Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 1490

Operasional Koperasi Kelurahan di Batam Masih Swadaya, Bantuan dari Pusat Segera Menyusul

0
Hendri Arulan. Foto. Humas Pemko Batam

batampos – Program pembentukan koperasi kelurahan di Kota Batam terus berjalan. Saat ini, enam koperasi telah resmi terbentuk dan mengantongi legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM. Namun untuk operasional awal, seluruh koperasi masih mengandalkan dana swadaya dari para anggota.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Hendri Arulan, menjelaskan bahwa pendanaan awal koperasi berasal dari simpanan anggota, seperti simpanan pokok dan simpanan wajib, sebagaimana prinsip koperasi pada umumnya.

“Untuk operasional yang jelas sekarang ini, itu dari anggota masing-masing. Ada simpanan pokok, simpanan wajib, ya biasa lah koperasi,” ujar Hendri saat ditemui, Selasa (3/6).

Meski demikian, ia menyebut bahwa ke depan akan ada bantuan pendanaan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM. Namun, bantuan tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan dan rencana pengembangan koperasi masing-masing, bukan hibah langsung.

“Saya dapat informasi akan ada bantuan dari pusat. Tapi ini tergantung kebutuhan koperasi. Nanti koperasi buatlah proposal, misalnya mau mengembangkan usaha apa, butuh berapa biaya. Proposal itu kemudian diajukan ke kementerian,” jelasnya.

Hendri menambahkan, informasi sementara yang ia terima menyebutkan bahwa Kementerian Koperasi memang telah menyiapkan anggaran untuk mendukung operasional kegiatan koperasi-koperasi yang dibentuk di tingkat kelurahan.

“Jadi bukan serta-merta langsung dikasih dana. Koperasi harus aktif menyusun rencana dan mengajukan ke kementerian. Ini supaya tepat sasaran dan sesuai dengan potensi masing-masing wilayah,” kata Hendri.

Enam koperasi kelurahan yang telah tuntas legalitasnya berada di Kelurahan Air Raja, Sembulang, Sijantung, Subangmas, Tanjung Buntung, dan Sungai Langkai. Masing-masing koperasi dibentuk berdasarkan musyawarah kelurahan (muskel) dengan melibatkan masyarakat secara partisipatif.

“Dari total 64 kelurahan, semuanya sudah melaksanakan muskel. Saat ini 34 kelurahan sedang dalam proses pemberkasan ke notaris,” tambahnya.

Legalitas koperasi terdiri dari akta notaris dan SK dari Kementerian Hukum dan HAM. Biaya pembuatan akta notaris, lanjut Hendri, saat ini ditanggung sementara oleh kelurahan dan akan diklaim ke Pemerintah Provinsi Kepri setelah seluruh dokumen legal lengkap.

“Biaya maksimal satu akta Rp2,5 juta. Itu nanti diganti oleh provinsi,” ucapnya.

Pemko Batam menargetkan seluruh koperasi kelurahan sudah memiliki legalitas lengkap paling lambat 30 Juni 2025. Sementara peluncuran nasional koperasi kelurahan direncanakan berlangsung pada 12 Juli 2025.

“Setelah peluncuran, kami akan masuk ke tahap pembinaan. Akan ada pelatihan manajemen koperasi, tata kelola organisasi, sampai penyusunan proposal usaha untuk pengajuan bantuan,” ujar Hendri.

Sebelumnya, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM, Panel Barus, menilai Batam memiliki karakteristik unik sebagai daerah kepulauan yang sangat potensial untuk pengembangan koperasi.

“Batam ini bukan cuma kota konsumen, tapi juga produsen. Koperasi bisa menjadi wadah konsolidasi hasil pertanian, perikanan, dan produk lokal lainnya,” kata Panel dalam kunjungan sebelumnya.

Terkait pendanaan, Panel menyebut pemerintah pusat tengah menyiapkan skema pembiayaan melalui bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Skema tersebut bukan hibah, melainkan pinjaman lunak untuk benar-benar mendorong koperasi mandiri dan berkembang. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Operasional Koperasi Kelurahan di Batam Masih Swadaya, Bantuan dari Pusat Segera Menyusul pertama kali tampil pada Metropolis.

