Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1459

Hari Pertama Sekolah: Tangis, Tawa, dan Tas Baru di MIN Tanjungpinang

0
MIN Tanjungpinang
Suasana ruang kelas 1 yang dipenuhi murid baru pada hari pertama sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos

batampos – Suasana Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjungpinang pagi itu lebih riuh dari biasanya. Cuaca cerah ikut menemani langkah mungil para siswa baru yang untuk pertama kalinya mengenakan seragam putih bersih.

Wajah-wajah mereka tampak campur aduk: ada yang malu-malu, ada pula yang bersemangat, bahkan tak sedikit yang menangis karena belum siap berpisah dari orang tua.

Hari pertama sekolah memang selalu meninggalkan kesan tersendiri. Di halaman madrasah, para guru menyambut dengan senyum lebar dan tangan terbuka, menenangkan anak-anak yang masih gugup.

Beberapa anak tampak meronta, tak ingin lepas dari pelukan orang tua. Namun, ada pula yang justru tampak sumringah bertemu teman baru.

Sebagian besar siswa membawa perlengkapan serba baru: tas ransel warna-warni, botol minum karakter kartun, sepatu mengilap, hingga pena dan buku penuh stiker.

Mereka datang ditemani orang tua, kemudian diarahkan untuk berbaris sesuai kelas. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars MIN Tanjungpinang pun berkumandang mengiringi semangat pagi.

Wakil Kepala Sekolah, Aswati, menyebutkan bahwa antusiasme murid baru cukup tinggi. “Mereka masih malu-malu, tapi begitu diarahkan cepat tanggap dan mau mengikuti. Ini awal yang bagus membangun kebiasaan baik,” ujarnya.

Usai pengarahan dari kepala sekolah dan guru-guru, para siswa diajak masuk ke kelas masing-masing. Guru memanggil nama satu per satu. Ada yang menjawab percaya diri, ada pula yang hanya mengangguk pelan, menatap bingung. Kelucuan pun mewarnai momen ini. Ada yang salah masuk kelas, ada yang berbagi bekal lebih awal, bahkan ada yang spontan bertanya, “Bu Guru, kapan pulang?”

Momen haru dan lucu ini menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap awal tahun ajaran baru. “Alhamdulillah anak kami diterima di madrasah ini. Semoga bisa mengikuti pelajaran dengan baik,” ujar Firman, orang tua siswa, Senin (14/7).

Fokus dan Mandiri Sejak Hari Pertama

Pihak MIN Tanjungpinang telah menyiapkan program pengenalan madrasah atau Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) yang berlangsung selama lima hari.

Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter dan akhlak sejak dini. Murid diajarkan untuk fokus, mandiri, dan mengenal adab-adab dalam lingkungan sekolah Islam.

“Percayakan anak-anak kepada kami. Kami ingin mereka tak hanya cerdas, tapi juga punya karakter mandiri,” ujar Kepala Sekolah MIN Tanjungpinang, Suriyati.

Matsama digelar tanpa keterlibatan langsung orang tua. Guru-guru dan wali kelas bertugas penuh mendampingi siswa dengan kesabaran, meski harus mengulang instruksi berkali-kali.

“Kepada para orang tua, kami mohon biarkan kami membimbing anak-anak agar mereka siap belajar dan mandiri,” kata Suriyati. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar 

Artikel Hari Pertama Sekolah: Tangis, Tawa, dan Tas Baru di MIN Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Lapas Narkotika Tanjungpinang Sisir Blok Tahanan di Hari Libur

0
Lapas Narkotika Tanjungpinang
Kepala Satuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Tanjungpinang, saat melakukan giat trolling dengan menyisir kamar tahanan, Sabtu (12/7) lalu. F. Humas Lapas Narkotika Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Tanjungpinang meningkatkan pengawasan keamanan dengan melakukan penyisiran atau trolling di seluruh blok tahanan pada Sabtu (12/7), bertepatan dengan hari libur.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Narkotika Tanjungpinang, Aldi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari peningkatan kewaspadaan saat hari libur.

“Pada waktu hari libur, kami meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan giat trolling di setiap blok tahanan,” kata Aldi saat dikonfirmasi, Minggu (13/7).

