Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14015

Jembia Cari Budayawan Pilihan, Andakah Itu?!

0
Ridak K Liamsi
Ridak K Liamsi

batampos.co.id – Yayasan Jembia Emas mencari budayawan atau seniman pilihan asal Kepulauan Riau untuk masuk daftar 10 nomine penerima Anugerah Jembia Emas 2016. Pembina Yayasan Jembia Emas, Rida K Liamsi, mengutarakan anugerah ini adalah sebuah komitmen tinggi Batam Pos Group untuk menjadikan kebudayaan sebagai bidang utama program kemitraan dan bina lingkungan (CSR) selama perusahaan media ini berdiri.

“Karena group-corporate ini tumbuh dan berkembang di Kepulauan Riau, Bunda Tanah Melayu, jantung kebudayaan Melayu. Jadi semacam tanda terima kasih Batam Pos Group kepada Kepulauan Riau yang telah membesarkannya,” ungkap Rida, kemarin.

Bukan tanpa alasan jika Batam Pos Group tunak pada bidang kebudayaan. Rida menyebutkan, kebudayaan sebagai bidang kehidupan yang didukungnya secara total karena bidang ini belum banyak yang memperhatikannya. Padahal, kata Rida, nantinya kebudayaanlah yang akan menjadi tiang sandaran perkembangan poros maritim dan wisata Kepulauan Riau.

“Untuk itulah Yayasan Jembia Emas ini ada. Kebudayaan Melayu adalah warisan sekaligus modal terbesar Kepulauan Riau ini untuk maju. Dan dari waktu ke waktu, kepercayaan dan komitmen Batam Pos Group kepada kebudayaan tidak pernah akan berubah,” tegas Rida.

Terpisah, Direktur Yayasan Jembia Emas, Ramon Damora menyatakan, anugerah ini diberikan kepada mereka yang telah berdedikasi besar dan punya loyalitas tinggi dalam merawat dan membangun kebudayaan Melayu.

“Yang dengan percaya dan sekaligus berani menempuh laku hidup kebudayaan yang sebenarnya sunyi ini,” ungkap Ramon.

Sebab itu Yayasan Jembia Emas, kata Ramon, memberikan kesempatan kepada masyarakat luas, boleh secara personal atau kelembagaan, mengajukan nama yang sekiranya memenuhi kualifikasi sebagai nomine penerima Anugerah Jembia Emas.

Nama yang diusulkan adalah budayawan atau seniman yang masih hidup, berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), yang tinggal dan menjalani proses kreatifnya di Kepulauan Riau. Kemudian juga telah menyatakan kesediaannya untuk dinominasikan yang dituangkan dalam surat pernyataan.

Lalu nama yang diusulkan juga haruslah seorang budayawan atau seniman yang punya karya. Untuk hal ini, Ramon menjelaskan, karya tersebut mesti hidup di tengah-tengah masyarakat. Berpengaruh sekaligus menggerakkan. Juga dijadikan rujukan pembelajaran serta inspirasi bagi karya-karya lain sesudahnya.

“Jadi bisa saja dia seorang budayawan, sastrawan, musisi, penari, perupa, dramawan, peneliti kebudayaan, atau pun pelestari kebudayaan lain,” ujar Ramon.

Kualifikasi lain, sambung Ramon, adalah ketunakan. Maksudnya, sepanjang hidupnya budayawan atau seniman ini senantiasa berkarya. Bukan sekadar menciptakan sebuah kesenian, melainkan juga ikut berdedikasi dalam regenerasi dan pewarisan khazanah kebudayaan bagi generasi yang lebih muda.

Yang tidak kalah penting, budayawan atau seniman yang diajukan haruslah mereka yang berprestasi. Artinya, karya-karyanya diakui secara lokal, nasional, bahkan global. Dan kualifikasi terakhir adalah berkontribusi. Budayawan atau seniman yang diajukan adalah mereka yang secara nyata ikut berkontribusi dalam kemajuan pembangunan kebudayaan dan kesenian di Provinsi Kepulauan Riau.

