Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 159

Polisi Ungkap Sindikat Curanmor Lintas Kota, 14 Sepeda Motor Diamankan

0
Dirkrimum Polda Kepri Kombes Pol Ronni Bonic bersama Kabid Humas Polda Kepri Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia dan jajaran memberikan keterangan pengungkapan kasus pencurian kendaraan motor saat ekspos di Mapolda Kepri, Kamis (26/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas kota yang menyasar sepeda motor jenis matik. Aksi pencurian dilakukan berdasarkan pesanan, lalu hasil curian dijual ke luar Kota Batam, salah satunya ke wilayah Pulau Moro, Kabupaten Karimun.

Direktur Reskrimum Polda Kepri Kombes Ronni Bonic mengungkapkan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat pada Oktober 2025. Saat itu, korban kehilangan sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan depan salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Batam Center. Dari laporan tersebut, penyelidikan mengarah pada jaringan curanmor yang beraksi di wilayah hukum Polresta Barelang.

“Pelaku utama berinisial R. Setelah dilakukan penyelidikan dan pencarian, tim mendapat informasi keberadaan pelaku di Pulau Setokok. Pada 12 Februari sekitar pukul 01.49 WIB, R alias P kami amankan di depan masjid Pulau Setokok,” kata Ronni di Mapolda Kepri, Kamis (26/2).

Dari hasil pemeriksaan, R mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak 41 kali di wilayah Batam. Untuk barang bukti curian sebagian dikirim ke Pulau Moro.

“41 pencurian itu terjadi selama 6 bulan terakhir. Dan ke Moro. Untuk lainnya masih kami kembangkan,” jelasnya.

Penyidik kemudian mengembangkan perkara tersebut dan mengamankan dua orang lainnya, yakni A alias PH dan MS alias J, yang berperan sebagai penadah.

“Ini baru sebagian dari jaringan. Ketiganya memiliki peran berbeda. R sebagai pelaku pencurian, sementara A dan MS sebagai penadah yang membeli motor hasil curian,” ujarnya.

Ketiga tersangka yang diamankan yakni R, 54 tahun, berprofesi sebagai nelayan dan berdomisili di Setokok. MS, 49 tahun, bekerja sebagai honorer dan tinggal di Pulau Moro, Karimun. Sementara A alias PH juga berprofesi nelayan dan berdomisili di Pulau Moro.

“Selain menyita 14 unit sepeda motor hasil curian, kami juga menyita 3 unit telepon genggam, serta sejumlah uang tunai belasan juta,” tegasnya.

Selain itu, dari penggeledahan terhadap MS, polisi menemukan sembilan paket narkotika jenis sabu beserta alat isap. Barang bukti tersebut telah diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri untuk penanganan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, R dijerat Pasal 363 ayat (1) jo Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Sementara A dan MS dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Kanit Opsnal Jatanras Polda Kepri AKP Haris Baltasar Nasution menambahkan, sepeda motor hasil curian dijual dengan harga berkisar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per unit, tergantung jenis dan kondisi kendaraan. Penadah memperoleh keuntungan sekitar Rp500 ribu per unit.

“Pengiriman motor curian dilakukan melalui jalur laut menggunakan pompong dari Pulau Setokok menuju Pulau Moro. Untuk sampai saat ini kamintak menemukan keterlibatan aparat,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Nona Pricilia Ohei mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkirkan kendaraan, terutama di ruang publik. Ia menyarankan penggunaan kunci ganda seperti kunci cakram dan rantai pengaman untuk meminimalkan risiko pencurian.

“Jangan hanya mengandalkan kunci bawaan motor. Gunakan pengaman tambahan. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli sepeda motor tanpa surat dan dokumen resmi karena dapat dijerat pasal penadahan,” tegasnya.

Ia juga meminta warga yang merasa kehilangan sepeda motor agar datang ke Mapolda Kepri untuk mengecek barang bukti yang telah diamankan dengan membawa dokumen kepemilikan kendaraan. Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dikembangkan untuk membongkar jaringan curanmor lintas wilayah lainnya di Kepulauan Riau.(*)

 

Artikel Polisi Ungkap Sindikat Curanmor Lintas Kota, 14 Sepeda Motor Diamankan pertama kali tampil pada Metropolis.

