Suasana sidang paripurna HUT Anambas ke 17 Tahun di Ruang Rapat DPRD Anambas. f.ihsan
batampos– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Anambas terus mengawasi dan menganggarkan keuangan untuk menjalankan sistem pemerintahan.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pembangunan-pembangunan yang telah dilaksanakan sejak Kabupaten Anambas berdiri.
Ketua DPRD Anambas, Rian Kurniawan menegaskan pihaknya selalu terbuka dalam menjalin kemitraan strategis dari beragam lintas sektoral demi mewujudkan pembangunan daerah yang berdampak langsung ke masyarakat.
Selain itu pada momen HUT Anambas ke 17 tahun, Rian mendorong pemerintah harus kuat berjalan kedepan dengan kondisi keterbatasan anggaran.
Menurutnya, ujian kedewasaan sudah dimulai, jika berhasil melewati tantangan ini masih ada rintangan lain yang menanti.
“Maka dari itu kita harus bersatu padu berpegangan tangan untuk menghadapi semua ini,” kata Rian dalam sidang paripurna peringatan HUT Anambas ke 17 tahun, Selasa, (24/6).
Menyoroti perjalanan Kabupaten Kepulauan Anambas sejak resmi dimekarkan dari Kabupaten Natuna, pihaknya menekankan sejumlah fokus pembangunan yang penting untuk digesa.
DPRD mendorong pemerintah daerah untuk menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan seperti kelautan, perikanan, eneri dan pariwisata bahari.
“Dukungan ini bisa berdampak lansung terhadap UMKM, koperasi nelayan, pelatihan kewirausahaan serta pengembangan ekowisata berbasis masyarakat lokal,” pungkasnya. (*)
GM PT. BIIE, Aditya Laksamana bersama jajarannya saat prosesi pemotongan tumpeng saat merayakan Hari Jadi Kawasan Bintan Industrial Estate yang Ke-31 tahun di Wisma BIE, Selasa (24/6/2025). F. Kiriman BIIE untuk Batam Pos.
batampos– PT. Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) menggelar Gala Luncheon untuk merayakan Hari Jadi Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) yang Ke-31 tahun.
Acara ini diadakan di Wisma BIE pada Selasa (24/6/2025) dan dihadiri oleh tenant dan mitra strategis.
General Manager PT BIIE, Aditya Laksamana menyampaikan kilas balik perjalanan kawasan ini serta arah strategis ke depan yang lebih hijau, modern, dan terintegrasi.
Kawasan BIE berkembang pesat sejak berdiri tahun 1995. Dari awal sebagai kawasan manufaktur dasar, kini menjadi kawasan industri ekspor strategis yang menopang pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.
Kawasan ini kini menjadi rumah setidaknya bagi 19 tenant dengan total tenaga kerja sekitar 6.500 orang. Beberapa tenant lagi melakukan perluasan usaha seperti PT. Singatac, PT. BOMC dan PT. CCI.
Aditya menekankan pentingnya transformasi untuk menjaga relevan di tengah perubahan global.
Fokusnya bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat pemahaman regulasi, tata kelola, dan mempersiapkan BIE sebagai kawasan industri berkelanjutan yang tanggap terhadap transformasi digital dan efisiensi energi.
Selain itu, PT BIIE menunjukkan komitmen kuat dalam menjunjung tinggi kepatuhan hukum dan peraturan yang berlaku.
Beberapa penghargaan yang diraih PT. BIIE dari institusi terpercaya baik di dalam maupun luar negeri antara lain Best Enterprise in Regulatory Compliance dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Award 2025 oleh Hukumonline di Jakarta.
Penghargaan lainnya, Finalis Innovative In-House Team of The Year 2025 pada ajang Asia Legal Business Awards oleh Thomson Reuters di Singapura.
Aditya juga menyoroti dua proyek strategis yang diyakini memperkuat posisi BIE di masa depan yaitu Bandara Internasional Bintan dan Two Countries Twin Park (TCTP).
Aditya menilai pembangunan bandara akan membawa dampak positif bagi kawasan BIE.
