Orangtua yang anaknya tak lolos SPMB di SMK1 Batam, mendatangi sekolah, Senin (30/6).
batampos-SMKN 1 Batam memulai proses daftar ulang bagi peserta yang lolos SPMB pada Senin (30/6) hingga Selasa (2/7). Proses ini dilaksanakan bertahap dengan jadwal dua jurusan per hari guna mencegah penumpukan siswa dan orangtua di lingkungan sekolah.
Kepala SMKN 1 Batam, Deden Suryana, menyatakan bahwa seluruh tahapan pendaftaran ulang tetap berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan. Tahun ini, SMKN 1 menerima total 1.008 siswa untuk enam jurusan, di antaranya Teknik Mekatronika, Teknik Elektronika Industri, Teknik Permesinan, dan lainnya.
Namun, suasana sekolah tetap dipadati orangtua yang datang di luar jadwal. Tak hanya dari siswa yang lolos seleksi, orangtua dari calon siswa yang tidak diterima pun ikut berdatangan. Mereka berharap masih ada peluang bagi anak-anak mereka untuk bisa diterima melalui kuota tambahan.
“Saya tinggal dekat sini, jadi saya sangat berharap anak tetap bisa sekolah di SMKN 1. Meski tidak lolos SPMB, kami berharap ada jalan,” ujar Hendra, salah satu warga Batuaji. Hal yang sama juga disampaikan Junaidi yang mengaku memilih sekolah negeri karena biaya pendidikan yang lebih terjangkau.
Menanggapi hal ini, pihak panitia hanya bisa meminta para orangtua untuk bersabar. Fokus utama sekolah saat ini adalah menyelesaikan proses daftar ulang bagi peserta yang sudah dinyatakan lolos sesuai ketentuan.
Terkait peluang tambahan kuota, panitia menjelaskan bahwa hal itu merupakan kewenangan Dinas Pendidikan dan Gubernur Kepri. Untuk sementara, sekolah masih mengikuti juknis yang telah ditetapkan tanpa perubahan. (*)
PKL yang terkena ban mobil yang terlepas. f.eusebius
batampos-Nasib apes dialami seorang pedagang kaki lima di kawasan Simpang Dam, Mukakuning, Senin (30/6). Sebuah ban truk fuso yang terlepas tiba-tiba menggelinding deras dan menghantam dua gerobak dawet, hingga menyebabkan seorang pedagang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di Jalan Letjend Suprapto, tepatnya di depan sebuah bengkel dekat gang masuk simpang Dam. Truk fuso putih dengan nomor polisi BP 9143 EU itu sedang dalam perjalanan menuju kawasan Ocarina, Batam Center, ketika insiden terjadi.
Menurut keterangan sang sopir, John, truk yang ia kemudikan membawa material tanah dari proyek cut and fill di seberang jalan. Saat melintasi lokasi kejadian, truk mengalami patah as yang menyebabkan salah satu ban belakang sebelah kanan lepas.
“Saya bawa truknya biasa aja, nggak ngebut. Tapi begitu dekat bengkel itu, tiba-tiba ban copot dan langsung ngelinding ke depan. Saya sudah ngerem, tapi ban keburu lari,” ujar John saat ditemui di lokasi.
Ban yang terlepas itu melaju tanpa kendali ke arah gang masuk simpang Dam, di mana dua pedagang kaki lima sedang berjualan. Salah satu ban tersebut menghantam dua gerobak dawet hingga membuat salah satu pedagang tertimpa gerobaknya sendiri.
“Pedagang itu langsung jatuh kena gerobaknya. Sudah dibawa ke rumah sakit tadi sama warga,” kata Ardi, salah seorang saksi mata yang juga pedagang di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, satu gerobak lainnya mengalami kerusakan parah di bagian depan akibat benturan keras dari ban truk. Kondisi lokasi sempat ramai dipenuhi warga yang penasaran dengan kejadian tersebut. (*)
Dua kios box kontainer yang terbakar di Jalan Hang Jebat, Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Minggu (29/6/2025) malam. F.Rusidi untuk Batam Pos.
batampos– Kebakaran melanda dua kios box kontainer di Jalan Hang Jebat, Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Minggu (29/6/2025) malam.