22 Desa di Anambas Siap Gelar Pilkades Tahun Ini

0
Sekretaris Dinas PMD Kepulauan Anambas, Awaluddin. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Anambas mulai mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tahun ini. Desa-desa diminta segera membentuk panitia pemilihan sembari menunggu regulasi terbaru dari pemerintah pusat.

Sekretaris Dinas PMD Kepulauan Anambas, Awaluddin, mengatakan terdapat 22 desa yang masa jabatan kepala desanya berakhir pada 2026. Selain itu, sebanyak 28 desa juga akan mengakhiri masa keanggotaan BPD pada tahun yang sama.

“Masa jabatan mereka dimulai pada 2018. Kemudian ada perubahan masa jabatan dari empat tahun menjadi delapan tahun,” ujar Awaluddin, Kamis (26/2).

Ia menjelaskan, perubahan masa jabatan tersebut membuat kepala desa dan anggota BPD yang dilantik pada 2018 akan menyelesaikan tugasnya pada 2026. Karena itu, proses persiapan harus segera dilakukan untuk menghindari kekosongan jabatan.

Menurutnya, Dinas PMD telah meminta seluruh desa membentuk panitia pemilihan, baik untuk Pilkades maupun pemilihan BPD. Pembentukan panitia menjadi tahap awal sebelum masuk ke tahapan teknis.

“Kami sudah minta desa segera membentuk panitia. Namun untuk tahapan detail dan jadwal lengkap, kami masih menunggu peraturan pemerintah sebagai dasar pelaksanaan,” jelasnya.

Aturan turunan dari pemerintah pusat nantinya akan menjadi pedoman teknis, termasuk terkait tahapan, persyaratan calon, hingga mekanisme pemungutan suara. PMD menegaskan tidak ingin pelaksanaan pemilihan menyalahi ketentuan yang berlaku.

Awaluddin memperkirakan pemilihan BPD dapat digelar pada pertengahan tahun ini, sementara jadwal resmi masih menunggu regulasi.

Ia juga menegaskan bahwa Pilkades dan pemilihan BPD merupakan pesta demokrasi masyarakat desa. Karena itu, seluruh pihak diminta menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami berharap para calon bisa berkompetisi dengan baik, jangan melakukan kecurangan apalagi politik uang. Demokrasi desa harus berjalan jujur dan adil,” tegasnya.

Adapun 22 desa yang akan menggelar Pilkades antara lain Piasan, Batu Ampar, Teluk Bayur, Matak, Payamaram, Putik, Belibak, Air Putih, Serat, Temburun, Tarempa Selatan, Tarempa Barat Daya, Pesisir Timur, Sri Tanjung, Telaga, Lingai, Air Bini, Liuk, Teluk Sunting, Landak, dan Batu Berapit.

Sementara 28 desa yang akan melaksanakan pemilihan BPD meliputi Batu Belah, Air Putih, Serat, Temburun, Teluk Sunting, Air Asuk, Teluk Siantan, Liuk, Lidi, Air Sena, Air Bini, Belibak, Piasan, Mubur, Payalaman, Matak, Payamaram, Batu Ampar, Teluk Bayur, Landak, Air Biru, Batu Berapit, Tarempa Selatan, Tarempa Timur, Tarempa Barat Daya, Pesisir Timur, Sri Tanjung, dan Bukit Padi.

Dinas PMD memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan. Pemerintah daerah menargetkan pelaksanaan pemilihan berlangsung tertib, aman, dan menghasilkan pemimpin desa yang amanah. (*)

Artikel 22 Desa di Anambas Siap Gelar Pilkades Tahun Ini pertama kali tampil pada Kepri.

22 Desa di Anambas Siap Gelar Pilkades Tahun Ini

0
Sekretaris Dinas PMD Kepulauan Anambas, Awaluddin. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Anambas mulai mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tahun ini. Desa-desa diminta segera membentuk panitia pemilihan sembari menunggu regulasi terbaru dari pemerintah pusat.

