Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1400

Kecelakaan Maut Motor vs Pikap di Bintan, Mahasiswa Tewas

0
Kecelakaan maut Bintan
Polisi melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan maut di Jalan Nusantara Km 16, Gunung Lengkuas, Bintan Timur, Minggu (3/8) malam. F. H.P Bako untuk Batam Pos.

batampos – Seorang mahasiswa warga Bintan Timur, Nofa Dwi Yahya (29), meninggal dunia dalam kecelakaan maut antara sepeda motor Yamaha R25 dengan mobil pikap Isuzu Panther.

Peristiwa nahas ini terjadi di Jalan Nusantara Kilometer (Km) 16, tepatnya di dekat PT Pulau Bintan Djaya, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Minggu (3/8) sekira pukul 23.45 WIB.

Kasi Humas Polres Bintan, Iptu H.P Bako menjelaskan, kecelakaan terjadi ketika sepeda motor yang dikendarai korban tiba-tiba keluar jalur dan menabrak mobil pikap bernomor polisi BP 8564 TQ yang dikemudikan oleh Saroha Gultom (47), warga Tanjungpinang.

“Sepeda motor yang dikendarai korban datang dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba berpindah jalur, sehingga terjadi tabrakan,” ujar Bako, Senin (4/8).

Akibat insiden tersebut, Nofa yang melaju dari arah Tanjungpinang menuju Kijang meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka serius di paha dan lengan. Jenazahnya langsung dievakuasi ke RSUD Bintan menggunakan ambulans.

Sementara itu, sopir pikap, Saroha Gultom tidak mengalami luka. Namun, penumpang pikap bernama Andready (48) mengalami luka robek di lengan kanan akibat terkena pecahan kaca dan saat ini menjalani perawatan medis.

Benturan keras menyebabkan bagian depan pikap ringsek dan kaca depan pecah. Sepeda motor Yamaha R25 juga mengalami kerusakan berat di bagian depan. Total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Polisi melalui Unit Gakkum Satlantas Polres Bintan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mengamankan kedua kendaraan berikut surat-surat kendaraannya untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Bako mengimbau para pengendara untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di malam hari atau saat hujan.

“Kurangi kecepatan, dan pastikan kondisi kendaraan, seperti ban dan rem, dalam keadaan baik agar terhindar dari kecelakaan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Kecelakaan Maut Motor vs Pikap di Bintan, Mahasiswa Tewas pertama kali tampil pada Kepri.

Kemacetan Parah di Simpang Basecamp, Warga Minta Penataan Lalu Lintas yang Jelas

0
Bundaran Basecamp Batuaji macet. Kendaraan saling berebut jalan, membuat lalu lintas lumpuh hingga beberapa ratus meter.

batampos – Kemacetan di Simpang Basecamp, Batuaji, masih menjadi keluhan utama warga, terutama pada pagi hari saat arus kendaraan padat. Situasi makin parah saat turun hujan. Seperti yang terjadi pada Senin (4/8) pagi, hujan gerimis menyebabkan persimpangan ini macet total. Kendaraan saling berebut jalan, membuat lalu lintas lumpuh hingga beberapa ratus meter.

Simpang Basecamp yang menjadi penghubung utama antara kawasan Batuaji, Marina, dan Muka Kuning memang dikenal padat setiap pagi. Hilir mudik para pekerja dan orangtua yang mengantar anak ke sekolah, mayoritas menggunakan mobil, menyebabkan kendaraan menumpuk di bundaran simpang empat tersebut.

Sayangnya, persimpangan ini tidak dilengkapi dengan lampu pengatur lalu lintas. Hanya terdapat bundaran di tengah persimpangan tanpa pengaturan arus kendaraan yang jelas. Akibatnya, pengendara kerap saling mendahului dan enggan mengalah, yang justru memicu kemacetan panjang.

“Hujan sedikit saja langsung kacau. Orang rebutan masuk persimpangan, semua pakai mobil. Apalagi orang tua yang antar anak ke sekolah,” kata Yanti, salah satu pengguna jalan yang setiap pagi melewati jalur ini.