“Bila memang ada nama yang memenuhi kualifikasi tersebut, Yayasan Jembia Emas membuka pintu pendaftaran selebar-lebarnya melalui surel [email protected] hingga tanggal 5 Desember mendatang,” kata Ramon.

Ada uang tunai sebesar Rp 25 juta bagi budayawan atau seniman pilihan penerima Anugerah Jembia Emas 2016. Diakui Ramon bahwasanya besaran uang tersebut tidak dapat mengganti keringat atas usaha menjaga serta membangun kebudayaan di Kepulauan Riau. Namun setidaknya diharapkan bisa menjadi semacam pemantik gairah agar semakin giat dan tunak dalam berkarya dari waktu ke waktu.

“Sama seperti yang disampaikan Datok Rida, Anugerah Jembia Emas ini hanya sebuah cara kecil yang kami tahu untuk mengucap terima kasih atas dedikasi dan loyalitas untuk membangun kebudayaan,” pungkas Ramon. (muf)

Warga Anggrek Mas 2 Batam Dapat Motor N-Max dari Telkomsel

0
GM Sales Regional Sumbagteng Ismu Widodo (mata ditutup) dibantu perwakilan dari Dinsos dan diasaksikan perwakilan dari Notaris, Kepolisian, dan Kepri Mall, mencabut undian pemenangan Telkomsel Vaganza di GrhaPARI Telkomsel Batam Centre, Rabu (23/11/2016). Foto: muhammad nur/batampos.co.id
GM Sales Regional Sumbagteng Ismu Widodo (mata ditutup) dibantu perwakilan dari Dinsos (baju putih) dan diasaksikan perwakilan dari Notaris (kanan), Kepolisian, dan Kepri Mall, mencabut undian pemenangan Telkomsel Vaganza di GrhaPARI Telkomsel Batam Centre, Rabu (23/11/2016). Foto: muhammad nur/batampos.co.id

batampos.co.id – Program Telkomsel Poin Vaganza yang digelar 12 Agustus hingga 12 November 2016 bekerjasama dengan Kepri Mall akhirnya diundi, Rabu (23/11/2016) di GrhaPARI Telkomsel Batam Centre. Empat warga Batam berhak mendapatkan hadiah berupa sepeda motor Yamaha N-MAX dan tiga televisi 43 inchi.

Anita Nur Isnie, warga Perumahan Anggrek Mas 2 Batam yang paling beruntung. Ia  mendapatkan hadiah utama Yamaha N Max. Sementara tiga pelanggan lainnya yang beruntung adalah Sabar Haposan Banjarnahor, Ahmad Abdul Rozak, dan Usep Supandi. Ketiganya masing-masing mendapatkan satu unit televisi layar layar datar 43 inchi.

Menariknya, semua hadiah tersebut bebas pajak. Sepeda motor on the road alias langsung bisa dipakai tanpa ada kewajiban lain dari pemenang. Semua pajak dan pengurusan dokumen kendaraan ditanggung Telkomsel.

“Hal ini untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan undian Telkomsel dengan meminta transfer uang dalam jumlah tertentu. Makanya perlu waspada dan setiap hadiah dari Telkomsel itu tidak ada biaya atau pungutan apapun, pemenang terima beres,” ujar GM Sales Regional Sumbagteng, Ismu Widodo.

Ismu juga menjelaskan Telkomsel Poin Vaganza adalah salah satu bentuk apresiasi Telkomsel terhadap pelanggan Telkomsel yang telah membeli paket internet maupun pengisian pulsa di booth Telkomsel serta mengapresiasi pelanggan yang belanja di seluruh tenant Kepri Mall.

“Semoga ini menjadi nilai tambah bagi pelanggan setia Telkomsel,” ujar Ismu, yang didampingi Manager Branch Telkomsel Batam, Rudi Sitompul.

