Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 1501

Pembeli Membeludak Diluar Prediksi Panitia, Hari Kedua Pasar Sembako Murah Pemkab Lingga

0
Antrian panjang pembeli di pasar Sembako murah hari kedua yang diluar prediksi penitia pelaksana, Selasa (3/6). F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Hari kedua pelaksanaan Pasar Sembako murah di halaman kantor Kecamatan Singkep Barat yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Lingga diserbu masyarakat.

Pantauan Batampos di lokasi, terlihat masyarakat menyerbu lokasi pasar murah dan menunggu antrin yang panjang untuk membeli sembako dengan harga yang murah tersebut.

Ratusan masyarakat lebih memilih untuk mengantri panjang asalakan dapat membeli barang sembako di pasar Sembako murah dengan harga yang lebih rendah dari pasar biasanya.

BACA JUGA: Pantau Harga Barang di Agen Sembako, Disperindag Kop/UMKM Lingga Temukan Ada Barang yang Sudah Kadaluwarsa

Febrizal Taufik, Plt Kepala Disperindagkop UMKM Lingga mengatakan untuk pengunjung hari kedua di pasar Sembako murah diluar prediksi mereka.

“Hari ini jumlah pengunjung yang datang sangat banyak dan diluar prediksi kami. Stok yang awalnya kami sediakan 2 ton harus ditambah lagi menjadi dua kali lipat,” ujar Febrizal, Selasa (3/6).

Febrizal mengatakan, walaupun pembeli yang datang lebih banyak dan diluar prediksi. Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Disperindagkop UMKM tetap dapat menyediakan stok barang dagangan yang dijual dengan harga yang relatif murah untuk kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, walaupun hari ini jumlah pembeli yang datang dua kali lipat dari yang kami prediksikan, tetapi stok barang masih tetap dapat kami sediakan agar masyarakat tetap mendapatkan barang yang ingin mereka beli dengan harga yang murah di sini,” pungkasnya.

Susanti, salah satu warga yang juga ikut mengantri dari pagi di pasar Sembako murah ini merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.

“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya pasar Sembako murah ini. Apalagi ditengah kondis ekonomi kita yang sedang menurun dan harga bahan pokok yang semakin meningkat, kami masih dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah walaupun harus mengantri panjang dari pagi karena pengunjung yang datang sangat ramai,” ungkap Susanti.

Febrizal berharap dengan dilaksanakannya Pasar Sembako murah ini dapat meringankan pengeluaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dengan barang yang dibeli lebih murah dari harga pasar secara umumnya.

“Tidak hanya di Kecamatan Singkep Barat saja, pasar sembako murah ini kedepannya juga akan dilakukan di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Lingga agar seluruh masyarakat Kabupaten Lingga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah,” tutup Febrizal. (*)

Reporter: Vatawari

 

Artikel Pembeli Membeludak Diluar Prediksi Panitia, Hari Kedua Pasar Sembako Murah Pemkab Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

4 Juni 2025, Jemaah Haji Embarkasi Batam Mulai Bergerak ke Arafah

0
Ilustrasi. Keberangkatan Kloter Pertama Calon Jemaah Haji (CJH) Embarkasi Batam yang dilayani melalui Bandara Internasional Hang Nadim. Foto. PT BIB untuk Batam Pos.

batampos – Puncak ibadah haji segera tiba. Jemaah haji dari Embarkasi Batam dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Arafah pada 8 Zulhijjah atau Rabu, 4 Juni 2025, untuk menjalani puncak haji yakni Wukuf di Arafah pada Kamis, 5 Juni 2025.

“Insyaallah Rabu ini jemaah mulai bergerak. Kamis mereka akan melaksanakan Wukuf di Arafah,” ujar Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, H. Zoztafia, Selasa (3/6).

Zoztafia menyampaikan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan konsolidasi data dan mematangkan skema keberangkatan agar seluruh jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah dengan lancar.

“Seluruh kloter dari Embarkasi Batam sudah mengikuti rapat koordinasi akhir. Tim PPIH juga telah melaksanakan rapat pengecekan akhir persiapan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) di Sektor 1 Makkah yang dipimpin Kakanwil Kemenag Kepri dan Riau,” jelasnya.