Sekretaris Dinas PMD Kepulauan Anambas, Awaluddin, mengatakan terdapat 22 desa yang masa jabatan kepala desanya berakhir pada 2026. Selain itu, sebanyak 28 desa juga akan mengakhiri masa keanggotaan BPD pada tahun yang sama.

“Masa jabatan mereka dimulai pada 2018. Kemudian ada perubahan masa jabatan dari empat tahun menjadi delapan tahun,” ujar Awaluddin, Kamis (26/2).

Ia menjelaskan, perubahan masa jabatan tersebut membuat kepala desa dan anggota BPD yang dilantik pada 2018 akan menyelesaikan tugasnya pada 2026. Karena itu, proses persiapan harus segera dilakukan untuk menghindari kekosongan jabatan.

Menurutnya, Dinas PMD telah meminta seluruh desa membentuk panitia pemilihan, baik untuk Pilkades maupun pemilihan BPD. Pembentukan panitia menjadi tahap awal sebelum masuk ke tahapan teknis.

“Kami sudah minta desa segera membentuk panitia. Namun untuk tahapan detail dan jadwal lengkap, kami masih menunggu peraturan pemerintah sebagai dasar pelaksanaan,” jelasnya.

Aturan turunan dari pemerintah pusat nantinya akan menjadi pedoman teknis, termasuk terkait tahapan, persyaratan calon, hingga mekanisme pemungutan suara. PMD menegaskan tidak ingin pelaksanaan pemilihan menyalahi ketentuan yang berlaku.

Awaluddin memperkirakan pemilihan BPD dapat digelar pada pertengahan tahun ini, sementara jadwal resmi masih menunggu regulasi.

Ia juga menegaskan bahwa Pilkades dan pemilihan BPD merupakan pesta demokrasi masyarakat desa. Karena itu, seluruh pihak diminta menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami berharap para calon bisa berkompetisi dengan baik, jangan melakukan kecurangan apalagi politik uang. Demokrasi desa harus berjalan jujur dan adil,” tegasnya.

Adapun 22 desa yang akan menggelar Pilkades antara lain Piasan, Batu Ampar, Teluk Bayur, Matak, Payamaram, Putik, Belibak, Air Putih, Serat, Temburun, Tarempa Selatan, Tarempa Barat Daya, Pesisir Timur, Sri Tanjung, Telaga, Lingai, Air Bini, Liuk, Teluk Sunting, Landak, dan Batu Berapit.

Sementara 28 desa yang akan melaksanakan pemilihan BPD meliputi Batu Belah, Air Putih, Serat, Temburun, Teluk Sunting, Air Asuk, Teluk Siantan, Liuk, Lidi, Air Sena, Air Bini, Belibak, Piasan, Mubur, Payalaman, Matak, Payamaram, Batu Ampar, Teluk Bayur, Landak, Air Biru, Batu Berapit, Tarempa Selatan, Tarempa Timur, Tarempa Barat Daya, Pesisir Timur, Sri Tanjung, dan Bukit Padi.

Dinas PMD memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan. Pemerintah daerah menargetkan pelaksanaan pemilihan berlangsung tertib, aman, dan menghasilkan pemimpin desa yang amanah. (*)

Artikel 22 Desa di Anambas Siap Gelar Pilkades Tahun Ini pertama kali tampil pada Kepri.

Tiket Mudik Batam–Padang Nyaris Ludes, Ini Pernyataan Pihak Maskapai

0
Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam. f Yashinta/Batam Pos

batampos – Sejumlah warga Batam yang hendak mudik Lebaran terpaksa mengurut dada setelah tidak lagi mendapatkan tiket penerbangan. Rute Batam–Padang menjadi salah satu tujuan favorit yang kini sudah ludes dipesan jauh hari.

Pantauan di aplikasi pemesanan tiket menunjukkan, tiket penerbangan Batam–Padang untuk periode 11 hingga 22 Maret sudah tidak dapat diakses alias habis. Kondisi ini membuat sebagian calon penumpang terpaksa menunda rencana mudik atau mencari alternatif perjalanan lain.

