
batampos – Suasana Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tanjungpinang pagi itu lebih riuh dari biasanya. Cuaca cerah ikut menemani langkah mungil para siswa baru yang untuk pertama kalinya mengenakan seragam putih bersih.
Wajah-wajah mereka tampak campur aduk: ada yang malu-malu, ada pula yang bersemangat, bahkan tak sedikit yang menangis karena belum siap berpisah dari orang tua.
Hari pertama sekolah memang selalu meninggalkan kesan tersendiri. Di halaman madrasah, para guru menyambut dengan senyum lebar dan tangan terbuka, menenangkan anak-anak yang masih gugup.
Beberapa anak tampak meronta, tak ingin lepas dari pelukan orang tua. Namun, ada pula yang justru tampak sumringah bertemu teman baru.
Sebagian besar siswa membawa perlengkapan serba baru: tas ransel warna-warni, botol minum karakter kartun, sepatu mengilap, hingga pena dan buku penuh stiker.
Mereka datang ditemani orang tua, kemudian diarahkan untuk berbaris sesuai kelas. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars MIN Tanjungpinang pun berkumandang mengiringi semangat pagi.
Wakil Kepala Sekolah, Aswati, menyebutkan bahwa antusiasme murid baru cukup tinggi. “Mereka masih malu-malu, tapi begitu diarahkan cepat tanggap dan mau mengikuti. Ini awal yang bagus membangun kebiasaan baik,” ujarnya.
Usai pengarahan dari kepala sekolah dan guru-guru, para siswa diajak masuk ke kelas masing-masing. Guru memanggil nama satu per satu. Ada yang menjawab percaya diri, ada pula yang hanya mengangguk pelan, menatap bingung. Kelucuan pun mewarnai momen ini. Ada yang salah masuk kelas, ada yang berbagi bekal lebih awal, bahkan ada yang spontan bertanya, “Bu Guru, kapan pulang?”
Momen haru dan lucu ini menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap awal tahun ajaran baru. “Alhamdulillah anak kami diterima di madrasah ini. Semoga bisa mengikuti pelajaran dengan baik,” ujar Firman, orang tua siswa, Senin (14/7).
Fokus dan Mandiri Sejak Hari Pertama
Pihak MIN Tanjungpinang telah menyiapkan program pengenalan madrasah atau Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) yang berlangsung selama lima hari.
Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter dan akhlak sejak dini. Murid diajarkan untuk fokus, mandiri, dan mengenal adab-adab dalam lingkungan sekolah Islam.
“Percayakan anak-anak kepada kami. Kami ingin mereka tak hanya cerdas, tapi juga punya karakter mandiri,” ujar Kepala Sekolah MIN Tanjungpinang, Suriyati.
Matsama digelar tanpa keterlibatan langsung orang tua. Guru-guru dan wali kelas bertugas penuh mendampingi siswa dengan kesabaran, meski harus mengulang instruksi berkali-kali.
“Kepada para orang tua, kami mohon biarkan kami membimbing anak-anak agar mereka siap belajar dan mandiri,” kata Suriyati. (*)
Reporter: Yusnadi Nazar
Artikel Hari Pertama Sekolah: Tangis, Tawa, dan Tas Baru di MIN Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.