Program Telkomsel Poin Vaganza ini berlangsung selama tiga bulan dari 12 Agustus hingga 12 November 2016. Selama itu, kata Ismu, terkumpul 4.000-an kupon dari 1.500 pelanggan.

“Semoga kedepannya bisa lebih banyak, dan yang penting pelanggan bisa senang dengan apresiasi ini,” tuturnya.

Ismu menyarankan pelanggan Telkomsel terus meningkatkan jumlah transaksinya dan poinnya, karena masih ada program Program Pesta Akhir Tahun 2016. “Silakan rebut hadiahnya,” tukas Rudi Sitompul.

Pada akhir tahun ini, Telkomsel memberi kejutan bagi pelanggannya, yakni menyediakan ribuan hadiah spesial bagi yang memenangkan undian, di antaranya empat unit mobil BMW 3 Series dan enam unit mobil Toyota Sienta.

Selain empat hadiah di atas, Telkomsel Poin Vaganza ini juga menyediakan hadiah Pacu Poin yang diperuntukkan bagi yang menukar TelkomselPoin tertinggi tiap bulan.

Total hadiah berupa 5 unit gadget dan 4 voucher belanja masing-masing Rp 2,5 juta. Cara mengikuti Pacu Poin pelanggan menukar 50 poin dengan keyward PACUBATAM kirim ke 777.

Setiap bulannya akan ada tiga pelanggan beruntung dari hasil penukaran poin terbanyak yang akan mendapatkan hadiah dari Pacu Poin tersebut.

“Kami berterima kasih pada pelanggan Telkomsel yang tetap setia menggunakan Telkomsel dan mengikuti program-program royalty kami,” ujar Ismu. (ryh/nur)

Peserta Gowes Bareng KONI Bisa Ambil Jersey

0

batampos.co.id – Peserta Gowes Bareng KONI dan Batam Pos yang sudah mendaftar, bisa langsung mengambil jersey mulai dari kemarin (22/11). Pengambilan jersey bisa langsung dengan mendatangi kantor Batam Pos atau ke pusat informasi Panbil Mall.

Sebelumnya, peserta yang ingin mendaftar funbike cukup membayar Rp 50 ribu dan sudah mendapatkan jersey, snack dan kupon undian. “Dengan hadiah utama dua unit sepeda motor dan puluhan hadiah menarik lainnya, event ini akan banjir hadiah dan hiburan,” kata Panitia Batam Pos, Mider Sinaga.

Acara yang akan digelar Minggu (27/11) ini merupakan semarak HUT ke-78 KONI. KONI Kepri bekerja sama dengan Batam Pos merancang acara olahraga akbar ini untuk menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

“Acara ini bisa menjadi ajang silaturahmi. Mulai dari insan olahraga, komunitas, keluarga, aparat negara dan pihak perusahaan,” sebutnya.

Karena ada pilihan lain selain bersepeda. Panitia juga menyemarakkan acara dengan Zumba Party. “Cukup dengan Rp 20 ribu, peserta sudah mendapatkan snack dan kupon undian juga,” jelasnya.

Dia mengajak kepada semua lapisan masyarakat bisa bergabung menjadi peserta.

“Tunggu apalagi, ayo buruan daftarkan diri dan kerabat anda. Mari ramaikan acara di kawasan industri Panbil Mall ini,” pungkasnya. (cr18)

SMKN I Batam memang Top

0

Sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) I Batam kembali menunjukan kebolehannya. Setelah menjurai berbagai kompetisi tingkat nasional ataupun Internasional, kali ini guru SMKN I Batam kembali terpilih mewakili Indonesia ke Jerman.

Kuwait Belajar FTZ Ke Batam

0

kuwaitbatampos.co.id – Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Abdul Wahab Abdullah Al Sager berkunjung ke Badan Pengusahaan (BP) Batam, kemarin (22/11). Negara kaya minyak dari timur tengah ini ingin mempelajari konsep Free Trade Zone (FTZ) untuk diterapkan disana.

