Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam, Melda Sari. F. Rengga Yuliandra/Batam Pos
batampos – Pemerintah Kota Batam membentuk tim khusus untuk mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TB) sebagai upaya mencapai target eliminasi penyakit tersebut pada 2030. Tim Percepatan Penanggulangan TB itu dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Batam.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam, Melda Sari, mengatakan pembentukan tim tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan TB di Batam.
“Tim ini dibentuk untuk mengoordinasikan dan menyinergikan berbagai program penanggulangan tuberkulosis. Jadi tidak hanya dari sektor kesehatan saja, tetapi juga melibatkan lintas sektor agar penanganannya lebih efektif,” ujar Melda, Senin (9/3).
Ia menjelaskan, tim tersebut memiliki tugas mengoordinasikan, menyinergikan, serta mengevaluasi pelaksanaan percepatan eliminasi TB di Kota Batam. Dengan adanya tim ini, berbagai program penanggulangan TB diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan terintegrasi.
Menurut Melda, langkah tersebut juga sejalan dengan program prioritas nasional yang tertuang dalam agenda pembangunan Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan sektor kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Program penanggulangan TB memang menjadi perhatian nasional. Pemerintah pusat juga mendorong percepatan eliminasi TB sebagai bagian dari agenda pembangunan kesehatan yang masuk dalam Asta Cita Presiden,” jelasnya.
Selain itu, pembentukan tim percepatan ini juga mengacu pada sejumlah regulasi nasional, di antaranya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis serta Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.
Kedua regulasi tersebut menjadi dasar penguatan program penanggulangan TB secara terpadu dari tingkat pusat hingga daerah.
Melda juga memaparkan kondisi penanganan TB secara nasional. Dari estimasi 1,09 juta kasus Tuberkulosis di Indonesia, sekitar 856 ribu kasus atau 78 persen telah ditemukan. Sementara sekitar 223 ribu kasus atau 22 persen lainnya diperkirakan masih belum terdeteksi.
“Artinya masih ada cukup banyak kasus TB yang belum ditemukan. Ini menjadi tantangan bersama agar penemuan kasus bisa terus ditingkatkan,” katanya.
Ia menambahkan, terdapat sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkit TB, di antaranya kebiasaan merokok, penyakit diabetes, konsumsi alkohol, malnutrisi, serta infeksi HIV/AIDS.
“Faktor-faktor risiko ini perlu menjadi perhatian bersama. Jika tidak dikendalikan, potensi penularan TB di masyarakat juga akan semakin besar,” ujarnya.
Melda juga mengajak tenaga kesehatan dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya Indonesia bebas TB dengan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan di puskesmas.
“Kami mengajak tenaga kesehatan dan masyarakat untuk membantu Indonesia bebas TB dengan memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis di puskesmas terdekat, sehingga kasus TB bisa ditemukan lebih cepat dan segera diobati,” katanya.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung target eliminasi TB pada tahun 2030. (*)
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri buka puasa bersama sekaligus pemberian santunan kepada anak yatim di Gedung LAM Kepri Kota Batam, Minggu (8/3/2026). F. Humas Diskominfo Batam/Rumawi
batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi kegiatan sosial yang digelar Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Batam dengan menyantuni anak yatim dalam rangkaian buka puasa bersama di Gedung LAM Kepri Batam, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan penghargaan kepada LAM Kepri Kota Batam yang telah menginisiasi kegiatan berbagi kepada anak yatim. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima santunan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Saya menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan LAM hari ini. Melalui acara seperti ini, kita dapat mempererat tali silaturahmi di antara kita semua,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga menyerahkan santunan secara simbolis kepada sejumlah anak yatim yang hadir. Penyerahan santunan dilakukan bersama pengurus LAM Kepri Kota Batam dalam suasana penuh kehangatan.
Satu per satu anak yatim maju untuk menerima santunan, disambut dengan kebersamaan dan rasa haru dari para tamu yang hadir.
Amsakar menambahkan, santunan kepada anak yatim merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Ia mengingatkan bahwa perhatian terhadap anak yatim juga disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an, salah satunya melalui Surat Al-Ma’un.
“Dalam Surat Al-Ma’un disebutkan, tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Mereka itulah yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin. Ini menjadi pengingat bagi kita semua agar senantiasa peduli terhadap mereka yang membutuhkan,” katanya.
Ia berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk bersedekah dan berbagi kepada sesama.
