Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 1483

Bebas Pungli, Amsakar Perketat SPMB 2025

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi dalam Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, tak ingin proses penerimaan murid baru dicederai oleh praktik tidak sehat seperti pungutan liar (pungli). Hal itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi SPMB SDN dan SMPN Kota Batam di Kantor Wali Kota, Rabu (4/6).

“Sudah ditegaskan batas maksimum jumlah siswa per rombongan belajar, yakni 40 siswa untuk SD dan 45 siswa untuk SMP. Jangan coba-coba melebihi kuota yang telah ditetapkan,” katanya.

Ia juga menyampaikan pelarangan keras terhadap praktik pungli dalam bentuk apa pun selama proses penerimaan murid berlangsung. “Saya tidak mau dengar ada pungli,” tambahnya.

Dia meminta agar seluruh jajaran pendidikan meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan SPMB dan menindak tegas oknum yang berpotensi menyalahgunakan kewenangan.

Bagi peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri, Pemko Batam menyediakan jalur alternatif bagi warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pemko akan memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp300 ribu untuk siswa SD dan Rp400 ribu untuk siswa SMP.

“Saya tidak ingin mendengar lagi ada anak-anak Batam yang tidak bersekolah pada usia wajib belajar,” ujar Amsakar.

Ia juga menyoroti praktik sekolah swasta yang masih menahan siswa mengikuti ujian akibat tunggakan SPP. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk pelanggaran hak atas pendidikan.

“Ini tidak boleh terjadi. Pendidikan adalah hak semua anak,” katanya.

Amsakar pun mengecam penyelenggaraan acara perpisahan sekolah yang digelar secara mewah di hotel atau tempat mahal. Ia meminta agar kegiatan semacam itu dihentikan demi menciptakan pendidikan yang sederhana dan berorientasi pada esensi.

“Saya tidak mau dengar lagi ada acara perpisahan mewah,” ujarnya.

Ia mengajak semua pihak bekerja sama menjaga marwah dunia pendidikan di Batam agar tetap bersih, transparan, dan inklusif. Menurutnya, pendidikan yang baik hanya bisa terwujud jika semua elemen berkomitmen menjalankan prinsip-prinsip integritas.

Kepala BP Batam itu juga turut mengapresiasi peran para tenaga pendidik, kepala sekolah, dan komite yang telah mendukung berbagai kebijakan pendidikan. Kebijakan Pemko ke depan akan memberikan porsi besar pada pembangunan sumber daya manusia.

“Kami memberikan tumpuan besar pada SDM. Para kepala sekolah sangat berkontribusi dalam peningkatan indeks pembangunan manusia,” ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Qurniadi, menyampaikan SPMB tingkat SDN jalur afirmasi dan disabilitas dilaksanakan pada 2-10 Juni, dan pendaftaran ulang dilakukan 17-19 Juni. Jalur domisili dan mutasi dibuka pada 11-15 Juni dengan pendaftaran ulang di tanggal yang sama.

“Untuk tingkat SDN total ada 145 sekolah dengan jumlah rombongan belajar sebanyak 419. Total daya tampung mencapai 15.636 siswa baru,” katanya.

Untuk tingkat SMPN, jalur afirmasi dan prestasi dilaksanakan pada 16-22 Juni dengan pendaftaran ulang 2-4 Juli. Jalur domisili dan mutasi dibuka pada 23-30 Juni, juga dengan pendaftaran ulang di 2-4 Juli.

“Total ada 65 SMPN dengan 376 rombongan belajar dan daya tampung sebanyak 16.566 siswa,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Bebas Pungli, Amsakar Perketat SPMB 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Manfaat Kulit Jeruk di Kebun, Usir Hama hingga Suburkan Tanaman

0
Ilustrasi kulit jeruk. (Freepik)

batampos – Kulit jeruk banyak manfaatnya untuk kebun Anda. Selain ramah lingkungan, kulit jeruk juga kaya nutrisi.

Kulit jeruk kaya akan nutrisi yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman di kebun Anda, mengendalikan hama hingga mengurangi bau tak sedap.

Menurut Anna Ohler, pendiri Bright Lane Gardens, kulit jeruk mengandung nitrogen dan kalium yang penting untuk pertumbuhan tanaman.

Baca juga: 7 Rahasia Cantik Alami dengan Jeruk Nipis, Bikin Kulit Wajah Glowing

Justine Reichman dari NextGen Purpose juga menyebutkan bahwa minyak jeruk sangat efektif sebagai pengusir serangga alami.

