Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1447

Kepala BP Batam Hentikan Aktifitas Cut and Fill di Lokasi Hotel Vista

0
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad (bertopi) di lokasi okasi aktivitas cut and fill yang berada di lokasi Hotel Vista, Jumat (11/7/2025).

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra melakukan peninjauan ke lokasi aktivitas cut and fill yang berada di lokasi Hotel Vista, Jumat (11/7/2025).

Dalam peninjauan itu, Amsakar menegaskan pihaknya menghentikan sementara aktivitas cut and fill yang dilakukan perusahaan, mengingat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu dan mengakibatkan jalan tidak rata (tanah timbul) dan pecahnya pipa air bersih akibat pergeseran tanah.

“Kami sengaja turun ke lokasi Vista ini karena beberapa hari terakhir kami sudah cek BMKG, ke depan cuaca cukup ekstrim. Kesimpulannya, untuk antisipasi pesoalan yang lebih luas kita hentikan aktivitas di sini,” tegas Amsakar.

Amsakar meminta pihak perusahaan untuk mengalihkan pekerjaan pada bagian bawah proyek dengan melakukan pembenahan dan perataan tanah yang saat ini menimbulkan tekanan berlebih.

“Kita minta itu diratakan, diatur sedemikian rupa. Jadi kalau besok masih ada alat berat itu konteksnya untuk melakukan pembenahan yang ada di bawah” ujar Amsakar.

Lebih lanjut, Amsakar menyebutkan, BP Batam dan Pemerintah Kota Batam juga telah menurunkan tim teknis untuk mempelajari pergerakan tanah di lokasi proyek. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menganalisis tekanan dan pergeseran lapisan tanah guna mencegah risiko lebih lanjut.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan direncanakan akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan kajian teknis terkait dampak pekerjaan ini,” jelas Amsakar.

Ia pun berharap dengan kehadirannya tidak ada lagi pemahaman yang keliru atau isu dalam penanganan di lapangan sehingga pekerjaan bisa dilakukan maksimal dan menyeluruh. (a)

Artikel Kepala BP Batam Hentikan Aktifitas Cut and Fill di Lokasi Hotel Vista pertama kali tampil pada Metropolis.

Kepala BP Batam Hentikan Aktifitas Cut and Fill di Lokasi Hotel Vista

0
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad (bertopi) di lokasi okasi aktivitas cut and fill yang berada di lokasi Hotel Vista, Jumat (11/7/2025).

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra melakukan peninjauan ke lokasi aktivitas cut and fill yang berada di lokasi Hotel Vista, Jumat (11/7/2025).

Dalam peninjauan itu, Amsakar menegaskan pihaknya menghentikan sementara aktivitas cut and fill yang dilakukan perusahaan, mengingat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu dan mengakibatkan jalan tidak rata (tanah timbul) dan pecahnya pipa air bersih akibat pergeseran tanah.

“Kami sengaja turun ke lokasi Vista ini karena beberapa hari terakhir kami sudah cek BMKG, ke depan cuaca cukup ekstrim. Kesimpulannya, untuk antisipasi pesoalan yang lebih luas kita hentikan aktivitas di sini,” tegas Amsakar.

Amsakar meminta pihak perusahaan untuk mengalihkan pekerjaan pada bagian bawah proyek dengan melakukan pembenahan dan perataan tanah yang saat ini menimbulkan tekanan berlebih.

“Kita minta itu diratakan, diatur sedemikian rupa. Jadi kalau besok masih ada alat berat itu konteksnya untuk melakukan pembenahan yang ada di bawah” ujar Amsakar.

Lebih lanjut, Amsakar menyebutkan, BP Batam dan Pemerintah Kota Batam juga telah menurunkan tim teknis untuk mempelajari pergerakan tanah di lokasi proyek. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menganalisis tekanan dan pergeseran lapisan tanah guna mencegah risiko lebih lanjut.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan direncanakan akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan kajian teknis terkait dampak pekerjaan ini,” jelas Amsakar.

Ia pun berharap dengan kehadirannya tidak ada lagi pemahaman yang keliru atau isu dalam penanganan di lapangan sehingga pekerjaan bisa dilakukan maksimal dan menyeluruh. (a)

Artikel Kepala BP Batam Hentikan Aktifitas Cut and Fill di Lokasi Hotel Vista pertama kali tampil pada Metropolis.

