Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 13986

Padat, Pemudik Diminta Check In di Bandara Hang Nadim 2 Jam Sebelum Terbang

0
Penumpang pesawat domestik mulai meningkat pada H-6 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Nongsa, Kamis (30/6/2016). Foto:Rezza Herdiyanto Untuk Batam Pos
Penumpang pesawat domestik mulai meningkat pada H-6 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Nongsa, Kamis (30/6/2016). Foto:Rezza Herdiyanto Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Arus mudik dari Batam ke daerah lainnya yang melalui Bandara Hang Nadim Batam sangat padat. Pengelola bandara maupun maskapai mengingatkan kepada calon penumpang agar check-in 2 jam sebelum keberangkatan.

Jika terlambat datang, maka bisa jadi akan tertinggal pesawat. Pasalnya, antrean di pemeriksaan keamanan sangat padat, begitun antrean di konter check-in.

Kabag Umum Bandara Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, dalam dua terakhir Kasus calon penumpang ditinggalkan Pesawat ada dua kasus. Semua akibat Terlambat check-in.

Kasus pertama, satu keluarga batal berangkat ke Silangit (Medan) akibat tidak check-in pada batas waktu yang telah ditentukan. Kasus kedua, seorang ibu dan bayinya juga batal berangkat ke Medan juga karena terlambat check-in.

“Batas check-in yang ditetapkan 2 jam sebelum keberangkatan. Sebab bila tidak, maka pemudik dianggap batal berangkat,” ujar Suwarso.

Ia berharap para pemudik dapat memenuhi aturan tersebut. Karena standar ini ditetapkan oleh Pemrintah untuk kebaikan pada penumpang pesawat.

Selain itu Suwarso mengimbau kepada seluruh penumpang agar jangan pernah memasukan barang-barang berharga ke dalam tas akan dimasukkan ke bagasi.

“Uang, Handphone, emas, dan barang berharga lainnya ditenteng saja, jangan masuk bagasi,” pungkasnya. (ska)

Maaf Pemudik, Belum Ada Maskapai Ajukan Tambahan Penerbangan

0
Arus Mudik Bandara
Arus Mudik Bandara

batampos.co.id  – Bandara mulai memasuki puncak arus mudik. Terhitung dari Selasa (28/6/2016) lebih dari sepuluh ribu orang keluar dari Batam.

Pada Senin (4/7/2016) nanti,  jumlah penumpang akan lebih membludak dibanding beberapa hari belakangan. Diprediksi penumpang yang akan berangkat sebanyak 12 ribu orang.

“Puncak arus mudiknya sudah mulai terasa,” kata Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso.

Suwarso membeberkan data penumpang lewat Hang Nadim beberapa hari terakhir:

  1. Pada Selasa (28/6/2016) sebanyak 10.194 orang.
  2. Pada Rabu (29/6/2016) sebanyak 11.565 orang.
  3. PadaKamis (30/6/2016) sebanyak 11.153 orang.
  4. Pada Jumat (1/7/2016) sebanyak 10.625 orang.
  5. Pada Sabtu (2/7/2016) sebanyak 11.000 orang.

Suwarso menjanjikan akan tetap memberikan pelayanan yang maksimal. Sehingga walau jumlah penumpang sangat ramai, tapi tetap merasakan “service” dari pihak bandara. “Pelayanan akan tetap prima,” ungkapnya.

Mengenai extra flight atau penambahan penerbangan yang menjadi penyelamat bagi pemudik yang tak kebagian tiket, Suwarso mengatakan hingga kini pihaknya masih belum mendapat kabar dari dua maskapai low carrier.

“Belum ada (baik Citilink maupun Lion Air,red),” ucapnya. (ska)

Vaksin Palsu Beredar di Batam, Ditemukan Dokumen Pembelian di Apotik dan Klinik

0
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Razia besar-besaran yang digelar BPOM pada beberapa waktu lalu, tak ditemukan satu vaksin palsu beredar baik di Batam maupun Kepri pada umumnya.

Tapi BPOM menemukan adanya dokumen pembelian vaksin dari sales freelance dari dua tempat di Batam. Dua sarana yang dimaksud yakni Apotik K dan Klinik B.

“Apotik K hanya ada nota pembelian dari sarana yang tidak resmi. Sedangkan Klinik B ditemukan hanya satu botol vaksin dibeli dari seorang sales freelance,” kata Kepala BPOM Kepri, Setia Murni kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Sabtu (2/7/2016).

