Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 13973

Beli Hewan Qurban, Ya di Sini

0

batampos.co.id – Anda yang hendak berqurban bisa mendapatkan hewan qurban di sini.

Mega Mall Adakan Lomba Mewarnai

0
Sejumlah anak-anak dengan teliti melihat gambar yang akan diwarnai saat mengikuti lomba mewarnai yang diselenggarakan oleh Megamall Batamcenter, Gempita, Rabu (18/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah anak-anak dengan teliti melihat gambar yang akan diwarnai saat mengikuti lomba mewarnai yang diselenggarakan oleh Megamall Batamcenter, Gempita, Rabu (18/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pusat perbelanjaan dan hiburan Mega Mall Batam Center merayakan HUT ke 71 RI dengan mengadakan lomba mewarnai bagi para murid Sekolah Dasar (SD) di Batam. Lomba mewarnai ini diadakan di atrium timur mall dan diikuti 220 peserta dari berbagai SD di Batam.

“Turut serta menyemarakkan peringatan kemerdekaan negeri kita, bekerjasama dengan Bank Riau dan juga Gempita, kami mengadakan acara pendidikan dengan lomba mewarnai seperti ini,” ujar Marketing Komunikasi dan Event Mega Mall Batam Center, Yolanda Katrin pada -sela acara, Rabu (17/8.

Lomba mewarnai yang juga diisi acara hiburan ini terdiri dari dua kategori yaitu Play group-TK, dan juga kategori SD kelas 1-3. Lomba dimenangkan oleh Khansa, Casa, dan Barira dan dua pemenang harapan dan lima favorit. “Masing-masing mendapatkan hadiah berupa tabungan pendidikan,” jelas Yolanda.

Usai acara lomba mewarnai, acara pun berlanjut dengan pengambilan nomor urut untuk kegiatan color marathon yang dikemas dengan tema Mega Breakthrough For Indonesia 71 oleh Gerakan Masyarakat Peduli Batam (Gempita). (cha)

Bayi Rahma – Rahmi Semakin Sehat, Tengok Saja fotonya..

0

batampos.co.id – Apa kabar kondisi bayi kembar dempet Rahma dan Rahmi yang sudah dipisahkan pd tanggal 14 Agustus lalu?

Hingga 17 Agustus 2016 kondisi keduanya semakin membaik.

Humas RS AwalBros mengabarkan keduanya sudah terlepas dari mesin ventilator sebagai alat bantu napas.

Fungsi pencernaan pun sudah baik. Keduanya sudah buang air besar secara normal.

Beberapa obat pendukung sudah dihentikan, serta support mesin sudah mulai diturunkan.

Kembar siam Rahma-Rahmi berhasil dipisahkan dalam operasi yang yang melibatkan 33 dokter di Rumah Sakit Awal Bros Batam, Minggu (14/8/2016). Saat ini kondisi Rahma-Rahmi stabil.

Tahapan operasi diawali dengan memisahkan liver/hati. Organ vital Rahma-Rahmi itu berhasil dipisahkan pada pukul 12.16 WIB.

Sementara pemisahan secara utuh hanya berjalan 30 menit, tepatnya pada pukul 12.24.

Keduanya, terlebih dahulu akan melewati tahap stabilitas. Tim dokter terus memantau pergerakan jantung keduanya dan indikator-indikator lainnya yang menunjukkan keduanya stabil.

Rahma-Rahmi merupakan bayi pasangan Junaidi Bakri Ratulolly dan Warmin Bahruddin. Keduanya lahir di RS Camantha Sahidya pada 29 Maret dengan kondisi berdempet di bagian perut. Melihat kondisi kembar siamnya, tim dokter memutuskan untuk melakukan operasi pemisahan itu di Batam.

Tim dokter tampak berusaha melakukan yang terbaik. Mereka juga meminta dukungan doa dari masyarakat agar operasi ini berjalan lancar dan Rahma-Rahmi selamat. (egi)

Berikut foto terkini mereka

rahmarahmi1

 

rahmarahmi4

 

rahmarakmi3

Pak Walikota, Ini Kejadian di Nongsa, Bocah 17 Tahun Coba Bunuh Pacarnya

0
Luka di kepala DD.
Luka di kepala DD.

batampos.co.id – DD, 17, menjadi korban perkosaan dan percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh kekasihnya yang juga masih dibawah umur berinisial DA, 17.

DA dibantu oleh temannya yang berinisial NA, 16, saat jalankan aksi.