Kepala BP Batam Hadiri Peresmian Pabrik Hilirisasi, Batam Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad (dua dari kanan)

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menghadiri peresmian pabrik PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA) di Kawasan Industri Tunas Prima, Kamis (10/7/2025).

Peresmian anak usaha dari PT Arsari Tambang ini, juga dihadiri langsung oleh Komisaris Utama Arsari Tambang, Hashim Djojohadikusumo; dan Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi RI/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu.

Amsakar Achmad menyambut baik peresmian perusahaan pembuat solder berbahan dasar timah tersebut.

Dengan dibangunnya pabrik hilirisasi sumber daya alam ini, diharapkan Kota Batam dapat memberikan kontribusi lebih terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

“Tentunya kami sangat bersyukur atas peresmian ini. Kami atas nama pemerintah, tentunya akan memberi pelayanan maksimal kepada investor yang akan berinvestasi di Kota Batam” ujar Amsakar.

Amsakar pun optimistis dengan pelayanan yang baik kepada investor, dapat menjadi kekuatan dan energi baru bagi masa depan Kota Batam yang berdaya saing secara global.

Sebagai penutup, Amsakar mengajak seluruh pihak untuk terus bekerjasama dalam menjaga iklim investasi yang kondusif di Kota Batam.

“Mari kita bekerja dengan sepenuh hati, untuk Batam yang lebih hebat dan lebih dahsyat lagi kedepannya,” tutupnya.

PT Stania berfokus dalam memproduksi solder berbahan dasar timah, yang digunakan dalam berbagai aplikasi elektronik seperti mobil listrik, handphone, dan peralatan rumah tangga.

Pabrik ini akan memproduksi solder dalam berbagai bentuk, mulai dari solder wire hingga solder paste, dengan menggunakan proses produksi, sistem, dan bahan baku yang rendah emisi karbon.

Selain itu, PT Stania akan menerapkan standar internasional ISO 9001, 14001, 50001, dan 45001 dalam pengendalian mutu, perlindungan lingkungan, manajemen energi, dan keselamatan kerja.

Dalam sambutannya, Komisaris Utama Arsari Tambang, Hashim Djojohadikusumo mengatakan telah memimpin berbagai pabrik di Cilegon, Cibinong maupun Cilacap. Namun, berdirinya PT Stania merupakan yang paling membanggakan dirinya selama kariernya di dunia usaha.

“Karena ini menjadi bukti bahwa kita mampu dalam hilirisasi. Saat ini produksinya baru berjalan satu line dan akan terus dikembangkan hingga delapan line,” ujarnya.

Dengan nilai investasi awal yang mencapai Rp 400 miliar, PT Stania bisa merekrut dapat memperkerkajan 80 orang dalam satu line produksi dan 640 orang jika delapan line produksi berjalan.

Untuk itu, ia berharap terus mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah sehingga pabrik ini dapat berkembang sesuai dengan target. (*)

Artikel Kepala BP Batam Hadiri Peresmian Pabrik Hilirisasi, Batam Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional pertama kali tampil pada Metropolis.

Kepala BP Batam Hadiri Peresmian Pabrik Hilirisasi, Batam Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad (dua dari kanan)

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menghadiri peresmian pabrik PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA) di Kawasan Industri Tunas Prima, Kamis (10/7/2025).

Peresmian anak usaha dari PT Arsari Tambang ini, juga dihadiri langsung oleh Komisaris Utama Arsari Tambang, Hashim Djojohadikusumo; dan Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi RI/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu.

Amsakar Achmad menyambut baik peresmian perusahaan pembuat solder berbahan dasar timah tersebut.

Dengan dibangunnya pabrik hilirisasi sumber daya alam ini, diharapkan Kota Batam dapat memberikan kontribusi lebih terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

“Tentunya kami sangat bersyukur atas peresmian ini. Kami atas nama pemerintah, tentunya akan memberi pelayanan maksimal kepada investor yang akan berinvestasi di Kota Batam” ujar Amsakar.

