Yang bisa memberikan keterangan belum ada di lokasi, jadi kami belum bisa menyampaikan apa-apa,” ujarnya singkat.

Pantauan Batam Pos di lapangan, kawasan sekitar lokasi kejadian masih diselimuti asap hitam. Sejumlah petugas pemadam kebakaran terus berjibaku di titik-titik api yang masih menyala di antara puing-puing gudang yang runtuh.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Petugas menegaskan akan terus berada di lokasi hingga dipastikan tak ada bara api yang tersisa. Belasan petugas juga tampak kelelahaan berisitirahat melepas penat. (*) 

Reporter: Yashinta

Artikel 20 Jam Api Belum Padam di PT Desa Air Cargo Batam, Kabil pertama kali tampil pada Metropolis.

HUT ke 17 Kabupaten Kepulauan Anambas, DPRD Ajak Pemerintah Berpegangan Tangan untuk Lewati Ujian Defisit Anggaran

0
Suasana sidang paripurna HUT Anambas ke 17 Tahun di Ruang Rapat DPRD Anambas. f.ihsan

batampos– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Anambas terus mengawasi dan menganggarkan keuangan untuk menjalankan sistem pemerintahan.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pembangunan-pembangunan yang telah dilaksanakan sejak Kabupaten Anambas berdiri.

Ketua DPRD Anambas, Rian Kurniawan menegaskan pihaknya selalu terbuka dalam menjalin kemitraan strategis dari beragam lintas sektoral demi mewujudkan pembangunan daerah yang berdampak langsung ke masyarakat.

Selain itu pada momen HUT Anambas ke 17 tahun, Rian mendorong pemerintah harus kuat berjalan kedepan dengan kondisi keterbatasan anggaran.

Menurutnya, ujian kedewasaan sudah dimulai, jika berhasil melewati tantangan ini masih ada rintangan lain yang menanti.

BACA JUGA: Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai HUT ke 17 Kabupaten Kepulauan Anambas

“Maka dari itu kita harus bersatu padu berpegangan tangan untuk menghadapi semua ini,” kata Rian dalam sidang paripurna peringatan HUT Anambas ke 17 tahun, Selasa, (24/6).

Menyoroti perjalanan Kabupaten Kepulauan Anambas sejak resmi dimekarkan dari Kabupaten Natuna, pihaknya menekankan sejumlah fokus pembangunan yang penting untuk digesa.

DPRD mendorong pemerintah daerah untuk menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan seperti kelautan, perikanan, eneri dan pariwisata bahari.

“Dukungan ini bisa berdampak lansung terhadap UMKM, koperasi nelayan, pelatihan kewirausahaan serta pengembangan ekowisata berbasis masyarakat lokal,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel HUT ke 17 Kabupaten Kepulauan Anambas, DPRD Ajak Pemerintah Berpegangan Tangan untuk Lewati Ujian Defisit Anggaran pertama kali tampil pada Kepri.

Rayakan 31 Tahun, Bintan Industrial Estate Menuju Kawasan Industri Bertransformasi Digital dan Efisiensi Energi

0
GM PT. BIIE, Aditya Laksamana bersama jajarannya saat prosesi pemotongan tumpeng saat merayakan Hari Jadi Kawasan Bintan Industrial Estate yang Ke-31 tahun di Wisma BIE, Selasa (24/6/2025). F. Kiriman BIIE untuk Batam Pos.

batampos– PT. Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) menggelar Gala Luncheon untuk merayakan Hari Jadi Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) yang Ke-31 tahun.

Acara ini diadakan di Wisma BIE pada Selasa (24/6/2025) dan dihadiri oleh tenant dan mitra strategis.

General Manager PT BIIE, Aditya Laksamana menyampaikan kilas balik perjalanan kawasan ini serta arah strategis ke depan yang lebih hijau, modern, dan terintegrasi.

Kawasan BIE berkembang pesat sejak berdiri tahun 1995. Dari awal sebagai kawasan manufaktur dasar, kini menjadi kawasan industri ekspor strategis yang menopang pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

BACA JUGA: BIIE Serahkan Santunan ke Anak Yatim, Ajak Masyarakat Jaga Iklim Investasi

Kawasan ini kini menjadi rumah setidaknya bagi 19 tenant dengan total tenaga kerja sekitar 6.500 orang. Beberapa tenant lagi melakukan perluasan usaha seperti PT. Singatac, PT. BOMC dan PT. CCI.