Ia mengatakan mengenai asli atau palsunya tersebut, pihaknya tak mengetahui. Sebab di Apotik K tak ditemukan vaksin yang dijual, hanya dokumen pembelian dari tempat yang tak resmi sesuai anjuran Pemerintah.

Sedangkan di Klinik B, botol vaksin yang dibeli dari sales tersebut, saat ini dikirim BPOM ke Jakarta.

“Tapi untuk pengetesan satu botol saja tidak cukup. Diperlukan setidaknya enam botol,” ungkap Setia Murni.

“Sesuai SOP kami telah mengambil langkah. Dengan melakukan pemeriksaan pada dua sarana tersebut,” lanjutnya.

Namun ditegaskan kembali oleh Seti Murni hingga kini, pihak BPOM tak menemukan satu pun vaksin ilegal di Kepri. Ia juga mengatakan telah menjalin kerja sama dengan berbagai SKPD dan instansi terkait, untuk pencegahan masuknya vaksin palsu.

“Kami kerja sama dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya. (ska)

Perhatian! Anak Usia 7 Tahun Belum Disekolahkan Akan Dibantu Oleh Walikota

0

Wali Kota Batam HM Rudibatampos.co.id – Pemerintah telah mengharuskan wajib belajar 9 tahun yang dimulai dari usia 7 tahun si anak. Karena itu, pihak sekolah dasar (SD) negeri manapun wajib menerima calon murid yang telah memiliki usia 7 tahun. Sementara untuk anak yang usianya beberapa bulan dibawah tujuh tahun akan menjadi pertimbangan bagi sekolah.

“Sekolah negeri mana saja wajib menerima anak yang usianya 7 tahun. Anak usia segitu wajib sekolah,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, kemarin.

Dikatakan Rudi, penerimaan calon siswa di SD negeri Batam berjalan lancar. Sebab, ia tak menerima laporan tentang masalah penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk SD.

“Tak ada laporan tentang penerimaan siswa SD, kalau untuk SMP dan SMA saya memang banyak dapat laporan, namun alhamdulillah itu bisa diselesaikan,’ jelas Rudi.

Rudi, sudah mewanti-wanti sekolah agar mendahulukan menerima anak yang usianya sudah 7 tahun. Jika tidak, silahkan lapor ke dirinya.

“Masih ada anak usia 7 tahun tak sekolah, lapor ke saya. Biar saya yang memasukannya ke sekolah negeri,” tegas Rudi.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Muslim Bidin mengklaim seluruh anak usia 7 tahun telah bersekolah. Apalagi, ia sudah mengarahkan Kepala Sekolah untuk lebih mengutamakan anak yang telah berusia 7 tahun.

“Tidak ada anak yang diatas 7 tahun tidak sekolah. Anak yang usianya beberapa bulan dibawah 7 tahun jadi pertimbangan sekolah,” terang Muslim.

Muslim juga menegaskan penerimaan siswa baru di sekolah negeri bebas dari uang pembangunan, kursi dan lain-lainnya. Sekolah hanya bisa meminta pembayaran seragam sekolah yang biayanya sudah ditentukan oleh orang tua murid, sekolah dan komite.

“Tak ada biaya apapun lagi kecuali seragam, untuk seragam kami tak ada ikut campur apapun. Biaya untuk seragama SD semua sama, begitu juga SMP dan SMA, kecuali SMK yang memang ada baju prakteknya,” terang Muslim.

Dikatakan Muslim, pihaknya akan memberi sanksi tegas kepada sekolah bahkan Kepala Sekolah yang ketahuan memunggut biaya lain. Sanksi tegas yang diberikan oleh Walikota Batam bisa pemecatan jabatan dan sanksi administrasi lainnya.

“Kalau ada silahkan lapor ke Dinas dari kita akan lapor ke Walikota. Walikota sudah menyiapkan sanksi tegas untuk mereka yang tidak mau mengikuti aturan,” pungkas Muslim. (she)

Warga Tanda Berburu Lailatulqadar dengan Tradisi 7 Likur dan Buka Bersama

0
Warga Kampung Tanda berbuka puasa bersama menyambut malam 7 likur. foto:hasbi/batampos
Warga Kampung Tanda berbuka puasa bersama menyambut malam 7 likur. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Momentum 10 malam terakhir bulan Ramadhan di Daik begitu berwarna. Ruas-ruas jalan dihias dengan lampu pelita dan pintu gerbang pada puncak tradisi 7 Likur atau malam ke duapuluh tujuh ramadhan yang jatuh pada hari Jumat (1/7) malam. Begitu juga halnya warga Kampung Tanda Hulu, Kelurahan Daik, menggelar buka bersama menjalin silaturahmi berburu Lailatuqadar di malam-malam terakhir.