“Kuwait akan kembangkan Pulau Bubiyan dan pelabuhan Mubarak Al-Kabir sebagai kawasan industri yang menganut FTZ. Sehingga perlu belajar ke Batam,” ujar Wahab saat memberikan keterangan kepada media di Gedung Marketing BP Batam.

Wahab datang memenuhi undangan BP Batam yang juga ingin mempromosikan Batam sebagai lokasi investasi yang kondusif.

“Kami juga ingin tahu insentif apa yang diberikan untuk membuat investor datang. Intinya berbagi pengalaman,” jelas Wahab.

Sebelum ke BP Batam, Wahab telah mengunjungi sejumlah lokasi industri seperti ke perusahaan Mc Dermott di Batuampar. Dubes Kuwait ini juga telah melihat pelabuhan Batuampar.

Wahab juga tidak menampik bahwa ada kemungkinan Kuwait akan menanamkam modal untuk berinvestasi di Batam.

“Ada tiga kemungkinan tiga lembaga bekerjasama dengan Batam, yakni pelabuhan di Kuwait, kemudian otorita investasi Kuwait, dan otorita publik untuk industri Kuwait,” jelasnya.

Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami yang menyambut kedatangan Dubes Kuwait mengatakan konsep FTZ mengedepankan kemudahan bagi para investor dengan memberikan insentif.”Insentif yang diberikan seperti bebas pajak impor, pajak PPN, dan semacam tax holiday yang bisa diberikan atas permintaan investor,” ungkapnya.

Selain insentif, sistem perizinan Izin Investasi 3 Jam (i23J) dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK) juga bertujuan untuk menarik investor masuk ke Batam.”Termasuk juga proses perizinan yang cepat untuk pengurusan visa pekerja dan boleh menggunakan tenaga kerja asing,” jelasnya.

Pada tahun 2015, total investasi masuk ke Batam capai 474 juta Dollar Amerika dan ada 750 perusahaan asing yang masuk ke Batam.

“Ini merupakan langkah baru untuk Batam dan Kuwait. Kuwait merupakan salah satu negara dengan pendapatan tertinggi di dunia dan punya potensi tinggi untuk bekerjasama dengan Batam,” tutup Gusmardi. (leo)

Sebagai Pemberi IMB, Pemko Batam yang Harus Awasi Pembangunan

0
Drainase di Batuaji. foto: dalil harahap / batampos
Drainase di Batuaji.
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Banjir di Batam terjadi karena tidak adanya sinkronisasi drainase yang dibangun pemerintah dengan yang dibangun developer. Untuk mencegah hal tersebut jangan sampai terjadi lagi, Pemerintah Kota (Pemko) Batam diminta untuk mengawasi pembangunan lebih ketat lagi.

“Pengawasan pembangunan itu sebenarnya ada di kewenangan Dinas Tata Kota (Distako) karena Pemko Batam yang pegang Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” kata Kepala Sub Direktorat Pembangunan Sarana Gedung dan Utilitas BP Batam, Yudi Cahyono, kemarin (22/11) di gedung BP Batam.

Pengawasan sekarang sangat lemah. Pemberi IMB seharusnya mesti awasi semua pembangunan, baik itu jalan atau drainase.

“Ketika IMB masih di BP Batam, developer diawasi sampai pembangunan selesai. Setelah dianggap layak baru dijual ke masyarakat,” ungkapnya.

BP Batam memang masih berperan dalam perawatan dan normalisasi drainase yang ada.

“Tapi sebatas di kawasan industri dan jalan-jalan utama. Berbeda dengan Pemko Batam yang tangani drainase di pemukiman dan perkotaan,” jelasnya.

BP Batam membangun drainase awal di wilayah Jodoh, Nagoya, dan Batuampar pada tahun 1990-an. Drainase induk ada di seberang DC Mall yang menampung seluruh drainase cabang dari tiga wilayah pusat kota.