Aditya menekankan pentingnya transformasi untuk menjaga relevan di tengah perubahan global.

Fokusnya bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat pemahaman regulasi, tata kelola, dan mempersiapkan BIE sebagai kawasan industri berkelanjutan yang tanggap terhadap transformasi digital dan efisiensi energi.

Selain itu, PT BIIE menunjukkan komitmen kuat dalam menjunjung tinggi kepatuhan hukum dan peraturan yang berlaku.

Beberapa penghargaan yang diraih PT. BIIE dari institusi terpercaya baik di dalam maupun luar negeri antara lain Best Enterprise in Regulatory Compliance dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Award 2025 oleh Hukumonline di Jakarta.

Penghargaan lainnya, Finalis Innovative In-House Team of The Year 2025 pada ajang Asia Legal Business Awards oleh Thomson Reuters di Singapura.

Aditya juga menyoroti dua proyek strategis yang diyakini memperkuat posisi BIE di masa depan yaitu Bandara Internasional Bintan dan Two Countries Twin Park (TCTP).

Aditya menilai pembangunan bandara akan membawa dampak positif bagi kawasan BIE.

Dengan adanya bandara, posisi BIE sebagai kawasan industri utama di Bintan akan semakin kuat terutama dalam membuka akses logistik lebih luas, mempersingkat rantai distribusi kawasan dan meningkatkan daya saing BIE di tingkat regional dan global.

Proyek strategis lainnya adalah TCTP, kemitraan antara Indonesia dan Tiongkok yang menghubungkan ekosistem industri Bintan dan Fujian untuk mendorong ahli teknologi, peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan pekerjaan yang berkualitas.

BACA JUGA:PT BIIE dan Pemdes Teluk Sasah Kolaborasi Menyiapkan Tenaga Ahli Pengelasan

Dengan mengusung tema Together We Grow, kawasan BIE berkomitmen untuk terus bertumbuh dan berkembang bersama seluruh tenant, pekerja, serta pemangku kepentingan.

Acara ini ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng, pertunjukan budaya dan makan siang bersama tenant dan mitra strategis dengan harapan untuk masa depan yang lebih baik. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Rayakan 31 Tahun, Bintan Industrial Estate Menuju Kawasan Industri Bertransformasi Digital dan Efisiensi Energi pertama kali tampil pada Kepri.

Libur Sekolah Rasa Lebaran: Diskon Tiket PELNI Jadi Pilihan Utama Warga

0
Kapal Pelni saat bersandar di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar. F. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Stimulus ekonomi berupa diskon tarif tiket kapal hingga 50 persen yang diluncurkan PT PELNI (Persero) sejak awal Juni 2025 mendapat sambutan hangat dari masyarakat Batam. Kepala Cabang PT PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, menyebut program ini tidak hanya mendongkrak jumlah penumpang, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi kebutuhan transportasi laut yang terjangkau.

Selama periode 1 hingga 22 Juni 2025, tercatat 13.619 penumpang berangkat dari Batam menggunakan kapal PELNI. Jumlah ini meningkat sekitar 9 persen dibandingkan dengan periode libur sekolah tahun lalu yang mencapai 12.678 penumpang.

“Lonjakan ini mencerminkan bahwa masyarakat Batam sangat terbantu dengan program ini. Bagi banyak orang, ini bukan cuma potongan harga, tapi akses yang lebih terbuka untuk pulang kampung, libur sekolah, atau sekadar bepergian dengan biaya lebih ringan,” ujar Edwin, Selasa (24/6).

Menurutnya, rute tujuan seperti Belawan, dan Tanjung Priok, menjadi yang paling banyak diminati. Edwin optimistis jumlah penumpang akan terus bertambah hingga akhir program diskon pada 31 Juli 2025.

Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang, PELNI Batam telah menyiapkan langkah antisipatif mulai dari peningkatan layanan loket, penambahan personel di pelabuhan, hingga penguatan keselamatan di atas kapal.

