Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 1582

Tim Patroli Ditsamapta Tangkap Dua Pelaku Begal Bersenjata Tajam

0
Tim Patroli Ditsamapta Polda Kepri menangkap dua pelaku begal bersenjata di kawasan Perumahan Cipta Mandiri, Batam, Kamis (15/5) malam.

batampos – Tim Patroli Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kepri menangkap dua pelaku begal bersenjata di kawasan Perumahan Cipta Mandiri, Batam, Kamis (15/5) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Kedua pelaku, yakni Abel Noval dan Hendra Simatupang, ditangkap tanpa perlawanan berarti.

Direktur Samapta Polda Kepri, Kombes Joko Adi Nugroho, mengatakan penangkapan kedua pelaku dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat. Korban bernama Kusuma menjadi sasaran pembegalan saat berkendara bersama kekasihnya di depan Perumahan Puri Asri, Nongsa.

“Korban saat itu tengah membonceng pasangannya, namun dicegat oleh dua pelaku,” kata Joko.

Menurut Joko, korban tidak mengenal pelaku. Secara tiba-tiba, mereka dihadang dan ditodong senjata tajam berupa sebilah celurit serta senjata api mainan berwarna hitam.

“Karena terancam korban terpaksa menyerahkan satu unit sepeda motor, sebuah laptop, dan dua unit telepon genggam kepada pelaku,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, korban melapor kepada tim patroli yang kemudian segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat. Berdasarkan pelacakan GPS dari salah satu ponsel korban, posisi pelaku berhasil dilacak di sebuah rumah di Perumahan Cipta Mandiri.

“Pelaku terlacak melalui GPS yang aktif pada salah satu ponsel korban,” tegas Joko.

Di dalam rumah tersebut, tim patroli mendapati dua pria yang diduga pelaku. Keduanya sempat melakukan perlawanan, namun berhasil dilumpuhkan.

“Di rumah juga ditemukan istri dari salah satu pelaku beserta tiga anaknya,” ungkapnya.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor milik korban, satu laptop, dua unit telepon genggam, satu unit kendaraan milik pelaku, sebilah celurit, serta satu pucuk senjata api mainan yang digunakan dalam aksi kejahatan.

“Setelah mengamankan para pelaku dan barang bukti, kami langsung menyerahkannya ke Mapolresta Barelang untuk diproses lebih lanjut oleh Satreskrim,” ujarnya.

Kedua pelaku kini ditahan dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait tindak pidana yang dilakukan.

“Untuk proses hukum, kami serahkan kepada Satreskrim,” pungkas Joko.

Sementara itu, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa penangkapan dua pelaku begal tersebut sempat menghebohkan warga perumahan. Hal itu disebabkan karena para pelaku belum lama tinggal di kawasan tersebut.

“Rumah yang mereka tempati sudah beberapa kali berganti penghuni. Kami juga kurang mengenal keseharian mereka,” ujar warga tersebut. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Tim Patroli Ditsamapta Tangkap Dua Pelaku Begal Bersenjata Tajam pertama kali tampil pada Metropolis.

Akses Jalan Pelabuhan Kuala Riau Amblas

0
Jalan Pelantar Dua akses jalan menuju Pelabuhan Kuala Riau amblas akibat konstruksi yang keropos, Jumat (16/5). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos – Akses Jalan keluar Pelabuhan Kuala Riau atau Pelantar Dua Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri amblas, Jumat (16/5).

Jalan tersebut diketahui merupakan jalan keluar bagi truk-truk yang melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan tersebut.

Pantauan Batam Pos, aspal di jalan tersebut amblas sedalam 12 centimeter. Akses jalan tersebut kini sudah ditutup menggunakan safety cone dan garis dilarang melintas bagi kendaraan roda empat.

“Saya tahunya sekitar pukul 14.30 WIB. Awalnya tidak sedalam ini, karena terus dilewati lori, jadinya dalam seperti ini,” kata Dian, Ketua RT01 RW10 Kelurahan Tanjungpinang Kota.

BACA JUGA: Curah Hujan Tinggi, Jalan Lintas Barat, Jalan Desa Busung Nyaris Ambles

Ia menerangkan, bahwa sebelumnya ia sudah menerima informasi dari warga sekitar, bahwa kontruksi di Jalan Pelantar Dua Tanjungpinang tersebut sudah mengalami kerusakan. Sehingga, menurutnya amblasnya jalan tersebut disebabkan tiang yang sudah keropos.

“Kayaknya karena (tiang) keropos. Karena sebelumnya sudah ada warga yang melapor, apalagi jalan ini sering dilewati lori muatan berat,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Tanjungpinang Kota, Febriyanto mengatakan bahwa jalam tersebut dibangun pada 1993. Sehingga, kondisi konstruksi Jalan Pelantar Dua Tanjungpinang itu sudah banyak mengalami kerusakan.

