Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1402

Pasokan Seret, Harga Cabai Rawit di Pasar Tanjungpinang Tembus Rp60 Ribu

0
Pedagang sayur Tanjungpinang
Pedagang Pasar Bintan Center Tanjungpinang menunjukan komoditas cabai yang harganya mengalami kenaikan, Senin (4/8). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Harga cabai di Kota Tanjungpinang mulai merangkak naik sejak sepekan terakhir. Kenaikan harga ini disinyalir dipicu oleh faktor cuaca dan tingginya biaya distribusi dari daerah penghasil seperti Jawa dan Sumatra.

Pantauan di Pasar Bintan Center pada Senin (4/8) menunjukkan bahwa harga cabai nano melonjak sebesar Rp15 ribu, dari semula Rp60 ribu menjadi Rp75 ribu per kilogram.

“Selain cabai nano yang naik, cabai rawit juga ikut naik. Biasanya Rp50 ribu, sekarang sudah Rp60 ribu per kilo,” ujar Lauren, pedagang cabai di Pasar Bintan Center.

Lauren menyebutkan, lonjakan harga cabai ini sudah terjadi sejak sekitar satu minggu lalu. Ia menambahkan, tidak hanya cabai, harga bawang merah asal Jawa juga ikut naik.

“Saat ini harga bawang Jawa sudah Rp60 ribu, padahal sebelumnya hanya Rp38 ribu per kilogram,” tambahnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri, Novianto, mengatakan bahwa penurunan hasil panen akibat cuaca menjadi salah satu pemicu terbatasnya pasokan cabai dan komoditas lainnya ke Tanjungpinang.

“Kita sedang memetakan persoalan ini dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, distribusi, sampai ketersediaan barang pokok di pasar,” jelasnya.

Menurutnya, proses identifikasi penting untuk memastikan langkah lanjutan. “Jika memang produksi terganggu, kita akan dorong alternatif pasokan dari daerah lain agar harga kembali stabil,” ujar Novianto. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Pasokan Seret, Harga Cabai Rawit di Pasar Tanjungpinang Tembus Rp60 Ribu pertama kali tampil pada Kepri.

5 Masker Alami yang Ampuh Bikin Rambut Sehat dan Berkilau, Salah Satunya Minyak Kelapa

0
Ilustrasi berinvestasi dengan perawatan rambut. (istock/CNA)

batampos – Masker rambut merupakan salah satu metode perawatan rambut. Hal ini karena masker rambut dipercaya dapat melembutkan rambut, membuat rambut lebih berkilau, meningkatkan kelembaban kulit kepala, mencegah kerontokan, dan melindungi rambut dari kerusakan.

Perlu diketahui bahwa selain membeli produk masker rambut yang banyak beredar di pasaran, kamu juga bisa membuat masker rambut alami dari bahan-bahan yang tersedia di rumah.

Ada berbagai jenis bahan alami yang dapat kamu gunakan untuk membuat masker rambut.

Namun, ada baiknya bila kamu menyesuaikannya dengan kondisi dan jenis rambut yang dimiliki.

Dilansir dari laman alodokter dan halodoc pada Senin (4/8), berikut ini merupakan lima masker rambut alami yang ampuh menjadi sehat dan berkilau.

1. Minyak Kelapa

Penggunaan minyak kelapa dalam perawatan rambut alami, termasuk masker rambut dipercaya dapat memperbaiki kerusakan rambut serta membuat rambut menjadi lebih lembap dan berkilau.

Minyak kelapa memiliki kandungan asam lemak sehat di dalamnya. Selain itu, berkat sifatnya yang antibakteri dan antijamur, minyak kelapa berkhasiat untuk mengobat kulit kelapa kering, berketombe, dan gatal.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, kamu dapat menggunakan minyak kelapa mentah.

2. Minyak Zaitun

Selain minyak kelapa, minyak zaitun juga dipercaya dapat memelihara kesehatan kesehatan kulit dan rambut.

Penggunaan minyak zaitun sebagai masker rambut alam ini bisa membuat rambut menjadi lebih lembut, berkilau, dan tidak rontok.

Minyak zaitun biasanya lebih cocok untuk memperbaiki rambut yang kering, kusam, bercabang, dan berketombe. Namun, agar lebih aman hindari pemakaian minyak zaitun saat kulit kepala sedang terkena infeksi jamur.

3. Lidah Buaya

Lidah buaya bisa mengurangi peradangan dan iritasi kulit kepala, termasuk ketombe. Bahan ini juga mampu melembabkan dan memperkuat rambut kering.

Tak hanya rambut kering, lidah buaya juga dapat digunakan oleh pemilik rambut berminyak dan dinilai aman untuk semua jenis rambut.

4. Pisang, Madu, dan Yoghurt

Yoghurt dipercaya membantu menghidrasi rambut. Di dalamnya mengandung asam laktat yang merupakan exfoliant alami.

