Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 1424

50 Ribu Pendatang Masuk ke Batam

0
Caption foto, sejumlah warga tiba di pelabuhan domestik Sekupang. Foto Rengga
batampos – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mencatat sebanyak 50.543 jiwa masuk ke Kota Batam hingga awal Juli 2025. Jumlah tersebut tercatat melalui 28.015 Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI), dengan rincian 39.731 perempuan dan 10.812 laki-laki.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kota Batam, Yusfa Hendri, mengatakan, jumlah penduduk yang masuk ke Batam masih lebih tinggi dibandingkan dengan yang keluar. Tercatat, penduduk yang keluar dari Batam mencapai 36.291 jiwa melalui 17.134 SKPWNI, dengan rincian 18.029 laki-laki dan 18.262 perempuan.
“Jumlah pendatang yang masuk memang lebih banyak dibanding yang pindah keluar. Sebagian besar pendatang ini berada di usia produktif dan datang ke Batam untuk mencari pekerjaan,” ujar Yusfa, Rabu (9/7).
Menurutnya, perpindahan penduduk ke Batam dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti peluang kerja yang besar, penempatan tugas, mengikuti keluarga, hingga untuk melanjutkan pendidikan. Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan yang berkembang pesat menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi warga dari Pulau Sumatera dan Jawa.
Ia menjelaskan, mayoritas pendatang berasal dari Pulau Sumatera, khususnya dari Provinsi Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Barat. Sementara itu, warga yang pindah keluar dari Batam umumnya menuju daerah di luar Pulau Sumatera serta beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau.
Beberapa kecamatan di Batam juga mencatat peningkatan jumlah pendatang. Kecamatan Sekupang menjadi yang tertinggi dengan 8.949 orang, disusul Kecamatan Sagulung sebanyak 8.892 orang, dan Batam Kota sebanyak 7.723 orang.
Di sisi lain, Batam Kota juga mencatat jumlah penduduk terbanyak yang mengurus surat pindah, yakni sebanyak 5.930 orang, disusul Sagulung 5.540 orang, dan Sekupang 5.377 orang.
“Kebanyakan pendatang datang dengan tujuan mencari pekerjaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap permohonan pindah datang maupun pindah keluar harus melalui proses verifikasi yang ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan keakuratan data dan mencegah terjadinya duplikasi atau penyalahgunaan dokumen.
“Semua berkas harus diverifikasi, mulai dari catatan administrasi hingga pencocokan data. Kami tidak sembarangan mengeluarkan surat keterangan pindah,” tegasnya.
Salah seorang pendatang, Firdaus, 19, mengaku baru seminggu berada di Batam dan langsung mengurus surat pindah. Ia datang dari kampung halamannya dengan harapan bisa mendapat pekerjaan di Batam.
“Baru seminggu di Batam, saya langsung urus surat pindah. Mudah-mudahan bisa segera dapat pekerjaan,” ujarnya. (*) 
Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel 50 Ribu Pendatang Masuk ke Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Posko Khusus SPMB Resmi Ditutup, Sagulung dan Sungai Beduk Terbanyak Daftar Ulang

0
Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto. (F.Arjuna)

batampos – Layanan posko pendaftaran khusus bagi siswa yang sama sekali belum terdaftar sekolah, resmi ditutup pada Selasa (8/7) di Gedung Gurindam, Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam. Posko ini dibuka sebagai solusi terakhir bagi siswa yang terlewat dari tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.

Kepala Disdik Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan rekapitulasi jumlah siswa yang mendaftar melalui posko tersebut, sekaligus penempatan ke sekolah yang masih memiliki rombongan belajar (rombel).

“Sedang kita rekap, nanti kita infokan,” ujar Tri saat dikonfirmasi, Rabu (9/7).

Dari hasil pemantauan sementara, wilayah Sagulung dan Kecamatan Sungai Beduk tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah pendaftar terbanyak di posko khusus ini. Menurut Tri, berbagai alasan menyebabkan orang tua tidak mendaftarkan anaknya saat masa SPMB reguler dibuka.

