Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 1526

Anggota Polisi Diduga Cabuli Korban Pemerkosaan, Komisi III DPR akan Minta Pertanggungjawaban

0
Ilustrasi korban rudapaksa

batampos – Korban dugaan pemerkosaan di Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga menjadi aksi pelecehan seksual oleh oknum anggota Kepolisian berinisial Aipda PS. Hal itu setelah korban, berinisial MML melapor ke kantor polisi di Polsek Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyesalkan aparat penegak hukum gagal memberikan rasa aman kepada rakyat. Ia memastikan, akan meminta penjelasan dari institusi Polri perihal kasus tersebut.

“Kasus ini merupakan bentuk kegagalan paling telanjang dari sistem hukum yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan bagi masyarakat. Seharusnya kantor polisi menjadi tempat paling aman bagi rakyat, tapi ini malah sebaliknya,” kata Sudding, kepada wartawan, Selasa (10/6).

Dugaan pelecehan seksual itu terjadi saat MML menjalani pemeriksaan oleh Aipda PS di Polsek Wewewa Selatan. Nahas, MML kembali menjadi korban kekerasan seksual oleh anggota polisi yang menangani laporannya tersebut.

“Seorang warga negara datang ke kantor polisi karena telah menjadi korban kejahatan seksual. Tapi alih-alih mendapat perlindungan, dia justru menjadi korban untuk kedua kalinya oleh mereka yang seharusnya menjadi pelindung,” ucap Sudding.

Ia menyesalkan, Kepolisian masih mengalami kegagalan dalam pembinaan personel. Karena itu, Sudding memastikan Komisi III DPR akan meminta penjelasan soal penanganan kasus ini dari institusi Polri.

Meski memang, saat ini Aipda PS yang menjabat sebagai Kanit Provos Polsek Wewewa Selatan telah dijatuhi sanksi penempatan khusus (patsus), pada Sabtu (7/6).

“Kita tidak bisa terus-menerus berlindung di balik narasi oknum. Jika kasus seperti ini terus muncul, berarti ada yang salah dalam sistem rekrutmen, pelatihan, dan pengawasan aparat. Sudah saatnya Polri membersihkan institusinya secara serius dari mental predator berseragam,” pungkasnya. (*)

Artikel Anggota Polisi Diduga Cabuli Korban Pemerkosaan, Komisi III DPR akan Minta Pertanggungjawaban pertama kali tampil pada News.

Museum Perbatasan Desa Tiaungau, Anambas Jadi Destinasi Favorit Wisman Dalam Pelajari Sejarah

0
Sejumlah wisatawan mancanegara sedang melihat isi dari Museum Perbatasan Desa Tiaungau. f.ihsan

batampos – Museum Perbatasan, Desa Tiangau menjadi destinasi wisata sejarah favorite yang dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman).

Untuk mencapai museum ini, wisman harus menempuh menggunakan sepeda motor atau mobil dengan jarak sekitar 20 menit dari Tarempa, pusat ibu kota Anambas.

Di museum ini tersaji berbagai macam peninggalan sejarah masa penjajahan, proklamasi hingga barang-barang antik.

BACA JUGA: Museum SSBA Tanjungpinang akan Ditingkatkan Menjadi Museum Tipe A

“Saya penyuka sejarah, museum ini sudah bagus banyak peninggalan masa dulu hingga pembentukan Anambas. Ada juga foto waktu utusan Belanda berkunjung kesini,” ujar Wisman asal Selandia Baru, Helbert Verdonk, Selasa, (10/6)

Selain itu, ia juga mengaku senang dengan keramahan warga Anambas kepada wisman-wisman yang berkunjung.

“Di Anambas orangnya sangat Friendly Sambutan tadi juga meriah,” kata Verdonk.

Sementara itu, Tamar Johan selaku pengelola Museum Perbatasan ini mengatakan untuk koleksi di museum miliknya ini masih sedikit dibandingkan daerah lain.

“Museum ini satu-satunya di Anambas. Jadi kami masih berusaha mengumpulkan bukti sejarah atau peninggalan zaman dulu,” ujar Tamar Johan.

Bukan hanya koleksi barang, museum ini juga menyimpan buku-buku bacaan baik novel maupun karya ilmiah yang bisa dijadikan rujukan dalam membuat karya tulis.