Kandungan itu membantu menghilangkan kelebihan minyak, sel-sel mati, dan kotoran dari rambut serta kulit kepala.

Selain itu, pisang bisa menambah kelembaban dan hidrasi pada rambut kering. Oleh karena itu, kamu dapat mencampurkan pisang, madu, dan yoghurt dan oleskan ke kulit kepala dan rambut. Diamkan selama 30 menit dan bilas.

5. Telur dan Mayones

Asam lemak dari telur dan mayones dipercaya dapat membantu mengunci kelembaban rambut dan kutikula.

Masker rambut dari kedua bahan ini efektif membuat rambut kamu menjadi lebih lambut dan tampak berkilau.

Nah itu dia informasi mengenai lima masker rambut dengan menggunakan bahan alami agar rambut menjadi lembut dan berkilau. (*)

Artikel 5 Masker Alami yang Ampuh Bikin Rambut Sehat dan Berkilau, Salah Satunya Minyak Kelapa pertama kali tampil pada Lifestyle.

Masuk Barak, 26 Pelajar Anambas Siap Kibarkan Merah Putih di HUT ke-80 RI

0
Paskibraka Anambas
Paskibraka tingkat Kabupaten Anambas telah memasuki barak pendidikan. Sebanyak 26 orang dari setiap kecamatan ditugaskan untuk mengibarkan bendera Merah ]utih pada 17 Agustus mendatang. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Sebanyak 26 pelajar terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Kepulauan Anambas resmi memasuki barak pendidikan, Minggu malam (3/8). Mereka adalah putra-putri terbaik yang mewakili seluruh kecamatan di Anambas.

Para anggota Paskibraka hadir mengenakan kemeja putih dan celana hitam, siap mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) sebagai persiapan mengibarkan Bendera Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025 mendatang.

Pembukaan kegiatan Diklat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu. Hadir pula Sekretaris Daerah Sahtiar dan Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Ari Sukmana.

Dalam sambutannya, Raja Bayu memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjalani masa pelatihan dengan sungguh-sungguh dan penuh kedisiplinan.

“Gunakan waktu di barak ini dengan sebaik mungkin. Serap ilmu dan pembinaan dari para pelatih agar kalian bisa tampil maksimal saat pengibaran bendera nanti,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pelatihan harus dilakukan dengan pendekatan edukatif tanpa kekerasan. “Latihan boleh keras, tapi tetap dalam koridor mendidik. Jangan ada yang namanya plonco-plonco,” tegasnya.

Pendidikan ini menjadi tahapan penting bagi para Paskibraka untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental menghadapi momen sakral yang menjadi simbol nasionalisme dan kebanggaan daerah. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Masuk Barak, 26 Pelajar Anambas Siap Kibarkan Merah Putih di HUT ke-80 RI pertama kali tampil pada Kepri.

Bruno Fernandes Tegas Tolak Godaan Al Nassr

0
Kapten Manchester United, Bruno Fernandes. (@manchesterunited)

batampos – Meskipun diminati oleh Al Nassr yang berpotensi reuni dengan Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes dikabarkan tetap berkomitmen penuh untuk Manchester United sepanjang musim panas ini.

Al Nassr menjalani musim panas yang sibuk setelah finis di posisi ketiga yang mengecewakan musim lalu. Klub Liga Pro Saudi tersebut meminjamkan Jhon Duran ke Fenerbahce.

Kemudian klub berseragam kuning itu sukses mengamankan jasa Ronaldo dengan perpanjangan kontrak dua tahun yang menguntungkan. Klub juga merekrut Joao Felix dari Chelsea untuk menambah lini serang.

Laporan terbaru juga mengklaim bahwa Al Nassr mengincar Bruno Fernandes. Manajer Al Nassr Jorge Jesus tertarik untuk merekrut kapten United agar bisa bereuni dengan rekan setimnya di tim nasional Portugal, Ronaldo.

Namun, menurut pakar transfer dunia, Fabrizio Romano, belum ada pembicaraan antara Al Nassr dan Bruno Fernandes. Gelandang serang ini fokus pada Manchester United setelah sebelumnya menolak tawaran dari Al Hilal.

Pada Juni lalu, runner-up Liga Pro Saudi tersebut dikabarkan menawarkan Bruno Fernandes kesepakatan ambisius untuk mencoba menarik pemain berusia 30 tahun itu dari Old Trafford ke Timur Tengah.

Menurut laporan ESPN, Al Hilal bersedia membayar sekitar GBP 100 juta untuk pemain internasional Portugal. Rencana transfer tersebut sempat membuat sang pemain ragu, tetapi akhirnya ia menyatakan kesetiaannya kepada Manchester United.