Penyisiran dilakukan menyeluruh di sejumlah blok yang dihuni warga binaan, seperti Blok Hang Tuah, Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, Hang Nadim, hingga Blok Hasanuddin. Bahkan, area masjid di dalam lapas juga tidak luput dari perhatian.

Aldi menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh regu pengamanan (rupam) untuk memperketat kontrol, terutama di jam-jam rawan.

“Ini adalah upaya konkrit yang kami lakukan secara berkala untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Keamanan dan ketertiban menjadi atensi utama Kepala Lapas,” ujarnya. (*)

Reporter: Jailani

Artikel Lapas Narkotika Tanjungpinang Sisir Blok Tahanan di Hari Libur pertama kali tampil pada Kepri.

Pria Lompat ke Laut, Ngaku Buang Narkoba di Ponton Pelabuhan Karimun

0
Pria buang narkoba
Seorang penumpang berinisial Bf yang baru tiba dari Malaysia Diamankan petugas Bea Cukai Pelabuhan Internasional Karimun setelah sebelumnya sempat terjun ke laut. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos

batampos – Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial BF (43), warga Kecamatan Karimun, nekat melompat ke laut sesaat setelah tiba dari Malaysia, Senin (14/7) sekira pukul 09.00 WIB.

Aksi nekat itu dilakukan di Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun, usai BF diduga panik karena membawa narkoba dan berada di bawah pengaruh obat-obatan.

Menurut keterangan salah satu petugas pelabuhan yang enggan disebutkan namanya, BF awalnya telah menyelesaikan proses pengecekan paspor. Namun, saat hendak melalui pemeriksaan Bea Cukai, gelagatnya mencurigakan.

“Mulutnya komat-kamit seperti orang dalam pengaruh obat-obatan. Saat diperiksa lebih lanjut, dia mengaku membawa narkoba, tapi katanya sudah dibuang di ponton pelabuhan,” ujar petugas tersebut.

Tak lama kemudian, BF melompat dari ponton ke laut dan mencoba berenang ke bawah fondasi pelabuhan. Beruntung, kondisi air laut sedang surut sehingga petugas Bea Cukai bersama aparat lainnya dengan mudah mengamankan BF.

Jailani, seorang warga yang berada di pelabuhan saat kejadian, menyebut dirinya sempat melihat pria tersebut melompat ke laut.

“Saya lihat ada penumpang dari Malaysia yang tiba-tiba terjun ke laut. Petugas langsung ramai ke lokasi. Mungkin ada masalah narkoba,” kata Jailani.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait barang bukti narkoba yang disebut telah dibuang. Kasus ini kini dalam penanganan aparat penegak hukum. (*)

Reporter: Sandi Pramosinto 

Artikel Pria Lompat ke Laut, Ngaku Buang Narkoba di Ponton Pelabuhan Karimun pertama kali tampil pada Kepri.

KPHL Batam: Aktivitas di Hutan Lindung Panaran Tembesi Tanpa Izin Pemanfaatan Kawasan

0
Ilustrasi. Hutan mangrove di Batam

batampos – Aktivitas penimbunan dan penutupan alur sungai yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Panaran, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Bulang, dipastikan ilegal. Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam, Lamhot Sinaga, menegaskan kegiatan tersebut tidak memiliki izin pemanfaatan kawasan hutan sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

“Izin pemanfaatan kawasan hutan untuk aktivitas di lokasi tersebut tidak ada,” kata Lamhot, Minggu (13/7).

Menurutnya, kawasan tersebut berstatus hutan lindung yang harus dijaga kelestariannya. Segala bentuk pemanfaatan ruang di dalamnya wajib mendapatkan persetujuan resmi dari otoritas kehutanan.

Lamhot menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan bahkan pernah menghentikan aktivitas di lapangan. Surat teguran juga telah dikeluarkan kepada pihak yang diduga melakukan penimbunan.

Baca Juga: Reklamasi di Tembesi Diam-diam Terus Berjalan, Diduga untuk Galangan Kapal

“Sudah kami tindak. Kami juga keluarkan surat teguran kepada pihak yang kami temukan melakukan aktivitas tanpa izin itu,” ujarnya.

