Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 1586

Batam Butuh 15 Ton Cabai per Hari, Pemko Genjot Produksi Lokal untuk Kendalikan Harga

0
Ilustrasi. Pedagang di Pasar Botania 2 Batamcentre mengangkat cabai merah keriting. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang masih menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Batam. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Batam menargetkan produksi lokal minimal 20 persen dari total kebutuhan harian agar dapat mengintervensi harga di pasaran.

“Kebutuhan cabai di Batam mencapai 15 ton per hari. Untuk bisa menstabilkan harga, kita harus produksi sendiri minimal 2 sampai 3 ton per hari,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, Rabu (21/5).

Saat ini, produksi cabai lokal masih jauh dari angka tersebut. Lahan pertanian yang ada baru mampu menghasilkan sekitar 800 kilogram per hari. Untuk menutupi kekurangan itu, Pemko menargetkan pengembangan lahan cabai merah hingga 20 hektare.

“Tahun ini sudah dikembangkan 5 hektare dari APBD murni, ditambah 7 hektare dari program prioritas ketahanan pangan, jadi total 12 hektare. Masih kurang, maka akan terus ditambah,” ujarnya.

Selain itu kebutuhan cabai rawit di Batam mencapai sekitar 7 ton per hari, sedangkan cabai setan juga cukup tinggi. Untuk itu, pengembangan lahan cabai rawit dan cabai setan masing-masing ditargetkan seluas 10 hektare.

Selain cabai, kebutuhan sayuran seperti bayam dan kangkung juga terus meningkat. Tahun ini Pemko mengembangkan lahan sayur seluas 5 hektare dan menggencarkan program pertanian rumah tangga melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).

“Sudah terbentuk 80 KWT se-Kota Batam. Kalau setiap anggota tanam 20 polibek cabai, itu setara 4 hektare. Kita bantu benih, pupuk, dan pendampingan,” tambahnya.

Jika seluruh rencana ini berjalan baik, produksi cabai lokal bisa mencapai target 20 persen dari kebutuhan harian Batam, atau sekitar 3 ton per hari. Meski belum mencukupi kebutuhan penuh, produksi ini dinilai cukup untuk menekan harga saat pasokan luar terganggu.

Sementara untuk bawang merah, Pemko mengakui produksinya masih sulit ditingkatkan karena kendala teknis dan iklim. Petani kerap gagal panen di usia tanaman 50 hari akibat cuaca dan hama.

Sebagai tambahan strategi, Pemko juga menjalin kerja sama antar daerah dengan Kabupaten Tapanuli Utara untuk pengadaan cabai, kentang, dan telur.“Kalau MoU berjalan, kita bisa kendalikan harga dengan lebih baik, ” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Batam Butuh 15 Ton Cabai per Hari, Pemko Genjot Produksi Lokal untuk Kendalikan Harga pertama kali tampil pada Metropolis.

Tarif Listrik dan Gas Naik Diam-diam, Biaya Produksi Industri Batam Melonjak 30 Persen

0
Ilustrasi. Tenaga welder saat membangun kapal di Galangan Kapal Citra Shipyard, Sagulung. PT PLN Batam diam-diam menaikkan tarif listrik untuk pelanggan industri. Kenaikan tarif listrik untuk pelanggan reguler industri Flexi Blok 3 naik dari Rp1.200 menjadi Rp1.525 per kilowatt-hour (kWh). Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – PT PLN Batam diam-diam menaikkan tarif listrik untuk pelanggan industri, bersamaan dengan lonjakan harga gas dari PGN Batam. Kenaikan dua komponen vital energi ini dinilai mengancam daya saing industri ekspor dan berpotensi memicu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Batam.

Kenaikan tarif listrik ini diumumkan PLN Batam melalui surat resmi bertanggal 14 Mei 2025 yang ditujukan kepada pelanggan industri. Dalam surat yang ditandatangani Senior Manager Unit Bisnis dan Pelayanan Pelanggan, Rizal Azhari, tarif listrik untuk pelanggan reguler industri Flexi Blok 3 naik dari Rp1.200 menjadi Rp1.525 per kilowatt-hour (kWh).