“Presiden Al Hilal menelepon saya sebulan yang lalu untuk menanyakan. Saya meluangkan waktu untuk memikirkan masa depan,” kata Fernandes menjelang pertandingan semifinal Nations League antara Portugal dan Jerman.

“Seperti yang selalu saya katakan, saya bersedia, jika Manchester United menginginkannya. Saya berbicara dengan pelatih Ruben Amorim, yang selama periode ini, mendesak saya untuk tidak pergi. Klub mengatakan mereka tidak akan bersedia menjual saya, hanya jika saya ingin pergi, dan itu bukan masalah keuangan,” tutur dia.

Pola pikir Bruno seputar kesepakatan dengan Al Hilal tampaknya juga berlaku untuk Al Nassr, meskipun ada godaan tambahan untuk bermain bersama Ronaldo setiap pekannya.

Bintang timnas Portugal ini tetap berkomitmen pada Setan Merah, terutama setelah musim 2024/2025 buruk yang mereka alami bersama tim bermarkas di Old Trafford tersebut.

Tim telah menyambut pemain baru Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, dan kedua pemain baru ini telah membantu Manchester United bermain seperti tim yang berbeda, menurut Ruben Amorim.

Sebagai kapten Setan Merah, Bruno Fernandes berharap dapat membawa timnya kembali ke jalur kemenangan setelah finis di peringkat ke-15 Liga Inggris musim lalu. (*)

 

Artikel Bruno Fernandes Tegas Tolak Godaan Al Nassr pertama kali tampil pada Olahraga.

Capek dan Ngantuk? Ini 7 Cara Bikin Segar Tanpa Ngopi

0
Ngantuk lesu
Ilustrasi. F. Freepik

batampos – Aktivitas padat dan waktu istirahat terbatas sering kali membuat tubuh kelelahan. Saat lelah, rasa kantuk pun muncul, dan banyak orang mengandalkan kafein untuk tetap terjaga.

Padahal, ada cara lain yang lebih sehat dan efektif untuk menyegarkan tubuh tanpa perlu mengonsumsi kafein.

Berikut ini tujuh cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kesegaran tubuh secara alami:

1. Mandi dengan air dingin
Mandi air dingin selama satu hingga tiga menit dapat menstimulasi sirkulasi darah dan meningkatkan detak jantung. Hal ini membuat tubuh lebih waspada dan segar.

“Ini menstimulasi sirkulasi darah dan meningkatkan detak jantung yang dapat membuat kita lebih waspada,” ujar Dr. Wendy Troxel, ahli perilaku dari RAND Corporation, dikutip dari situs Well and Good, Senin (4/8/2025).

Jika tak sempat mandi, mencuci muka dengan air dingin juga bisa membantu.

2. Berolahraga ringan
Aktivitas fisik seperti berjalan cepat selama 10–15 menit dapat memberi sinyal pada tubuh untuk memproduksi norepinefrin, zat kimia yang membuat kita terjaga, serta endorfin yang menimbulkan rasa senang dan segar.

3. Berjemur di bawah sinar matahari
Paparan sinar matahari selama beberapa menit membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Ini berperan besar dalam menentukan kapan kita merasa segar atau mengantuk. Jangan lupa gunakan tabir surya untuk melindungi kulit.

4. Sosialisasi dengan orang lain
Interaksi sosial singkat dapat meningkatkan suasana hati dan memberi dorongan energi. Rasa terhubung secara emosional dapat menekan rasa lelah.

5. Minum air putih lebih banyak
Dehidrasi bisa membuat jantung bekerja lebih keras memompa oksigen, sehingga tubuh terasa lelah. Minum cukup air dapat membantu tubuh tetap fokus dan segar.

6. Ubah suasana atau pindah tempat sejenak
Keluar dari rutinitas sejenak, seperti berpindah ruangan atau membuka jendela, bisa memberi kesegaran baru bagi otak dan tubuh.

7. Mendengarkan musik yang bersemangat
Musik cepat atau favorit dapat memberi stimulasi positif dan membantu menepis kantuk.

Dengan menerapkan beberapa cara ini, tubuh bisa kembali segar tanpa perlu bergantung pada kafein atau tidur siang. Cocok bagi mereka yang menjalani hari-hari super sibuk namun ingin tetap prima sepanjang waktu. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Capek dan Ngantuk? Ini 7 Cara Bikin Segar Tanpa Ngopi pertama kali tampil pada Lifestyle.

BP Batam Catat Kinerja Positif Pelabuhan Sepanjang Sementer I 2025

0
Kawasan Pelabuhan Peti Kemas Batuampar yang menjadi salah satu tumpuan kegiatan ekspor impor di Batam. F Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam mencatat kinerja yang menggembirakan selama Semester I Tahun 2025.

