Kamis, 28 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1417

Mentrans Iftitah Serahkan 94 Sertifikat Tanah yang Tempati Hunian Baru di Tanjung Banon

0
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanegara, bersama Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyerahkan penyerahan sertifikat hak milik (SHM) kepada warga Rempang yang telah menempati hunian baru Selasa (12/8) di Tanjung Banon.

batampos – Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengunjungi kawasan relokasi Tanjung Banon, Selasa (12/8). Dalam kunjungan itu, ia menyerahkan 94 sertifikat tanah kepada warga yang telah menempati hunian baru sebagai bagian dari program transmigrasi lokal.

Iftitah hadir didampingi Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, serta sejumlah pejabat forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda). Ia menyebut penyerahan sertifikat ini merupakan tindak lanjut dari program Trans Tuntas yang menjamin kepastian hukum bagi warga yang direlokasi.

“Hari ini kami menyerahkan sekitar 94 sertifikat dari total 162 kepala keluarga yang sudah pindah ke sini. Sebelumnya, sebanyak 68 sertifikat juga sudah kami serahkan,” ujarnya.

Proses penyerahan sertifikat dilakukan bertahap. BP Batam bersama Kementerian Transmigrasi dan Kementerian ATR/BPN akan memastikan seluruh warga yang telah pindah ke Tanjung Banon mendapatkan dokumen tersebut. Program Trans Tuntas, lanjutnya, tidak hanya memindahkan warga, tetapi juga memastikan mereka mendapat hak atas tanah yang ditempati.

“Setelah masuk kawasan, mereka langsung memiliki kepastian hukum,” tambahnya.

Meski sudah berjalan, Tanjung Banon belum resmi ditetapkan sebagai kawasan transmigrasi. Status itu menunggu revisi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2024 rampung.

“Kami masih merevisi satu pasal untuk memperkuat proses pendampingan di kawasan transmigrasi. Nanti akan ada patriot-patriot yang mendampingi warga sehingga mereka tidak sendirian,” kata Iftitah.

Baca Juga: Kak Seto: Batam Harus Jadi Kota Ramah Anak, Bukan Panggung Kekerasan

Transmigrasi ke depan diarahkan menjadi program transformasi sosial-ekonomi. Target revisi PP tersebut, lanjutnya, diupayakan rampung pada bulan ini. Setelah itu, pemerintah akan mengoptimalkan peran daerah sebagai pelaksana utama program transmigrasi.

“Bukan sekadar perpindahan penduduk, tapi benar-benar menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan kesejahteraan. Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah daerah menjadi leading sector. Bahkan, lebih dari setengah anggaran Kementerian Transmigrasi diserahkan ke daerah,” ujarnya.

Di sela kunjungan, muncul usulan warga agar nama Tanjung Banon diganti menjadi “Kampung Rempang Eco City”. Menanggapi hal itu, Amsakar Achmad memilih bersikap terbuka, tetapi realistis.

“Itu biar mengalir saja. Menurut saya, nama Tanjung Banon lebih membumi dan sesuai tradisi adat-istiadat, sehingga lebih mudah diterima,” katanya.

Ia menambahkan, semua ide boleh disampaikan, namun nantinya akan dipilih nama yang paling tepat. “Yang penting diterima masyarakat dan mengakar di sini,” lanjutnya.

Kawasan Tanjung Banon dirancang terintegrasi. Di sana terdapat 250 unit rumah, dermaga sandar kapal, fasilitas BBM, sekolah, musala, serta sarana-prasarana perkantoran.

Seluruh fasilitas itu ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025. Setelah tahap pertama rampung, akan dilanjutkan dengan pengembangan kegiatan lanjutan sesuai rencana yang telah disusun.

“Banyak lagi yang mau disiapkan, tetapi karena waktu yang tersisa hanya sekitar lima bulan tahun ini, maka yang kami plot baru itu,” ujar Amsakar.

Soal sertifikat yang baru diserahkan, Amsakar mengingatkan warga untuk menjaganya baik-baik. “Jangan gampang melepasnya. Karena mendapatkan lahan 500 meter persegi di Batam itu tidak mudah,” katanya.

Masuk Rencana Transmigrasi, Utamakan Warga Lokal

Selain itu, Pulau Galang, Batam, bakal dijadikan kawasan transmigrasi. Rencana tersebut diungkapkan Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang memastikan sudah ada Surat Keputusan (SK) pencadangan lahan dari Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Program ini bukan untuk menyelesaikan konflik sosial yang pernah muncul, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menghubungkan Batam sebagai kota investasi dan industri dengan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin masyarakat ikut mendapatkan manfaat dari investasi tersebut,” ujarnya, Selasa (12/8).