Kemacetan juga terjadi karena di sekitar Simpang Basecamp terdapat sejumlah sekolah, baik negeri maupun swasta. “Pagi itu memang jam sibuk. Selain pekerja, orang tua juga ramai antar anak sekolah. Semua tumpah di persimpangan itu,” ungkap Sumardi, warga Tanjunguncang yang setiap hari melintas dari arah Marina.

Situasi ini tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Beberapa pengendara nekat menerobos jalur, dan tak jarang terjadi senggolan hingga tabrakan kecil di tengah simpang.

Menurut warga, meski jalan di persimpangan itu sudah dilebarkan menjadi lima lajur sejak tahun lalu, namun tanpa pengaturan arus yang memadai, kemacetan tetap tidak terhindarkan. “Jalan sudah bagus, tapi kalau tak ada pengaturannya ya tetap macet. Harus ada solusi yang lebih jelas,” kata Sumardi lagi.

Salim, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam sebelumnya, menjelaskan bahwa tidak adanya lampu lalu lintas di persimpangan bundaran seperti Simpang Basecamp dan Simpang Barelang memang disengaja, karena mengikuti konsep bundaran sebagai pengatur alami arus kendaraan. Namun kenyataannya, konsep tersebut tidak berjalan efektif di lapangan.

Desakan pun kembali menguat agar Pemko Batam segera memasang lampu lalu lintas atau menugaskan petugas pengatur lalu lintas di jam-jam sibuk. “Kalau dibiarkan terus, bukan cuma macet, tapi juga rawan kecelakaan. Harus ada tindakan nyata,” kata Theo, warga Batuaji.

Dengan kondisi seperti ini, warga berharap penataan simpang yang telah dilakukan Pemko Batam bisa dilengkapi dengan sistem pengaturan arus kendaraan yang memadai. Jika tidak, kemacetan dan kekacauan lalu lintas akan terus terjadi setiap pagi, terlebih saat cuaca hujan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kemacetan Parah di Simpang Basecamp, Warga Minta Penataan Lalu Lintas yang Jelas pertama kali tampil pada Metropolis.

Kenapa Hari Senin Bikin Stres? Ini Penjelasan Ilmiahnya

0
Senin stres
Ilustrasi. F. Freepik

batampos – Hari Senin kerap dianggap sebagai hari paling tidak disukai dalam seminggu. Transisi dari akhir pekan menuju hari produktif membuat tubuh dan pikiran mengalami tekanan signifikan. Fenomena ini bahkan telah menjadi masalah berskala internasional.

Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Affective Disorders oleh Universitas Hong Kong mengungkap, hormon stres manusia meningkat drastis setiap hari Senin, baik pada pekerja aktif maupun pensiunan. Penelitian itu dikutip dari ScienceDaily, Senin (4/8).

“Semua orang, termasuk pensiunan, mengalami peningkatan hormon stres sebesar 23 persen pada hari Senin dibandingkan hari lainnya,” tulis laporan tersebut.

Fenomena ini dikenal dengan sebutan anxious Monday, yakni kondisi stres dan kecemasan yang dipicu oleh pergantian minggu, meskipun tidak selalu berkaitan langsung dengan pekerjaan.

Profesor Tarani Chandola, penulis utama studi tersebut, menjelaskan bahwa hari Senin secara budaya bertindak sebagai pemicu stres kolektif.

“Hari Senin bertindak sebagai penguat stres secara budaya,” ujarnya.

Penelitian ini menganalisis data dari 3.500 lansia dalam studi jangka panjang tentang proses penuaan. Hasilnya menunjukkan bahwa tubuh manusia merespons Senin secara biologis, bahkan setelah seseorang tidak lagi aktif bekerja.

Secara ilmiah, hari Senin mengganggu sistem hormon tubuh, khususnya sumbu HPA (hipotalamus-hipofisis-adrenal) yang mengatur kortisol, tekanan darah, insulin, dan sistem imun.