Kerusakan ini, kata dia sudah dilakukan pengecekan oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum Kota Tanjungpinang. Untuk sementara, lalu-lintas truk bongkar muat di Pelabuhan Kuala Riau dialihkan.

“Sudah dicek oleh tim PU. Untuk langkah awal kita memasang safety cone, agar tidak ada yang melintas. Jadi truk bongkar muat keluar masuknya di Jalan Pelantar satu,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Akses Jalan Pelabuhan Kuala Riau Amblas pertama kali tampil pada Kepri.

Influencer Meksiko Tewas Ditembak Saat Live TikTok, Diduga Ditembak Pembunuh Bayaran

0

Batampos – Influencer kecantikan asal Meksiko, Valeria Marquez, 23, tewas ditembak saat melakukan siaran langsung di TikTok, di negara bagian Jalisco, Meksiko, Kamis (15/5/2025) waktu setempat.

Valeria Marquez semasa hidup. F Sosial Media Marquez via AP

Jaksa penuntut umum negeri itu menyatakan, Marquez diduga kuat menjadi korban pembunuhan berencana oleh seorang pembunuh bayaran. Ia sempat mengungkapkan rasa takutnya sebelum akhirnya tewas di tempat.

Kematian mengenaskan ini mengejutkan warga Meksiko dan memicu berbagai spekulasi terkait motif pembunuhan, terlebih di wilayah yang selama ini dikenal rawan kekerasan dan dikuasai kartel narkoba.

BACA JUGA
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan pemerintah bekerja sama dengan penyelidik lokal untuk menangkap pelaku.

Juru bicara Kejaksaan Negara Bagian Jalisco, Denis Rodríguez, mengungkapkan detail terbaru tentang pembunuhan tersebut. “Beberapa jam sebelum penembakan, seorang pria bermasker yang berpura-pura sebagai kurir datang ke salon kecantikan di pinggiran kota Guadalajara, ditemani pria lain yang menunggu di atas sepeda motor,” ujarnya.

Menurut seorang saksi perempuan di tempat salon, dua pria itu mengaku membawa hadiah yang sangat mahal bagi Marquez dan bersikeras ingin menyerahkannya langsung. Ketika Marquez tiba di salon dan diberitahu ada orang yang mencarinya, ia sempat mengungkapkan ketakutan di siaran langsungnya.

“Mungkin mereka mau membunuhku,” ujarnya dalam video tersebut, beberapa menit sebelum ia tewas. “Apa mereka mau menculikku, atau apa? Aku khawatir,” tambahnya.

Saat kedua pria itu kembali, mereka kembali bertanya apakah perempuan yang ada di salon adalah Marquez. Hal ini membuat jaksa menduga bahwa pelaku adalah pembunuh bayaran yang tidak mengenal korban secara pribadi.

“Pelaku datang dan bertanya apakah ada di sana. Artinya dia tidak mengenalnya,”kata Rodríguez. “Dari situ bisa disimpulkan pelaku adalah orang yang dibayar. Dia jelas datang dengan tujuan tertentu,” jelas jaksa.

Dalam siaran langsungnya, Marquez sempat menerima boneka dan kopi Starbucks sebelum akhirnya ditembak di kepala dan dada. Ia terjatuh di depan kamera. Akun TikTok miliknya kini telah dihapus oleh platform tersebut.

Dugaan Keterlibatan Kartel

Meski identitas pelaku yang mengakibatkan Marquez tewas belum diketahui, tapi wilayah Jalisco di Meksiok terkenal sebagai basis kekuasaan Kartel Generasi Baru Jalisco, salah satu kelompok kartel terkuat di Meksiko.

Rodríguez menyebutkan, pembunuhan oleh pria bersenjata bermotor atau “sicarios” semakin sering terjadi di wilayah ini.

Pihak berwenang juga sedang menyelidiki kemungkinan keterkaitan pembunuhan Marquez dengan kematian seorang mantan anggota kongres beberapa jam sebelumnya, yang juga dilakukan oleh dua pria bermotor di kawasan Guadalajara. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Influencer Meksiko Tewas Ditembak Saat Live TikTok, Diduga Ditembak Pembunuh Bayaran pertama kali tampil pada Lifestyle.

Mewah dan Penuh Kontroversi, Kunjungan Trump ke Timur Tengah Soroti Strategi Transaksional AS, Cabut Sanksi Suriah hingga Gagal Pertemukan Putin-Zelenskyy

0

Batampos – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengadakan kunjungan luar negeri pertamanya ke Timur Tengah. Dia menyebutkan, pendekatan kebijakan luar negeri yang berfokus pada pragmatisme dan kepentingan nasional, bukan nilai-nilai moral menjadi tujuan perjalanannya.