Meri, warga Batam Center, mengaku kecewa lantaran kehabisan tiket saat hendak memesan penerbangan untuk pulang kampung. Padahal, ia dan keluarganya sudah merencanakan mudik Lebaran tahun ini setelah empat tahun tidak pulang kampung.

“Waktu saya cek tiket, ternyata sudah habis. Adanya tanggal 10 Maret, tapi mulai 11 sampai 22 Maret sudah kosong semua. Terpaksa menunda atau cari alternatif lain,” kata Meri.

Ia berharap maskapai menambah penerbangan ekstra menjelang Lebaran agar masyarakat yang ingin mudik masih punya kesempatan pulang kampung. Jika perlu extra flight diperbanyak.

“Mudah-mudahan ada extra flight. Siapa tahu masih bisa dapat, paling tidak H-3 Lebaran,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Rahma, warga Batam yang berencana mudik ke Pekanbaru. Ia mengaku kesulitan mendapatkan tiket pada tanggal yang diinginkan karena sebagian besar kursi sudah terjual.

“Untuk tanggal 13 sampai 15 Maret sudah kosong. Di tanggal lain masih ada, tapi mudah-mudahan nanti masih tersedia sampai gajian, biar bisa pulang kampung,” katanya.

Sementara itu, Area Manager Lion Air Group wilayah Kepulauan Riau, Amar Fernando membenarkan tingginya permintaan tiket mudik Lebaran, khususnya rute Batam–Padang. Menurutnya, saat ini sebagian besar penerbangan memang sudah penuh.

“Untuk sementara sudah full. Tapi masih ada beberapa booking yang menunggu pembayaran. Kalau yang booking tidak jadi atau telat melakukan pembayaran, kursinya akan muncul kembali di sistem dan bisa dibeli,” jelas Amar.

Ia mengatakan, pihak maskapai telah menyiapkan penambahan penerbangan ekstra untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Dari rencana awal enam penerbangan tambahan, jumlahnya ditingkatkan menjadi 12 extra flight. Namun, tingginya minat masyarakat membuat kuota tambahan itu juga cepat habis.

“Selain karena momen Lebaran, dari sisi harga juga ada diskon dibanding sebelumnya, sehingga minat masyarakat semakin tinggi,” tuturnya.(*)

Artikel Tiket Mudik Batam–Padang Nyaris Ludes, Ini Pernyataan Pihak Maskapai pertama kali tampil pada Metropolis.

Bapanas Pastikan Stok Sembako di Dabo Singkep Aman Selama Ramadan

0
Bapanas bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lingga melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok di salah satu distributor Dabo Singkep. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, dalam kondisi aman selama Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026.

Kepastian itu disampaikan setelah Bapanas bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lingga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah agen distributor di Dabo Singkep, Rabu (25/2).

Pemantauan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan serta mutu pangan tetap terjamin bagi masyarakat selama bulan puasa.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Lingga, Ardiantia, mengatakan berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, stok bahan pokok dalam kategori cukup dan tidak ditemukan kelangkaan.

“Berdasarkan hasil pemantauan Bapanas dan TPID Kabupaten Lingga di lapangan, hingga saat ini ketersediaan stok berada dalam kategori cukup dan tidak terjadi kelangkaan,” ujar Ardiantia, Kamis (26/2).

Meski demikian, ia mengakui ketersediaan dan stabilitas harga sembako di Lingga sangat bergantung pada kelancaran transportasi laut. Pasokan bahan pokok sebagian besar didatangkan dari luar daerah, terutama dari Tanjungpinang dan Jambi.

Karena itu, para agen distributor berharap operasional armada transportasi, baik kapal Ro-Ro maupun kapal pengangkut barang, dapat berjalan lancar tanpa hambatan selama Ramadan.

Ardiantia juga menjelaskan bahwa harga kebutuhan pokok di Lingga masih relatif lebih tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain. Kondisi ini dipengaruhi letak geografis Lingga yang termasuk daerah non Indeks Harga Konsumen (IHK).

“Meskipun mayoritas harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan signifikan, ada beberapa komoditas yang masih berada di atas harga normal,” jelasnya.