Warga merekam detik-detik kebakaran dua kios semi permanen.
Dalam video yang beredar di media sosial, seorang wanita meminta warga untuk tidak melintas di dekat lokasi kebakaran.
“Jangan lewat situlah,” katanya.
Kepala UPT Damkar Bintan Timur, Nurwendi mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi adanya kebakaran dua kios dan segera mengerahkan mobil Damkar dengan 5 personel ke lokasi kejadian.
Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan kurang lebih satu jam dengan menghabiskan satu ton air.
Kapolsek Bintan Timur AKP Khapandi melalui Kanit Reskrim Ipda Daeng Salamun mengatakan dua kios yang terbakar milik Wilopo, 46, dan Dariyah, 45, digunakan untuk berjualan.
Kios Wilopo menjual pertalite eceran, pulsa dan jajanan, sementara kios Dariyah, 45, menjual keripik ubi.
Pemilik kios yang terbakar, Wilopo menceritakan kronologi kejadian.
Wilopo sempat meninggalkan kios untuk salat Isya, lalu kembali melayani pelanggan yang membeli pertalite.
Saat mengambil pertalite, botolnya jatuh dan pertalite tumpah ke lantai.
Ketika membersihkan tumpahan pertalite, kabel cas ponsel yang diangkat tiba-tiba mengeluarkan percikan api dan memicu kebakaran.
Wilopo panik dan mencoba menyelamatkan barang-barangnya.
Setelah api mulai membesar, petugas PLN dan pemilik dealer sepeda motor di sekitar lokasi kejadian datang membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk membantu memadamkan api.
Tidak lama kemudian, mobil Damkar tiba di lokasi untuk membantu memadamkan api.
Daeng mengatakan bahwa olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut.
Namun, Wilopo mengalami luka bakar di wajah, tangan dan kaki kanan, dan kini dirawat di RSUD Bintan.
Kerugian material diperkirakan mencapai Ro 25 juta dengan rincian Rp 20 juta dialami Wilopo dan Rp 5 juta dialami Dariyah.
Daeng mengatakan, berdasarkan penyelidikan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh tumpahan pertalite yang mengenai kabel cas ponsel hingga memicu percikan api. (*)
batampos – Hasil survei Media Survei Nasional (Median) menunjukkan bahwa mayoritas publik memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan temuan Median, sebanyak 65,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, sementara 31 persen menyatakan tidak puas.
“Dan total yang tidak puas itu 31 persen ya, jadi total yang puas dengan kinerja pemerintahan itu 65,2 persen,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun dalam konferensi pers secara daring, Senin (30/6).
Rico mengungkapkan, terdapat lima alasan publik merasa puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, publik merasa puas dengan pengusutan kasus korupsi era Prabowo.
“Pertama, 12,6 persen menyatakan banyak kasus korupsi yang terungkap. Jadi, kinerja pengungkapan kasus-kasus korupsi pada akhir-akhir ini memberikan sentimen positif terhadap pemerintahan Prabowo,” ujarnya.
Selain itu, 7,7 persen responden menyebut mulai terlihat kerja nyata pemerintahan. Sementara 7,2 persen mengapresiasi program-program yang berjalan sesuai janji kampanye.
Alasan lainnya, lanjut Rico, 5,1 persen merasa pemerintahan Prabowo-Gibran cepat, tanggap, dan tegas, khususnya dalam menanggapi isu-isu publik seperti penghapusan PPN LPG 3 kg.
“Misalnya responsifnya Prabowo beberapa waktu lalu dalam kasus gas 3 kg dan PPN, ini masuk dalam kategori tindakan cepat dan tegas,” tambah Rico.
Alasan kelima yang mendasari kepuasan publik, yakni program makan siang bergizi yang mulai dijalankan dan mendapatkan perhatian positif dari masyarakat, dengan sekitar 5 persen responden menyebutkan program ini secara spesifik.
