Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 1524

Kemendikti Saintek Luncurkan Program Doktor untuk Dosen Indonesia

0
ilustrasi (sumber: freepik)

batampos – Kabar baik bagi para dosen yang ingin melanjutkan studi ke jenjang doktor. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) meluncurkan program beasiswa S3 yang memungkinkan para dosen tetap menjalankan tugas mengajar sambil berkuliah serta mempertahankan penghasilannya.

Program Beasiswa Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) tahun 2025 ini menawarkan dua pilihan: skema single degree serta joint/double degree. Dengan skema ini, peserta dapat mengikuti perkuliahan di dalam negeri sekaligus memperoleh pengalaman belajar di luar negeri, sesuai kerja sama yang telah dijalin dengan universitas mitra.

Tersedia pula dua jalur studi, yakni program doktor berbasis riset (by research) dan berbasis perkuliahan (by coursework). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa model by research memungkinkan dosen untuk tetap aktif mengajar tanpa harus meninggalkan kampus sepenuhnya. Dengan cara ini, pendapatan mereka tidak akan terganggu.

“Namun, beban mengajar akan disesuaikan agar tidak mengganggu proses perkuliahan maupun kegiatan riset mereka,” ujar Brian saat peluncuran resmi program di kantor Kemendikti Saintek, Jakarta, pada Minggu (2/6).

Mengatasi Kendala Finansial dalam Studi Doktoral

Brian mengungkapkan, salah satu alasan utama dosen enggan melanjutkan studi ke S3 adalah kekhawatiran terkait pendapatan yang berkurang. Untuk itu, Kemendikti telah melakukan koordinasi dengan para rektor universitas agar program ini bisa dilaksanakan secara fleksibel.

Ia mencontohkan, dosen dari wilayah Sumatera yang mengambil studi di ITB dapat menjalani sebagian besar penelitian di kampus asalnya, hanya perlu tinggal sementara di ITB selama satu hingga dua bulan. Skema ini dianggap realistis dan bisa dijalankan dengan baik.

Tak hanya menjamin penghasilan tetap, para dosen yang mengikuti program ini juga tetap bisa mempertahankan sertifikasi dosen (serdos) mereka. Tahun ini, tersedia kuota 1.100 penerima beasiswa, yang berpotensi ditingkatkan menjadi 2.000, jika kerja sama dengan LPDP disepakati.

Upaya ini penting mengingat jumlah dosen bergelar doktor masih minim. Dari 335.014 dosen di Indonesia berdasarkan data PDDikti, baru sekitar 25% (84.618 orang) yang berpendidikan S3. Sisanya, 75% (249.692 orang) masih berpendidikan Magister (S2).
Syarat Pendaftaran Beasiswa PDDI 2025

Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemendikti Saintek, Henri Tambunan, menjelaskan syarat umum pendaftaran beasiswa ini. Calon peserta harus merupakan dosen dari perguruan tinggi di bawah Kemendikti Saintek. Selain itu, pelamar wajib memiliki IPK minimal 3,25 pada jenjang magister (skala 4) dan telah mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari universitas tujuan. (*)

Artikel Kemendikti Saintek Luncurkan Program Doktor untuk Dosen Indonesia pertama kali tampil pada News.

Belum Ada Kepastian, Dana Haji Furoda Masih Menggantung

0
Calon jemaah haji Indonesia turun dari bus shalawat. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

batampos – Sebagian Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) hingga kini belum sepenuhnya mengembalikan dana milik calon jemaah haji (CJH) furoda. Beberapa agen perjalanan baru mengembalikan sebagian dana, ada pula yang mengalihkannya ke program haji khusus. Bahkan, terdapat penyelenggara yang menganggap dana yang sudah disetor hangus.

Asosiasi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (Asphirasi), salah satu wadah PIHK, telah mengirim surat kepada seluruh anggotanya untuk segera mengembalikan dana pendaftaran haji furoda kepada para jemaah, sesuai kesepakatan awal. Ketua DPD Asphirasi Jawa Timur, Syihabul Muttaqin, menyampaikan bahwa bila ada tawaran keberangkatan tahun depan, hal tersebut harus dijalankan dengan bijaksana demi menjaga kepercayaan masyarakat. Selain itu, Asphirasi juga menyarankan agar PIHK berkomunikasi dengan CJH furoda yang gagal berangkat agar bersedia dialihkan ke haji khusus, walaupun masa tunggunya sekitar delapan tahun.