Kenaikan ini merujuk pada Peraturan Gubernur Kepri Nomor 21 Tahun 2017 tentang tarif tenaga listrik dan Keputusan Menteri ESDM No 77.K/MG.01/MEM.M/2025 yang menetapkan harga gas bumi sebesar 7 dolar AS per MMBtu. Sebelumnya, harga gas dari PGN Batam berada di angka US$5,9 per MMBtu.

Selain listrik, harga gas industri juga mengalami lonjakan signifikan. PGN Batam terpaksa mengalihkan pasokan dari gas pipa Sumatera-Jawa Barat ke gas alam cair (LNG) akibat habisnya kontrak pasokan. Harga LNG yang dipatok pemerintah kini sebesar US$16,8 per MMBtu, melonjak dua kali lipat dibanding harga sebelumnya sekitar US$8.

Kondisi ini membuat pelaku industri tercekik. Ketua Apindo Kepri, Stanly Rocky, menyebut lonjakan tarif ini sudah sangat memberatkan sektor industri di Batam.

“PLN awal tahun melakukan penyesuaian tarif, dan sekarang bulan Mei sudah melakukan penyesuaian lagi. Industri sangat dibebankan, PLN setahun naik tarif dua kali. PGN gas juga naik dari USD 8 menjadi USD 16,” katanya, Rabu (21/5).

Dia menambahkan, dengan dua kali penyesuaian dalam setahun, tarif listrik untuk pelanggan Flexi Blok 3 sudah naik hampir 30 persen. Ini belum termasuk lonjakan harga gas dari PGN yang mencapai 100 persen.

“Dampaknya, biaya operasional meningkat lebih kurang 30 persen, itu baru dari penyesuaian tarif PLN. Belum lagi dari PGN. Ini akan memperburuk situasi industri, bisa sampai terjadi PHK untuk meringankan beban,” ujarnya.

Menurut Stanly, situasi ekonomi global seperti perang dagang dan tarif resiprokal juga turut memperparah tekanan terhadap sektor industri, khususnya yang mengandalkan pasar ekspor.

“Kita sudah terpukul dengan pasar global. Sekarang biaya energi naik drastis, bagaimana kita bisa bersaing? Produk kita kalah harga, pabrik bisa tutup,” kata dia.

Apindo Kepri mendesak agar Pemerintah Kota (Pemko) Batam turun tangan menjembatani persoalan ini. Pihaknya berharap ada intervensi pemerintah daerah untuk menyampaikan keberatan pelaku industri kepada pemerintah pusat.

“Kami minta Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam bisa membantu komunikasi ke pusat agar ada peninjauan tarif ini. Kalau dibiarkan, Batam bisa kehilangan investor,” kata dia.

PLN dan PGN hingga kini belum memberikan penjelasan terbuka ke publik mengenai rencana kenaikan tarif yang berdampak besar terhadap industri. Padahal, keberlanjutan ekonomi Batam sangat bergantung pada sektor manufaktur dan ekspor.

Dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya energi yang berbasis mata uang asing turut memukul biaya produksi. Hal ini menambah beban berat di tengah perlambatan ekonomi global.

Pelaku industri kini berada di persimpangan antara menanggung beban produksi yang kian mahal atau memangkas operasional, termasuk jumlah tenaga kerja. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi iklim investasi Batam ke depan. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Tarif Listrik dan Gas Naik Diam-diam, Biaya Produksi Industri Batam Melonjak 30 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Permohonan SKCK Meningkat Jelang Job Fair, Pencaker Baru Dominasi Pemohon

0
Warga saat mengurus SKCK di Polsek Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Digelarnya ajang Job Fair Tunas Industrial Estate 2025 sepanjang Mei ini, permohonan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di sejumlah kantor kepolisian meningkat tajam. Di Polsek Batuaji, jumlah permohonan SKCK melonjak hingga 70 berkas per hari, didominasi oleh para pencari kerja (pencaker) baru yang baru saja lulus sekolah.

Salah satu pemohon, Sisilia, mengaku sengaja datang ke Polsek Batuaji untuk mengurus SKCK sebagai syarat administrasi melamar kerja di lokasi job fair. “Kami ingin segera melamar kerja di sana. SKCK ini wajib disertakan dalam berkas lamaran,” ujar Sisilia saat ditemui di ruang pelayanan.

