Petugas pemadam kebakaran mengeksekusi sarang tawon vespa di dalam bekas kandang bekas ayam di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (5/6/2025) malam. F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.
batampos– Petugas pemadam kebakaran melumpuhkan kawanan tawon vespa setelah lubang di sarangnya disumbat dengan menggunakan tisu yang direndam pertalite.
Kejadian ini membuat kawanan tawon vespa yang bersarang di dalam bekas kandang ayam lumpuh tidak berdaya.
Proses eksekusi dilakukan di Perumahan PBI, Kampung Baru, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Kamis (5/6/2025) malam.
Menurut Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, keberadaan sarang tawon vespa terdeteksi setelah warga melakukan gotong-royong di lokasi yang rencananya akan digunakan untuk tempat penyembelihan hewan kurban.
Saat itu, warga melihat tawon terbang. Setelah dicek, ternyata ada sarangnya di dalam bekas kandang ayam.
Khawatir tawon akan menyerang anak-anak, warga meminta bantuan pemadam kebakaran.
Proses eksekusi sarang tawon vespa baru bisa dilakukan pada malam hari setelah semua tawon kembali ke sarangnya.
“Lubang di sarangnya kita sumbat pakai tisu yang sudah direndam pertalite,” ungkap Panyodi.
Bau pertalite membuat kawanan tawon lumpuh dan tidak berdaya.
Sarang tawon kemudian dibawa ke kantor pemadam kebakaran untuk dimusnahkan dengan dibakar. (*)
Pemain Timnas Indonesia rayakan kemenangan 1-0 atas Tiongkok di SUGBK sekaligus memastikan tiket ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @jayidzes)
batampos – Suasana Padang Arafah pada Kamis (5/6) terasa istimewa. Di tengah puncak haji yang sakral, gema talbiyah dan doa-doa jemaah Indonesia menyatu dalam langit Arafah.
Namun, tak hanya permohonan spiritual yang terdengar, sebagian jemaah juga menyelipkan doa untuk tanah air. Termasuk untuk kemenangan Timnas Indonesia melawan Timnas Tiongkok.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 15.30 Waktu Arab Saudi atau 20.30 WIB, Timnas Indonesia menjalani laga hidup-mati melawan Tiongkok di babak lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Meski jauh dari kampung halaman, semangat nasionalisme jemaah tak surut. Beberapa petugas haji bahkan sempat mengikuti hasil pertandingan melalui live streaming usai pelaksanaan wukuf.
Kemenangan Indonesia atas Tiongkok dengan skor 1-0 berkat gol tunggal Ole Romeny dari titik penalti, langsung disambut sukacita. Tak hanya itu, kemenangan Arab Saudi atas Bahrain dengan skor 2-0 turut meloloskan Indonesia ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menyinggung pentingnya spiritualitas dalam setiap aspek kehidupan bangsa, termasuk olahraga.
”Alhamdulillah masih sempat-sempatnya juga mendoakan PSSI menang pada saat di Arafah itu. Alhamdulillah juga doa kita makbul,” terang Menag Nasaruddin. (*)
batampos – Sembelit atau susah buang air besar bukan hanya membuat perut terasa penuh, tetapi juga bisa mengganggu aktivitas harian secara signifikan.
Masalah ini bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia atau kondisi kesehatan.
Penyebab utama sembelit adalah melambatnya pergerakan usus, yang membuat feses menjadi lebih keras dan kering.
Dilansir dari laman YouTube Kunci Sehat, salah satu cara alami untuk mengatasinya adalah dengan mengonsumsi makanan tinggi serat.
Makanan dengan kandungan serat tinggi mampu meningkatkan volume dan kelembapan tinja, sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Berikut ini adalah sembilan jenis makanan yang bisa Anda andalkan untuk melancarkan BAB secara alami dan sehat.
1. Sayuran Hijau
Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli kaya akan serat yang sangat bermanfaat untuk kesehatan pencernaan.
Dalam satu cangkir bayam, terdapat sekitar 4 gram serat serta kandungan magnesium yang berfungsi membantu otot usus bekerja lebih efisien.