Baca Juga: 194 Kasus Kekerasan di Batam, 125 Korban adalah Anak Perempuan

Menurutnya, transmigrasi bukan hanya soal insentif sosial, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat. Ia menilai meningkatnya kemiskinan kerap terjadi di daerah yang menerima investasi besar karena warga lokal tidak terserap oleh lapangan kerja yang dibuka investor.

“Oleh karena itu, kita ingin memberikan bantuan dan pendampingan kepada masyarakat agar terserap oleh lapangan kerja,” kata Iftitah.

Warga lokal akan menjadi prioritas utama dalam penempatan transmigran di Pulau Galang. Rencana ini disebutnya akan dikaji lebih lanjut bersama berbagai pihak. Pemerintah juga mempertimbangkan adanya rencana investasi di wilayah Galang, yang disebut sebagai bagian terintegrasi dari pengembangan Batam, Rempang, dan Galang.

Selain membahas Galang, Iftitah juga menyinggung perkembangan investasi di kawasan Sembulang, Batam. Tempo lalu, ia sempat menyebut adanya usulan penundaan investasi di sana.

“Soal investasinya itu biar Kementerian Investasi. Kami hanya mengusulkan, dan pada saat itu konteksnya adalah kita kedepankan dialog terlebih dahulu supaya tidak ada penolakan berarti dari masyarakat,” ujarnya.

Pada wilayah Rempang lain yang sudah berstatus clean and clear, pihaknya justru mendorong percepatan investasi. Hal itu digalakkan demi membuka lapangan kerja lebih cepat dan menyerap tenaga kerja lokal.

Pemerintah pusat, lanjutnya, ingin memastikan setiap langkah investasi dan transmigrasi selaras dengan kepentingan masyarakat, khususnya agar warga lokal tidak tertinggal dari arus pembangunan.

“Kalau investasi sudah jalan, lapangan kerja terbuka, dan masyarakat kita terserap, maka itu baru bisa kita katakan pembangunan yang adil,” tutupnya. (*)

Artikel Mentrans Iftitah Serahkan 94 Sertifikat Tanah yang Tempati Hunian Baru di Tanjung Banon pertama kali tampil pada Metropolis.

SMK Negeri 10 Batam Siapkan Siswa Hadapi Tantangan Industri

0
Program Murid Teknik Pengelasan Belajar di Industri PT. Bahari Bahtera Shipyard.

batampos– SMK Negeri 10 Batam, Sekolah Menengah Kejuruan yang baru berkembang sejak didirikan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 341 Tahun 2024, terus memantapkan langkah mempersiapkan siswanya untuk menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya di sektor perkapalan, migas, dan teknologi digital.

Sejak awal berdiri, sekolah ini aktif menjalin kemitraan dengan dunia industri agar lulusannya memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja. Salah satu mitra strategis adalah PT BBS, perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan kapal. Kemitraan ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) pada 16 Juli 2024.

Direktur PT BBS, Yahya Bin Usman, menegaskan pihaknya berkomitmen membimbing siswa berbakat di jurusan Teknik Pengelasan. “Kami ingin lulusan SMK Negeri 10 Batam mampu berkarya di industri galangan kapal maupun migas, baik di PT BBS maupun perusahaan sejenis lainnya. Saya tidak mau lulusan SMK ini menjadi penyumbang angka pengangguran di Kota Batam,” tegas Yahya.

Bentuk nyata dari kerja sama itu adalah Program Murid Belajar di Industri (PMBdI) yang mulai dilaksanakan pada 25 Juli 2025. Kepala SMK Negeri 10 Batam, Herlina Dwi Kurnia, S.E., M.M., menjelaskan program ini berlangsung selama satu tahun dan dibagi menjadi empat gelombang. Setiap gelombang diikuti 20 siswa selama kurang lebih tiga bulan.

BACA JUGA: Disdik Batam Tunggu Laporan Resmi dari Sekolah Swasta untuk Penerima Bantuan Pendidikan

Siswa akan dibimbing tenaga ahli bersertifikat kompetensi nasional dan internasional. “Materi yang diberikan adalah keterampilan pengelasan yang benar-benar dibutuhkan industri. Siswa wajib praktik langsung di proses fabrikasi, selain mendapat teori tambahan dari industri,” jelas Yahya.

Pembukaan Ekstrakurikuler Cyber Security Murid Rekayasa Perangkat Lunak bersama Infinite Learning.