Dengan adanya bandara, posisi BIE sebagai kawasan industri utama di Bintan akan semakin kuat terutama dalam membuka akses logistik lebih luas, mempersingkat rantai distribusi kawasan dan meningkatkan daya saing BIE di tingkat regional dan global.
Proyek strategis lainnya adalah TCTP, kemitraan antara Indonesia dan Tiongkok yang menghubungkan ekosistem industri Bintan dan Fujian untuk mendorong ahli teknologi, peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan pekerjaan yang berkualitas.
Dengan mengusung tema Together We Grow, kawasan BIE berkomitmen untuk terus bertumbuh dan berkembang bersama seluruh tenant, pekerja, serta pemangku kepentingan.
Acara ini ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng, pertunjukan budaya dan makan siang bersama tenant dan mitra strategis dengan harapan untuk masa depan yang lebih baik. (*)
Kapal Pelni saat bersandar di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar. F. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Stimulus ekonomi berupa diskon tarif tiket kapal hingga 50 persen yang diluncurkan PT PELNI (Persero) sejak awal Juni 2025 mendapat sambutan hangat dari masyarakat Batam. Kepala Cabang PT PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, menyebut program ini tidak hanya mendongkrak jumlah penumpang, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi kebutuhan transportasi laut yang terjangkau.
Selama periode 1 hingga 22 Juni 2025, tercatat 13.619 penumpang berangkat dari Batam menggunakan kapal PELNI. Jumlah ini meningkat sekitar 9 persen dibandingkan dengan periode libur sekolah tahun lalu yang mencapai 12.678 penumpang.
“Lonjakan ini mencerminkan bahwa masyarakat Batam sangat terbantu dengan program ini. Bagi banyak orang, ini bukan cuma potongan harga, tapi akses yang lebih terbuka untuk pulang kampung, libur sekolah, atau sekadar bepergian dengan biaya lebih ringan,” ujar Edwin, Selasa (24/6).
Menurutnya, rute tujuan seperti Belawan, dan Tanjung Priok, menjadi yang paling banyak diminati. Edwin optimistis jumlah penumpang akan terus bertambah hingga akhir program diskon pada 31 Juli 2025.
Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang, PELNI Batam telah menyiapkan langkah antisipatif mulai dari peningkatan layanan loket, penambahan personel di pelabuhan, hingga penguatan keselamatan di atas kapal.
“Dengan adanya dispensasi kapasitas dari Kementerian Perhubungan, kami bisa mengangkut lebih banyak penumpang, tetapi tetap mengutamakan standar keselamatan pelayaran,” tegasnya.
Edwin pun mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan program ini sebelum kuotanya habis. Hingga pertengahan Juni, tiket untuk beberapa rute dan jadwal favorit sudah mulai menipis.
“Lebih baik pesan dari sekarang. Selama kuota masih tersedia, manfaatkan kesempatan ini. Kami siap memberikan pelayanan terbaik,” ujar Edwin.
Antusiasme penumpang juga terlihat langsung di lapangan. Salah satu penumpang tujuan Belawan, Rina Marlina, mengaku sangat terbantu dengan adanya diskon tarif ini. Ia bisa pulang kampung membawa serta kedua anaknya, yang sebelumnya kerap tertunda karena keterbatasan biaya.
“Biasanya saya harus pikir dua kali untuk pulang, karena tiket cukup mahal kalau dikali tiga orang. Tapi dengan diskon ini, saya akhirnya bisa ajak anak-anak ke Medan ketemu orang tua,” kata Rina saat ditemui di Sekupang.
Senada dengan Rina, Yudi, penumpang tujuan Belawan, juga merasa program ini sangat membantu, khususnya bagi pekerja informal.
“Saya kerja serabutan di Batam. Sudah lama nggak pulang karena biaya kapal mahal. Pas dengar ada diskon, langsung saya beli tiket. Ini baru terasa pemerintah benar-benar peduli,” ujarnya. (*)
Reynold Wahagheghe memandu webinar Podcast IWA Amazing (CASTING) Step 9
f. Putut Ariyo / Batam Pos
batampos – Podcast IWA Amazing (CASTING) Step 9 kembali hadir dengan tema “Optimalisasi Manajemen Keuangan dan Investasi BUMD Air Minum”, yang ditaja oleh Indonesia Water Academy (IWA).