Dari hasil penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa

  • satu buah sandal warna coklat,
  • celana panjang hitam,
  • celana dalam merah hati,
  • motor milik korban jenis Honda Beat BP 36XX FG,
  • motor milik tersangka jenis Yamaha Mio BP 57XX GR,
  • celana dalam milik tersangka, dan
  • sebilah pisau dapur.

Kapolsek Nongsa Kompol Syarifudin Dalimunthe mengungkapkan kronologis kejadian ini berawal dari DA yang menelpon DD untuk mengajak ketemuan di belakang Rumah Makan Bahagia 2, Batu Besar, Senin (15/8) sekira pukul 20.00 Wib.

“Pelaku menelepon korban dan mengajak ketemuan untuk membicarakan tentang kehamilan korban,” ungkapnya, Selasa (16/8).

Setelah korban datang, DA ternyata sudah mempunyai rencana untuk menghabisi nyawa korban lantaran DA belum siap untuk bertanggung jawab dan menikahi DD.

“Saat korban sampai di sana mereka sempat bicara-bicara terlebih dahulu. Saat ditengah-tengah pembicaraan, tersangka langsung memukul kepala korban dengan batu gilingan yang memang sudah dipersiapkannya dari rumah,” lanjutnya.

DD yang mendapat pukulan dengan batu gilingan itu langsung pingsan dan DA pun memanggil temannya NA untuk membantu mengangkat DD ke lubang yang telah dipersiapkan tidak jauh dari TKP.

Lubang untuk mengubur tubuh DD
Lubang untuk mengubur tubuh DD

“Tapi sebelum korban dimasukkan ke dalam lubang itu, tersangka DA sempat menyetubuhi korban terlebih dahulu. Setelah selesai disetubuhi itu korban sadar dan tersangka DA kembali memukul kepala korban,” terangnya.

DD yang kembali mendaratkan pukulan, ia pun mencoba untuk pura-pura meninggal dan tersangka DA pun mulai panik.

“Saat tersangka DA panik, temannya NA langsung kabur dan korban pun langsung melarikan diri dan meminta tolong kepada masyarakat saat tersangka DA lengah,” ujarnya lagi.

Korban yang berteriak meminta tolong langsung dibantu oleh masyarakat dan melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Nongsa.

Polisi mendapat laporan itu pada Selasa pagi sekira pukul 05.00 Wib.

“Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Unit Buser Polsek Nongsa langsung menuju ke alamat tersangka dan langsung mengamankan DA dan NA setelah mendapatkan informasi dari korban,” terangnya. (egi)

Murid Sekolah Misi Bagi Bangsa Rayakan Kemerdekaan dengan Menyikat Gigi

0
Murid Sekolah Misi Bagi Bangsa saat menyikat gigi. Foto: Chahaya Simanjuntak/ Batam Pos
Murid Sekolah Misi Bagi Bangsa saat menyikat gigi. Foto: Chahaya Simanjuntak/ Batam Pos

batampos.co.id – Bangunan dua lantai bercat putih dan beratap biru itu tampak megah dari kejauhan. Dari jalan raya Tanjunguncang, bangunan baru itu terlihat menyatu dengan ribuan rumah liar di sekitarnya. Siapa sangka, bangunan itu adalah tempat 473 murid kurang mampu di Sagulung untuk mengemban pendidikan. Namanya, Sekolah Misi Bagi Bangsa.

Lebih dari 600 tamu tampak duduk di kursi yang tersedia di bawah tenda putih yang terpasang di depan sekolah Misi Bagi Bangsa di kawasan Tunas Regency, Sagulung, Sabtu (13/8) kemarin. Dentingan musik keyboard yang melantunkan lagu-lagu nasional membuat suasana perayaan 17-an di sekolah itu semarak.

Yang membuat lucu dan meriah, saat para murid berlomba makan kerupuk. Para orangtua dan guru mereka tampak saling mendukung memberi semangat. Semakin riuh karena bukan hanya para murid SD sekolah itu yang turut serta dalam permainan tradisional itu, melainkan juga para anak Singapura. Dari raut wajah mereka, terlihat wajah sumringah dan bahagia.

“Come on, down the line, give the crackers to your mouth. Lagi-lagi.. iya, makan.. horeeeeee” teriak para orangtua sambil sesekali mengabadikan kegiatan tersebut lewat kamera ponsel.

Teriknya cuaca siang itu tak mereka hiraukan. Mereka membelah batas dua bangsa, menyatu bahagia bersama dalam satu lingkup sosial.