“Hasil survei ini menjadi cerminan ekspektasi publik terhadap arah kebijakan dan program-program strategis pemerintah ke depan,” pungkasnya. (*)
Air Terjun Temburun. Pemkab Anambas berencana manfaarkan debit air terjun untuk atasi persoalan air bersih di Siantan. f.Ocky Pradickha untuk Batam Pos
batampos– Persoalan air bersih di Pulau Siantan saat ini sedang dalam optimalisasi oleh Pemkab Anambas.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam Anambas, Yohanes mengatakan pihaknya sedang menyelesaikan perencanaan pemanfaatan debit Air Terjun Temburun untuk memenuhi ketersediaan air bersih.
“Sektor air bersih ini masih saja menjadi soal. Tak sedikit warga mengeluh jika saat kemarau aliran air ke rumah bisa per 3 hari sampai 4 hari sekali,” ujar Yohanes, Minggu (22/6).
Nantinya, di kawasan Air Terjun bakal dibuat embung yang bisa menampung debit air dalam jumlah banyak.
“Jika embung ini berhasil, air bersih kita distribusikan juga ke pulau-pulau yang berada di Siantan,” ucap Yohanes.
Saat ini, pihaknya sedang menunggu dokumen rencana bisnis dan rencana anggaran dari UPTD SPAM untuk kemudian dilakukan pengkajian bersama tim konsultan.
Dengan dokumen rencana bisnis dan anggaran ini disusun oleh pihak konsultan, pihak UPTD SPAM, katanya, hanya tinggal menjalankan pengelolaan air bersih sesuai dokumen yang ada.
“Kalau rencana bisnis dirancang dalam 5 tahun dan rencana kerja dan anggaran itu tahunan,” kata dia.
Ia juga menjelaskan, dalam pengelolaan air bersih dengan rencana bisnis dan rencana kerja serta anggaran ini, UPTD SPAM nantinya harus dapat membenahi ketersediaan air bersih dari hulu ke hilir.
“Sekarang kan masing-masing rumah warga sudah punya meteran air. Nah UPTD SPAM ini tinggal benahi lagi air dari waduk sampai ke jaringan-jaringannya itu di atur dalam rencana bisnis per lima tahun,” terangnya.
Setelah dokumen rencana bisnis dan rencana kerja serta anggaran ini tuntas dilakukan, layanan pengelolaan air bersih akan lebih baik dan tepat sasaran.
“Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa diteraliasi dan akan kita lakukan pengkajian yang lebih mendalam,” pungkasnya. (*)
batampos – Duo kakak beradik Marc Marquez dan Alex Marquez mendapatkan nasib berbeda di MotoGP Belanda 2025. Tak seperti pekan lalu saat mengaspal di Sirkuit Mugello, kali ini keduanya menerima hasil bertolak belakang dalam balapan seri ke-10 musim ini.
Marc Marquez yang mengendarai Ducati Desmosedici 24, terus menunjukkan sinarnya. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu perlahan tapi pasti menyalip para rivalnya dari urutan keempat sejak memulai balapan.
Pembalap Ducati Lenovo itu mampu memenangkan balapan di Sirkuit Assen, Belanda, Minggu (29/6) malam WIB. Marquez jadi yang terbaik dan tercepat sejak berhasil memimpin dari lap kelima.
Marc Marquez berhasil mengungguli dua pesaingnya, termasuk rekan setim Francesco ‘Pecco’ Bagnaia. Tempat kedua MotoGP Belanda 2025 diamankan oleh Mario Bezzecchi (Aprilia), dibuntuti Pecco.
Bagi Marc Marquez, ini jadi kemenangan keenam, sekaligus yang ketiga secara beruntun di balapan utama MotoGP 2025. Sebelumnya The Baby Alien memenangkan seri di Thailand, Argentina, Qatar, Aragon, dan terakhir Italia pada pekan lalu.
Selain itu, kemenangan ini juga melengkapi dominasi Marc Marquez yang sebelumnya memenangkan sprint race MotoGP Belanda 2025. Total enam balapan dari tiga seri terakhir berhasil dimenangkan olehnya.
