Rabu, 3 Juni 2026
Beranda blog Halaman 146

Terlibat Kasus Narkotika, Aryaguna ASN Imigrasi Batam Dinonaktifkan Sementara

0

 

Kepala Kantor Imigrasi Batam, Wahyu Eka Putra. F Yashinta/ Batam Pos

batampos – Penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menjerat aparatur sipil negara (ASN) Imigrasi Batam, M Aryaguna Penan, terus bergulir. Selain menjalani proses hukum di pengadilan, yang bersangkutan juga tengah diusulkan menjalani pemeriksaan kode etik di internal instansi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Wahyu Eka Putra, mengatakan pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam perkara tersebut. Karena itu, langkah administratif yang diambil saat ini masih bersifat sementara.

“Untuk kepegawaian, kami hanya mengajukan proses pemberhentian sementara. Keputusan final tentu menunggu hasil putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” ujarnya, Rabu (6/5).

Ia menjelaskan, status kepegawaian Aryaguna belum bisa diputuskan secara permanen sebelum seluruh tahapan hukum, termasuk kemungkinan banding, selesai dijalani. Dengan demikian, kepastian sanksi baru dapat dijatuhkan setelah ada putusan inkrah.

“Kalau nanti sudah inkrah, barulah bisa ditentukan langkah berikutnya. Saat ini kami tetap mengikuti aturan yang berlaku,” tambahnya.

Imigrasi Batam juga mulai memperkuat langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan kerja. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pendekatan pembinaan mental dan spiritual bagi pegawai.

“Kami rencanakan kegiatan pembinaan rohani, seperti siraman rohani di masjid sekitar kantor. Ini bagian dari upaya penguatan internal,” katanya.

Selain itu, pengawasan melalui tes urine juga disebut telah dan akan terus dilakukan secara berkala. Namun, Wahyu belum merinci hasil pemeriksaan tersebut.

“Tes itu sudah ada dilakukan sebelumnya. Ke depan, kalau ada hasil atau perkembangan, pasti akan kami sampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi penegakan hukum, perkara Aryaguna Penan kini memasuki tahap lanjutan di Pengadilan Negeri Batam. Dalam sidang Rabu (6/5), jaksa penuntut umum dijadwalkan menghadirkan saksi tambahan.

Dalam dakwaan, Aryaguna disebut terlibat bersama dua rekannya, Ferdiyansah Putra dan Gemmalyn Pagtakhan, dalam dugaan permufakatan jahat terkait narkotika jenis sintetis yang dikemas dalam liquid vape.

Kasus ini bermula pada Oktober 2025, ketika ketiganya diduga sepakat membeli liquid vape mengandung narkotika secara patungan. Barang tersebut kemudian digunakan bersama sebelum akhirnya terungkap oleh aparat.

Dari pengungkapan kasus, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk liquid vape yang setelah diuji laboratorium terbukti mengandung zat sintetis golongan I jenis MDMB-4en-PINACA. Total berat barang bukti yang diamankan dari para terdakwa melebihi 5 gram.

Atas perbuatannya, Aryaguna dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat.

Perkara ini menjadi sorotan publik, mengingat keterlibatan aparatur negara dalam tindak pidana narkotika yang dinilai mencoreng integritas institusi. Proses hukum dan etik yang berjalan paralel diharapkan memberi kepastian serta efek jera ke depan.(*)

 

Artikel Terlibat Kasus Narkotika, Aryaguna ASN Imigrasi Batam Dinonaktifkan Sementara pertama kali tampil pada Metropolis.

Pria 51 Tahun Ditemukan Meninggal di Mess Perusahaan Sawit Bintan

0
Petugas mengevakuasi jenazah pekerja sawit dari mess PT Tirta Madu di Desa Teluk Bakau, Bintan. F. Polsek Gunung Kijang untuk Batam Pos.

batampos – Seorang pekerja perkebunan kelapa sawit, Idham Efendi, ditemukan meninggal dunia di mess PT Tirta Madu, RT 004 RW 001 Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Selasa (5/5) sore.

Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang, Iptu Rusdi Yanto, mengatakan jasad pria berusia 51 tahun itu, pertama kali ditemukan oleh rekan satu mess bernama Budiono.