Mansur, salah seorang warga Tanda mengatakan, kegiatan buka bersama telah menjadi rutinitas dan budaya warga setempat. Mulai dari awal Ramadhan, warga berswadaya mengumpulkan uang untuk membangun pintu gerbang, pelita hingga menyiapkan buka bersama.

“Buka bersama ini dah jadi tradisi buka bersama petang 7 likur di Tanda. Semua dilakukan bergotong royong, mulai dari membangun pintu gerbang hingga menyiapkan hidangan berbuka bersama,” beber Mansu, Jumat (1/7) sore.

Sejak 15 tahun terakhir, kata Mansur kebersamaan warga untuk dapat menjalin sitaurahmi terus dilaksanakan.”Sudah menjadi kebiasaan kita dengan warga di sini. Dari saya muda sudah ada. Menjalin silaturahmi, memeriahkan malam-malam 10 terakhir ini,” tambahnya.

Meskipun kebudayaan bukan menjadi syariat agama Islam, namun 7 likur bagi Mansur adalah simbol yang menjadi pengingat. Setiap 10 malam terakhir ditandai dengan pelita sesuai dengan jumlah malam. “Jadi pengingat kita saja, untuk mengisi malam-malam terakhir dengan beribadah dan menjalin silturahmi yang baik sesama warga. Mudah-mudahan terus berlanjut dan tidak hilang. Walau pintu gerbang yang cukup banyak dibuat tahun ini dan tidak diperlombakan, warga tetap antusias menjaga tradisi luhur ini,” sambung Mansur.

Pantauan dilapangan, sedikitnya terdapat 8 pintu gerbang warga kelurahan Daik, Panggak Darat dan Merawang memeriahkan 10 malam terakhir. Puncak 7 likur menjadi malam puncak hingga malam terakhir yang dimeriahkan dengan pawai takbir berkeliling ibukota Kabupaten Lingga. (mhb/bpos)

Yang Mau Tukar Uang, BI Buka Hingga Senin Ya

0
Ilustrasi THR
Ilustrasi THR

batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) masih melayani penukaran uang hingga Senin (4/7). Selain untuk melayani masyarakat, BI juga mengantisipasi jika bank-bank lainnya mengalami kekurangan uang pada saat lebaran nanti.

“Ini merupakan kesempatan seluas-luasnya bagi bank untuk melayani masyarakat. Karena BI juga memberikan kesempatan kepada bank lainnya untuk berkontribusi,” ujar Kepala Bank Indonesia Cabang Kepri, Gusti Raizal Eka Putera.

Tahun ini kebutuhan masyarakat Batam mencapai Rp 2,25 triliun. BI telah membuka kas keliling berulang kali untuk melayani hal tersebut. Dan pada 4 Juli nanti, BI akan buka khusus seharian penuh untuk melayani hal tersebut.

Sampai saat ini BI telah menyediakan uang kertas dan uang logam dalam berbagai pecahan dengan total mencapai Rp 6,2 triliun

“Ini adalah untuk antisipasi penukaran UK dan UL pada saat menjelang lebaran nanti. Oleh karena itu masyarakat Kepri tak perlu khawatir, karena jumlahnya sudah cukup,”terang Gusti.(leo)

KKP siapkan 40 Personel di Setiap Pelabuhan Selama Mudik

0
Petugas pelabuhan memeriksa tiket penumpang kapal domestik di Pelabuhan Domestik Sekupang, Jumat (1/7). Sejak subuh pemudik sudah mulai memadati pelabuhan tersebut. F.Rezza Herdiyanto Untuk Batam Pos
Petugas pelabuhan memeriksa tiket penumpang kapal domestik di Pelabuhan Domestik Sekupang, Jumat (1/7). Sejak subuh pemudik sudah mulai memadati pelabuhan tersebut. F.Rezza Herdiyanto Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kapolsek Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Sekupang, AKP Wahyu Norman mengatakan selama arus mudik lebaran, pihaknya telah menyiagakan 40 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Dinas Kesehatan, dan Ditpam disetiap pelabuhan.