Sayangnya nasib baik Marquez tak menular ke sang adik. Alex Marquez justru harus menerima kenyataan pahit berupa gagal finish akibat mengalami kecelakaan di tengah balapan.
Nasib sial menghampiri Alex Marquez dengan terjatuh di lap keenam. Dia harus ikhlas gagal melanjutkan balapan usai kehilangan keseimbangan dan terjatuh setelah sempat bersentuhan dengan Pedro Acosta dalam persaingan tempat kelima.
Untuk Alex, nasib sial di Sirkuit Assen ini jadi mimpi buruk kedua dirinya gagal finish sepanjang MotoGP 2025. Sebelumnya pembalap Gresini Racing itu juga pernah terjatuh dan gagal finish di MotoGP Prancis 2025.
Hasil MotoGP Belanda 2025:
1. Marc Marquez (SPA) – Ducati Lenovo (GP25)
2. Marco Bezzecchi (ITA) – Aprilia Factory (RS-GP25)
3. Francesco Bagnaia (ITA) – Ducati Lenovo (GP25)
4. Pedro Acosta (SPA) – Red Bull KTM (RC16)
5. Maverick Viñales (SPA) – Red Bull KTM Tech3 (RC16)
6. Fabio Di Giannantonio (ITA) – Pertamina VR46 Ducati (GP25)
batampos– Ketua Muda Tata Usaha Negara Mahkamah Agung RI, Prof Dr Yulius, meresmikan Mushola Al Hakim di lingkungan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang pada Senin (30/6).
Peresmian tempat ibadah ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat spiritualitas di tengah tugas kenegaraan yang dijalankan para hakim dan pegawai.
Dalam sambutannya, Yulius mengapresiasi semangat gotong royong seluruh unsur di PTUN Tanjungpinang yang turut berkontribusi membangun mushola tersebut. Keberadaan rumah ibadah di setiap kantor sebagai tempat untuk menyucikan hati dan memperbaiki akhlak.
“Saya punya cita-cita sampai pensiun nanti, setiap kantor harus berdampingan dengan rumah ibadah. Karena tidak ada yang bisa memperbaiki akhlak orang dewasa dengan teori manapun, kecuali kemauan sendiri melalui petunjuk Yang Maha Kuasa,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk menjaga kebersihan dan kekhusyukan mushola sebagai bagian dari perjalanan spiritual. “Mulai dari sekarang, bersihkan setiap tapak. Maka nanti kita akan nyaman, gampang, dan aman memasuki alam tidur,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala PTUN Tanjungpinang, Danan Priambada, menyebut bahwa Mushola Al Hakim merupakan hasil renovasi yang didanai secara swadaya oleh para hakim dan pegawai. Mushola ini menjadi landasan agar setiap langkah kerja tetap berada di jalur yang benar.
“Dari mushola ini kita menjalankan tugas negara tidak lepas dari relnya. Semoga setiap sajadah yang dibentangkan menjadi wasilah untuk menjalankan tugas mulia ini,” ujar Danan.
Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan peninjauan langsung fasilitas mushola yang kini telah siap digunakan oleh seluruh civitas PTUN Tanjungpinang sebagai tempat bersujud dan bermunajat dalam keseharian. (*)
batampos – Proses SPMB jenjang SMA/SMK di Provinsi Kepulauan Riau tahun ajaran 2025/2026 telah rampung diumumkan pada Sabtu (28/6). Khusus di Batam, beberapa SMA belum memenuhi kuota, sementara SMK tinggi peminat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, mengungkapkan kondisi khusus terjadi di Kota Batam. Andi mengungkapkan bahwa minat siswa untuk masuk ke SMK di Batam saat ini sangat tinggi, bahkan melebihi kapasitas yang tersedia. Sementara itu, di sisi lain, daya tampung untuk SMA justru masih belum terpenuhi di beberapa sekolah.