Berikut Dampak Hari Senin Terhadap Kesehatan Fisik:

1. Peningkatan kadar kortisol sebesar 23%, terdeteksi lewat sampel rambut, terjadi baik pada pekerja maupun nonpekerja.

2. Lonjakan serangan jantung sebesar 19% dilaporkan terjadi pada hari Senin.

3. Hanya 23% dari efek anxious Monday dapat dijelaskan oleh rasa cemas.

4. Sebanyak 77% efek lainnya berasal dari faktor yang belum dapat dijelaskan secara medis.

Peneliti menyimpulkan bahwa kecemasan di hari Senin bukan hanya perasaan subjektif, tapi telah melekat secara biologis dan budaya dalam diri manusia modern. Bahkan setelah pensiun, banyak orang tetap merasakan tekanan setiap kali memasuki awal pekan. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Kenapa Hari Senin Bikin Stres? Ini Penjelasan Ilmiahnya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pelabuhan Sei Tenam Segera Diserahkan ke Pemkab Lingga, Target Naikkan PAD

0
Pelabuhan Sei Tenam
Pelabuhan Sei Tenam di Daik, Lingga. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos 

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) akan segera menyerahkan pengelolaan dan kepemilikan aset Pelabuhan Ferry Sei Tenam kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga. Selama ini, pelabuhan tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri, baik dari sisi pengelolaan maupun asetnya.

Kepala Dishub Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal mengatakan bahwa progres penyerahan aset dan pengelolaan Pelabuhan Sei Tenam telah mencapai tahap akhir.

“Untuk progresnya sudah 99 persen. Beberapa minggu lalu saat rapat dengan Pak Bupati, saya diminta langsung menelpon Kadishub Provinsi di ruang rapat agar beliau juga bisa mendengar langsung,” ujar Hendry, Senin (4/8).

Dalam percakapan telepon tersebut, kata Hendry, Kadishub Provinsi Kepri menyampaikan bahwa penyerahan secara simbolis akan dilakukan langsung oleh Gubernur Kepri saat kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga.

“Insyaallah dalam tahun ini juga akan dilakukan serah terima dari Pemprov Kepri kepada Pemkab Lingga,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh dokumen administrasi inti sudah disiapkan. Hanya tinggal beberapa berkas pendukung yang akan disejalankan dengan agenda serah terima nantinya.

“Seperti berita acara serah terima pengelolaan dan kepemilikan aset Pelabuhan Sei Tenam, itu yang tinggal kita lengkapi. Tapi untuk pokok dokumen sudah aman,” ungkap Hendry.

Dengan beralihnya pengelolaan ke Pemkab Lingga, diharapkan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penerimaan retribusi dari pengguna jasa pelabuhan.

“Khususnya masyarakat Pulau Daik Lingga dan sekitarnya, yang memang aktif menggunakan Pelabuhan Sei Tenam sebagai dermaga utama transportasi. Semakin ramai, semakin besar juga kontribusi PAD melalui retribusi,” jelasnya.

Sebagai informasi, tarif retribusi di Pelabuhan Sei Tenam saat ini terdiri dari boarding pass Rp5.000; pengantar penumpang Rp5.000; parkir kendaraan roda dua Rp1.000 dan parkir kendaraan roda empat Rp2.000. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Pelabuhan Sei Tenam Segera Diserahkan ke Pemkab Lingga, Target Naikkan PAD pertama kali tampil pada Kepri.

Warga RW 16 Marina Desak Pemerintah Bangun Akses Jalan Khusus ke SDN 013 Sekupang

0
SDN 013 Sekupang di Marina butuh akses jalan khusus dan jembatan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Warga Marina, khususnya RW 16, mendesak pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan khusus menuju SDN 013 Sekupang yang selama ini hanya mengandalkan jalan perumahan. Selain kondisinya rusak parah, akses tersebut dinilai tidak layak untuk mendukung aktivitas pendidikan setiap hari.