Acara ini berlangsung pada Selasa, 24 Juni 2025 pukul 14.00 WIB dengan narasumber (cast) Hartatik Supriyanti, seorang Professional Financial Modeler.
Panitia mencatat kehadiran 40 peserta dari berbagai PDAM di seluruh penjuru Indonesia.
Sebagai narasumber, Hartatik menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta.
“Saya tidak menyangka, ternyata pesertanya lumayan banyak. Sebelumnya saya pikir tidak akan terlalu ramai. Alhamdulillah, karena biasanya topik keuangan membuat orang agak malas, ya—malas hitung-hitungan, malas melihat angka. Tapi ternyata peserta cukup banyak,” ungkap Tatik, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan Batam Pos usai acara.
“Saya bersyukur bisa menyampaikan materi, apalagi dari peserta yang hadir, saya melihat banyak PDAM yang memang sedang membutuhkan peningkatan kapasitas SDM.”
Webinar ini dikendalikan langsung dari kantor IWA di Komplek Pertokoan Capitol Superblock Imperium, Jl. Jenderal Sudirman, Baloi, Batam Center.
Sebagai moderator, Reynold Wahagheghe berhasil memandu jalannya acara selama lebih dari dua jam. Antusiasme peserta tetap terjaga hingga akhir. Sesi tanya jawab berlangsung aktif bahkan melewati batas waktu yang dijadwalkan.
Beberapa peserta yang aktif bertanya antara lain Ir. I Made Suarsa, Direktur Teknik PDAM Tirta Mangutama; Irvan Andika Putra, Plt. Kasubag Perencanaan PDAM Tirta Jam Gadang; serta dari Jayapura hadir Emi Nurmiaty, Manajer Keuangan PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani, dan beberapa peserta lainnya.
Wajar jika moderator dan narasumber semakin bersemangat membawakan acara.
Kepada Batam Pos, Reynold mengungkapkan kepuasannya.
“Memandu webinar memang menuntut strategi tersendiri agar suasana tetap hidup. Ini hal baru yang butuh pendekatan baru juga. Tapi justru di situlah tantangannya—bagaimana tetap bisa efektif,” tegasnya.
Kepuasan juga tampak dari raut wajah Maria Jacobus, inisiator sekaligus pemilik IWA.
“Di Indonesia terdapat sekitar 400 PDAM yang tentu membutuhkan pengembangan SDM secara berkelanjutan, baik dari sisi kompetensi maupun kapabilitas. Untuk menjawab kebutuhan itu, Indonesia Water Academy (IWA) hadir sebagai solusi,” ujar Maria.
Ia menambahkan, biaya transportasi dan akomodasi antarprovinsi sering kali menjadi kendala. Karena itu, IWA konsisten menyelenggarakan webinar dua kali setiap bulan, membahas beragam disiplin ilmu di sektor industri air minum, dengan menghadirkan praktisi berpengalaman sebagai narasumber.
“Konsistensi inilah yang menjadi kekuatan IWA. Saat ini kami telah membangun komunitas dengan lebih dari 4.000 partisipan aktif,” imbuhnya.
Webinar kali ini mengangkat tema “Optimalisasi Manajemen Keuangan dan Investasi di BUMD”, yang relevan dengan kebutuhan perencanaan investasi di sektor air minum.
“Kami berterima kasih atas kehadiran lebih dari 40 peserta, termasuk perwakilan dari lebih dari 30 PDAM di seluruh Indonesia,” tegas Maria, yang telah lama berkecimpung dalam industri air bersih.
Ke depan, IWA akan terus berkomitmen menjadi mitra strategis dalam pengembangan kapasitas PDAM, termasuk menjembatani kebutuhan terhadap mitra investasi yang tepat. (*)
Ilustrasi. Pencari kerja di Batam sedang mengurus kartu kuning di Disnaker Batam.Dok.Batam Pos
batampos – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam mencatat sebanyak 1.429 pencari kerja (pencaker) telah terdata hingga Juni 2025. Dari jumlah tersebut, 760 orang merupakan laki-laki dan 669 orang perempuan.
Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengimbau kepada para pencaker dari luar daerah agar membawa Kartu Pencari Kerja (AK-1) dari daerah asalnya sebelum datang ke Batam. Hal ini menyusul ketentuan baru mengenai penerbitan surat domisili yang kini lebih ketat.
“Jadi, ketika mereka datang ke Batam dan ingin mengurus AK-1 di Disnaker, tidak bisa lagi karena tidak ada surat domisili. Padahal itu salah satu syarat utama. Karena itu, kami minta kepada pencari kerja yang ber-KTP luar Batam agar mengurus AK-1 langsung dari daerah asalnya,” ujar Rudi, Selasa (24/6).
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan aturan terbaru, surat domisili hanya dapat diterbitkan jika seseorang telah tinggal di Batam minimal selama dua tahun. Persyaratan ini harus dibuktikan dengan keterangan resmi dari RT, RW, dan kelurahan setempat.
“Kalau belum dua tahun tinggal di Batam, surat domisili tidak bisa dikeluarkan. Sekarang semua kecamatan dan kelurahan sudah tidak mengeluarkan domisili begitu saja. Informasi yang kami terima, mereka baru bisa terbitkan setelah dua tahun menetap. Kalau tidak, alamatnya bisa bias dan kami pun tidak berani keluarkan AK-1,” jelasnya.
Situasi ini, lanjutnya, kerap menjadi kendala bagi pencaker dari luar daerah yang datang tanpa persiapan dokumen. Akibatnya, mereka tidak dapat melanjutkan proses pengurusan AK-1 dan terhambat dalam mencari kerja.
“Daripada mereka datang ke Batam tapi ujung-ujungnya tidak bisa ngurus AK-1, lebih baik urus di daerah asal dulu. Ini penting agar mereka bisa langsung mencari pekerjaan di Batam tanpa terhambat syarat administrasi,” tegas Rudi.
Untuk diketahui, pengurusan AK-1 bagi warga ber-KTP Batam dapat dilakukan di kantor kecamatan masing-masing sesuai domisili. Sedangkan pencaker ber-KTP luar Batam diarahkan ke Kantor Disnaker di Sekupang. Namun, mereka tetap harus memenuhi persyaratan dokumen seperti surat domisili dari kecamatan, pas foto, ijazah terakhir, dan dokumen lainnya.
“Kami tidak mempersulit, tapi kami juga harus mengikuti aturan yang berlaku. Jadi mohon dipahami oleh para pencari kerja dari luar daerah agar tidak terkendala di kemudian hari,” pungkasnya. (*)
Korban yang selamat mendapat perawatan di rumah sakit. f.eusebius
batampos– Tragedi kebakaran kapal di kawasan galangan PT ASL, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa sore (24/6/2025), menelan korban jiwa. Hingga malam hari, lima pekerja dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga lainnya dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif.
Dua dari lima korban tewas yang telah teridentifikasi adalah Gunawan dan Hermansyah Putra. Keduanya kini berada di kamar jenazah RS Mutiara Aini, Batuaji. Tiga jenazah lainnya masih dalam proses evakuasi dan identifikasi oleh tim gabungan dari pihak berwenang.
Sementara itu, tiga korban selamat dengan luka bakar serius sedang menjalani perawatan di IGD RS Graha Hermine, Batuaji. Mereka adalah, Amel Rivensky Gembiran Nababan (25), warga Perum Oase, Batuaji. Benni Silaban (28), warga Bukit Rindang, Batuaji.
Rekki Harianto Butarbutar (25), warga Komplek Kwartakarsa Perdana, Lubuk Baja.
Selain itu, korban selamat lainnya, Alatas Silaban, saat ini juga dirawat di RS Mutiara Aini. Ia memberikan kesaksian terkait detik-detik kebakaran yang menggemparkan itu.
“Kami lagi kerja motong bagian tangki kapal. Tiba-tiba api langsung menyambar dan meledak. Banyak pekerja di dalam saat itu. Suasana panik, kami lari menyelamatkan diri,” tutur Alatas saat ditemui di rumah sakit.