Sejumlah indikator utama terus menunjukkan angka statistik yang positif. Seperti volume peti kemas, general cargo, jumlah penumpang, termasuk realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mengalami kenaikan.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif serta sinergi yang baik antara BP Batam dan stakeholders terkait.

“Capaian positif selama Semester I 2025 ini mencerminkan fondasi kuat yang telah dibangun dalam tata kelola pelabuhan. Pelabuhan kita memiliki potensi besar, khususnya dalam penguatan layanan digital dan efisiensi operasional,” katanya, Selasa (29/7) lalu.

Baca Juga: 3 Kali Selundupkan Bawang ke Kuala Tungkal, KM Sinar Bahtera Akhirnya Tertangkap di Perairan Galang

Hingga akhir Juni 2025, total realisasi penerimaan Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencapai Rp219,75 miliar atau 55 persen dari target tahunan sebesar Rp401,86 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, realisasi penerimaan meningkat 16 persen, yakni dari Rp189 miliar menjadi Rp219,75 miliar.

Capaian tersebut mencerminkan peningkatan efektivitas dalam kegiatan pengusahaan kepelabuhanan, mengingat pada Semester I tahun lalu realisasi baru mencapai 48 persen dari target tahunannya.

Dari sisi operasional, jumlah kunjungan kapal barang dan penumpang tercatat sebanyak 54.876 call selama Januari-Juni 2025, tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kunjungan kapal barang tercatat sebanyak 14.461 call, sementara kapal penumpang mencapai 40.415 call.

Dari sisi bobot kotor kapal (Gross Tonnage/GT), total GT mencapai 34.877.449 GT atau naik 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rincian GT kapal barang sebesar 25.025.887 GT dan GT kapal penumpang sebesar 9.851.562 GT.

Volume peti kemas yang ditangani di pelabuhan-pelabuhan dalam wilayah kerja BP Batam juga mengalami pertumbuhan signifikan. Selama enam bulan pertama tahun ini, total volume peti kemas mencapai 359.944 TEUs, naik 15 persen dibandingkan dengan Semester I Tahun 2024.

Secara perdagangan, aktivitas ekspor dan impor mendominasi dengan total 273.004 TEUs atau meningkat 18 persen. Sementara itu, volume peti kemas domestik turut mengalami pertumbuhan sebesar 6 persen, dari 82.300 TEUs menjadi 86.940 TEUs.

Volume general cargo juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total 5.427.065 ton muatan tercatat hingga Juni 2025.

Sementara itu, jumlah penumpang yang dilayani di terminal ferry domestik dan internasional Batam mencapai 4.645.169 orang, tumbuh sebesar 8 persen dibandingkan dengan Semester I 2024. Dari jumlah tersebut, penumpang di Terminal Ferry Internasional tercatat sebanyak 2.568.698 orang, sementara penumpang di Terminal Ferry Domestik sebanyak 2.076.471 orang.

Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan memberikan apresiasi atas kinerja Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan periode Semester I Tahun 2025.

Baca Juga: Panitia Nikah Massal Dibentuk Pekan Ini, Kemenag Batam: Pendaftaran Dibuka Setelah Alur Ditentukan Panitia

Dia optimis Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan dapat menutup tahun 2025 dengan performa yang semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Batam maupun nasional.

“Pelabuhan adalah simpul utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Kami memandang pelabuhan tidak hanya sebagai gerbang logistik, tetapi juga sebagai motor penggerak industri, perdagangan, dan mobilitas masyarakat,” kata Ruslan.

“Hal ini sejalan dengan arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam yang menjalankan mandat Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk menjadikan Batam sebagai salah satu kontributor utama dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Catat Kinerja Positif Pelabuhan Sepanjang Sementer I 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Makanan Bergizi Gratis Bakal Diawetkan Agar Tak Cepat Basi

0
Ilustrasi siswa saat menyantap makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Diantara masalah dalam proyek Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah hidangan sudah basi saat sampai di depan siswa. Kondisi ini bahkan sempat memicu kasus keracunan. Pemerintah sedang mengkaji pemanfaatan teknologi iradiasi untuk membuat hidangan MBG awet lebih lama.

Teknologi iradiasi tersebut merupakan inovasi dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang kini berubah jadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Teknologi iradiasi dikembangkan lewat pancaran radiasi nuklir. Dengan pancaran radiasi tersebut, mampu membunuh mikroba di makanan. Sehingga makanan bisa bertahan lama, namun tetap aman untuk dikonsumsi.

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian mengatakan pemanfaatan radiasi pangan tidak hanya terbatas pada produk ekspor. Tetapi juga bisa menunjang program makan bergizi gratis dan logistik saat terjadi bencana di wilayah terpencil. Termasuk untuk mendukung program MBG.

“Dengan pemanfaatan yang tepat, radiasi pangan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan dan penanganan darurat secara efektif,” ujar Hendrian (3/8).