“Rata-rata seluruh kecamatan di mainland ada yang datang ke posko. Tapi yang paling banyak dari Sagulung dan Sei Beduk,” tambahnya.

Alasan yang umum ditemui antara lain karena domisili kurang dari satu tahun, kelengkapan dokumen seperti akta kelahiran yang belum tersedia, hingga orang tua yang hanya memilih satu sekolah saat pendaftaran daring. Beberapa juga diketahui menargetkan sekolah tertentu, seperti SMPN 6 Batam, yang sudah kelebihan kuota dan tidak lagi bisa menampung siswa tambahan.

“Bahkan pendaftar yang sudah berlebih di sekolah tertentu pun tidak kita fasilitasi. Kita arahkan ke sekolah terdekat dengan domisili,” jelas Tri.

Ia memastikan bahwa proses layanan posko yang berlangsung sejak Rabu (2/7) hingga Senin (8/7) berjalan dengan lancar dan kondusif. Mayoritas yang datang ke posko disebut merupakan orang tua siswa Sekolah Dasar.

“Alhamdulillah semua proses kemarin berjalan aman dan terkendali,” katanya.

Tri menegaskan bahwa layanan posko ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Batam agar tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal pendidikan hanya karena persoalan teknis atau ketidaktahuan prosedur pendaftaran.

Selama proses SPMB, lanjut Tri, sejumlah kendala teknis memang ditemukan, terutama pada jalur zonasi. Tercatat sebanyak 984 kasus di jenjang SD dan 441 kasus di SMP terkait penggunaan Kartu Keluarga (KK) yang belum berusia satu tahun.

“Ini tentu berdampak pada sistem penilaian zonasi. Ada juga yang menggunakan KK dari luar Batam atau alamat yang tidak sesuai,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Posko Khusus SPMB Resmi Ditutup, Sagulung dan Sungai Beduk Terbanyak Daftar Ulang pertama kali tampil pada Metropolis.

Main Judi Daun Merah, Empat Pria di Bintan Diciduk Polisi

0

 

Penyidik menunjukkan barang bukti bersama tersangka judi daun merah di Mapolres Bintan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Empat pria diamankan polisi saat asyik bermain judi daun merah menggunakan kartu remi di sebuah gubuk di kawasan Sungai Enam Laut, Kecamatan Bintan Timur, Sabtu (5/7/2025) sekitar pukul 16.40 WIB.

Keempat pria tersebut masing-masing berinisial M (37), W (29), S (52), dan VYS (23). Mereka ditangkap saat tengah berjudi di lokasi yang disebut kerap digunakan untuk aktivitas serupa.

Polisi menyita barang bukti berupa satu bundel kartu remi dan uang tunai sebesar Rp7.044.000 yang diduga merupakan uang taruhan.

“Penangkapan bermula dari laporan masyarakat soal aktivitas mencurigakan di sebuah gubuk di tepi jalan. Saat digeledah, benar saja, keempatnya tertangkap tangan sedang bermain judi kartu,” ujar Kasi Humas Polres Bintan, Iptu H.P. Bako kepada wartawan.

Setelah diamankan, para pelaku langsung dibawa ke Mapolres Bintan di Bintan Buyu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari keterangan awal, diketahui bahwa gubuk tersebut kerap dipakai untuk bermain judi.

Keempat pelaku diketahui berprofesi sebagai nelayan dan buruh harian.

Kini, mereka dijerat dengan Pasal 303 Ayat (1) ke-3 KUHP tentang perjudian, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto

Artikel Main Judi Daun Merah, Empat Pria di Bintan Diciduk Polisi pertama kali tampil pada Kepri.

Wabup Anambas Geram ASN Keluyuran saat Jam Dinas, Pengawasan Diperketat

0
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mulai memperketat disiplin aparatur sipil negara (ASN) setelah menerima laporan adanya pegawai yang keluyuran saat jam kerja.