Pekerja Belum Terima Upah, Proyek Revitalisasi Pasar Loka Tarempa Terhenti

0
Terpantau dua orang pekerja sedang berada di depan pintu proyek Revitalisasi Pasar Loka Tarempa, baru-baru ini. f.ihsan

batampos– Proyek pengerjaan revitalisasi Pasar Loka Tarempa yang dananya bersumber dari APBN senilai Rp 27,5 Miliar terhenti.

Terhentinya aktivitas pengerjaan ini dikarenakan sejumlah pekerja belum menerima upah dari kontraktor pelaksana PT Triderrick Sumber Makmur (TSM).

“Hampir dua pekan tidak ada aktivitas pekerjaan. Pekerja tidak terima upah, makanya mogok kerja,” ujar seorang warga di lokasi proyek, Hamdi, Senin, (2/6).

BACA JUGA: Pekerjaan Revitalisasi Pasar Loka Tarempa Terkesan Lambat

Hamdi semakin pesimis jika proyek Pasar Loka ini akan selesai tepat waktu jika tidak ada solusi dari pihak kontraktor.

“Sesuai kontrak, pekerjaan ini harus selesai bulan Agustus nanti. Tapi dari progres pelaksanaannya tak sampai 50 persen, baru membuat pondasi saja,” kata Hamdi.

Sementara itu, perwakilan PT Triderrick Sumber Makmur (TSM), Kusno membenarkan aktifitas pekerjaan terhenti. Hal ini disebabkan pekerja tidak bekerja.

Kendati demikian, ia membantah jika pihaknya belum membayar upah pekerja.

“Upah pekerja sudah dibayar, tapi mereka minta cash. Kita ini kan sistemnya borongan,” ujar Kusno saat dikonfirmasi.

Kusno mengungkapkan jumlah pekerja yang mengikuti revitalisasi Pasar Loka sebanyak 20 orang. Namun, lambat laun jumlah berkurang.

“Karena ada yang mundurkan diri, mereka maunya cash, selesai kerja langsung dibayar. Tapi kalau kita kan, harus opname dulu ke pimpinan, jadi butuh waktu,” tutur Kusno.

Kontraktor menegaskan akan segera menyelesaikan persoalan ini dengan baik agar pekerjaan tidak terganggu.

Diketahui, revitalisasi Pasar Loka Tarempa ini di mulai sejak akhir Oktober 2024 lalu dengan 300 hari kerja kalender. Sesuai design, Pasar Loka Tarempa ini akan berlantai 3 yang mana lantai paling bawah digunakan sebagai parkir, lantai 2 pusat perdagangan UMKM dan lantai 3 pusat kuliner. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Pekerja Belum Terima Upah, Proyek Revitalisasi Pasar Loka Tarempa Terhenti pertama kali tampil pada Kepri.

Jelang Libur Sekolah, KM Kelud Jadi Pilihan Transportasi Favorit Warga Batam

0
Ilustrasi. Warga Batam saat akan menaiki KM Kelud. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Menjelang libur sekolah Juni 2025, kapal motor (KM) Kelud jadi moda transportasi laut andalan warga Batam yang ingin bepergian ke luar daerah. Kapal milik PT PELNI (Persero) ini menawarkan kenyamanan dan harga terjangkau, menjadikannya favorit bagi penumpang, terutama keluarga.

PT PELNI Cabang Batam telah merilis jadwal keberangkatan KM Kelud sepanjang bulan Juni 2025. Kapal akan berlayar pada 1, 4, 8, 11, 15, 18, 22, dan 25 Juni 2025, melayani rute Batam–Tanjung Balai Karimun–Belawan–Tanjung Priok (Jakarta). Jadwal keberangkatan tersedia dua kali dalam sehari, yakni pukul 10.00 WIB dan 20.00 WIB, tergantung rute dan operasional harian.