Adapun komoditas yang tercatat masih tinggi antara lain cabai keriting yang dijual sekitar Rp70 ribu per kilogram dan daging sapi beku Rp150 ribu per kilogram.

Pemantauan rutin ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sepanjang Ramadan. (*)

Artikel Bapanas Pastikan Stok Sembako di Dabo Singkep Aman Selama Ramadan pertama kali tampil pada Kepri.

Beraksi di Tengah Keramaian, Maling Motor Berhasil Bawa Kabur Vario di Sei Beduk

0
Tangkapan layar dua pemuda, diduga mencuri sepeda motor di Sei Beduk. f. istimewa

batampos – Aksi pencurian sepeda motor di wilayah Sei Beduk kian meresahkan jelang Lebaran. Pelaku tak lagi memilih lokasi sepi, melainkan nekat beraksi di tengah keramaian dan terekam kamera pengawas.

Salah satu kasus terjadi di parkiran tempat biliar kawasan Bukit Kemuning, Selasa (24/2) malam. Sebuah Honda Vario BP 3832 RE milik Andi raib digasak pelaku saat lokasi dalam kondisi ramai pengunjung.

“Motor dicuri waktu orang ramai. Di parkiran banyak motor dan pengunjung,” ujar Andi.

Ia menjelaskan, aksi pelaku terekam kamera CCTV parkiran. Dalam rekaman terlihat seorang pria mengenakan helm beraksi seorang diri. Pelaku dengan tenang membobol kontak motor meski berada di hadapan orang-orang yang lalu lalang.

“Sepertinya pelaku ini komplotan. Ada yang mengawasi pemilik motor di sekitar lokasi,” tambahnya.

Tak hanya itu, dalam beberapa hari terakhir aksi serupa juga terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di Perumahan Buana Garden dan kawasan Pintu 1 Bida Ayu. Dalam semalam, dua unit sepeda motor dilaporkan hilang.

Berdasarkan rekaman CCTV di perumahan tersebut, dua orang pelaku terlihat berkeliling menggunakan sepeda motor. Mereka kemudian merusak kontak kendaraan target dan membawa kabur motor dengan cara didorong menggunakan kaki.

“Saya harap pelaku ini segera ditangkap. Sudah banyak korban kehilangan motor di Sei
Beduk,” harap Andi.

Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan para korban. Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkir kendaraan di lokasi umum maupun lingkungan perumahan.

“Gunakan kunci ganda pada motor, walaupun diparkir dalam waktu sebentar,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan kunci tambahan dapat meminimalisir risiko pencurian. Ia menegaskan, pelaku kejahatan kerap memanfaatkan kelengahan sekecil apa pun dari pemilik kendaraan.

“Jangan beri kesempatan bagi pelaku kejahatan. Mereka selalu mencari celah untuk beraksi,” tegasnya.(*)

Artikel Beraksi di Tengah Keramaian, Maling Motor Berhasil Bawa Kabur Vario di Sei Beduk pertama kali tampil pada Metropolis.

Volvo Luncurkan EX30, Varian Baru Lebih Terjangkau dengan Interior Segar

0
Volvo EX30 varian entry level resmi diluncurkan dengan motor 148 bhp dan pilihan baterai hingga 69 kWh. SUV listrik kompak ini dibanderol lebih terjangkau. Sumber: x.com/webtekno.

batampos – Pabrikan otomotif asal Swedia, Volvo Cars, memperluas jajaran SUV listrik kompaknya dengan meluncurkan varian entry level Volvo EX30 yang lebih terjangkau.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Volvo untuk membuat kendaraan listrik (EV) premium lebih mudah diakses, khususnya di segmen SUV listrik kompak yang kian kompetitif di pasar Eropa dan global.

Varian terbaru EX30 hadir dengan motor listrik tunggal penggerak roda belakang bertenaga 148 bhp. Tenaga tersebut lebih rendah dibandingkan varian sebelumnya yang mencapai 268 bhp.

Untuk sumber daya, model entry level dibekali baterai 51 kWh dengan jarak tempuh hingga sekitar 221 mil berdasarkan standar WLTP. Sementara itu, tersedia pula opsi baterai 69 kWh dengan motor yang sama, yang mampu menempuh jarak hingga sekitar 296 mil.