Citra, petugas pelayanan SKCK di Polsek Batuaji, membenarkan adanya lonjakan permohonan dalam sepekan terakhir. “Biasanya kami hanya menerima 30 hingga 40 permohonan per hari. Tapi sekarang bisa sampai 70 permohonan setiap harinya. Rata-rata dari lulusan baru,” jelasnya.

Baca Juga: Pelamar Membeludak, Wawancara Job Fair Tunas Industrial Digelar Secara Online

Kondisi serupa juga terlihat di Kantor Kecamatan Sagulung. Permohonan kartu kuning sebagai syarat administrasi kerja juga melonjak. Camat Sagulung, M Hafiz Rozie, mengatakan bahwa pihaknya kini melayani sekitar 60 permohonan setiap hari. “Iya, ada peningkatan. Kami tetap layani selama berkas lengkap dan domisili sesuai kecamatan,” ujarnya.

Tingginya minat pencaker lokal tak lepas dari peluang besar yang ditawarkan dalam ajang Job Fair Tunas Industrial Estate 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Tunas Industrial Estate, Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, dan BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 21 perusahaan dari berbagai sektor membuka total 1.346 lowongan kerja untuk masyarakat Batam.

Meski demikian, para pencaker muda berharap perusahaan tidak terlalu menekankan pengalaman kerja sebagai syarat utama. “Kami butuh kesempatan, bukan dituntut pengalaman. Bagaimana bisa punya pengalaman kalau tidak pernah diberi kesempatan kerja,” ujar salah satu pencaker.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, menyampaikan bahwa bursa kerja ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran. “Penyerapan tenaga kerja difokuskan untuk warga lokal. Kesempatan terbuka lebar bagi masyarakat Batam,” tegasnya.

Dengan meningkatnya permohonan dokumen seperti SKCK dan kartu kuning, instansi pelayanan publik pun diimbau untuk tetap memberikan layanan maksimal. Momentum job fair ini dinilai sebagai peluang besar bagi para lulusan baru dan pencaker lokal untuk segera mendapatkan pekerjaan yang layak. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Permohonan SKCK Meningkat Jelang Job Fair, Pencaker Baru Dominasi Pemohon pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemkab Anambas Masih Menunggu Keputusan Mensos Terkait Beroperasinya Sekolah Rakyat Pada Tahun Ini

0
Sekda Anambas, Sahtiar. f.ihsan

batampos– Wacana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Anambas terus dimatangkan. Rencananya sekolah ini berlokasi di Desa Putik, Kecamatan Palmatak.

Saat ini, pemerintah sedang menunggu kajian dari Kementrian Sosial (Kemensos) pasca penyerahan proposal pembangunan oleh Bupati Anambas, Aneng kepada Menteri Sosial, Saifullah Yusuf beberapa waktu yang lalu.

“Proposal sudah kita serahkan ke Mensos. Sekarang kita lagi menunggu hasil kajian dari tim Kemensos,” ujar Sekretaris Daerah Anambas, Sahtiar, Selasa, (20/5).

BACA JUGA: Bintan Siapkan Lahan 10 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

Dijelaskannya, didalam proposal itu terdapat jumlah masyarakat miskin serta tenaga kependidikan (tendik) di Anambas sebagai dasar dari pembentukan sekolah rakyat.

“Data-data ini kita dapatkan dari Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan. Karena sekolah rakyat awalnya diperuntukkan untuk anak yang kurang mampu,” jelas Sahtiar.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Anambas, Tony Karnaian mengaku pihaknya telah siap untuk menerima siswa sekolah rakyat angkatan pertama untuk tahun ajaran 2025/2026.

“Kalau sudah mendapat izin dari pusat, kita siap membuka sekolah rakyat ini. Sambil menunggu pembangunan gedung sekolah, kita bisa menumpang di bangunan lain,” jelas Tony.

Nantinya Sekolah Rakyat akan mengusung konsep pendidikan gratis berbasis asrama. Tentu akan didukung dengan lingkungan berbasis pendidikan berkualitas.

“Pemerintah Anambas menargetkan penerimaan awal sebanyak 100 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA,” ujarnya.