Sedangkan di wilayah Sekupang, drainase induk ada di Tiban Maseba, dimana seluruh drainase cabang di Sekupang mengalir ke dari sana.

Untuk wilayah Batamcentre, semua drainase mengalir ke Dam Duriangkang. Di wilayah Batuaji, seluruh drainase mengalir ke drainase induk di wilayah Tembesi.

Saat ini, perluasan drainase di seluruh wilayah ditangani oleh Direktorat Sumber Daya Air dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera).

“Untuk memelihara drainase, tiap tahunnya BP Batam anggarkan Rp 1,5 miliar,” ujarnya.

Anggaran tersebut digunakan untuk normalisasi dan menyewa alat untuk mengeruk sampah.

“Kebiasaan masyarakat yang suka buang sampah sembarangan dan banyaknya ruli di pinggir drainase merupakan kendala besar,” ujarnya.

Sampah yang menumpuk menyebabkan drainase macet. Walaupun tim penanganan banjir telah terbentuk sejak tahun 2000 dengan anggota dari BP Batam dan Pemko Batam, tidak ada perubahan berarti hingga saat ini.

Lalu apa langkah BP Batam untuk meminimalisir banjir di Batam. “Program perbaikan drainase di Sengkuang,” sebut Yudi.

Selain itu, setelah proyek flyover selesai, maka BP Batam akan meninggikan elevasi dari jalan dibawah flyover dengan tujuan untuk membuat drainase baru.”Sehingga banjir di Simpang Kabil dan Jam bisa teratasi,” pungkasnya. (leo)

Dalam Hal Tingkatkan Pendapatan Parkir, Pemko Batam Gagal Kerjasama dengan Samsat

0
Mobil dan motor di depan BCS Mall parkir di bahu jalan sehingga membuat jalan kerap macet. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Mobil dan motor di depan BCS Mall parkir di bahu jalan. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Rencana kerjasama Pemerintah Kota (Pemko) Batam dengan Samsat dalam hal parkir langganan gagal. Alasanya belum ada ketentuan pasti mengenai sistem bagi hasil jika parkir langganan diterapkan. Dan dapat dipastikan rencana Pemko untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir langganan harus ditunda.

Kepala Dinas Perhubungan Zulhendri mengatakan akan tetap menerapkan sistem pemunggutan parkir langganan, meski tanpa kerjasama dengan Samsat. Apalagi, Walikota Batam sudah mewanti-wanti Dishub agar bisa menaikan PAD dari retribusi parkir.

“Langganan tetap, tapi kerjasama dengan Samsat yang belum bisa,” kata Zulhendri, kemarin.

Alasan gagalnya kerjasama karena belum ada ketentuan sistem bagi hasil antara Pemko dan Samsat. Padahal, Samsat sudah setuju tentang rencana kerjasama tersebut.

“Pola presentase belum ada aturan, Samsat sudah setuju tapi presentasenya tidak ada,” ujar Zulhendri.

Menurut dia, pihaknya akan menerapkan sistem parkir berlangganan dengan cara lama. Yakni menempelkan stiker khusus di setiap kendaraan yang telah berlangganan. Namun ia tak menjamin jika PAD akan naik dengan sistem tersebut.

Berbeda jika penerapan parkir langganan bekerjasama dengan Samsat. Setiap kendaraan diharuskan berlangganan dan setiap pemilik kendaraan membayar retribusi parkir bersamaan dengan pajak kendaraan.

“Berlangganan tetap, tapi (dengan cara lama) tidak efektif. Kalau dengan cara lama masih berpotensi kehilangan (retribusi),” katanya.

Meski begitu, lanjut Zulhendri pihaknya akan menyiasati peningkatan retribusi parkir dengan cara parkir elektronik. Penerapan sistem yang diprakarsai oleh perusahaan swasta di Palembang itu tahun ini sedang menggarap e-Parking di Kota Padang. Dengan parkir meter, Pemerintah menerima bersih 30 persen penarikan retribusi parkir di Batam.