Wakil Bupati (Wabup) Anambas, Raja Bayu, menanggapi serius laporan tersebut dan menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi ASN yang menghabiskan waktu dinas dengan duduk santai di warung kopi atau berkeliaran tanpa kejelasan tugas.

Laporan itu datang dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menemukan sejumlah ASN berada di luar kantor tanpa alasan jelas selama jam kerja berlangsung.

“Saya minta seluruh pegawai punya rasa tanggung jawab. Jangan saat jam kerja malah keluyuran atau duduk-duduk di warung kopi. Ini bukan contoh yang baik bagi pelayanan publik,” kata Raja Bayu, Rabu (9/7).

Politikus Partai Golkar ini menilai, kedisiplinan aparatur merupakan fondasi pelayanan publik yang profesional. Ia menekankan bahwa ASN harus menjadi teladan dalam etos kerja, bukan justru memberikan citra buruk dengan kelalaian.

Aktivitas di luar kantor tanpa urusan kedinasan, apalagi di jam kerja, dianggap sebagai bentuk pelanggaran disiplin yang tidak bisa ditoleransi.

Sebagai bentuk penegasan, Pemkab Anambas berencana meningkatkan frekuensi inspeksi mendadak (sidak) ke kantor-kantor dan titik-titik yang kerap dijadikan tempat berkumpul oleh ASN.

“Kita dibayar dari uang rakyat. Sudah sepatutnya kita bekerja maksimal dan tidak menyia-nyiakan waktu dinas,” ujar Raja Bayu.

Ia juga meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperketat pengawasan internal di lingkungan masing-masing. Menurutnya, pengawasan struktural harus berjalan bersamaan dengan pembinaan kedisiplinan yang berkelanjutan.

Langkah ini diambil demi menciptakan budaya kerja yang produktif dan menjamin mutu pelayanan publik yang diberikan pemerintah kepada masyarakat Anambas. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin

Artikel Wabup Anambas Geram ASN Keluyuran saat Jam Dinas, Pengawasan Diperketat pertama kali tampil pada Kepri.

Ekspor Batam Naik 13,20 Persen di Mei 2025, Amerika Serikat Jadi Negara Tujuan Utama

0
Ilustrasi ekspor melalui Pelabuhan Batuampar, Batam.

batampos – Nilai ekspor Kota Batam pada Mei 2025 tercatat mencapai US$ 1.797,48 juta, mengalami peningkatan sebesar 13,20 persen dibandingkan bulan sebelumnya (April 2025). Kenaikan ini didorong oleh lonjakan ekspor sektor nonmigas, yang naik 13,88 persen menjadi US$ 1.737,81 juta. Sebaliknya, ekspor sektor migas justru turun 3,63 persen menjadi US$ 59,67 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan peningkatan ekspor selama Mei ditopang terutama oleh golongan barang Mesin/Peralatan Listrik (HS 85) yang mencapai nilai ekspor tertinggi, yakni US$ 1.095,39 juta.

“Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$ 590 juta, atau berkontribusi 32,82 persen dari total ekspor Batam selama Mei,” ujar Eko, Rabu (9/7).

Dari sisi pelabuhan muat, Pelabuhan Batu Ampar mencatatkan nilai ekspor tertinggi senilai US$ 1.324,38 juta, disusul Pelabuhan Sekupang (US$ 279,40 juta), Kabil/Panau (US$ 128,37 juta), dan Belakang Padang (US$ 60,46 juta). Keempat pelabuhan ini menyumbang 99,73 persen dari total ekspor Mei 2025.

Secara kumulatif, nilai ekspor Kota Batam sepanjang Januari–Mei 2025 mencapai US$ 8.121,76 juta, atau naik 30,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Peningkatan ini juga dipicu oleh melonjaknya ekspor nonmigas sebesar 34,33 persen, ” tambahnya.