Program sekolah rakyat tersebut diharapkan menjadi solusi nyata dalam menciptakan kesetaraan akses pendidikan serta membangun sumber daya manusia yang unggul di masa depan.

Ia juga menambahkan, koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan agar seluruh aspek yang dibutuhkan dalam mendirikan dan menjalankan sekolah rakyat dapat lebih optimal.

Harapannya, program ini dapat segera terealisasi dengan baik dan. Anambas bisa menjadi contoh suksesnya pelaksanaan sekolah rakyat di tingkat nasional. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Pemkab Anambas Masih Menunggu Keputusan Mensos Terkait Beroperasinya Sekolah Rakyat Pada Tahun Ini pertama kali tampil pada Kepri.

Kapal Pembawa Puluhan Dus Sabu Ditangkap, Warga Dukung Tindak Tegas dan Perang Melawan Narkoba

0
Kapal MT. Sea Dragon Tarawa yang membawa sekitar 30 bungkus atau diperkirakan mencapai 1,2 ton sabu.

batampos – Penangkapan kapal MT. Sea Dragon Tarawa oleh tim gabungan BNN, Bea Cukai (BC), dan TNI AL di perairan utara Tanjung Balai Karimun, Rabu (21/5), menuai respons positif dari masyarakat.

Terutama warga Tanjunguncang, Batam, yang disebut sebagai lokasi bersandarnya kapal serta barang bukti narkotika jenis sabu dalam jumlah besar. Warga mengapresiasi langkah cepat dan tegas aparat gabungan dalam mencegah peredaran narkoba.

Dari informasi yang beredar, Kapten kapal dan lima anak buah kapal, terdiri dari dua warga negara asing asal Thailand dan empat warga Indonesia, turut diamankan. Barang bukti sementara berupa 40 dus narkoba diduga jenis sabu, masing-masing berisi sekitar 30 bungkus atau diperkirakan mencapai 1,2 ton sabu, ditemukan disembunyikan dalam salah satu coolent tank kapal. Meski belum dilakukan penimbangan resmi, ini diduga bagian dari penangkapan narkoba terbesar.

Baca Juga: Lagi, Jejak Sabu Ditemukan di Kepri

Masyarakat menyambut baik tindakan aparat, namun berharap pemberantasan narkoba tidak berhenti sampai di pengedar dan penyelundup, tetapi menyasar hingga ke akar permasalahan. “Kalau sudah masuk hitungan ton seperti ini, anak dan generasi muda jadi taruhan,” ujar Ilham, seorang warga Tanjunguncang. Ia berharap aparat lebih aktif menyisir jaringan pemasok dan pemakai.

Senada, Rudi, warga Batam lainnya, mendesak agar pengawasan dan patroli laut di wilayah Kepri lebih dimaksimalkan. Ia menilai kawasan perairan Batam dan Karimun rawan dimanfaatkan jaringan internasional sebagai jalur masuk narkoba karena letaknya yang strategis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Kepala BNN Provinsi Kepulauan Riau, Hanny Hidayat, membenarkan adanya pengungkapan tersebut dan menyatakan bahwa ini merupakan hasil investigasi bersama BNN, BC, dan TNI AL. “Jumlah pastinya belum bisa kami sampaikan karena masih dalam proses penghitungan dan berada dalam garis polisi,” ujarnya di Batam.

Pantauan di lapangan menyebutkan hingga siang kemarin, proses penggeledahan dan penghitungan barang bukti masih berlangsung di Dermaga Bea Cukai Tanjunguncang, tempat MT. Sea Dragon kini bersandar. Kawasan tersebut dijaga ketat dan tertutup untuk masyarakat serta media.

Menurut sumber internal, pengungkapan ini bermula dari hasil pengintaian dan kerja sama intelijen yang telah dilakukan selama beberapa waktu. Kapal ditangkap di wilayah perairan yang masuk zona perbatasan Malaysia dan Indonesia, tepatnya di sebelah selatan Tanjung Piai, Malaysia.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi sinyal kuat bahwa aparat tak memberi ruang bagi peredaran narkoba lintas negara. Dalam beberapa bulan terakhir, Kepulauan Riau memang menjadi sorotan karena sering menjadi lokasi transit penyelundupan narkotika dari luar negeri.