Menurut Rusdi, sekitar pukul 10.00 WIB, Budiono masih sempat melihat Idham dalam kondisi tidur di dalam kamar. Namun pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, ia mencoba mengetuk pintu kamar, tetapi tidak mendapat respons.

Karena curiga, Budiono kemudian masuk ke dalam kamar dan mendapati Idham dalam posisi telungkup. Saat dibalikkan, yang bersangkutan diketahui sudah tidak bernyawa.

“Setelah diposisikan telentang, ternyata sudah meninggal dunia,” ujar Rusdi, Rabu (6/5).

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal. Selanjutnya, jenazah dibawa ke puskesmas setempat untuk pemeriksaan medis.

Hasil visum dokter menyatakan, Idham meninggal akibat pecahnya pembuluh darah dan henti jantung mendadak. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.

“Tidak ada luka memar,” tegas Rusdi.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi karena Idham diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan tuberkulosis (TBC). Hal ini juga diperkuat dengan ditemukannya obat-obatan di kamar yang biasa dikonsumsi almarhum.

Pada malam harinya, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di TPU 23 Kijang. (*)

Artikel Pria 51 Tahun Ditemukan Meninggal di Mess Perusahaan Sawit Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Operasi Serangan AS ke Iran Resmi Berakhir, Tapi Ancaman di Selat Hormuz Masih Membara

0
Menlu AS Marco Rubio. F. Istimewa

batampos –Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan fase ofensif perang AS terhadap Iran telah resmi berakhir. Pernyataan itu disampaikan di tengah gencatan senjata rapuh yang masih dibayangi ketegangan di Selat Hormuz.

Rubio mengatakan operasi militer AS bertajuk ‘Operation Epic Fury’ kini telah dihentikan setelah hampir sebulan konflik berlangsung.

“Operasi itu sudah selesai, Epic Fury, sebagaimana telah diberitahukan presiden kepada Kongres. Kami sudah menyelesaikan tahap tersebut,” kata Rubio kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (5/5) waktu setempat.

Meski mengklaim operasi ofensif telah berakhir, Washington tetap mengeluarkan peringatan keras kepada Iran terkait situasi di Selat Hormuz. Pejabat militer tertinggi AS menegaskan pasukan Amerika siap kembali menjalankan operasi tempur apabila mendapat perintah.

Pentagon juga mengancam akan memberikan respons ‘menghancurkan’ jika Iran menyerang kapal dagang internasional di jalur pelayaran strategis tersebut.

Meski demikian, ketegangan di kawasan Teluk masih terus berlangsung meskipun gencatan senjata diberlakukan sejak April lalu. Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia masih berada dalam kondisi tidak stabil.

Sebelumnya, militer AS mengklaim telah menghancurkan sejumlah kapal Iran, rudal jelajah, dan drone di wilayah perairan tersebut. Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan kapal asing agar mengikuti jalur yang telah ditentukan Teheran atau menghadapi ‘respons tegas’.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan global karena sekitar seperlima pasokan energi dunia melintasi kawasan itu setiap hari.

Penutupan jalur tersebut sejak perang pecah pada Februari memicu lonjakan harga minyak dan pupuk, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap ancaman resesi global.

Presiden AS Donald Trump kembali mendesak Iran segera menerima kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik.

Trump mengatakan dirinya tidak ingin semakin banyak warga Iran menjadi korban perang, meskipun gencatan senjata masih berada di ujung tanduk.

“Mereka harus melakukan hal yang cerdas, karena kami tidak ingin masuk dan membunuh orang. Saya benar-benar tidak ingin melakukannya, itu terlalu berat,” kata Trump kepada wartawan di Oval Office saat ditanya soal Iran.

Sebelumnya Trump juga menyebut tekanan militer dan ekonomi AS telah memaksa Teheran kembali ke meja perundingan. Pemerintah AS saat ini terus mendorong Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan aktivitas pengayaan nuklir sebagai bagian dari syarat negosiasi damai.(*)

Artikel Operasi Serangan AS ke Iran Resmi Berakhir, Tapi Ancaman di Selat Hormuz Masih Membara pertama kali tampil pada News.