Tiga skema mobilisasi telah disiapkan untuk mengatur pergerakan jemaah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Skema pertama adalah pergerakan reguler, di mana jemaah diberangkatkan dari Makkah ke Arafah untuk Wukuf, kemudian selepas Magrib menuju Muzdalifah untuk mabit (bermalam), dan selanjutnya ke Mina untuk mabit hingga 12 atau 13 Zulhijjah.

Skema kedua yaitu Murur, di mana setelah Wukuf di Arafah, jemaah langsung melintasi Muzdalifah tanpa turun dari bus dan langsung menuju Mina.

Sementara skema ketiga adalah Tanazul, ditujukan bagi jemaah yang akan melempar jumrah pada 10 Zulhijjah dan kemudian kembali ke hotel tanpa kembali ke tenda Mina. Skema ini diikuti oleh jemaah yang tinggal di hotel sekitar Syisyah dan Raudhah, dan mereka tetap akan kembali ke Jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada 11, 12, dan 13 Zulhijjah.

“Skema Murur dan Tanazul ini diterapkan untuk mengurangi kepadatan di Muzdalifah dan Mina. Skema ini telah melalui kajian mendalam dan dinyatakan tidak menyalahi syariat,” kata Zoztafia.

Bagi jemaah lansia, disabilitas, dan yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), pemerintah menyiapkan Safari Wukuf Khusus. Layanan ini memberikan fasilitas pengawalan dari tenaga medis, pendamping ibadah, serta hotel transit agar jemaah tetap bisa menjalankan rukun haji secara aman dan layak.

Zoztafia memastikan, pada 9 Zulhijjah atau 5 Juni 2025, seluruh jemaah sudah berada di Arafah untuk melaksanakan Wukuf. Setelah itu, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah mulai pukul 19.00 WAS untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel 4 Juni 2025, Jemaah Haji Embarkasi Batam Mulai Bergerak ke Arafah pertama kali tampil pada Metropolis.

Guru SDN 007 Teluk Sebong, Bintan Panik, Lahan di Belakang Sekolah Terbakar

0
Tim pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar lahan di belakang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Kecamatan Teluk Sebong terbakar, Senin (2/6/2025) siang. F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Lahan semak belukar di belakang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Kecamatan Teluk Sebong terbakar, Senin (2/6/2025) siang.

Luas area yang terbakar kurang lebih 1 hektare.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, seorang guru meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api yang membakar lahan di belakang sekolah, karena api sudah membesar.

Dalam rekaman video lain, seorang guru mengucapkan istigfar dan meminta tolong.

“Ya Allah, bantu kami,” ujar guru tersebut.

BACA JUGA: 1.637 Hektar Lahan di Tanjungpinang Terlantar, BPN Diminta Tak Perpanjang HGB

Rekaman video lainnya terlihat seorang guru berusaha memadamkan api dengan air yang dibawanya dalam ember.

Akan tapi guru lainnya memperingatkan guru tersebut untuk tidak mendekat karena api semakin membesar dan berbahaya.

“Tidak bisa dekat-dekat bu, sudah tidak bisa lagi bu,” kata guru tersebut mengingatkan.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan kebakaran lahan di belakang sekolah diketahui setelah guru menyadari asap tebal yang menganggu aktivitas di sekolah.

Setelah dicek, api yang membakar lahan di belakang sekolah sudah membesar.

Panyodi mengatakan, kebakaran dilaporkan sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat tim pemadam kebakaran tiba di lokasi, api sudah membesar dan mengenai pagar sekolah yang terbuat dari bata merah.

Tim pemadam kebakaran bergerak cepat memadamkan api karena lahan semak belukar yang terbakar menimbulkan kekhawatiran akan merembet ke sekolah.

Tim pemadam kebakaran membutuhkan waktu cukup lama dan menghabiskan air yang banyak untuk memadamkan api yang membakar lahan semak belukar tersebut.

Proses pemadaman api juga dibantu oleh pihak sekuriti PT. BMW Lagoi.

Panyodi mengatakan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.45 WIB, namun penyebab pasti kebakaran lahan belum diketahui. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Guru SDN 007 Teluk Sebong, Bintan Panik, Lahan di Belakang Sekolah Terbakar pertama kali tampil pada Kepri.