Para pekerja yang menjadi korban dalam insiden ini diketahui berasal dari dua perusahaan, yakni PT Mancar Marine Batam dan Ocean Pulse Solution (OPS). Saat kejadian, mereka sedang melakukan pekerjaan perbaikan (repair) di bagian tangki kapal.
Petugas medis di RS Graha Hermine menyebut luka bakar yang dialami korban cukup luas dan memerlukan penanganan intensif. “Kondisi mereka sangat kritis. Saat ini masih kami tangani dengan penanganan luka bakar lanjutan,” ujar seorang tenaga medis.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, ia menyebut pihaknya masih menunggu informasi resmi dari rumah sakit dan tim evakuasi untuk memastikan identitas seluruh korban.
“Dua sudah di kamar jenazah RS Mutiara Aini, tiga lainnya masih dievakuasi. Kami terus berkoordinasi dengan pihak medis dan tim di lapangan,” ujar Andi.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, ledakan dipicu aktivitas pemotongan bagian tangki kapal yang menyebabkan percikan api dan menyulut bahan mudah terbakar di dalam ruang tertutup kapal. (*)
AKBP Pahala Martua Nababan, Kapolres Lingga bersama dengan Waka Polres Lingga Kompol Andi Sutrisno. F. Vatawari/BATAM POS
batampos– Tim penyidik Satreskrim Polres Lingga yang menangani kasus pemukulan yang di lakukan terlapor AC melakukan pemanggilan terhadap PT Hermina Jaya (HK) dan PT KRAP untuk dimintai keterangan. Namun, hingga saat ini baik PT HJ maupun PT KRAP masih enggan untuk menghadiri panggilan tersebut.
Diketahui PT HJ dan PT KRAP sempat mengalami sengketa terkait kepemilikan Stok File batu Bauksit yang terletak di Desa Marok Tua Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga.
AC yang merupakan Subkon dari PT HJ yang melakukan pengangkatan terhadap stok Bauksit tersebut saat di lokasi Terminal Khusus (Tersus) milik PT Telaga Bintan Jaya (TBJ) yang digunakan oleh PT HJ untuk melakukan aktivitas loading Stock Bauksit telah melakukan pemukulan terhadap salah seorang warga saat berusaha menghentikan aktivitas loading Stock Bauksit karena dinilai menyalahi aturan.
Dugaan awal AC melakukan pemukulan terhadap NS disebabkan kesal karena NS saat ditanya kapasitasnya sebagai apa untuk menghentikan aktivitas loading Stock Bauksit tersebut malah tidak bise memberikan jawaban.
Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, mengatakan dalam melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini, tim penyidik Satreskrim Polres Lingga melakukan pemanggilan terhadap PT HJ dan PT KRAP untuk meminta keterangan sebagai kebutuhan penyelidikan.
“Tim penyidik Satreskrim Polres Lingga telah melakukan pemanggilan terhadap PT HJ dan PT KRAP, namun dari kedua belah pihak masih tidak menghadiri panggilan tersebut,” ujar AKBP Pahala Martua Nababan.
Kapolres Lingga menegaskan bahwan pihak penyidik Satreskrim Polres Lingga akan melakukan pemanggilan kembali terhadap PT HJ dan PT KRAP.
“Saat ini kita sudah melakukan pemanggilan yang ketiga kalinya untuk pemeriksaan terhadap terlapor dan saksi-saksi untuk melengkapi alat bukti dan barang bukti,” ungkap AKBP Pahala Martua Nababan.
Untuk AC sendiri telah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan oleh tim penyidik Satreskrim Polres Lingga, setelah alat bukti dan barang bukti serta keterangan dari saksi-saksi sudah cukup kami akan melakukan update terkait penanganan kasus ini. (*)
batampos-Sebuah kapal yang sedang dalam proses pengerjaan di galangan kapal PT ASL, Tanjunguncang, Batuaji, dilaporkan terbakar hebat pada Selasa sore (24/6/2025). Kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian, memicu kepanikan di area sekitar galangan.
Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya tiga pekerja menjadi korban dalam insiden tersebut dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga berita ini ditulis, identitas dan kondisi korban masih belum diketahui secara pasti.
