
batampos – Kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo terus bergulir. Hari Selasa (20/5), Jokowi mendatangi Bareskrim sebagai saksi dalam kasus dugaan ijazah palsu tersebut.
Jokowi menjawab 22 pertanyaan seputar ijazah palsu. Dia juga mengambil kembali ijazahnya yang berada di tangan penyidik Bareskrim.
Jokowi tiba di Bareskrim sekitar pukul 09.40. Dia mengenakan batik coklat dengan peci hitam. Saat masuk ke Bareskrim, Jokowi hanya tersenyum. Mantann Gubernur DKI Jakarta itu baru keluar dari Bareskrim Sekitar pukul 10.47.
Jokowi menjelaskan, kedatangannya ke Bareskrim adalah untuk memberikan keterangan atas aduan masyarakat terkait kasus ijazah palsu kepada penyidik. “Pagi hari ini saya mendapatkan undangan dari Bareskrim dan saya memenuhi undangan itu,” ujarnya.
Selain itu, Jokowi mengaku juga mengambil ijazah yang beberapa waktu lalu diantarkan kepada Bareskrim. “Sudah saya ambil ijazahnya,” paparnya sembari tampak membawa map hitam.
Dalam pemeriksaan tersebut, Jokowi mengaku mendapat 22 pertanyaan. “Ya sekitar ijazah dari SD, SMP, SMA hingga universitas,” urainya.
Meski banyak pihak merasa kasus ini bisa selesai dengan menunjukkan ijazah tersebut, Jokowi menyatakan bahwa ijazah nanti akan dibuka pada saat diminta oleh pengadilan. “Ya, oleh hakim,” ujarnya di lobi Bareskrim.
Menurut Jokowi, ia sebenarnya sedih bila kasus ini terus berlanjut ke tahap berikutnya. Meski begitu, Jokowi merasa polemik ijazah tersebut sudah keterlaluan. “Saya kasihan, tapi ya ini kan sudah keterlaluan,” jelasnya.
Apakah tidak ingin mediasi? Jokowi menuturkan bahwa laporan itu dilayangkan supaya masalah ijazah itu jelas dan gamblang. “Lembaga yang paling kompeten untuk saya menunjukkan ijazah saya itu ya di pengadilan nanti,” ucapnya.
Sementara itu, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, proses penyelidikan secara simultan dan berkesinambungan masih berlangsung terkait kasus dugaan ijazah palsu.
“Tahapan tentu dilakukan secara prosedural dan profesional kemudian juga menunggu hasil dari laboratorium forensik,” paparnya.
Tindak lanjut berikutnya adalah penyidik akan melakukan gelar perkara pada minggu ini. “Apa yang dihasilkan dalam proses penyelidikan akan disampaikan secara terbuka dan transparan,” terangnya. (*)
Artikel Jokowi Diperiksa Bareskrim soal Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Jawab 22 Pertanyaan pertama kali tampil pada News.








batampos – Epson Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap inovasi lokal dan dukungan terhadap industri dalam negeri melalui peluncuran dua printer ink tank terbaru: EcoTank L3211 dan L3251. Kedua produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan segmen pemula dengan fitur andal, efisiensi tinggi, serta komponen lokal unggulan. Hal ini dibuktikan melalui pencapaian nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) tertinggi di Indonesia untuk kategori printer ink tank pemula.
EcoTank L3211 adalah printer multifungsi (3-in-1) dengan kemampuan cetak, pindai, dan salin, dilengkapi konektivitas USB 2.0 untuk kebutuhan dasar pengguna rumahan dan bisnis kecil. Kecepatan cetaknya mencapai 10,0 ipm untuk dokumen hitam putih dan 5,0 ipm untuk warna, memberikan produktivitas optimal dalam penggunaan sehari-hari.