“Kami pelan-pelan melengkapi isi museum ini. Dengan kemampun seadanya dan bantuan dari masyarakat. Karena ada juga yang menghibahkan barang untuk museum,” jelas Tamar.

Kedepan, pihaknya pun terus melakukan perbaikan hingga pembenahan secara bertahap agar menjadikan Museum Perbatasan Desa Tiangau semakin diminati untuk dikunjungi wisatawan, serta menjadi pilihan bagi mereka yang ingin belajar sejarah dan kebudayaan Kabupaten Anambas. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Museum Perbatasan Desa Tiaungau, Anambas Jadi Destinasi Favorit Wisman Dalam Pelajari Sejarah pertama kali tampil pada Kepri.

Lima Fakta Menarik Dibalik Kekalahan Telak Skuad Garuda dari Samurai Biru

0
Laga Jepang vs Timnas Indonesia. (Dok. JFA)

batampos – Timnas Indonesia harus menelan kekalahan telak dalam laga pamungkas Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Bertandang ke Suita City Football Stadium, Jepang, pada Selasa (10/6), skuad Garuda tak berdaya dan tumbang dengan skor mencolok 0-6 dari tuan rumah Jepang.

Kekalahan ini memang menyakitkan, namun tidak menghalangi langkah Timnas Indonesia untuk melangkah ke ronde keempat. Meski kalah, Garuda tetap finis di posisi keempat klasemen akhir dengan 12 poin cukup untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya. Sementara Jepang, yang tampil superior sepanjang fase grup, memastikan tempat di putaran final Piala Dunia 2026 setelah mengoleksi 23 poin.

Meski hasil akhir kurang menggembirakan, ada sejumlah catatan menarik dan pelajaran penting dari laga ini. Berikut lima fakta menarik dari kekalahan Indonesia kontra Jepang:

1. Rekor Kekalahan Terbesar Timnas di Ronde Ketiga

Timnas Indonesia benar-benar kewalahan menghadapi gempuran Samurai Biru. Jepang mencetak enam gol melalui Daichi Kamada (15′, 45+6′), Takefusa Kubo (19′), Ryoya Morishita (55′), Shuto Machino (58′), dan Mao Hosoya (80%).

Ini menjadi kekalahan terbesar yang dialami Garuda di ronde ketiga, mengalahkan rekor sebelumnya saat takluk 1-5 dari Australia pada Maret 2025 dan 0-4 saat menjamu Jepang di Stadion Gelora Bung Karno pada November 2024.

2. Statistik Pertandingan yang Kontras Garuda Dikuasai Total

Data statistik menunjukkan betapa dominannya Jepang di laga ini. Tim asuhan Hajime Moriyasu menguasai 71% penguasaan bola, berbanding hanya 29% milik Indonesia. Dalam hal tembakan, Jepang mencatatkan 21 percobaan dengan 11 mengarah ke gawang, sedangkan Indonesia tak sekalipun mencatatkan tembakan ke arah gawang.

Selain itu, Jepang juga unggul telak dalam jumlah operan, dengan 644 operan dibanding 268 operan milik Garuda.

3. Debut Penuh untuk Beckham dan Yance Sayuri

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, melakukan rotasi besar dalam susunan pemain. Lima nama yang sebelumnya tidak tampil sebagai starter saat menghadapi Tiongkok diberikan kesempatan tampil sejak menit awal, yaitu Dean James, Mees Hilgers, Kevin Diks, Yance Sayuri, dan Beckham Putra.

Bagi Yance dan Beckham, laga ini menjadi penampilan perdana mereka sebagai starter di ajang kualifikasi Piala Dunia. Beckham sendiri baru melakukan debutnya saat melawan Tiongkok, sementara Yance pernah tampil dalam laga persahabatan melawan Burundi tahun lalu.

4. Nasib Sial Kevin Diks Cedera Lagi saat Lawan Jepang

Petaka kembali menimpa Kevin Diks. Fullback kanan Timnas Indonesia itu mengalami cedera di menit ke-27 setelah sebelumnya terlibat duel dengan pemain Jepang di menit ke-24. Cedera pada bagian paha membuatnya harus digantikan oleh Yakob Sayuri.

Ironisnya, ini bukan kali pertama Diks cedera saat menghadapi Jepang. Pada pertemuan pertama di Jakarta, ia juga ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Sandy Walsh.