Menurutnya, kolaborasi sekolah dan industri sangat penting karena kebutuhan industri terus berkembang sesuai teknologi dan standar global. “Link and match harus berjalan. Kalau tidak, lulusan akan ketinggalan,” ujarnya.

Kerja sama ini juga mencakup Program Magang Guru agar pendidik dapat mengikuti perkembangan dunia industri sehingga materi pembelajaran di sekolah selalu relevan.

Selain fokus di bidang pengelasan, SMK Negeri 10 Batam juga mengembangkan kompetensi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) melalui kerja sama dengan Infinite Learning yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park. Program ini mencakup penyelarasan kurikulum, pelatihan siswa dan guru, hingga ekstrakurikuler cyber security.

Kegiatan ekstrakurikuler cyber security dibuka langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Kota Batam, Kasdianto, S.Pd., pada Jumat, 8 Agustus 2025, di Lab RPL SMK Negeri 10 Batam. Acara tersebut dihadiri pengawas SMK, ketua komite sekolah, kepala sekolah, majelis guru, mentor Infinite Learning, serta 20 siswa peserta ekskul.

Kasdianto mengapresiasi kemajuan SMK Negeri 10 Batam yang baru memasuki tahun kedua. “Sekolah ini sudah mampu menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan besar, termasuk yang ada di KEK Nongsa Digital Park. Ini pencapaian yang patut dibanggakan,” katanya. Ia berpesan agar siswa memanfaatkan kesempatan belajar teknologi canggih, menjaga sikap, menghormati guru dan orang tua, serta menyiapkan diri menghadapi peluang kerja di Batam maupun luar negeri.

Fasilitas Lab RPL SMK Negeri 10 Batam kini dilengkapi 32 komputer, dua unit AC bantuan Universitas Internasional Batam (UIB), instalasi listrik dari PT Bintan Offshore Marine Center (BOMC), serta teralis hasil karya siswa Teknik Pengelasan dengan dukungan bahan dari PT BBS. Fasilitas ini digunakan untuk pembelajaran praktik, kegiatan ekstrakurikuler, dan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) perdana sekolah.

Marsani, mentor Infinite Learning, menyebut cyber security sebagai bidang vital di era digital, baik untuk kepentingan negara, pendidikan, maupun perlindungan individu. “Kesempatan belajar seperti ini harus dimanfaatkan maksimal oleh siswa,” ujarnya.

Kepala SMK Negeri 10 Batam, Herlina, menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, mitra industri, instansi, universitas, masyarakat, para guru, dan orang tua/wali murid atas dukungan membangun sekolah baru ini. “Kami ingin mencetak lulusan yang beradab, berprestasi, dan kompeten, sehingga siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel SMK Negeri 10 Batam Siapkan Siswa Hadapi Tantangan Industri pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemprov Kepri dan Kementerian PUPR Lanjutkan Penataan Kawasan Pulau Penyengat Tahap 3

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyosialisasikan rencana penataan lanjutan program penataan kawasan Pulau Penyengat tahap 3, Senin (11/8/2025) malam. (Iwan/Biro Adpim Kepri)

batampos-Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kepri melanjutkan program penataan kawasan Pulau Penyengat. Tahun 2025 ini, pekerjaan masuk pada Tahap 3.

Pembangunan mencakup pembangunan plaza penyambut, penataan halaman Balai Adat, lanskap, ruang cerita dan galeri seni (storytelling & artwork), serta lanjutan penataan jalan lingkungan.

Senin (11/8/2025), Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyosialisasikan rencana pekerjaan tersebut kepada masyarakat di Halaman Balai Kelurahan Penyengat. Sosialisasi dilakukan Gubernur setibanya dari pelaksanaan kunjungan kerja di Kabupaten Natuna.

BACA JUGA: BRK Syariah dan Pemkab Natuna Kolaborasi Ringankan Beban Pelaku UMKM

“Tahun ini ada pekerjaan lanjutan sekaligus pekerjaan baru untuk melengkapi berbagai kebutuhan infrastruktur di Pulau Penyengat. Pulau ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga penataan dilakukan secara kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan Kota Tanjungpinang,” ujar Gubernur Ansar.

Ia menegaskan, ke depan semua bangunan di Pulau Penyengat harus bernuansa pariwisata dan budaya, termasuk fasilitas umum seperti mushola dan puskesmas.

“Tahun ini Kementerian PUPR akan membangun enam ruas jalan dengan total panjang sekitar 2 km. Insya Allah semua tuntas tahun ini. Saya akan mengawasi langsung prosesnya, dan jika ada kendala, kita dudukkan bersama,” tambahnya.