“Kita mensiasatinya parkir meter (e-Parkirng) seperti Jakarta. Nanti sistem tender, pola bagi hasil 70-30,” jelasnya.

Pemerintah menerima bersih 30 persen karena seluruh peralatan yang dibutuhkan, sumber daya manusia semua akan ditanggung oleh pihak swasta. Bahkan jika sudah beberapa tahun sesuai kesepakatan, Pemerintah bisa menjalankan e-Parking dengan membeli semua peralatan yang ada. Untuk menerapkan ini, pemerintah sudah merancang Peraturan Daerah (Perda) soal parkir.

“Awalnya Ahok (Gubernur Jakarta) juga begitu, kita melihat besar untungnya. Yang ini sudah dirancang kita bahas perda dulu,”pungkas Zulhendri. (she)

Tak Semua Sistem Online OPD Bisa Jalan, Terbentur Anggaran

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id  – Pemerintah Kota berencana menerapkan sistem online di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Batam. Namun keterbatasan anggaran membuat sistem online itu tak bisa dilaksanakan menyeluruh.

Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan sistem online yang akan diterapkan diseluruh OPD terbentur dana. Yang mana dana itu digunakan untuk penyediaan alat pendukung sistem online.

“Meski terbentur, paling tidak setengah dari OPD bisa memakai sistem online tahun depan,” kata Rudi di Batam Center, kemarin.

Dikatakan Rudi, pihaknya akan memprioritas sistem online pada sektor pelayanan dan pendapatan. Diantaranya adalah Dinas Pendapatan dan Badan Penanaman Modal.

“Dinas yang mendukung penerimaan dan pelayanan ini jadi prioritas,” terang Rudi.

Beberapa waktu lalu DPRD Batam pernah menyurati Pemko agar konsisten menjalankan sistem online. Karena itu, pada rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Pemko Batam mengajukan semua dinas untuk bisa menjalankan sistem online.

“Tapi mungkin akan karena anggaran terbatas tak semua dapat dimasukan. Di APBD ada koreksi, jadi hanya setengah yang online, setengah dilanjutkan kedepan,” imbuh Rudi.

Sementara itu, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Batam Gustian Riau mengaku pihaknya termasuk  pihak yang mengajukan anggaran untuk sistem online. Anggaran yang diajukan senilai Rp 200 juta untuk persiapan pengadaan sistem online keseluruh perizinan.

“Untuk software, komputer,” kata Gustian.

Menurut dia, tahun 2017 mendatang, BPM menargetkan pengurusan permohonan seluruh perizinan dilakukan secara online. Masyarakat dapat mengajukan permohonan izin melalui aplikasi di gawainya.
“Dimana pun mereka berada, mereka dapat mengurus perizinan,” terang  Gustian.

Meski tak perlu lagi datang ke kantor dan bertemu petugas. Pengurus izin harus melengkapai persyaratan dan diunggah melalui aplikasi tersebut setelah disalin dengan scanner.

“Waktu pengambilan (izin) dilakukan (uji) keabsahan. Karena kan kami tidak tahu dokumen itu benar atau tidak,” ujarnya.

Pembayaran langsung dilakukan di bank. Petugas tidak akan melayani pembayaran. Ada empat jenis perizinan yang membutuhkan perizinan. Yakni, pengurusan izin membuat bangunan (IMB), izin gangguan (HO – Hinderordonnantie), izin perdagangan minuman beralkohol (mikol), dan IMTA.

“Selama ini memang sudah dilakukan di bank tapi penerbitan retribusinya masih manual. Kalau nanti, sudah langsung muncul di aplikasi itu,” pungkas Gustian. (she)

Susbanpim Ansor Dilaksanakan di Batam

0
susbanpim-batam
Pengajar Lemhanas Timotius Harsono (kemeja coklat) menyampaikan materi Kepemimpinan yang Berwawasan Kebangsaan Dalam Rangka Memperkokoh NKRI.

batampos.co.id – PP GP Ansor menggelar Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) 22 hingga 28 November 2017.