Warga berharap momentum ini dijadikan awal yang konsisten untuk memberantas narkoba secara menyeluruh. “Tolong jangan hanya tangkap kapal dan ABK-nya, telusuri siapa pemesan dan jaringannya di darat,” kata Syahrul, warga lainnya yang mengikuti perkembangan kasus ini dari luar kawasan pelabuhan.

Dengan apresiasi luas dari masyarakat, aksi gabungan penangkapan MT. Sea Dragon menjadi contoh nyata bahwa kerja sama lintas lembaga sangat penting dalam menjaga masa depan generasi bangsa dari ancaman narkoba. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kapal Pembawa Puluhan Dus Sabu Ditangkap, Warga Dukung Tindak Tegas dan Perang Melawan Narkoba pertama kali tampil pada Metropolis.

Ciptakan Pengalaman Eksklusif bagi Penikmat Cocktail, Altitude Rooftop Bar and Lounge Hadirkan Mixologist Collaboration dari Italia dan Bali

0

Batampos – Altitude Rooftop Bar & Lounge, di Batam Marriott Hotel Harbour Bay, kembali mempersembahkan pengalaman eksklusif bagi para penikmat cocktail dan penggemar seni mixologi. Yakni, mereka menghadirkan acara istimewa kolaborasi mixologi dengan tema The Art of Craft – A Mixologist Collaboration.

Duo Mixologis Federico Penzo dan Gusti Ayu, yang akan tampil di Altitude Rooftop bar and Lounge, Batam Marriott Harbour Bay Hotel, Sabtu (24/5/2025). F Marriott untuk Batam Pos

“Acara Mixologist Collaboration ini akan kami adakan Sabtu, 24 Mei 2025 mendatang, mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB di bar terbaik kami, Altitude Rooftop Bar and Lounge,” ujar Marketing and Communication Manager Batam Marriott Harbour Bay Hotel, Ratih Monica di kawasan Harbour Bay, Rabu (21/5/2025).

Ratih menyebutkan, kolaborasi mixologi ini menghadirkan Federico Penzo, seorang expert bar consultant ternama asal Italia, dan Gusti Ayu, bartendress di Altitude Rooftop Bar & Lounge dari Bali.

BACA JUGA:
Batam Marriott Hotel Harbour Bay Hadirkan Kolaborasi Chef Ahli dalam Sajian Eksklusif Feast of Flavors

“Kehadiran mereka akan mengajak para tamu  menikmati signature cocktails eksklusif yang diracik hanya tersedia pada malam tersebut,” ujar Ratih.

Dia juga menambahkan, setiap cocktail yang dihadirkan kepada para tamu, diracik langsung oleh duo berbakat Federico dan Ayu dengan pendekatan yang autentik dan penuh karakter.

Federico Penzo adalah sosok visioner di balik bar yang memulai perjalanannya dari sebuah kota kecil dekat Venesia. Namanya dikenal luas lewat kolaborasinya dengan hotel-hotel mewah dan restoran berbintang Michelin, termasuk Oriole London.

Dengan pendekatan khasnya yaitu 360° sensorial storytelling, Federico menciptakan pengalaman menikmati cocktail yang menggugah semua rasa, aroma, visual, hingga cerita di balik setiap sajiannya.

Para tamu dapat menikmati atmosfer malam yang istimewa di Altitude sambil mencicipi kreasi signature cocktails dari kolaborasi spesial ini. Sebuah pengalaman rasa yang dikemas dengan sentuhan seni dan keahlian mixologi.

BACA JUGA:
Marriott Batam Hadirkan Paket Spesial di Wedding Expo Grand Batam

“Jangan lewatkan kesempatan langka untuk menikmati karya dua mixologist berbakat dalam suasana rooftop terbaik di Batam,” ujar Ratih.