Brokoli juga menjadi pilihan tepat, dengan 2,8 gram serat dalam setengah cangkir serta tambahan vitamin C yang mendukung fungsi pencernaan.
Konsumsi kedua sayuran ini secara rutin terbukti mampu melunakkan tinja dan mempercepat proses buang air besar.
2. Buah Apel
Apel mengandung pektin, yaitu serat larut air yang saat berada di dalam usus akan diolah menjadi asam lemak rantai pendek.
Asam lemak ini mampu menarik air ke dalam usus besar, membantu melembutkan tinja dan mempercepat gerak peristaltik usus.
Selain membuat pencernaan lebih lancar, apel juga dapat dinikmati sebagai camilan sehat yang mengenyangkan dan menyehatkan.
3. Buah Pepaya
Pepaya terkenal sebagai buah yang sangat baik untuk sistem pencernaan karena kaya akan air dan serat.
Dalam 100 gram pepaya, terkandung sekitar 1,3 gram serat yang efektif mengatasi sembelit.
Pepaya juga mengandung vitamin A, B, dan C yang mendukung metabolisme tubuh, menjadikannya pilihan buah yang ideal untuk dikonsumsi sehari-hari.
4. Ubi Jalar
Ubi jalar merupakan sumber serat yang menyehatkan. Satu ubi jalar berukuran sedang mengandung sekitar 3,8 gram serat, termasuk jenis serat tidak larut seperti selulosa dan lignin yang memperlancar pergerakan usus.
Studi menunjukkan bahwa konsumsi 200 gram ubi jalar setiap hari selama empat hari dapat secara signifikan mengurangi gejala sembelit, terutama pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi.
5. Buah Kiwi
Kiwi memiliki kandungan serat dan enzim yang sangat bermanfaat untuk sistem pencernaan.
Penelitian menyebutkan bahwa konsumsi dua buah kiwi setiap hari selama empat minggu dapat mempercepat dan mempermudah buang air besar.
Kandungan enzim actinidin dalam kiwi juga diketahui membantu memecah protein dan mempercepat pengosongan lambung, sehingga sangat efektif melawan sembelit.
6. Buah Beri (Strawberry, Raspberry, dan Blackberry)
Kelompok buah beri seperti strawberry, raspberry, dan blackberry mengandung serat dalam jumlah tinggi dengan kalori yang rendah.
Dalam setengah cangkir strawberry terdapat sekitar 2 gram serat, sementara raspberry dan blackberry mengandung hingga 3,8 gram per porsi yang sama.
Serat dari buah beri membantu melunakkan feses dan memberikan efek pencahar ringan secara alami, cocok dijadikan camilan sehat yang menyegarkan.
7. Roti Gandum Utuh
Jika Anda terbiasa mengonsumsi roti putih, menggantinya dengan roti gandum utuh bisa jadi langkah yang bijak.
Roti gandum mengandung lebih banyak serat dan karbohidrat kompleks yang membantu proses pencernaan.
Pastikan memilih produk roti dengan label “100% gandum utuh” agar manfaat seratnya maksimal dalam membantu melancarkan BAB.
8. Yoghurt
Yoghurt mengandung probiotik, yaitu bakteri baik yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikroorganisme dalam usus.
Bakteri ini membantu memecah makanan, mengurangi peradangan, dan memperlancar gerakan usus.
Pilih yoghurt tanpa pemanis tambahan agar manfaatnya tidak terganggu oleh gula berlebih, dan konsumsi secara rutin untuk menjaga kesehatan pencernaan.
9. Biji Chia (Chia Seed)
Chia seed adalah sumber serat larut yang sangat tinggi. Saat terkena air, chia akan membentuk gel yang dapat melunakkan tinja dan membantu feses bergerak dengan lebih mudah melalui saluran cerna.
Selain melancarkan BAB, chia seed juga mengandung omega-3, antioksidan, dan protein yang membuatnya jadi tambahan sehat untuk smoothies atau sereal Anda.
Masalah sembelit bisa diatasi dengan mudah bila Anda menerapkan pola makan yang sehat dan kaya serat.
Mengonsumsi makanan pelancar BAB seperti yang telah disebutkan di atas, akan sangat membantu memperlancar pencernaan dan menjaga kenyamanan tubuh sehari-hari.