“Momentum Ramadan ini hendaknya kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbanyak sedekah dan saling berbagi. Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tutupnya. (*/adv)
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri buka puasa bersama sekaligus pemberian santunan kepada anak yatim di Gedung LAM Kepri Kota Batam, Minggu (8/3/2026). F. Humas Diskominfo Batam/Rumawi
batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi kegiatan sosial yang digelar Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Batam dengan menyantuni anak yatim dalam rangkaian buka puasa bersama di Gedung LAM Kepri Batam, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan penghargaan kepada LAM Kepri Kota Batam yang telah menginisiasi kegiatan berbagi kepada anak yatim. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima santunan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Saya menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan LAM hari ini. Melalui acara seperti ini, kita dapat mempererat tali silaturahmi di antara kita semua,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga menyerahkan santunan secara simbolis kepada sejumlah anak yatim yang hadir. Penyerahan santunan dilakukan bersama pengurus LAM Kepri Kota Batam dalam suasana penuh kehangatan.
Satu per satu anak yatim maju untuk menerima santunan, disambut dengan kebersamaan dan rasa haru dari para tamu yang hadir.
Amsakar menambahkan, santunan kepada anak yatim merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Ia mengingatkan bahwa perhatian terhadap anak yatim juga disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an, salah satunya melalui Surat Al-Ma’un.
“Dalam Surat Al-Ma’un disebutkan, tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Mereka itulah yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin. Ini menjadi pengingat bagi kita semua agar senantiasa peduli terhadap mereka yang membutuhkan,” katanya.
Ia berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk bersedekah dan berbagi kepada sesama.
“Momentum Ramadan ini hendaknya kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbanyak sedekah dan saling berbagi. Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tutupnya. (*/adv)
batampos – Ramadan selalu dimaknai sebagai bulan pengendalian diri, perenungan, dan bulan yang penuh pelipatgandaan pahala. Umat Islam menata ulang ritme hidupnya, menahan lapar di siang hari, menghidupkan malam dengan ibadah, memperbanyak sedekah. Namun ada dimensi lain yang tak kalah nyata. Setiap Ramadhan, ruang-ruang ekonomi ikut berubah iramanya. Aktivitas jual beli meningkat, transaksi melonjak, dan uang beredar lebih cepat dari bulan-bulan biasa.
Pada Ramadhan 2026, dinamika itu terasa kuat di Jawa Timur. Provinsi dengan populasi besar dan struktur ekonomi yang ditopang perdagangan, industri pengolahan, serta UMKM ini menjadikan bulan suci bukan hanya momentum spiritual, melainkan juga fase akselerasi ekonomi. Keberkahan Ramadhan menjelma dalam bentuk perputaran uang, pertumbuhan usaha kecil, dan distribusi pendapatan yang meluas hingga ke desa-desa.
Daya Konsumsi dan Lonjakan Likuiditas
Secara nasional, periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026 diperkirakan menambah sekitar 0,25–0,3 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal pertama. Penggeraknya jelas dalam konsumsi rumah tangga. Dalam struktur Produk Domestik Bruto Indonesia, konsumsi menjadi penopang utama. Ketika belanja masyarakat meningkat, efek berantainya menjalar ke produksi, distribusi, dan jasa.
Gambaran makro tersebut menemukan konteksnya di Jawa Timur. Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur menyiapkan sekitar Rp24,6 triliun uang layak edar selama periode Ramadhan dan Lebaran 2026, meningkat lebih dari lima persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan suplai likuiditas ini bukan angka administratif semata. Ia mencerminkan ekspektasi atas lonjakan transaksi di pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga sentra UMKM.
Pasar-pasar di Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember menunjukkan pola yang sama setiap tahun: permintaan bahan pokok meningkat menjelang berbuka dan mendekati Idul Fitri. Daging, telur, gula, tepung, minyak goreng, serta bumbu dapur mengalami kenaikan volume penjualan. Industri rumahan pembuat kue kering dan parsel kebanjiran pesanan.
Pedagang pakaian muslim merasakan lonjakan pembeli yang menyiapkan diri menyambut hari raya. Skala nasional bahkan memperkirakan perputaran uang selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026 dapat mencapai ratusan triliun rupiah. Jawa Timur, sebagai salah satu kontributor terbesar ekonomi nasional di luar Jakarta, tentu mengambil bagian signifikan. Kombinasi jumlah penduduk, kekuatan sektor perdagangan, dan jaringan distribusi antarwilayah membuat provinsi ini menjadi simpul penting arus barang dan uang.