Selama lima bulan pertama 2025, ekspor nonmigas terbesar tetap didominasi oleh barang golongan Mesin/Peralatan Listrik (HS 85) senilai US$ 4.112,29 juta (52,89 persen), disusul Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS 84) sebesar US$ 812,73 juta, dan Kapal Laut (HS 89) senilai US$ 590,95 juta.

Komoditas lain yang berkontribusi besar antara lain Besi dan Baja (HS 73), Kokoa/Coklat (HS 18), serta Produk Kimia (HS 38).

Menariknya, ekspor ke Amerika Serikat mengalami lonjakan 62,05 persen dibandingkan April 2025, dan naik 68,45 persen dibandingkan Mei 2024. Sepanjang Januari–Mei 2025, nilai ekspor ke Negeri Paman Sam mencapai US$ 2.102,60 juta, diikuti oleh Singapura (US$ 1.988,94 juta) dan Arab Saudi (US$ 543,07 juta).

Dari sisi volume, Pelabuhan Batu Ampar juga mencatatkan volume ekspor terbesar selama Mei 2025 dengan berat 163,53 ribu ton, naik 21,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Secara kumulatif, volume ekspor dari pelabuhan ini mencapai 760,77 ribu ton, berkontribusi 40,48 persen dari total volume ekspor Batam sepanjang 2025,” pungkasnya.  (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Ekspor Batam Naik 13,20 Persen di Mei 2025, Amerika Serikat Jadi Negara Tujuan Utama pertama kali tampil pada Metropolis.

Korban Investasi Bodong Rp7,3 M di Lingga Berharap Keadilan, Kejari Perketat Proses Hukum

0
Dina, korban penipuan modus investasi bodong yang dilakukan oleh tersangka SR. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Harapan untuk mendapatkan keadilan terus disuarakan para korban kasus dugaan investasi bodong yang menyeret nama mantan karyawan BNI Life KCP Dabo Singkep berinisial SR.

Total kerugian dalam perkara ini mencapai Rp7,3 miliar, dengan sedikitnya 30 korban yang telah melapor. Hingga kini, perkara masih bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga.

Kejari Lingga baru-baru ini kembali mengembalikan berkas perkara untuk kedua kalinya kepada penyidik Satreskrim Polres Lingga karena dinilai belum memenuhi kelengkapan formil dan materil.

“Berkas sudah tiga kali masuk ke kami. Yang terakhir ini pun masih kami pelajari. Beberapa unsur hukum belum terpenuhi,” kata Kasi Pidum Kejari Lingga, Dhonny Armandos, Senin (7/7).

Langkah tegas Kejari Lingga justru mendapat dukungan dari para korban, yang menilai penanganan ini lebih berhati-hati dan tidak gegabah seperti banyak kasus serupa lainnya. Namun, mereka tetap berharap proses bisa segera berjalan ke tahap persidangan.

Dina, salah satu korban yang mengaku kehilangan uang sebesar Rp1,3 miliar, menyambut positif sikap Kejari yang dinilai serius dalam menangani kasus ini.

“Kami ingin kejelasan, kemana sebenarnya aliran dana kami para korban. Kami berharap ada transparansi dan penyelesaian tuntas,” ujar Dina, Rabu (9/7).

Dina menuturkan, SR beberapa kali mendatangi rumahnya dan meminjam uang dengan janji akan mengembalikan dalam waktu singkat dan dengan jumlah lebih besar.

“SR bilang dia butuh dana agar target penjualan tercapai dan bisa promosi jabatan. Janjinya, uang saya akan dikembalikan dalam 10 hari dengan tambahan keuntungan. Tapi semua itu bohong,” tambahnya.

Sementara itu, dari pihak penyidik Polres Lingga, Kasat Reskrim Iptu Maidir Riwanto menyatakan bahwa pihaknya sudah melengkapi berkas sesuai petunjuk jaksa dan kini tinggal menunggu hasil evaluasi lanjutan dari Kejari.

Namun, yang membuat korban semakin resah adalah fakta bahwa tersangka SR kini tidak lagi ditahan karena masa penahanan telah habis.