Menurut Syihabul, harga paket haji furoda bervariasi antara USD 13.500 hingga USD 26.000. Ia menyebut belum ada kejelasan soal visa furoda dan menyampaikan bahwa visa mujamalah, yang sering disamakan dengan visa furoda, justru berbeda dan biasanya dialokasikan untuk negara-negara mayoritas muslim, seperti Indonesia, melalui mekanisme otoritas Arab Saudi.

Syam Resfiadi, pemilik travel Patuna sekaligus Ketua Umum Sapuhi, menyatakan telah mengembalikan dana jemaah secara penuh tanpa potongan. Ia menjelaskan bahwa sebagian kecil visa furoda memang diterbitkan untuk Indonesia, namun jumlahnya sangat terbatas. Karena ketidakpastian tersebut, pihaknya memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah menggunakan skema visa furoda sama sekali. Syam menambahkan, beberapa PIHK kesulitan mengembalikan dana karena telah digunakan untuk memesan hotel dan tiket penerbangan. (*)

Artikel Belum Ada Kepastian, Dana Haji Furoda Masih Menggantung pertama kali tampil pada News.

Akumulasi Investor Picu Optimisme Kenaikan Harga Bitcoin

0
ILUSTRASI: Aset kripto. (istimewa)

batampos – Pada akhir Mei, pasar aset kripto ditutup dengan capaian harga tertinggi baru untuk Bitcoin (BTC), yaitu USD 111.980 atau sekitar Rp1,82 miliar. Lonjakan harga yang terjadi pada 22 Mei itu memicu harapan pasar bahwa Bitcoin berpotensi menembus level USD 120.000 (sekitar Rp1,92 miliar) dalam waktu dekat. Meski demikian, bulan Juni historisnya cenderung menjadi periode yang kurang bersahabat bagi aset digital ini.

Fyqieh Fachrur, analis dari Tokocrypto, mengungkapkan bahwa menurut data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan kini menyentuh angka USD 3,3 triliun. Indeks fear and greed menunjukkan angka 61, menandakan bahwa pasar masih berada dalam fase optimisme tinggi atau greed. “Bitcoin mendominasi dengan pangsa pasar sebesar 63,2 persen dan total valuasi mencapai USD 2,09 triliun. Posisi ini menempatkan BTC di jajaran sepuluh aset global terbesar,” katanya pada Minggu (2/6).

Secara teknikal, indikator seperti MACD dan RSI memperlihatkan adanya tekanan jual yang meningkat. Meskipun demikian, besarnya akumulasi Bitcoin, terutama oleh investor institusional dan ritel, menjadi sinyal bahwa kepercayaan terhadap BTC sebagai instrumen investasi jangka panjang masih sangat kuat. Jumlah akumulasi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 66.975 BTC atau sekitar USD 7,2 miliar.

“Jika tren akumulasi ini berlanjut, maka besar kemungkinan Bitcoin akan melanjutkan pergerakan naik selama bulan Juni,” tambahnya.

Meski ada sentimen positif, Fyqieh mengingatkan bahwa Juni merupakan bulan yang cukup rentan dalam kalender tahunan kripto. Faktor-faktor eksternal seperti ketidakpastian ekonomi makro dan strategi waktu dari lembaga keuangan dapat memicu koreksi tajam. Karena itu, investor disarankan untuk memperkuat strategi pengelolaan risiko dan berhati-hati dalam menentukan posisi.

Ia juga menyoroti bahwa pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada 17–18 Juni mendatang akan menjadi salah satu agenda penting yang bisa memengaruhi arah pasar. Ketidakjelasan seputar kebijakan suku bunga dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global perlu diperhatikan secara seksama oleh pelaku pasar.

Dari sisi aliran dana, produk ETF berbasis Bitcoin mencatatkan kinerja yang kuat sepanjang Mei, dengan dana masuk bersih mencapai USD 9,76 miliar. Selama 20 hari perdagangan, hanya terjadi penurunan pada tiga hari, menunjukkan bahwa minat terhadap investasi kripto dalam format terstruktur terus tumbuh.

Dengan situasi pasar seperti saat ini, jika BTC mampu mempertahankan posisi di atas batas resistensi USD 110.000, maka target harga jangka pendek berikutnya berada di kisaran USD 115.000 hingga USD 120.000. Namun, apabila terjadi aksi jual besar-besaran, maka Bitcoin kemungkinan akan menguji kembali level support di angka USD 102.000 hingga USD 100.000.