Gubernur Ansar juga mengapresiasi kesadaran masyarakat yang telah menjaga kebersihan lingkungan

Sosialisasi kepada masyarakat ini turut dihadiri Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Kepri Rocky Adam, serta sejumlah Kepala OPD di lingkup Kepri. (Harun/Diskominfo Kepri)

“Saya berterima kasih dan memberikan penghormatan kepada masyarakat. Rumah-rumah bapak ibu sudah mulai bersih, ini menjadi modal besar bagi pariwisata kita,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kepri, Rocky Adam, menegaskan pentingnya penataan kawasan yang terintegrasi untuk meningkatkan daya tarik wisata Pulau Penyengat.

“Pekerjaan ini merupakan keberlanjutan program Kementerian PUPR yang sebelumnya pada tahun 2022 dan 2023 telah meningkatkan kualitas permukiman. Kami berharap pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu, dengan dukungan seluruh pihak dan partisipasi aktif masyarakat,” ungkapnya.

Dengan kelanjutan penataan tahap 3 ini, Pulau Penyengat diharapkan semakin memesona sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat.

Untuk diketahui, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan adalah Unit pelaksana teknis di lingkungan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (*/adv)

Artikel Pemprov Kepri dan Kementerian PUPR Lanjutkan Penataan Kawasan Pulau Penyengat Tahap 3 pertama kali tampil pada Kepri.

Aneh Tapi Nyata, Pengangguran di China Sewa Kantor untuk Pura-Pura Kerja

0
Ilustrasi kerja di kantor. (freepik)

batampos – Fenomena tren aneh kembali datang dari negara China. China terkenal dengan tren – tren unik dari masyarakatnya sendiri.

Ada tren yang melibatkan penganggur muda yang membayar perusahaan sekitar 30 – 50 yuan per hari (sekitar Rp65 ribu – Rp113 ribu), untuk menyewa ruangan kantor. Ruang kerja lengkap dengan meja, Wi-fi, ruang rapat, kopi, camilan, dan bos palsu untuk menciptakan ilusi bekerja secara nyata.

Layanan kantor pura – pura telah muncul di kota besar seperti, Dongguan, Shenzhen, Shanghai, Chengdu, Wuhan, Nanjing, Kunming, dan Hangzhou dengan biaya sekitar 30 – 50 yuan/hari. Salah satu pengguna fenomena ini bernama Xiaowen Tang (23) membayar sewa untuk pura – pura magang agar dapat ijazah, karena universitas meminta bukti magang untuk kelulusan.

“Fenomena ini sebagai cangkang pertahanan diri untuk menjaga martabat dalam ketidakpastian ekonomi,” kata Dr. Biao Xiang dari Max Planck Institute, dikutip dari Firstpost, Rabu (13/8).

Tren ini muncul karena banyak yang malu dan cemas bila dianggap penganggur oleh keluarga atau lingkungan. Menyewa ruang kantor, memperlihatkan mereka terlihat produktif.

Fenomena ini mencerminkan situasi di China, dikutip dari Firstpost:

1. Pengangguran tinggi yang menekan sikologis dan sosial, terutama di kalangan muda dengan latar pendidikan tinggi.
2. Solusi tidak konvensional untuk mempertahankan rutinitas dan citra normal dalam masyarakat yang sangat mengutamakan kerja dan prestasi.
3. Kesenjangan struktural antara harapan pendidikan dan ketersedian pekerjaan.

Fenomena ini mencerminkan tekanan besar yang dirasakan generasi muda pengangguran di China. Pendekatan melalui konseling dan dukungan keluarga bisa membantu tren ini perlahan menghilang.(*)

 

Reporter Juliana Belence

Artikel Aneh Tapi Nyata, Pengangguran di China Sewa Kantor untuk Pura-Pura Kerja pertama kali tampil pada News.

KPK Duga Ada Pejabat di Kemenkes Terlibat Kasus Dugaan Suap Pembangunan RS di Kotim

0
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur. (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga terdapat pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terlibat dalam kasus dugaan suap pembangunan rumah sakit di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim). Hal ini menyusul penggeledahan terhadap kantor Kemenkes, yang dilakukan tim penyidik KPK, pada Selasa (12/8).

“Tentu (diduga ada keterlibatan) karena yang tadi itu, terkait dengan desain dan lain-lain, itu yang membuat dari Kementerian Kesehatan,” kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (12/8).