Dengan konfigurasi baru ini, harga awal EX30 diperkirakan turun signifikan sehingga mendekati segmen SUV listrik kompak yang lebih terjangkau.

Tak hanya pembaruan pada sektor performa, Volvo juga menyematkan peningkatan pada sistem infotainment. Antarmuka kini dibuat lebih intuitif dan mudah dikonfigurasi, dilengkapi konten bar baru untuk menampilkan fitur-fitur yang sering digunakan.

Fitur vehicle-to-load (V2L) turut ditambahkan, memungkinkan EX30 berfungsi sebagai sumber daya listrik untuk perangkat eksternal melalui adaptor khusus. Volvo menyebutkan fitur ini juga akan tersedia bagi pemilik lama melalui pembaruan over the air (OTA).

Di sisi interior, Volvo menawarkan pilihan tema baru, termasuk skema warna Harvest yang terinspirasi lanskap musim panas Skandinavia serta opsi Black yang lebih gelap dan elegan. Penyesuaian ini dirancang untuk mempertahankan nuansa premium meski harga varian entry level dibuat lebih kompetitif.

Dengan strategi tersebut, Volvo berharap dapat menarik lebih banyak pembeli baru dan memperluas pangsa pasar EX30 di kelas SUV listrik premium ukuran kecil. (*)

Artikel Volvo Luncurkan EX30, Varian Baru Lebih Terjangkau dengan Interior Segar pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kosong Sejak 2023, Alumni Akpol Diharapkan Isi Jabatan Strategis di Polres Anambas

0
Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Penempatan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) di wilayah perbatasan, termasuk Kabupaten Kepulauan Anambas, dinilai penting untuk memperkuat pelayanan dan pengamanan. Sejak 2023, jabatan kepala satuan kerja (Satker) di Polres Anambas belum lagi diisi perwira lulusan Akpol.

Akpol merupakan lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang mencetak perwira pertama Polri. Pendidikan ditempuh selama empat tahun dengan kurikulum yang memadukan ilmu kepolisian, kepemimpinan, manajemen, hukum, hingga kemampuan taktis lapangan.

Bekal tersebut dinilai relevan untuk diterapkan di wilayah kepulauan seperti Anambas yang memiliki tantangan geografis dan berbatasan langsung dengan negara lain.

Kapolres Kepulauan Anambas, I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, mengatakan usulan penempatan alumni Akpol telah disampaikan ke pimpinan.

“Sudah diusulkan untuk alumni Akpol bertugas di sini. Kita lagi menunggu arahan,” ujarnya belum lama ini.

Ia menjelaskan, usulan tersebut telah diteruskan ke Bagian SDM Polda Kepulauan Riau. Namun keputusan akhir tetap berada di tingkat pimpinan sesuai kebutuhan organisasi.

Saat ini, di Polres Kepulauan Anambas hanya Kapolres yang merupakan alumni Akpol, yakni lulusan tahun 2005. Sebagai perwira menengah, ia memiliki pengalaman penugasan di berbagai satuan sebelum dipercaya memimpin wilayah perbatasan tersebut.

Sementara itu, jabatan kepala Satker terakhir yang diisi alumni Akpol terjadi pada 2023. Saat itu, AKP Gayuh Pambudi Utomo menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Kepulauan Anambas. Kini ia bertugas di Polda Sulawesi Tenggara.

Keberadaan perwira Akpol di Satpolairud dinilai strategis mengingat karakteristik Anambas sebagai wilayah kepulauan. Pengawasan laut, patroli perairan, hingga penegakan hukum di kawasan perbatasan membutuhkan kompetensi manajerial dan taktis yang mumpuni.

Di sisi lain, jumlah perwira di Polres Anambas terus bertambah. Pada Januari lalu, enam perwira baru ditugaskan untuk memperkuat struktur organisasi.

“Empat lulusan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) dan satu lulusan Perwira Alih Golongan (PAG),” kata Kapolres.