Dengan memahami cara menggunakan kulit jeruk, Anda dapat mengelola limbah dapur secara berkelanjutan sekaligus menjaga kebun tetap sehat, bebas hama, dan lebih produktif tanpa bahan kimia berbahaya.

Berikut 5 cara menggunakan kulit jeruk di kebun untuk menyuburkan tanaman dan mengusir hama dilansir dari laman Thespruce:

1. Sebagai Pupuk Kompos Alami

Kulit jeruk kaya akan nitrogen dan kalium yang penting untuk kesuburan tanah. Cincang halus sebelum dimasukkan ke tumpukan kompos agar lebih cepat terurai.

Hindari penggunaannya dalam kompos cacing karena kandungan asamnya bisa membahayakan cacing. Campur rata dengan bahan hijau dan coklat lainnya untuk menjaga keseimbangan nutrisi.

Baca juga: Nasi Dingin Lebih Aman untuk Penderita Diabetes, Ini 5 Manfaatnya

2. Pengusir Serangga Alami

Minyak esensial dalam kulit jeruk, terutama limonene, mengganggu sistem saraf serangga. Taburkan kulit jeruk kering di sekitar tanaman untuk mengusir semut, kutu daun, dan nyamuk.

Aroma jeruk yang kuat membuat serangga enggan mendekat tanpa perlu insektisida sintetis. Ganti kulit secara rutin agar efek pengusiran tetap optimal.

3. Desinfektan Organik untuk Peralatan Kebun

Kulit jeruk mengandung flavonoid dan asam sitrat yang bersifat antimikroba. Gosokkan kulit langsung ke alat berkebun untuk membersihkan jamur dan bakteri.

Bisa juga direndam dalam cuka selama seminggu untuk membuat cairan pembersih alami. Aman digunakan pada nampan semai, sarung tangan, atau kaleng penyiram.

4. Mengurangi Bau Tak Sedap di Taman

Kulit jeruk segar menyerap bau dari tumpukan pupuk kandang atau limbah organik. Taburkan kulit di sekitar area yang berbau atau masukkan ke dalam kantong kain.

Parutan kulit akan mengeluarkan lebih banyak minyak, memperkuat aroma segarnya. Ganti setiap beberapa hari agar tetap efektif menyerap bau.

5. Pengusir Kucing dari Kebun

Baca juga: Kurangi Risiko Demensia, Berkebun Cocok untuk Kegiatan di Masa Pensiun

Aroma jeruk yang menyengat tidak disukai oleh kucing. Sebar kulit jeruk di sekitar bedengan atau area yang sering dijadikan tempat buang air.

Efeknya tidak selalu konsistcara alami usir hama tanamanen, tetapi cukup efektif untuk mengurangi kehadiran kucing liar. Untuk hasil maksimal, kombinasikan dengan penghalang fisik seperti pagar rendah.

Menggunakan kulit jeruk di kebun adalah solusi cerdas yang murah, alami, dan berkelanjutan. Mulailah dengan jumlah kecil, dan rasakan sendiri manfaatnya untuk tanaman Anda dari kesuburan tanah hingga bebas dari gangguan hama. (*)

Sumber: Jpgroup

Artikel Manfaat Kulit Jeruk di Kebun, Usir Hama hingga Suburkan Tanaman pertama kali tampil pada Lifestyle.

Komisi VIII DPR Dorong Revisi UU PIUH Terkait Ribuan Calon Jamaah Haji Gagal Berangkat Imbas Tak Terbit Visa Furoda

0
Ilustrasi jamaah haji di Tanah Suci. (Dokumentasi JawaPos.com)

batampos – Ribuan calon jamaah haji furoda Indonesia harus mengalami gagal berangkat ke tanah suci usai Kerajaan Arab Saudi memastikan tidak menerbitkan visa haji furoda untuk musim haji 2025 M/1446 H. Keputusan Pemerintah Arab Saudi yang tidak menerbitkan visa haji furoda memicu kekisruhan di Tanah Air.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, mendorong persoalan mekanisme haji furoda semakin diperjelas dalam UU tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) demi memperkuat perlindungan. Sebab, selain jamaah haji furoda yang berbiaya tinggi, antara Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar tidak bisa berangkat tahun ini, travel swasta juga mengalami kerugian besar.