Amsakar pun optimistis dengan pelayanan yang baik kepada investor, dapat menjadi kekuatan dan energi baru bagi masa depan Kota Batam yang berdaya saing secara global.

Sebagai penutup, Amsakar mengajak seluruh pihak untuk terus bekerjasama dalam menjaga iklim investasi yang kondusif di Kota Batam.

“Mari kita bekerja dengan sepenuh hati, untuk Batam yang lebih hebat dan lebih dahsyat lagi kedepannya,” tutupnya.

PT Stania berfokus dalam memproduksi solder berbahan dasar timah, yang digunakan dalam berbagai aplikasi elektronik seperti mobil listrik, handphone, dan peralatan rumah tangga.

Pabrik ini akan memproduksi solder dalam berbagai bentuk, mulai dari solder wire hingga solder paste, dengan menggunakan proses produksi, sistem, dan bahan baku yang rendah emisi karbon.

Selain itu, PT Stania akan menerapkan standar internasional ISO 9001, 14001, 50001, dan 45001 dalam pengendalian mutu, perlindungan lingkungan, manajemen energi, dan keselamatan kerja.

Dalam sambutannya, Komisaris Utama Arsari Tambang, Hashim Djojohadikusumo mengatakan telah memimpin berbagai pabrik di Cilegon, Cibinong maupun Cilacap. Namun, berdirinya PT Stania merupakan yang paling membanggakan dirinya selama kariernya di dunia usaha.

“Karena ini menjadi bukti bahwa kita mampu dalam hilirisasi. Saat ini produksinya baru berjalan satu line dan akan terus dikembangkan hingga delapan line,” ujarnya.

Dengan nilai investasi awal yang mencapai Rp 400 miliar, PT Stania bisa merekrut dapat memperkerkajan 80 orang dalam satu line produksi dan 640 orang jika delapan line produksi berjalan.

Untuk itu, ia berharap terus mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah sehingga pabrik ini dapat berkembang sesuai dengan target. (*)

Artikel Kepala BP Batam Hadiri Peresmian Pabrik Hilirisasi, Batam Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional pertama kali tampil pada Metropolis.

Antisipasi Longsor, Kepala BP Batam Amsakar Achmad Hentikan Proyek Cut and Fill di Bukit Vista

0
Amsakar Achmad.

batampos– Badan Pengusahaan (BP) Batam menghentikan sementara aktivitas proyek cut and fill di kawasan Bukit Vista, Batam Center, Jumat (11/7). Hal itu menindaklanjuti kondisi tanah yang terus turun pasca cuaca extrem di Kota Batam.

Yang juga jadi pemicu pergerakan tanah dan berdampak pada infrastruktur di sekitarnya, termasuk pecahnya pipa-pipa air.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad, mengatakan penghentian ini merupakan tindak lanjut dari pengecekan lapangan yang dilakukan tim teknis.

“Lokasi ini beberapa hari terakhir menjadi pantauan kami. BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih akan berlanjut. Saya sendiri sudah dua kali turun ke sini, termasuk minggu lalu saat terjadi masalah pada pipa air,” ujar Amsakar saat meninjau lokasi, Jumat (11/7).

Ia menegaskan, seluruh aktivitas pemotongan dan pengurukan tanah (cut and fill) dihentikan sementara. Pihaknya akan berfokus pada pembenahan di bagian bawah, bukan lagi menimbun.

“Kalau terus ditimbun, dengan curah hujan tinggi, beban tanah bisa melonjak dari 10 ton menjadi 20 ton. Ini berbahaya,” kata dia.

Ia juga mengungkapkan, BP Batam telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR.

Hal itu untuk mengkaji kualitas dan kondisi tanah.

BACA JUGA: Periksa Proyek Cut and Fill, BP Batam Pastikan Tak Ada Pelanggaran

“Pak Panji dari Kementerian PUPR dijadwalkan turun minggu depan untuk mengkaji langsung kondisi geoteknis di lokasi. Kami harus pastikan ini tidak berdampak luas ke kawasan sekitar seperti Casablanca dan RS Awal Bros,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Batam, Lia Claudia Candra, yang turut mendampingi, menegaskan penghentian aktivitas ini termasuk peninjauan ulang izin pelaksanaan lapangan.