Lokasi penimbunan yang dimaksud dilaporkan oleh organisasi lingkungan Akar Bhumi Indonesia ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Dalam surat aduan resmi, Akar Bhumi menyampaikan bahwa kegiatan penimbunan mangrove dan penutupan alur sungai itu berpotensi melanggar berbagai regulasi lingkungan dan kehutanan.

Selain itu, kawasan yang dirusak juga merupakan lokasi program rehabilitasi mangrove oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Pada 2023 lalu, warga menanam sekitar 60 ribu bibit mangrove di lahan seluas 60 hektare, sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir.

“Penimbunan itu tak hanya melanggar hukum, tapi juga mengancam hasil kerja masyarakat yang sudah menanam puluhan ribu bibit mangrove. Ini jelas sangat merugikan,” tegas Hendrik Hermawan, Founder Akar Bhumi Indonesia.

Baca Juga: Akar Bhumi Laporkan Dugaan Perusakan Ekosistem Mangrove di Batam ke Kementerian

Tak hanya merusak lingkungan, kegiatan tersebut juga dinilai berdampak sosial. Sejumlah nelayan sekitar mengaku kesulitan melaut karena akses terganggu dan habitat pesisir yang rusak.

Ia juga meminta semua pihak menaati aturan dalam pengelolaan kawasan hutan. KPHL akan terus melakukan pengawasan dan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran di kawasan lindung. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra

Artikel KPHL Batam: Aktivitas di Hutan Lindung Panaran Tembesi Tanpa Izin Pemanfaatan Kawasan pertama kali tampil pada Metropolis.

Malu-Malu tapi Mau, Antusias Siswa Baru SDN 001 Tarempa Ikuti MPLS

0
MPLS SDN 001 Tarempa
Siswa baru di SD Negeri 001 Tarempa terlihat antusias mengikuti arahan guru saat MPLS meski masih malu-malu. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 001 Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, berlangsung penuh semangat, Senin (14/7). Meski beberapa siswa tampak masih malu-malu dan canggung, antusiasme mengikuti kegiatan tetap tinggi sejak pagi.

Puluhan siswa baru yang datang mengenakan seragam putih-putih terlihat tiba bersama orang tua mereka. Setibanya di sekolah, mereka disambut ramah oleh para guru dan panitia MPLS. Suasana hangat langsung terasa di halaman sekolah.

Wakil Kepala SD Negeri 001 Tarempa, Aswati, mengatakan bahwa semangat siswa baru tahun ini cukup menggembirakan. Meskipun mayoritas dari mereka masih tampak pendiam, para siswa menunjukkan respon cepat terhadap arahan yang diberikan.

“Mereka masih malu-malu, tapi begitu diarahkan, mereka cepat tanggap dan mau mengikuti. Ini awal yang bagus untuk membangun kebiasaan baik di sekolah,” ujar Aswati.

Selama kegiatan MPLS, para siswa dikenalkan pada guru-guru, diajak berkeliling lingkungan sekolah, serta mengikuti sejumlah permainan edukatif. Tujuannya agar siswa bisa mengenal sekolahnya secara menyenangkan dan tanpa tekanan.

Para guru juga terlihat sabar dalam membimbing siswa baru. Mereka membangun suasana yang aman dan nyaman dengan pendekatan personal dan komunikatif.

“Kami memahami ini pengalaman pertama bagi sebagian besar dari mereka. Jadi pendekatannya harus pelan-pelan, banyak komunikasi, dan dibuat seperti bermain,” ujar Aswati.

MPLS di SDN 001 Tarempa dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Sekolah berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Malu-Malu tapi Mau, Antusias Siswa Baru SDN 001 Tarempa Ikuti MPLS pertama kali tampil pada Kepri.

Reklamasi di Tembesi Diam-diam Terus Berjalan, Diduga untuk Galangan Kapal

0
Ilustrasi. Hutan mangrove di Batam

batampos – Aktivitas reklamasi yang merusak kawasan hutan bakau di Tembesi, Batuaji, Batam, ternyata sudah berlangsung hampir dua bulan. Meski sempat dihentikan oleh petugas dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam, kegiatan itu kembali berjalan secara diam-diam, bahkan hingga Sabtu malam (12/7).