Ramadhan juga menghadirkan mekanisme redistribusi yang khas melalui tradisi mudik. Arus manusia dari kota industri kembali ke kampung halaman membawa serta pendapatan yang diperoleh selama setahun. Uang itu dibelanjakan di desa: untuk kebutuhan keluarga, perbaikan rumah, zakat, dan kegiatan sosial. Dalam beberapa pekan, desa-desa mengalami peningkatan aktivitas ekonomi yang sulit ditemukan pada bulan biasa. Perputaran ini mempersempit jarak antara pusat pertumbuhan dan wilayah pinggiran.
Fenomena tersebut menegaskan bahwa Ramadhan memiliki efek pengganda yang nyata. Konsumsi tidak berhenti pada transaksi akhir, melainkan mendorong produksi tambahan, membuka lapangan kerja musiman, dan menggerakkan sektor transportasi serta logistik.
Bagi banyak keluarga, bulan suci menjadi momentum memperbaiki arus kas, baik melalui peningkatan penjualan maupun tambahan jam kerja.
Digitalisasi, UMKM, dan Ekonomi Inklusif
Ramadan 2026 juga memperlihatkan perubahan struktur ekonomi yang semakin digital. Jika dahulu transaksi didominasi tatap muka dan uang tunai, kini platform daring memainkan peran penting. Di Jawa Timur, salah satu platform transportasi dan layanan pesan-antar melibatkan sekitar 10.000 mitra terdiri atas pengemudi dan pelaku usaha untuk menggerakkan ekonomi Ramadan tahun ini.
Permintaan layanan antar makanan untuk berbuka dan sahur meningkat tajam, terutama di kawasan urban seperti Surabaya dan sekitarnya. UMKM kuliner memanfaatkan aplikasi untuk memperluas pasar tanpa perlu membuka cabang baru. Paket berbuka keluarga, menu takjil inovatif, hingga katering sahur dipasarkan melalui gawai. Setiap pesanan menciptakan rantai nilai: dari pemasok bahan baku, juru masak, pengemudi, hingga penyedia kemasan.
Digitalisasi memberi dua dampak sekaligus. Pertama, efisiensi distribusi. Produk dapat menjangkau konsumen lebih luas dalam waktu singkat. Kedua, inklusivitas. Pelaku usaha kecil yang sebelumnya terbatas pada pelanggan sekitar kini memiliki akses ke pasar kota bahkan lintas kabupaten.
Momentum Ramadan menjadi laboratorium tahunan bagi adaptasi teknologi UMKM. Sektor ekonomi kreatif turut menikmati lonjakan. Desainer grafis memproduksi materi promosi bertema Ramadhan, pembuat hampers merancang kemasan yang estetis, pelaku konten digital mengangkat kisah kuliner dan tradisi lokal.
Aktivitas tersebut memperkaya ekosistem ekonomi daerah. Ramadan tidak lagi sekadar bulan konsumsi, melainkan ruang inovasi yang mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dan layanan.
Tantangan tetap hadir. Lonjakan permintaan berpotensi menekan pasokan dan memicu kenaikan harga. Stabilitas inflasi menjadi pekerjaan rumah penting bagi pemerintah daerah dan otoritas terkait. Operasi pasar, pengawasan distribusi, serta koordinasi dengan pelaku usaha diperlukan agar peningkatan konsumsi tidak menggerus daya beli masyarakat berpendapatan rendah. Keberkahan ekonomi kehilangan makna ketika akses terhadap kebutuhan pokok menjadi tidak merata.
Di titik inilah relevansi nilai-nilai Ramadan menemukan konteks sosialnya. Puasa mengajarkan pengendalian diri, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai tersebut dapat menjadi penyeimbang dorongan konsumsi. Aktivitas ekonomi tetap tumbuh, namun disertai kesadaran berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Arus uang yang meningkat tidak berhenti pada keuntungan individual, melainkan mengalir ke kelompok yang membutuhkan.
Ramadan 2026 di Jawa Timur memperlihatkan satu kenyataan: spiritualitas dan ekonomi bukan dua kutub yang saling meniadakan. Ibadah memberi energi moral, sementara aktivitas ekonomi menyediakan ruang aktualisasi sosial. Masjid dan pasar hidup berdampingan, doa dan transaksi berlangsung dalam waktu yang sama. Bulan suci menghadirkan berkah ganda pahala yang dilipatgandakan dan perputaran ekonomi yang menguatkan fondasi masyarakat.