Trump dalam kunjungannya ke Timur Tengah. F AP

Selama empat hari perjalanan ke Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, Trump disambut meriah para penguasa negeri kaya minyak itu, lengkap dengan kemewahan istana dan kerja sama ekonomi serta keamanan bernilai fantastis.

Berbeda dari pendahulunya, Trump tidak menyuarakan keprihatinan soal pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di negara-negara Teluk. Ia malah mengagumi kekayaan para pemimpin wilayah tersebut dan memuji gedung pencakar langit di Riyadh yang disebutnya “Gleaming marvels”.

 Dalam konferensi bisnis di Riyadh, Trump menyindir kebiasaan pejabat AS sebelumnya yang datang dengan pesawat mewah dan menguliahi soal cara hidup dan memerintah.

Hal ini dinilai aktivis sebagai isyarat dukungan terhadap sistem monarki absolut. “Ini dukungan mutlak untuk monarki absolut,” ujar Aktivias HAM asal Saudi, Abdullah Alaoudh seperti dilansir dari AP, Jumat (16/5/2025).

Trump Gagal Yakinkan Putin

Kunjungan Trump ke Timur Tengah juga seharusnya dengan rencana bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin terkait Perang Ukraina. Namun, Putin menolak hadir dalam pembicaraan damai dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Turki. Padahal, Trump telah mendorong pertemuan tatap muka sebagai solusi konflik.

“Tidak akan ada perubahan berarti sampai saya bertemu langsung dengannya,” ujar Trump.

Ia menyebut pertemuan itu akan dijadwalkan lagi.

BACA JUGA:
Terkait Tekanan ke Ukraina, Biden Sebut Trump Penjilat Gaya Baru Karena Tunduk Pada Putin

Trump juga mengubah sikap terhadap pemerintah sementara Suriah yang dipimpin Ahmad al-Sharaa, mantan pemberontak yang sebelumnya dicap teroris. Setelah mendapat dukungan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Putra Mahkota Saudi, Trump menyetujui pencabutan sanksi terhadap Suriah dan menyebut al-Sharaa sebagai pria muda dengan masa lalu yang kuat.

Selain itu, selama lawatan tersebut, Trump mengklaim berhasil mengumpulkan investasi sebesar 4 triliun dolar AS. Angka yang jauh melebihi gabungan PDB ketiga negara Teluk itu. Salah satu transaksi terbesar datang dari Qatar, yang memesan pesawat Boeing senilai 96 miliar dolar AS. Trump menyebutnya pesanan terbesar dalam sejarah penerbangan.

Ia juga membandingkan kondisi ekonomi AS di bawah kepemimpinan Joe Biden dengan era kepresidenannya, menyebut masa lalu sebagai “era penderitaan ekonomi” dan menyebut ekonomi saat ini sebagai “terbaik dalam sejarah dunia”, meski kenyataannya pertumbuhan ekonomi AS hanya 2,8 persen tahun lalu.

Trump berharap, kunjungannya kali ini bisa menjadi awal dari perdamaian di Gaza dan Ukraina. Namun, kenyataan berkata lain. Konflik di Gaza justru meningkat dengan serangan Israel, sementara Trump hanya menyebutkan sedikit soal krisis kemanusiaan. “Banyak orang kelaparan di Gaza,” ujarnya di Abu Dhabi.

Ia juga kembali mengusulkan “zona kebebasan” di Gaza, yang ditolak oleh dunia Arab.

Para pengamat menilai, lawatan ini dibayangi tudingan konflik kepentingan. Bisnis keluarga Trump dilaporkan meraup untung besar di kawasan Teluk, termasuk kerja sama lisensi properti dan proyek Trump Tower. Trump bahkan memamerkan pesawat mewah senilai $400 juta yang ia sebut sebagai bentuk efisiensi anggaran.

Saat ditanya soal dugaan keterlibatan bisnis keluarganya dalam investasi kripto di Abu Dhabi, Trump menjawab tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu apa-apa tentang itu,” ujarnya.

 Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut tudingan tersebut sesuatu yang konyol. “Tak berdasar,” ujarnya. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Mewah dan Penuh Kontroversi, Kunjungan Trump ke Timur Tengah Soroti Strategi Transaksional AS, Cabut Sanksi Suriah hingga Gagal Pertemukan Putin-Zelenskyy pertama kali tampil pada News.

Kerusakan Parah Jalan Menuju Pelabuhan Sagulung, Warga Desak Perbaikan Segera

0
Jalan rusak menuju pelabuhan Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kondisi jalan menuju Pelabuhan Sagulung, Batam, semakin memprihatinkan. Kerusakan yang sebelumnya sudah terjadi kini makin parah, terlebih saat musim hujan melanda. Genangan air dan banjir membuat kondisi jalan sulit dilalui, khususnya bagi pengendara roda dua.