” Ini sesuai dengan misi yang kami emban, di mana semua anak memiliki hak mendapatkan pendidikan yang menghargai pribadi dan kemampuan mereka tanpa memandang suku, ras dan agama, dan tanpa melihat dari lapisan masyarakat mana mereka dilahirkan,” ujar Vice Chief Executive Yayasan Batavia Prosperindo (BP) Peduli yang menaungi Sekolah Misi Bagi Bangsa, Rukmawati Gunadi disela-sela acara kemarin.

Selain suguhan lagu-lagu nasional pembangkit semangat kebangsaan seperti Tanah Airku Tidak Kulupakan, Maju Tak Gentar, Garuda Pancasila dan bahkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, acara ini juga membuat kegiatan sikat gigi bagi seluruh murid. Ini menjadi kegiatan yang tak umum dilakukan saat memperingati hari kemerdekaan.

Mengapa ada kegiatan sikat gigi? Rukmawati atau yang akrab disapa Rukma itu mengatakan kegiatan ini merupakan kerjasama dari komunitas LOAF Singapura dimana sebagian anggotanya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang kini bermukim di Singapura. Mereka kini melayani pendidikan anak lewat program anak asuh di dua negara, yakni Indonesia di Batam dan di Vietnam. “Ini bantuan ide dan kegiatan dari mereka untuk para murid kami disini,” ujar Rukma.

Para murid pun dibagi masing-masing satu sikat gigi dan pasta gigi ShoPlaq, produk Oral Kare Singapura. Lewat arahan dokter gigi dari negara tetangga tersebut, para murid melaksanakan kegiatan sikat atau menggosok gigi secara serentak.

“Beginilah suasana perayaan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71 di sekolah kami. Selalu ceria dan penuh semarak dengan berbagai kegiatan baru karena tak hanya melibatkan para murid, melainkan juga para orangtua dan juga donatur,” ujar Rukma.

Membuat bangga lagi, dalam kegiatan tersebut, para murid SD dan SMP Singapura juga turut menyumbangkan kegiatan dalam semarak kemerdekaan ini, yaitu dengan menyanyikan lagu Garuda Pancasila dan suguhan biola dengan antusias.

Kepala Sekolah Misi Bagi Bangsa Jeugelin Sienly Kowaas mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari misi yayasan yang mereka kembangkan. Dimana, yayasan tersebut berkomitmen berpartisipasi membantu masyarakat yang kurang mampu membiayai pendidikan anak dalam mempersiapkan generasi muda Bangsa yang sehat, memiliki akhlak yang baik, pengetahuan yang luas, pandangan yang pragmatis terhadap kehidupan sehari-hari, memiliki jiwa besar, percaya diri, semangat dan entusiasme dalam menghadapi masa depan.

“Misi sosial ini kami terapkan di sekolah ini, dimana yang awalnya adalah kelompok belajar di rumah-rumah liar di kawasan Sagulung, hingga berdiri bangunan untuk menampung semua murid warga sekitar,” ujar Jeugelin.

Di yayasan yang mereka kembangkan ini, biaya sekolah hanya Rp 60 ribu per bulan mulai dari TK, SD, dan SMP yang saat ini baru tersedia kelas 1 SMP saja. “Kalau orangtua tak mampu, kami juga memperbolehkan dicicil, Cicilan Rp 1.000 pun kami terima. Atau kalau orangtua tak mampu, kami memberdayakan mereka dengan ikut menjadi bagian dari sekolah kami, misalkan membersihkan pekarangan sekolah, ruang kelas. Yang penting, anak bisa mengenyam pendidikan,” ujar Rukma.

Saat ini, di Batam, BP Peduli memfokuskan kegiatannya dengan menaungi Sekolah Misi Bagi Bangsa, yang terletak di Sei Binti, Tanjung Uncang. Mereka berkembang lewat bantuan para donatur. (cha)

Wartawan Batam Minta Kepala Staf TNI AU Usut Kasus Medan

0
Wartawan Batam saat demo. foto: eggy / batampos
Wartawan Batam saat demo.
foto: eggy / batampos

batampos.co.id – Jurnalis dari berbagai media di Kota Batam, menggelar aksi solidaritas terkait penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum TNI AU kepada dua orang wartawan MNC grup dan Tribun Medan.