“Dengan adanya dispensasi kapasitas dari Kementerian Perhubungan, kami bisa mengangkut lebih banyak penumpang, tetapi tetap mengutamakan standar keselamatan pelayaran,” tegasnya.

Edwin pun mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan program ini sebelum kuotanya habis. Hingga pertengahan Juni, tiket untuk beberapa rute dan jadwal favorit sudah mulai menipis.

“Lebih baik pesan dari sekarang. Selama kuota masih tersedia, manfaatkan kesempatan ini. Kami siap memberikan pelayanan terbaik,” ujar Edwin.

Antusiasme penumpang juga terlihat langsung di lapangan. Salah satu penumpang tujuan Belawan, Rina Marlina, mengaku sangat terbantu dengan adanya diskon tarif ini. Ia bisa pulang kampung membawa serta kedua anaknya, yang sebelumnya kerap tertunda karena keterbatasan biaya.

“Biasanya saya harus pikir dua kali untuk pulang, karena tiket cukup mahal kalau dikali tiga orang. Tapi dengan diskon ini, saya akhirnya bisa ajak anak-anak ke Medan ketemu orang tua,” kata Rina saat ditemui di Sekupang.

Senada dengan Rina, Yudi, penumpang tujuan Belawan, juga merasa program ini sangat membantu, khususnya bagi pekerja informal.

“Saya kerja serabutan di Batam. Sudah lama nggak pulang karena biaya kapal mahal. Pas dengar ada diskon, langsung saya beli tiket. Ini baru terasa pemerintah benar-benar peduli,” ujarnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Libur Sekolah Rasa Lebaran: Diskon Tiket PELNI Jadi Pilihan Utama Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

Optimalisasi Keuangan BUMD Air Minum, IWA Hadirkan Webinar Keuangan

0
Reynold Wahagheghe memandu webinar Podcast IWA Amazing (CASTING) Step 9
f. Putut Ariyo / Batam Pos

batampos – Podcast IWA Amazing (CASTING) Step 9 kembali hadir dengan tema “Optimalisasi Manajemen Keuangan dan Investasi BUMD Air Minum”, yang ditaja oleh Indonesia Water Academy (IWA).

Acara ini berlangsung pada Selasa, 24 Juni 2025 pukul 14.00 WIB dengan narasumber (cast) Hartatik Supriyanti, seorang Professional Financial Modeler.

Panitia mencatat kehadiran 40 peserta dari berbagai PDAM di seluruh penjuru Indonesia.

Sebagai narasumber, Hartatik menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta.

“Saya tidak menyangka, ternyata pesertanya lumayan banyak. Sebelumnya saya pikir tidak akan terlalu ramai. Alhamdulillah, karena biasanya topik keuangan membuat orang agak malas, ya—malas hitung-hitungan, malas melihat angka. Tapi ternyata peserta cukup banyak,” ungkap Tatik, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan Batam Pos usai acara.
“Saya bersyukur bisa menyampaikan materi, apalagi dari peserta yang hadir, saya melihat banyak PDAM yang memang sedang membutuhkan peningkatan kapasitas SDM.”

Webinar ini dikendalikan langsung dari kantor IWA di Komplek Pertokoan Capitol Superblock Imperium, Jl. Jenderal Sudirman, Baloi, Batam Center.

Sebagai moderator, Reynold Wahagheghe berhasil memandu jalannya acara selama lebih dari dua jam. Antusiasme peserta tetap terjaga hingga akhir. Sesi tanya jawab berlangsung aktif bahkan melewati batas waktu yang dijadwalkan.

Beberapa peserta yang aktif bertanya antara lain Ir. I Made Suarsa, Direktur Teknik PDAM Tirta Mangutama; Irvan Andika Putra, Plt. Kasubag Perencanaan PDAM Tirta Jam Gadang; serta dari Jayapura hadir Emi Nurmiaty, Manajer Keuangan PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani, dan beberapa peserta lainnya.

Wajar jika moderator dan narasumber semakin bersemangat membawakan acara.

Kepada Batam Pos, Reynold mengungkapkan kepuasannya.

“Memandu webinar memang menuntut strategi tersendiri agar suasana tetap hidup. Ini hal baru yang butuh pendekatan baru juga. Tapi justru di situlah tantangannya—bagaimana tetap bisa efektif,” tegasnya.