Fantastis! Harga Tiket Met Gala 2026 Tembus Rp1,6 Miliar per Orang

0
Suasana karpet merah Met Gala 2026 yang menampilkan deretan selebritas dengan busana mewah. Sumber: x.com/maxi_defi_

batampos – Ajang mode paling bergengsi di dunia, Met Gala 2026, kembali mencetak rekor sebagai salah satu acara fashion termahal sepanjang sejarah.

Harga tiket individu untuk menghadiri acara ini dilaporkan mencapai sekitar 100.000 dolar AS atau setara Rp1,6 miliar per orang. Sementara itu, harga satu meja untuk 10 orang dibanderol mulai dari 350.000 dolar AS, yang umumnya dibeli oleh brand besar untuk mengundang selebritas.

Lonjakan harga tersebut semakin menegaskan status Met Gala sebagai acara super eksklusif yang hanya dapat diakses kalangan elite global.

Berbeda dari acara pada umumnya, tiket Met Gala tidak dijual bebas. Kehadiran hanya bisa melalui undangan khusus yang dikurasi langsung oleh Anna Wintour. Bahkan, kalangan miliarder sekalipun tidak dapat hadir tanpa persetujuan tersebut.

Sebagian besar selebritas yang tampil di karpet merah juga tidak membeli tiket sendiri. Biasanya, rumah mode atau perusahaan besar membeli meja dan kemudian mengundang figur publik untuk mewakili brand mereka.

Selain menjadi ajang pamer busana mewah, Met Gala juga merupakan acara penggalangan dana utama untuk Costume Institute di Metropolitan Museum of Art. Dana yang terkumpul digunakan untuk mendukung operasional serta pameran mode di museum tersebut.

Pada 2026, acara ini berhasil mengumpulkan dana hingga 42 juta dolar AS, mencetak rekor baru dalam sejarah penyelenggaraannya.

Harga tiket yang fantastis mencakup berbagai pengalaman eksklusif, mulai dari akses awal ke pameran fashion, jamuan makan mewah, hiburan kelas dunia, hingga kesempatan berjejaring dengan selebritas, desainer, dan tokoh global. (*)

Artikel Fantastis! Harga Tiket Met Gala 2026 Tembus Rp1,6 Miliar per Orang pertama kali tampil pada Lifestyle.

Dua Jambret yang Merampas Tas Karyawan Perusahaan di Muka Kuning Keok Ditangan Satreskrim Polresta

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian. F.Cecep Mulyana

batampos – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (jambret) yang terjadi di Kota Batam. Pengungkapan tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, dalam rilis di Mapolresta Barelang, Rabu (6/5).

Peristiwa jambret itu bermula dari laporan korban yang terjadi pada Kamis (30/5) sekitar pukul 20.20 WIB. Saat itu, NAP, korban yang merupakan karyawan sebuah perusahaan di kawasan Batamindo baru saja pulang kerja dan keluar melalui pintu lima kawasan industri tersebut.

Korban yang mengendarai sepeda motor tidak menyadari dirinya telah diikuti oleh dua pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat. Pelaku diduga telah mengincar korban setelah melihat dua unit ponsel milik korban, yakni iPhone dan Infinix, yang disimpan di dalam tas.

“Pelaku melihat ada dua handphone di dalam tas korban, kemudian mereka memepet dan langsung melakukan penjambretan,” ujar Kompol Debby Tri Andrestian dalam keterangannya.

Setelah berhasil merampas tas korban, pelaku langsung melarikan diri. Korban sempat melakukan pengejaran hingga ke simpang Panbil, namun pelaku berhasil kabur dari kejaran.

“Korban sempat mengejar sampai ke arah simpang Panbil, tetapi pelaku berhasil meloloskan diri,” tambahnya.

Tidak tinggal diam, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan itu, tim Satreskrim Polresta Barelang segera melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku.
Dalam waktu lima hari, tepatnya pada 4 Mei sore, dua pelaku berinisial RTS dan SSL berhasil diamankan. Saat ditangkap, keduanya mengakui telah melakukan aksi jambret tersebut.