“Revisi UU PIHU atau UU Haji memang diperlukan untuk mengatur secara rinci mengenai haji furoda,” kata Maman kepada wartawan, Rabu (4/6).

Ia menduga, penyebab tidak terbitnya visa haji furoda. Pertama, Pemerintah Arab Saudi tidak menerbitkan visa mujamalah atau tanpa antrean. Kedua, adanya reformasi digital dan penataan penyelenggaraan haji. Ketiga, keterbatasan kuota dan hak prerogatif kerajaan Saudi.

“Karena itu hak prerogatif Saudi, kita tidak bisa melakukan negosiasi,” ujar Maman.

Ia menyebut, revisi UU Haji akan memberi ruang bagi pengaturan furoda, terutama terkait hak jamaah dan keselamatannya.

Mengingat, setiap tahunnya jamaah haji Indonesia yang berangkat dengan visa haji furoda cukup banyak, sekitar 3.000-5.000 jamaah.

Legislator Fraksi PKB itu juga menyoroti perusahaan travel yang belum satu suara mengenai pengembalian dana atau refund bagi calon haji furoda yang gagal berangkat. Ia mendesak pihak travel haji dan umroh untuk melakukan komunikasi dan transparansi keuangan kepada jamaah.

“Jangan sampai jamaah yang sudah kecewa tidak jadi berangkat beribadah Haji, malah dirugikan lagi karena uangnya hilang,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Komisi VIII DPR Dorong Revisi UU PIUH Terkait Ribuan Calon Jamaah Haji Gagal Berangkat Imbas Tak Terbit Visa Furoda pertama kali tampil pada News.

Minim U-Turn di Jalan Diponegoro, Warga Seitemiang Nekat Lawan Arus

0
Pengendara motor melawan arus di jalan Raya Pangeran Diponegoro, tepatnya di kawasan Seitemiang demi mempersingkat jarak tempuh, meskipun hal tersebut sangat berisiko bagi keselamatan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Posurn

batampos – Jalan Raya Pangeran Diponegoro, tepatnya di kawasan Seitemiang, Batam, menjadi sorotan lantaran minimnya fasilitas putar balik atau U-Turn. Akibatnya, banyak pengendara motor terpaksa melawan arus demi mempersingkat jarak tempuh, meskipun hal tersebut sangat berisiko bagi keselamatan.

Salah satu titik krusial berada di pertigaan Jalan Ahmad Dahlan, Seitemiang. Pengendara yang hendak menuju arah Simpang Basecamp harus memutar jauh hingga ke kawasan hutan Mata Kucing karena hanya di sanalah U-Turn terdekat tersedia. Tak heran jika banyak pemotor memilih jalur berlawanan arah menuju Simpang Tobing sebagai solusi cepat meski membahayakan.

“Tiap pagi memang saya harus lawan arus karena buru-buru antar anak ke sekolah. Kalau ke Mata Kucing dulu, itu makan waktu,” keluh Anggriani, warga Seitemiang, yang mengaku tak punya pilihan lain demi efisiensi waktu.

Hal serupa dialami Iwan, warga Perumahan Permata Hijau. Ia juga rutin melawan arus setiap pagi untuk mengantar anak ke kawasan Sekupang. Menurutnya, U-Turn di Bundaran Basecamp terlalu jauh dan tidak efisien hanya untuk berpindah ke jalur seberangnya.

“Semenjak rampung proyek jalan dua jalur itu, kondisi jadi begini. Pemotor banyak yang nekat lawan arus karena tidak ada pilihan lain selain putar jauh,” ujarnya.

Iwan menyebut, sepanjang jalan Diponegoro dari Simpang Basecamp hingga Simpang Sei Harapan, hanya tersedia tiga U-Turn, yaitu di Simpang Tobing, hutan Mata Kucing, dan dekat Perumahan Delta, Sungai Harapan Sekupang.

Permintaan masyarakat agar pemerintah menambah U-Turn di sepanjang jalur tersebut, terutama di sekitar TPU Seitemiang atau simpang masuk Jalan Ahmad Dahlan, sudah berulang kali disampaikan. Namun hingga kini, Dinas Perhubungan Kota Batam belum mengabulkan permintaan itu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, belum lama ini menjelaskan bahwa permintaan tersebut sudah dibahas bersama Dinas Bina Marga dan Satlantas Polresta Barelang. Namun penambahan U-Turn belum dapat direalisasikan karena pertimbangan keselamatan pengendara yang lebih utama.