Namun, efektivitas makanan tersebut akan lebih maksimal jika diimbangi dengan gaya hidup sehat, seperti mencukupi asupan cairan, berolahraga secara teratur, dan mengelola stres dengan baik.
Mulailah dari kebiasaan kecil, dan rasakan manfaat besarnya dalam kehidupan Anda. (*)
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura berkunjung ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan di Anambas. Dalam kunjungan ini ia mendorong Kepsek untuk menanamkan jiwa kewirausahaan kepada siswa. f.ihsan
batampos– Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura mendorong Kepala Sekolah SMA/SMK di Anambas untuk mulai menanamkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) kepada para siswa sejak dini.
Menurut Nyanyang, tantangan dunia kerja ke depan semakin kompleks, dan tidak semua lulusan akan langsung mendapatkan pekerjaan formal.
Oleh karena itu, pendidikan tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu membekali siswa dengan keterampilan hidup dan jiwa wirausaha.
“Kita ingin sekolah menjadi tempat lahirnya generasi yang tidak hanya siap kerja, tapi juga siap menciptakan lapangan kerja. Jiwa entrepreneur harus ditanamkan sejak di bangku sekolah,” ujar Nyanyang, Jum’at, (6/6).
Ia menambahkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan budaya kewirausahaan di lingkungan pendidikan, termasuk melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan pelatihan keterampilan.
Program ini juga akan didukung oleh kolaborasi dengan dunia usaha, pelatihan kewirausahaan bagi guru, dan pengembangan unit usaha sekolah yang dapat dikelola bersama siswa.
“Kami di Pemprov Kepri ada program modal usaha untuk anak-anak kita Rp 40 Juta tanpa bunga. Kita ingin anak-anak kita memanfaatkan ini bisa membuka lapangan kerja juga,” jelas Nyanyang.
Sementara itu, Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan Kabupaten Anambas, Rusdan menyambut baik langkah Wagub Nyanyang yang ingin menerapkan jiwa entrepenurship terhadap siswa sejak dini.
“Pemikiran yang luar biasa dari pak Nyanyang. Dengan arahan beliau ini, akan kami terapkan di awal tahun ajaran baru,” kata Rusdan.
Sejauh ini, pihaknya selalu rutin mengontrol atau mengawasi sistem pembelajaran di sekolah yang berada dalam naungannya.
“Kami Cabang Dinas baru, ada 11 sekolah yang kami naungi. Tentu dengan kunjungan ini menjadi motivasi kami dalam menjalankan tugas karena dijenguk oleh pemimpin kami,” pungkas Rusdan. (*)
batampos – Raphinha, pria asal Brasil yang memperkuat Barcelona, terpilih sebagai pemain terbaik La Liga musim 2024/25, dilansir melalui laman Barcelona.
Pemain sayap asal Brasil ini tampil impresif sepanjang musim, mencetak 18 gol dan memberikan 11 assist di ajang La Liga. Dia memainkan peran kunci dalam keberhasilan tim meraih gelar juara liga.
Performa Raphinha tidak hanya mencuri perhatian di level domestik, tetapi juga di kompetisi Eropa. Di Liga Champions, dia menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak, mencetak 13 gol dan 9 assist serta memiliki 1.224 menit bermain, mengutip laman Transfermarkt.
Dia juga terpilih dalam starting XI terbaik Liga Champions musim 2024/25. Statistik impresif ini menunjukkan konsistensi dan kualitas tinggi yang dimilikinya.
Selain statistik individu, Raphinha juga menunjukkan kepemimpinan yang signifikan di lapangan. Di bawah arahan pelatih Hansi Flick, dia berkembang menjadi pemain yang lebih menyerang dan menjadi pembeda dalam setiap pertandingan.
Peran sentralnya dalam tim membantu Barcelona meraih treble domestik musim ini. Dengan penghargaan ini, Raphinha tidak hanya mengukuhkan diri sebagai salah satu pemain terbaik La Liga, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan Barcelona di bawah kepemimpinan Hansi Flick.