Informasi tersebut diperoleh dari warga sekitar lokasi reklamasi yang enggan disebutkan namanya. “Sudah mau dua bulan itu kerja. Ada pemotongan bukit untuk menimbun akses jalan sepanjang kawasan hutan bakau. Masih terus berjalan, bahkan semalam juga mereka kerja,” ujar sumber tersebut kepada media, Minggu (13/7).

Ia menyebut kegiatan tersebut dilakukan mayoritas pada malam hari untuk menghindari pengawasan.

Warga menduga kegiatan reklamasi itu dilakukan untuk pembangunan kawasan industri galangan kapal. Namun hingga kini, tidak ada papan informasi resmi terkait peruntukan lahan maupun pihak pelaksana proyek.

Baca Juga: Beredar Informasi Pemerasan oleh Petugas Jaga Tahanan, Kapolresta Barelang: Tidak Benar dan Tidak Pernah Terjadi

“Yang kami dengar, katanya mau dibuat kawasan galangan kapal, tapi nggak ada keterangan apa-apa di lokasi,” tambahnya.

Sebelumnya, organisasi lingkungan Akar Bhumi Indonesia telah melaporkan aktivitas perusakan tersebut ke Kementerian Kehutanan RI pada Kamis (11/7). Dalam laporan itu disebutkan bahwa kegiatan penimbunan tanah telah merusak ekosistem mangrove serta menutup alur sungai di kawasan Hutan Lindung Panaran, Tembesi.

Ketua Akar Bhumi, Sonny Riyanto, menegaskan bahwa aktivitas tersebut melanggar UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan serta PP Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan Ekosistem Mangrove.

“Ini jelas-jelas pelanggaran serius terhadap kawasan lindung yang sangat vital bagi pesisir Batam,” ujarnya.

Menanggapi laporan itu, Kepala KPHL Unit II Batam, Lamhot Sinaga, menyebut bahwa pihaknya memang sempat menghentikan aktivitas tersebut awal pekan lalu. “Kami hentikan Selasa (8/7) setelah dapat laporan hari sebelumnya. Tapi mereka kerja malam, jadi susah kami tindak langsung di lokasi,” ungkapnya.

Menurut Lamhot, lokasi tersebut memang tidak memiliki izin, dan petugas sudah memberikan teguran tegas. Namun kenyataannya, aktivitas masih terus berjalan. “Kami butuh bantuan penegak hukum untuk tindak lanjut lebih jauh,” tambahnya.

Baca Juga: Nilai Impor Batam Naik 17 Persen, Tiongkok Jadi Negara Pemasok Terbesar

Hingga saat ini, identitas pelaku maupun perusahaan yang bertanggung jawab atas proyek reklamasi tersebut masih belum diketahui secara pasti. Akar Bhumi menyebut, penyelidikan dan penelusuran informasi terus dilakukan, termasuk melalui koordinasi dengan pihak kementerian dan instansi terkait lainnya.

Masyarakat sekitar mulai merasa dampak lingkungan dari aktivitas tersebut. Selain terganggunya aliran sungai, populasi ikan juga menurun drastis. “Dulu kami masih bisa tangkap ikan di sungai kecil itu, sekarang sudah keruh dan seperti lumpur karena ditimbun,” ujar warga lainnya.

Akar Bhumi berharap pemerintah pusat segera mengambil tindakan tegas dan menghentikan seluruh aktivitas di lokasi tersebut. Mereka juga menuntut transparansi mengenai rencana penggunaan lahan dan meminta proses hukum ditegakkan terhadap pelaku perusakan hutan lindung. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Reklamasi di Tembesi Diam-diam Terus Berjalan, Diduga untuk Galangan Kapal pertama kali tampil pada Metropolis.