Mengetahui informasi lengkap atau untuk reservasi di acara The Art of Craft – A Mixologist Collaboration ini,  dapat dilakukan dengan menghubungi Whatsapp +62 813-7850-8181. “Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.batammarriott.com Selain itu, ikuti Batam Marriott Hotel Harbour Bay di laman sosial Facebook dan Instagram,” tutup Ratih. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Ciptakan Pengalaman Eksklusif bagi Penikmat Cocktail, Altitude Rooftop Bar and Lounge Hadirkan Mixologist Collaboration dari Italia dan Bali pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tersumbat Jembatan Liar, Sagulung Kebanjiran

0
Camat Sagulung, M. Hafiz Rozie

batampos — Hujan belum reda, tapi petugas Kecamatan Sagulung sudah bersiap di pinggir sungai yang membelah kawasan rawa di Kelurahan Tembesi. Di belakang Perumahan Taman Anugerah, sebuah jembatan tua terbentang miring, ditopang kerangka besi berkarat. Tak lagi dilalui kendaraan, tak pula jelas siapa pemiliknya. Yang pasti, struktur itu jadi biang keladi genangan air yang kerap datang setiap musim hujan.

“Ini jelas alur sungai. Tapi jembatan ini menyumbat,” kata Camat Sagulung, M. Hafiz Rozie, Selasa pekan ini.

Pagi itu, satu unit alat berat milik perusahaan swasta mulai merobohkan jembatan liar tersebut. Potongan besi dan beton dilempar ke tepi, membuka kembali jalur air yang selama ini tersendat. Hafiz menyebut jembatan itu kemungkinan besar dibangun oleh pengembang perumahan saat proyek konstruksi masih berlangsung. Tapi setelah rampung, jembatan dibiarkan begitu saja—tanpa fungsi, tanpa tanggung jawab.

“Dulu mungkin untuk akses alat berat proyek,” ujarnya. “Tapi selesai proyek, jembatan tidak dibongkar. Akhirnya jadi penghambat air.”

Pembongkaran ini, kata Hafiz, bukan hanya soal teknis saluran air. Tapi bagian dari komitmen pemerintah kecamatan dalam menanggulangi banjir yang makin sering menggenangi pemukiman warga. Ia mengingatkan semua pihak—baik pengembang, perusahaan, maupun warga—agar tidak sembarangan membangun infrastruktur yang bisa mengganggu tata kelola lingkungan.

“Banjir ini bukan soal curah hujan semata. Banyak faktor buatan manusia yang memperparah,” katanya. “Kita tidak bisa lagi membiarkan sungai dibelokkan atau disumbat seenaknya.”

Langkah cepat kecamatan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Indra, salah satu penghuni Perumahan Taman Anugerah, mengaku sudah lama resah dengan keberadaan jembatan itu. “Setiap hujan besar, air pasti naik. Aliran sungai jelas terganggu,” katanya. “Kami apresiasi tindakan ini. Semoga sistem drainase juga diperbaiki.”

Hafiz menyebut, kejadian ini harus menjadi pelajaran kolektif. Ia meminta warga melapor bila menemukan kondisi serupa di lokasi lain. Pemerintah, kata dia, siap menindaklanjuti. “Jangan tunggu banjir lebih besar. Pencegahan harus dari sekarang.”

Di Sagulung, air kini mengalir lebih lancar. Tapi pertanyaannya: berapa banyak lagi jembatan liar yang diam-diam menyumbat sungai di kota ini? (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Tersumbat Jembatan Liar, Sagulung Kebanjiran pertama kali tampil pada Metropolis.

Lagi, Jejak Sabu Ditemukan di Kepri

0
Kapal ini kedapadan diduga membawa narkotika

batampos – Malam belum terlalu larut saat kapal mencurigakan melaju pelan di perairan Kepulauan Riau. Tapi gerak-geriknya sudah dipantau. Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan TNI AL yang telah lama mengendus operasi ini langsung bergerak cepat. Dalam satu manuver terpadu, kapal pengangkut sabu itu berhasil dihentikan.

“Ini hasil joint investigation antara BNN, Bea Cukai, dan TNI AL,” kata Kepala BNN Provinsi Kepri, Hanny Hidayat, kepada wartawan, Selasa, 21 Mei 2025. Ia belum mengungkap berapa jumlah sabu yang disita. Alasannya, barang bukti masih berada di lokasi yang diberi garis polisi. “Untuk jumlahnya, belum bisa dipastikan.”

Hanny menegaskan, penghitungan dan pengujian barang bukti akan dilakukan oleh tim dari BNN Pusat yang dijadwalkan segera tiba di Batam. Untuk sementara, seluruh barang bukti—termasuk kapal pembawa sabu—telah diamankan. Operasi ini, kata dia, mempertegas komitmen aparat dalam menjaga perairan Kepri dari upaya penyelundupan narkotika yang menjadikan wilayah ini sebagai jalur transit.