5. Jepang Masih Jadi Tembok Kokoh bagi Indonesia

Sejauh ini, Jepang masih menjadi lawan yang sangat sulit ditaklukkan Timnas Indonesia. Dalam 18 pertemuan sepanjang sejarah, Samurai Biru mengoleksi 11 kemenangan, sementara Indonesia hanya mampu mencatatkan lima kemenangan dan dua hasil imbang. Skor 6-0 di Suita makin menegaskan dominasi Jepang atas Indonesia dalam duel Asia Timur ini.

Meski dihajar telak oleh Jepang, langkah Timnas Indonesia ke ronde keempat tetap patut diapresiasi. Ini menjadi pencapaian sejarah tersendiri yang membuktikan peningkatan performa skuad Merah Putih di kancah Asia. Kekalahan ini memang menyakitkan, tapi juga menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas permainan, terutama saat menghadapi tim-tim raksasa Asia.

Patrick Kluivert dan tim pelatih kini punya tugas besar untuk membenahi lini pertahanan, transisi, serta penguasaan bola agar bisa lebih kompetitif di ronde berikutnya. Dengan evaluasi yang tepat dan persiapan matang, bukan tidak mungkin Timnas Indonesia bisa kembali mengejutkan Asia dan terus menjaga asa menuju Piala Dunia 2026. (*)

Artikel Lima Fakta Menarik Dibalik Kekalahan Telak Skuad Garuda dari Samurai Biru pertama kali tampil pada Olahraga.

Subsidi Silang Biaya Pendidikan Berpotensi Tidak Tepat Sasaran

0
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto. F.Azis Maulana

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,8 miliar untuk program subsidi silang iuran bulanan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Program ini diinisiasi Dinas Pendidikan (Disdik) Batam sebagai respons atas membludaknya pendaftar sekolah negeri setiap tahun ajaran baru.

Dalam skema ini, calon siswa yang tidak lolos seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) akan disarankan untuk bersekolah di institusi swasta, dengan dukungan subsidi dari pemerintah. Bantuan akan diberikan selama enam bulan untuk jenjang SD sebesar Rp300 ribu per bulan, dan Rp400 ribu untuk jenjang SMP.

Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto, menjelaskan program ini menyasar siswa dari keluarga tidak mampu, khususnya mereka yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau penerima bantuan pemerintah lainnya. “Nanti akan dibuktikan dengan kartu sebagai penerima bantuan,” tambahnya, Senin (9/6).

Rencananya, subsidi akan diberikan kepada 2.440 siswa SD dan 1.430 siswa SMP yang tidak lolos seleksi masuk sekolah negeri. Skema ini kini menanti pembahasan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri sebelum dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwako).

Meski terdengar solutif, kebijakan ini menyimpan potensi ketimpangan baru dalam dunia pendidikan Batam. Beberapa warga menilai bahwa seleksi berbasis data kesejahteraan pemerintah sering kali tidak mencerminkan realitas di lapangan. Banyak keluarga rentan belum terdaftar dalam DTKS karena masalah pendataan.

“Bisa saja siswa dari keluarga yang benar-benar tidak mampu tak kebagian bantuan karena tak masuk dalam sistem, padahal mereka layak,” kata Wineke, salah satu orangtua siswa yang berharap anaknya lolos ke sekolah negeri.

Ia menyambut baik kebijakan subsidi, namun mengkhawatirkan potensi kecemburuan sosial. Keraguan ini bukan tanpa dasar. Selama ini program bantuan pemerintah seringkali tidak tepat sasaran.

Di sejumlah wilayah, keluarga dengan ekonomi menengah justru tercatat sebagai penerima. Sementara keluarga miskin tidak terdata karena tak punya akses informasi atau administrasi.

Tri Wahyu sendiri mengakui penyaluran subsidi akan sangat bergantung pada validitas data sosial penerima. Ia berharap proses verifikasi berjalan ketat agar bantuan tidak salah sasaran.

“Kami akan koordinasi dengan instansi terkait agar data yang digunakan akurat,” katanya.

Namun, persoalan tak berhenti pada akurasi data. Pemerintah juga dinilai belum cukup transparan soal mekanisme seleksi sekolah swasta penerima siswa bersubsidi. Tidak semua sekolah swasta memiliki kualitas atau daya tampung yang setara, yang bisa berdampak pada mutu pendidikan siswa dari golongan rentan.