“Kedua pelaku kami amankan dan mereka mengakui perbuatannya. Barang bukti yang kami sita berupa dua unit handphone hasil jambret dan satu unit sepeda motor Honda Scoopy yang digunakan pelaku,” jelas Debby.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui kedua pelaku merupakan pendatang dari Belawan, Medan. Mereka datang ke Batam dengan tujuan mencari pekerjaan, namun karena tidak kunjung mendapat pekerjaan, keduanya nekat melakukan aksi kriminal.
“Mereka datang dari Belawan untuk mencari kerja, namun belum mendapatkan pekerjaan. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka meminjam sepeda motor dan melakukan aksi jambret,” ungkapnya.

Lebih lanjut, polisi juga mengungkap bahwa kedua pelaku telah beraksi di empat tempat kejadian perkara sejak Januari lalu dengan sasaran korban yang lengah di jalan.
“Target mereka acak, berkeliling mencari korban yang lengah. Selain handphone, mereka juga sempat mengambil kalung emas di TKP lainnya,” katanya.(*)

Artikel Dua Jambret yang Merampas Tas Karyawan Perusahaan di Muka Kuning Keok Ditangan Satreskrim Polresta pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Kali Mangkir, Polisi Kejar Terlapor Kasus Penipuan dan Penggelapan Showroom Batam

0
Korban dugaan penipuan bisnis showroom mobil mendatangi Polresta untuk menanyakan perkembangan kasus yang dialami mereka, Rabu (1/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Perkembangan terbaru penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok bisnis showroom mobil di Batam menunjukkan Nora Oktavia sebagai terlapor belum juga kooperatif. Satreskrim Polresta Barelang mencatat, yang bersangkutan telah dua kali dipanggil namun tidak memenuhi undangan pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan pihaknya telah melayangkan pemanggilan secara resmi kepada terlapor untuk dimintai keterangan.
“Sudah dipanggil dua kali, namun belum ada tanggapan dari yang bersangkutan,” ujar Debby, Rabu (6/5).

Selain pemanggilan, penyidik juga telah melakukan upaya penelusuran langsung ke alamat tempat tinggal terlapor. Namun hasilnya, terlapor tidak ditemukan di lokasi.
“Yang bersangkutan sudah kita cari sampai ke rumahnya, tapi sudah tidak ada,” jelasnya.

Meski demikian, polisi belum menetapkan status daftar pencarian orang (DPO) terhadap terlapor. Hal ini karena proses pemanggilan masih dilakukan secara bertahap sesuai prosedur.
“Masih ada satu panggilan lagi yang akan kita layangkan,” katanya.

Debby menegaskan, langkah-langkah penanganan perkara dilakukan secara bertahap guna memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
“Kita lakukan bertahap,” tegasnya.

Kasus ini sendiri telah masuk tahap penyidikan dan melibatkan puluhan korban dengan berbagai modus, mulai dari penggelapan BPKB, penipuan jual beli mobil, hingga dugaan penggadaian dokumen kendaraan ke pihak leasing.

Polisi memastikan akan terus melanjutkan proses hukum dan mengambil langkah tegas apabila terlapor tetap tidak kooperatif, sementara para korban berharap kasus ini segera menemukan titik terang.(*)

Artikel Dua Kali Mangkir, Polisi Kejar Terlapor Kasus Penipuan dan Penggelapan Showroom Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Sidak Daycare di Anambas Temukan Dua Lokasi Tanpa CCTV

0
Petugas kepolisian meninjau salah satu daycare di Siantan, Anambas, dan menemukan belum adanya fasilitas CCTV. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Aparat kepolisian melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat penitipan anak (daycare) di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (6/5).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta kualitas pengasuhan anak di fasilitas tersebut, sekaligus mengantisipasi potensi kasus kekerasan terhadap anak seperti yang pernah terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Petugas mendatangi langsung lokasi daycare untuk memantau aktivitas harian, mulai dari proses pengasuhan hingga kegiatan belajar anak-anak.

Berdasarkan data kepolisian, terdapat dua daycare yang beroperasi di wilayah Siantan, yakni Al Muhajirin dan Kurnia.

Keduanya tidak hanya menyediakan layanan penitipan anak, tetapi juga program Kelompok Bermain, PAUD hingga taman kanak-kanak (TK).