Dalam lanskap seperti itu, Ramadhan bukan hanya peristiwa religius tahunan. Ia adalah siklus sosial-ekonomi yang membentuk karakter daerah, menggerakkan pelaku usaha kecil, dan memperluas distribusi kesejahteraan. Jawa Timur pada 2026 menunjukkan bahwa keberkahan dapat bergerak, berputar, dan memberi daya hidup bagi banyak orang. (*)
H. Ahmad Nawardi, S.Ag Ketua Komite IV DPD RI Anggota DPD RI Utusan Provinsi Jawa Timur
batampos – Bulan Ramadan menjadi ajang mencari hidangan lezat untuk berbuka puasa. Sebab, beragam cemilan bermunculan, baik yang populer maupun yang jarang ditemukan pada hari biasa.
Kuliner di Kota Batam pun menjadi buruan banyak masyarakat maupun wisatawan mancanegara yang datang ke kota.
Ini 5 Cemilan yang Cocok untuk Buka Puasa
1. Itc.h Cafe
Bagi yang suka dengan salt bread bisa langsung ke sini. Banyak varian dari asin sampai manis. Lokasi di Jl. Komp. Sinar, Jl. Komp. Penuin Centre Blk. C No.5, RW.6, Batu Selicin, Lubuk Baja, Batam.
2. Viral Bites
Berbagai varian dessert manis tersedia disini. Kamu bisa memilih mochi, brownies, dan marshmallow. Lokasi di Top 100 Garden Avenue, Garden Avenue Square West Wing, Kecamatan, Sadai, Bengkong, Batam.
3. Pipi Susu
Donat tempura yang diberikan berbagai bubuk varian rasa. Rasanya crunchy dan manis. Pesanan bisa langsung melalui Instagram @pipisusubatam atau WhatsApp.
4. Thelekker.id
Pecinta dimsum mentai, dimsum goreng keju, dan udang keju bisa pesan di sini. Buka puasa dijamin kenyang dengan varian dimsumnya. Pemesan melalui Instagram @thelekker.id atau WhatsApp.
5. Spicyboo
Salah satu stand yang menjual bakso keju pedas dengan chili oil dan wonton. Makanan asin gurih pedas cocok menemani buka puasa. Lokasi di SP Batuaji, pintu masuk arah Putri Hijau, depan Super Minimarket.
Batam memiliki banyak pilihan makanan yang cocok dijadikan cemilan berbuka puasa.
batampos – Kasus dugaan pencabulan terhadap siswa di wilayah Bengkong, Kota Batam, terus berkembang. Terbaru, sebanyak 13 anak menjalani asesmen oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Batam setelah diduga menjadi korban dalam kasus yang melibatkan seorang pria warga negara asing (WNA).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD PPA Batam, Suratin, mengatakan proses asesmen dilakukan tidak hanya kepada anak-anak yang diduga menjadi korban, tetapi juga terhadap orang tua mereka. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan kondisi psikologis anak sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga.
“Proses asesmen sudah berjalan untuk anak dan orang tua. Total ada 13 orang yang kami asesmen,” ujar Suratin.
Menurutnya, ketiga belas anak tersebut diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan pelaku sesama jenis. Dugaan tersebut masih terus didalami melalui proses pendampingan serta pengumpulan keterangan dari para korban.
Suratin menjelaskan, anak-anak tersebut awalnya mengetahui keberadaan pelaku dari informasi yang beredar di lingkungan mereka secara mulut ke mulut. Dari informasi tersebut, beberapa anak kemudian mengenal pelaku dan diduga tergiur oleh bujuk rayu serta iming-iming yang diberikan.
“Untuk 13 korban ini, mereka mendapat informasi tentang pelaku dari mulut ke mulut. Anak-anak ini tergiur bujuk rayu dan iming-iming pelaku sehingga terjadilah hal yang sebenarnya tidak mereka inginkan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa identitas pelaku telah dikonfirmasi pihak kepolisian sebagai warga negara asing. Saat ini UPTD PPA Batam terus mengawal proses penanganan kasus tersebut agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian, menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan serta melacak keberadaan terduga pelaku WNA tersebut.
“Penyelidikan masih berjalan dan kami terus melacak keberadaan terduga pelaku,” ujarnya.
Debby menjelaskan, hingga saat ini laporan resmi yang masuk ke Polresta Barelang baru berasal dari satu korban. Laporan tersebut menjadi dasar penyelidikan yang sedang dilakukan oleh penyidik Satreskrim.