Rabu (23/11), Pengajar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Timotius Harsono berkesempatan menyampaikan materi Kepemimpinan yang Berwawasan Kebangsaan Dalam Rangka Memperkokoh NKRI.

“Pemimpin harus mempunyai strategi, tapi juga harus mampu melaksanakannya. Leader atau pemimpin harus begitu, tapi butuh juga seni untuk mengimplentasikannya melalui kebijakan yang dituangkan dalam strategi,” ujarnya kepada peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III, PP GP Ansor.

Misalnya ingin membangun bangsa dalam jangka menengah dan panjang, kata dia lagi, strateginya akan berbeda.

“Prinsip kepemimpinan diantaranya kesadaran diri, kemampuan untuk berinovasi, cinta kasih atau kesediaan untuk melibatkan diri, dan heroisme atau menyemangati diri sendiri,” ujarnya.

Pimpinan Pusat GP Ansor berkomitmen meningkatkan kualitas kader guna menopang pergerakan organisasi pemuda Nahdlatul Ulama itu di masa mendatang.

Susbanpim merupakan jenjang pendidikan tertinggi di Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Pendidikan awal ialah Diklatsar lalu Kursus Banser Lanjutan (Susbalan).  ***

Kapolda Kepri: Pencurian BBM Instruksi Pemilik Kapal

0
Kapal MT Nona Tang II terbakar di Pantai Stres, Rabu (16/11/2016) lalu. Foto: Rezza Gerdiyanto/batampos
Kapal MT Nona Tang II terbakar di Pantai Stres, Rabu (16/11/2016) lalu. Foto: Rezza Gerdiyanto/batampos

batampos.co.id – Kepolda Kepri, Brigjend Pol Sam Budigusdian, memastikan pemilik kapal MT Nona Tang II, Andi, terlibat dalam aksi pencurian 520 ton minyak di Karimun, akhir Oktober lalu. Sebab pencurian ini terjadi atas perintah Andi kepada anak buahnya, Oding, yang saat ini berstatus tersangka.

“Andi ini terlibat. Tidak mungkin kapal bergerak tanpa adanya pengetahuan pemilik,” ujar Kapolda di Mapolsek Batuampar, Selasa (22/11).

Namun sampai saat ini polisi belum memeriksa Andi. Polisi baru menetapkan sembilan tersangka dalam kasus ini, yakni Oding dan delapan kru kapal MT Nona Tang II.

“Nanti pasti akan diperiksa. Tunggu semua penyelidikan rampung dulu,” tegas Sam.

Kapolda mengatakan, berdasarkan penyidikan sementara Andi menyuruh Oding bersama nakhoda kapal bernama Jupen Sius Bura dan delapan orang kru kapal. Mereka mengurus izin pelayaran dari Sekupang menuju Tanjungbalai Karimun pada tanggal 28 Oktober.

Malam hari itu, mereka memindahkan minyak mentah dari kapal tanker MT Tabonganen 19 ke MT Nona Tang II. Minyak tersebut merupakan barang bukti hasil tangkapan Dirjend Bea dan Cukai Khusus Kepri di Tanjungbalai Karimun. Kemudian Oding bersama nakhoda MT Nona Tang II menjual minyak tersebut ke kapal berbendera Malaysia.

“Minyak itu dijual di OPL. Bisa saja kapal itu disedot dua kapal, atau hanya kapal ini (MT Nona Tang II, red) tapi dilakukan secara berulang. Yang jelas masih dalam penyelidikan,” tegas Sam.

Sam menjelaskan usai menyedot dan menjual barang bukti tersebut, kapal kembali menuju Batam dan bersandar di Pelabuhan Bintang 99, Batuampar, Batam. Di pelabuhan ini kapal diperbaiki oleh pekerja dari CV Roda Mas.