Bukan pertama kali wilayah perairan Kepri jadi sasaran para penyelundup. Jaringannya pun lintas negara, menyusup lewat laut yang luas dan terbuka. Karena itulah, kerja sama antarinstansi menjadi vital. “Kami terus memperkuat koordinasi agar Kepri tidak menjadi pintu masuk narkoba ke wilayah Indonesia,” ujar Hanny.

Konfirmasi juga datang dari Kadispenal Lantamal, Mayor Rio Nugraha. Ia mengaku telah mendengar soal operasi ini. “Saya dengar ada penangkapan, tapi kronologinya saya belum tahu,” ucapnya singkat.

Penangkapan ini menambah deretan panjang pengungkapan kasus narkotika di wilayah perairan Kepri. Gelombang pengawasan belum berhenti. Sementara sabu-sabu terus berusaha diselundupkan dari laut yang gelap. (*)

Artikel Lagi, Jejak Sabu Ditemukan di Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

362 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Anambas Ikuti Evaluasi Kinerja, Bakal Ada yang Promosi Maupun Non-Job

0
Sejumlah pejabat eselon III dan IV di Pemkab Anambas mengikuti evaluasi kinerja yang digelar Baperjakat. f.ihsan

batampos– Sebanyak 362 orang pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Anambas mengikuti evaluasi kinerja yang digelar oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Bupati Anambas, Aneng mengatakan evaluasi kinerja ini menjadi dasar pihaknya untuk merotasi para pejabat administrator, pengawas dan fungsional di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Dari hasil ini kita lihat mana yang dipertahankan, dipromosikan bahkan demosi atau non-job,” ujar Aneng, Selasa, (20/5).

BACA JUGA: KM Pasific Memory II Tenggelam di Bintan, 30 Kru Kapal Terombang-ambing selama 4 Jam di Laut

Ia menginginkan setiap pejabat yang bakal bekerja sebagai mesin di pemerintahannya dapat membuat inovasi dan terobosan baru agar setiap program kerjanya bisa terealisasi dengan baik.

“Mereka harus mengikuti ritme bekerja saya, bukan saya mengikuti mereka. Kita juga melihat mana pejabat yang mempunyai gebrakan-gebrakan baru agar program yang kami susun bisa berjalan dengam baik,” jelas Aneng.

Adapun sistem evaluasi kinerja ini melibatkan seluruh stakehaldor serta melihat sikap dari pejabat eselon III dan IV dalam melayani masyarakat.

“Ada 100 soal baik esaai atau pilihan ganda yang harus dijawab mereka. Yang jelas saya pesan kepada Baperjakat agar memberikan nilai yang baik, bukan dibuat-buat atau ada unsur ketidaksukaan supaya mesin penggerak kami bisa berjalan maksimal nantinya,” pungkas Aneng. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel 362 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Anambas Ikuti Evaluasi Kinerja, Bakal Ada yang Promosi Maupun Non-Job pertama kali tampil pada Kepri.

JCH Kepri dan Riau Tuntas Diberangkatkan ke Tanah Suci, Menyusul JCH Asal Jambi dan Kalbar

0
Jemaah Calon Haji (CJH) dari Kelompok Terbang (Kloter) 17 Embarkasi Batam berdoa bersama menjelang keberangkatan ke Arab Saudi di Asrama Haji Batam, Selasa (20/5). F. Humas Kemenag Kepri.

batampos-Embarkasi Batam tuntas memberangkatkan Jemaah Calon Haji (CJH) dari Provinsi Kepri dan Provinsi Riau. Adapun jumlahnya sebanyak 7.527 orang yang tergabung dalam 17 kelompok terbang.

Keberangkatkan terakhir JCH Kepri dan Riau gabung dalam kloter 17 yang mengangkut 424 JCH, Selasa (20/5) pagi kemarin. Penerbangan menggunakan maskapai Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV5223.