Meski demikian, polisi memastikan proses pengembangan perkara masih terbuka, termasuk kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. Aparat juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak ragu melapor jika mengetahui atau mengalami kejadian serupa.
Kasus dugaan pencabulan terhadap anak yang melibatkan WNA ini menambah daftar peristiwa serupa yang pernah terjadi di Batam.
Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Batam, Erry Syahrial, menilai berulangnya kasus tersebut tidak terlepas dari lemahnya pengawasan terhadap orang asing yang berada di wilayah Batam.
“Kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Artinya pengawasan terhadap orang asing ini harus diperketat,” ujarnya, Minggu (8/3).
Menurut Erry, tidak sedikit WNA yang datang ke Batam merupakan orang-orang yang memiliki persoalan hukum di negara asalnya. Kondisi tersebut membuat Batam kerap dijadikan tempat pelarian maupun persembunyian.
“Biasanya pelaku WNA ini orang yang bermasalah di negaranya. Batam dijadikan tempat pelarian, persembunyian, bahkan tempat melampiaskan aksinya,” katanya.
Ia juga mempertanyakan mengapa Batam kerap menjadi sasaran para pelaku kejahatan tersebut. Menurutnya, sebagian pelaku bahkan diketahui merupakan buronan internasional.
“Ini menjadi pertanyaan kenapa Batam sering menjadi sasaran. Karena beberapa pelaku itu juga ada yang merupakan buronan Interpol,” ujarnya.
Erry berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku apabila terbukti bersalah.
“Harapan kita kasus ini diusut tuntas dan pelaku dijerat hukuman maksimal. Ini penting agar menjadi pembelajaran bagi WNA lainnya untuk tidak melakukan tindak pidana di Batam,” tegasnya.
Kasus ini bermula dari laporan orang tua korban ke Polresta Barelang setelah pihak sekolah menyampaikan adanya dugaan tindakan pencabulan yang dialami seorang siswa laki-laki. Informasi awal diperoleh sekolah dari pengakuan korban, kemudian disampaikan kepada orang tua untuk ditindaklanjuti secara hukum.
Laporan resmi kemudian dibuat di Polresta Barelang. Hingga saat ini baru satu korban yang melapor secara resmi, namun penyidik masih membuka kemungkinan adanya korban lain dalam kasus tersebut. (*)
Pembalap Mercedes George Russell dan Kini Antonelli.
batampos – Prediksi bahwa Mercedes bakal mendominasi balapan pembuka Formula 1 2026 benar-benar menjadi kenyataan. Disebut sebagai satu-satunya tim yang mampu memanfaatkan celah regulasi baru rasio kompresi power unit, Mercedes kemarin (8/3) berhasil finis satu-dua di Sirkuit Albert Park, Melbourne.
George Russell finis 2,974 detik di depan rekan satu timnya, Kimi Antonelli. Kedua pembalap Mercedes itu unggul atas duo Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton yang melengkapi posisi empat besar. Keunggulan Russell atas Leclerc cukup signifikan, hingga 15 detik.
Meski begitu, Russell sebenarnya sempat terlibat duel dengan Leclerc di sepuluh lap pertama. Strategi pengereman agresif, pengaturan active aero, serta manajemen energi baterai membuat duel Russell-Leclerc berlangsung seperti efek ‘yo-yo’: keduanya saling menyalip dan bergantian memimpin balapan.
Namun dinamika balapan berubah setelah dua kali Virtual Safety Car (VSC). Ferrari memilih tidak langsung melakukan pit stop. Sebaliknya, Mercedes memanfaatkan momentum untuk mengganti ban lebih awal. Keputusan strategi itu akhirnya merugikan Ferrari.
VSC Bukan Penyebab Kegagalan
Saat Leclerc masuk pit pada lap ke-25, dia kembali ke lintasan dengan selisih sekitar 16 detik di belakang Russell. Namun, Leclerc menganggap VSC bukan satu-satunya penyebab Ferrari gagal menang. Dia mengakui mobil Mercedes lebih cepat.
“Mungkin saya salah, tapi saya rasa tidak (karena VSC),” kata Leclerc saat menjawab pertanyaan Jenson Button soal VSC di parc ferme.
Yang jelas, keberhasilan finis satu-dua di Melbourne bisa jadi pertanda dominasi Mercedes di era regulasi baru. Setidaknya, situasi itu diperkirakan bakal bertahan hingga pertengahan musim, sebelum prosedur pengujian rasio kompresi baru diberlakukan mulai 1 Juni 2026 mendatang.