Bertengger di Batang Pohon Penghijauan, Reklame Liar Cemari Ruang Publik, Warga Batuaji dan Sagulung Tagih Aksi Pemko Batam

0
Reklame yang menempel di batang pohon penghijauan di Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Penertiban baliho dan papan reklame liar yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Batam di sejumlah titik utama kota mendapat sambutan positif. Namun, warga Batuaji dan Sagulung menilai penertiban itu belum menyentuh kawasan mereka yang justru masih dipenuhi reklame liar. Di berbagai persimpangan hingga pinggir jalan, reklame tak berizin terus menjamur tanpa kendali.

Jenis reklame yang paling banyak ditemukan adalah iklan promosi usaha jasa, lembaga pendidikan, hingga kegiatan masyarakat lainnya yang dipasang secara sembarangan. Ironisnya, banyak di antaranya menempel langsung di pohon penghijauan menggunakan paku atau perekat tajam lainnya. Praktik ini bukan hanya merusak estetika, tetapi juga mengancam kelestarian pohon-pohon tersebut.

“Setiap hari saya lewat jalan utama di Batuaji, dan pemandangannya selalu sama. Papan iklan nempel di pohon, ada yang sampai berkarat dan robek-robek. Selain merusak pohon, ini bikin jalanan kelihatan semrawut dan kumuh,” ujar Hasan, seorang warga Batuaji, Selasa (3/6).

Baca Juga: Minim Penertiban, Iklan Liar di Batang Pohon Kian Menjamur

Menurutnya, keluhan soal maraknya reklame liar di kawasan Batuaji dan Sagulung bukan hal baru. Warga sudah berulang kali menyampaikan aspirasi tersebut ke pihak kelurahan maupun kecamatan, namun hingga kini belum terlihat tindakan tegas yang berdampak. “Kami hanya ingin lingkungan kami juga diperhatikan, jangan hanya pusat kota yang ditata,” kata Hasan.

Sebelumnya, Pemko Batam memang telah memulai operasi besar-besaran menertibkan baliho dan papan reklame ilegal di berbagai titik strategis pusat kota. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta instruksi nasional untuk menata ulang tata ruang dan mengurangi sampah visual di kawasan perkotaan.

Penertiban itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, dan didukung penuh oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Operasi ini menargetkan seluruh reklame ilegal yang tidak memiliki izin resmi, serta yang dinilai mengganggu keindahan kota, untuk dibongkar dan dibersihkan sebelum akhir Juni 2025.

Baca Juga: Tim Penertiban Siap Tindak Reklame Liar di Batam

Wali Kota Amsakar Achmad menegaskan bahwa penataan kota adalah bagian dari misi membangun Batam sebagai kota modern yang nyaman dan layak huni. Ia menyebut, kebijakan ini mengacu pada tiga hal utama: arahan Presiden RI, temuan BPK, dan aspirasi masyarakat yang ingin lingkungan kota yang bersih dan tertata.

“Kami ingin Kota Batam tampil sebagai kota yang rapi, bersih, dan bebas dari reklame liar. Ini bukan hanya soal estetika, tapi juga soal kepatuhan pada aturan serta pemanfaatan ruang kota yang adil dan berkelanjutan,” ujar Amsakar dalam keterangan resminya.

Meski demikian, sejumlah kalangan menilai penataan kota belum merata, terutama di wilayah pinggiran seperti Batuaji, Sagulung, dan sekitarnya. Banyak reklame liar yang sudah bertahun-tahun dibiarkan tumbuh subur tanpa pengawasan. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan kesan bahwa kebijakan penertiban hanya bersifat simbolik dan tidak menyentuh akar persoalan.