Raphinha juga menjadi kandidat kuat untuk meraih Ballon d’Or 2025, bersaing dengan pemain-pemain top dunia lainnya seperti Ousmane Dembélé dan Lamine Yamal. (*)
Seremoni peletakan batu pertama pembangunan Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS).
batampos-Indonesia bersiap menyambut era baru layanan kesehatan. Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk./IDX: SRAJ) resmi memulai pembangunan Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), yang akan menjadi rumah sakit swasta terbesar dan paling canggih di Indonesia.
Dengan luas bangunan mencapai 110.209 meter persegi dan 24 lantai, rumah sakit ini dirancang untuk menjadi pusat layanan medis generasi baru yang mengintegrasikan teknologi mutakhir, pelayanan berstandar internasional, dan kolaborasi global.
Seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) dilaksanakan langsung di kompleks rumah sakit di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dipimpin oleh President Commissioner Mayapada Healthcare Jonathan Tahir dan President Director & CEO Mayapada Healthcare Navin Sonthalia. Hadir pula Menko PMK Prof. Dr. Pratikno, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan dr. Yudi Dimyati, serta Direktur Rumah Sakit Mayapada Jakarta Selatan, dr. Fiktorius Kuludong, MM.
“Ini bukan sekadar ekspansi fisik, tetapi lompatan besar dalam mewujudkan ekosistem layanan kesehatan premium di Indonesia,” tegas Jonathan Tahir.
Infrastruktur Supermodern Dirancang untuk Layanan Kesehatan Masa Depan
Tower 3 dibangun di atas lahan seluas 26.917 m² dan akan dilengkapi dengan fasilitas 24 lantai dan 4 basement serta parkir untuk 1.200 kendaraan. Desain arsitektur dan struktur bangunan disiapkan untuk ekspansi di masa depan—membuatnya adaptif terhadap perkembangan teknologi medis dan kebutuhan klinis yang terus berubah.
Navin Sonthalia menambahkan, Tower 3 akan menjadi pusat layanan untuk kasus-kasus lanjut, termasuk kanker, jantung, otak, hingga bedah ortopedi dan rehabilitasi medis.
Beberapa teknologi mutakhir yang akan dihadirkan meliputi:
•Radioterapi Linear Accelerator (LINAC)
•PET Scan dan SPECT CT digital berbasis kedokteran nuklir
•ZAP-X Radiosurgery untuk penanganan tumor otak tanpa operasi terbuka
•Robotik Bedah Ortopedi dan Jantung
•Personal Hydrotherapy untuk rehabilitasi pasca operasi
•Precision Medicine berbasis genomik dan bioinformatik
Dari Rujukan ke Luar Negeri jadi Tujuan Wisata Medis
Dalam sambutannya, Menko PMK Prof. Dr. Pratikno menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak rumah sakit canggih untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan kesehatan di luar negeri.
“Setiap tahun hampir satu juta WNI berobat ke luar negeri, menyebabkan kebocoran devisa hingga Rp200 triliun. Rumah sakit seperti Mayapada ini bisa menjadi game changer. Kita harus mengubah paradigma dari health tourism ke luar negeri, menjadi health tourism ke dalam negeri,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), robotic surgery, hingga precision medicine untuk mewujudkan layanan presisi dan terpersonalisasi yang bisa bersaing secara global.
Kolaborasi Strategis: Siemens Healthineers hingga Apollo Hospitals India
Dalam rangka mendukung layanan diagnostik canggih, Mayapada Healthcare menandatangani Collaboration Agreement dengan Siemens Healthineers Indonesia. Teknologi diagnostik molekuler terbaru seperti Biograph Trinion dan Symbia Pro.specta akan segera hadir di MHJS, memungkinkan deteksi penyakit lebih akurat dan perawatan lebih presisi.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal alat, tapi juga alih teknologi dan peningkatan efisiensi klinis. Ini adalah komitmen kami dalam menghadirkan layanan kelas dunia,” ujar Alfred Fahringer, President Director Siemens Healthineers Indonesia.
Mayapada juga melanjutkan kerja sama jangka panjang dengan Apollo Hospitals India melalui berbagai program pelatihan dokter (CME), telemedicine, dan AI-based diagnostics. Kolaborasi dengan institusi lain seperti National University Hospital (NUH) Singapura juga terus dikembangkan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dan inovasi medis.