Kepala Cabang PT PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan pihaknya menyiapkan jadwal rutin untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa liburan.

“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik dengan harga tiket yang terjangkau, agar masyarakat bisa merencanakan perjalanan dengan lebih mudah,” ujar Edwin, Selasa (3/6).

Salah satu daya tarik KM Kelud adalah harga tiket yang bersaing. Untuk rute Batam–Belawan, tiket kelas ekonomi dibanderol Rp220.000 untuk dewasa, sedangkan kelas 1A Rp683.000. Tiket untuk bayi hanya Rp73.000. Sementara untuk rute Batam–Tanjung Priok, tiket kelas ekonomi dipatok Rp513.000 untuk dewasa, jauh lebih murah dibandingkan moda transportasi udara.

Sari, 34, calon penumpang asal Batam, mengatakan KM Kelud menjadi pilihan utama bagi keluarganya.

“Kami lebih suka naik kapal karena lebih nyaman untuk anak- anak dan harganya juga lebih terjangkau dibanding pesawat,” ujarnya saat ditemui di loket penjualan tiket PELNI Batam.

Remon, 43, warga Batam tujuan Belawan, juga menyatakan hal serupa. “Meskipun perjalanan lebih lama, tapi saya merasa lebih nyaman dan aman di kapal. Harganya juga bersahabat,” katanya.

Untuk mempermudah pemesanan tiket dan menghindari antrean, PT PELNI mendorong masyarakat menggunakan aplikasi PELNI Mobile. Aplikasi ini bisa diunduh melalui Google Play dan App Store, serta memungkinkan pengguna mengecek jadwal kapal secara real time.

“Kami imbau masyarakat memanfaatkan aplikasi ini agar proses pembelian tiket lebih praktis, apalagi menjelang libur sekolah biasanya terjadi lonjakan penumpang,” tutup Edwin. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Jelang Libur Sekolah, KM Kelud Jadi Pilihan Transportasi Favorit Warga Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Polsek Sagulung Ungkap Dua Kasus Pembunuhan Brutal dalam Sebulan

0
Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan.

batampos – Polsek Sagulung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak kriminal berat dengan mengungkap dua kasus pembunuhan sadis yang terjadi dalam rentang waktu sebulan. Dua nyawa melayang akibat pertikaian yang berakhir tragis, masing-masing terjadi di sebuah kafe dan kamar kostel di wilayah Sagulung, Kota Batam.

Kasus pertama menimpa seorang pelaut bernama Denny P. Makahinda (33) yang tewas usai ditikam di bagian perut dalam insiden berdarah di Cafe Marbun, Kelurahan Seilekop, Minggu dini hari (18/5). Pelaku yang diketahui bernama Rahmadani (23), buruh bangunan asal Medan, sempat melarikan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap di Tanjung Balai Karimun.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, menyatakan bahwa tim gabungan dari Polsek Sagulung dan Polresta Barelang segera melakukan pengejaran setelah mendapat laporan dari keluarga korban. “Kami kejar sampai dapat,” tegasnya dalam konferensi pers pada 23 Mei lalu.

Pelaku akhirnya diamankan pada Senin malam (19/5) sekitar pukul 22.00 WIB di dekat Masjid Ibadurrahman, tak jauh dari pelabuhan.

Sedangkan korban sempat dilarikan ke RS Elisabeth dalam kondisi kritis, namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dua setengah jam kemudian.

Barang bukti berupa pisau lipat, pakaian korban dan pelaku, serta tas selempang hitam berhasil diamankan dan akan digunakan dalam proses hukum di pengadilan.

Tak sampai dua pekan berselang, kasus pembunuhan kembali mengguncang Sagulung. Seorang pekerja seks komersial berinisial Vla (30) ditemukan tewas di kamar kostel ruko Simpang Basecamp pada Senin (2/6) dini hari. Korban mengalami puluhan luka tusuk setelah bertengkar hebat dengan pelanggannya, Mi (20), akibat masalah pembayaran layanan.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, menjelaskan bahwa pelaku awalnya hanya mampu membayar Rp50 ribu dari tarif yang telah disepakati sebesar Rp350 ribu. Korban yang kesal menampar pelaku, dan pertengkaran pun berujung pada penikaman brutal.