Dalam aksinya di bundaran BP Batam Selasa (16/8) siang tadi, jurnalis Batam mendesak Panglima TNI AU agar segera mengusut tuntas aksi penganiayaan yang dialami oleh Array dan Andri Safrin saat meliput bentrok warga dengan TNI AU terkait permasalahan lahan di Polonia seluas 591,3 Hektar.

“Aksi ini merupakan aksi serupa yang dilakukan di seluruh Indonesia. Aksi yang kami lakukan ini, terkait penganiayaan terhadap saudara kita wartawan MNC dan Tribun Medan,” ungkap salah seorang wartawan Agus Siswanto, Selasa (16/8).

Wartawan Detik.com dan Trans 7 itu mengatakan bahwa aksi pemukulan terhadap wartawan yang dilakukan oleh TNI AU bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya pada saat bulan oktober 2015 lalu oknum TNI AU juga melakukan pemukulan terhadap wartawan saat meliput insiden jatuhnya pesawat jatuh di Pekanbaru.

“Insiden ini tentunya menjadi luka yang mendalam bagi kami semua. Hal ini sepatutnya tidak terjadi lagi,” ujarnya lagi.

Selain itu, Agus juga berharap oknum yang melakukan penganiayaan terhadap oknum wartawan agar disidangkan.

“Kami meminta panglima untuk memecat oknum yang melakukan penganiayaan dan hukuman kepada pelaku seperti ini nantinya dibawa ke peradilan umum,” pungkas Agus. (egi)

Saatnya Merdeka dari Rasa Bosan dengan Promo di Resort Ini

0

DRONE (1)batampos.co.id – Apa tempat favorit Anda untuk berlibur di Batam? Tentu Anda memiliki jawaban masing-masing untuk pertanyaan ini.

Tidak dipungkiri lagi bahwa Batam merupakan salah satu kota tujuan wisata yang cukup unik karena selain dikenal dengan surga belanja, Batam juga dikenal sebagai pulau yang memiliki pantai-pantai eksotis.

Ya, Pantai merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di Batam. Oleh karena itu di Batam banyak dijumpai beach resort yang menawarkan kamar dan fasilitas liburan yang beragam.

Salah satunya adalah Nongsa Point Marina & Resort Batam. Resort ini merupakan resort yang unik karena merupakan satu-satunya resort di Batam yang memiliki fasilitas international marina atau tempat parkir yacht dari seluruh penjuru dunia.

Resort yang memiliki konsep bangunan ala Mediterania ini sudah berdiri selama 21 tahun dan merupakan salah satu Icon wisata di Kepulauan Riau.

Dalam rangka hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh di bulan Agustus, Nongsa Point Marina & Resort menawarkan promo khusus bagi Anda yang ingin berlibur di resort eksklusif ini.

“Sesuai dengan kemerdekaan Indonesia yang ke-71, di bulan Agustus ini kami menawarkan Promo Merdeka 71 bagi WNI dan pemegang KITAS yang ingin berlibur di sini,” ungkap Febrina Tambunan, Senior Sales Manager dari Nongsa Point Marina & Resort.

Harga menginap di kamar hotel mulai dari IDR 710.000 net/kamar/malam dapat anda rasakan selama bulan Agustus ini. Promo ini juga sudah termasuk sarapan.

Untuk melakukan reservasi, anda cukup mengirimkan email ke [email protected] atau melalui telepon +62 778 761333.

Febrina juga menjelaskan bahwa setiap promosi yang ada selalu diinformasikan melalui sosial media, yaitu facebook, Instagram, twitter dan path.

“Nongsa Point Marina & Resort sangat aktif di media sosia ldan promo-promo terbaru selalu kami informasikan lewat official account kami. Team sales & marketing juga akan membantu anda untuk melakukan reservasi melalui media sosial”, ungkapnya lagi.

Jadi, bagi Anda yang ingin merdeka dari rasa bosan selama liburan dapat menjadikan Nongsa Point Marina & Resort sebagai salah satu tujuan wisata anda.(fenny)

Tak Indahkan Teguran, Pemilik Warung Kopi Ditangkap Karena Sediakan Tempat Judi

0
Wakapolsek Batuampar AKP Dasta Analis mengekspos enam tersangka judi remi di Mapolsek Batuampar, Senin (15/8). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Wakapolsek Batuampar AKP Dasta Analis mengekspos enam tersangka judi remi di Mapolsek Batuampar, Senin (15/8). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuampar menangkap 5 pemain judi kartu remi di kawasan Bengkong Bengkel, Jumat (12/8) malam. Judi ini dimainkan di salah satu warung kopi.