Ketua RW 16 Marina, Bambang, mengatakan sejak SDN 013 berdiri, anak-anak sekolah harus melewati jalan lingkungan yang sempit dan berlubang. “Jalan ini milik perumahan dan sudah rusak. Kami sudah lama minta agar dibangun jalan khusus di lahan perbatasan antara Perumahan Victoria dan Citra Renggali,” ujarnya saat menghadirinya pertemuan dengan salah satu anggota DPRD Batam di dekat lokasi sekolah belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa lahan untuk pembangunan jalan sebenarnya sudah ada, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Masyarakat berharap pemerintah segera menindaklanjuti agar akses anak-anak sekolah menjadi lebih nyaman dan aman.

Kepala SDN 013 Marina, Musarman, mengungkapkan pihaknya juga telah menyampaikan permohonan serupa ke Dinas Pendidikan Kota Batam. “Sudah kami teruskan permohonan pembangunan jalan khusus dan peningkatan jembatan ke Dinas Pendidikan agar diteruskan ke dinas terkait lainnya. Kami sangat berharap ada perhatian khusus karena ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan siswa,” ujarnya.

Orang tua siswa SDN 013, Martin, juga menyoroti kondisi jembatan penyebrangan yang digunakan anak-anak menuju sekolah. “Jembatannya darurat, tanpa atap, dan sangat berbahaya. Kalau hujan, anak-anak basah kuyup. Selain itu, jembatannya tinggi dan minim pengamanan. Anak-anak bisa saja manjat, ini sangat riskan,” jelasnya.

Menurut Martin, jembatan tersebut menghubungkan jalan depan Perumahan Citra Renggali ke area sekolah, dan setiap hari dilalui ratusan siswa. Ia berharap pemerintah membangun jembatan permanen yang atapnya memadai serta memiliki pengaman di sisi kanan kiri.

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengakui persoalan ini memang sudah lama disuarakan masyarakat dan juga pihak sekolah. Ia menyebutkan bahwa aspirasi ini telah disampaikan ke dinas-dinas terkait dalam berbagai kesempatan.

“Memang sudah kami sampaikan ke beberapa Kabid. Katanya, untuk pembangunan jalan baru perlu anggaran besar karena butuh batumiring dan pembangunan lainnya. Tapi kami harap ada solusi jangka pendek, minimal jalan yang rusak diperbaiki dulu,” kata Syamsuddin. Warga berharap persoalan ini tidak terus dibiarkan, karena menyangkut akses pendidikan anak-anak yang seharusnya menjadi prioritas. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Warga RW 16 Marina Desak Pemerintah Bangun Akses Jalan Khusus ke SDN 013 Sekupang pertama kali tampil pada Metropolis.

Penyerahan SK PPPK Tahap 2 Lingga Dijadwalkan Akhir September 2025

0
PPPK Lingga
Ilustrasi. PPPK yang lolos seleksi tahap 2 yang masih menunggu penyerahan SK. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 2 Tahun 2024 di Kabupaten Lingga dijadwalkan berlangsung pada akhir September 2025.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lingga, Said Ibrahim, mengatakan bahwa proses administrasi pengangkatan PPPK dilakukan serentak secara nasional, bukan kebijakan otonom dari pemerintah daerah.

“Kalau kita tengok di media sosial, seolah-olah ini kebijakan Pemda. Padahal, proses PPPK Tahap 2 ini sama untuk seluruh Indonesia,” ujar Said saat dikonfirmasi, Senin (4/8).

Menurut Said, pengusulan dokumen ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dimulai sejak 1 Agustus hingga 10 September 2025. Setelah proses itu selesai, pembuatan SK akan dilanjutkan hingga Oktober.

“Penetapan mulai tugas (PMT) tetap 1 Oktober. Jadi penyerahan SK akan dilakukan dalam tahun ini juga, kemungkinan akhir September seperti tahun lalu,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai peserta PPPK yang sementara dirumahkan, Said menjelaskan bahwa status tersebut hanya bersifat sementara.

“Yang dirumahkan itu hanya dari Agustus sampai September, dua bulan saja. Setelah SK turun, mereka kembali aktif,” ungkapnya.