Hal ini setelah KPK menggeledah kantor Kemenkes di Jakarta, pada Selasa kemarin. Bahkan, lembaga antirasuah turut menyegel salah satu ruang kantor di lingkungan Kemenkes.

Mengingat, dana alokasi khusus (DAK) pembangunan rumah sakit itu berasal dari Kemenkes. Sehingga, desain pembangunan rumah sakit harus berasal dari Kemenkes.

“Jadi, biar rumah sakitnya sesuai dengan memang yang dipersyaratkan seperti itu. Jadi, bentuk dan lain-lainnya, ruangan-ruangannya kan nanti juga akan disuplai dengan peralatan ya,” ucap Asep.

“Misalkan kalau kedokteran, kalau poli gigi ya harus alat-alat untuk kedokteran gigi, poli jantung, segala macam. Nah, desain-desain dari ruangan-ruangan itu memang harus sesuai. Nah, itu yang membuat desainnya dari Kementerian Kesehatan, Dirjen Kemenkes tadi,” imbuhnya.

KPK sebelumnya resmi menetapkan Bupati Koltim Abdul Azis (ABZ) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Penetapan tersangka itu dilakukan setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di tiga lokasi, yaitu Kendari, Jakarta, dan Makassar, pada Kamis (7/8).

Selain Abdul Azis, KPK juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka. Yakni PIC Kemenkes untuk pembangunan RSUD Andi Lukman Hakim (ALH), PPK proyek pembangunan RSUD Koltim Ageng Dermanto (AGD), pihak swasta PT Pilar Cerdas Putra (PCP) Deddy Karnady (DK), dan pihak swasta KSO PT PCP Arif Rahman (AR).

Atas perbuatannya DK dan AR sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan ABZ, AGD, dan ALH, sebagai pihak penerima disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 dan Pasal 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Artikel KPK Duga Ada Pejabat di Kemenkes Terlibat Kasus Dugaan Suap Pembangunan RS di Kotim pertama kali tampil pada News.

Gempa Guncang Kabupaten Bandung yang Berpusat di Laut

0
Ilustrasi gempa bumi. (Istimewa)

batampos – Gempa bumi dengan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Barat Daya Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (13/8) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi sekitar pukul 08.32 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada koordinat 7,66 Lintang Selatan dan 107,15 Bujur Timur.

Berdasarkan laporan BMKG, lokasi tersebut berada sekitar 82 kilometer barat daya Kabupaten Bandung dengan kedalaman 37 kilometer.

“Pusat gempa berada di laut 82 km Barat Daya Kabupaten Bandung,” tulis laporan BMKG, Rabu (13/8).

Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Berdasarkan laporan BMKG, intensitas gempa mencapai skala III MMI di Tegalbuleud, Campaka, Naringgul, Pagelaran, dan Garut.

Sementara itu, guncangan dengan intensitas II-III MMI dirasakan di Pelabuhan Ratu, Pangalengan, Tasikmalaya, dan Cianjur.

Skala MMI III berarti getaran dirasakan jelas di dalam rumah, seakan-akan truk besar melintas, sedangkan skala II-III menunjukkan getaran ringan yang dirasakan sebagian orang.

BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. (*)

Artikel Gempa Guncang Kabupaten Bandung yang Berpusat di Laut pertama kali tampil pada News.

Buku “Srikandi Mengawasi Pemilu” Dibedah di Batam

0
Bedah buku Srikandi Mengawasi Pemilu di di Ballroom Hotel Asia Link, Batam, Selasa (12/8).

batampos – Peran perempuan dalam menjaga integritas demokrasi mendapat sorotan khusus dalam peluncuran dan bedah buku Srikandi Mengawasi Pemilu yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI di Ballroom Hotel Asia Link, Batam, Selasa (12/8). Buku ini tak hanya mengisahkan kiprah para perempuan pengawas pemilu, tetapi juga menjadi upaya merekonstruksi sejarah yang kerap bias patriarki dan kolonialisme.

Ketua Panitia, Haryo Sudrajat, mengatakan bedah buku ini menjadi ajang refleksi sekaligus apresiasi terhadap peran penting perempuan dalam pengawasan pemilu. “Perempuan bukan sekadar pemilih. Mereka juga pelopor, penggerak, dan pengawas demokrasi,” ujarnya.

Menurut Haryo, kegiatan ini tidak hanya membedah isi buku, tetapi juga menyebarluaskan nilai dan pengalaman yang terkandung di dalamnya untuk mendorong partisipasi aktif perempuan di pemilu mendatang.