Kelima tersangka masing-masing Rudian, Ancol, Lasden, Erwin, Sulaiman. Selain itu polisi turut mengamankan pemilik warung bernama Burhan.

Wakapolsek Batuampar, AKP Dasta Analis mengatakan penangkapan tersebut berdasarkan laporan masyarakat. Di warung kerap terlihat sekelompok orang yang bermain kartu remi.

“Informasi ini (ada perjudian) sudah lama kita terima. Tetapi setiap didatangi tidak ada orang. Akhirnya kita melakukan pengintaian menangkap mereka tengah bermain,” ujar Dasta di Mapolsek Batuampar. Kemarin.

Selain tersangka, polisi mengamankan 2 set kartu remi, toples dan uang tunai ratusan ribu. Dalam sekali permainan, setiap tersangka akan memasang uang di dalam toples tersebut.

“Jadi uangnya diletakkan di toples. Pemenangnya akan mengambil uang itu,” terang Dasta.

Menurut Dasta, pihaknya sudah sering menegur Burhan selaku pemilik warung. Namun, teguran itu tak diindahkan, sehingga pemain tetap mendatangi lokasi.

“Saat didatangi tidak ada orang, kita menegur pemilik warungnya. Tetapi tetap ada permainan,” tuturnya.

Dasta menegaskan pihaknya berkomitmen untuk memberantas seluruh perjudian di wilayah hukumnya. Seperti sie jie dan sabung ayam.

“Ini sudah komitmen kita ditambah atensi pimpinan. Kita inginkan wilayah ini bersih dari perjudian,” tutupnya.(opi)

Tak Memiliki Kop, Surat Penggusuran Kampung Damai Diduga Palsu

0
Warga Kampung Damai Seijodoh. Foto: eggi/batampos.co.id
Warga Kampung Damai Seijodoh. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Puluhan warga Kampung Damai RT01/RW03, Batuampar menyambangi kantor lurah Sei Jodoh, Senin (15/8) pagi. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan keabsahan surat pengosongan lahan yang diterima warga dari PT Nusa Bakti Tata Segara.

Warga menilai, dalam hal ini ada permainan Ketua RT, Setia Budi. Sebab, selama ini warga tak pernah dilibatkan dalam perencanaan pihak perusahaan untuk mengosongkan lahan.

“Belum ada kesepakatan dari warga. Tiba-tiba ada surat yang menyatakan hari minggu lahan itu sudah di kosongkan,” ujar Charles salah seorang warga di Kantor Lurah.

Menurutnya, pada surat yang diduga ilegal tersebut, dinyatakan bahwa pihak perusahaan telah melakukan pertemuan langsung mengenai pengosongan lahan dengan lurah sei Jodoh, Imam Tohari dan ketua RT 01.

Bahkan di dalam surat itu, pihak perusahaan meminta mengosongkan lahan dalam waktu seminggu.

“Kami sama sekali tidak pernah bertemu pihak perusahaan yang mengaku memiliki lahan ini. Padahal kami sudah belasan tahun menempatinya,” terangnya.

Charles menambahkan surat tersebut tanpa memiliki kop surat resmi. Di dalamnya hanya tertera nama RT dan lurah serta tembusan ke beberapa instansi, seperti BP Batam, Pemko Batam, Polresta Barelang, termasuk kantor lurah.

“Gimana bisa percaya. Ini yang perlu kami pertanyakan,” tega Charles.

Dalam surat tersebut, pihak perusahaan bersedia memberikan sagu hati kepada 50 kepala keluarga (KK). Sagu hati tersebut senilai Rp 4 juta per KKnya.

“Kita tidak terima. Dan kedatangan kita untuk meminta pendapat pak lurah,” tutupnya.

Sementara itu, Lurah Sei Jodoh Imam Tohari mengatakan ia tak mengetahui adanya pengosongan lahan dan penggusuran pemukiman warga tersebut. Sebab, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat dari pihak perusahaan.

“Dalam surat itu tertera tembusan kepada lurah. Tetapi saya belum menerima. Sehingga saya tidak mengetahuinya,” ujar Imam.

Imam menilai surat tersebut dikeluarkan perusahaan secara ilegal. Sebab, tanpa dilengkapi kop surat. Namun, Imam membenarkan jika lahan tersebut milik PT Nusa Bakti Tata Segara.

“Benar, pihak kelurahan sudah melihat bukti kepemilikan lahan secara resmi,” tegas Imam.