Meski begitu, Russell menilai keunggulan timnya di Melbourne kemarin tidak sebesar yang terlihat dari hasil akhir. “Mungkin kami memiliki keunggulan kecepatan sepersepuluh atau dua persepuluh detik, tetapi bukan tujuh persepuluh detik seperti yang kami lihat sebelumnya,” kata Russell kepada Sky Sports.
Verstappen Belum Puas
Di sisi lain Max Verstappen kemarin tampil cukup impresif. Start dari posisi buncit karena crash saat sesi kualifikasi, juara dunia empat kali itu finis di posisi enam. Namun, hasil itu belum membuat Verstappen merasa puas dengan mobil Red Bull RB26.
“Tidak (menikmati balapan). Maksudku, tentu saja, aksi menyalip itu menyenangkan, tapi aku juga balapan dengan mobil dua detik lebih lambat,” kata Verstappen kepada Sky Sports. “Mereka (Mercedes) pasti akan cepat dimanapun. Sedangkan kami perlu melihat setiap trek satu per satu. Pada akhirnya, tujuan kami adalah meraih posisi teratas.”
Hasil F1 GP Australia 2026
Pos Pembalap (Tim) Waktu Poin
1. George Russell (Mercedes) 1 jam 23 menit 06,801 detik 25 poin
2. Kimi Antonelli (Mercedes) +2,974d 18 poin
3. Charles Leclerc (Ferrari) +15,519d 15 poin
4. Lewis Hamilton (Ferrari) +16,144d 12 poin
5. Lando Norris (McLaren) +51,741d 10 poin
6. Max Verstappen (Red Bull Racing) +54,617d 8 poin
7. Oliver Bearman (Haas F1 Team) +1 lap 6 poin
8. Arvid Lindblad (Racing Bulls) +1 lap 4 poin
9. Gabriel Bortoleto (Audi) +1 lap 2 poin
10. Pierre Gasly (Alpine) +1 lap 1 poin
batampos – Harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga menembus level USD 100 per barel pada perdagangan Senin (9/3). Lonjakan ini dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) – Israel, dan Iran sehingga memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Mengutip Reuters, kontrak minyak mentah Brent tercatat melonjak hingga USD 111,04 per barel atau naik sekitar 19,8 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga menguat menjadi USD 107,40 per barel setelah sempat menyentuh USD 111,24 pada awal sesi perdagangan.
Untuk diketahui, kenaikan harga tersebut terjadi setelah sejumlah produsen minyak utama di Timur Tengah mulai memangkas produksi akibat terganggunya jalur distribusi energi di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.
Irak dan Kuwait dilaporkan telah mulai menurunkan produksi minyaknya. Kondisi ini memperparah kekhawatiran pasar setelah sebelumnya Qatar juga mengurangi pasokan gas alam cair (LNG) karena gangguan pengiriman dari kawasan Timur Tengah.
Analis komoditas senior ANZ, Daniel Hynes, mengatakan lonjakan harga dipicu laporan bahwa produsen minyak di Timur Tengah mulai memangkas produksi karena kapasitas penyimpanan yang semakin penuh.
“Pasar merespons cepat laporan bahwa produsen Timur Tengah mengurangi produksi karena fasilitas penyimpanan hampir penuh,” ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/3).
Ia menambahkan, kondisi bisa menjadi lebih buruk jika produsen terpaksa menutup sumur minyak. Hal tersebut bukan hanya menekan produksi lebih jauh, tetapi juga berpotensi memperlambat pemulihan pasokan meski konflik telah mereda.
Situasi paling terdampak terjadi di Irak, produksi minyak dari ladang utama di selatan negara tersebut dilaporkan turun hingga 70 persen menjadi sekitar 1,3 juta barel per hari. Penurunan ini terjadi karena ekspor minyak tidak dapat dilakukan melalui Selat Hormuz akibat konflik dengan Iran.
Di sisi lain, perusahaan energi negara juga mulai memangkas produksi minyak sejak akhir pekan lalu dan bahkan menyatakan kondisi force majeure terhadap sejumlah pengiriman.
Ketegangan juga meningkat setelah Iran menunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi baru menggantikan ayahnya. Langkah tersebut dinilai memperkuat dominasi kelompok garis keras di Teheran di tengah konflik yang terus memanas.
Analis Rakuten Securities memperkirakan harga minyak berpotensi terus naik jika ketegangan berlanjut. Menurut dia, harga minyak WTI bahkan berpeluang menembus USD 120 hingga USD 130 per barel dalam waktu relatif singkat apabila gangguan pasokan terus berlanjut.