Sistem drainase di sepanjang jalan tersebut tidak berfungsi dengan baik. Saat hujan turun, air tidak mengalir lancar dan menggenangi seluruh ruas jalan. Hal ini menyebabkan lubang-lubang jalan tak terlihat dan menjadi jebakan berbahaya bagi pengguna jalan.

Aktivitas kendaraan berat yang padat turut memperparah kerusakan. Jalan ini menjadi lintasan utama bagi truk-truk besar seperti trailer, truk gandeng milik perusahaan galangan kapal, serta truk pengangkut material tanah beroda sepuluh yang lalu-lalang setiap hari.

Baca Juga: Jalan Rusak dan Angkot Ngetem Sebabkan Kemacetan Parah di Bawah JPO SP Plaza

Aspal yang semula sudah rusak kini semakin terkikis. Pecahan-pecahan aspal membentuk lubang lebar dan dalam. Kendaraan yang terus melintas mempercepat kerusakan di lokasi yang tergenang air tersebut.

Akses menuju pelabuhan menjadi sangat sulit. Seluruh ruas jalan nyaris rata dengan lubang. Saat kendaraan berpapasan, pengendara terpaksa masuk ke genangan air dan lubang besar, meningkatkan risiko kecelakaan.

“Kalau hujan dan banjir, lubang-lubang ini jadi jebakan. Sudah banyak korban jatuh, terutama pengendara motor,” ujar Hamza, warga Seialeng yang kerap melintasi jalan tersebut. Ia berharap ada solusi cepat dari pemerintah.

Menurut Hamza, kondisi ini tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi dan distribusi logistik di kawasan pelabuhan yang strategis tersebut.

Lurah Sei Binti, Jamil, mengatakan bahwa pihak kelurahan telah mengusulkan perbaikan jalan ini dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota. Ia menyebut perbaikan menyeluruh menjadi prioritas utama di wilayahnya.

“Kami masih menunggu proyek perbaikan dari Pemko Batam. Sudah kami sampaikan dalam usulan Musrenbang karena kerusakan jalan ini sangat parah,” jelas Jamil.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum korban kecelakaan semakin bertambah dan kerusakan makin meluas. Perbaikan drainase dan pengaspalan ulang dinilai sebagai langkah paling mendesak untuk mengatasi persoalan ini. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kerusakan Parah Jalan Menuju Pelabuhan Sagulung, Warga Desak Perbaikan Segera pertama kali tampil pada Metropolis.

Atalarik Syach Marah Rumah dan Tanahnya Dieksekusi, Sertifikatnya Sah dari BPN!

0
Atalarik Syach. (Instagram: ariksyach)

batampos – Atalarik Syach marah gara-gara rumah dan tanahnya di bilangan Cibinong, Bogor, Jawa Barat dieksekusi.

Tanah seluas kurang lebih 7.000 meter itu dibeli Atalarik Syach dari uang hasil keringat pada tahun 2000 silam.

Kuasa hukum Atalarik Syach mengungkapkan rumah dan tanah yang dieksekusi tersebut secara legal formal telah sah dan memiliki sertifikat asli yang dikeluarkan oleh BPN Kabupaten Bogor.

Baca juga: Perseteruan Keluarga Beckham, Brooklyn Beckham Condong ke Keluarga Nicola Peltz

“Ini sudah diakui sama pihak kantor pertanahan Kabupaten Bogor dalam jawabannya dan diakui secara sempurna dalam sidang bahwa tanah Atalarik Syach yang sudah ada sertifikat itu sah tercatat di BPN,” kata Sanja selaku kuasa hukum Atalarik Syach.

Yang disesalkan pihak Atalarik, eksekusi dilakukan disaat kasus sengketa tanah ini belum berkekuatan hukum tetap. Sebab, kasusnya masih sedang berproses di ranah hukum.

Menurut pihak Atalarik, ketika suatu perkara belum berkekuatan hukum tetap, maka siapapun juga haram melakukan eksekusi dan itu merupakan pelanggaran undang-undang.

“Jika sedang ada sengketa hukum terkait kepemilikan tanah, menurut hukum, itu harus ditangguhkan atau ditunda dulu eksekusinya. Itu yang sangat disayangkan sekali,” paparnya.

Sebelumnya, Atalarik Syach membuat video memperlihatkan rumahnya yang berada di daerah Cibinong, Bogor, Jawa Barat didatangi sejumlah petugas dan dilakukan eksekusi.

Baca juga: ASUS Mengumumkan Vivobook S14, Laptop AI Modern Terbaru di Indonesia

Atalarik Syach tentu saja marah rumahnya dirobohkan. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa mengingat yang datang ke rumahnya adalah petugas mewakili institusi negara.

Selain itu, para petugas yang datang ke rumahnya dan melakukan eksekusi jumlahnya cukup banyak. Atalarik Syach hanya bisa pasrah melihat rumahnya dihancurkan.