Perhatian! Beli Beras SPHP Kini Wajib Difoto dan Tercatat Aplikasi

0
Stok Bulog Tanjungpinang
Stok beras premium dan medium di Gudang Bulog Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di Tanjungpinang dan Bintan kembali dilakukan setelah sempat dihentikan selama beberapa bulan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengeluarkan izin penyaluran kembali, dan kini Perum Bulog Cabang Tanjungpinang mulai mengalirkannya ke masyarakat.

“Penyaluran beras SPHP sudah kami mulai kembali di Tanjungpinang,” kata Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, Senin (14/7).

Namun, penyaluran kali ini diiringi dengan perubahan regulasi. Beras SPHP kini hanya boleh disalurkan melalui tiga jalur resmi: mitra pasar, Koperasi Kelurahan Desa (Kopdes) Merah Putih, serta Dinas Pangan Kota Tanjungpinang. Penyaluran melalui jalur permukiman seperti sebelumnya kini ditiadakan.

“Penyaluran kini lebih tertib dan terkontrol. Harus melalui tiga saluran tersebut,” ujar Arief.

Kopdes Merah Putih yang beroperasi di Tanjungpinang dan Bintan tetap mengambil stok beras langsung dari Bulog dan menjualnya ke masyarakat dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp13 ribu per kilogram.

Hal yang paling berbeda dari sistem distribusi kali ini adalah penerapan sistem digital berbasis aplikasi milik Bulog. Setiap penyaluran beras SPHP harus terekam dalam aplikasi, termasuk dokumentasi foto dari pembeli.

“Pembeli wajib difoto dan diunggah ke aplikasi. Tujuannya agar distribusi tepat sasaran dan menghindari penyimpangan,” kata Arief menegaskan.

Saat ini, stok beras SPHP di Gudang Bulog Tanjungpinang tercatat mencapai 2.500 ton. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dua wilayah, yakni Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, hingga lima bulan ke depan.

“Estimasi kami, stok ini cukup sampai akhir tahun,” tutup Arief. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Perhatian! Beli Beras SPHP Kini Wajib Difoto dan Tercatat Aplikasi pertama kali tampil pada Kepri.

Sekolah Rakyat Dimulai di 63 Titik se-Indonesia, Siswa Langsung Jalani Masa Orientasi

0
Seorang siswa merapihkan kamar di mess putra di Sekolah Rakyat dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Jakarta, Rabu (09/07/2025). (Hanung Hambatan/Jawa Pos)

batampos – Penyelenggaraan Sekolah Rakyat resmi dimulai hari ini, Senin (14/7). Sekolah untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem ini dibuka di 63 titik di seluruh Indonesia.

Sebelum dimulai, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo pun telah melakukan safari ke sejumlah titik Sekolah Rakyat untuk memastikan persiapan pembukaan pada hari ini.

Gus Ipul sempat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 8 Abiyoso Cimahi pada akhir pekan lalu untuk mengecek persiapan masa orientasi pada Senin, 14 Juli 2025.

“Masa orientasi akan digelar serentak di 63 titik dan 37 titik berikutnya menyusul pada akhir bulan,” ujarnya, dikutip Senin (14/7). Ia memastikan kepala sekolah, guru, hingga siswa sudah siap di 63 titik ini sudah siap.

Terkait Sekolah Rakyat Menengah Pertama 8 Abiyoso Cimahi, ia mengungkapkan bahwa gedung yang ditempati hanya sementara hingga satu tahun ke depan. Sebab, nantinya di Kabupaten Cimahi akan dibangun gedung Sekolah Rakyat yang permanen.

Untuk diketahui, Sekolah Rakyat Menengah Pertama 8 Abiyoso Cimahi memiliki jumlah siswa sebanyak 100 anak yang terbagi dalam 4 rombongan belajar. Rinciannya terdiri dari 50 anak laki dan 50 anak perempuan.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ada anak-anak dari keluarga yang belum beruntung yang putus atau bahkan belum pernah bersekolah.

Berdasarkan data BPS Susenas Maret 2024, terdapat 4.160.429 anak usia sekolah (7,63 persen) yang tidak atau belum pernah sekolah dan tidak sekolah lagi.