Kekhawatiran lain datang dari ketimpangan perlakuan. Jika pemerintah hanya memberikan subsidi selama enam bulan, bagaimana nasib siswa tersebut pada semester berikutnya? Tanpa kejelasan kelanjutan bantuan, banyak orangtua bisa kembali terjebak dalam kesulitan biaya, terutama di sekolah swasta yang menerapkan iuran tinggi.

Di sisi lain, program ini dikhawatirkan menjadi solusi instan yang tidak menyentuh akar persoalan: keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Kebijakan subsidi justru bisa memperkuat kesan pemerintah “menyerahkan” tanggung jawab kepada sekolah swasta alih-alih membangun fasilitas pendidikan baru.

Dalam jangka panjang, Batam perlu memikirkan strategi yang lebih berkelanjutan. Pembangunan unit sekolah baru, distribusi guru yang merata, serta pembenahan zonasi dan data sosial perlu menjadi prioritas, bukan hanya subsidi sesaat yang bergantung pada anggaran tahunan.

Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, pernah menyoroti hal ini sebagai krisis layanan dasar yang perlu intervensi pemerintah pusat. Ia menyebut bukan hanya guru, tetapi juga tenaga medis masih kurang di sejumlah wilayah, terutama di hinterland Batam.

“Kalau untuk di wilayah kita yang masih kekurangan itu ada guru dan tenaga medis. Namun ada pembatasan dalam perekrutan. Maka nanti kami akan mengajukan permohonan melalui Mendagri agar ada kebijakan penambahan kuota, karena pelaksanaan layanan pendidikan dan kesehatan itu sangat dibutuhkan, khususnya di wilayah hinterland,” katanya.

Ia mengatakan, DPRD akan berkoordinasi dengan Wali Kota Batam untuk mengajukan penambahan kuota pengangkatan guru sebagai kebutuhan mendesak. Selain itu, dia juga menyoroti beban kerja guru yang dinilai sudah melampaui batas ideal.

“Strategi optimalisasi jumlah rombel itu adalah solusi pertama. Tapi informasi yang kami dapat, kasihan juga guru-guru sampai ada yang tiga shift mengajarnya. Jadi, kan, kasihan mereka. Takutnya tidak efektif mengajar,” kata Kamal.

Dari informasi yang ia dapat, ada salah satu SMP di Batam yang terpaksa menjalankan tiga shift karena kelebihan jumlah murid. “Kalau tiga shift kayaknya sudah enggak normal, lah. Harusnya maksimal itu dua shift saja,” tambahnya.

Kamal menyebut, persoalan ini disebabkan oleh dua hal utama: kurangnya Ruang Kelas Baru (RKB) dan minimnya jumlah guru. Ia pun berharap Pemko Batam dan pemerintah pusat segera memberikan solusi konkret agar kualitas pendidikan tetap terjaga di tengah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.

Selain itu, perlu pengawasan ketat terhadap pelaksanaan subsidi agar tidak menjadi ladang baru bagi praktik penyalahgunaan anggaran atau “subsidi titipan” yang tidak berpihak pada kelompok paling rentan.

Program subsidi SPP ini memang patut diapresiasi sebagai bentuk empati terhadap siswa yang tidak tertampung. Meski begitu, tanpa pengawasan, transparansi, dan perencanaan jangka panjang, kebijakan ini berisiko memperlebar jurang ketimpangan dan menambah persoalan dalam sistem pendidikan Batam.

Pendidikan seharusnya menjadi ruang keadilan dan pemberdayaan, bukan medan uji coba kebijakan tambal sulam. Pemerintah punya tanggung jawab memastikan setiap anak, apapun latar sosialnya, mendapatkan akses pendidikan yang layak—bukan sekadar kursi yang tersisa. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Subsidi Silang Biaya Pendidikan Berpotensi Tidak Tepat Sasaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Buntut Kasus Pengeroyokan oleh WN Vietnam di First Club Batam, Polisi Laporan ke Kedutaan

0
Ilustrasi.

batampos – Pengeroyokan yang dilakukan tiga wanita WNA asal Vietnam terhadap DJ Stevanie diotaki oleh MS. MS yang juga berprofesi sebagai DJ kini tengah diburu polisi dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Satu pelaku masuk DPO. Kesalahpahaman itu berawal dari MS,” ujar Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas.