Warga berharap Pemko Batam segera memperluas jangkauan penertiban ke seluruh wilayah, termasuk kawasan padat penduduk di luar pusat kota. “Kami ingin merasakan dampaknya juga. Kalau kota bersih dan rapi, kami sebagai warga juga yang menikmati,” kata Hasan. Ia menambahkan, keadilan penataan kota harus dirasakan seluruh warga, tak hanya mereka yang tinggal di pusat pemerintahan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Bertengger di Batang Pohon Penghijauan, Reklame Liar Cemari Ruang Publik, Warga Batuaji dan Sagulung Tagih Aksi Pemko Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Dijanjikan Upah Rp60 Ribu per Unit, Norman, Anggota TNI Akui Sudah Tiga Kali Bantu Selundupkan iPhone di Bandara Hang Nadim

0
Norman saat menjadi saksi pada persidangan Kendri Wahyudi di Pengadilan Negeri (PN) Batam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menggelar sidang lanjutan kasus penyelundupan 100 unit iPhone XR seken yang menyeret nama Kendri Wahyudi, seorang pengusaha handphone.

Sidang berlangsung Selasa (3/6) dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi di hadapan majelis hakim yang diketuai Tiwik, didampingi Douglas dan Andi Bayu.

Dalam persidangan terungkap keterlibatan seorang protokol TNI di Bandara Hang Nadim bernama Norman, yang mengaku mengenal terdakwa dan membantu proses penyelundupan dengan imbalan tertentu. Pada persidangan Norman dihadirkan sebagai saksi.

“Saya dijanjikan upah Rp60 ribu per unit. Pada percobaan pertama saya berhasil membawa 60 unit,” ujar Norman di ruang sidang.

Baca Juga: Hendak Selundupkan 100 iPhone Bekas, Kendri Dibantu Norman Wageanto Bawa Iphone ke Pesawat

Ia mengaku telah tiga kali meloloskan iPhone melalui bandara, namun upaya keempat pada Desember 2024 gagal setelah tertangkap oleh petugas Bea Cukai.

Norman menjelaskan bahwa ia menyelundupkan iPhone dengan menyembunyikannya di balik bajunya.

“HP itu saya bawa secara bertahap sampai 100 unit ke ruang tunggu bandara, lalu saya serahkan ke terdakwa Yeyen,” katanya.

Yeyen diketahui sebagai kurir yang akan membawa barang tersebut ke Jakarta. Karena posisinya sebagai protokol, Norman tidak melalui pemeriksaan X-ray. Ketika hal ini dikonfirmasi oleh hakim, ia membenarkan.

“Komandan saya sudah tahu dan saya masih menunggu proses dari satuan,” tambah Norman.

Saksi dari Bea Cukai, Dimas, mengungkapkan bahwa kecurigaan petugas bermula saat koper yang dibawa terdakwa Yeyen terlihat kosong saat melewati pemeriksaan X-ray.

“Namun saat berada di ruang tunggu boarding, koper itu tiba-tiba berisi 100 unit iPhone XR,” jelasnya.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan mengamankan terdakwa Yeyen bersama koper berisi barang bukti tersebut.

Menanggapi keterangan saksi Norman, terdakwa Kendri membantah bahwa dirinya yang menawarkan pekerjaan penyelundupan.

“Justru saksi yang datang kepada saya dan minta pekerjaan karena tahu saya pengusaha handphone,” ujar Kendri.

Majelis hakim akan melanjutkan persidangan pada Selasa, 10 Juni 2025 mendatang di PN Batam. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Dijanjikan Upah Rp60 Ribu per Unit, Norman, Anggota TNI Akui Sudah Tiga Kali Bantu Selundupkan iPhone di Bandara Hang Nadim pertama kali tampil pada Metropolis.

Pembunuhan Wanita di Hotel, Izin Usaha Perhotelan Disoroti

0
RedDoorz Kostel, lokasi pembunuhan seorang PSK oleh pelanggannya. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang wanita berinisial VLa di salah satu hotel di kawasan Sagulung, Batam, memicu reaksi cepat dari instansi pemerintah.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam bersama Badan Pengusahaan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM PTSP) Kota Batam menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap operasional hotel-hotel di Batam, khususnya yang diduga menyalahgunakan izin usaha dan terlibat pelanggaran hukum seperti yang terjadi melalui aplikasi MiChat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardi Winata, menegaskan bahwa pengawasan rutin selama ini dilakukan oleh tim terpadu yang melibatkan Satpol PP, PTSP, dan Disparbud.