“Elevasi jalan Diponegoro tidak rata, ada yang lebih tinggi dan rendah. Banyak pula tikungan dan tanjakan. Kalau kita buat U-Turn di lokasi-lokasi seperti persimpangan Jalan Ahmad Dahlan atau TPU Seitemiang, risikonya tinggi karena lokasi itu berada di turunan dan median jalan yang tidak rata,” kata Salim.

Menurut Salim, menempatkan U-Turn di sembarang titik, apalagi di kawasan yang memiliki kontur jalan tidak ideal, sangat berbahaya. Ia mencontohkan potensi kecelakaan yang bisa terjadi jika kendaraan berkecepatan tinggi dari Simpang Tobing tiba-tiba bertemu dengan pengendara yang hendak menyebrang ke SPBU Seitemiang.

“Makanya kita tempatkan U-Turn agak jauh ke arah Mata Kucing agar ada ruang bagi kendaraan mengatur kecepatan dan tidak terjadi tabrakan. Kami utamakan keselamatan,” tegasnya. Namun demikian, Dishub menyatakan tetap akan mengevaluasi kondisi lapangan secara berkala jika ada potensi lokasi yang bisa dibenahi untuk penambahan U-Turn ke depannya.

Warga Seitemiang pun berharap pemerintah dapat menemukan solusi jangka panjang agar pengendara tidak terus-menerus mempertaruhkan keselamatan di jalan yang seharusnya mendukung kelancaran mobilitas harian mereka. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Minim U-Turn di Jalan Diponegoro, Warga Seitemiang Nekat Lawan Arus pertama kali tampil pada Metropolis.

Bantu Kelancaran Proses Ibadah Haji JCH, Embarkasi Batam Salurkan Rp29,9 Miliar Living Cost

0
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam menyerahkan living cost kepada Jemaah Calon Haji (JCH) sebelum berangkat menuju tanah suci. f.humas kemenag kepri

batampos-Proses pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) melalui Embarkasi Batam telah tuntas pada akhir bulan Mei 2025 lalu. Bersamaan dengan itu, untuk mendukung kelancaran JCH, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menyalurkan Rp29,9 miliar living cost ke 9.088 JCH.

“PPIH Embarkasi Batam telah mendistribusikan total dana living cost (uang saku) kepada 9.088 jemaah haji dengan nominal 750 Riyal Saudi (SAR) untuk tiap jemaah yang diberangkatkan melalui Asrama Haji Batam,” ujar Kepala Bidang Perbekalan PPIH Embarkasi Batam, Hamdanis, Senin (2/5) lalu.

Dijelaskannya, jumlah tersebut terdiri dari jemaah asal Kepulauan Riau (Kepri), Riau, dan Kalimantan Barat (Kalbar). Sementara jemaah dari Embarkasi Haji Antara (EHA) Jambi telah menerima living cost dari daerah asal. Lebih lanjut katanya, jika dikalkulasikan, sebanyak 6.816.000 SAR (Saudi Riyal) atau sekitar Rp29.9 miliar rupiah (dengan kurs Rp4,390).

“Jumlah keseluruhan living cost yang diserahkan kepada jemaah selama musim haji 2025 di embarkasi Batam. Penyaluran dana ini merupakan bagian dari persiapan bagi para jemaah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di Tanah Suci,” jelasnya.

BACA JUGA: Sejumlah Calon Haji Furoda asal Kepri Tak Bisa Berangkat ke Tanah Suci

Ditegaskannya, living cost ini diharapkan dapat membantu kelancaran ibadah haji para jemaah dengan menyediakan dukungan finansial untuk pengeluaran pribadi.

“Alhamdulillah uang sudah diserahkan kepada seluruh jemaah, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan jemaah selama di Tanah Suci, baik untuk belanja harian, atau barangkali dipergunakan untuk pembayaran dam, sebagaimana dam tamattu’ yang menjadi kewajiban bagi jemaah haji Indonesia. Semoga berkah,” kata Hamdanis.

Setiap jemaah menerima living cost dalam bentuk mata uang Riyal Saudi yang nilainya telah disesuaikan. Proses penyerahan living cost dilakukan secara terkoordinasi saat jemaah tiba di Aula penerimaan Asrama Haji Batam, bersamaan dengan layanan lainnya, dan sesuai dengan jadwal keberangkatan kloter.(*)

Reporter: Jailani

Artikel Bantu Kelancaran Proses Ibadah Haji JCH, Embarkasi Batam Salurkan Rp29,9 Miliar Living Cost pertama kali tampil pada Kepri.