Kepuasan juga tampak dari raut wajah Maria Jacobus, inisiator sekaligus pemilik IWA.

“Di Indonesia terdapat sekitar 400 PDAM yang tentu membutuhkan pengembangan SDM secara berkelanjutan, baik dari sisi kompetensi maupun kapabilitas. Untuk menjawab kebutuhan itu, Indonesia Water Academy (IWA) hadir sebagai solusi,” ujar Maria.

Ia menambahkan, biaya transportasi dan akomodasi antarprovinsi sering kali menjadi kendala. Karena itu, IWA konsisten menyelenggarakan webinar dua kali setiap bulan, membahas beragam disiplin ilmu di sektor industri air minum, dengan menghadirkan praktisi berpengalaman sebagai narasumber.

“Konsistensi inilah yang menjadi kekuatan IWA. Saat ini kami telah membangun komunitas dengan lebih dari 4.000 partisipan aktif,” imbuhnya.

Webinar kali ini mengangkat tema “Optimalisasi Manajemen Keuangan dan Investasi di BUMD”, yang relevan dengan kebutuhan perencanaan investasi di sektor air minum.

“Kami berterima kasih atas kehadiran lebih dari 40 peserta, termasuk perwakilan dari lebih dari 30 PDAM di seluruh Indonesia,” tegas Maria, yang telah lama berkecimpung dalam industri air bersih.

Ke depan, IWA akan terus berkomitmen menjadi mitra strategis dalam pengembangan kapasitas PDAM, termasuk menjembatani kebutuhan terhadap mitra investasi yang tepat. (*)

Artikel Optimalisasi Keuangan BUMD Air Minum, IWA Hadirkan Webinar Keuangan pertama kali tampil pada Metropolis.

Pencaker Capai 1.429 Orang, Disnaker Batam Ingatkan Warga Tak Ber-KTP Batam Urus AK-1 di Daerah Asal

0
Ilustrasi. Pencari kerja di Batam sedang mengurus kartu kuning di Disnaker Batam.Dok.Batam Pos

batampos – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam mencatat sebanyak 1.429 pencari kerja (pencaker) telah terdata hingga Juni 2025. Dari jumlah tersebut, 760 orang merupakan laki-laki dan 669 orang perempuan.

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengimbau kepada para pencaker dari luar daerah agar membawa Kartu Pencari Kerja (AK-1) dari daerah asalnya sebelum datang ke Batam. Hal ini menyusul ketentuan baru mengenai penerbitan surat domisili yang kini lebih ketat.

“Jadi, ketika mereka datang ke Batam dan ingin mengurus AK-1 di Disnaker, tidak bisa lagi karena tidak ada surat domisili. Padahal itu salah satu syarat utama. Karena itu, kami minta kepada pencari kerja yang ber-KTP luar Batam agar mengurus AK-1 langsung dari daerah asalnya,” ujar Rudi, Selasa (24/6).

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan aturan terbaru, surat domisili hanya dapat diterbitkan jika seseorang telah tinggal di Batam minimal selama dua tahun. Persyaratan ini harus dibuktikan dengan keterangan resmi dari RT, RW, dan kelurahan setempat.

“Kalau belum dua tahun tinggal di Batam, surat domisili tidak bisa dikeluarkan. Sekarang semua kecamatan dan kelurahan sudah tidak mengeluarkan domisili begitu saja. Informasi yang kami terima, mereka baru bisa terbitkan setelah dua tahun menetap. Kalau tidak, alamatnya bisa bias dan kami pun tidak berani keluarkan AK-1,” jelasnya.

Situasi ini, lanjutnya, kerap menjadi kendala bagi pencaker dari luar daerah yang datang tanpa persiapan dokumen. Akibatnya, mereka tidak dapat melanjutkan proses pengurusan AK-1 dan terhambat dalam mencari kerja.

“Daripada mereka datang ke Batam tapi ujung-ujungnya tidak bisa ngurus AK-1, lebih baik urus di daerah asal dulu. Ini penting agar mereka bisa langsung mencari pekerjaan di Batam tanpa terhambat syarat administrasi,” tegas Rudi.