Baca Juga: Tewasnya Vla di Kamar Kost: Cekcok Tarif Berujung Maut, Polisi Pastikan Tak Ada Amuk Massa

“Kita memiliki regulasi pengawasan yang jelas. Bila ada pelaku usaha perhotelan yang melanggar hukum, apalagi sampai ke ranah pidana seperti kasus pembunuhan ini, maka tentu kami serahkan ke proses hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia menyebut, sektor perhotelan merupakan bagian vital dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam. “Ada sekitar 270-an hotel dengan berbagai tipe di Batam. Ini menyumbang besar terhadap PAD, bahkan berada di peringkat keempat atau kelima. Tapi ini tidak berarti kita tutup mata. Kepatuhan terhadap aturan tetap nomor satu,” kata Ardi.

Lebih lanjut, Ardi menegaskan bahwa hotel-hotel yang telah mengantongi izin resmi wajib menjalankan operasional sesuai peraturan yang telah disepakati saat perizinan dikeluarkan. “Jika tidak memiliki izin, ya kami tindak. Kalau sudah berizin, harusnya taat. Tidak boleh ada pelanggaran seperti praktik prostitusi terselubung, peredaran miras ilegal, apalagi kekerasan,” tegasnya.

Baca Juga: Wanita Tewas Ditikam di Kamar Hostel Usai Cekcok Soal Tarif

Pengawasan menurutnya tidak semata tanggung jawab Disparbud, namun merupakan kerja kolektif seluruh instansi terkait. Ia juga menyampaikan pentingnya pengusaha hotel menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan. “Costumer experience itu penting, tapi harus tetap dalam koridor aturan hukum yang berlaku,” tambah Ardi.

Sementara itu, Kepala BPM PTSP Kota Batam, Reza Khadafi, turut menyatakan keprihatinan atas kasus yang terjadi. Ia menyebutkan bahwa pengawasan yang dilakukan pihaknya selama ini lebih menitikberatkan pada kepatuhan terhadap izin usaha. “Misalnya, hotel bintang satu tapi faktanya dijadikan losmen atau tempat kos. Itu bentuk pelanggaran perizinan dan akan kami tindak,” katanya.

Reza juga memastikan bahwa pihaknya akan memanggil dan memeriksa pemilik hostel tempat kejadian perkara berlangsung. “Kami akan cek perizinan, fungsi bangunan, dan kemungkinan adanya penyalahgunaan. Kalau terbukti melanggar, akan ada sanksi tegas,” ujarnya.

Ia mengimbau seluruh pelaku usaha perhotelan agar benar-benar memahami dan mematuhi setiap detail perizinan yang mereka miliki. “Kami tidak akan segan memberikan sanksi jika ada pelanggaran. Dan bila menyangkut tindak pidana, itu sepenuhnya wewenang aparat penegak hukum,” tegas Reza.

Kedua pejabat itu sepakat bahwa sektor pariwisata, khususnya perhotelan, tetap harus dikembangkan namun tanpa mengorbankan aturan dan ketertiban. “Kita dukung sektor ini untuk tumbuh, tapi jangan abaikan SOP dan etika bisnis,” pungkas Ardi. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pembunuhan Wanita di Hotel, Izin Usaha Perhotelan Disoroti pertama kali tampil pada Metropolis.

Operasional Koperasi Kelurahan di Batam Masih Swadaya, Bantuan dari Pusat Segera Menyusul

0
Hendri Arulan. Foto. Humas Pemko Batam

batampos – Program pembentukan koperasi kelurahan di Kota Batam terus berjalan. Saat ini, enam koperasi telah resmi terbentuk dan mengantongi legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM. Namun untuk operasional awal, seluruh koperasi masih mengandalkan dana swadaya dari para anggota.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Hendri Arulan, menjelaskan bahwa pendanaan awal koperasi berasal dari simpanan anggota, seperti simpanan pokok dan simpanan wajib, sebagaimana prinsip koperasi pada umumnya.

“Untuk operasional yang jelas sekarang ini, itu dari anggota masing-masing. Ada simpanan pokok, simpanan wajib, ya biasa lah koperasi,” ujar Hendri saat ditemui, Selasa (3/6).

Meski demikian, ia menyebut bahwa ke depan akan ada bantuan pendanaan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM. Namun, bantuan tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan dan rencana pengembangan koperasi masing-masing, bukan hibah langsung.