“Kita fokuskan di empat pelabuhan yakni PDS, Punggur, Batuampar, dan Pelabuhan Moro,” kata dia, Jumat (1/7).

Bagi pemudik yang membutuhkan informasi mengenai jadwal keberangkatan hingga batuan lainnya, bisa mendatangi pos pelayanan KKP disetiap pelabuhan. Selain itu ada juga beberapa siswa yang ikut bergabung untuk membantu pemudik yang berada di pelabuhan.

“Kita dibantu juga dari anak pramuka selama arus mudik, mereka dibagi dalam dua pos pelayanan. Masing-masing pos ada sembilan anggota,” terang pria yang pernah bertuas di Tanjungpinang ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal menuturkan selama mudik lebaran, pihaknya telah menyiapkan dokter, ambulan serta obat-obatan disetiap pelabuhan. “Sebagai antisipasi, jika ada penumpang yang sakit, karena cuaca juga lagi panas begini,” kata pria yang juga berprofesi sebagai dokter gigi ini.

Dia mengimbau seluruh yang mudik, untuk bisa mendatangi posko kesehatan di pelabuhan, jika merasa keadaan kurang sehat. “Kita harapkan semua yang akan mudik sehat pastinya, dan sehat sampai tujuan,” tukasnya.(cr17)

Petugas Kebersihan Tetap Kerja Sambil Menunggu Keputusan THR

0
Ratusan petugas kebersihan Kota Batam melakukan aksi demo didepan kantor Wali Kota Batam, Kamis (30/6/2016). Mereka menuntut uang Tunjangan Hari Raya (THR). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Ratusan petugas kebersihan Kota Batam melakukan aksi demo didepan kantor Wali Kota Batam, Kamis (30/6/2016). Mereka menuntut uang Tunjangan Hari Raya (THR). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pasca aksi tuntut pencairan Tunjangan Hari Raya Kamis (30/6) di kantor walikota Batam dan kantor DPRD Batam, petugas kebersihan kembali bekerja. Seperti yang dilakukan petugas kebersihan di wilayah Seibeduk.

“Tetap kerja, ini lagi nunggu datang bin lagi,” ungkap seorang petugas, Aang Jumat (1/7) pagi.

Menurutnya angkutan hanya sempat tersendak saat aksi Kamis (30/6). Itupun tak terlalu lantaran yang ikut demo hanya sebagian, sementara sebagiannya lagi bekerja seperti biasa.

“Ini tugas kami, kalau tak kerja sampah nanti banyak yang numpuk, sehari saja sudah banyak (numpuk) apalagi lama,” ujarnya ketika hendak mengangkut sampah bersama beberapa rekannya di salah satu Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di wilayah tersebut.

Penjaga Bincontainer TPS tersebut, Sugeng menambahkan walau tetap bekerja pihaknya tetap menunggu keputusan dari pemerintah tentang pencairan THR yang dinilai cukup molor mengingat lebaran tinggal menghitung hari.

“Tunggu empat hari katanya,” ucapnya pria paru baya ini.

Dia menegaskan petugas diwilayahnya tetap melaksanakan kewajibannya mngangkut sampah. Namun dia berharap kepada warga juga turut serta membantu pekerjaan mereka dengan cara tidak mebuang sampah sembarangan.

“Kita kerja keras, kadang masyarakat ini yang kurang sadar. Sering juga bin kosong, malah buang diluar,” ujarnya.

Akibat tidak dibuang ke Bincontainer, tidak jarang sampah berserakan masuk parit hingga tercecer di jalan. “Yang salah nanti kami (petugas) juga,” pungkasnya. (cr13)

Alamak, Dua Hari Petugas Kebersihan Mogok Kerja, Sampah Berserakan Dimana-mana

0
Warga membuang sampah di pinggir Jalan Laksamana Bintan, Seipanas, karena sampah jarang diangkut. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Sampah berserakan dimana-mana Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Dua hari lamanya petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Pertamana (DKP) Kota Batam melakukan mogok kerja. Akibatnya sampah disejumlah Tempat Pembungan Sementara (TPS) pun mulai terlihat meluber hingga memakan badan jalan.