Dia menghimbau pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan permasalahan itu dengan warga. Sehingga ke depannya tidak menimbulkan keresahan dan konflik.

“Silahkan pihak perusahaan menyelesaikan langsung kepada warga,” tutupnya. (opi)

Petugas Ini Alami Patah Kaki Setelah Jatuh dari Hanggar Lion Air, Perusahaan Lepas Tangan

0

Wagimun korban laka kerja di hanggar Lion Air. Eusebius1batampos.co.id – Wagimun warga perumahan Marina Garden blok K/21 RT06/RW12, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji masih meringis kesakitan sampai saat ini.

Pria 46 tahun itu mengalami kecelakaan kerja saat bekerja mengecat salah satu hanggar milik Maskapai Penerbangan Lion Air di Bandara Hangnadim Batam pada tanggal 4 Juni lalu.

Kedua kaki Wagimun patah. Kaki sebelah kiri patah pada bagian betis dan sebelah kanan remuk pada bagian pergelangan. Tidak itu saja sekujur wajah bapak empat anak itu juga hancur karena terjatuh dari ketinggian sekitar 10 meter.

Meskipun tergolong kecelakaan kerja yang parah, namun kondisi Wagimun sudah mulai membaik sebab berkat perawatan salah satu klinik patah tulang di Nongsa selama dua bulan lebih, kedua kaki Wagimun kembali disambungkan dan saat ini dalam proses penyembuhan agar kembali berjalan normal.

Membaiknya kondisi kesehatannya itu tak membuat Wagimun begitu saja lega. Sebab saat ini dia dan keluarganya ternyata masih menunggak biaya pengobatan yang nilainya mencapai angka Rp 52 juta.

PT Mekar Abadi Sejati (MAS) yang mempekerjakan Wagimun untuk proyek pengerjaan salah satu hanggar milik maskapai Lion Air di Bandara Hang Nadim Batam lepas tangan begitu saja.

“Padahal saat awal kejadian kata mereka (Manajemen PT MAS) mau tanggung semua biaya pengobatan, tapi sampai sekarang tagihan biaya pengobatan itu belum juga dibayar. Saya jadi tak enak dengan orang klinik itu,” ujarnya.

Diceritakan Wagimun, kecelakaan kerja itu terjadi saat dia sedang melakukan pengecatan salah satu gedung Hanggar Lion Air. Karena lokasi yang dicat diatas ketinggian 10 meter, Wagiman lantas menggunakan alat bantu tangga beroda atau staging.

“Tak tahu kenapa saat lagi ngecat, roda staging itu bergeser sehingga staging tumbang dan sayapun ikut jatuh,” ujarnya.

Saat itu Wagimun memang tidak mengenakan alat pengaman (safety) sehingga kedua kakinya patah. “Muka saya juga hancur waktu itu. Pipih kanan bengkak parah,” ujarnya.

Oleh pihak PT MAS, Wagimun dibawa ke klinik pengobatan patah Tulang di daerah Nongsa. “Kata mereka awalnya semua biaya pengobatan akan ditanggung, tapi nyatanya sampai sekarang belum juga dibayar,” ujar Wagimun.

Dua bulan satu minggu menjalani pengobatan patah tulang itu, biaya pengobatan sudah mencapai angka Rp 52 jutaan.

“Untungnya orang klinik ini mengerti dan mau mengijinkan saya pulang meskipun belum bayar. Mereka tahu tagihan ke PT MAS memang tapi orang PT MAS nya ini yang tak ada niat baik. Berkali-kali ditelepon tak direspon. Saya tak tahu lagi harus berbuat apa sekarang. Jangankan uang sebanyak itu pak, makan minum keluarga saja sudah susah sekarang. Saya tak bisa bekerja lagi sekarang,” ujarnya.

Dengan adanya pemberitaan ini, Wagimun sangat berharap pihak PT MAS bertanggung jawab dengan kejadian itu. “Saya tak minta untuk keperluan keluarga saya pak, tapi tolong selesaikan biaya pengobatan itu. Karena dari awal mereka yang bilang akan menanggung semua biaya pengobatan itu,” ujarnya.

Di PT MAS sendiri Wagimun tercatat sebagai buruh harian lepas dan sebelum kecelalaan terjadi dia sudah bekerja sekitar tiga bulan.

Sementara pihak PT MAS sendiri belum bisa dikonfirmasi. Purnomo pimpinan di perusahaan tersebut seperti yang disampaikan oleh Wagimun belum bisa ditemui sebab sambungan via telepon tak direspon. (eja)