“Kendati ada potensi koreksi, pergerakan turun yang signifikan diperkirakan tidak akan berlangsung lama karena struktur pasar kini lebih stabil dan mendapat dukungan luas dari investor besar,” pungkasnya. (*)

Artikel Akumulasi Investor Picu Optimisme Kenaikan Harga Bitcoin pertama kali tampil pada News.

Guntur Soekarnoputra Gelar Pameran Foto Rayakan Bulan Bung Karno

0
Soekarno dan keluarganya. Sebuah foto lama Sang Proklamator.

batampos – Dalam rangka memperingati Bulan Soekarno, Mohammad Guntur Soekarnoputra, anak tertua dari Presiden pertama Indonesia dan Fatmawati, akan mengadakan pameran fotografi. Acara ini akan berlangsung di Galeri Nasional Jakarta pada tanggal 7 hingga 13 Juni, dengan menampilkan ratusan karya jepretan miliknya.

Dana yang diperoleh dari penjualan foto selama pameran amal tersebut akan didonasikan kepada komunitas seniman dan jurnalis yang membutuhkan. Tak hanya itu, cucu Guntur, Syndria Kameron, juga turut memamerkan karya lukisnya. “Cucu saya sebenarnya juga seorang fotografer, namun waktunya sangat terbatas untuk mencetak hasil karyanya,” ujar Cak Tok, sapaan akrab Guntur, saat hadir di Galeri Nasional Jakarta kemarin (2/6).

Guntur menjelaskan bahwa bulan Juni dipilih sebagai Bulan Bung Karno karena bertepatan dengan tiga peristiwa penting, yaitu Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, ulang tahun Bung Karno pada 6 Juni, dan hari wafatnya sang Proklamator pada 21 Juni.

Ia juga bercerita bahwa ketertarikannya pada dunia fotografi sudah dimulai sejak kelas enam SD, saat mendapatkan kamera Kodak Instamatic 100 dari Bung Karno sebagai hadiah naik kelas. Sejak itu, hobi memotret terus berlanjut hingga kini.

Dengan kamera pertamanya itu, Guntur berhasil mengabadikan berbagai momen, mulai dari aktivitas sehari-hari Bung Karno dan Bung Hatta, hingga kebersamaan keluarga, termasuk dengan Megawati. Beberapa foto yang akan dipamerkan adalah koleksi yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, dan masing-masing memiliki cerita unik di baliknya. “Ada foto yang proses pemotretannya sampai harus membujuk model selama setahun,” ujarnya.

Pameran ini direncanakan akan dibuka oleh Megawati Soekarnoputri, sementara penutupan akan dihadiri oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. (wan/ttg)

Artikel Guntur Soekarnoputra Gelar Pameran Foto Rayakan Bulan Bung Karno pertama kali tampil pada News.

Sejumlah Calon Haji Furoda asal Kepri Tak Bisa Berangkat ke Tanah Suci

0
Jemaah calon haji asal Kepri saat menjalani pengecekan kesehatan kesehatan jasmani dan rohani, Minggu (25/5). F. Kemenag Kepri untuk BATAM POS

batampos– Sejumlah calon haji dari jalur furoda atau pendaftar melalui trevel Umroh dan Haji di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) gagal berangkat. Hal ini, disebabkan Pemerintah Arab Saudi tidak menerbitkan kuota jemaah haji furoda di tahun 2025 ini.

Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (FKPPIU) Kepri, Heri mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) setempat untuk memastikan jumlah calon haji furoda yang tidak bisa berangkat ke tanah suci.

BACA JUGA: Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Jalan Raja Haji Fisabilillah Hingga Tutup Jalan

Sejauh ini, kata dia terdapat dua calon haji furoda yang tidak bisa berangkat. Dua calon haji ini berasal dari Kota Batam, sementara daerah lainnya di Kepri seperti Tanjungpinang, Bintan dan lainnya tidak memiliki kuota furoda.

“Di Kepri ada dua (calon haji furoda) semua dari Batam. Karena kuota furoda memang tidak diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi,” kata Heri, Minggu (1/6).

Ia menerangkan, biaya haji furoda itu nantinya akan dikembalikan keseluruhannya kepada calon haji tersebut. Sebab, batalnya keberangkatan mereka karena kuota visa furoda yang tidak diterbitkan oleh Arab Saudi.