Untuk diketahui, pengurusan AK-1 bagi warga ber-KTP Batam dapat dilakukan di kantor kecamatan masing-masing sesuai domisili. Sedangkan pencaker ber-KTP luar Batam diarahkan ke Kantor Disnaker di Sekupang. Namun, mereka tetap harus memenuhi persyaratan dokumen seperti surat domisili dari kecamatan, pas foto, ijazah terakhir, dan dokumen lainnya.

“Kami tidak mempersulit, tapi kami juga harus mengikuti aturan yang berlaku. Jadi mohon dipahami oleh para pencari kerja dari luar daerah agar tidak terkendala di kemudian hari,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pencaker Capai 1.429 Orang, Disnaker Batam Ingatkan Warga Tak Ber-KTP Batam Urus AK-1 di Daerah Asal pertama kali tampil pada Metropolis.

Data Sementara, Lima Tewas, Tiga Kritis, Tragedi Kebakaran Kapal di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang

0
Korban yang selamat mendapat perawatan di rumah sakit. f.eusebius

batampos– Tragedi kebakaran kapal di kawasan galangan PT ASL, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa sore (24/6/2025), menelan korban jiwa. Hingga malam hari, lima pekerja dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga lainnya dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif.

Dua dari lima korban tewas yang telah teridentifikasi adalah Gunawan dan Hermansyah Putra. Keduanya kini berada di kamar jenazah RS Mutiara Aini, Batuaji. Tiga jenazah lainnya masih dalam proses evakuasi dan identifikasi oleh tim gabungan dari pihak berwenang.

Sementara itu, tiga korban selamat dengan luka bakar serius sedang menjalani perawatan di IGD RS Graha Hermine, Batuaji. Mereka adalah, Amel Rivensky Gembiran Nababan (25), warga Perum Oase, Batuaji. Benni Silaban (28), warga Bukit Rindang, Batuaji.
Rekki Harianto Butarbutar (25), warga Komplek Kwartakarsa Perdana, Lubuk Baja.

BACA JUGA: Kapal Terbakar di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang, Tiga Pekerja Dikabarkan Dilarikan ke Rumah Sakit

Selain itu, korban selamat lainnya, Alatas Silaban, saat ini juga dirawat di RS Mutiara Aini. Ia memberikan kesaksian terkait detik-detik kebakaran yang menggemparkan itu.

“Kami lagi kerja motong bagian tangki kapal. Tiba-tiba api langsung menyambar dan meledak. Banyak pekerja di dalam saat itu. Suasana panik, kami lari menyelamatkan diri,” tutur Alatas saat ditemui di rumah sakit.

Para pekerja yang menjadi korban dalam insiden ini diketahui berasal dari dua perusahaan, yakni PT Mancar Marine Batam dan Ocean Pulse Solution (OPS). Saat kejadian, mereka sedang melakukan pekerjaan perbaikan (repair) di bagian tangki kapal.

Petugas medis di RS Graha Hermine menyebut luka bakar yang dialami korban cukup luas dan memerlukan penanganan intensif. “Kondisi mereka sangat kritis. Saat ini masih kami tangani dengan penanganan luka bakar lanjutan,” ujar seorang tenaga medis.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, ia menyebut pihaknya masih menunggu informasi resmi dari rumah sakit dan tim evakuasi untuk memastikan identitas seluruh korban.

“Dua sudah di kamar jenazah RS Mutiara Aini, tiga lainnya masih dievakuasi. Kami terus berkoordinasi dengan pihak medis dan tim di lapangan,” ujar Andi.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, ledakan dipicu aktivitas pemotongan bagian tangki kapal yang menyebabkan percikan api dan menyulut bahan mudah terbakar di dalam ruang tertutup kapal. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Data Sementara, Lima Tewas, Tiga Kritis, Tragedi Kebakaran Kapal di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang pertama kali tampil pada Metropolis.