Sidang Vonis 6 Eks Satresnarkoba Polresta Barelang Dimulai, Satria Nanda yang Pertama

0
Suasana ruang sidang PN Batam saat dimulainya sidang pembacaan putusan terhadap Kompol Satria Nanda, mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam, memulai sidang bacaan vonis terhadap eks Kasat Narkoba Polresta Barelang, Satria Nanda. Sidang tersebut dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Tiwik, dengan dua anggota hakim yakni Douglas dan Andi Bayu.

Sidang digelar secara terbuka untuk umum dan menyita perhatian berbagai kalangan, mengingat status para terdakwa yang sebelumnya merupakan aparat penegak hukum.

Proses sidang diawali dengan pembacaan vonis terhadap terdakwa Satria Nanda, yang hadir didampingi penasihat hukumnya.

Baca Juga: Sidang Putusan Satria Nanda Dimulai, Suasana Ruang Sidang PN Batam Tegang

Penampilan Satria tampak berbeda dari sidang-sidang sebelumnya, dengan raut wajah tegang saat memasuki ruang sidang dan menjadi pusat perhatian dalam perkara ini.

“Sidang dengan agenda pembacaan putusan terhadap terdakwa Satria Nanda dibuka untuk umum. Apakah terdakwa keberatan jika dibacakan pokok-pokoknya saja?,” tanya Ketua Majelis Hakim, Tiwik.

Satria Nanda menyatakan tidak keberatan terhadap mekanisme pembacaan tersebut, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan amar putusan oleh majelis hakim.

Sebagaimana diketahui, enam terdakwa yang menjalani sidang vonis hari ini merupakan bagian dari rangkaian kasus penyalahgunaan barang bukti narkotika jenis sabu yang menyeret total 10 mantan personel Satresnarkoba Polresta Barelang dan dua warga sipil.

Hingga berita ini ditulis, persidangan masih berlangsung secara bertahap di ruang sidang utama PN Batam.

Majelis hakim dijadwalkan membacakan putusan secara bergiliran terhadap 6 terdakwa. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Sidang Vonis 6 Eks Satresnarkoba Polresta Barelang Dimulai, Satria Nanda yang Pertama pertama kali tampil pada Metropolis.

AS Nilai QRIS Hambat Dagang, BI Kepri Tegaskan Kedaulatan Sistem Pembayaran

0
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

batampos – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyoroti sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sebagai bentuk hambatan dagang dalam laporan tahunan National Trade Estimate (NTE) 2025. Dalam laporan itu, AS menyebut tidak dilibatkannya perusahaan-perusahaan layanan pembayaran asal mereka, seperti Visa dan Mastercard, sebagai persoalan utama.

Kritik AS mengemuka seiring turunnya dominasi dua raksasa finansial asal negeri itu di pasar Indonesia. Visa yang sebelumnya menguasai 57 persen pangsa pasar dan Mastercard 26 persen, kini harus puas dengan angka masing-masing 38 persen dan 24 persen.

“Ini sebenarnya perjalanan panjang dari Visa, Mastercard, kemudian GPN, dan sebagainya,” kata Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri Adidoyo Prakoso, Rabu (4/6).

Proyek QRIS dilandasi semangat kedaulatan nasional dalam sistem pembayaran. Ia menyebut perbedaan mendasar antara sistem pembayaran global dan QRIS terletak pada pengelolaan data.

Jika sebelumnya data transaksi diproses dan disimpan di luar negeri, maka melalui QRIS dan GPN, data seluruh transaksi pengguna diproses secara domestik.

“Kalau Mastercard dan Visa, pemrosesan data dan sebagainya disimpan di luar negeri. Kalau ini memang diproses di kita,” ujarnya.

QRIS, yang awalnya diluncurkan sebagai solusi inklusif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kini berkembang menjadi sistem pembayaran digital nasional yang sangat kompetitif. Pada 2024, QRIS mencatatkan volume transaksi mencapai 43 miliar dolar AS, mendekati total volume gabungan Visa dan Mastercard di Indonesia.

Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat memang cenderung tertinggal dalam adopsi pembayaran berbasis QR code. Masyarakat mereka lebih familiar dengan metode tapping menggunakan kartu atau ponsel.