Kuota haji furoda merupakan undangan khsus antara Pemerintah Arab Saudi dengan Trevel Umroh dan Haji yang ada di Provinsi Kepri. Sehingga, kuota furoda memang tidak ada sangkut paut dengan Pemerintah Indonesia.

“Jadi tidak ada sangkut paut dengan Pemerintah. Karena travel mendapatkan kuota sendiri, di luar pemerintah. Kalau saat ini biayanya Rp400 juta,” sebutnya.

Menurutnya, kemungkinan jumlah calon haji furoda asal Kepri yang gagal berangkat bakal bertambah. Sebab, saat ini pihaknya masih melalukan pendataan agar semua travel di Kepri melaporkan ke Kementerian Agama.

“Jadi Kemenag selalu mengimbau bagi travel yang mendapatkan visa furoda, agar lapor. Tapi banyak tidak lapor, karena memang kuotanya diluar dari Pemerintah,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Sejumlah Calon Haji Furoda asal Kepri Tak Bisa Berangkat ke Tanah Suci pertama kali tampil pada Kepri.

Tak Ikut Ujian, 5 Pelajar se Kabupaten Karimun Tidak Lulus SD

0
ilustrasi merayakan kelulusan sekolah

batampos– Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (2/6) secara serentak mengumumkan kelulusan ribuan pelajar kelas 6 SD dan kelas IX SMP se Kabupaten Karimun tahun pelajaran 2024/2025. Persentase tingkat kelulusan pelajar untuk SD dan SMP tahun ini tidak ada yang mencapai 100 persen.

”Jumlah pelajar SD se Kabupaten Karimun yang terdaftar sebanyak 4.344 orang. Yang lulus sebanyak 4.340 orang. Artinya secara umum tingkat kelulusan di Kabupaten Karimun tidak mencapai 100 persen, melainkan 99,91 persen. Karena, ada pelajar SD yang tidak lulus. Pelajar SD yang tidak lulus ada dari empat orang yang berasal dari 4 sekolah berbeda. Yakni, dari SD Negeri 002 Kundur Barat, SD Negeri 001 Moro, SD Swasta Bina Bangsa Karimun dan SD Swasta Austin Karimun,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Ivit Ivizal kepada Batam Pos.

BACA JUGA: 2 Pelajar SMK di Anambas Tak Lulus Sekolah

Dikatakannya, tidak lulusnya 4 orang pelajar disebabkan berapa faktor. Yakni, disebabkan tidak ikut ujian, mutasi atau pindah dan mengundurkan diri. Selanjutnya, persentase per kecamatan, dari 12 kecamatan yang ada SD yang lulus 100 persen ada 8 kecamatan. Sedangkan, sisanya 4 kecamatan rata-rata 99, 89 persen.

”Kemudian, untuk tingkat pelajar SMP kelas IX se Kabupaten Karimun yang jumlahnya 3.775 orang dan yang lulus 3.774 orang atau 99,97 persen. Ada satu orang yang tidak lulus yang berasal dari SMP Negeri 1 Moro. Penyebab tidak lulus karena tidak ikut ujian. Perlu diketahui bahwa proses pengumuman kelulusan untuk SD disampaikan langsung di sekolah kepada para pelajar,” ungkap Ivit.

Sementara, tambahnya, pengumuman kelulusan pelajar kelas IX SMP melalui online atau daring pada pukul 17.00 WIB yang menggunakan aplikasi yang sudah disediakan. Salah satunya menggunakan nomor induk siswa nasional (NISN). Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kegiatan konvoi kendaraan bermotor dan hal lain yang tidak diinginkan. (*)

Artikel Tak Ikut Ujian, 5 Pelajar se Kabupaten Karimun Tidak Lulus SD pertama kali tampil pada Kepri.

Bantu Ekonomi Warga, Pasar Murah Batam Disambut Antusias

0
Warga memanfaatkan pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemko Batam.
f. Cecep Mulyana / Batam Pos

batampos – Ratusan warga tampak memadati lokasi pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), di area publik Villa Pesona Asri, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Senin (2/6). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 H sekaligus sebagai upaya pemerintah menekan laju inflasi di wilayah Batam.

Sejak pukul 08.00 pagi, masyarakat dengan antusias mendatangi lokasi untuk membeli berbagai bahan pokok dengan harga lebih rendah dari pasar umum. Beberapa komoditas yang paling dicari meliputi cabai, aneka sayur, buah, telur ayam, daging sapi, serta bawang putih dan merah.