“Di Batam, tren sekarang anak-anak lebih banyak memilih SMK. Padahal jumlah SMA dan SMK tidak jauh berbeda, SMA ada 9 sekolah, SMK ada 11. Namun jumlah peminat SMK jauh lebih banyak,” kata Andi.
Ia menyebutkan, beberapa SMA yang sudah penuh dan tidak dapat lagi menampung siswa karena Data Pokok Pendidikan (Dapodik) telah dikunci, yakni SMA Negeri 1, 3, 5, 8, dan 16. “Data dapodik sudah terkunci, jadi tidak bisa ditambah lagi siswa baru di sekolah-sekolah itu. Tapi masih banyak SMA lain yang masih memiliki kuota,” lanjutnya.
Contohnya, SMA Negeri 1 Batam saat ini sudah terisi penuh dengan 300 lebih siswa. Namun, SMA Negeri 4, SMA 24, dan SMA 29 masih memiliki ruang daya tampung. SMA 20 dan SMA 26 juga bahkan masih kekurangan sekitar 80 siswa.
SMK Kekurangan Kuota, Solusi dengan Konversi Sekolah
Permasalahan yang lebih menonjol justru terjadi pada tingkat SMK. Beberapa sekolah seperti SMK Negeri 1, SMK 4, SMK 5, SMK 6, dan SMK 7 sudah penuh. Sementara SMK Negeri 2, 3, 8, 9, 10, dan 11 masih belum terpenuhi daya tampungnya.
“SMK Negeri 1 memang menjadi yang paling banyak diminati, dan saat ini sudah kelebihan daya tampung. Maka, kami arahkan ke SMK yang masih kosong, seperti SMK 8 dan SMK 11 yang masih bisa menerima siswa baru,” katanya.
Untuk jangka pendek, Dinas Pendidikan Kepri merencanakan langkah solutif dengan mengonversi salah satu SMA di Batuaji menjadi SMK. Ini dilakukan untuk menampung lonjakan peminat SMK yang tidak tertampung.
“Salah satu SMA akan kita alihkan menjadi SMK. Kita siapkan guru-gurunya, sarana praktik seperti workshop akan sementara dititipkan di SMK 1 dan SMK 5 sesuai jurusannya. Namanya sekolah baru tentu bertahap penyesuaiannya,” jelas Andi.
Lebih lanjut, Andi menjelaskan, terdapat dua alasan utama mengapa ada siswa yang tidak diterima. Pertama, karena tidak lolos seleksi berdasarkan peringkat nilai atau zonasi. Kedua, karena dokumen tidak lengkap, seperti KK yang belum satu tahun.
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa seluruh anak tetap harus mendapatkan hak pendidikan. Pemerintah pusat hingga Gubernur Kepri juga telah menginstruksikan agar tidak ada satu pun anak yang tidak mendapatkan bangku sekolah.
“Semua anak harus sekolah. Kalau RDT (Ruang Daya Tampung) suatu sekolah sudah penuh, tidak bisa dipaksakan. Tapi kami pastikan ada alternatif sekolah lain yang masih bisa menampung,” tegasnya.
Dinas Pendidikan juga mengimbau orang tua agar tidak memaksakan anaknya untuk masuk ke sekolah tertentu yang sudah penuh. Andi menyebut, pilihan sekolah masih terbuka luas di banyak titik di Batam, khususnya di SMA dan SMK yang belum penuh.
“Tolong disampaikan ke masyarakat, tidak ada anak yang tidak bisa sekolah. Hanya saja jangan memaksakan di sekolah-sekolah favorit tertentu. Kami sudah siapkan solusinya dan akan terus pantau perkembangan ini,” pungkasnya. (*)
batampos – Olahan makanan yang digoreng atau disebut juga gorengan, merupakan salah satu camilan yang memikat selera.
Itu sebabnya, gorengan kerap menjadi pilihan favorit untuk camilan atau mengganjal peut sebelum makan berat.
Namun tahukah kamu, ternyata gorengan memiliki potensi yang cukup berbahaya karena menimbulkan sejumlah masalah kesehatan yang serius.