QR code bukanlah pilihan utama, sehingga ketika Indonesia mengembangkan QRIS sebagai standar nasional, negara-negara maju justru merasa kehilangan pangsa pasar strategis. “Memang semangat QRIS ini adalah semangat kedaulatan,” tambahnya.

Ia menyebut, langkah Indonesia justru mengikuti arus perkembangan global, mengingat sejumlah negara seperti China dan India telah lebih dulu sukses dengan sistem QR mereka masing-masing.

Adidoyo mengungkapkan, saat ini Indonesia tengah menjajaki kerja sama sistem pembayaran lintas negara berbasis QRIS dengan beberapa negara mitra seperti Arab Saudi, Korea Selatan, China, dan Jepang.

“Nanti kita akan ada QRIS antar negara. Saat ini sedang on process,” kata dia.

Dari sisi adopsi, jumlah pengguna baru QRIS di wilayah Kepri sepanjang Januari hingga April 2024 mencapai 9.010 pengguna. Dalam periode yang sama pada 2025, jumlah transaksi QRIS mencapai 18,07 juta transaksi dengan nilai Rp2,60 triliun.

Laporan AS yang mencantumkan QRIS dan GPN sebagai hambatan dagang dinilai mencerminkan kekhawatiran atas tergerusnya dominasi sistem pembayaran global berbasis Barat. Di Indonesia, sebaliknya, kebijakan ini dilihat sebagai cara memperluas inklusi keuangan dan memperkuat kontrol terhadap arsitektur sistem pembayaran nasional.

“Ini bukan soal menutup diri, tapi tentang memperkuat fondasi kita sendiri,” ujar dia.

Pemerintah Indonesia, tetap terbuka terhadap inovasi dan kolaborasi global, namun dengan prinsip kedaulatan sebagai pijakan utama. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel AS Nilai QRIS Hambat Dagang, BI Kepri Tegaskan Kedaulatan Sistem Pembayaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Surat Forum Purnawirawan TNI soal Pemakzulan Gibran Diapreasiasi Anggota DPR Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira

0
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Istimewa)

batampos – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, merespons adanya surat dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang mengusulkan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka dari jabatan Wakil Presiden (Wapres) RI. Surat yang ditandatangani lima jenderal TNI purnawirawan itu dijukan kepada Pimpinan DPR dan MPR.

Andreas menyebut, usulan pemakzulan Gibran yang datang dari para jenderal purnawirawan TNI itu dinilai merupakan bentuk perhatian para jenderal purnawirawan TNI.

“Surat dari forum purnawirawan TNI tentu patut diapresiasi. Karena bentuk perhatian dan tanggung jawab para senior bangsa yang telah berbuat dan mengabdi kepada bangsa dan negara,” kata Andreas kepada wartawan, Rabu (4/6).

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu menyebut, surat dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI akan dibacakan dalam Rapat Paripurna DPR, setelah masa reses.

“Bahwa surat tersebut sebagaimana prosedurnya sesuai dengan UUD 1945, Pasal 7 akan dibacakan di paripurna DPR,” ucap Andreas.

Karena itu, ia meminta para anggota dewan untuk hadir, minimal 2/3 Anggota DPR dan disetujui oleh 2/3 wakil rakyat yang hadir. Hal itu sesuai dengan UUD 1945 Pasal 7.

Setelah itu, lanjut Andreas, DPR akan mengirimkan surat lanjutan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk diperiksa apakah terjadi pelanggaran berat.

“Karena setelahnya DPR akan mengirim surat tersebut dengan pertimbangan-nya kepada MK untuk diperiksa dan diputuskan apakah terjadi pelanggaran berat atau tidak. Kalau pada tahap awal di DPR tidak dihadiri oleh 2/3 dan dan tidak disetujui oleh 2/3 maka proses pemaksulan tidak dilanjutkan,” tegasnya.

Adapun, surat Forum Purnawirawan Prajurit TNI itu ditujukan kepasa Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Dalam surat itu, Forum Purnawirawan Prajurit TNI mendukung MPR RI segera memproses pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

Alasan mereka mendorong pemakzulan Gibran sebagai Wapres, karena disebut telah melanggar pelanggaran prinsip hukum, etika publik dan konflik kepentingan. Putra sulung Joko Widodo itu memperoleh tiket pencalonan melalui perubahan batas usia capres-cawapres dalam Putusan MK No. 90/PUU-XXI/2023.