Ia juga memastikan bahwa seluruh berkas pengusulan telah siap dan saat ini pihaknya tengah menyusun teknis pengusulan ke BKN. “Yang diusulkan saat ini adalah untuk formasi penuh waktu (full-time),” tegasnya. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Penyerahan SK PPPK Tahap 2 Lingga Dijadwalkan Akhir September 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

Pelatihan Fashion Design 2025, Dinas Perindustrian dan Dekranasda Hadirkan Cicko Bahtiar & Irna Mutiara untuk Cetak Desainer Lokal Unggul

0
Erlita Amsakar Achmad

batampos – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam bekerja sama dengan Dekranasda Kota Batam menggelar acara bertajuk Pelatihan Fashion Design Tahun 2025, Senin (4/8/2025) Pembukaan dilakukan di Gedung Dekranasda Kota Batam.

Kegiatan ini bukan sekadar acara pelatihan biasa. Ini adalah ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang membangun masa depan industri fashion Batam.

Dalam pidatonya Ketua Dekranasda Kota Batam, Erlita Amsakar Achmad, menegaskan bahwa industri fashion bukan hanya soal gaya dan tren, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi kreatif daerah. Kota Batam, dengan segala potensinya, punya peluang besar untuk tumbuh menjadi pusat fashion yang tidak kalah dari kota-kota besar lainnya di Indonesia.

“Industri fashion merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi luar biasa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Batam,” ungkapnya.

Selama beberapa tahun terakhir, Dekranasda melihat geliat luar biasa dari anak-anak muda Batam yang semakin berani mengeksplorasi dunia fashion — dari desain, produksi, hingga pemasaran. Maka dari itu, pelatihan ini dianggap sebagai langkah konkret untuk memperkuat fondasi industri ini.

“Kami percaya, melalui pelatihan ini, akan lahir desainer-desainer lokal yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga mampu mengangkat kekayaan budaya lokal Batam ke dalam karya-karya fashion yang berdaya saing tinggi,” lanjut Erlita penuh optimisme.

Acara ini pun semakin istimewa karena menghadirkan dua narasumber yang sudah tidak asing di dunia fashion Indonesia, Cicko Bahtiar dan Irna Mutiara. Kehadiran mereka dianggap sebagai sumber inspirasi besar bagi para peserta.

“Kehadiran beliau berdua tentu akan menjadi inspirasi besar bagi para peserta dalam merancang dan membangun brand fashion mereka ke depannya,” ucapnya, antusias.

Erlina berpesan, “Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, gali ilmu sebanyak-banyaknya, dan jangan takut untuk berkreasi serta berinovasi. Karena masa depan fashion Indonesia, khususnya Kota Batam, berada di tangan kalian.”

Dengan semangat kolaborasi, pelatihan ini diharapkan menjadi awal dari era baru dunia fashion Batam yang lebih berdaya saing, mandiri, dan membanggakan. (*)

 

Artikel Pelatihan Fashion Design 2025, Dinas Perindustrian dan Dekranasda Hadirkan Cicko Bahtiar & Irna Mutiara untuk Cetak Desainer Lokal Unggul pertama kali tampil pada Metropolis.

Waspada DBD di Musim Hujan, 414 Kasus Tercatat di Batam hingga Juli 2025

0
Ilustrasi demam berdarah.

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat sebanyak 414 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi sepanjang Januari hingga 31 Juli 2025. Jumlah ini menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan 871 kasus yang terjadi sepanjang tahun 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, menyampaikan bahwa situasi DBD tahun ini relatif lebih terkendali dibanding tahun lalu, meskipun ancaman penularan tetap perlu diwaspadai terutama menjelang puncak musim hujan di akhir tahun.

“Hingga akhir Juli 2025, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 414 kasus dengan angka insidensi (IR) sebesar 30,85 per 100.000 penduduk. Tahun lalu angkanya jauh lebih tinggi, mencapai 68,21 per 100.000 penduduk, dengan total 871 kasus sepanjang tahun,” ujar dr. Didi, Senin (4/8).