Pelaku diketahui membawa pisau dari rumah dan menikam korban berulang kali dalam kondisi emosi.

Pelaku sempat mengalami luka di tangannya akibat perlawanan korban. Namun polisi memastikan bahwa pelaku tidak diamuk massa sebagaimana diberitakan oleh beberapa media. Pelaku langsung ditangkap di tempat kejadian setelah laporan masuk dari pengelola kostel.

Korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara, tetapi tidak tertolong akibat kehabisan darah. Jenazah Vla direncanakan dipulangkan ke kampung halamannya di Jawa Timur. Sementara pelaku Mi telah ditahan dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan pisau sebagai barang bukti.

Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, menanggapi kedua kasus ini dengan menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah tindak kekerasan. “Kami mengimbau seluruh warga untuk tidak mudah terbawa emosi dalam menyelesaikan persoalan. Jangan membawa senjata tajam tanpa alasan yang sah, dan segera laporkan setiap potensi konflik kepada kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iptu Rohandi menekankan bahwa Polsek Sagulung akan terus meningkatkan patroli dan penegakan hukum demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. “Kami tegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan, khususnya tindak kekerasan yang menghilangkan nyawa. Semua akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polsek Sagulung Ungkap Dua Kasus Pembunuhan Brutal dalam Sebulan pertama kali tampil pada Metropolis.

Sidang Putusan Kasus Sabu Satria Nanda Cs Digelar Pekan Ini

0
Sidang lanjutan perkara narkotika yang melibatkan 10 mantan anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Barelang kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (2/6). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pois

batampos – Perjalanan panjang sidang perkara penyalahgunaan barang bukti narkotika jenis sabu yang menyeret 10 mantan anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Barelang dan dua terdakwa sipil akhirnya mendekati babak akhir. Sidang pembacaan pembelaan (pleidoi) oleh para terdakwa telah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (2/6).

Majelis hakim yang diketuai Tiwik dengan anggota Andi Bayu dan Douglas menetapkan agenda sidang putusan akan dilangsungkan pada Rabu (4/6) dan Kamis (5/6) mendatang.

“Agenda sidang selanjutnya adalah pembacaan putusan terhadap para terdakwa. JPU tetap pada tuntutan, sementara penasihat hukum para terdakwa tetap pada pembelaannya,” kata Ketua Majelis Hakim, Tiwik, dalam sidang.

Baca Juga: Sidang Kasus Narkoba Eks Polisi di Batam, Terdakwa Akui Tahu Penjualan Sabu

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Abdullah, menegaskan bahwa pihaknya tetap pada tuntutan pidana berat terhadap para terdakwa.

“Setelah kami mendengar seluruh pembelaan dari para terdakwa, secara lisan kami nyatakan tetap pada tuntutan,” ujar Abdullah.

Sidang yang telah berlangsung maraton sejak Februari 2025 ini mencatat sejumlah fakta hukum yang mencengangkan. JPU menghadirkan berbagai saksi, mulai dari saksi ahli, saksi verbalisan, hingga mantan Kapolresta Barelang yang memberikan keterangan secara virtual.

Berikut rincian tuntutan terhadap 10 mantan anggota Satresnarkoba Polresta Barelang. Dituntut hukuman mati, Satria Nanda, Shigit Sarwo Edhi, Fadillah, Rahmadi dan Wan Rahmat Kurniawan. Dituntut hukuman penjara seumur hidup Alex Candra, Junaidi Gunawan, Aryanto Ibnu Rambe dan Jaka Surya.

Baca Juga: Sidang Pleidoi Kasus Narkoba Eks Polisi: Penasihat Hukum Minta Bebas Dari Tuntutan, Bukti Dinilai Kabur

Dalam dakwaannya, JPU menyebut bahwa para terdakwa diduga kuat telah menyalahgunakan barang bukti narkotika jenis sabu dalam jumlah besar.