“Karena ada kerusakan, maka kapal diperbaiki. Sehingga terjadi ledakan,” katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, mengatakan pihaknya turut memeriksa pemilik pelabuhan PT Bintang 99 Persada. Diduga, kapal tersebut bersandar dan beraktivitas secara ilegal.

“Baru dilakukan pemeriksaan. Nanti hasilnya akan diketahui,” ujar Memo.

Saat ini nakhoda MT Nona Tang II, Jupen Sius Bura, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Jupen diduga mengantongi uang ratusan juta rupiah dari hasil penjualan BBM ilegal tersebut. Selain itu, pihak kepolisian turut memeriksa agen kapal dari PT SML.

PT SML ini bertugas mengawasi kapal MT Nona Tang II. Namun, saat ledakan agen tersebut tidak mengawasi aktivitas dan keberadaan kapal. “Semuanya masih kita selidiki. Karena penyelidikan ini tugas tim gabungan,” paparnya.

Minyak Diganti Air

Satuan Reskrim Polres Karimun juga terus melakukan penyelidikan dalam kasus pencurian barang bukti minyak ini. Kemarin, Polres Karimun menghadirkan saksi ahli dari PT Surveyor Indonesia untuk melakukan sounding atau pengecekan minyak yang ada di dalam MT Tabonganen 19. Hasilnya, kapal tersebut tak hanya berisi minyak, melainkan sudah ada air lautnya.

“Minyaknya masih ada, tapi tinggal sedikit,” kata Kapolres Karimun, AKBP Armaini, Selasa (22/11).

Armaini menduga, para pelaku sengaja mengganti muatan minyak dengan air laut untuk mengelabuhi aparat.

“Air lautnya banyak, ketinggianya sekitar tiga meter,” katanya.

Dalam kasus ini, kata Armaini, polisi akan menyita barang bukti berupa kapal MT Nona Tang II dan muatannya. Namun karena muatan kapal tersebut diduga telah dijual, maka polisi akan menyita kapalnya saja.

“Minggu depan penyidik akan ke Batam untuk melakukan penyitaan,” katanya.

Sementara nama kapal yang meledak di Pelabuhan PT Bintang 99 pada Rabu (16/11) lalu masih simpang siur. Namun menurut Kepala Kapal Mesin (KKM), Abdullah, nama kapal tersebut adalah Istana V. hal ini disampaikan Abdullah kepada pengurus Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Batam-Kepri.

“Pengakuan Abdullah, dokumen-dokumen kapal masih menggunakan nama Istana V,” kata ketua PPI Batam-Kepri, Andika, Selasa (22/11).

Menurutnya pengakuan tersebut terucap saat Abdullah dirawat di Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Lubukbaja, Batam. Abdullah dirawat karena terkena imbas ledakan kapal.

“Kita tak sempat lihat dokumennya. Dokumennya masih di kapal,”ucapnya.

Nama kapal Istana V turut diperkuat kala PPI mengecek nomor lambung atau nomor International Marine Organisation (IMO) kapal yakni 7206627. “Yang muncul ya Istana V,” tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kapal tersebut meledak di Pelabuhan PT Bintang 99 di Pantai Stres Batuampar, Batam, Rabu (16/11). Kejadian tersebut menewaskan satu pekerja, dua lainnya kritis, dan satu kru kapal yakni KKM Kapal Abdullah kena imbas ledakan.

Kapal tersebut memiliki 11 kru yakni kapten kapal Jupen Sius Bura alias Jupen, KKM Kapal Abdullah, serta para anak buah kapal (ABK) di antaranya Dedek Aprilius, Suwarno alias Marno, Abdul Rahman, Fatta Amda Panjaitan, Rahmat Putra, Indra Nurhidayat, Syakirul Saban, Yudi Yanto, serta Apner Hardy. (opi/san/cr13)