Petugas pemadam kebakaran dibantu personel keamanan perusahaan masih berjibaku memadamkan api di lokasi kejadian.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan awal di lokasi kejadian.
“Benar, ada kejadian kebakaran kapal di galangan. Kami masih kumpulkan informasi. Ada korban, tapi jumlah pastinya belum bisa kami pastikan karena situasi masih simpang siur,” ujar Iptu Andi saat dikonfirmasi wartawan.
Belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait penyebab kebakaran maupun jumlah pasti korban yang terlibat dalam insiden ini. (*)
batampos – Layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam kini tersebar di kecamatan di wilayah daratan utama (mainland). Namun, tiga kecamatan hinterland seperti Belakangpadang, Bulang, dan Galang masih belum tersentuh program pemenuhan gizi yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) itu.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan jumlah SPPG aktif saat ini telah meningkat dari tujuh menjadi 14 unit. Dengan penambahan itu, jumlah sekolah penerima manfaat juga bertambah, dari sebelumnya 22 sekolah menjadi 35 sekolah tingkat SD dan SMP.
“Alhamdulillah, tanggapan dari sekolah-sekolah yang baru mendapatkan layanan sangat positif,” ujarnya.
Total siswa penerima manfaat kini mencapai 21.030 orang, naik signifikan dari sebelumnya sekitar 16.844 siswa. Namun demikian, sebaran layanan masih belum menjangkau seluruh kecamatan di Batam, terutama wilayah pulau-pulau (hinterland) yang aksesnya lebih terbatas.
Tri mengungkapkan saat ini tengah dipersiapkan pembukaan layanan baru di kecamatan hinterland. Prosesnya mencakup pembangunan fisik, penyediaan peralatan, serta verifikasi kelayakan oleh BGN terhadap calon-calon SPPG yang telah mendaftar melalui sistem daring.
“Untuk wilayah hinterland, saat ini sedang persiapan. Bangunan gedung, perlengkapan, dan proses penilaian sedang berjalan. Bisa saja nanti justru yang di hinterland lebih dulu siap beroperasi jika kelayakannya lebih cepat,” jelasnya.
Sementara itu, SPPG yang telah beroperasi saat ini tersebar seperti satu unit di Sagulung, 3 di Batam Kota, 1 di Bengkong, 1 di Sei Beduk, 1 di Batu Ampar, 3 di Batu Aji, 2 di Sekupang, dan 2 di Nongsa. Semuanya berada di wilayah mainland Batam.
Seluruh operasional SPPG berada di bawah pengawasan ketat Badan Gizi Nasional melalui kepala SPPG masing-masing, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dinas Pendidikan Kota Batam sendiri hanya memantau dari sisi lingkungan sekolah.
“Kami baru turun langsung jika ada persoalan khusus yang menyangkut pelaksanaan di sekolah. Secara umum operasional tetap di bawah BGN,” tegas Tri.
Program SPPG dinilai penting dalam memastikan kebutuhan gizi harian siswa tercukupi. Selain membantu mencegah stunting dan malnutrisi, layanan ini juga menjadi media edukasi gizi di sekolah-sekolah dasar dan menengah.
Pemerintah berharap layanan ini bisa menjangkau seluruh kecamatan, termasuk wilayah hinterland, agar seluruh siswa di Batam memiliki akses yang sama terhadap pemenuhan gizi yang layak. (*)
batampos— Sebuah kolaborasi megah yang memadukan musik, spiritualitas, dan warisan budaya Indonesia resmi diluncurkan di Bali.
Musisi legendaris Indra Lesmana bekerja sama dengan resor mewah The Apurva Kempinski Bali menghadirkan “Swara Apurva”, sebuah karya musik orisinal yang merefleksikan filosofi sakral Dewata Nawa Sanga, dan menjadi simbol kekuatan budaya Indonesia di panggung internasional.
“Swara Apurva” merupakan proyek monumental yang tidak hanya mempersembahkan keindahan musikal, tetapi juga mengangkat nilai-nilai spiritual, keberagaman hayati, serta kekayaan tradisi dari sembilan arah mata angin Bali.