“Dengan pengangkatan putra mendiang pemimpin sebagai pemimpin baru Iran, tujuan Presiden AS Donald Trump untuk menggulingkan rezim di Iran menjadi lebih sulit,” kata Satoru Yoshida, analis komoditas di Rakuten Securities.
“Pandangan itu mempercepat pembelian, karena Iran diperkirakan akan melanjutkan penutupan Selat Hormuz dan serangan terhadap fasilitas negara-negara penghasil minyak lainnya, seperti yang terlihat pekan lalu,” imbuhnya.
Sementara itu, di Amerika Serikat sendiri tekanan politik juga mulai muncul. Pemimpin Fraksi Demokrat Senat mendesak Presiden untuk segera melepas cadangan minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) guna menstabilkan pasar dan menahan lonjakan harga energi.
Lonjakan harga minyak ini dikhawatirkan akan berdampak luas terhadap perekonomian global, terutama dengan potensi kenaikan harga bahan bakar yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Sementara gangguan logistik, kerusakan fasilitas energi, serta risiko pengiriman yang meningkat menjadi faktor utama yang memperpanjang ketidakpastian di pasar energi dunia.(*)
Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Foto. Pemko Batam
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Namun, sejauh mana pengawasan aturan tersebut dapat diterapkan di daerah?
Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital yang akan mulai diterapkan secara nasional pada 28 Maret 2026.
Melalui aturan tersebut, platform digital diwajibkan memperketat sistem verifikasi usia serta meningkatkan pengawasan terhadap akun pengguna anak. Pada platform yang dinilai berisiko tinggi, seperti media sosial dan layanan jejaring, akun pengguna di bawah usia 16 tahun dapat dibatasi bahkan dinonaktifkan.
Sejumlah platform yang terdampak kebijakan ini di antaranya YouTube, Instagram, TikTok, Facebook, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox. Penerapan aturan ini akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh platform mematuhi kewajiban yang ditetapkan pemerintah.
Namun di tengah pesatnya penggunaan media sosial di kalangan anak-anak, efektivitas kebijakan ini tetap bergantung pada pengawasan yang nyata di lapangan. Tanpa keterlibatan aktif pemerintah, orang tua, sekolah, dan masyarakat, pembatasan usia di media sosial dikhawatirkan hanya menjadi aturan di atas kertas.
Kepala Diskominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan Pemko Batam mendukung kebijakan tersebut dan siap menyesuaikan penerapannya di daerah.
“Pada prinsipnya kami mendukung. Di Batam aturan ini juga akan diberlakukan sesuai dengan teknis yang disampaikan oleh Komdigi,” kata Rudi saat dihubungi Batam Pos, Minggu (8/3) siang.
Menurut Rudi, pengawasan utama nantinya akan dilakukan melalui sistem aplikasi di masing-masing platform digital. Sistem tersebut akan memverifikasi usia pengguna berdasarkan data yang diisi saat pendaftaran akun.
“Kalau di sistem aplikasi, saat membuat akun pengguna diminta mengisi umur dan tahun lahir. Jika usianya di bawah ketentuan, maka sistem otomatis akan menolak atau membatasi akun tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem tersebut juga dirancang untuk memblokir akses anak terhadap konten yang berbahaya, termasuk konten negatif seperti perjudian online maupun materi yang tidak sesuai usia.
“Konten-konten yang berbahaya atau dilarang, seperti judi online dan hal negatif lainnya, nantinya juga akan dibatasi melalui sistem,” katanya.
Meski demikian, Rudi mengakui pengawasan tidak sepenuhnya bisa mengandalkan sistem digital. Pasalnya, masih ada kemungkinan anak-anak memanipulasi data usia saat mendaftar akun media sosial.
Karena itu, ia menilai keterlibatan orang tua dan pihak sekolah menjadi faktor penting dalam mendukung penerapan kebijakan tersebut.
“Kami juga akan melakukan sosialisasi. Bisa saja anak mengisi umur 18 tahun padahal sebenarnya masih 16 tahun. Karena itu perlu keterlibatan orang tua, guru, dan lingkungan sekolah untuk melakukan pengawasan,” jelasnya.
Diskominfo Batam, lanjut Rudi, juga akan melibatkan berbagai pihak dalam memperkuat pengawasan, termasuk komunitas masyarakat dan orang tua.