Harga kebutuhan pokok yang ditawarkan tergolong bersahabat. Contohnya, beras kualitas premium dijual Rp13.000/kg, minyak goreng Rp15.000/liter, telur ayam Rp47.000/papan, daging sapi Rp76.000/kg, gula pasir Rp13.000/kg, dan cabai merah Rp33.000/kg. Selain itu, tersedia pula produk lain seperti ikan segar, mi instan, susu, tepung terigu, gas LPG, dan makanan ringan.

Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, menjelaskan bahwa pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam menjaga harga tetap stabil dan membantu masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Operasi pasar ini akan digelar selama tiga hari, dari 2 hingga 4 Juni, di enam lokasi berbeda di beberapa kecamatan,” ujarnya.

Selain di Villa Pesona Asri, kegiatan hari pertama juga dilaksanakan di halaman Kantor Camat Bengkong. Selanjutnya, Selasa akan berlangsung di Sekupang dan Lubuk Baja, kemudian Rabu di Batuaji dan Sagulung.

“Keenam titik ini dipilih karena kami melihat harga kebutuhan pokok di kawasan tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan wilayah lain,” kata Gustian menegaskan.

Endang, salah seorang pengunjung pasar murah, menyebutkan bahwa harga barang jauh lebih terjangkau dibandingkan yang dijual di toko modern, terutama untuk telur, minyak, dan daging.

“Selisih dua ribu untuk minyak saja sudah terasa buat kami ibu-ibu,” tuturnya sambil berharap kegiatan serupa bisa diadakan lebih sering.

Ia juga mengusulkan agar jumlah barang yang disediakan diperbanyak karena banyak lapak kehabisan stok dalam waktu singkat akibat antusiasme warga. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Bantu Ekonomi Warga, Pasar Murah Batam Disambut Antusias pertama kali tampil pada Metropolis.

Program 3 Juta Rumah Terkendala Izin dan Infrastruktur, DPD RI Tinjau Kendala di Batam

0
Pertemuan Anggota DPD RI, Ria Saptarika, dengan jajaran REI Batam dan Dinas Perkimtan Batam. (Arjuna)

batampos – Anggota DPD RI, Ria Saptarika, menggelar pertemuan bersama DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam dan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam di Kantor DPD RI di Batamcenter, Senin (2/6).

Pertemuan ini membahas dukungan dan tantangan pelaksanaan program pemerintah pusat, yakni pembangunan 3 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam pertemuan tersebut, Ria mengatakan program 3 juta rumah merupakan amanat nasional yang juga menjadi tanggung jawab daerah, termasuk Batam. Untuk itu, ia menyerap masukan dari para pengembang properti guna mengidentifikasi hambatan di lapangan.

“Kita dengarkan keluhan dan aspirasi dari para pengusaha properti. Batam harus ambil bagian dalam program ini, karena ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” kata dia.

Salah satu perhatian utama adalah proses penyediaan lahan yang memakan waktu lama. Menurut keterangan DPD REI Khusus Batam, proses dari pengalokasian hingga pembebasan lahan bisa memakan waktu tiga hingga empat tahun.

“Ini, kan, cukup lama. Belum lagi perizinan seperti Amdal dan lainnya. Bahkan beberapa izin masih harus ke pusat, padahal bisa saja cukup diurus di Batam,” ujarnya.

Poin penting lain yang disampaikan pengembang adalah kurangnya dukungan infrastruktur di lokasi-lokasi perumahan bersubsidi. Saat ini, pengembangan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah menyasar kawasan lapis kedua kota Batam.

Di kawasan tersebut, menurutnya, masih banyak kekurangan fasilitas dasar seperti jalan, listrik, dan jaringan air bersih. Hal ini membuat biaya pembangunan menjadi lebih tinggi bagi pengembang, sementara harga rumah bersubsidi dibatasi oleh kebijakan pemerintah.

“Ini tentu menjadi tantangan besar. Para pengembang berharap ada peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung penyediaan infrastruktur dasar,” kata Ria.

Ria menyatakan akan membawa berbagai masukan tersebut ke tingkat pusat. Ia menilai sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting agar program 3 juta rumah bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Batam.

“Pemerintah pusat dan daerah harus satu napas. Kami akan sampaikan ini agar ada kebijakan yang berpihak dan realistis untuk pengembang, agar mereka tetap bisa berkontribusi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD REI Khusus Batam, Robinson Tan, mendukung penuh program 3 juta rumah murah, terutama yang menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Namun, dia menilai dukungan lintas sektor mutlak diperlukan agar program tersebut berjalan effektif.