Proses tersebut dinilai telah melanggar UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman, dinyatakan tidak sah atau cacat hukum. Karena Ketua Hakim MK yang memutuskan perkara, yakni Anwar Usman, adalah paman dari Gibran Rakabuming Raka dan telah melanggar Kode Etik dan Perilaku Hakim.

“Dengan demikian, terbukti bahwa keputusan tersebut menunjukkan tidak independen karena adanya intervensi melalui relasi keluarga langsung (paman-keponakan) antara Ketua MK Anwar Usman dengan Gibran Rakabuming Raka. Hal ini bertentangan dengan prinsip imparsialitas lembaga peradilan dan asas fair trial dalam hukum tata negara,” bunyi isi surat tersebut. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Surat Forum Purnawirawan TNI soal Pemakzulan Gibran Diapreasiasi Anggota DPR Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira pertama kali tampil pada News.

Ekonomi Kepri Tumbuh 5,16 Persen, Batam dan Natuna Jadi Motor Penggerak

0
Ilustrasi. Tenaga welder saat membangun kapal di Galangan Kapal Citra Shipyard, Sagulung. Ekonomi Provinsi Kepri pada triwulan pertama tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,16 persen. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan di Kota Batam serta sektor minyak dan gas (migas) di Kabupaten Natuna. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Ekonomi Provinsi Kepri pada triwulan pertama tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,16 persen. Angka ini menempatkan Kepri di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera maupun nasional, menandakan pemulihan ekonomi yang kian menguat pascapandemi dan berbagai tantangan global.

Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan di Kota Batam serta sektor minyak dan gas (migas) di Kabupaten Natuna. Dua wilayah ini memantapkan posisinya sebagai penggerak utama roda ekonomi Kepri, baik dari sisi produksi maupun permintaan domestik dan ekspor.

Deputi Bank Indonesia (BI) Kepri, Adidoyo Prakoso, mengatakan bahwa Batam sebagai kawasan industri masih menjadi penyumbang terbesar dalam struktur PDRB Kepri. Permintaan yang terus meningkat terhadap produk elektronik dari Batam menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi di awal tahun ini.

Selain sektor industri, geliat produksi migas di Natuna ikut mendorong percepatan pertumbuhan. “Sektor migas yang pulih dan mengalami peningkatan di awal tahun ini menjadi elemen penting. Natuna berkontribusi signifikan, meski secara geografis jauh dari pusat aktivitas ekonomi di Batam,” katanya, dalam acara media briefing di Gedung BI Kepri, Rabu (4/6).

Menurut dia, tren ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi Kepri tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi mulai menyebar ke daerah-daerah penghasil sumber daya alam. Namun demikian, dominasi Batam sebagai episentrum ekonomi Kepri tetap belum tergeser.

Adidoyo menyebut pertumbuhan ekonomi Kepri juga didorong oleh permintaan luar negeri terhadap produk ekspor andalan, terutama dari sektor elektronik dan permesinan. Peningkatan ekspor mencerminkan pemulihan perdagangan global dan kepercayaan pasar terhadap produk-produk dari Kepri.

Di sisi lain, sektor pariwisata mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, terutama dari kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam dan Bintan. Meskipun belum kembali ke tingkat sebelum pandemi, geliat pariwisata menjadi pelengkap bagi sektor industri dan energi dalam mendukung pertumbuhan.

Namun, pertumbuhan yang cukup tinggi ini juga menimbulkan sejumlah tantangan. Salah satunya adalah bagaimana memastikan pemerataan pembangunan dan tidak terkonsentrasi hanya di Batam dan Natuna. Daerah-daerah seperti Lingga, Anambas, dan Karimun masih menghadapi hambatan dalam mendiversifikasi ekonomi mereka.

Selain itu, momentum pertumbuhan dengan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan juga mesti dilakukan. Kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pelaku usaha menjadi kunci menjaga daya saing dan kesinambungan pertumbuhan.

“Kepri punya keunggulan geografis dan sumber daya yang cukup, tinggal bagaimana kolaborasi antarlembaga dan dunia usaha bisa difokuskan pada mendorong inovasi dan investasi,” katanya.