Dia menambahkan, untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi ini, perlu ada pendalaman lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan. Standarisasi diperlukan, mencakup standar mutu produk, standar dosis iradiasi, dan standar operasional fasilitas iradiasi. Selain itu, penting untuk menghubungkan sentra-sentra penghasil pangan dengan lokasi yang membutuhkan.

Teknologi iradiasi pangan dilaksanakan di fasilitas Irradiator Gamma Merah Putih (IGMP) di Serpong. Proses iradiasi pangan memanfaatkan sinar gamma dengan dosis tertentu. Tujuannya untuk meningkatkan keamanan pangan dan memperpanjang masa simpan. Produk yang telah diiradiasi diberi label Radura dan aman dikonsumsi.

Sementara itu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyambut baik pemanfaatan teknologi iradiasi untuk mendukung program MBG mereka. Dia menyepakati ada potensi pemanfaatan iradiasi pangan dalam mendukung program gizi nasional. Pandangan itu dia sampaikan Dadan saat menghadiri diskusi pemanfaatan iradiasi pangan dengan jajaran BRIN di Tangerang Selatan, Banten.

Menurut Dadan dalam mendukung program MBG, tantangan terbesar bagi BRIN adalah bagaimana bisa menghasilkan produk olahan yang mampu bertahan minimal dua hingga tiga hari agar tetap layak konsumsi. Tantangan ini menjadi penting terutama pada bulan Ramadhan, ketika makanan perlu diolah sedemikian rupa agar tetap segar dan siap dikonsumsi pada sore hari atau saat berbuka puasa.

Dadan sempat menanyakan kepada tim di BRIN, apakah ada perbedaan komposisi gizi antara makanan yang diiradiasi dengan yang tidak. Menurut dia, selama tidak ada perbedaan dan teknologi ini terbukti aman, Dadan menilai iradiasi sangat potensial untuk dimanfaatkan dalam program makanan bergizi.

“Jika tidak ada perbedaan, saya kira hal ini positif dan apabila ada edukasi kepada masyarakat bahwa teknologi ini aman, maka iradiasi dapat dimanfaatkan dalam program makanan bergizi,” tutur Dadan. (*)

Artikel Makanan Bergizi Gratis Bakal Diawetkan Agar Tak Cepat Basi pertama kali tampil pada News.

Panitia Nikah Massal Dibentuk Pekan Ini, Kemenag Batam: Pendaftaran Dibuka Setelah Alur Ditentukan Panitia

0
Ilustrasi. Pasangan pengantin yang mengikuti nikah massal di Kota Batam tahun 2022 lalu. Acara nikah massal kembali akan digelar di Batam. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam memastikan rencana pelaksanaan program nikah massal masih berjalan dan kini memasuki tahap persiapan awal. Kepala Kemenag Batam, Budi Dermawan, menyampaikan bahwa pihaknya akan membentuk panitia pelaksana dalam pekan ini.

“Dalam minggu ini kita bentuk panitia. Nanti panitia yang akan mengatur alur pendaftarannya,” ujarnya, Minggu (3/8).

Menurut Budi, hingga saat ini memang belum ada pasangan yang mendaftar karena proses pendaftaran baru akan dibuka setelah panitia terbentuk. Panitia inilah yang nantinya akan menyusun teknis pelaksanaan, termasuk syarat, mekanisme, dan jadwal kegiatan.

“Setelah panitia terbentuk, akan diumumkan secara terbuka bagaimana prosedur pendaftaran, apa saja persyaratannya, serta lokasi pelaksanaan,” jelasnya.

Program nikah massal ini menyasar pasangan yang belum menikah secara resmi maupun mereka yang telah menikah secara siri namun belum tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Rencananya, program ini akan menampung hingga 100 pasangan.

“Program ini terbuka untuk umum. Bisa pasangan baru maupun yang ingin melegalkan pernikahan yang sudah berlangsung secara siri,” kata Budi.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari lanjutan program nasional yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI di berbagai daerah, termasuk di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Budi menegaskan, melalui program nikah massal, pemerintah ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencatatan pernikahan. Pencatatan ini menjadi kunci untuk memastikan perlindungan hukum, terutama bagi anak-anak yang lahir dari pasangan tersebut.

“Ketika pernikahan tercatat resmi, maka anak bisa mendapatkan akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan dokumen kependudukan lainnya,” ujarnya.

Kegiatan direncanakan dipusatkan di Kecamatan Batamkota. Namun bagi pasangan dari kecamatan lain tetap bisa mengikuti dengan membawa surat pengantar numpang nikah dari KUA asal.

“Nanti mekanisme numpang nikah juga akan dijelaskan oleh panitia. Prinsipnya, semua warga Batam bisa ikut selama memenuhi syarat yang akan ditentukan,” imbuhnya.