Barang bukti yang seharusnya dimusnahkan atau dijadikan alat bukti di persidangan justru dimanipulasi dan kembali diedarkan melalui jaringan pasar gelap, dengan melibatkan perantara dari kalangan sipil.

Perbuatan tersebut, menurut JPU, melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkotika. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Sidang Putusan Kasus Sabu Satria Nanda Cs Digelar Pekan Ini pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Jemput Bola ke Kawasan Industri, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7,35 Persen

0
Kunjungan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Djemy Fary Francis, ke Kawasan Industri Tunas Prima, Kabil. Foto. BP Batam untuk Batam Pos

batampos – BP Batam terus menggencarkan pendekatan langsung ke kawasan industri sebagai bagian dari strategi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada Senin (2/6), Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Djemy Fary Francis, melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Tunas Prima, Kabil. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda kunjungan ke 31 kawasan industri yang tersebar di Batam.

Kunjungan itu menjadi langkah awal membangun komunikasi yang lebih terbuka dan responsif antara BP Batam dan pelaku usaha. Pihaknya ingin mendengar langsung aspirasi dan persoalan yang dihadapi tenan di lapangan, agar dapat segera ditindaklanjuti dengan solusi konkret.

“Kami mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk mengoptimalkan sektor strategis seperti kawasan industri, galangan kapal, dan logistik sebagai pilar ekonomi nasional. Maka kami datang ke sini untuk menyapa langsung, berdialog, dan menyerap masukan,” ujar dia.

Menurut Fary, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2025 sebesar 7,35 persen. Untuk itu, sinergi antara pemerintah pusat, BP Batam, dan dunia usaha mutlak diperlukan.

“Kawasan industri memiliki peran besar dalam menyokong capaian tersebut. Karena itu, kami berharap pelaku usaha bisa turut berkontribusi aktif,” katanya.

Dalam dialog bersama pelaku industri, sejumlah isu strategis seperti ketersediaan lahan, perizinan, hingga infrastruktur penunjang menjadi sorotan. BP Batam tidak hanya hadir untuk mendengar, tetapi juga untuk merancang langkah tindak lanjut yang terukur dan terjadwal.

“Kami ingin membangun tata kelola kawasan industri yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada percepatan investasi. Dan itu hanya mungkin jika komunikasi dua arah dengan para pelaku usaha terus diperkuat,” kata Fary.

Direktur Tunas Grup, Albert, mengapresiasi langkah proaktif BP Batam. Ia menilai pendekatan yang dilakukan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan membuat pelaku usaha merasa diperhatikan.

“Upaya seperti ini tentu akan berdampak positif bagi perkembangan ekonomi Batam. Kami siap mendukung program yang telah dirancang BP Batam,” katanya.

Kawasan Industri Tunas Prima sendiri merupakan salah satu kawasan yang aktif menopang sektor manufaktur dan logistik di Batam. Sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut memiliki orientasi ekspor dan memberikan kontribusi terhadap neraca perdagangan nasional.

Sebelumnya, BP Batam juga telah mengunjungi Kawasan Industri Batamindo dan Panbil, dua kawasan industri besar yang telah lama menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Total sebanyak 31 kawasan akan menjadi sasaran program jemput bola ini sepanjang tahun 2025. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Jemput Bola ke Kawasan Industri, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7,35 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Jemput Bola ke Kawasan Industri, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7,35 Persen

0
Kunjungan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Djemy Fary Francis, ke Kawasan Industri Tunas Prima, Kabil. Foto. BP Batam untuk Batam Pos

batampos – BP Batam terus menggencarkan pendekatan langsung ke kawasan industri sebagai bagian dari strategi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada Senin (2/6), Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Djemy Fary Francis, melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Tunas Prima, Kabil. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda kunjungan ke 31 kawasan industri yang tersebar di Batam.

Kunjungan itu menjadi langkah awal membangun komunikasi yang lebih terbuka dan responsif antara BP Batam dan pelaku usaha. Pihaknya ingin mendengar langsung aspirasi dan persoalan yang dihadapi tenan di lapangan, agar dapat segera ditindaklanjuti dengan solusi konkret.