“Kalau perlu PL (Persetujuan Lingkungan)-nya akan kami cabut. Karena kami lihat langsung dampaknya ke masyarakat,” kata Lia.

Ia menegaskan, izin proyek tersebut bukan diterbitkan pada masa kepemimpinan dirinya dan Amsakar.

“Jadi izin bukan zaman Pak Am dan saya,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Infrastruktur BP Batam, Moris Limanto, menyampaikan pergerakan tanah di kawasan tersebut cukup cepat dan berisiko tinggi.

“Dalam sehari saja bisa terjadi pergeseran beberapa milimeter. Pipa-pipa sudah dua kali kami las, tetap pecah karena tanah terus bergerak,” jelasnya.

Menurut Moris, pihaknya akan melakukan kajian mendalam terhadap struktur dan tekanan tanah. “Luas area ini lebih dari 4 hektare. Beban tanah yang terlalu besar harus segera dikurangi sambil menunggu kajian teknis selesai,” ucapnya.

Dari pihak manajemen Vista, Rendi menyebut aktivitas cut and fill dilakukan di lahan seluas sekitar satu hektare. Area tersebut rencananya akan dibangun ballroom dan area F&B. Namun seluruh kegiatan fisik saat ini telah dihentikan sementara sesuai instruksi pemerintah.

“Akan dibangun Ballroom dan Area F&B,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

 

Artikel Antisipasi Longsor, Kepala BP Batam Amsakar Achmad Hentikan Proyek Cut and Fill di Bukit Vista pertama kali tampil pada Metropolis.

Antisipasi Longsor, Kepala BP Batam Amsakar Achmad Hentikan Proyek Cut and Fill di Bukit Vista

0
Amsakar Achmad.

batampos– Badan Pengusahaan (BP) Batam menghentikan sementara aktivitas proyek cut and fill di kawasan Bukit Vista, Batam Center, Jumat (11/7). Hal itu menindaklanjuti kondisi tanah yang terus turun pasca cuaca extrem di Kota Batam.

Yang juga jadi pemicu pergerakan tanah dan berdampak pada infrastruktur di sekitarnya, termasuk pecahnya pipa-pipa air.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad, mengatakan penghentian ini merupakan tindak lanjut dari pengecekan lapangan yang dilakukan tim teknis.

“Lokasi ini beberapa hari terakhir menjadi pantauan kami. BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih akan berlanjut. Saya sendiri sudah dua kali turun ke sini, termasuk minggu lalu saat terjadi masalah pada pipa air,” ujar Amsakar saat meninjau lokasi, Jumat (11/7).

Ia menegaskan, seluruh aktivitas pemotongan dan pengurukan tanah (cut and fill) dihentikan sementara. Pihaknya akan berfokus pada pembenahan di bagian bawah, bukan lagi menimbun.

“Kalau terus ditimbun, dengan curah hujan tinggi, beban tanah bisa melonjak dari 10 ton menjadi 20 ton. Ini berbahaya,” kata dia.

Ia juga mengungkapkan, BP Batam telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR.

Hal itu untuk mengkaji kualitas dan kondisi tanah.

BACA JUGA: Periksa Proyek Cut and Fill, BP Batam Pastikan Tak Ada Pelanggaran

“Pak Panji dari Kementerian PUPR dijadwalkan turun minggu depan untuk mengkaji langsung kondisi geoteknis di lokasi. Kami harus pastikan ini tidak berdampak luas ke kawasan sekitar seperti Casablanca dan RS Awal Bros,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Batam, Lia Claudia Candra, yang turut mendampingi, menegaskan penghentian aktivitas ini termasuk peninjauan ulang izin pelaksanaan lapangan.

“Kalau perlu PL (Persetujuan Lingkungan)-nya akan kami cabut. Karena kami lihat langsung dampaknya ke masyarakat,” kata Lia.

Ia menegaskan, izin proyek tersebut bukan diterbitkan pada masa kepemimpinan dirinya dan Amsakar.

“Jadi izin bukan zaman Pak Am dan saya,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Infrastruktur BP Batam, Moris Limanto, menyampaikan pergerakan tanah di kawasan tersebut cukup cepat dan berisiko tinggi.