Selain itu, 74,51 persen kepala rumah tangga miskin ekstrem hanya berpendidikan SD ke bawah, menunjukkan kuatnya transmisi kemiskinan akibat rendahnya pendidikan orang tua.

Sehingga, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar mereka bisa sekolah di tempat berkualitas.

Sementara itu, Wamensos Agus Jabo juga telah resmi menutup kegiatan pembekalan bagi guru dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat yang telah dilaksanakan secara daring sejak 10-12 Juli 2025.

Pembekalan intensif ini diikuti oleh 1.569 guru dan tenaga pendidik dari berbagai wilayah Indonesia.

Selama tiga hari, peserta menerima materi terkait kurikulum Sekolah Rakyat, pendidikan inklusif dan ramah anak, pendekatan berbasis hak asasi manusia, serta pengenalan metode talent mapping yang relevan dengan karakter dan kebutuhan siswa.

Wamensos menekankan, guru Sekolah Rakyat tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga memiliki empati mendalam terhadap siswa yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Termasuk mereka yang berada dalam situasi telantar, tidak memiliki pengasuh, dan sangat rentan secara sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun relasi emosional dengan siswa dan keluarga.

“Kita sering bicara soal kemiskinan, tapi lupa bahwa hanya pendidikan yang benar-benar mampu memutus mata rantainya. Dan para guru Sekolah Rakyat adalah pelopornya,” tegasnya.

Usai menutup pembekalan, ia sempat meninjau secara langsung berbagai fasilitas yang akan digunakan oleh siswa Sekolah Rakyat yang akan mulai masuk pada Senin, 14 Juli 2025 di Poltekesos Bandung.

Peninjauan mencakup asrama, ruang kelas, dan laboratorium. Sebanyak 100 siswa yang terdiri dari 52 laki-laki dan 48 perempuan dijadwalkan masuk dan akan mengawali hari pertama mereka dengan pemeriksaan kesehatan gratis.

Selain kesiapan fasilitas asrama dan ruang belajar, Wamensos Agus Jabo juga meninjau langsung kesiapan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis yang akan dilaksanakan di hari pertama sekolah.

Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dari tahap awal orientasi siswa, untuk memastikan mereka dalam kondisi fisik yang layak mengikuti proses belajar.

“Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tapi rumah yang membentuk masa depan anak-anak kita. Mari kita wujudkan ini dengan sepenuh hati,” tuturnya.

Direktur Poltekesos Bandung Suharma menegaskan, bahwa seluruh fasilitas dan logistik siswa siap digunakan. meski ada hal-hal kecil yang tengah dilengkapi.

“Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di Poltekesos selama dua hari penuh. Kami sudah siapkan tim dan alur pelaksanaannya,” ungkapnya. (*)

Artikel Sekolah Rakyat Dimulai di 63 Titik se-Indonesia, Siswa Langsung Jalani Masa Orientasi pertama kali tampil pada News.

Tumpahan Solar di Simpang Garuda Bikin Tiga Pengendara Terjungkal

0
Tumpahan solar di Lingga
Warga setempat dibantu oleh Petugas Damkar membersihkan jalan di Simpang Garuda Dabo yang terkena tumpahan solar, Minggu malam (13/7). F. Rio untuk Batam Pos

batampos – Tiga pengendara sepeda motor dilaporkan terjungkal di ruas jalan Simpang Garuda menuju Bandara Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Insiden ini terjadi pada Minggu malam (13/7/2025) sekitar pukul 19.30 WIB, diduga akibat tumpahan solar di badan jalan.

Menurut keterangan warga setempat, Rio, kejadian bermula setelah waktu salat Isya. Saat itu, sejumlah pengendara mulai kehilangan kendali akibat kondisi jalan yang licin.

“Kejadiannya setelah Isya. Sudah ada pengendara yang jatuh, dan barusan dua orang lagi jatuh di lokasi yang sama,” ujar Rio, Senin (14/7).

Ia menambahkan bahwa total sudah tiga pengendara motor yang tergelincir di lokasi tersebut. Dugaan sementara, solar tumpah dari kendaraan angkutan yang melintas di jalur tersebut.

Melihat kondisi yang membahayakan, Rio dan warga lainnya segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penyiraman jalan.