Di Wilayah Batuaji dan Sagulung misalnya, tumpukan sampah terjadi disejumlah TPS, seperti di TPS depan Lembaga Pemasyarakatat (Lapas) kelas II A Barelang, di depan Perumahan Taman Cipta Asi, TPS Simpang Nato, TPS Simpang Base Camp, TPS Fanindo, dan di depan Perumah Jupiter.

Rocy Pemulung di TPS Simpang Base Camp Batuaji menuturkan, selama dua hari dirinya tidak melihat petugas kebersihan bekerja membersihkan sampah di TPS simpang Base Camp itu, biasanya petugas selalu mengambil sampah setiap hari mulai dari pukul 06.00 WIB.

“Biasanya pagi sudah ada dua orang bapak-bapak yang membersihkan sampah di sini,” kata Rocy.

Hingga pukul 13.00 WIB sampah di tempat tersebut masih terlihat berserakan belum diangkut oleh petugas kebersihan.

“Tadi ada petugas datang cuma ngambil bin kontainer yang penuh isi dan diganti dengan bin yang kosong, cuma itu aja, sampahnya tetap nggak diangkut,” ungkap Rocy.

Sementara itu, sampah yang ada di depan Lapas juga sudah tidak diangkut dua hari. Akibatnya sampah di lokasi tersebut sudah meluber hingga ke bagian jalan. “Bin nya sudah penuh juga,” ujar Siti.

Dia mengatakan, keberadaan sampah sudah terjadi dua hari, sejak Kamis (30/6) hingga Jumat (1/7) belum juga diangkut oleh petugas kebersihan. “Kalau nggak diangkut bisa busuk di sana,” tuturnya.

Akibat banyak sampah dilokasi itu, membuat jalan raya Trans Barelang yang merupakan rute destinasi wisata Jembatam Barenag menjadi tercemar. Hingga pukul 11.00 WIB sampah masih terlihat bertumpuk. (cr14)

Ribuan Penumpang Mulai Padati PDS, Tujuan Dumai Paling Banyak

0
Pemudik mulai meningkat di Pelabuhan Domestik Sekupang, Jumat (1/7). Sejak subuh pemudik sudah mulai memadati pelabuhan tersebut. F.Rezza Herdiyanto Untuk Batam Pos
Pemudik mulai meningkat di Pelabuhan Domestik Sekupang, Jumat (1/7). Sejak subuh pemudik sudah mulai memadati pelabuhan tersebut. F.Rezza Herdiyanto Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Lima hari menjelang lebaran, ratusan penumpang padati Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Jumat (1/7).

Kepala Syahbandar Sekupang, Komarrudin mengatakan memasuki H-5 lebaran diperkirakan sekitar empat hingga enam ribu penumpang akan berangkat.

“Paling rame tujuan Dumai,” kata dia.

Antisipasi penumpukan penumpang, pihaknya telah mulai memberlakukan jam kerja lebih awal.

“Jam tiga pagi kami sudah ready, karena kapal pagi mulai berangkat jam 06.00 WIB, jelas pria kelahiran Jakarta ini.

Selain itu, pada jam-jam ramai, pihaknya juga membuka dua pintu keberangkatan. Selain pintu keberangkatan, juga dibuka pintu kedatangan yang sementara berfungsi untuk keberangkatan.

“Pagi kita buka dua pintu, kita alih fungsikan kedatangan menjadi keberangkatan,” ujarnya.

PDS mulai memberangkatan penumpang mulai pukul 06.00 WIB dengan tujuan Dumai.

Hingga saat ini berdasarkan data dari Syahbandar PDS sebanyak 13.414 penumpang yang berangkat, sedangkan yang masuk atau datang sebanyak 13.807 penumpang.

Dia menghimbau kepada seluruh penumpang yang akan mudik untuk tidak membawa barang bawaan yang berlebihan.

“Cukup tentengan saja, biar kita tidak overload, karena bisa membahayakan penumpang nantinya,” tukas dia.

Selain penumpang yang berangkat, PDS juga diramaikan dengan ratusan penumpang yang tidak kebagian tiket kapal.

Salah seorang penumpang, Syahrial yang ingin berlebaran ke Dumai harus gagal berangkat karena kehabisan tiket mudik.

“Tadi rencananya mau berangkat mudik tanggal 4, tapi habis, jadi belum bisa mudik lebaran tahun ini,” tukasnya.(cr17)