Komitmen pada Pelayanan Pasien dan Pengembangan SDM Medis
dr. Fiktorius Kuludong, MM, Direktur Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menyebut bahwa pengembangan Tower 3 didasarkan pada analisa kebutuhan medis riil, termasuk peningkatan layanan pasien secara kuantitatif dan kualitas.
“Kami sudah melayani lebih dari 1 juta pasien, termasuk 75.000 kasus jantung, 90.000 kasus saraf dan otak, serta 75.000 kasus kanker,” ujarnya.
“Kini saatnya menghadirkan layanan yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan berpusat pada pasien,” ujarnya lagi.
Seluruh proses pengembangan dilakukan mengikuti standar Joint Commission International (JCI)—standar akreditasi global tertinggi dalam bidang keselamatan dan mutu pelayanan rumah sakit.
Langkah Strategis Menuju Pusat Kesehatan dan Inovasi Nasional
Dengan dibangunnya Tower 3, Mayapada Hospital Jakarta Selatan akan semakin memperkuat posisinya sebagai flagship hospital dari jaringan Mayapada Healthcare.
Rumah sakit ini tidak hanya fokus pada pelayanan medis, tetapi juga pada pengembangan layanan unggulan seperti:
•Oncology Center
•Cardiovascular Center
•IVF dan Genomic Services
•Pain Management & Transplantasi Organ
•VIP & International Patient Lounge
Tentang Mayapada Healthcare
Mayapada Healthcare (SRAJ) merupakan bagian dari Mayapada Group yang didirikan oleh Dato’ Sri Prof. DR. Tahir sejak 1986. Saat ini mengelola 7 rumah sakit besar di Indonesia, termasuk di Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Tangerang, dan Kuningan. Dengan lebih dari 1.200 tempat tidur dan 1.500 tenaga medis profesional, Mayapada Hospital terus berinovasi dan memperkuat layanan berbasis 11 Center of Excellence, termasuk Neuroscience, Onkologi, dan Autoimun pertama di Indonesia. (*)
Penambangan di wilayah Raja Ampat, Papua. (Istimewa).
batampos – Setelah Morowali, Konawe, hingga Halmahera porak-poranda oleh industri nikel, kini giliran Raja Ampat, salah satu ekosistem laut terkaya di dunia, yang diincar. Surga terakhir di Bumi itu kini di ambang kehancuran.
Gelombang penolakan masyarakat terhadap kehadiran tambang nikel di gugusan pulau Raja Ampat, Papua Barat, kini tak terbendung. Tagar #SaveRajaAmpat dan #SavePapua menggema di media sosial, menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap kerakusan industri.
Dalam foto dan video yang viral, pemandangan tragis terpampang nyata: hutan-hutan yang dulu hijau rimbun kini mulai gundul, digerus alat berat. Truk-truk tambang mengantre, mengangkut hasil bumi dari tanah Papua yang terus dieksploitasi tanpa ampun.
Puncak kemarahan publik meledak dalam momen dramatis di konferensi Indonesia Critical Minerals Conference 2025. Di tengah pidato Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno, sekelompok aktivis Greenpeace Indonesia bersama empat pemuda Raja Ampat membentangkan spanduk raksasa bertuliskan: “What’s the True Cost of Your Nickel?”
Pesan mereka tajam, menusuk langsung ke jantung industri dan kebijakan negara. “Nickel Mines Destroy Lives”, “Save Raja Ampat from Nickel Mining”, teriakan diam yang menggema lantang di ruang konferensi itu, dan jauh melampaui batas temboknya.
Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, menegaskan: “Ini adalah peringatan keras kepada pemerintah dan pelaku industri. Nikel bukan hanya soal logam, tapi soal nyawa, ekosistem, dan masa depan.”
Greenpeace menemukan bahwa tambang nikel kini menggerogoti pulau-pulau kecil seperti Gag, Kawe, dan Manuran – padahal menurut UU No. 1 Tahun 2014, pulau-pulau kecil dilarang menjadi lokasi pertambangan.