Petugas mencatat, jumlah anak yang dititipkan cukup banyak. Di Al Muhajirin terdapat sekitar 80 anak, sementara di Kurnia mencapai 58 anak dengan dukungan masing-masing tujuh tenaga pendidik.

“Kami juga memantau langsung proses pengasuhan dan interaksi tenaga pendidik dengan anak-anak. Secara umum berjalan baik,” ujar Dodi Setiawan.

Meski demikian, polisi menemukan kekurangan pada aspek keamanan. Kedua daycare tersebut diketahui belum dilengkapi kamera pengawas atau CCTV.

Menurut Dodi, keberadaan CCTV penting untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan rasa aman bagi orang tua.

“Kamera pengawas sangat dibutuhkan agar aktivitas anak bisa dipantau, termasuk oleh orang tua dari jarak jauh. Ini penting untuk kenyamanan bersama,” jelasnya.

Pihak kepolisian mengimbau pengelola daycare agar segera melengkapi fasilitas keamanan, termasuk pemasangan CCTV, guna menciptakan lingkungan pengasuhan yang aman dan kondusif bagi anak-anak. (*)

Artikel Polisi Sidak Daycare di Anambas Temukan Dua Lokasi Tanpa CCTV pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Sidak Daycare di Anambas Temukan Dua Lokasi Tanpa CCTV

0
Petugas kepolisian meninjau salah satu daycare di Siantan, Anambas, dan menemukan belum adanya fasilitas CCTV. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Aparat kepolisian melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat penitipan anak (daycare) di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (6/5).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta kualitas pengasuhan anak di fasilitas tersebut, sekaligus mengantisipasi potensi kasus kekerasan terhadap anak seperti yang pernah terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Petugas mendatangi langsung lokasi daycare untuk memantau aktivitas harian, mulai dari proses pengasuhan hingga kegiatan belajar anak-anak.

Berdasarkan data kepolisian, terdapat dua daycare yang beroperasi di wilayah Siantan, yakni Al Muhajirin dan Kurnia.

Keduanya tidak hanya menyediakan layanan penitipan anak, tetapi juga program Kelompok Bermain, PAUD hingga taman kanak-kanak (TK).

Petugas mencatat, jumlah anak yang dititipkan cukup banyak. Di Al Muhajirin terdapat sekitar 80 anak, sementara di Kurnia mencapai 58 anak dengan dukungan masing-masing tujuh tenaga pendidik.

“Kami juga memantau langsung proses pengasuhan dan interaksi tenaga pendidik dengan anak-anak. Secara umum berjalan baik,” ujar Dodi Setiawan.

Meski demikian, polisi menemukan kekurangan pada aspek keamanan. Kedua daycare tersebut diketahui belum dilengkapi kamera pengawas atau CCTV.

Menurut Dodi, keberadaan CCTV penting untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan rasa aman bagi orang tua.

“Kamera pengawas sangat dibutuhkan agar aktivitas anak bisa dipantau, termasuk oleh orang tua dari jarak jauh. Ini penting untuk kenyamanan bersama,” jelasnya.

Pihak kepolisian mengimbau pengelola daycare agar segera melengkapi fasilitas keamanan, termasuk pemasangan CCTV, guna menciptakan lingkungan pengasuhan yang aman dan kondusif bagi anak-anak. (*)

Artikel Polisi Sidak Daycare di Anambas Temukan Dua Lokasi Tanpa CCTV pertama kali tampil pada Kepri.

Puluhan Sopir Truk Pasir Datangi Mapolresta Barelang, Mengaku Terdampak karena Tambang Pasir Ditutup

0
Sopir truk saat berada di depan Kapolresta Barelang. f. Eusebius/ Batam Pos

batampos – Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Komunitas Sopir Truk Batam dan Bumi Armada Jaya mendatangi Mapolresta Barelang, Rabu (6/5). Mereka datang menggunakan truk masing-masing dan memarkir kendaraan secara berjejer di depan kantor polisi sebagai bentuk aksi menyuarakan aspirasi.

Kedatangan para sopir ini berkaitan dengan kebijakan penertiban tambang pasir yang belakangan diperketat oleh aparat. Para sopir mengaku terdampak langsung karena aktivitas angkutan pasir menjadi terhenti, sehingga mengganggu mata pencaharian mereka sehari-hari.