Terkait fasilitas tambahan seperti mahar, busana pengantin, atau souvenir, Budi mengatakan hal tersebut belum menjadi prioritas. Fokus utama Kemenag saat ini adalah memastikan legalitas pernikahan peserta melalui pencatatan resmi.

“Yang terpenting dari kegiatan ini adalah legalitasnya. Fasilitas tambahan nanti akan kami sesuaikan dengan kemampuan dan efisiensi anggaran,” katanya.

Ia berharap, program ini dapat membantu masyarakat, khususnya yang kurang mampu, untuk memperoleh status pernikahan yang sah di mata hukum dan agama.

“Dengan adanya nikah massal ini, tidak ada lagi alasan untuk menunda pencatatan pernikahan karena alasan biaya atau akses. Pemerintah hadir untuk membantu,” tutup Budi. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Panitia Nikah Massal Dibentuk Pekan Ini, Kemenag Batam: Pendaftaran Dibuka Setelah Alur Ditentukan Panitia pertama kali tampil pada Metropolis.

Mudah Dikenali, Ini 7 Kebiasaan Mengirim Pesan Teks Generasi Boomer

0
Ilustrasi tangan yang mengetik pesan teks di ponsel. (freepik)

batampos – Di era komunikasi digital yang serba cepat ini, setiap generasi punya caranya sendiri dalam berkirim pesan. Gaya bahasa dan pola penulisan yang digunakan sering kali menjadi petunjuk usia seseorang. Kebiasaan ini bukan berarti salah, melainkan cerminan dari era komunikasi yang mereka alami sebelumnya.

Melansir dari Geediting.com, Senin (3/8), ada tujuh kebiasaan khusus generasi Baby Boomer dalam berkirim teks yang dapat dikenali. Kebiasaan ini merupakan produk dari latar belakang mereka yang terbiasa dengan surat dan surel formal. Mari kita selami kebiasaan-kebiasaan yang unik ini.

1. Penggunaan Tanda Baca yang Berlebihan

Satu di antara tanda paling jelas adalah penggunaan tanda baca yang berlebihan, terutama tanda seru. Mereka terbiasa menggunakan banyak tanda seru untuk memberikan penekanan pada poin mereka. Hal ini mengingatkan kita pada era penulisan surat formal.

Tindakan ini tidak menandakan darurat atau emosi yang memuncak. Ini adalah cara mereka mencoba menekankan maksudnya dalam dunia digital.

2. Misteri Tiga Titik Elipsis

Pesan teks dari generasi ini sering diakhiri dengan tanda elipsis (…) yang membingungkan. Pesan sederhana seperti “Sampai ketemu saat makan malam…” bisa menimbulkan teka-teki bagi generasi muda. Mereka terbiasa menggunakannya untuk menunjukkan jeda atau pikiran yang tidak terucap.

Bagi mereka, elipsis adalah cara yang sopan untuk mengakhiri kalimat. Sayangnya, ini sering diartikan sebagai pesan pasif-agresif atau ada sesuatu yang tidak beres.

3. Kebiasaan Menulis Paragraf Panjang

Alih-alih mengirim pesan singkat dan padat, Boomer cenderung menulis paragraf panjang. Mereka lebih memilih untuk mengetik kalimat lengkap dan menjelaskan segala sesuatu secara terperinci. Mereka terbiasa dengan bahasa yang terstruktur rapi.

Mereka menghargai kejelasan daripada ringkasan. Menulis panjang adalah cara mereka memastikan tidak ada kesalahpahaman yang terjadi.

4. Selalu Menggunakan Tanda Tangan

Seperti menulis surat elektronik atau surat fisik, Boomer sering kali mengakhiri teks dengan tanda tangan. Tidak jarang pesan teks diakhiri dengan “-Ayah” atau “Salam, Susan” padahal lawan bicaranya sudah tahu pengirimnya. Kebiasaan ini menunjukkan kebiasaan formal yang masih dipertahankan.

Tanda tangan ini adalah bagian dari etiket komunikasi mereka. Kebiasaan ini adalah cara mereka menunjukkan rasa hormat dan kesopanan.

5. Huruf Kapital untuk Penekanan

Boomer menggunakan huruf kapital (ALL CAPS) untuk menekankan suatu hal, bukan untuk berteriak. Hal ini adalah kebiasaan dari era mesin tik. Mereka menggunakan huruf kapital untuk menyoroti poin penting dalam pesan.

Meskipun bagi generasi muda itu dianggap berteriak, itu hanyalah cara mereka menekankan maksudnya. Mereka mencoba membuat poinnya terlihat menonjol dalam teks.

6. Penggunaan Emoji yang Terbatas

Emoji terkadang masih dianggap bahasa asing yang tidak sepenuhnya dipahami. Pria ini mungkin akan jarang menggunakan emoji atau menggunakannya dengan cara yang tidak biasa. Mereka menganggap emoji sebagai hal baru yang tidak mereka pahami.