Baca Juga: Kak Seto: Batam Harus Jadi Kota Ramah Anak, Bukan Panggung Kekerasan

Ketua Bawaslu Kepri, Zulhadril Putra, menyebut Batam dipilih sebagai lokasi bedah buku karena memiliki posisi strategis dan baru pertama kali menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. “Kami ingin memberikan fasilitasi terbaik agar kegiatan ini bermanfaat dan menyemangati kawan-kawan pengawas di daerah,” katanya.

Sementara, Tenaga Ahli Bawaslu RI sekaligus editor buku, Apriyanti Marwah, menyebut Batam sebagai lokasi strategis yang menyimpan banyak kisah perjuangan perempuan yang belum banyak terungkap.

“Buku ini mengingatkan kita pada peran besar perempuan yang ikut berpikir, bergerak di masyarakat, bahkan berjuang di medan perang. Mereka bukan sekadar objek, tetapi subjek sejarah,” ujar Apriyanti.

Buku ini ditulis oleh 30 penulis, termasuk dua perempuan Bawaslu Kepri, yakni Maryamah, Kepala Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, serta Rosnawati, Kepala Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi.

Maryamah mengungkap tantangan ganda yang dihadapi perempuan pengawas pemilu. Selain harus berhadapan dengan dinamika politik di lapangan, mereka juga memikul “perang domestik” di rumah.

“Kita harus menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Saat tugas mendadak datang, kita wajib profesional, menyimpan masalah pribadi di ‘peti ajaib’ untuk diselesaikan nanti,” kata Maryamah.

Baca Juga: Pohon Tumbang Tutup Total Jalan di Sekupang, Pengendara Terpaksa Putar Balik

Sementara itu, Rosnawati menceritakan pengalamannya menembus stigma di dunia pengawasan pemilu. Sebagai perempuan berhijab syar’i, ia mengaku sering mendapat cibiran, bahkan dari sesama rekan kerja.

“Banyak yang meragukan kemampuan saya memimpin divisi penanganan pelanggaran. Tapi saya memilih membuktikan dengan kerja nyata, profesional, dan kolaborasi yang kuat,” tutur Ka Ros, sapaan akrabnya.

Menurut Rosnawati, kehadiran perempuan di posisi strategis pengawasan pemilu membuktikan bahwa demokrasi membutuhkan keberagaman perspektif. “Kerja keras adalah jawaban terbaik untuk semua keraguan,” tegasnya.

Bedah buku ini menjadi bagian dari rangkaian peluncuran Srikandi Mengawasi Pemilu yang sebelumnya telah digelar di Aceh dan Sumatera Selatan. Setelah Batam, kegiatan serupa akan dilanjutkan di sejumlah daerah lain di Indonesia. (*)

 

Reporter: Yashinta

 

Artikel Buku “Srikandi Mengawasi Pemilu” Dibedah di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Marc Marquez Dapat Motor Kompetitif untuk Tantang Rekor Kemenangan Bagnaia di MotoGP Austria 2025

0
Marc Marquez. (Instagram @marcmarquez93)

batampos – Pemimpin klasemen MotoGP 2025, Marc Marquez, diperkirakan akan mengakhiri penantian sembilan tahun untuk meraih kemenangan perdana di Red Bull Ring akhir pekan ini.

Dilansir dari laman Crash pada Rabu (13/8), pembalap pabrikan Ducati itu datang ke Grand Prix Austria dengan koleksi 120 poin, hasil dari delapan kemenangan utama dan 11 kemenangan sprint dalam 12 seri awal musim.

Sejak Grand Prix Austria kembali ke kalender MotoGP pada 2016, Red Bull Ring menjadi salah satu dari empat sirkuit di mana Marquez belum pernah menang sepanjang karier grand prix-nya.

Marc Marquez nyaris meraih podium tertinggi pada 2017, 2018, dan 2019, namun selalu finis kedua dalam duel sengit melawan Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo di lap terakhir.

Musim ini, Marquez telah mengakhiri paceklik kemenangan panjangnya, termasuk meraih kemenangan di Qatar.

Diketahui bahwa Pecco Bagnaia akan menjadi ancaman terbesar bagi Marquez, mengingat pembalap Italia itu memenangkan tiga edisi terakhir Grand Prix Austria.

Namun, Moreland juga mengingatkan bahwa kini Marquez mengendarai motor yang selama bertahun-tahun menjadi lawan tangguhnya, sehingga peluang menang terbuka lebar.

Marc Marquez diprediksi akan melanjutkan tren lima kemenangan beruntunnya. Ia menilai performa Bagnaia tidak akan setangguh musim-musim sebelumnya di Red Bull Ring.