“Teknis pengawasan akan kami sampaikan seefektif mungkin dengan melibatkan orang tua dan komunitas,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan terhadap platform digital berada di bawah kewenangan kementerian melalui para penyedia aplikasi (aplikator). Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau data usia pengguna sehingga akun anak di bawah umur dapat dibatasi atau dinonaktifkan.
“Secara fakta ini bisa dimaknai sebagai langkah untuk melindungi anak-anak kita di ruang digital. Orang tua tentu akan melihat ini sebagai upaya perlindungan,” ujarnya.
Selama ini, kata Rudi, Diskominfo Batam juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan melalui program literasi digital di masyarakat. Program tersebut bertujuan mendorong penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
“Kami terus mendorong literasi digital, bagaimana menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dan memanfaatkan konten yang positif,” katanya.
Menurutnya, anak-anak yang masih berada pada usia labil memang membutuhkan perlindungan lebih agar tidak terpapar konten sensitif atau berbahaya.
“Upaya preventif ini penting agar anak-anak menggunakan media sosial sesuai usia dan tidak terpapar konten yang tidak semestinya,” ujarnya.(*)
Perwakilan PT Gaja Izumi Mas Perkasa, produsen air minum 3T, Ponco bersama Ketua LAM Batam Kota, Datuk Wan Gamalyardi, mengikuti tausiah bersama ustaz sebelum berbuka puasa pada kegiatan santunan anak yatim di Batam Center, Minggu (8/3). Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos
batampos – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Batam Kota bersama mitra agen galon air minum Terjamin, Tercepat, Terjangkau (3T).
Melalui kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim, sebanyak 150 anak yatim dari berbagai wilayah di Kota Batam menerima bantuan paket sembako dan santunan, Minggu (8/3) sore di kawasan Batam Center.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Anak-anak yang hadir tampak antusias dan bahagia saat menerima santunan. Tidak hanya anak-anak, para orang tua serta tamu undangan yang hadir juga turut merasakan kehangatan kebersamaan di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Perwakilan PT Gaja Izumi Mas Perkasa, produsen air minum 3T, Ponco, mengatakan kegiatan berbagi ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun. Namun, konsep kegiatan tahun ini dibuat lebih sederhana dengan fokus pada santunan anak yatim.
“Biasanya kami juga membagikan takjil di beberapa lampu merah hingga 300 sampai 400 paket. Tahun ini lebih sederhana, kami fokus pada santunan anak yatim,” ujar Ponco usai kegiatan.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan internal perusahaan yang kemudian menggandeng LAM Kecamatan Batam Kota sebagai mitra pelaksana.
“Ini menjadi bukti bahwa kegiatan hari ini bisa terlaksana dengan baik berkat kerja sama antara 3T dan LAM Batam Kota. Kami memiliki visi yang sama, yaitu semangat berbagi kepada sesama,” katanya.
Menurut Ponco, kegiatan sosial tersebut juga menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk terus menyalurkan sebagian rezeki kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Apa yang kita dapat, kita kembalikan lagi kepada mereka yang berhak menerimanya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LAM Batam Kota, Datuk Wan Gamalyardi, mengatakan pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan 3T dalam kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kerja sama serupa telah berlangsung lebih dari dua tahun.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Yang penting membawa manfaat bagi masyarakat dan keselamatan umat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 150 paket sembako dan santunan uang disalurkan kepada anak yatim. Awalnya, panitia merencanakan hingga 200 penerima, namun karena keterbatasan waktu, jumlah bantuan yang tersalurkan sekitar 150 paket.
“Harapan kami kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahun dan semakin berkembang,” ujar Datuk Wan Gamalyardi.
Ketua panitia kegiatan sekaligus sesepuh 3T, Zamharia, mengatakan ke depan kegiatan santunan tersebut direncanakan akan diperluas ke wilayah lain di Batam.
“Tahun ini baru di satu kecamatan. Mudah-mudahan tahun depan bisa dilaksanakan di dua kecamatan dengan waktu yang berbeda,” katanya.
Menurutnya, semangat berbagi harus terus dijaga karena setiap orang memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu sesama.
“Prinsip kami jangan pernah menyerah untuk berbagi. Kebaikan sekecil apa pun akan memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Dewan Kehormatan LAM Batam Kota, Datuk Syaipul Bahri, yang menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus didorong agar berkelanjutan.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Siapa lagi yang akan memperhatikan anak-anak yatim kalau bukan kita bersama,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, LAM Batam Kota dan 3T berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terus terjaga, terutama di bulan Ramadan yang identik dengan nilai berbagi dan kepedulian terhadap sesama. (*)