Salah satu sopir, Guntur, menyampaikan kebingungan para pekerja lapangan atas kebijakan tersebut. Ia menilai, penertiban tanpa solusi membuat sopir kehilangan arah dalam mencari nafkah.

“Kami ini terdampak. Kalau memang ditutup, kami harus bagaimana? Kami kerja apa? Harus ada solusi, kasih arahan yang legal itu seperti apa,” ujar Guntur.

Menurutnya, para sopir tidak menolak aturan, namun berharap adanya kejelasan mengenai jalur kerja yang diperbolehkan secara hukum. Ia menegaskan, tanpa solusi konkret, kebijakan tersebut justru menimbulkan keresahan di kalangan sopir.

Hal senada juga disampaikan Koordinator Komunitas Bumi Armada Jaya, Gufron. Ia meminta pemerintah dan aparat tidak hanya fokus pada penertiban, tetapi juga memikirkan keberlangsungan ekonomi para sopir.

Menanggapi aksi tersebut, Kasi Humas Polresta Barelang, AKP Budi Santosa, membenarkan kedatangan puluhan sopir truk ke Mapolresta. Ia menyebut, pihak kepolisian menerima aspirasi yang disampaikan para sopir.
“Keluhan dan masukan dari rekan-rekan sopir sudah kami tampung. Selanjutnya akan kami sampaikan ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti,” ujar Budi Santosa.

Ia juga mengimbau agar seluruh pihak tetap menjaga ketertiban dan mengikuti aturan yang berlaku, sembari menunggu solusi dari pemerintah dan instansi berwenang terkait penanganan tambang pasir di Batam.(*)

Artikel Puluhan Sopir Truk Pasir Datangi Mapolresta Barelang, Mengaku Terdampak karena Tambang Pasir Ditutup pertama kali tampil pada Metropolis.

Strategi Baru Honda: Tunda Model Baru Hingga 2030, Perkuat Hybrid

0
Ilustrasi mobil Honda yang menjadi bagian dari model yang masa produksinya diperpanjang. Sumber: x.com/spinefoot1.

batampos – Honda dilaporkan menunda peluncuran lima model generasi terbaru hingga awal 2030. Keputusan ini mencakup sejumlah model populer yang selama ini menjadi andalan di pasar global.

Penundaan tersebut terungkap dari dokumen internal yang dikirimkan kepada pemasok. Dalam dokumen itu, Honda disebut akan memperpanjang siklus hidup model yang ada saat ini sebelum menghadirkan generasi baru pada dekade berikutnya.

Beberapa model yang terdampak antara lain Honda Accord, Honda HR-V, Honda Odyssey, serta model premium seperti Acura MDX dan Acura Integra.

Generasi terbaru dari model-model tersebut diperkirakan baru akan meluncur mulai 2030, bahkan beberapa di antaranya bisa mundur hingga setelah tahun tersebut.

Salah satu alasan utama penundaan ini adalah kerugian besar yang dialami Honda akibat pembatalan sejumlah proyek kendaraan listrik atau kendaraan listrik (EV). Nilai kerugian tersebut diperkirakan mencapai sekitar 15,8 miliar dolar AS.

Kondisi ini mendorong perusahaan untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan mengurangi investasi besar di sektor EV, sekaligus mengoptimalkan model yang sudah ada di pasar.

Sebagai gantinya, Honda kini mengalihkan fokus pada pengembangan teknologi hybrid yang dinilai lebih stabil dan efisien dalam jangka pendek.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga daya saing di tengah dinamika industri otomotif global yang terus berubah.

Dalam strategi terbarunya, Honda menargetkan peluncuran sistem hybrid generasi baru mulai 2027 guna meningkatkan efisiensi biaya serta performa kendaraan.

Dengan kebijakan ini, sejumlah model Honda diperkirakan akan bertahan lebih lama tanpa perubahan besar, bahkan hingga hampir satu dekade, lebih panjang dari siklus normal industri otomotif. (*)

Artikel Strategi Baru Honda: Tunda Model Baru Hingga 2030, Perkuat Hybrid pertama kali tampil pada Lifestyle.