Atalarik Syach mengatakan, proses eksekusi rumahnya yang tidak ada pemberitahuan sebelumnya, merupakan tindakan biadab. “Kami diperlakukan seperti binatang,” katanya. (*)

Sumber: Jpgroup

Artikel Atalarik Syach Marah Rumah dan Tanahnya Dieksekusi, Sertifikatnya Sah dari BPN! pertama kali tampil pada Lifestyle.

PT Maruwa Indonesia Tutup, 205 Karyawan Terancam, Produksi Berhenti, Gaji Tersendat

0
PT Maruwa Indonesia yang berada di kawasan industri Bintang, Tanjunguncang, Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Di tengah melonjaknya jumlah pencari kerja di Batam, kabar mengejutkan datang dari kawasan industri Bintang, Tanjunguncang, Batuaji. PT Maruwa Indonesia, perusahaan manufaktur yang telah beroperasi sejak tahun 1999, dikabarkan akan menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya. Penutupan ini menyisakan konflik antara manajemen dan ratusan karyawan yang kini terancam kehilangan mata pencaharian.

Perusahaan yang bergerak di bidang Flexible Printed Circuit (FPC) ini secara tiba-tiba menghentikan produksinya sejak awal April 2025. Salah satu penyebab utama adalah terhentinya suplai bahan produksi dari perusahaan mitra di Malaysia, yang selama ini menjadi penopang utama jalur produksi PT Maruwa Indonesia.

Kondisi ini memicu gejolak di internal perusahaan. Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam bersama Polsek Batuaji telah turun tangan untuk melakukan mediasi antara karyawan dan pihak manajemen. “Benar, perusahaan ini sudah tidak melakukan produksi. Sekarang kami sedang memediasi,” ujar Kepala Disnaker Batam, Rudi Syakiakirty,Jumat (16/5).

Baca Juga: Gantikan Posisi Pekerja Lokal, Pekerja Asing Dikeluhkan Masyarakat Tanjunguncang

Persoalan semakin pelik karena manajemen PT Maruwa Indonesia disebut mengambil keputusan menutup operasional secara sepihak. Bahkan, hingga kini belum ada kejelasan terkait hak-hak normatif karyawan, seperti pesangon, gaji yang tertunda, dan kompensasi lain yang seharusnya diterima para pekerja.

Seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sejak 9 April 2025, para pekerja telah diliburkan tanpa kejelasan. Informasi penutupan perusahaan pun hanya disampaikan secara lisan. “Kami tidak tahu nasib kami ke depan. Gaji belum dibayar, pesangon tidak jelas,” ujarnya.

Upaya mediasi pun belum membuahkan hasil. Manajemen disebut hanya menawarkan pesangon sebesar 0,5 kali masa kerja (0.5N), yang dinilai jauh di bawah ketentuan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Padahal, menurut bagian keuangan perusahaan, dana cadangan untuk pesangon dan pensiun telah disiapkan.

Tidak hanya itu, karyawan juga menuding perusahaan menunggak iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Sementara itu, material produksi disebut telah dialihkan ke Jepang, yang menandakan bahwa produksi masih berlanjut di luar negeri, meski perusahaan cabang di Batam berhenti total.

HRD PT Maruwa Indonesia, Sumanti, membenarkan bahwa memang terjadi permasalahan internal. Namun ia menegaskan bahwa proses mediasi masih berlangsung dan belum menemui jalan buntu. “Kami masih berusaha menyelesaikan hak-hak karyawan, ini belum final,” ujarnya.

Sebanyak 205 karyawan terdampak dari rencana penutupan ini. Terdiri dari 49 karyawan permanen dan 156 karyawan kontrak. Para pekerja berharap agar pemerintah kota Batam melalui Disnaker benar-benar mengawal persoalan ini, agar hak-hak mereka tidak hilang begitu saja. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel PT Maruwa Indonesia Tutup, 205 Karyawan Terancam, Produksi Berhenti, Gaji Tersendat pertama kali tampil pada Metropolis.

Gantikan Posisi Pekerja Lokal, Pekerja Asing Dikeluhkan Masyarakat Tanjunguncang

0
Wei Shaohong dan Yu Guozhou saat diserahkan ke kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.

batampos – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam dan Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Kepri beberapa waktu lalu mengungkap keberadaan dua orang pekerja asing asal Tiongkok yang bekerja sebagai buruh kasar dalam proyek pembangunan Opus Bay di kawasan Marina City, Tanjungriau, Sekupang.

Kedua pekerja asing tersebut: Wei Shaohong, pria kelahiran 14 September 1970 dengan nomor paspor EM8325796 dan Yu Guozhou kelahiran 12 Oktober 1970 dengan Nomor Paspor: EP5624446.