“Dalam sehari saja bisa terjadi pergeseran beberapa milimeter. Pipa-pipa sudah dua kali kami las, tetap pecah karena tanah terus bergerak,” jelasnya.

Menurut Moris, pihaknya akan melakukan kajian mendalam terhadap struktur dan tekanan tanah. “Luas area ini lebih dari 4 hektare. Beban tanah yang terlalu besar harus segera dikurangi sambil menunggu kajian teknis selesai,” ucapnya.

Dari pihak manajemen Vista, Rendi menyebut aktivitas cut and fill dilakukan di lahan seluas sekitar satu hektare. Area tersebut rencananya akan dibangun ballroom dan area F&B. Namun seluruh kegiatan fisik saat ini telah dihentikan sementara sesuai instruksi pemerintah.

“Akan dibangun Ballroom dan Area F&B,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

 

Artikel Antisipasi Longsor, Kepala BP Batam Amsakar Achmad Hentikan Proyek Cut and Fill di Bukit Vista pertama kali tampil pada Metropolis.

PP Baru Berlaku, BP Batam Ambil Alih 16 Sektor Perizinan

0
Kepala BP Batam Amsakar Ahmad. Foto. Humas BP Batam

batampos – Dua peraturan pemerintah terbaru, yakni PP No 25 dan PP No 28 Tahun 2025, memberi sinyal kuat di mana segala bentuk perizinan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam akan dilimpahkan sepenuhnya kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hal ini termasuk perizinan yang selama ini masih diurus oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Implementasi kedua PP tersebut ke depan akan mengubah peta koordinasi antara Pemko Batam dan BP Batam. Akan tetapi, dengan satu kepala yang memimpin dua institusi, harmonisasi kebijakan mestinya bisa berjalan lebih efektif.

Wali Kota Batam yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut bahwa substansi PP No 25 Tahun 2025 sebenarnya merupakan penyempurnaan teknis dari regulasi sebelumnya, yakni PP No 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan KPBPB. Perubahan ini memberikan keistimewaan tersendiri bagi Batam sebagai kawasan khusus.

“Pada prinsipnya, PP 25 itu berbicara tentang pelayanan perizinan di KPBPB, yang di dalamnya memberikan pengecualian khusus kepada KPBPB Batam,” katanya, Jumat (11/7).

Perizinan yang diatur dalam PP tersebut terbagi ke dalam tiga kategori utama: Pelayanan Dasar (PD), Perizinan Berusaha (PB), dan Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PBUMKU). Ketiganya merupakan bentuk layanan yang akan ditangani langsung oleh BP Batam berdasarkan pengalihan kewenangan dari 11 kementerian/lembaga terkait.

Secara keseluruhan, terdapat 16 sektor usaha yang masuk dalam ranah kewenangan BP Batam berdasarkan aturan baru tersebut. Namun, sebelum implementasi menyeluruh dijalankan, BP Batam harus terlebih dahulu menyusun dan menyelesaikan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) sebagai dasar operasionalisasi perizinan.

“Setiap perizinan memerlukan empat hal yang jelas: apa syaratnya, bagaimana prosedurnya, berapa biayanya, dan kapan selesainya. Ini yang sedang kami kerjakan sekarang,” ujar Amsakar.

Sementara itu, PP No 28 Tahun 2025 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko menjadi payung utama bagi seluruh kawasan industri strategis, termasuk KPBPB Batam. Dengan pendekatan berbasis risiko, perizinan akan semakin disederhanakan tapi tetap memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan dan keberlanjutan.

Penguatan peran BP Batam dalam perizinan akan meningkatkan efisiensi pelayanan dan menarik lebih banyak investor ke Batam. Terlebih, Batam merupakan salah satu kawasan dengan potensi industri dan logistik terbesar di Indonesia.

“Transformasi ini bagian dari komitmen kita menjadikan Batam sebagai kawasan yang ramah investasi, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi,” kata dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel PP Baru Berlaku, BP Batam Ambil Alih 16 Sektor Perizinan pertama kali tampil pada Metropolis.