Lebih dari 500 hektare hutan telah lenyap. Alam Raja Ampat – yang selama ini menjadi rumah bagi 75 persen spesies karang dunia, 2.500 lebih spesies ikan, dan ratusan spesies satwa lainnya, kini menghadapi ancaman nyata: tanah longsor, sedimentasi, dan kehancuran ekosistem laut yang tak tergantikan.
Lebih tragis lagi, Pulau Batang Pele dan Manyaifun – hanya 30 km dari ikon dunia Piaynemo – juga terancam masuk dalam konsesi tambang. Raja Ampat, yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark, nyaris tak punya lagi perlindungan dari kerakusan industri.
Di balik gempita transisi energi dan mobil listrik dunia, tersembunyi luka yang dalam di tanah Papua. Pertanyaannya: apakah masa depan hijau global harus dibayar dengan kehancuran surga tropis Indonesia?
Raja Ampat bukan hanya lanskap menakjubkan, ia adalah warisan kehidupan. Dan kini, dunia harus memilih: menyelamatkan lingkungan atau melanggengkan kehancuran atas nama “kemajuan”.
Selain masyarakat, gelombang penolakan terhadap tambang nikel di Raja Ampat juga disuarakan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti. Susi Pudjiastuti diketahui merupakan sosok perempuan yang cinta mati terhadap dunia bahari.
Bahkan di tempat tinggalnya di Pangandaran, Jawa Barat, Susi Pudjiastuti tinggal di tepi pantai. Dirinya juga aktif dalam pelestarian pantai, laut dan ekosistem alam di sekitarnya.
Penolakan Susi Pudjiastuti terhadap tambang nikel di Raja Ampat disuarakan dengan gamblang di media sosial X pribadinya. Mengomentari sorotan pemberitaan media nasional, Susi Pudjiastuti meminta Presiden Prabowo Subianto untuk ambil tindakan tegas.
Susi Pudjiastuti meminta Presiden RI itu untuk menghentikan tambang nikel di Raja Ampat. Sebuah kenyataan menyakitkan bahwa ekosistem hayati di Indonesia rusak karena ulah serakah segelintir kepentingan.
“Yth. Bapak Presiden @prabowo @Gerindra mohon dengan sangat, hentikan penambangan di Raja Ampat ini. Salam hormat,” kata Susi Pudjiastuti dengan emoticon menangis meminta tambang nikel di Raja Ampat dihentikan.
Ribuan komentar netizen kemudian mendukung suara Susi Pudjiastuti. Tak sedikit netizen, warganet, meminta Susi Pudjiastuti untuk ikut ambil bagian dalam penolakan kebijakan serakah tersebut.
“Sangat disayangkan klo tempat sebagus Raja Ampat harus rusak oleh penambangan dan keserakahan oknum tertentu,” komentar netizen di X dengan akun @ismugiyono.
Netizen lainnya satu suara. Kecaman Susi Pudjiastuti atas tambang nikel di Raja Ampat itu telah mendapatkan atensi berupa ribuan komentar, Likes dan banyak dibagikan ulang.
Tak sedikit juga netizen keheranan dengan sifat apatis pemerintah. Penyelenggara negara saat ini disebut budeg dan tidak pernah mendengar kritik dari masyarakat.
“Kasih paham bu, hentikan mutlak bukan sementara,” komentar pengguna X dengan akun @Nialteaa. (*)
batampos – Momen Idul Adha, hidangan dari daging kurban sapi maupun kambing menjadi hal yang dinantikan masyarakat. Sajian lezat seperti sate, gulai, hingga rendang kerap kali membuat kalap saat mengonsumsi.
Meski nikmat, konsumsi daging merah secara berlebihan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh, seperti gangguan fungsi pencernaan. Bagaimanapun, tubuh membutuhkan asupan yang seimbang.
Salah satu gangguan pencernaan yang sering dikeluhkan adalah konstipasi atau sembelit, kondisi ini ditandai dengan mengalami kesulitan buang air besar, feses menjadi keras, dan mengejan berlebih saat proses BAB.