Mereka lebih nyaman mengekspresikan diri melalui kata-kata tertulis. Alhasil, pesan mereka terasa lebih serius dan formal daripada pesan biasa.

7. Menghindari Singkatan dan Bahasa Gaul

Dibandingkan menggunakan singkatan seperti “lol” atau “omg,” pria ini lebih memilih untuk menuliskan kata dan kalimat secara lengkap. Mereka menjunjung tinggi kejelasan bahasa. Mereka menghindari bahasa gaul pesan teks.

Mereka lebih mementingkan makna yang tepat daripada kecepatan. Singkatan yang umum digunakan generasi muda sering dianggap tidak jelas bagi mereka.

Memahami kebiasaan berkirim teks generasi Baby Boomer ini menunjukkan adanya perbedaan cara komunikasi antar generasi. Kebiasaan ini bukanlah kekurangan, melainkan jejak digital yang menjembatani generasi. Ini adalah pengingat bahwa komunikasi tidak selalu sama untuk setiap orang.

Di balik setiap elipsis, huruf kapital, dan tanda tangan formal, ada keinginan untuk berkomunikasi dengan caranya sendiri. Ini adalah ekspresi unik yang mengingatkan kita pada beragamnya ekspresi manusia. Alih-alih mengkritik, kita bisa menghargai perbedaan ini. (*)

Artikel Mudah Dikenali, Ini 7 Kebiasaan Mengirim Pesan Teks Generasi Boomer pertama kali tampil pada Lifestyle.

Anak di Indonesia Masih Rentan Jadi Korban Kekerasan, Asusila, dan Pengeroyokan

0
Ilustrasi kekerasan seksual. (ANTARA/HO)

batampos – Perlindungan anak sepertinya masih menjadi sebuah jargon semata. Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pun seolah ritual tahunan saja. Pasalnya, ribuan anak masih jadi korban kekerasan tiap tahunnya.

Pada 2025 misalnya, baru pertengahan tahun, sudah 16.129 kasus kekerasan perempuan dan anak yang dilaporkan. Di mana, sebagian besar korban berusia 13-17 tahun.

Mirisnya lagi, dari tahun ke tahun, kekerasan ini banyak terjadi di rumah tangga. Bentuk kekerasannya pun jika ditelisik masih sama. Kekerasan seksual, fisik, dan psikis. Pelakunya? Paling banyak pelaku kekerasan adalah pacar/teman, disusul suami/istri, dan ada pula orang tua.

Data tersebut pun dikuatkan oleh laporan pengaduan kasus kekerasan terhadap anak yang diterima Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Sepanjang Januari-Juni 2025, KPAI menerima 973 laporan pengaduan kasus kekerasan terhadap anak.

Menurut Ketua KPAI Ai Maryati Solihah, laporan kekerasan terhadap anak tersebut separuhnya berasal dari klaster keluarga dan pengasuhan alternatif. Di mana kasus terkait dengan klaster keluarga dan pengasuhan alternatif tercatat sebanyak 506 kasus (52 persen). Disusul oleh klaster pendidikan dan kegiatan budaya dengan 92 kasus (9,5 persen), kesehatan dan kesejahteraan anak 14 kasus (1,4 persen), serta hak sipil dan partisipasi anak sebanyak 9 kasus (0,9 persen).

“Situasi ini menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia masih berada dalam kondisi rentan, bahkan di lingkup paling awal kehidupannya, keluarga,” ujarnya dalam konferensi pers peringatan Hari Anak Nasional, Rabu (23/7).

Di luar itu, kasus-kasus dalam klaster Perlindungan Khusus Anak (PKA) juga cukup tinggi. Anak sebagai korban kekerasan seksual tercatat sebanyak 109 kasus (11,2 persen), penganiayaan atau pengeroyokan 75 kasus (7,7 persen), dan pencabulan 72 kasus (7,4 persen).

Kemudian, anak yang mengalami kekerasan psikis ada sebanyak 55 kasus (5,7 persen), hingga kejahatan pornografi digital sebanyak 27 kasus (2,8 persen).

Jumlah total korban anak dari semua kasus yang dilaporkan mencapai 951 anak, dengan distribusi jenis kelamin hampir seimbang. Yakni 49,5 persen perempuan dan 49,2 persen laki-laki. “Kelompok usia korban tertinggi berasal dari rentang usia 15 sampai 17 tahun sebanyak 21,8 persen, diikuti anak usia 6–8 tahun 19,2 persen,” paparnya.

Jika dibedah lebih dalam, kelompok usia pelaku yang paling dominan berada pada rentang 31 sampai 40 tahun (24,9 persen). Yang mana 52,7 persen pelaku adalah laki-laki, 28,7 persen perempuan, 7,3 persen berasal dari lembaga, dan 11,2 persen tidak disebutkan.