Dalam penggerebekan yang dilakukan di lokasi proyek tersebut, kedua WNA tersebut kedapatan sedang melakukan pekerjaan teknis berupa pengecoran bangunan pekerjaan fisik.

Baca Juga: Imigrasi Batam Tangkap Puluhan WNA Ilegal, Termasuk Buruh Proyek dan Koordinator Perekrutan

Temuan ini menguatkan dugaan masyarakat mengenai maraknya tenaga kerja asing (TKA) di kawasan industri dan mega proyek di Batam. Pihak Opus Bay mengaku tidak mengetahui adanya pelanggaran tersebut, karena proyek tersebut dikelola oleh pihak ketiga. Dalam hal ini dikelola oleh PT China State Construction.

Frans, seorang staf Opus Bay yang dihubungi, menyatakan bahwa seluruh aktivitas proyek berada di jalur legal. Menurutnya, tanggung jawab atas rekrutmen tenaga kerja merupakan wewenang kontraktor utama atau main contractor.

“Itu masih con. Kalau dari Opus tidak ada. Semua legal,” ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (16/5).

Namun, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan fenomena pekerja asing yang masif di sejumlah perusahaan di wilayah Kelurahan Tanjunguncang hingga Marina. Mereka didominasi warga negara Tiongkok yang umumnya tidak dapat berbahasa Indonesia, sehingga berkomunikasi dengan rekan kerja lokal pun menggunakan aplikasi penerjemah.

Di salah satu kawasan industri, disebutkan ada ratusan TKA yang tersebar di berbagai perusahaan. Hal ini menjadi persoalan serius karena banyak masyarakat lokal yang justru kesulitan memperoleh pekerjaan di tanah sendiri, terutama dalam sektor industri yang mereka harapkan menjadi tumpuan hidup.

Belum lama ini, masyarakat Tanjunguncang melakukan aksi mendatangi kawasan industri Best untuk meminta dibukanya lowongan pekerjaan bagi warga sekitar. Mereka mendesak agar perusahaan memberikan prioritas kepada masyarakat lokal, bukan justru mengimpor tenaga kerja dari luar negeri.

Aksi semacam ini ternyata bukan yang pertama. Warga setempat menyebut, tuntutan serupa sudah berulang kali disampaikan, namun belum membuahkan hasil signifikan. Sementara itu, pekerja asing tetap berdatangan dan mengisi berbagai posisi di perusahaan, termasuk sebagai buruh kasar.

Suhardi, warga Tanjunguncang, mengungkapkan kekesalannya atas kondisi ini. “Kami hanya jadi penonton. Yang dapat kerja orang luar, yang kena dampak limbah dan lingkungan ya kami juga,” katanya. Ia menilai, pengawasan terhadap keberadaan pekerja asing di Batam masih sangat lemah.

Andre, pekerja lokal di sebuah pabrik pengolahan biji plastik di Tanjunguncang, membenarkan banyaknya pekerja Tiongkok di tempatnya. “Ada sekitar 50 orang, semua nggak bisa bahasa Indonesia. Manajemennya juga orang luar semua,” ujarnya. Kondisi serupa ditemukan juga di pabrik kasur di kawasan industri yang sama.

Masyarakat mendesak agar pemerintah dan pihak terkait menelusuri lebih lanjut keberadaan TKA di Batam dan menertibkan perusahaan yang melanggar aturan. Mereka berharap hukum ditegakkan dan tenaga kerja lokal diberikan kesempatan lebih luas di kampung halamannya sendiri.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 23 warga negara asing diamankan dalam operasi gabungan “Wira Waspada” oleh Imigrasi Batam dan Polda Kepri selama April hingga Mei 2025.

Kepala Imigrasi Batam, Hajar Aswad, menyebut para WNA tersebut melanggar izin tinggal dan menyalahgunakan visa kunjungan untuk bekerja secara ilegal. Mereka kini ditahan di Rudenim Batam untuk menjalani proses hukum dan persiapan deportasi. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Gantikan Posisi Pekerja Lokal, Pekerja Asing Dikeluhkan Masyarakat Tanjunguncang pertama kali tampil pada Metropolis.

Menjaga Keyakinan Konsumen, Menjaga Harapan Perekonomian

0
Yassed Satria

APA yang membuat seseorang tetap berbelanja, meski harga naik? Nyatanya ada faktor lain, selain sekadar kebutuhan, yaitu “keyakinan”.

Yakin bahwa besok masih ada pemasukan, bahwa bulan depan masih akan gajian, bulan depan masih akan duduk di kubikal kantor, yakin ekonomi tidak akan jatuh bebas, hingga yakin bulan depan masih bisa beli beras.

Faktanya, salah satu penopang ekonomi paling stabil dan berkelanjutan justru datang dari dalam rumah tangga, yaitu konsumsi Rumah Tangga (RT), selain dari industri besar, ekspor, atau investasi asing.