“Penahanan awal 20 hari dan perpanjangan 40 hari sudah selesai. Maka sesuai prosedur, tersangka kami kembalikan ke rumah,” jelas Maidir.

Meski begitu, pihaknya memastikan proses hukum tetap berjalan. Kasus ini sebelumnya sempat viral di media sosial, mengundang perhatian publik karena nilai kerugian yang besar dan jumlah korban yang banyak.

Para korban kini berharap besar kepada Kejaksaan Negeri Lingga untuk menyelesaikan perkara ini secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Korban Investasi Bodong Rp7,3 M di Lingga Berharap Keadilan, Kejari Perketat Proses Hukum pertama kali tampil pada Kepri.

Presiden Tugasi Berkantor di Papua, Gibran: Saya Bisa Bekerja di Mana Saja

0
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menjawab pertanyaan wartawan di Klaten, Jawa Tengah (9/7). (Humas Setwapres)

batampos – Kabar penugasan Presiden Prabowo Subianto kepada Wapres Gibran Rakabuming untuk berkantor di Papua jadi perbincangan publik. Gibran mengaku siap menjalankan tugas itu. Dia mengatakan bersedia berkantor di mana pun.

Jawaban tersebut disampaikan Gibran di sela kunjungan kerja meninjau Central Lurik di Desa Mlese, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (9/7). Putra sulung Joko Widodo (Jokowi) itu mengatakan penugasan Presiden kepada Wapres untuk mengawal pembangunan Papua bukan hal baru. Dia mengungkapkan penugasan serupa juga pernah dijalankan Wapres Ma’ruf Amin, atas penugasan Presiden Jokowi.

Bahkan dalam menjalankan tugas tersebut, Ma’ruf Amin sempat berkantor sekitar satu pekan di Papua. Selama di sana, Ma’ruf menerima laporan soal pembangunan Papua dari berbagai elemen masyarakat Papua. Termasuk juga mengunjungi sejumlah daerah di Papua.

Gibran menegaskan dirinya sebagai pembantu Presiden, siap ditugaskan di mana pun dan kapan pun. Informasi sebelumnya, penugasan mengawal pembangunan Papua itu bakal tertuang dalam Keppres. “Misalnya Keppres-nya belum keluar, kami siap,” kata mantan Walikota Solo itu.

Dia juga mengatakan selama ini sering menugaskan staf di kantor Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) untuk terjun ke Papua. Misalnya untuk menyalurkan bantuan laptop penunjang pendidikan, dan lainnya. Jadi dia menegaskan penugasan dari Presiden untuk Wapres mengawal Papua bukan hal baru.

Soal teknis apakah nanti boyongan kantor ke Papua, Gibran mengatakan siap bekerja dimana saja. “(Bisa bekerja) di Kebon Sirih (Istana Wakil Presiden), di IKN kalau Desember nanti sudah siap, di Papua, atau bahkan di Klaten,” katanya.

Dia mengatakan sebagai pembantu Presiden harus sering keliling daerah. Untuk berinteraksi dengan masyarakat. Khususnya para pelaku usaha, petani, pedagang, dan lainnya. Supaya bisa mengetahui secara langsung masalah yang dihadapi masyarakat. Kemudian mencarikan solusinya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Presiden Tugasi Berkantor di Papua, Gibran: Saya Bisa Bekerja di Mana Saja pertama kali tampil pada News.

Dorong Inovasi Produk Lokal, Disperindagkop UMKM Lingga Gelar Pelatihan Kewirausahaan

0
Pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan oleh Disperindagkop UMKM Kabupaten Lingga untuk para pelaku usaha, Rabu (9/7). F. Vatawari/Batam Pos

batampos – Upaya mendorong inovasi dan peningkatan daya saing produk lokal terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Lingga. Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM), pelatihan kewirausahaan kembali digelar.