Menurut laporan Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Zulkarnain, kloter 17 ini terdiri dari 396 jemaah asal Batam, 4 jemaah dari Kepulauan Anambas, 4 jemaah dari Rokan Hilir, 4 jemaah dari Kampar, 4 jemaah dari Pekanbaru, 2 jemaah dari Karimun, serta 2 jemaah asal Jambi yang sebelumnya telah masuk ke Asrama Haji Batam.

BACA JUGA: JCH Karimun Laksanakan Umrah Wajib Sebelum Tunaikan Haji

“Kloter 17 BTH ini adalah kloter terakhir yang memberangkatkan jemaah asal Kepri dan Riau dari total 27 kloter,” ujarnya.

Dijelaskannya, 17 kloter yang sudah berangkat berisi sebanyak 7.527 jemaah. Adapun total JCH yang akan berangkat melalui Embarkasi Batam berjumlah 11.840 orang.

“Pada kloter selanjutnya yang tersisa, PPIH embarkasi Batam melayani pemberangkatan jemaah asal Jambi dan Kalimantan Barat (Kalbar),” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Batam, Zoztafia, dalam arahannya kepada para jemaah berpesan agar melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan tertib. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas persiapan yang telah dilakukan para jemaah.

“Kami berpesan agar selama di Tanah Suci, baik di Makkah maupun Madinah, Bapak Ibu dapat menjaga ibadah haji dengan sebaik-baiknya, terutama saat berada di Armuzna nanti, serta menjaga kesehatan dengan baik,” ujar Zoztafia di Aula Keberangkatan Arafah II Asrama Haji Batam.

“Banyak-banyaklah beristirahat, jangan terlalu memaksakan diri. Segeralah kembali ke hotel untuk beristirahat dan tidur yang cukup,” tambahnya.

Lebih lanjut, Zoztafia mengingatkan para jemaah untuk tidak memilih-milih makanan yang disediakan dan memperbanyak minum air putih mengingat cuaca di Tanah Suci yang cukup panas, mencapai 45 derajat Celcius.

BACA JUGA: Menu Konsumsi di Embarkasi Batam Disukai Jemaah Calon Haji Lansia

“Karena banyak gangguan kesehatan yang dialami jemaah karena kurang tidur dan tidak ada selera makan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pembimbing Ibadah Kloter 17 BTH, Muhammad Dirham, mengimbau para jemaah untuk menghindari segala larangan ihram sebelum melakukan niat dan tiba di Jeddah.

“Kita akan sampaikan informasi bahwa sebelum melakukan niat, semua larangan ihram harus dihindari, terutama celana, kaos, dan kaos kaki (pakaian berjahit) bagi pria, serta melepas masker bagi wanita,” jelasnya saat ditemui di Aula keberangkatan Asrama Haji Batam.

Dirham menambahkan bahwa jemaah akan diingatkan kembali satu jam sebelum tiba untuk miqat di Yalamlam agar menghindari larangan ihram sebelum berniat.

“Ini penting karena terkadang karena kelelahan jemaah bisa lupa, dan jika niat sudah diucapkan, maka pelanggaran larangan ihram bisa dikenakan dam (denda),” ujarnya.

Untuk mengantisipasi jemaah yang berpasangan atau bersama mahram namun terpisah hotelnya karena perbedaan syarikah (penyedia layanan akomodasi), Ketua Kloter 17 BTH, Mardianto, menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan sektor 5 sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita nanti akan berkoordinasi dengan sektor 5, dan itu sesuai dengan aturannya, kita mengajukan (daftar pasangan/mahram), semoga yang terpisah bisa bersatu dengan keluarganya,” ujarnya.

Mardianto juga menyebutkan bahwa dalam laporan kloternya hanya terdapat satu keluarga yang mengajukan permohonan penyatuan karena perbedaan syarikah, dan hal ini akan dilaporkan setibanya di Arab Saudi.

Sebagai informasi, pada hari yang sama, kloter 18 BTH yang membawa 444 jemaah asal Jambi juga diterbangkan dari Bandara Hang Nadim Batam menuju bandara internasional King Abdul Aziz Jeddah.(*)

Reporter: Jailani

Artikel JCH Kepri dan Riau Tuntas Diberangkatkan ke Tanah Suci, Menyusul JCH Asal Jambi dan Kalbar pertama kali tampil pada Kepri.