“Cost-nya tinggi, sedangkan harga jual dibatasi. Kalau tidak ada bantuan atau insentif dari pemerintah, pengembang kesulitan,” ujarnya.

Ia mencontohkan kondisi di wilayah Batuaji. Di sana terdapat perumahan subsidi yang berlokasi di Tanjungpiayu, wilayah lapis kedua yang minim infrastruktur. Pengembang terpaksa harus membangun jalan, saluran air, hingga jaringan listrik sendiri.

“Bayangkan, ini semua harus ditanggung pengembang. Padahal harga jualnya dibatasi. Jadi margin sangat tipis, bahkan nyaris tidak ada,” katanya.

Selain itu, peliknya pembebasan lahan di Batam juga menjadi catatan. Selain proses yang memakan waktu lama, ia menyebut lemahnya posisi hukum pengembang dibandingkan dengan para penghuni liar di atas lahan negara menjadi hambatan tersendiri.

“Kadang saudara-saudara kita yang menempati lahan jauh lebih kuat secara hukum daripada kami sebagai pengembang resmi. Ini butuh ketegasan dari pemerintah,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Program 3 Juta Rumah Terkendala Izin dan Infrastruktur, DPD RI Tinjau Kendala di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

CBR Series Melesat Kencang di Sepang, AHRT Amankan Puncak Klasemen ARRC

0


batampos – Para pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) menunjukkan semangat juang tinggi dengan tampil kompetitif di semua kelas ARRC Sepang dengan raihan podium dan poin penting dalam mengamankan puncak klasemen. Gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 berlangsung di Sepang International Circuit pada 31 Mei–1 Juni 2025 menghadirkan pertarungan sengit di sirkuit Sepang, Malaysia yang terkenal dengan kombinasi lintasan teknis dan cuaca yang menantang.

Race pertama kelas Asia Production (AP) 250 yang berlangsung Sabtu, 31 Mei 2025 memperlihatkan perjuangan yang tangguh dari pebalap AHRT. Fadillah Arbi Aditama memulai balapan dari posisi tujuh, bersaing ketat dengan pebalap lain hingga berhasil memimpin sejak lap ketiga. Meski mendapat tekanan dari rival-rivalnya, Arbi berhasil mempertahankan posisi pertama hingga finis. Bendera Merah Putih berkibar diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya atas pencapaian Arbi di race pertama. Rekan setimnya, Davino Britani, yang menjalani musim perdananya dan start dari posisi delapan, berhasil finis ketujuh.

Setelah juara di race 1 dan sukses raih kemenangan ke 3 berturut-turut di kelas AP250, para pebalap kembali turun di race kedua yang berlangsung Minggu, 1 Juni 2025. Arbi kembali menunjukkan ketangguhannya di race kedua meskipun harus menghadapi persaingan super ketat di leading group. Start dari posisi tujuh, Arbi melesat kencang hingga sempat berada di posisi kedua pada lap kelima. Cuaca panas dan padatnya persaingan di grup terdepan menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, Arbi tetap memberikan penampilan terbaiknya dan finis di posisi delapan. Tambahan delapan poin dari race ini mengukuhkan posisinya di puncak klasemen sementara dengan total 83 poin.

“Balapan yang sangat ketat dan sulit harus saya hadapi. Kondisi sirkuit yang sangat panas juga menjadi tantangan tersendiri. Race 1 bisa saya tuntaskan dengan raihan podium. Pada race 2 saya sempat memimpin di lap awal, tetapi agresivitas dari rider lain membuat saya harus mengakhiri balapan di posisi 8,” ujar Arbi.

Rekan setimnya, Davino Britani, yang start dari posisi delapan, sayangnya mengalami insiden di lintasan balap, namun ia berupaya kembali mengaspal dan finis di posisi 24. Meski begitu, raihan podium ketiga di race pertama tetap menjaga asa Davino dan sementara ia menempati posisi tujuh klasemen AP250 dengan 32 poin.