Baca juga: Ekspor Kepri di Tengah Guncangan Tarif Global: Jangan Jadi Penonton!

Setiap belanja harian, cicilan bulanan, hingga keputusan membeli gadget atau kendaraan baru, semuanya membentuk denyut nadi ekonomi. Tapi keputusan belanja ini tidak muncul
begitu saja. Ia sangat dipengaruhi oleh “keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi”.

Inilah yang senantiasa dipotret oleh Bank Indonesia. Data terbaru menunjukkan bahwa perasaan optimis itu, meski sedikit naik-turun, masih tetap terjaga. Namun, perlu waspada karena ada sinyal kekhawatiran.

Konsumen Kepri Masih Optimis, Tapi Mulai Khawatir

Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Bulan April 2025 memberikan gambaran menarik untuk ditelaah. Konsumen Kepri masih optimis, namun mulai menunjukkan tanda-tanda kehati-hatian.

Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Kepri tercatat sebesar 103,58, turun dari Maret 2025 sebesar 121,1. Meski angka ini masih di atas batas netral (100), yang berarti masih optimis terhadap kondisi ekonomi, namun penurunan signifikan ini perlu menjadi perhatian.

Penurunan IKK ini terutama didorong oleh melemahnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang turun dari 119,33 menjadi 98,5. Tiga komponen pembentuk IKE menunjukkan pelemahan secara serentak yaitu Indeks Penghasilan Konsumen (dari 135,5 ke 115,5), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (dari 95 ke 69,5), Indeks Konsumsi Barang Tahan Lama (dari 127,5 ke 110,5).

Baca juga: Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Diprotes Masyarakat Sipil

Artinya, masyarakat merasa bahwa saat ini penghasilan mereka memburuk, peluang kerja lebih terbatas, dan mereka menahan diri untuk melakukan pembelian barang-barang tahan lama seperti elektronik, perabot, atau kendaraan.

Hal ini tergambar dari perlambatan penjualan wholesale sepeda motor dan mobil penumpang masing-masing terkontraksi 2,99% dan 4,74% (yoy). Lebih lanjut, pelemahan ini tergambar juga dari kontraksi impor barang konsumsi sebesar 11,48% (yoy). Hal ini
memperkuat sinyal perlambatan permintaan domestik.

Senada dengan IKE, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), yang menggambarkan harapan masyarakat terhadap ekonomi enam bulan ke depan, menggambarkan kondisi yang sama.

IEK turun dari 135,83 ke 108,67. Penurunan ini disebabkan oleh mulai tumbuhnya kekhawatiran terhadap kegiatan usaha dan lapangan kerja di masa depan.

Kekhawatiran ini rasanya bukan tanpa dasar. Ekonomi global masih diliputi ketidakpastian. Perlambatan ekonomi di negara-negara mitra dagang utama Indonesia seperti Tiongkok dan Amerika Serikat.

Teranyar, ketidakpastian kebijakan perdagangan global akibat perang tarif AS-Tiongkok diyakini memberikan dampak atas penurunan optimisme konsumen 6 bulan ke depan.

Meskipun, kedua negara Adidaya tersebut baru saja menemui titik terang deeskalasi perang tarif, tapi mari kita tunggu hingga 90 hari ke depan.

Di dalam negeri, isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di beberapa sektor industri menjadi ancaman nyata bagi daya beli konsumen. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mencatat jumlah PHK secara nasional sepanjang 2025 mencapai 73.992 orang.

Menurut BPJS Ketenagakerjaan, jumlah tersebut sudah mencapai 29% dari angka PHK sepanjang tahun 2024. Faktor pendorong PHK terutama akibat adanya penurunan permintaan dan kenaikan biaya produksi.

Menjaga Keyakinan, Menjaga Konsumsi

Kenapa keyakinan konsumen begitu penting? Karena konsumsi rumah tangga merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Kepri, dengan kontribusi lebih dari 40%
terhadap Produk Regional Domestik Bruto (PDRB). Ketika masyarakat merasa yakin, mereka akan lebih berani membelanjakan uangnya, memutar roda ekonomi Kepri dari
bawah.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat gambaran ini. Pertumbuhan ekonomi Kepri pada Triwulan I-2025 tercatat sebesar 5,16% (yoy), didorong oleh aktivitas ekonomi domestik, dimana konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang tertinggi ketiga.

Pertumbuhan positif juga terlihat pada indikator lain seperti penjualan listrik yang tumbuh 3,18% (yoy). Yang ingin disampaikan disini adalah bahwa belanja rumah tangga itu
memainkan peran tinggi terhadap perekonomian. Sekali lagi, kunci untuk kemauan dan kemampuan melakukan konsumsi itu adalah “keyakinan”.