Meskipun dianggap lezat, terlalu sering mengonsumsi gorengan bisa berdampak negatif pada tubuh.
Dilansir dari Mayo Clinic, inilah dampak buruk dari kebiasaan mengonsumsi gorengan dan ancaman yang mungkin terjadi.
Dalam artikel ini, setidaknya ada tiga penyakit yang dapat muncul akibat kebiasaan berlebihan mengonsumsi gorengan.
1. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah
Salah satu dampak utama dari konsumsi berlebihan gorengan adalah peningkatan risiko terkena penyakit jantung dan gangguan pada pembuluh darah.
Gorengan biasanya tinggi lemak jenuh dan trans, yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.
Akibatnya, plak kolesterol dapat mengendap di arteri, menyebabkan penyempitan dan risiko serangan jantung, stroke, atau penyakit arteri koroner.
2. Obesitas dan Masalah Metabolik
Gorengan memiliki kandungan kalori tinggi dan rendah nutrisi, yang dapat memicu obesitas dan gangguan metabolik.
Kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak tinggi seperti gorengan dapat menyebabkan penumpukan lemak, terutama di perut.
Ini juga bisa menyebabkan resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme lainnya.
3. Risiko Kanker
Konsumsi berlebihan gorengan dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker usus dan prostat.
Proses penggorengan pada suhu tinggi dapat membentuk senyawa karsinogenik seperti acrylamide dan PAHs, yang meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi secara berlebihan.
Lemak trans dalam gorengan juga terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara pada wanita. (*)
HUTAN mangrove yang sering dikenal sebagai pohon bakau adalah salah satu aset alam yang masih belum sepenuhnya dipahami dan dihargai oleh masyarakat luas.
Padahal, ekosistem ini menyimpan segudang manfaat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
Di Indonesia sendiri, data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa pada tahun 2021, luas hutan mangrove mencapai 4,12 juta hektare. Namun, sangat disayangkan bahwa angka tersebut menurun menjadi 3,31 juta hektare pada tahun 2024.
Penurunan area hutan mangrove sangat merugikan ekosistem laut di Indonesia. Meski demikian, kita masih patut berbangga karena Indonesia tetap menjadi negara dengan hutan mangrove terluas di dunia.
Populasi mangrove kita terdiri dari berbagai jenis, diantaranya Rhizophora, Avicennia, dan Sonneratia. Masing-masing mangrove memiliki peran vital dalam menjaga kestabilan ekosistem pesisir dari mencegah abrasi hingga menjadi rumah bagi berbagai spesies laut.
Tapi, yang sering luput dari perhatian adalah mangrove juga punya potensi luar biasa di bidang kuliner. Buah dan daunnya bisa diolah menjadi makanan unik.
Mangrove bisa diolah menjadi brownies mangrove, cookies mangrove, hingga keripik jeruju. Ini jelas membuka peluang ekonomi yang bagus seperti UMKM lokal.
Sayangnya, aktivitas seperti penebangan liar terus mengancam keberlangsungan ekosistem ini.
Sudah saatnya kita memandang mangrove bukan sekadar pohon yang tumbuh di pinggir pantai, tapi sebagai sumber daya strategis yang bisa memberikan manfaat besar, asalkan dikelola dengan bijak dan berkelanjutan.
Kekayaan hayati Indonesia memang tidak ada habisnya untuk dibahas terutama jika kita melihat keanekaragaman tanaman mangrove yang dimiliki negeri ini.
Aneka jenis bakau. (istimewa)
Bayangkan saja, ada sekitar 200 jenis mangrove tumbuh di wilayah pesisir Indonesia, menjadikan negara kita sebagai salah satu yang memiliki keanekaragaman mangrove tertinggi di dunia.
Ini bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa Indonesia punya peran besar dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir global. Dari sekian banyak jenis, ada tiga yang paling dikenal dan saya ketahui manfaat nya seperti Rhizophora mucronata, Avicennia officinalis, dan Nypa fruticans.