PP Baru Berlaku, BP Batam Ambil Alih 16 Sektor Perizinan

0
Kepala BP Batam Amsakar Ahmad. Foto. Humas BP Batam

batampos – Dua peraturan pemerintah terbaru, yakni PP No 25 dan PP No 28 Tahun 2025, memberi sinyal kuat di mana segala bentuk perizinan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam akan dilimpahkan sepenuhnya kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hal ini termasuk perizinan yang selama ini masih diurus oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Implementasi kedua PP tersebut ke depan akan mengubah peta koordinasi antara Pemko Batam dan BP Batam. Akan tetapi, dengan satu kepala yang memimpin dua institusi, harmonisasi kebijakan mestinya bisa berjalan lebih efektif.

Wali Kota Batam yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut bahwa substansi PP No 25 Tahun 2025 sebenarnya merupakan penyempurnaan teknis dari regulasi sebelumnya, yakni PP No 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan KPBPB. Perubahan ini memberikan keistimewaan tersendiri bagi Batam sebagai kawasan khusus.

“Pada prinsipnya, PP 25 itu berbicara tentang pelayanan perizinan di KPBPB, yang di dalamnya memberikan pengecualian khusus kepada KPBPB Batam,” katanya, Jumat (11/7).

Perizinan yang diatur dalam PP tersebut terbagi ke dalam tiga kategori utama: Pelayanan Dasar (PD), Perizinan Berusaha (PB), dan Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PBUMKU). Ketiganya merupakan bentuk layanan yang akan ditangani langsung oleh BP Batam berdasarkan pengalihan kewenangan dari 11 kementerian/lembaga terkait.

Secara keseluruhan, terdapat 16 sektor usaha yang masuk dalam ranah kewenangan BP Batam berdasarkan aturan baru tersebut. Namun, sebelum implementasi menyeluruh dijalankan, BP Batam harus terlebih dahulu menyusun dan menyelesaikan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) sebagai dasar operasionalisasi perizinan.

“Setiap perizinan memerlukan empat hal yang jelas: apa syaratnya, bagaimana prosedurnya, berapa biayanya, dan kapan selesainya. Ini yang sedang kami kerjakan sekarang,” ujar Amsakar.

Sementara itu, PP No 28 Tahun 2025 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko menjadi payung utama bagi seluruh kawasan industri strategis, termasuk KPBPB Batam. Dengan pendekatan berbasis risiko, perizinan akan semakin disederhanakan tapi tetap memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan dan keberlanjutan.

Penguatan peran BP Batam dalam perizinan akan meningkatkan efisiensi pelayanan dan menarik lebih banyak investor ke Batam. Terlebih, Batam merupakan salah satu kawasan dengan potensi industri dan logistik terbesar di Indonesia.

“Transformasi ini bagian dari komitmen kita menjadikan Batam sebagai kawasan yang ramah investasi, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi,” kata dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel PP Baru Berlaku, BP Batam Ambil Alih 16 Sektor Perizinan pertama kali tampil pada Metropolis.

Hadiri Diskusi PKN Tingkat I Angkatan LXII, Sekdaprov: “Birokrasi Adaptif Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik”

0
Sekdaprov Kepri Adi Prihantara memberikan kata sambutan dalam diskusi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXII 2025 di Hotel Asia Link, Batam, Kamis (10/7/2025). (Sumber: Panitia PKN)

batampos-Birokrasi yang adaptif akan berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Adi Prihantara menghadiri pertemuan dan diskusi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXII Tahun 2025, di Hotel Asia Link, Pelita, Kota Batam, Kamis (10/7/2025).

“Lewat kegiatan ini kita sangat berharap akan lahir kepemimpinan yang mampu membawa perubahan bagi kemajuan birokrasi yang lebih adaptif, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujar Sekdaprov dalam sambutannya.

Sekdaprov Kepri menyampaikan, bahwa kegiatan ini dirancang untuk membentuk pemimpin birokrasi yang kolaboratif dan transformatif, khususnya bagi pejabat tinggi madya.

“Kegiatan ini dapat menjadi pijakan dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan,” tambah Adi.

Adapun kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, diikuti oleh 32 peserta dari berbagai instansi, baik pusat maupun daerah. Peserta berasal dari kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian, kepolisian, hingga pemerintah daerah.