Ia menyebutkan bahwa meskipun terjadi penurunan jumlah kasus secara umum, masyarakat tidak boleh lengah. Pasalnya, siklus tahunan DBD menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus pada triwulan akhir.

“Tren kasus DBD seringkali naik menjelang akhir tahun seiring meningkatnya curah hujan. Maka dari itu, langkah pencegahan harus tetap ditingkatkan,” tegasnya.

Selain penurunan kasus, jumlah kematian akibat DBD juga mengalami penurunan signifikan. Jika sepanjang tahun 2024 tercatat 14 kasus kematian, maka hingga akhir Juli 2025 baru tercatat 2 kasus kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

“Kami bersyukur jumlah kematian berhasil ditekan. Ini berkat respons cepat petugas kesehatan serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala demam tinggi mendadak,” kata Didi.

Dinkes Kota Batam mencatat bahwa tren kasus DBD dalam tujuh tahun terakhir menunjukkan fluktuasi. Pada tahun 2018, jumlah kasus tercatat 639 kasus dengan 2 kematian. Angka tersebut terus meningkat dan sempat mencapai puncak pada 2022 dengan 902 kasus. Tahun 2023 sempat turun drastis menjadi 392 kasus, sebelum kembali melonjak 871 kasus pada 2024.

dr. Didi menegaskan bahwa musim hujan adalah waktu yang sangat rawan untuk penyebaran DBD karena nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di tempat-tempat berair jernih yang tergenang.

Untuk itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan langkah-langkah seperti 3M Plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air dan mendaur ulang barang bekas. Lalu gunakan lotion anti nyamuk, kelambu saat tidur, dan larvasida.

Bersihkan Lingkungan dengan membuang air yang menggenang di sekitar rumah, rapikan barang bekas yang bisa menampung air dan bersihkan talang air, selokan, dan drainase.

Lindungi Diri dengan memakai baju lengan panjang dan pasang kasa nyamuk/kawat anti nyamuk di ventilasi rumah. Selanjutnya kenali gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, bintik merah di kulit. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan melakukan seminggu sekali bersama keluarga dan warga sekitar.

“Upaya pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Mari kita jaga lingkungan dan lindungi diri agar terhindar dari DBD, terutama di musim hujan ini,” pungkas dr. Didi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Waspada DBD di Musim Hujan, 414 Kasus Tercatat di Batam hingga Juli 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Yulisbar Sebut Kasus Limbah Berbahaya di Dekat Perumahan Kodim Sudah Selesai, Warga Berharap Ada Kejelasan Hukum

0
Kumpulan limbah yang berada dekat pemukiman warga di daerah Batuaji. f.eusebius

batampos— Meski tumpukan limbah berbahaya di lahan kosong dekat Perumahan Kodim, Kelurahan Buliang, Batuaji telah diangkut, kekhawatiran masih menghantui masyarakat sekitar. Pasalnya, sisa-sisa limbah berupa kain dan plastik yang berlumuran minyak masih terlihat tercecer di lokasi. Apalagi saat ini wilayah tersebut memasuki musim hujan dan dikenal rawan banjir, sehingga warga takut limbah mencemari lingkungan dan sumber air.

Agus, salah seorang warga setempat, mengaku kecewa terhadap penanganan kasus ini. Ia menilai tindakan pengangkutan limbah terkesan menutupi persoalan, tanpa memberikan informasi yang jelas kepada warga.

“Ini limbah berbahaya. Tapi diangkut diam-diam, tidak ada penjelasan ke masyarakat siapa yang buang dan dibuang ke mana. Jangan-jangan cuma dipindahkan ke lokasi pemukiman lain,” ujarnya, Senin (4/8).

BACA JUGA: Limbah Masuk Malam Hari, Polisi Telusuri Pembuangan Limbah Berbahaya di Dekat Pemukiman di Batuaji

Warga lainnya juga menyayangkan minimnya tanggung jawab dari aparat pemerintah setempat. “Kita coba tanya ke pihak kecamatan, tapi seperti dibiarkan. Katanya sudah diangkut, sudah selesai, padahal kami di sini masih mencium bau, dan sisa limbah masih ada,” kata Agus menambahkan.