Pada kelas Supersport (SS) 600, race pertama juga berlangsung sengit. M. Adenanta Putra memulai balapan dari posisi keenam dan tampil maksimal dengan start yang impresif. Ia tampil dengan penuh perjuangan hingga tikungan akhir menjelang finis ia berhasil overtake rivalnya dan meraih posisi pertama, lagu Indonesia Raya kembali berkumandang. Herjun Atna Firdaus dan Rheza Danica Ahrens juga menunjukkan progres positif, meskipun belum berhasil raih podium. Rheza juga gagal finis akibat terjatuh saat mencoba untuk maju ke barisan depan.

Perjuangan Gigih di Race Kedua

Pada race kedua dengan kondisi cuaca yang cukup panas, para punggawa balap AHRT yang turun di kelas ini berupaya tampil optimal. Adenanta yang start dari posisi empat, langsung mengejar ke posisi tiga pada lap pertama dan sempat memimpin balapan di akhir lap kedua. Sayangnya, kendala teknis membuatnya harus kembali ke pit dan kembali melanjutkan balapan. Meski hanya meraih satu poin dengan finis di posisi 15, Adenanta masih kokoh di puncak klasemen SS600 dengan raihan 67 poin.

“Start yang saya lakukan sebetulnya sudah sangat baik dan bersaing di grup depan. Namun, masalah teknis membuat saya harus masuk pit. Meskipun sempat melanjutkan balapan, saya sudah tertinggal terlalu jauh dan hanya bisa finis di posisi 15. Poin ini tetap menjadi poin berharga, dan saya akan kembali lebih kuat di Jepang,” ucap Adenanta.

Herjun Atna Firdaus dan Rheza Danica Ahrens juga berusaha tampil kompetitif. Herjun finis di posisi tujuh pada race kedua dan meraih tambahan sembilan poin sehingga meraih total 32 poin, sementara Rheza finis ke-sembilan dan mengumpulkan tujuh poin tambahan dengan raihan total 13 poin.

Di kelas Asia Superbike (ASB) 1000cc, Andi Farid Izdihar kembali menunjukkan daya saingnya.Pada race pertama, Gilang sapaan akrab dari Andi Farid Izdihar, ia memulai balapan dari posisi keenam, perjuangan ia tunjukkan dan sempat berada di posisi kedua, namun kesalahan ia lakukan sehingga ia finis di posisi ke-6. Pada race kedua, Andi memulai dengan start yang baik dan sempat memimpin di awal balapan. Sayangnya, pada lap ke-sembilan, Andi mengalami crash dan namun ia kembali melanjutkan balapan hingga finis di posisi 11. Atas hasil ini, Andi mengoleksi 27 poin dan terus memperlihatkan daya juangnya di kelas tertinggi ARRC.

Cuaca panas ekstrem di Sepang menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh pebalap. Namun, semangat juang tinggi para pebalap AHRT tetap terlihat di sepanjang balapan.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, mengapresiasi kerja keras seluruh tim.

“Kami bangga dengan penampilan konsisten dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pebalap Astra Honda di Sepang. Performa CBR Series di ARRC kembali menunjukkan performa sepeda motor sport Honda yang terus kompetitif. Kami akan terus mendukung penuh perjuangan para pebalap dalam mengharumkan nama bangsa,” ujar Andy.

Putaran ketiga ARRC 2025 akan digelar di Twin Ring Motegi, Jepang, pada 11–13 Juli 2025. Para pebalap Astra Honda Racing Team siap melesat kencang dan kembali membawa harum nama Indonesia di kancah balap Asia. (*)

Artikel CBR Series Melesat Kencang di Sepang, AHRT Amankan Puncak Klasemen ARRC pertama kali tampil pada Olahraga.

3 Tahun Cari Keadilan, Korban Pengeroyokan di Batam Masih Berjuang

0
Wilson, korban pengerokan memperlihatkan bukti laporan ke polisi,

batampos – Hampir tiga tahun pascakejadian pengeroyokan yang dialaminya, Wilson, warga Baloi Kolam, Batam, tak berhenti memperjuangkan keadilan. Meski laporannya sempat dihentikan kepolisian karena dianggap tidak cukup bukti, Wilson kini mengajukan permintaan agar kasus tersebut dibuka kembali setelah mengantongi bukti dan fakta baru.

Wilson kembali mendatangi Mapolda Kepulauan Riau (Kepri), Senin (2/6), untuk mempertanyakan sejumlah laporannya yang hingga kini tak kunjung diproses, termasuk laporan awal yang dibuat di Polsek Batam Kota pada 10 Oktober 2022 lalu.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Minggu malam, 11 September 2022, sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, Wilson diajak oleh salah satu pelaku untuk menghadiri pesta adat di lingkungan tempat tinggalnya. Saat sedang membeli jajanan untuk anaknya di warung yang berada tak jauh dari lokasi pesta, ia didatangi oleh terduga pelaku dari belakang dan sempat menyentuhnya secara refleks.