“Saya dapat informasi akan ada bantuan dari pusat. Tapi ini tergantung kebutuhan koperasi. Nanti koperasi buatlah proposal, misalnya mau mengembangkan usaha apa, butuh berapa biaya. Proposal itu kemudian diajukan ke kementerian,” jelasnya.

Hendri menambahkan, informasi sementara yang ia terima menyebutkan bahwa Kementerian Koperasi memang telah menyiapkan anggaran untuk mendukung operasional kegiatan koperasi-koperasi yang dibentuk di tingkat kelurahan.

“Jadi bukan serta-merta langsung dikasih dana. Koperasi harus aktif menyusun rencana dan mengajukan ke kementerian. Ini supaya tepat sasaran dan sesuai dengan potensi masing-masing wilayah,” kata Hendri.

Enam koperasi kelurahan yang telah tuntas legalitasnya berada di Kelurahan Air Raja, Sembulang, Sijantung, Subangmas, Tanjung Buntung, dan Sungai Langkai. Masing-masing koperasi dibentuk berdasarkan musyawarah kelurahan (muskel) dengan melibatkan masyarakat secara partisipatif.

“Dari total 64 kelurahan, semuanya sudah melaksanakan muskel. Saat ini 34 kelurahan sedang dalam proses pemberkasan ke notaris,” tambahnya.

Legalitas koperasi terdiri dari akta notaris dan SK dari Kementerian Hukum dan HAM. Biaya pembuatan akta notaris, lanjut Hendri, saat ini ditanggung sementara oleh kelurahan dan akan diklaim ke Pemerintah Provinsi Kepri setelah seluruh dokumen legal lengkap.

“Biaya maksimal satu akta Rp2,5 juta. Itu nanti diganti oleh provinsi,” ucapnya.

Pemko Batam menargetkan seluruh koperasi kelurahan sudah memiliki legalitas lengkap paling lambat 30 Juni 2025. Sementara peluncuran nasional koperasi kelurahan direncanakan berlangsung pada 12 Juli 2025.

“Setelah peluncuran, kami akan masuk ke tahap pembinaan. Akan ada pelatihan manajemen koperasi, tata kelola organisasi, sampai penyusunan proposal usaha untuk pengajuan bantuan,” ujar Hendri.

Sebelumnya, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM, Panel Barus, menilai Batam memiliki karakteristik unik sebagai daerah kepulauan yang sangat potensial untuk pengembangan koperasi.

“Batam ini bukan cuma kota konsumen, tapi juga produsen. Koperasi bisa menjadi wadah konsolidasi hasil pertanian, perikanan, dan produk lokal lainnya,” kata Panel dalam kunjungan sebelumnya.

Terkait pendanaan, Panel menyebut pemerintah pusat tengah menyiapkan skema pembiayaan melalui bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Skema tersebut bukan hibah, melainkan pinjaman lunak untuk benar-benar mendorong koperasi mandiri dan berkembang. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Operasional Koperasi Kelurahan di Batam Masih Swadaya, Bantuan dari Pusat Segera Menyusul pertama kali tampil pada Metropolis.

Pekerja Belum Terima Upah, Proyek Revitalisasi Pasar Loka Tarempa Terhenti

0
Terpantau dua orang pekerja sedang berada di depan pintu proyek Revitalisasi Pasar Loka Tarempa, baru-baru ini. f.ihsan

batampos– Proyek pengerjaan revitalisasi Pasar Loka Tarempa yang dananya bersumber dari APBN senilai Rp 27,5 Miliar terhenti.

Terhentinya aktivitas pengerjaan ini dikarenakan sejumlah pekerja belum menerima upah dari kontraktor pelaksana PT Triderrick Sumber Makmur (TSM).

“Hampir dua pekan tidak ada aktivitas pekerjaan. Pekerja tidak terima upah, makanya mogok kerja,” ujar seorang warga di lokasi proyek, Hamdi, Senin, (2/6).

BACA JUGA: Pekerjaan Revitalisasi Pasar Loka Tarempa Terkesan Lambat

Hamdi semakin pesimis jika proyek Pasar Loka ini akan selesai tepat waktu jika tidak ada solusi dari pihak kontraktor.