“Kami mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk mengoptimalkan sektor strategis seperti kawasan industri, galangan kapal, dan logistik sebagai pilar ekonomi nasional. Maka kami datang ke sini untuk menyapa langsung, berdialog, dan menyerap masukan,” ujar dia.

Menurut Fary, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2025 sebesar 7,35 persen. Untuk itu, sinergi antara pemerintah pusat, BP Batam, dan dunia usaha mutlak diperlukan.

“Kawasan industri memiliki peran besar dalam menyokong capaian tersebut. Karena itu, kami berharap pelaku usaha bisa turut berkontribusi aktif,” katanya.

Dalam dialog bersama pelaku industri, sejumlah isu strategis seperti ketersediaan lahan, perizinan, hingga infrastruktur penunjang menjadi sorotan. BP Batam tidak hanya hadir untuk mendengar, tetapi juga untuk merancang langkah tindak lanjut yang terukur dan terjadwal.

“Kami ingin membangun tata kelola kawasan industri yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada percepatan investasi. Dan itu hanya mungkin jika komunikasi dua arah dengan para pelaku usaha terus diperkuat,” kata Fary.

Direktur Tunas Grup, Albert, mengapresiasi langkah proaktif BP Batam. Ia menilai pendekatan yang dilakukan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan membuat pelaku usaha merasa diperhatikan.

“Upaya seperti ini tentu akan berdampak positif bagi perkembangan ekonomi Batam. Kami siap mendukung program yang telah dirancang BP Batam,” katanya.

Kawasan Industri Tunas Prima sendiri merupakan salah satu kawasan yang aktif menopang sektor manufaktur dan logistik di Batam. Sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut memiliki orientasi ekspor dan memberikan kontribusi terhadap neraca perdagangan nasional.

Sebelumnya, BP Batam juga telah mengunjungi Kawasan Industri Batamindo dan Panbil, dua kawasan industri besar yang telah lama menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Total sebanyak 31 kawasan akan menjadi sasaran program jemput bola ini sepanjang tahun 2025. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Jemput Bola ke Kawasan Industri, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7,35 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Tewasnya Vla di Kamar Kost: Cekcok Tarif Berujung Maut, Polisi Pastikan Tak Ada Amuk Massa

0
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kepolisian Sektor Sagulung menegaskan bahwa pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita penghibur berinisial Vla (30), tidak sempat diamuk massa sebagaimana beredar di sejumlah media. Hal itu disampaikan langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, usai memeriksa pelaku yang kini dalam kondisi sehat.

“Barusan saya periksa pelaku, sehat kok dia. Tak ada itu dia diamuk massa di lokasi kejadian,” ujar Anwar, menanggapi isu simpang siur yang beredar sejak peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Senin (2/6) dini hari.

Pelaku, pria berinisial Mi (20), memang mengalami luka di bagian tangannya, namun menurut keterangan polisi, luka tersebut bukan akibat amukan warga melainkan karena korban sempat melakukan perlawanan saat diserang dan ditikam.

Baca Juga: Wanita Tewas Ditikam di Kamar Hostel Usai Cekcok Soal Tarif

“Korban menampar dan melawan, saat itu pelaku menusuk dengan pisau yang dibawa dari rumah. Luka di tangan pelaku karena korban sempat melawan,” jelas Anwar.

Tragedi ini terjadi di sebuah kamar kostel yang terletak di ruko Simpang Basecamp, Sagulung, Batam. Mi dan Vla sebelumnya berkenalan melalui aplikasi MiChat dan menyepakati tarif layanan sebesar Rp350 ribu. Namun usai berhubungan, pelaku hanya mampu membayar Rp50 ribu.

Tak terima dengan jumlah tersebut, korban disebut sempat marah hingga menampar pelaku. Mi berdalih sedang menunggu uang ditransfer dari temannya. Namun emosi yang sudah memuncak membuatnya nekat menghunus pisau dan menyerang korban secara membabi buta.