Pemicu pengeroyokan ini berawal saat korban tampil di First Club Batam pada 4 Juni lalu atas permintaan tamu. Usai tampil, korban langsung meninggalkan klub dan tamu tersebut.

“Pelaku tersinggung, karena korban langsung meninggalkan lokasi,” kata Noval.

Baca Juga: Sempat Bertani di Kampung Istri, Ipda GT Buron Penipuan Casis Polda Kepri Ditangkap

Namun, pada Sabtu (6/6), korban kembali tampil di klub dan bertemu dengan MS. Disaat bersamaan, MS bersama dua rekannya langsung mengeroyok korban.

“Korban dipiting, dijambak, dan dipukul. Penganiayaan ini terekam CCTv,” ungkap Noval.

Dengan adanya kasus ini, kata Noval, pihaknya akan membuat laporan resmi kepada perwakilan kedutaan atau konsuler Vietnam di Indonesia.

“Kami akan menyampaikan laporan, termasuk penetapan tersangka ini,” katanya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 170 dan 351 KUHP tentanv pengeroyokan dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun kurungan penjara.

Diberitakan sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja menangkap dua wanita asal Vietnam, Le Thi Huynh Trang, 24, dan Nguyen Thi Thu Thao, 24. Keduanya melakukan penganiayaan dan pengoroyokan terhadap Stevanie, 24, DJ First Club Batam, Nagoya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Buntut Kasus Pengeroyokan oleh WN Vietnam di First Club Batam, Polisi Laporan ke Kedutaan pertama kali tampil pada Metropolis.

ARTOTEL Batam Angkat Cita Rasa Nusantara Lewat The Local Hawkers & Promo Makan Siang Ekonomis

0

batampos — ARTOTEL Batam menghadirkan promo spesial bertajuk “Like A Local – The Local Hawkers”, sebuah pengalaman kuliner autentik yang menampilkan cita rasa jajanan legendaris khas Batam dan sekitarnya. Promo ini berlangsung mulai 7 Mei hingga 31 Juli 2025, membawa para tamu dan pecinta kuliner dalam perjalanan rasa yang menggugah selera, tanpa perlu jauh-jauh ke tempat asalnya.

Melalui “The Local Hawkers”, ARTOTEL Batam menyajikan jajanan otentik dari tempat-tempat terkenal di Tanjung Pinang dan Batam. Kini, kelezatan kuliner legendaris tersebut hadir dalam satu tempat, dengan harga terjangkau dan cita rasa memikat.

Menu Like A Local – The Local Hawkers:

  • Mie Pangsit Tj. Pinang – IDR 38.000
    Pangsit mie khas Tanjung Pinang yang kaya rasa dan telah melegenda di kalangan pecinta kuliner.
  • Canay Kari Daging – IDR 40.000
    Roti canai renyah disajikan dengan kari daging kental dan gurih, favorit banyak orang.
  • Pisang Goreng Wijen – IDR 27.000
    Camilan manis dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam, ditaburi wijen harum.
  • Teh Tarek – IDR 25.000
    Minuman teh khas dengan rasa creamy, disajikan dengan teknik “ditarik” yang khas.
  • Es Air Mata Pengantin – IDR 40.000
    Minuman segar berwarna-warni, manis dan menyegarkan, cocok untuk cuaca tropis Batam.
  • Es Lacang Kuning – IDR 40.000
    Minuman tradisional khas Melayu yang unik dan menyegarkan, jarang ditemukan di tempat lain.

Selain itu, ARTOTEL Batam juga kembali menghadirkan promo Makan Apa Hari Ini yang menggugah selera dan ramah di kantong. Bertempat di EATSPACE, Lantai L, ARTOTEL Batam menyuguhkan beragam pilihan menu makan siang lezat, lengkap dengan nasi dan es teh, dengan harga mulai dari IDR 25.000 (sudah termasuk pajak restoran). Promo ini tersedia setiap hari Kamis dan Jumat, pukul 12.00–15.00 WIB.

Nikmati momen makan siang yang hangat dan menyenangkan bersama teman, keluarga, atau rekan kerja. Dengan suasana makan yang nyaman dan pilihan menu variatif—mulai dari hidangan lokal hingga modern—promo ini menjawab pertanyaan paling umum setiap siang: “Makan apa hari ini?”