Tingginya angka kekerasan anak di ranah keluarga ini, menurut dia, mengindikasikan masih lemahnya penyelenggaraan perlindungan anak di tingkat domestic atau di lingkungan keluarga. Padahal, keluarga harusnya menjadi tempat pertama dan utama bagi perlindungan anak.

“Anak-anak masih rentan mengalami diskriminasi, pengabaian, dan kekerasan dalam lingkup keluarga,” keluhnya.

Melihat kondisi kekerasan yang terjadi, Wakil Ketua KPAI Jasra Putra bahkan menyebut saat ini, upaya perlindungan anak oleh negara seolah masih jalan di tempat. Tak ada perubahan signifikan dalam pelaksanaan perlindungan anak. Hal ini terlihat dari fakta bahwa anak masih rentan bahkan sejak di awal kehidupannya, yakni kluster keluarga dan pengasuhan alternatif.

“Kita seperti laksana belum ke mana-mana dalam penyelenggaraan perlindungan anak. Masih terus berkutat di permasalahan keluarga, meski berbagai intervensi program sudah dilakukan,” ungkapnya.

Tantangan ini disebutnya harus segera dijawab oleh pemerintah. Meski beberapa program telah diselenggarakan, namun tetap membutuhkan evaluasi guna memastikan program perlindungan tepat sasaran atau sudah efektif atau tidak.

Selain itu, beberapa program juga diharapkan bisa menjadi penopang dan jembatan dalam melihat kebutuhan di lapangan dalam perlindungan anak sudah diciptakan. Seperti Makan Bergizi Gratis untuk memenuhi gizi anak. Lalu, Sekolah Rakyat yang diharapkan dapat berdampak ke anak-anak dalam keluarga miskin dan miskin ekstrem di ranah akses pendidikan.

“Begitu pun upaya pemerintah menjawab dampak gadget dengan program pemeriksaan jiwa setiap anak Indonesia,” katanya.

Dia menekankan pentingnya anak untuk melek atas dampak-dampak negative yang juga bisa muncul dari dunia digital. Dengan begitu, mereka bisa mawas diri dan tidak mudah dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.

Jasra pun menekankan bahwa pemerintah harus bekerja keras dalam upaya penyelenggaraan perlindungan anak ini. Sehingga, anak-anak dapat menikmati masa depan yang cerah.

“Dengan kelengkapan berbagai regulasi dan program yang telah diterbitkan harusnya bisa. Hanya saja kita butuh prasyarat agar semua regulasi punya lingkungan yang kondusif,” paparnya.

Senada, Save the Children Indonesia juga menyoroti kasus kekerasan terhadap anak yang masih menjadi masalah serius dan sistemik. Terlebih, kekerasan terjadi paling banyak di ranah rumah tangga.

“Ketika rumah tidak lagi menjadi tempat aman bagi anak, maka ada yang salah dalam sistem perlindungan kita,” ungkap CEO Save the Children Indonesia Dessy Kurwiany Ukar.

Menurutnya, sudah saatnya semua pihak harus bertindak bersama dalam memastikan anak-anak terlindungi. “Negara harus hadir, keluarga harus sadar, sekolah harus peduli, dan masyarakat harus ikut menjaga. Anak-anak Indonesia berhak tumbuh tanpa rasa takut,” sambungnya.

Selain itu, ia juga meyoroti bentuk kekerasan yang dialami anak dan remaja yang kini kian beragam. Bukan hanya terjadi secara langsung, tapi juga terjadi dalam ruang digital yang semakin terbuka terhadap eksploitasi.

Oleh sebab itu, pihaknya pun terus berupaya memperkuat sistem perlindungan anak di berbagai wilayah dengan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Diantaranya, dengan melakukan pendampingan ke sekolah dan komunitas untuk membangun mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan. Kemudian, memperkuat SOP rujukan kasus serta mendorong praktik pengasuhan positif di tingkat keluarga.

Kemudian, upaya membangun kesadaran tentang bahaya perundungan juga ditingkatkan melalui pendekatan partisipatif di lingkungan sekolah. Termasuk, pembangunan ruang aman bagi anak dalam ranah digital.

Selain itu, Dessy menekankan, bahwa perlindungan yang efektif hanya dapat terwujud jika negara hadir dan responsif terhadap kebutuhan nyata anak-anak hari ini. Sehingga, perlindungan bukan hanya aturan di atas kertas.

“Tidak boleh ada anak yang tertinggal. Tidak ada anak yang merasa takut. Saatnya bergerak bersama, wujudkan Indonesia yang benar-benar ramah anak,” ungkapnya. (*)

Artikel Anak di Indonesia Masih Rentan Jadi Korban Kekerasan, Asusila, dan Pengeroyokan pertama kali tampil pada News.

Play sound