Korban menderita puluhan luka tusuk dan tewas di lokasi meski sempat dibawa ke rumah sakit. Pelaku langsung diamankan polisi di lokasi tak lama setelah pihak pengelola kostel melaporkan kejadian tersebut. Polisi memastikan bahwa proses penangkapan berlangsung aman tanpa adanya tindakan main hakim sendiri.

Dalam pengembangan kasus, polisi telah memeriksa tiga orang saksi serta mengamankan pisau yang digunakan pelaku sebagai barang bukti. Pemeriksaan lanjutan masih dilakukan guna melengkapi berkas perkara.

Jenazah korban telah diperiksa di RS Bhayangkara dan akan segera diberangkatkan ke kampung halamannya di Jawa Timur. Pihak keluarga telah dihubungi dan tengah menanti proses pemulangan jenazah.

Mi kini ditahan dan dijerat dengan pasal pembunuhan. Pihak kepolisian juga tengah mendalami kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam tindakan pelaku. “Kami akan proses secara hukum dan transparan,” ujar Anwar. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Tewasnya Vla di Kamar Kost: Cekcok Tarif Berujung Maut, Polisi Pastikan Tak Ada Amuk Massa pertama kali tampil pada Metropolis.

45 Personel Terima Penghargaan, Kapolresta: Penghargaan Jadikan Motivasi

0
Aipda Andi personel dari Satuan Samapta Polresta Barelang saat menerima penghargaan dari Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin atas loyalitas, integritas, dan dedikasi nya yang luar biasa dalam melaksanakan tugas. Foto. Budi untuk Batam Pos

batampos – Polresta Barelang menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (2/6) pagi. Upacara ini dipimpin langsung Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin dan diikuti seluruh pejabat utama dan personel.

Dalam amanatnya, Zaenal membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Pidato tersebut menegaskan bahwa tanggal 1 Juni merupakan momentum penting untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, serta ideologi pemersatu dalam keberagaman Indonesia.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, dan bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ujarnya.

Zaenal juga menegaskan pentingnya memperkokoh nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan globalisasi dan era digital. Pancasila bukan hanya warisan historis, tetapi juga jiwa bangsa yang menjadi panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial harus terus diinternalisasi dalam berbagai aspek, mulai dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital,” katanya.

Selain memimpin upacara, Zaenal turut menyerahkan penghargaan kepada 45 personel Polresta Barelang yang dinilai berprestasi dan berdedikasi tinggi dalam pelaksanaan tugas.

“Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar seluruh personel terus berkontribusi positif dalam mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Barelang,” ungkapnya.

Zaenal menjelaskan personel yang menerima penghargaan tersebut berdasarkan penilaian kontribusi sosial dan kemanusiaan, seperti penanganan pasca banjir di tempat ibadah. Kemudian keberhasilan pengungkapan tindak pidana seperti pencurian dengan pemberatan, pembunuhan berencana, jambret/curas dengan korban WNA, hingga premanisme yang mengganggu iklim investasi.

Selain itu, dedikasi dalam pelayanan publik, seperti peningkatan layanan di unit Regident (Satpas), serta tindakan penyelamatan jiwa manusia dalam bencana longsor.

“Personel yang menerima penghargaan berasal dari Satuan Samapta, Satlantas, Satreskrim, serta Polsek di jajaran Polresta Barelang seperti Sekupang, Lubukbaja, dan Sagulung,” katanya.

Terakhir, Zaenal menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang telah menunjukkan loyalitas, integritas, dan dedikasi luar biasa.

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja serta menjaga nama baik institusi di tengah masyarakat,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel 45 Personel Terima Penghargaan, Kapolresta: Penghargaan Jadikan Motivasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Nasi Dingin Lebih Aman untuk Penderita Diabetes, Ini 5 Manfaatnya

0
Ilustrasi nasi. (f. jawapos)

batampos – Bagi penderita diabetes, mengatur pola makan adalah langkah penting untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Salah satu sumber karbohidrat utama di Indonesia adalah nasi putih, namun ternyata konsumsinya perlu diatur dengan hati-hati.