“Promo ini terbuka untuk semua tamu dan pengunjung yang ingin merasakan sensasi kuliner lokal otentik, dari makanan berat hingga camilan manis dan minuman khas daerah. Kini nggak perlu jauh-jauh ke hawker legend, semuanya ada di satu tempat! Jangan lewatkan kesempatan mencicipi menu khas lokal favorit hanya di ARTOTEL Batam!”
— Yenny Radiance, General Manager ARTOTEL Batam

Ajak teman dan keluarga untuk mencoba, lalu abadikan momen kulinermu di ARTOTEL Batam!

Reservasi melalui Instagram @artotelbatam atau WhatsApp ke +62 811 7758 922. (*)

Artikel ARTOTEL Batam Angkat Cita Rasa Nusantara Lewat The Local Hawkers & Promo Makan Siang Ekonomis pertama kali tampil pada Lifestyle.

Harga Tiket Kapal Pelni Diskon 50 Persen Tak Pengaruhi Jumlah Penumpang

0
Calon penumpang saat menanyakan informasi tiket kapal di Kantor Pelni Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Pemberian diskon 50 pembelian tiket KM. Bukit Raya dan KM. Tidar dari Pelabuhan Kijang, Bintan tidak mempengaruhi jumlah penumpang. PT. Pelni Tanjungpinang mengkalim, jumlah penumpang dua kapal tersebut masih normal.

Kepala Pelni Cabang Tanjungpinang, Putra Kencana mengatakan bahwa pemberian diskon kapal 50 persen, berlaku di seluruh Indonesia, dengan rentang waktu dari 5 Juni 2025 hingga 31 Juli mendatang.

“Namun, saat ini jumlah penumpang masih normal saja. Yang didiskon itu harga dasarnya. Ini kami berlakukan dari 5 Juni sampai 31 Juli 2025,” kata Putra, Selasa (10/6).

BACA JUGA: Penumpang Uban – Punggur Keluhkan Barcode Tiket RoRo Tak Muncul

Ia menerangkan, semua tiket kapal Pelni memang mendapat diskon, namun selama waktu dan kuota yang tersedia saja. Namun, sejauh ini ia masih menunggu jumlah kuota tiket diskon dari PT. Pelni pusat.

“Tapi total kapal penumpang yang mendapat diskon itu 25 kapal. Untuk kuota yang disediakan kita belum mendapatkan informasi,” sebutnya

Putra menambahkan , kapal-kapal Pelni yang mendapat diskon tiket dari Pulau Bintan menuju berbagai daerah di Kepri dan sekitarnya tersebut ialah KM. Bukit Raya dan KM Tidar.

“Kalau dari kijang itu kapal Tidar. Kalau dari Tanjungpinang itu Sabuk Nusantara 48. Jadi untuk kapal perintis tidak mendapat diskon,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Harga Tiket Kapal Pelni Diskon 50 Persen Tak Pengaruhi Jumlah Penumpang pertama kali tampil pada Kepri.

Menteri ESDM Bahlil Terbitkan Izin Kelola Tambang untuk UMKM, Ini Alasannya

0
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

batampos – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi akan diperkenankan untuk mengelola tambang. Ketentuan itu akan tertuang dalam aturan turunan dari Undang-Undang Mineral dan Batubara (Minerba) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Dengan regulasi itu, menurut Bahlil secara tidak langsung akan mengangkat derajat UMKM dan Koperasi secara cepat. UMKM tidak lagi menggunakan kredit atau pinjaman uang, tetapi langsung diberi izin untuk kelola tambang.

Kebijakan itu dilakukan Bahlil karena tak ingin UMKM selalu identik dengan berjualan bakso hingga jualan sembako. Terlebih, para konglomerat di Indonesia bisnisnya berkutat pada sumber daya alam (SDA), kayu hingga tambang.

“Dalam pandangan saya, nggak boleh UMKM itu diidentikan dengan hanya jual warung bakso, jual kerupuk, jual kios-kios, atau cuma jual sembako. Saya enggak mau ada pandangan UMKM itu seperti itu,” kata Bahlil dalam Peringatan Hari Kewirausahaan di Jakarta, Selasa (10/6).

Guna mewujudkan harapannya itu, Bahlil mengakui atas persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto dirinya telah melakukan revisi UU Minerba. Sehingga, tambang yang dulunya hanya dikuasai oleh segelintir orang, kini dalam waktu dekat akan pula dimiliki oleh UMKM dan juga koperasi.