“Tadi malam kami bersama Damkar membersihkan jalan dari tumpahan solar, supaya tidak ada lagi korban jatuh,” ungkap Rio.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada belum diketahui mengenai sumber pasti tumpahan solar tersebut.

Reporter: Vatawari 

Artikel Tumpahan Solar di Simpang Garuda Bikin Tiga Pengendara Terjungkal pertama kali tampil pada Kepri.

Nilai Impor Batam Naik 17 Persen, Tiongkok Jadi Negara Pemasok Terbesar

0
Kawasan Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar yang menjadi salah satu tumpuan kegiatan ekspor impor di Batam. F Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Kegiatan impor Kota Batam terus menunjukkan tren peningkatan. Pada Mei 2025, total nilai impor Batam tercatat mencapai US$ 1.756,77 juta, naik sebesar 17,25 persen atau setara dengan US$ 258,46 juta dibandingkan bulan April 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya impor di sektor migas dan nonmigas. Impor sektor migas naik 10,57 persen menjadi US$ 8,47 juta, sedangkan impor nonmigas melonjak 17,28 persen menjadi US$ 1.748,31 juta.

“Impor nonmigas masih mendominasi, terutama dari golongan barang Mesin dan Peralatan Listrik (HS 85) dengan nilai mencapai US$ 844,62 juta, menyumbang hampir 48,31 persen dari total impor nonmigas,” ujar Eko, Minggu (14/7).

Baca Juga: Operasi Patuh Seligi 2025 Mulai Hari Ini, Sasar 7 Pelanggaran Penyebab Kecelakaan

Secara kumulatif, nilai impor Kota Batam sepanjang Januari–Mei 2025 tercatat mencapai US$ 7.257,44 juta, naik 29,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan impor hasil industri manufaktur yang meningkat sebesar US$ 1.494,82 juta atau sekitar 27,53 persen.

Adapun negara pemasok terbesar pada Mei 2025 adalah Tiongkok, dengan nilai impor mencapai US$ 694,89 juta atau sekitar 39,55 persen dari total impor bulan tersebut. Angka ini meningkat 28,67 persen dari April dan bahkan melonjak 76,83 persen dibandingkan Mei 2024. Tiongkok juga menjadi negara pemasok terbesar sepanjang Januari–Mei 2025 dengan total nilai US$ 2.804,74 juta.

Negara pemasok impor terbesar lainnya pada periode Januari–Mei 2025 antara lain adalah, Singapura US$ 744,89 juta, Taiwan US$ 587,44 juta, Jepang US$ 536,38 juta dan Amerika Serikat US$ 508,58 juta serta Malaysia US$ 339,09 juta.

Dari sisi pelabuhan, nilai impor terbesar tercatat melalui Pelabuhan Batu Ampar sebesar US$ 1.080,66 juta, naik 11,12 persen dibandingkan April. Disusul oleh Pelabuhan Sekupang dengan nilai US$ 534,15 juta. Kedua pelabuhan ini menyumbang 91,92 persen dari total impor Batam pada Mei 2025.

Baca Juga: Rehabilitasi Hutan Duriangkang, Cara BP Batam Jaga Kualitas Air Baku

Selama Januari–Mei 2025, Pelabuhan Batu Ampar mencatat nilai impor kumulatif terbesar mencapai US$ 4.594,53 juta, disusul oleh Sekupang US$ 2.115,24 juta, Kabil/Panau US$ 271,58 juta, Pulau Sambu US$ 243,31 juta dan Bandara Hang Nadim: US$ 18,65 juta.

Secara volume, Pelabuhan Batu Ampar juga mencatat volume impor tertinggi dengan berat 309,22 ribu ton pada Mei, naik 10,18 persen dari bulan sebelumnya.

“Total kumulatif volume impor dari pelabuhan ini sepanjang 2025 mencapai 1.288,55 ribu ton, dengan kontribusi 61,70 persen terhadap total volume impor Kota Batam,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Nilai Impor Batam Naik 17 Persen, Tiongkok Jadi Negara Pemasok Terbesar pertama kali tampil pada Metropolis.