Lantas mengapa mengonsumsi daging berlebihan dapat menyebabkan sembelit? Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, Ira Purnamasari mengatakan bahwa daging merah mengandung tinggi lemak.
“Hal ini membuat sistem pencernaan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam mencerna makanan,” terang Ira kepada awak media di Surabaya, Sabtu (7/6).
Tidak hanya itu, daging merah juga mengandung serat protein yang keras dan zat besi yang tinggi, sehingga mengakibatkan feses menjadi lebih keras dan menggumpal. Akibatnya, usus harus bekerja lebih ekstra ketika BAB.
Gejala umum sembelit yang perlu diketahui, di antaranya perut terasa penuh, lebih sering kentut, frekuensi BAB menurun, feses keras dan kering, perlu mengejan, bahkan muncul darah saat BAB.
“Selain itu juga merasa tidak puas setelah BAB, merasa ada yg mengganjal, dan membutuhkan waktu yang lebih lama saat berada di WC,” imbuhnya.
Tetapi tidak perlu khawatir, mengalami sembelit setelah makan daging berlebih dapat diatasi dengan cara sederhana, seperti rutin konsumsi air putih, konsumsi buah dan sayur, serta konsumsi probiotik.
“Probiotik dapat membantu memperbaiki frekuensi BAB menjadi lebih teratur. Misalnya probiotik yang terkandung dalam tempe dan yogurt dapat membantu melancarkan proses pencernaan,” tukas Ira. (*)
Pastor Paroki Katedral Jakarta, Rm. Hani Rudi Hartoko (baju putih) menyerahkan hewan kurban dari Gereja Katedral Jakarta untuk Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (5/6). (Instagram @katedraljakarta)
batampos – Katedral Jakarta menyumbang hewan untuk dikurbankan di Masjid Istiqlal. Pastor Paroki Katedral Jakarta Rm. Hani Rudi Hartoko menyerahkan seekor sapi sebagai simbol solidaritas kemanusiaan kepada perwakilan Masjid Istiqlal.
Aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud dari semangat berbagi dan gotong royong lintas iman di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
“Hari ini kita menyerahkan sapi pertanda partisipasi kita dalam solidaritas kemanusiaan untuk mereka yang butuhkan. Dan ini sejalan dengan tema Ardas KAJ tahun 2025 yaitu kepedulian lebih kepada mereka yang lemah, miskin, menderita. Maka ini kita intensikan dan kita pesankan supaya dibagikan kepada warga yang butuhkan,” ujar Rm. Hani dikutip, Sabtu (7/6).
Penyerahan sapi kurban ini disambut langsung oleh perwakilan Masjid Istiqlal. Pemotongan hewan kurban di Istiqlal akan dilakukan hari ini, Sabtu (7/6).
Daging kurban akan disalurkan kepada warga sekitar. Langkah ini menjadi simbol kuat kerja sama antarumat beragama di ibu kota.
“Dan tadi dalam penerimaan Pak Agus sebagai wakil dari Istiqlal akan menjalankan amanat ini dan akan membagikan dari kurban daging sapi yang kita serahkan ini untuk warga masyarakat di sekitar Istiqlal dan di sekitar Gereja Katedral Jakarta,” jelas Rm. Hani.
Lebih dari sekadar aksi simbolik, penyerahan hewan kurban ini diharapkan menjadi pemantik semangat kolektif untuk terus membangun negeri lewat kebersamaan.
“Itulah yang kita harapkan agar semangat saling berkorban, saling gotong royong, saling berbagi itu menjadi modal sosial kita untuk membangun bangsa kita menjadi lebih baik,” tegas Rm. Hani.
Selain kurban sapi, Katedral Jakarta juga menyumbang satu ekor kambing ke Polsek Sawah Besar dan satu kambing ke Koramil. (*)
batampos – SARS-CoV-2 terus bermutasi. Meski sudah berada di fase endemi, sejumlah negara di Asia mencatat lonjakan kasus akibat sub-varian baru virus tersbut. Indonesia, sejauh ini, masih relatif aman. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan.
Pandemi Covid-19 memang telah lewat masa-masa tergelapnya. Namun, virus penyebabnya, SARS-CoV-2, belum benar-benar lenyap. Sejak kemunculan varian Alpha hingga Delta, dan kini Omicron, virus itu terus berevolusi menghasilkan gelombang baru penyebaran.