Dilansir dari laman YouTube Kunci Sehat, ada anggapan bahwa nasi putih yang telah didinginkan lebih baik dikonsumsi oleh penderita diabetes dibandingkan nasi yang baru matang.

Hal ini berkaitan dengan perubahan struktur pati dalam nasi yang telah disimpan di kulkas selama 24 jam.

Pati dalam nasi yang sudah didinginkan dan dihangatkan kembali akan berubah menjadi pati resisten, yaitu jenis pati yang sulit dicerna oleh tubuh.

Proses ini memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, khususnya dalam mengontrol kadar gula darah.

1. Membantu Mengendalikan Kadar Gula Darah

Salah satu keunggulan nasi putih dingin adalah indeks glikemiknya yang lebih rendah dibandingkan nasi yang baru matang.

Indeks glikemik rendah berarti pelepasan gula ke dalam darah berlangsung lebih lambat, sehingga kadar gula darah tidak melonjak drastis setelah makan.

Dengan mengganti nasi panas dengan nasi dingin, penderita diabetes bisa lebih mudah menjaga kestabilan gula darah hariannya.

2. Meningkatkan Efektivitas Hormon Insulin

Pada penderita diabetes tipe 2, tubuh mengalami gangguan dalam penggunaan insulin, hormon yang membantu gula masuk ke dalam sel.

Pati resisten dalam nasi dingin akan masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri baik menjadi asam lemak rantai pendek, salah satunya asam propionat.

Asam ini berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin terutama di jaringan lemak, sehingga gula darah lebih mudah dimanfaatkan oleh sel dan tidak menumpuk di aliran darah.

3. Berfungsi sebagai Prebiotik Alami

Pati resisten dalam nasi dingin tidak hanya membantu metabolisme gula, tetapi juga berfungsi sebagai prebiotik.

Prebiotik adalah nutrisi bagi bakteri baik di usus besar, yang akan menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Mikrobiota yang sehat membantu memperkuat sistem imun, mengurangi peradangan, dan meningkatkan pencernaan, faktor penting yang juga berpengaruh pada kondisi metabolik seperti diabetes.

4. Membantu Menurunkan Kolesterol

Studi dalam Nutrition Research menunjukkan bahwa konsumsi pati resisten dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida.

Hal ini penting karena penderita diabetes memiliki risiko tinggi terhadap komplikasi kardiovaskular.

Dengan mengonsumsi nasi dingin secara rutin, kolesterol total dalam tubuh dapat dikendalikan lebih baik, sehingga risiko serangan jantung dan stroke juga dapat ditekan.

5. Membuat Lebih Kenyang dan Mengurangi Asupan Kalori

Pati resisten dicerna lebih lambat, sehingga membuat perut kenyang lebih lama.

Hal ini sangat membantu bagi penderita diabetes yang perlu mengendalikan asupan kalori harian untuk menjaga berat badan.

Rasa kenyang yang lebih lama juga menekan keinginan untuk makan berlebih atau ngemil makanan tinggi gula di antara waktu makan, sehingga pola makan menjadi lebih teratur dan sehat.

Meski nasi dingin menawarkan berbagai manfaat untuk penderita diabetes, ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan.

Nasi yang telah didinginkan sebaiknya dihangatkan kembali sebelum dikonsumsi, untuk membunuh bakteri dan membuat teksturnya lebih enak disantap.

Pastikan juga nasi disimpan dalam wadah bersih dan dikonsumsi bersama lauk bergizi seperti sayuran dan protein tanpa lemak.

Hindari lauk tinggi gula dan lemak agar manfaat nasi dingin tidak terganggu oleh pola makan yang kurang sehat.

Dengan penerapan yang tepat, nasi dingin bisa menjadi pilihan karbohidrat yang lebih aman dan mendukung pengelolaan diabetes secara alami. (*)

Artikel Nasi Dingin Lebih Aman untuk Penderita Diabetes, Ini 5 Manfaatnya pertama kali tampil pada Lifestyle.