“Itu caranya, jadi kalau kita mau melakukan perubahan, jangan perubahan kecil-kecil, kalau urusan kecil-kecil itu di HIPMI sudah khatam itu, jadi kita harus melakukan perubahan-perubahan, lompatan-lompatan yang luar biasa,” jelas Bahlil.

“Kaitannya dengan itu, saya menawarkan kepada Pak Menteri UMKM, segera inventarisir mana UMKM-UMKM yang paten, sebentar lagi PP sudah mau selesai. PP tambang sebentar lagi selesai,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah menerbitkan aturan baru yang isinya menyetujui pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan. Bahkan, pemberian WIUPK kepada ormas keagamaan ini disebut sebagai pemberian WIUPK secara Prioritas.

Pemberian izin itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Adapun ormas agama yang dimaksud adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), dan lain sebagainya. Dalam penawaran yang diberikan, Muhammadiyah dan NU (Nahdlatul Ulama) telah memutuskan menerima izin pertambangan dari pemerintah. (*)

Artikel Menteri ESDM Bahlil Terbitkan Izin Kelola Tambang untuk UMKM, Ini Alasannya pertama kali tampil pada News.

Fary Francis: Agrowisata dan Wisata Bahari Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Batam

0
Fary Francis

batampos — Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Sawah, Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, pada Selasa (10/6/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Fary menegaskan komitmen BP Batam dalam mendukung pengembangan sektor agrowisata dan wisata bahari di Kota Batam.

Menurut Fary, kedua sektor ini memiliki potensi besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi Batam, yang dalam empat tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Selain meninjau lokasi, Fary juga membuka ruang dialog interaktif bersama para pelaku usaha di kedua sektor tersebut. Dialog ini bertujuan menyerap aspirasi dan mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pengembangan kawasan wisata.

“Ada banyak persoalan dan tantangan yang mesti kita benahi. Mari saling bersinergi agar Batam tumbuh menjadi kawasan investasi terbaik di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat,” ujar Fary Francis.

Ia juga menjelaskan bahwa BP Batam memiliki tugas penting sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. Satu di antaranya adalah menjadikan Batam sebagai pusat investasi dan ekonomi unggulan di Indonesia.

Di sisi lain, lanjut Fary, Presiden Prabowo menginginkan agar pengelolaan investasi Batam berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, laju pertumbuhan investasi dapat sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini tugas penting untuk kita semua. BP Batam juga akan terus berupaya untuk menyelaraskan berbagai regulasi yang dinilai menjadi hambatan bagi percepatan investasi,” pesannya. (DN)

Artikel Fary Francis: Agrowisata dan Wisata Bahari Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Fary Francis: Agrowisata dan Wisata Bahari Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Batam

0
Fary Francis

batampos — Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Sawah, Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, pada Selasa (10/6/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Fary menegaskan komitmen BP Batam dalam mendukung pengembangan sektor agrowisata dan wisata bahari di Kota Batam.

Menurut Fary, kedua sektor ini memiliki potensi besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi Batam, yang dalam empat tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Selain meninjau lokasi, Fary juga membuka ruang dialog interaktif bersama para pelaku usaha di kedua sektor tersebut. Dialog ini bertujuan menyerap aspirasi dan mengidentifikasi berbagai tantangan dalam pengembangan kawasan wisata.

“Ada banyak persoalan dan tantangan yang mesti kita benahi. Mari saling bersinergi agar Batam tumbuh menjadi kawasan investasi terbaik di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat,” ujar Fary Francis.

Ia juga menjelaskan bahwa BP Batam memiliki tugas penting sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. Satu di antaranya adalah menjadikan Batam sebagai pusat investasi dan ekonomi unggulan di Indonesia.

Di sisi lain, lanjut Fary, Presiden Prabowo menginginkan agar pengelolaan investasi Batam berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, laju pertumbuhan investasi dapat sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini tugas penting untuk kita semua. BP Batam juga akan terus berupaya untuk menyelaraskan berbagai regulasi yang dinilai menjadi hambatan bagi percepatan investasi,” pesannya. (DN)

Artikel Fary Francis: Agrowisata dan Wisata Bahari Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Batam pertama kali tampil pada Metropolis.