Motor Ducati GP25 yang dikendarai Marquez sangat cocok dengan karakter sirkuit ini, dan performa sang pembalap membuatnya sulit ditandingi.

Marc Marquez yang sebelumnya hampir menang di sirkuit ini meski mengendarai Honda, yang dikenal kurang kompetitif di lintasan dengan banyak tikungan akselerasi gigi rendah. Tahun lalu, Marquez tampil cepat dengan motor GP23 meski finis di luar podium.

Kini, kombinasi pengalaman, performa motor, dan kondisi fisik yang prima membuatnya difavoritkan meraih kemenangan perdana di Red Bull Ring.

Jika mampu menang, Marquez tidak hanya akan mencatat sejarah pribadi, tetapi juga memperlebar jaraknya di klasemen kejuaraan.

Para penggemar MotoGP dipastikan akan menantikan duel panas antara Marquez dan Bagnaia, meski sejumlah pengamat meyakini balapan kali ini bisa berlangsung terkendali di bawah dominasi sang juara dunia enam kali kelas utama tersebut. (*)

Artikel Marc Marquez Dapat Motor Kompetitif untuk Tantang Rekor Kemenangan Bagnaia di MotoGP Austria 2025 pertama kali tampil pada Olahraga.

Tiga Kali Tak Hadiri Panggilan Pemeriksaan, KPK Ancam Jemput Paksa Menas Erwin Djohansyah

0
Jubir KPK Budi Prasetyo. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa Direktur Utama PT Wahana Adyawarna, Menas Erwin Djohansyah, kembali tidak hadir panggilan pemeriksaan penyidik KPK, pada Selasa (12/8).

Menas Erwin sudah tiga kali tidak hadir memenuhi panggilan penyidik KPK, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pengurusan perkara di lingkungan Mahkamah Agung (MA).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan ketidakhadiran Menas Erwin Djohansyah kali ini merupakan yang ketiga kalinya secara berturut-turut. KPK sebelumnya telah mengagendakan panggilan pemeriksaan, pada Senin (4/8) dan Senin (28/7), tetapi tidak ada alasan ketidakhadiran.

“Hari ini saksi tidak hadir, dan sudah dua kali sebelumnya juga tidak hadir tanpa pemberitahuan,” kata Budi kepada wartawan.

Menurut Budi, KPK telah memberikan kesempatan yang cukup bagi saksi untuk memenuhi panggilan pemeriksaan secara sukarela.

Namun, absennya Menas Erwin Djohansyah tanpa alasan yang sah dianggap menghambat proses penyidikan kasus dugaan suap pengurusan perkara yang menjerat mantan Sekretaris MA, Hasbi Hasan.

“Kami mengimbau kepada yang bersangkutan untuk bersikap kooperatif,” tegasnya.

Budi menegaskan, KPK tidak akan segan mengambil langkah hukum, berupa penjemputan paksa apabila saksi kembali mengabaikan panggilan pemeriksaan.

“Tentunya KPK akan melakukan upaya sesuai ketentuan hukum untuk menghadirkan yang bersangkutan ke hadapan penyidik,” cetusnya.

Ancaman jemput paksa ini merupakan langkah yang biasa diambil KPK terhadap saksi atau tersangka yang berulang kali mangkir tanpa keterangan yang sah. Tindakan ini diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) untuk memastikan kelancaran proses penyidikan.

Dalam kasusnya, mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan divonis bersalah menerima suap Rp 11,2 miliar dan gratifikasi Rp 630 juta terkait pengurusan perkara di MA. Majelis hakim menjatuhkan hukuman enam tahun penjara serta denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

KPK kemudian mengembangkan penyidikan ke ranah tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dalam proses itu, KPK menetapkan sejumlah tersangka baru, di antaranya penyanyi Windy Yunita Bastari atau Windy Idol, serta kakaknya, Rinaldo Septariando. Selain itu, KPK juga menetapkan Menas Erwin sebagai tersangka pemberi suap kepada Hasbi Hasan dalam pengembangan perkara tersebut. (*)

Artikel Tiga Kali Tak Hadiri Panggilan Pemeriksaan, KPK Ancam Jemput Paksa Menas Erwin Djohansyah pertama kali tampil pada News.

Kak Seto: Batam Harus Jadi Kota Ramah Anak, Bukan Panggung Kekerasan

0
Seto Mulyadi. (jpg)

batampos – Jalanan Batam belakangan ramai oleh kabar yang tidak sedap. Tawuran pelajar dan balapan liar kembali marak, menyeret nama anak-anak dan remaja ke dalam sorotan publik. Seto Mulyadi, selaku Pemerhati Anak Nasional angkat bicara.