“Sesuai kontrak, pekerjaan ini harus selesai bulan Agustus nanti. Tapi dari progres pelaksanaannya tak sampai 50 persen, baru membuat pondasi saja,” kata Hamdi.

Sementara itu, perwakilan PT Triderrick Sumber Makmur (TSM), Kusno membenarkan aktifitas pekerjaan terhenti. Hal ini disebabkan pekerja tidak bekerja.

Kendati demikian, ia membantah jika pihaknya belum membayar upah pekerja.

“Upah pekerja sudah dibayar, tapi mereka minta cash. Kita ini kan sistemnya borongan,” ujar Kusno saat dikonfirmasi.

Kusno mengungkapkan jumlah pekerja yang mengikuti revitalisasi Pasar Loka sebanyak 20 orang. Namun, lambat laun jumlah berkurang.

“Karena ada yang mundurkan diri, mereka maunya cash, selesai kerja langsung dibayar. Tapi kalau kita kan, harus opname dulu ke pimpinan, jadi butuh waktu,” tutur Kusno.

Kontraktor menegaskan akan segera menyelesaikan persoalan ini dengan baik agar pekerjaan tidak terganggu.

Diketahui, revitalisasi Pasar Loka Tarempa ini di mulai sejak akhir Oktober 2024 lalu dengan 300 hari kerja kalender. Sesuai design, Pasar Loka Tarempa ini akan berlantai 3 yang mana lantai paling bawah digunakan sebagai parkir, lantai 2 pusat perdagangan UMKM dan lantai 3 pusat kuliner. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Pekerja Belum Terima Upah, Proyek Revitalisasi Pasar Loka Tarempa Terhenti pertama kali tampil pada Kepri.

Jelang Libur Sekolah, KM Kelud Jadi Pilihan Transportasi Favorit Warga Batam

0
Ilustrasi. Warga Batam saat akan menaiki KM Kelud. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Menjelang libur sekolah Juni 2025, kapal motor (KM) Kelud jadi moda transportasi laut andalan warga Batam yang ingin bepergian ke luar daerah. Kapal milik PT PELNI (Persero) ini menawarkan kenyamanan dan harga terjangkau, menjadikannya favorit bagi penumpang, terutama keluarga.

PT PELNI Cabang Batam telah merilis jadwal keberangkatan KM Kelud sepanjang bulan Juni 2025. Kapal akan berlayar pada 1, 4, 8, 11, 15, 18, 22, dan 25 Juni 2025, melayani rute Batam–Tanjung Balai Karimun–Belawan–Tanjung Priok (Jakarta). Jadwal keberangkatan tersedia dua kali dalam sehari, yakni pukul 10.00 WIB dan 20.00 WIB, tergantung rute dan operasional harian.

Kepala Cabang PT PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan pihaknya menyiapkan jadwal rutin untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa liburan.

“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik dengan harga tiket yang terjangkau, agar masyarakat bisa merencanakan perjalanan dengan lebih mudah,” ujar Edwin, Selasa (3/6).

Salah satu daya tarik KM Kelud adalah harga tiket yang bersaing. Untuk rute Batam–Belawan, tiket kelas ekonomi dibanderol Rp220.000 untuk dewasa, sedangkan kelas 1A Rp683.000. Tiket untuk bayi hanya Rp73.000. Sementara untuk rute Batam–Tanjung Priok, tiket kelas ekonomi dipatok Rp513.000 untuk dewasa, jauh lebih murah dibandingkan moda transportasi udara.

Sari, 34, calon penumpang asal Batam, mengatakan KM Kelud menjadi pilihan utama bagi keluarganya.

“Kami lebih suka naik kapal karena lebih nyaman untuk anak- anak dan harganya juga lebih terjangkau dibanding pesawat,” ujarnya saat ditemui di loket penjualan tiket PELNI Batam.

Remon, 43, warga Batam tujuan Belawan, juga menyatakan hal serupa. “Meskipun perjalanan lebih lama, tapi saya merasa lebih nyaman dan aman di kapal. Harganya juga bersahabat,” katanya.