Kini, di tengah situasi yang lebih stabil, sejumlah sub-varian diam-diam menyebar dan memicu perhatian para ahli. Omicron, yang menjadi varian dominan secara global, kini memiliki banyak “anak keturunan” atau sub-varian.
Negara-negara seperti Thailand, Singapura, Hongkong, dan Malaysia mencatat kenaikan kasus yang berkaitan dengan sub-varian XEC, JN.1, LF.7, hingga NB.1.8.
“Sejauh ini, belum ada bukti ilmiah bahwa sub-varian tersebut lebih berbahaya, namun laju penyebarannya cukup signifikan,” ucap Epidemiologi Unair Laura Navika Yamani SSi MSi PhD.
Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan tren kasus yang relatif rendah. Memasuki minggu ke-20 di 2025, hanya tercatat tiga kasus Covid-19. Menurun tajam jika dibandingkan minggu sebelumnya yang mencatat 28 kasus. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan terhadap sub-varian yang beredar.
“Sub-varian yang saat ini dominan di Indonesia adalah MB.1.1, turunan dari JN.1. Ini masih satu keluarga dengan Omicron. Menurut Nextstrain, MB.1.1 belum masuk dalam kategori Variants of Interest maupun Variants Under Monitoring oleh WHO, artinya belum ada indikasi bahaya yang signifikan,” ungkap dosen FKM sekaligus Ketua RC-GERID Lembaga Penyakit Tropis Unair itu.
MB.1.1 diketahui menyebabkan gejala ringan yang menyerupai flu biasa, seperti batuk, pilek, demam, dan sakit kepala. Gejala khas Covid-19 di awal pandemi seperti anosmia atau kehilangan penciuman kini sangat jarang ditemukan. Meski begitu, masyarakat tetap disarankan waspada dan memeriksakan diri jika mengalami keluhan.
“Kalau gejalanya ringan, tetap penting untuk diperiksa karena bisa saja itu influenza biasa atau memang Covid-19. Keduanya sangat mirip secara klinis, jadi sebaiknya tetap dikonfirmasi melalui pemeriksaan,” ujar Laura.
Kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit penyerta (komorbid) perlu ekstra hati-hati. Pada kelompok ini, infeksi bisa berlangsung lebih lama atau menimbulkan komplikasi. “Virus ini memang cenderung ringan, tapi pada orang dengan sistem imun yang lemah, dampaknya bisa lebih berat,” tegasnya.
Untuk saat ini, belum ditemukan bukti bahwa MB.1.1 menurunkan efektivitas vaksin yang telah beredar. Karena itu, pemerintah belum menganjurkan booster tambahan. Menurut Laura, pendekatan yang lebih penting adalah penguatan imunitas secara alami.
“Pola hidup sehat adalah cara terbaik. Makan bergizi, cukup tidur, olahraga teratur, dan minum air putih yang cukup sangat membantu menjaga daya tahan tubuh,” paparnya. Ia juga menyarankan untuk memperbanyak aktivitas luar ruangan agar mendapat paparan sinar matahari dan udara segar.
Laura menyarankan tetap menggunakan masker, terutama di ruang publik dengan ventilasi buruk atau saat seseorang merasa tidak enak badan. “Masker bukan hanya mencegah Covid-19, tapi juga melindungi dari penyakit menular lain seperti TBC, yang kasusnya masih tinggi di Indonesia,” imbuhnya.
Protokol kesehatan 5M juga masih relevan, meski tidak lagi menjadi kewajiban seperti masa pandemi. “Menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, itu semua sekarang adalah bentuk kesadaran, bukan keterpaksaan,” katanya.
Laura menegaskan, meskipun sub-varian baru seperti MB.1.1 belum tergolong mengkhawatirkan, masyarakat harus tetap bijak dan waspada. Pemerintah pun perlu memperkuat sistem pengawasan, terutama pada Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).
“Kita sekarang hidup berdampingan dengan virus ini, bukan dalam ketakutan, tapi dengan kesiapan,” tuturnya. (*)