Namun, tindakan spontan itu malah memicu tindak kekerasan. Wilson mengaku langsung dikeroyok oleh tiga orang. Ia mengalami luka di bagian kepala, dada, hingga tangan. “Kejadian itu disaksikan langsung oleh anak saya yang masih balita dan terjadi tepat di depan gereja. Anak saya trauma karena ini,” ujarnya.

Atas kejadiaan itu, Wilson sempat didamaikan oleh perangkat RT/RW setempat. Meski begitu ternyata tak ada kesempatan, bahkan para pelaku tak meminta maaf.

“Karena tak ada perdamaian, saya pun membuat laporan ke Polsek Batamkota, tentunya dengan visum yang telah saya lakukan,” jelasnya.

Ironisnya, meski Wilson telah melampirkan hasil visum dan sejumlah bukti lainnya, penyidik Polsek Batam Kota menyatakan bahwa laporan tidak dapat dilanjutkan karena dinilai tidak cukup bukti. Kasus tersebut akhirnya dihentikan pada 2023.

“Namun laporan saya tiba-tiba dihentikan, kata penyidik tak cukup bukti. Jujur saya kecewa, karena bukti menurut saya sudah kuat,” tegasnya.

Tidak puas dengan keputusan tersebut, Wilson menempuh jalur hukum dengan melayangkan gugatan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Batam. Dari persidangan tersebut, terungkap bahwa terdapat 60 orang yang diduga memberikan keterangan palsu, menyatakan bahwa peristiwa yang dilaporkan Wilson tidak pernah terjadi.

“Saya kaget, ternyata ada 60 orang yang mengatakan kejadian itu tidak ada. Padahal saya mengalami luka parah, dan ada saksi yang melihat. Dan saya baru tahu adanya keterangan 60 saksi itu dalam proses persidangan, kalau tak ada sidang, mungkin saya tidak tahu,” tegasnya.

Atas temuan tersebut, Wilson melaporkan ke-60 orang itu ke Polda Kepri dengan tuduhan memberikan keterangan palsu. Laporan tersebut ia ajukan dua tahun lalu, namun hingga kini belum mendapat tindak lanjut.

Tak berhenti di situ, Wilson juga melaporkan penyidik Polsek Batam Kota ke Divisi Propam Polri atas dugaan pelanggaran etik dan penyalahgunaan wewenang. Namun, menurutnya, hasil dari Propam hanya berupa klarifikasi ulang dan belum ada kejelasan lanjutan.

“Saya hanya ingin keadilan. Laporan saya terus dihentikan tanpa alasan yang jelas. Saya bahkan sempat ditawari uang damai sebesar Rp3 juta, tapi saya tolak,” ucap Wilson.

Laporan polisi yang dimaksud Wilson tercatat dengan nomor: STPL/607/X/2022/Polsek Batam Kota/Polresta Barelang/Polda Kepri. Ia berharap, aparat penegak hukum segera membuka kembali kasus tersebut dan menindak para pelaku pengeroyokan serta pihak-pihak yang diduga menghalangi keadilan.

“Saya hanya ingin proses hukum dijalankan. Saya dan keluarga tidak nyaman tinggal di lingkungan yang sama dengan pelaku, karena saya selalu diperolok. Keadilan itu bukan barang mewah, dan semua warga negara berhak atas perlindungan hukum,” sebutnya.

Ia pun mengaku tidak ingin berpolemik dengan aparat penegak hukum, tapi berharap keadilan bisa ditegakkan tanpa pandang bulu. “Saya percaya, hukum masih bisa berpihak pada kebenaran. Saya tidak ingin kasus ini lenyap begitu saja. Jika hukum tak berpihak pada korban, apa jadinya negara ini?” sebutnya.

Sementara, Kuasa Hukum Korban, Domingos berharap kasus pengeroyokan yang menimpa kliennya kembali dibuka. Apalagi sudah ada bukti-bukti baru.

“Kami berharap laporan ini kembali dibuka, karena memang sudah ada bukti baru,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

 

Artikel 3 Tahun Cari Keadilan, Korban Pengeroyokan di Batam Masih Berjuang pertama kali tampil pada Metropolis.