Investasi tetap menjadi faktor penting dalam mendongkrak ekonomi jangka panjang. BI Kepri mencatat, realisasi investasi pada awal tahun ini cukup menjanjikan, terutama pada sektor industri dan jasa. Namun, perlu kebijakan afirmatif agar investasi juga menjangkau sektor-sektor produktif di luar Batam.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang masih di kisaran 5 persen, Kepri menunjukkan kapasitasnya untuk tampil sebagai motor pertumbuhan wilayah barat Indonesia. Hal ini sekaligus menunjukkan efektivitas kebijakan fiskal dan moneter di tingkat daerah yang mendorong stabilitas makroekonomi.

Sementara itu, BI Kepri juga mengingatkan untuk menjaga kualitas pertumbuhan. Peningkatan output industri dan migas harus disertai dengan penciptaan lapangan kerja yang inklusif, serta penguatan UMKM agar tidak tertinggal dalam arus ekonomi digital dan global.

Kondisi ini menjadi peluang dan sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah. Menjaga pertumbuhan di atas 5 persen di tengah dinamika ekonomi global memerlukan strategi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan responsif terhadap perubahan zaman. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Ekonomi Kepri Tumbuh 5,16 Persen, Batam dan Natuna Jadi Motor Penggerak pertama kali tampil pada Metropolis.

Progres Proyek Pelebaran Jalan R Suprapto Batuaji, Solusi Kemacetan Kian Dekat

0
Progres pelebaran jalan R Suprapto Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Proyek pelebaran Jalan R. Suprapto di kawasan Batuaji, tepatnya di sekitar simpang Puteri Hijau, kini menunjukkan progres signifikan. Setelah tahap pembukaan row (ruang milik jalan) rampung, pekerjaan langsung dilanjutkan dengan proses pengerasan dan semenisasi sejumlah ruas.

Pantauan di lapangan memperlihatkan bahwa pengerjaan proyek belum sepenuhnya selesai. Namun, bentuk jalan baru yang lebih lebar mulai terlihat nyata. Beberapa titik telah ditimbun dan diberi lapisan semen, menandakan proyek ini terus bergerak maju meski belum dapat dilalui kendaraan.

Untuk sementara, akses lalu lintas di lokasi tersebut masih menggunakan ruas jalan lama yang hanya memiliki dua lajur. Nantinya, bila proyek rampung, kawasan simpang empat ini akan memiliki lima lajur yang diyakini dapat mengurai kemacetan di jam-jam sibuk.

Pekerjaan pembukaan jalur cepat di sisi persimpangan juga mulai terlihat. Para pekerja dari kontraktor pelaksana PT Belantara Karyatama tampak berjibaku di lokasi, menyelesaikan pengerjaan secara bertahap demi mengejar target penyelesaian proyek.

Proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Kota Batam ini tidak hanya meliputi simpang Puteri Hijau, namun sudah meluas hingga mendekati simpang sebelum Perumahan MKGR arah Mukakuning. Sementara itu, arah ke simpang Basecamp masih berada dalam tahap pengerjaan di sekitar simpang utama.

Nurdin, seorang warga dan pengguna jalan yang kerap melintasi jalur ini, mengungkapkan harapannya agar proyek ini segera rampung. “Kalau sudah selesai, pasti lalu lintas lebih lancar dan tak macet lagi,” ujarnya, Rabu (4/6).

Proyek ini merupakan kelanjutan dari program peningkatan jalan R. Suprapto yang sudah dimulai sejak 2022 lalu. Secara keseluruhan, jalan yang semula hanya dua lajur akan diperlebar menjadi lima lajur sepanjang dua kilometer, dengan masa kerja selama 210 hari kalender.

Namun demikian, proses pengerjaan tak selalu berjalan mulus. Kendala seperti banyaknya instalasi kabel, tiang listrik, marka jalan, hingga pipa bawah tanah memperlambat sebagian proses pelebaran. Koordinasi dengan pemilik jaringan infrastruktur tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksana proyek.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa proyek dimulai dari simpang Puteri Hijau menuju simpang Basecamp. Harapannya, setelah pelebaran ini selesai, akses utama Batuaji dan Sagulung akan lebih tertata dan bebas dari kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama warga.

Warga Batuaji dan Sagulung menyambut baik proyek ini. Selain sebagai bagian dari upaya penataan wajah kota, pelebaran jalan ini juga dinilai sebagai solusi jangka panjang mengatasi kepadatan kendaraan. Mereka berharap proyek serupa juga dapat dilakukan di ruas-ruas lainnya secara berkelanjutan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Progres Proyek Pelebaran Jalan R Suprapto Batuaji, Solusi Kemacetan Kian Dekat pertama kali tampil pada Metropolis.