Masing-masing mangrove menempati zona yang berbeda dan menjalankan fungsi ekologis yang sangat spesifik. Rhizophora mucronate yang biasa disebut bakau hitam bertugas sebagai benteng pertama melawan abrasi laut.
Ia tumbuh kokoh di zona terluar dan berperan penting dalam menyaring air laut yang masuk ke daratan.
Di belakangnya, Avicennia officinalis atau bakau api-api tumbuh di zona tengah, membantu menstabilkan tanah dan mempersiapkan kondisi untuk kehidupan lainnya.
Sementara itu, di zona terdalam, Nypa fruticans atau pohon nipah menjadi tempat tinggal bagi berbagai spesies laut, sekaligus pengikat tanah yang sangat efektif.
Keragaman dan fungsi dari setiap jenis mangrove ini adalah cerminan bagaimana alam bekerja secara harmonis. Setiap spesies punya peran dan kontribusi masing-masing dan semuanya saling melengkapi.
Sayangnya, nilai penting ini sering diabaikan. Padahal jika kita bisa memahami dan mengelola ekosistem mangrove secara lebih bijaksana seperti yang saya pernah pelajari, manfaatnya akan sangat besar, baik untuk keberlanjutan lingkungan maupun kehidupan masyarakat pesisir.
Mangrove adalah salah satu contoh sempurna bagaimana alam merancang sistem yang saling melengkapi. Setiap jenis tanaman mangrove memiliki peran ekologisnya sendiri. Namun ketika semuanya bekerja bersama, tercipta keseimbangan yang luar biasa.
Yang menarik mangrove mampu menyerap karbon empat kali lebih banyak dibandingkan hutan hujan tropis. Ini artinya, mangrove bukan hanya penting untuk wilayah pesisir, tapi juga memainkan peran vital dalam mitigasi perubahan iklim secara global.
Lebih dari itu, ekosistem mangrove juga menjadi tempat berlindung dan berkembang biak bagi berbagai jenis ikan, kepiting, burung, dan biota laut lainnya.
Dengan kata lain, mangrove adalah rumah bagi kehidupan pesisir. Tak heran jika ekosistem ini sering disebut sebagai salah satu yang paling produktif di dunia.
Namun, sekuat dan sepenting apa pun mangrove, kenyataannya mereka sedang berada di ujung tanduk.
Dalam tiga tahun terakhir saja, kita sudah kehilangan sekitar 800 ribu hektare hutan mangrove akibat penebangan liar, alih fungsi lahan menjadi tambak, permukiman, dan kawasan industri.
Ditambah lagi, pencemaran air dan perubahan iklim adalah dalang utama yang memperparah kerusakan ini. Wilayah pesisir yang dulu rindang dan terlindungi kini banyak yang berubah menjadi lahan terbuka rawan abrasi dan kehilangan daya dukung ekologisnya.
Memang, ada berbagai upaya rehabilitasi yang telah digerakkan oleh pemerintah dan komunitas lokal. Tapi harus diakui, tantangan masih cukup besar. Salah satunya seperti minimnya kesadaran masyarakat, lemahnya pengawasan, dan kurangnya insentif untuk pelestarian membuat langkah-langkah tersebut belum optimal.
Menariknya, potensi mangrove tidak berhenti pada fungsi ekologis saja. Banyak orang belum tahu bahwa mangrove juga bisa dinikmati dalam bentuk olahan kuliner yang lezat dan bernilai ekonomi.
Misalnya, seperti daun mangrove jeruju yang bisa diolah menjadi keripik. Ada juga buah pohon mangrove yang disebut tumu, bisa diolah menjadi brownies. Bahkan, baru-baru ini muncul inovasi baru seperti cookies dan dodol berbahan dasar tepung mangrove yang berasal dari buah tumu.
Mengolah mangrove adalah salah satu contoh langkah yang bagus sebagai pendekatan ekonomi kreatif. Hal ini bisa berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
Produk-produk kuliner berbasis mangrove tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga menjadi alat edukasi yang efektif.
Lewat makanan, orang bisa mengenal mangrove dan mulai peduli terhadap pentingnya menjaga kelestarian mangrove. (*)