Camat Batuaji, Faizal, saat dikonfirmasi mengenai kekhawatiran warga, belum memberikan tanggapan. Sementara itu, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasitrantib) Kecamatan Batuaji, Yulisbar, membenarkan bahwa limbah tersebut sudah diangkut kembali oleh pihak yang membuang. Namun ia tidak merinci siapa pelaku dan ke mana limbah itu dibawa.

“Kita sudah minta yang membuang itu untuk angkut kembali. Sudah ditangani. Jadi menurut kami persoalan itu sudah selesai,” ujar Yulisbar singkat.

Namun penilaian berbeda datang dari warga. Mereka justru menilai persoalan belum selesai karena tidak ada kejelasan hukum, sanksi, atau penanganan lanjutan terhadap dampak limbah. Apalagi informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebut bahwa pembuangan limbah ini diatur oleh salah satu oknum anggota dewan. Dugaan ini membuat warga menduga ada upaya pembiaran oleh sejumlah pihak.

“Kami dengar yang buang ini di-backup salah satu anggota dewan. Makanya banyak yang tutup mata. Kalau seperti ini terus, masyarakat bisa jadi korban,” ujar seorang warga lainnya yang enggan disebutkan namanya.

Warga Batuaji pun berharap pemerintah kota, aparat penegak hukum, dan instansi lingkungan hidup tidak tinggal diam. Mereka meminta penelusuran tuntas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pembuangan limbah berbahaya ini, serta menjamin tidak akan terjadi lagi di lokasi lain.

Kasus ini menambah daftar persoalan lingkungan yang belum ditangani serius di tengah kawasan permukiman padat penduduk. Warga meminta agar kejelasan, transparansi, dan penegakan hukum ditegakkan demi menjaga keselamatan dan kesehatan bersama. (*)

Reporter: Eusebius

Artikel Yulisbar Sebut Kasus Limbah Berbahaya di Dekat Perumahan Kodim Sudah Selesai, Warga Berharap Ada Kejelasan Hukum pertama kali tampil pada Metropolis.

Tim Drumband MAN Tanjungpinang Kampiun Gebyar PDBI Bintan 2025

0
MAN Tanjungpinang
Tim Drumband MAN Tanjungpinang merayakan kemenangan setelah meraih juara I Gebyar PDBI Bintan di Gedung Community Center Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (3/8). F. MAN Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos – Tim MAN Tanjungpinang berhasil meraih kampiun alias juara 1 dalam ajang Gebyar PDBI Kabupaten Bintan 2025, yang digelar oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Bintan. Kompetisi ini berlangsung di Gedung Community Center Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (3/8).

Ajang bergengsi ini diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA se-Kabupaten Bintan. Penampilan tim drumband MAN Tanjungpinang sukses mencuri perhatian juri dan penonton berkat kekompakan serta teknik permainan yang solid.

Pembina drumband MAN Tanjungpinang, Titi, mengatakan bahwa persiapan dilakukan secara intensif dengan pendampingan dari para pembina dan alumni yang berpengalaman.

“Keikutsertaan tim drumband menjadi momen penting untuk menunjukkan kemampuan dan kekompakan tim. Latihan dilakukan selama seminggu terakhir dengan fokus pada teknik, formasi baris-berbaris, dan semangat tim,” ujarnya.

Menurut Titi, latihan dilakukan dengan penuh semangat dan komitmen agar mampu memberikan penampilan terbaik. Hasilnya pun membanggakan, membawa pulang gelar juara dan pengalaman yang tak terlupakan bagi para siswa.

Kepala MAN Tanjungpinang, Ulfah Ismiati, turut memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada tim.

“Alhamdulillah berbuah hasil yang baik. Percayalah pada proses dan hasilnya, Allah SWT pasti memberikan yang terbaik,” ucap Ulfah.

Ia berharap prestasi ini bisa menjadi pemicu semangat bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga seni dan olahraga. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Tim Drumband MAN Tanjungpinang Kampiun Gebyar PDBI Bintan 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

Play sound