Kegiatan yang mengusung tema “Inovasi Produk dan Perluasan Akses Pangsa Bagi Pelaku Usaha Kabupaten Lingga” ini, berlangsung di Pantai Tanjung, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Rabu (9/7), dan akan berlanjut selama dua hari ke depan. Pelatihan ini menyasar langsung para pelaku UMKM lokal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Pelaksana tugas (Plt) Disperindagkop UMKM Lingga, Febrizal Taufik mengatakan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan mutu kewirausahaan para pelaku usaha lokal, khususnya dalam menciptakan produk yang inovatif dan berdaya saing.

“Kami datangkan langsung pemateri dari Disperindagkop UMKM Provinsi Kepulauan Riau yang berkompeten di bidang analisis perdagangan. Harapannya, pelaku usaha dapat mengembangkan inovasi dan memperluas pasar mereka,” kata Febrizal kepada wartawan.

Menurutnya, pelatihan ini juga menjadi sarana penyegaran bagi pelaku UMKM dalam memahami pentingnya legalitas usaha, seperti kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal, demi meningkatkan kepercayaan konsumen.

Salah satu peserta pelatihan, Ema, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia menyebut, materi yang diberikan sangat aplikatif dan membuka wawasan dalam menjalankan usahanya.

“Saya dapat banyak ilmu baru, termasuk strategi memperluas pasar dan inovasi produk. Ini sangat membantu usaha kami agar bisa naik kelas,” ungkap Ema. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Dorong Inovasi Produk Lokal, Disperindagkop UMKM Lingga Gelar Pelatihan Kewirausahaan pertama kali tampil pada Kepri.

Polairud Polda Kepri Tangkap Komplotan Perompak Laut

0
ilustrasi. Bendera jolly roger Bajak Laut Topi Jerami berkibar di kapal mereka. Mereka adalah kru perompak utama di One Piece. (One Piece Adventure Fandom – Wiki)

batampos– Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Riau berhasil menangkap sejumlah pelaku yang diduga merupakan komplotan perompak laut yang kerap beraksi di perairan Kepri. Penangkapan dilakukan dalam sebuah operasi khusus pada Rabu pagi (9/7).

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri, Kompol Syaiful Badawi, membenarkan adanya penangkapan terhadap kelompok yang selama ini meresahkan nelayan dan pelaut.

“Sudah kita amankan beberapa pelaku beserta barang bukti berupa kapal speed boat,” ujar Kompol Syaiful Badawi, Rabu pagi.

BACA JUGA: Polairud Dalami Profesi Ketujuh Perompak Tugboat Bermuatan Besi Scrub

Ia mengatakan, saat ini kasus masih dalam tahap pengembangan. Penyidik masih terus mendalami keterangan para tersangka untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas.

Disinggung soal lokasi penangkapan, jumlah pelaku yang ditangkap, serta asal kelompok ini, Kompol Syaiful belum mau membeberkan secara rinci.

“Nanti kita infokan, masih dalam pengembangan,” tambahnya.

Warga sekitar lokasi penangkapan menyaksikan langsung proses tersebut. Robby, seorang penambang pancung di Belakang Padang, mengatakan dirinya melihat petugas membawa beberapa orang dari sebuah boat kecil bermesin tempel.

“Sekitar jam enam pagi tadi, ada tiga atau empat orang dibawa. Boat-nya kelihatannya bukan dari Sekupang atau Belakang Padang. Mereka dibawa ke kapal Polairud. Kapalnya bermesin 15 PK, sepertinya ada dua mesin,” ujar Robby saat ditemui di pelantar.

Ia menambahkan, tangan para pelaku tampak dalam kondisi terikat menggunakan kabel ties saat digiring ke kapal milik Ditpolairud.

“Langsung dibawa petugas. Enggak lama kemudian, kapal berangkat. Yang jelas mereka bukan orang sinilah lah (Belakang Padang atau Sekupang), karena kalau orang sini pasti saya kenal,” tambahnya.