Untuk mempermudah pemesanan tiket dan menghindari antrean, PT PELNI mendorong masyarakat menggunakan aplikasi PELNI Mobile. Aplikasi ini bisa diunduh melalui Google Play dan App Store, serta memungkinkan pengguna mengecek jadwal kapal secara real time.

“Kami imbau masyarakat memanfaatkan aplikasi ini agar proses pembelian tiket lebih praktis, apalagi menjelang libur sekolah biasanya terjadi lonjakan penumpang,” tutup Edwin. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Jelang Libur Sekolah, KM Kelud Jadi Pilihan Transportasi Favorit Warga Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Polsek Sagulung Ungkap Dua Kasus Pembunuhan Brutal dalam Sebulan

0
Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan.

batampos – Polsek Sagulung kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak kriminal berat dengan mengungkap dua kasus pembunuhan sadis yang terjadi dalam rentang waktu sebulan. Dua nyawa melayang akibat pertikaian yang berakhir tragis, masing-masing terjadi di sebuah kafe dan kamar kostel di wilayah Sagulung, Kota Batam.

Kasus pertama menimpa seorang pelaut bernama Denny P. Makahinda (33) yang tewas usai ditikam di bagian perut dalam insiden berdarah di Cafe Marbun, Kelurahan Seilekop, Minggu dini hari (18/5). Pelaku yang diketahui bernama Rahmadani (23), buruh bangunan asal Medan, sempat melarikan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap di Tanjung Balai Karimun.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, menyatakan bahwa tim gabungan dari Polsek Sagulung dan Polresta Barelang segera melakukan pengejaran setelah mendapat laporan dari keluarga korban. “Kami kejar sampai dapat,” tegasnya dalam konferensi pers pada 23 Mei lalu.

Pelaku akhirnya diamankan pada Senin malam (19/5) sekitar pukul 22.00 WIB di dekat Masjid Ibadurrahman, tak jauh dari pelabuhan.

Sedangkan korban sempat dilarikan ke RS Elisabeth dalam kondisi kritis, namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dua setengah jam kemudian.

Barang bukti berupa pisau lipat, pakaian korban dan pelaku, serta tas selempang hitam berhasil diamankan dan akan digunakan dalam proses hukum di pengadilan.

Tak sampai dua pekan berselang, kasus pembunuhan kembali mengguncang Sagulung. Seorang pekerja seks komersial berinisial Vla (30) ditemukan tewas di kamar kostel ruko Simpang Basecamp pada Senin (2/6) dini hari. Korban mengalami puluhan luka tusuk setelah bertengkar hebat dengan pelanggannya, Mi (20), akibat masalah pembayaran layanan.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, menjelaskan bahwa pelaku awalnya hanya mampu membayar Rp50 ribu dari tarif yang telah disepakati sebesar Rp350 ribu. Korban yang kesal menampar pelaku, dan pertengkaran pun berujung pada penikaman brutal.

Pelaku diketahui membawa pisau dari rumah dan menikam korban berulang kali dalam kondisi emosi.

Pelaku sempat mengalami luka di tangannya akibat perlawanan korban. Namun polisi memastikan bahwa pelaku tidak diamuk massa sebagaimana diberitakan oleh beberapa media. Pelaku langsung ditangkap di tempat kejadian setelah laporan masuk dari pengelola kostel.

Korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara, tetapi tidak tertolong akibat kehabisan darah. Jenazah Vla direncanakan dipulangkan ke kampung halamannya di Jawa Timur. Sementara pelaku Mi telah ditahan dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan pisau sebagai barang bukti.

Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, menanggapi kedua kasus ini dengan menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah tindak kekerasan. “Kami mengimbau seluruh warga untuk tidak mudah terbawa emosi dalam menyelesaikan persoalan. Jangan membawa senjata tajam tanpa alasan yang sah, dan segera laporkan setiap potensi konflik kepada kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iptu Rohandi menekankan bahwa Polsek Sagulung akan terus meningkatkan patroli dan penegakan hukum demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. “Kami tegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan, khususnya tindak kekerasan yang menghilangkan nyawa. Semua akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Polsek Sagulung Ungkap Dua Kasus Pembunuhan Brutal dalam Sebulan pertama kali tampil pada Metropolis.