Namun keyakinan bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Ia dibentuk oleh pengalaman nyata sehari-hari. Saat harga kebutuhan pokok tidak melonjak tajam, saat penghasilan cukup untuk hidup layak, dan saat masyarakat tidak dibayangi kekhawatiran kehilangan pekerjaan atau menghadapi krisis mendadak.

Baca juga: Kemenkum Bangun Hukum Nasional Lewat Kerjasama Lintas Sektoral

Oleh karena itu, stabilitas harga menjadi pondasi paling dasar. Konsumen yang melihat harga beras, minyak, dan listrik tetap terjangkau akan merasa lebih tenang dalam mengambil keputusan ekonomi, seperti belanja, menabung, atau berinvestasi.

Di daerah, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memainkan peran penting dalam mengawal stabilitas ini, baik dengan menjamin ketersediaan pasokan,
keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

Selanjutnya, akses terhadap lapangan kerja menjadi cerminan dari harapan masa depan. Bagi masyarakat, tersedianya pekerjaan, baik formal maupun informal, memberi kepastian
bahwa roda ekonomi terus bergerak.

Ketersediaan kerja juga menciptakan sirkulasi uang yang sehat dalam rumah tangga. Dalam hal ini, kebijakan perlu diarahkan pada penciptaan sektor-sektor padat karya yang mampu membuka banyak peluang kerja.

Siapa yang tidak akan was-was jika hampir setiap waktu disuguhkan pemberitaan PHK dimana-mana, tidak hanya perusahaan kecil-menengah, namun Perusahaan skala besar pun tidak luput dari isu ini.

Namun, angka penghasilan dan lapangan kerja saja belum cukup. Masyarakat juga membutuhkan rasa aman dari ketidakpastian. Artinya, mereka harus merasa bahwa kondisi
ekonomi tidak akan berubah drastis secara tiba-tiba, baik karena gejolak harga global, konflik, maupun kebijakan yang tidak konsisten.

Di atas semua itu, stabilitas politik dan ekonomi dalam negeri menjadi syarat utama. Konsumen tidak bisa optimis jika mereka terus-menerus diterpa kabar kerusuhan politik, kebijakan yang berubah-ubah, atau ketidakpastian arah pembangunan.

Ketika politik domestik stabil, hukum ditegakkan secara adil, dan ekonomi bergerak konsisten menuju tujuan yang jelas, barulah konsumen merasa cukup aman untuk membelanjakan uangnya, merencanakan masa depan, bahkan berani mengambil risiko finansial.

Pada akhirnya, di tengah kompleksitas tantangan global dan dinamika domestik, menjaga keyakinan konsumen bukan sekadar indikator statistik. Ia adalah refleksi dari rasa percaya
masyarakat terhadap negara dan masa depan mereka.

Baca juga: Belanja Makin Dekat, Ini 5 Hotel di Orchard Singapore

IKK yang tetap berada pada zona optimis, seperti yang terlihat pada April 2025, menjadi sinyal positif. Namun, angka ini tidak boleh membuat kita lengah, terlebih ketika nampak penurunan yang cukup dalam.

Ini adalah sinyal kewaspadaan, kekhawatiran dan kehati-hatian. Ia perlu terus dipupuk dengan kebijakan yang konsisten, berpihak pada rakyat, dan mampu menciptakan rasa aman di tengah ketidakpastian. (*)

Oleh:
Yassed Satria
Ekonom Tim Perumusan KEKDA, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau

 

Artikel Menjaga Keyakinan Konsumen, Menjaga Harapan Perekonomian pertama kali tampil pada News.

Begal Bersenjata Pistol Mainan Beraksi di Bundaran Hang Nadim

0

batampos – Aksi begal kembali terjadi di Batam. Kali ini, dua pria nekad menjalankan aksi pencurian dengan kekerasan di kawasan Bundaran Bandara Hang Nadim dengan modus mengintimidasi korban menggunakan pistol mainan.

Kedua pelaku berhasil merampas sebuah tas hitam berisi laptop dan ponsel milik korban. Namun, aksi mereka tak berlangsung lama. Tim dari Polresta Barelang bergerak cepat dan meringkus keduanya di salah satu perumahan di Batam pada Kamis malam (15/05).

Penangkapan itu sempat terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat polisi menggerebek sebuah rumah dan mengamankan kedua pelaku tanpa perlawanan berarti, disaksikan sejumlah warga sekitar.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian, membenarkan bahwa pelaku menggunakan pistol palsu untuk menakuti korban. “Mereka pakai pistol mainan,” ujarnya kepada Batam Pos, Jumat (16/5).

Saat ini, polisi masih mendalami motif pelaku dan tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam aksi serupa. Kedua pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Barelang. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Begal Bersenjata Pistol Mainan Beraksi di Bundaran Hang Nadim pertama kali tampil pada Metropolis.