Penambang lain yang juga berada di pelantar menduga kapal yang digunakan para pelaku berasal dari wilayah Bengkong. “Kalau lihat dari bentuk kapalnya, sepertinya itu boat dari arah Bengkong. Bukan boat dari kawasan sini,” ujarnya.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami identitas serta jaringan para pelaku. Dugaan sementara, kelompok ini bukan pemain baru dan telah beberapa kali melancarkan aksinya di jalur pelayaran padat, baik terhadap kapal barang maupun kapal nelayan. (*)

Reporter: Rengga

 

Artikel Polairud Polda Kepri Tangkap Komplotan Perompak Laut pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelindo Tegaskan Komitmen Kepatuhan dan Tata Kelola dalam Implementasi E-Ticketing Pelabuhan SBP

0
Para penumpang di Pelabuhan SBP Tanjungpinang saat masuk ke pintu keberangkatan. F. Pelindo untuk Batam Pos

batampos– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan komitmennya untuk taat pada proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung penuh langkah-langkah penegakan hukum oleh aparat yang berwenang terkait proses penyelidikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri) dalam implementasi sistem e-ticketing di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP)

“Pelindo akan terus kooperatif dengan pihak berwajib dalam proses penyelidikan masalah tersebut, harapannya hal ini bisa diungkapkan dengan jelas sehingga mendapatkan kepastian hukum bagi semua pihak khususnya masyarakat pengguna jasa setia Pelindo”, ujar General Manager Pelindo Cabang Tanjungpinang, Tonny Hendra Cahyadi.

Pelaksanaan sistem e-ticketing sejalan dengan program nasional Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, yang ditujukan untuk mendorong digitalisasi pelayanan publik di sektor transportasi laut.

BACA JUGA: Pelindo Tanjungpinang Terus Tingkatkan Fasilitas di Pelabuhan SBP Tanjungpinang

Mengacu pada ketentuan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 33 Tahun 2023 tentang Penerapan Pelayanan Tiket Secara Elektronik (E-Ticketing) pada Kapal Penumpang di Pelabuhan dan Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau Nomor: B/552.3/19/DISHUB-SET/2023 tanggal 26 Juni 2023 tentang Penerapan E-Ticketing Kapal Penumpang di Pelabuhan yang dalam pelaksanaannya turut melibatkan koordinasi antara operator kapal, aplikator, dan pihak regulator pelabuhan.

Implementasi e-ticketing yang sudah berjalan sejak tahun 2024 di Terminal Sri Bintan Pura ini merupakan bagian dari penerapan digitalisasi layanan kepelabuhanan yang menghadirkan kemudahan bagi pengguna jasa untuk melakukan pemesanan tiket secara online, yang berdampak signifikan dalam mengurangi antrean di loket dan kepadatan penumpang di terminal, terutama di musim Lebaran serta Natal dan Tahun baru. Tak hanya itu, e-ticketing juga meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi dengan pencatatan data manifest penumpang yang lebih akurat.

Tonny menambahkan Pelindo sebagai fasilitator di Pelabuhan Sri Bintan Pura, menghormati langkah penyelidikan yang dilakukan oleh Kejati Kepri dan siap memberikan dukungan yang diperlukan dalam rangka memastikan kejelasan dan akuntabilitas dalam proses pelayanan publik di pelabuhan. Pihaknya juga terbuka terhadap masukan masyarakat dan menegaskan kembali komitmen Pelindo terhadap tata kelola yang baik.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan setiap lini operasional berdasarkan prinsip GCG dan terbuka terhadap pengaduan masyarakat melalui kanal Pelindo Bersih” pungkas Tonny.

Pelindo akan terus menjalankan proses bisnis sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan mendorong transparansi melalui saluran pengaduan resmi Pelindo Bersih, sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap layanan publik yang bersih dan akuntabel. Saluran pelaporan tersebut dapat diakses melalui email ke [email protected], serta laman resmi di https://pelindobersih.pelindo.co.id. (*/adv)

Artikel Pelindo Tegaskan Komitmen Kepatuhan dan Tata Kelola dalam Implementasi E-Ticketing Pelabuhan SBP pertama kali tampil pada Kepri.