Komposisi ini terdiri dari sembilan bagian musik yang masing-masing mengandung makna mendalam tentang energi, karakter, dan kekuatan budaya dari tiap penjuru arah.
Diluncurkan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-6 The Apurva Kempinski Bali, “Swara Apurva” juga menjadi backsound resmi hotel, sekaligus menjadi identitas kuat dalam kampanye merek tahun ini bertajuk “Powerful Indonesia to the World”.
Pengalaman Musik yang Mengelilingi Setiap Sudut Resor
Berbeda dengan karya musik biasa, “Swara Apurva” dirancang untuk terintegrasi secara menyeluruh dalam ruang dan atmosfer The Apurva Kempinski Bali. Para tamu akan disambut dengan alunan musiknya sejak memasuki lobi, berjalan menyusuri koridor, hingga beristirahat di kamar-kamar yang dirancang elegan.
Selain itu, tersedia playlist khusus berdasarkan sembilan penjuru mata angin, yang dapat diakses secara personal selama masa menginap. Ini memberikan pengalaman imersif yang menyentuh indera, mengajak tamu menyelami kekayaan budaya Indonesia tidak hanya dengan mata, tetapi juga melalui telinga dan hati.
“Melalui Swara Apurva, kami ingin menciptakan pengalaman yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna dan penuh cerita,” ujar Vincent Guironnet, General Manager The Apurva Kempinski Bali. “Kami ingin para tamu merasakan getaran budaya Indonesia dalam bentuk yang paling halus namun mendalam — lewat suara.”
Indra Lesmana
Karya Ke-103 Indra Lesmana: Perpaduan Tradisi dan Globalisme
Sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di Indonesia, Indra Lesmana kembali membuktikan kemampuannya meramu musik yang tidak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga sarat makna.
Dalam Swara Apurva — karya ke-103 sepanjang kariernya — Indra memadukan instrumen tradisional Indonesia seperti gamelan, rindik, jegog, suling, kendang, kecapi, angklung, sape, hingga sasando, dengan instrumen modern internasional seperti piano dan string quartet.
Tidak hanya itu, karya ini juga menyertakan rekaman lanskap suara alam Indonesia — mulai dari kicauan burung, desiran angin, hingga gemericik air — yang memperkaya narasi musikal dan menambah kedalaman pengalaman mendengar.
“Swara Apurva adalah refleksi dari keindahan spiritualitas Nusantara, hubungan manusia dengan alam, dan bagaimana keduanya bisa disuarakan melalui musik yang menyentuh dimensi jiwa,” ungkap Indra Lesmana. “Karya ini bukan hanya untuk didengarkan, tetapi untuk dirasakan,” bebernya lagi.
Eksklusif Hanya di The Apurva Kempinski Bali
Meskipun dua komposisi dari “Swara Apurva”, yakni “Prana” dan “Shakti”, kini telah tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify dan Apple Music, namun pengalaman penuh dari keseluruhan karya ini hanya bisa dinikmati secara eksklusif di lingkungan The Apurva Kempinski Bali.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen The Apurva Kempinski dalam mengangkat kesenian lokal, pelestarian budaya, dan keberlanjutan, sejalan dengan filosofi Dewata Nawa Sanga yang menekankan keseimbangan kosmik dan alam.
Tentang The Apurva Kempinski Bali
Terletak di atas tebing megah kawasan Nusa Dua dengan pemandangan Samudra Hindia yang memukau, The Apurva Kempinski Bali menghadirkan kemewahan khas Indonesia dalam 465 kamar, suite, dan vila — dengan 60% akomodasi dilengkapi kolam renang pribadi. Resor ini dikenal sebagai “panggung terbuka” budaya Indonesia, menghadirkan pengalaman kuliner, spa, arsitektur, dan seni lokal dalam satu kesatuan.
Kesimpulan
Swara Apurva bukan hanya komposisi musik, tapi sebuah bentuk narasi kebudayaan Indonesia yang hidup dan bernapas, disampaikan melalui medium universal: musik. Kolaborasi antara Indra Lesmana dan The Apurva Kempinski Bali ini membuktikan bahwa warisan budaya Indonesia mampu hadir secara megah dan elegan, dan tetap relevan di panggung global. (*)