
batampos – Penipuan bermodus asmara melalui media sosial masih terus memakan korban. Di Batam, banyak perempuan dilaporkan tertipu setelah menjalin hubungan secara daring dengan pelaku yang mengaku sebagai pria mapan. Akibatnya, para korban mengalami kerugian yang bervariasi, mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah.
Modus pelaku umumnya bermula dari perkenalan melalui media sosial. Setelah menjalin komunikasi intens, pelaku menggiring korban pada hubungan asmara semu. Dalam kondisi emosional yang sudah terikat, korban pun dengan mudah terpengaruh hingga rela mengirimkan uang, barang, bahkan data pribadi kepada pelaku.Beberapa diantaranya masih berusia pelajar.
Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Arif Mahari mengatakan modus penipuan tersebut cukup banyak di Batam. Bahkan mayoritas korbannya merupakan perempuan.
“Di Batam cukup banyak, sudah ada yang melapor ke Polda, lainnya ada yang ke Polres dan Polsek. Rata-rata perempuan,” ujar Arif, kemarin.
Menurut dia, modus pelaku nyaris seragam. Awalnya, pelaku mendekati korban melalui media sosial, lalu melanjutkan komunikasi lewat WhatsApp. Dengan iming-iming hubungan asmara hingga janji pernikahan, pelaku kemudian mengajak korban melakukan video call.
“Pelaku mencari perempuan yang single. Untuk kemudian intens berkomunikasi. Biasanya pelaku mulai dengan menunjukkan organ intimnya, lalu membujuk korban membuka pakaian. Saat itulah mereka merekam atau mengambil tangkapan layar,”ungkapnya.
Hasil tangkap layar itu nantinya akan dijadikan alat untuk memerasa korban. Dengan ancaman jika permintaan tak dipenuhi maka gambar yang didapat akan disebar di media sosial.
“Gambar yang diambil dijadikan alat pemerasan. Padahal kebanyakan pelaku tidak berada di wilayah Batam,” kata Arif.
Jika korban menolak mengirimkan uang, pelaku langsung mengancam akan menyebarkan rekaman tersebut ke media sosial atau mengirimkannya ke keluarga korban. Beberapa korban yang ketakutan memilih menuruti permintaan pelaku, bahkan hingga mengalami kerugian besar.
“Dari laporan yang masuk, kerugiannya beragam. Ada yang kehilangan jutaan, bahkan ada yang mencapai lebih dari Rp1 miliar,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Karena biasanya, pelaku sudah paham bagaimana psikologis para korban, dengan memperhatikan postingan di media sosial.
“Kami imbau kepada masyarakat, khususnya perempuan jika ada yang mengajak berkenalan di media sosial hingga menjanjikan sesuatu, hendaknya dipikirkan matang-matang. Apalagi belum pernah bertemu sama sekali. Jadi tetap berhati-hari,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yashinta
Artikel Asmara Palsu, Pemerasan Nyata, Perempuan di Batam Tertipu Miliaran Rupiah Lewat Medsos pertama kali tampil pada Metropolis.

batampos– PT Capella Dinamik Nusantara, selaku Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Kepulauan Riau, menghadirkan program spesial bagi pecinta Honda BeAT, skutik populer yang telah setia menemani berbagai aktivitas masyarakat selama lebih dari 15 tahun. Promo menarik ini berlaku khusus di wilayah Batam, Tanjung Pinang, dan Tanjung Balai Karimun.
Dari sisi performa, Honda BeAT dibekali mesin 110cc SOHC dengan sistem pembakaran injeksi PGM-FI yang tergabung dalam teknologi eSP (enhanced Smart Power). Mesin ini responsif pada putaran awal hingga menengah, mampu menghasilkan tenaga 6,6 kW @ 7.500 rpm dan torsi maksimum 9,2 Nm @ 5.500 rpm, namun tetap irit bahan bakar. Standar emisi Euro 3 juga memastikan mesin lebih ramah lingkungan.