Tangani Kasus Pemukulan di Tersus, Penyidik Polres Lingga Panggil PT HJ dan PT KRAP

0
AKBP Pahala Martua Nababan, Kapolres Lingga bersama dengan Waka Polres Lingga Kompol Andi Sutrisno. F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Tim penyidik Satreskrim Polres Lingga yang menangani kasus pemukulan yang di lakukan terlapor AC melakukan pemanggilan terhadap PT Hermina Jaya (HK) dan PT KRAP untuk dimintai keterangan. Namun, hingga saat ini baik PT HJ maupun PT KRAP masih enggan untuk menghadiri panggilan tersebut.

Diketahui PT HJ dan PT KRAP sempat mengalami sengketa terkait kepemilikan Stok File batu Bauksit yang terletak di Desa Marok Tua Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga.

AC yang merupakan Subkon dari PT HJ yang melakukan pengangkatan terhadap stok Bauksit tersebut saat di lokasi Terminal Khusus (Tersus) milik PT Telaga Bintan Jaya (TBJ) yang digunakan oleh PT HJ untuk melakukan aktivitas loading Stock Bauksit telah melakukan pemukulan terhadap salah seorang warga saat berusaha menghentikan aktivitas loading Stock Bauksit karena dinilai menyalahi aturan.

BACA JUGA: Polisi Sebut Pelaku Pemukulan Warga Singkep Barat di Lokasi Loading Bauksit adalah Andi Cori

Dugaan awal AC melakukan pemukulan terhadap NS disebabkan kesal karena NS saat ditanya kapasitasnya sebagai apa untuk menghentikan aktivitas loading Stock Bauksit tersebut malah tidak bise memberikan jawaban.

Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, mengatakan dalam melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini, tim penyidik Satreskrim Polres Lingga melakukan pemanggilan terhadap PT HJ dan PT KRAP untuk meminta keterangan sebagai kebutuhan penyelidikan.

“Tim penyidik Satreskrim Polres Lingga telah melakukan pemanggilan terhadap PT HJ dan PT KRAP, namun dari kedua belah pihak masih tidak menghadiri panggilan tersebut,” ujar AKBP Pahala Martua Nababan.

Kapolres Lingga menegaskan bahwan pihak penyidik Satreskrim Polres Lingga akan melakukan pemanggilan kembali terhadap PT HJ dan PT KRAP.

“Saat ini kita sudah melakukan pemanggilan yang ketiga kalinya untuk pemeriksaan terhadap terlapor dan saksi-saksi untuk melengkapi alat bukti dan barang bukti,” ungkap AKBP Pahala Martua Nababan.

Untuk AC sendiri telah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan oleh tim penyidik Satreskrim Polres Lingga, setelah alat bukti dan barang bukti serta keterangan dari saksi-saksi sudah cukup kami akan melakukan update terkait penanganan kasus ini. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Tangani Kasus Pemukulan di Tersus, Penyidik Polres Lingga Panggil PT HJ dan PT KRAP pertama kali tampil pada Kepri.

Kapal Terbakar di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang, Tiga Pekerja Dikabarkan Dilarikan ke Rumah Sakit

0
Korban kapal terbakar di rumah sakit. f.eusebius

batampos-Sebuah kapal yang sedang dalam proses pengerjaan di galangan kapal PT ASL, Tanjunguncang, Batuaji, dilaporkan terbakar hebat pada Selasa sore (24/6/2025). Kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian, memicu kepanikan di area sekitar galangan.

Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya tiga pekerja menjadi korban dalam insiden tersebut dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga berita ini ditulis, identitas dan kondisi korban masih belum diketahui secara pasti.

Petugas pemadam kebakaran dibantu personel keamanan perusahaan masih berjibaku memadamkan api di lokasi kejadian.

BACA JUGA: 920 Kapal Ilegal Ditangkap, Negara Selamatkan Rp13,6 Triliun dari Pencurian Ikan

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan awal di lokasi kejadian.

“Benar, ada kejadian kebakaran kapal di galangan. Kami masih kumpulkan informasi. Ada korban, tapi jumlah pastinya belum bisa kami pastikan karena situasi masih simpang siur,” ujar Iptu Andi saat dikonfirmasi wartawan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait penyebab kebakaran maupun jumlah pasti korban yang terlibat dalam insiden ini. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kapal Terbakar di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang, Tiga Pekerja Dikabarkan Dilarikan ke Rumah Sakit pertama kali tampil pada Metropolis.