Pertemuan sekaligus diskusi mengusung tema “Pengembangan Kapasitas Kepemimpinan Birokrasi dalam Mendukung Astacita untuk Mewujudkan Indonesia Maju”, diisi dengan kunjungan lapangan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di daerah Bengkong, Kota Batam.

Terkait program MBG yang menjadi salah satu visi Presiden Prabowo dalam Astacita untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, Adi menjelaskan jika di Provinsi Kepri terdapat sebanyak 516.149 penerima manfaat yang akan dilayani oleh 253 satuan pelayanan MBG.

BACA JUGA: TPP Gaji 13 PNS Lingga Belum Cair, Sekda Pastikan Tetap Dibayarkan Setelah APBD-P

Ia juga menekankan pentingnya pengaturan regulasi yang jelas bagi setiap MBG sebagai satuan pelayanan penyedia makanan bergizi, terutama terkait wilayah distribusi. Hal ini penting mengingat Kepri merupakan daerah kepulauan dengan kondisi geografis yang berbeda dari provinsi di daratan.

“Hal ini tentu menjadi masukan bagi kami agar pengelolaan MBG di Kepri dapat dilakukan dengan lebih baik,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan Nasional dan Manajerial ASN LAN RI, Giri Sapto Aji, berharap kegiatan ini dapat menjadi semangat bersama untuk menjadi pemimpin sejati sekaligus agen perubahan bagi kemajuan birokrasi. (*)

Artikel Hadiri Diskusi PKN Tingkat I Angkatan LXII, Sekdaprov: “Birokrasi Adaptif Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik” pertama kali tampil pada Kepri.

BP Batam Pertimbangkan Kaji Ulang PKS dengan PT BIB

0
Bandara Hang Nadim, Batam. (f. Putut Ariyo / Batam Pos)

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan kekhawatirannya terhadap lambannya perkembangan pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang kini dikelola oleh PT Bandara Internasional Batam (BIB).

Dia membuka peluang untuk melakukan kaji ulang terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sebelumnya telah disepakati, sebagai upaya percepatan proyek strategis tersebut.

“Sementara ini pekerjaan yang sedang berjalan silakan dilanjutkan, termasuk yang sudah ditenderkan. Tapi ke depan, kita sangat mungkin melakukan kaji ulang terhadap PKS,” katanya, Jumat (11/7).

Menurutnya, kaji ulang diperlukan agar optimalisasi pembangunan BIB bisa dilakukan sesuai tenggat waktu yang ditetapkan. Pasalnya, hingga memasuki tahun keempat sejak penandatanganan PKS, progres proyek dinilai belum signifikan.

“Pergantian ke Bandara Internasional Batam itu perjalanannya relatif lambat. Kita ingin detail dari PKS ini dibahas lebih lanjut agar bandara bisa segera beroperasi dan pekerjaan ini tuntas,” jelas Amsakar.

Sebagai lembaga yang diberi amanah negara, BP Batam dan Pemko Batam memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan perubahan yang nyata dan signifikan, khususnya dalam pengelolaan aset strategis seperti bandara.

“Ini bagian dari ikhtiar kami. Salah satunya dengan membenahi kerja sama yang sudah ada,” kata Amsakar.

Terkait langkah konkret, ia menyebut akan memformulasikan sejumlah peraturan kepala (Perka) sebagai dasar perbaikan PKS sebelum dilakukan pembahasan lanjutan. “Setelah itu berjalan, kita bisa berdiskusi lagi,” tambahnya.

Pihaknya tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penataan ulang atas struktur kerja sama, termasuk menyangkut komposisi saham dan pembagian keuntungan (share) antara para pihak.

“Kalau memang ada problem soal saham, ya kita perbaiki. Kalau ada pihak yang seharusnya mendapat porsi lebih besar tapi justru lebih kecil, itu akan kita bahas juga,” katanya.

Pada akhirnya, Amsakar memastikan bahwa tujuan utama dari langkah-langkah ini adalah mempercepat operasionalisasi BIB sebagai pintu gerbang utama Batam yang mampu bersaing secara global.

“Intinya kami ingin barang ini cepat dijalankan,” ujar dia. (*) 

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Pertimbangkan Kaji Ulang PKS dengan PT BIB pertama kali tampil pada Metropolis.