Bagi pria yang akrab disapa Kak Seto ini, Batam seharusnya menjadi kota yang aman dan ramah bagi anak, bukan panggung untuk aksi kekerasan dan adu nyali di jalanan.

Saat diwawancarai Batam Pos melalui pesan WhatsApp, Kak Seto menyampaikan bahwa perlu kampanye besar-besaran.

“Semua pihak harus turun tangan. Pemerintah, sekolah, orang tua, hingga tokoh masyarakat, semua punya peran,” tegasnya.

Baca Juga: 194 Kasus Kekerasan di Batam, 125 Korban adalah Anak Perempuan

Ia menyoroti kasus tawuran pelajar yang baru-baru ini terjadi di Batam, bahkan melibatkan alumni sekolah.

“Kalau sudah alumni, itu bukan anak-anak lagi. Maka prosesnya harus murni pidana sesuai undang-undang. Ketegasan seperti ini penting, agar menjadi pelajaran bagi yang lain dan tidak ada lagi yang membujuk adik kelasnya untuk ikut tawuran,” ucapnya.

Meski menekankan pentingnya penegakan hukum, Kak Seto mengingatkan bahwa langkah pencegahan tidak boleh hanya mengandalkan hukuman. Remaja, kata dia, adalah masa di mana energi dan semangat sedang meluap-luap. Jika tidak diarahkan, energi itu bisa lari ke hal-hal negatif, seperti tawuran atau balapan liar tadi.

“Maka kita harus menyediakan gelanggang remaja atau panggung kreatif. Di situ mereka bisa menyalurkan bakatnya, entah itu di bidang seni, olahraga, atau kegiatan lain yang membangun bakat yang positif,” jelasnya.

Baca Juga: Buron Setahun, Pelaku Penikaman Ditangkap Polisi saat Kembali ke Batam

Kak Seto menilai, banyak remaja yang terlibat tawuran sebenarnya berangkat dari perasaan gagal. Kebanyakan merasa bahwa prestasi hanya diukur dari nilai akademik. Padahal, cerdas itu bukan hanya pintar matematika, biologi, atau fisika.

“Ada anak yang cerdas menyanyi, menari, berolahraga. Semua itu harus diapresiasi. Kalau bakat mereka diakui, rasa percaya diri akan tumbuh, dan mereka tidak mencari pengakuan lewat jalan yang salah,” katanya.

Ia juga menyoroti perlunya pembatasan jam malam untuk remaja. Ia membayangkan, jika RT dan RW ikut berperan, maka setiap remaja yang berkeliaran larut malam bisa langsung diingatkan.

“Ini langkah sederhana, tapi efektif. Kita jaga anak-anak ini dari hal-hal yang tidak perlu,” ucapnya.

Dari sisi pendidikan, Kak Seto mendorong agar sekolah menciptakan suasana yang ramah anak. Guru, kata dia, sebaiknya menjadi sahabat, bukan sekadar pengajar yang hanya melihat nilai. Etika juga harus menjadi bagian penting dalam pendidikan.

“Kalau ada anak yang berperilaku baik, hargai itu, walaupun nilai pelajarannya biasa saja. Karena di luar sana, banyak anak pintar yang justru tidak memiliki etika,” ujarnya.

Baca Juga: Pohon Tumbang Tutup Total Jalan di Sekupang, Pengendara Terpaksa Putar Balik

Selain itu, ia menegaskan pentingnya menanamkan nasionalisme sejak remaja. Menurutnya, semangat menjaga NKRI harus tumbuh dari masa muda. Pemerintah, dinas pendidikan, guru, dan orang tua, semua harus bersatu.

“Pendidikan itu bukan hanya di sekolah. Di rumah, orang tua harus aktif berkomunikasi dan bekerja sama dengan guru. Jangan sampai anak frustasi karena tidak diakui keunikannya,” pesannya.

Kak Seto menyampaikan pesan khusus untuk para remaja di Batam. Ia mengingatkan bahwa mereka adalah calon pemimpin bangsa.

“Kalian yang akan memimpin Indonesia Emas 2045. Jangan sampai kita malah menjadi Indonesia Cemas atau Lemas karena perilaku yang tidak bertanggung jawab sejak dini.” (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Kak Seto: Batam Harus Jadi Kota Ramah Anak, Bukan Panggung Kekerasan pertama kali tampil pada Metropolis.