Dengan penambahan personel serta usulan penempatan alumni Akpol, diharapkan kinerja Polres Kepulauan Anambas semakin optimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

Artikel Kosong Sejak 2023, Alumni Akpol Diharapkan Isi Jabatan Strategis di Polres Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Pencipta Lagu Darah Juang John Tobing Meninggal Dunia

0
John Tobing, pencipta lagu “Darah Juang”, meninggal dunia pada Rabu (25/2). Sosoknya dikenal sebagai musisi sekaligus aktivis pergerakan mahasiswa era reformasi. Sumber: instagram.com/kagama.channel.

batampos – Kabar duka datang dari dunia musik dan gerakan mahasiswa Indonesia. Pencipta lagu “Darah Juang”, John Tobing, meninggal dunia pada Rabu (25/2) pukul 20.45 WIB.

John dikabarkan telah jatuh sakit dalam beberapa bulan terakhir. Ia diketahui mengalami stroke sejak pertengahan Desember 2025 dan menjalani perawatan intensif.

Kepergian John Tobing meninggalkan duka mendalam, terutama bagi kalangan aktivis dan mahasiswa yang selama ini menjadikan karyanya sebagai simbol perjuangan.

John Tobing memiliki nama lengkap Johnsony Maharsak Lumban Tobing. Ia lahir di Binjai, Sumatra Utara, pada 1 Desember 1965. Ketertarikannya pada musik tumbuh sejak kecil. Ia mulai belajar gitar saat duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar.

Ia merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara, pasangan Hakim Mangara Lumbantobing dan Adelina Sinaga.

Perjalanan hidupnya tidak selalu mulus. Ia sempat tidak menyelesaikan pendidikan di SMA Santo Thomas Yogyakarta karena kenakalan remaja. Namun, ia kemudian menuntaskan pendidikan menengahnya di SMA Katolik Banjarmasin.

Pada 1986, John diterima di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM). Selama menjadi mahasiswa, ia aktif dalam berbagai organisasi dan gerakan sosial.

John terlibat dalam sejumlah aksi solidaritas, di antaranya gerakan Waduk Kedung Ombo (1989–1991), Kusumanegara Berdarah, serta Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY).

Namanya semakin dikenal setelah menciptakan lagu “Darah Juang” pada 1991–1992. Lagu tersebut menjadi salah satu karya musik paling ikonik dalam sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia.

“Darah Juang” kerap dinyanyikan dalam berbagai aksi demonstrasi, terutama pada era reformasi 1998. Liriknya yang sarat semangat perjuangan menjadikannya simbol perlawanan dan solidaritas mahasiswa.

John Tobing dikenang bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai sosok aktivis yang menghadirkan suara perjuangan melalui karya-karyanya.

Warisannya akan terus hidup dalam setiap bait lagu yang dinyanyikan di berbagai momentum pergerakan rakyat. (*)

Artikel Pencipta Lagu Darah Juang John Tobing Meninggal Dunia pertama kali tampil pada News.

‎Dishub Tambah 2 Unit Trans Batam, Layani Trayek Tanjunguncang -Batam Center

0
Bus trans Batam sedang melintas di jalan raya. F Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menambah armada angkutan massal Trans Batam. Sebanyak dua unit bus baru resmi beroperasi mulai Februari 2026, sehingga total keseluruhan armada kini mencapai 50 unit.

‎Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Leo Putra, mengatakan penambahan tersebut dilakukan untuk memperkuat layanan transportasi publik sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

‎“Per Februari ini ada penambahan dua unit dan mulai hari ini sudah beroperasi,” ujar Leo saat dikonfirmasi Batam Pos, Kamis (26/2) siang.

‎Dua unit bus tambahan itu ditempatkan pada rute Batam Center–Tanjung Uncang dan Tanjung Uncang–Batam Center. Rute tersebut selama ini menjadi salah satu jalur padat penumpang karena menghubungkan kawasan perkantoran, pelabuhan, hingga area industri.

‎Dengan tambahan tersebut, jumlah armada Trans Batam yang sebelumnya 48 unit kini bertambah menjadi 50 unit. “Awalnya 48, sekarang sudah 50 unit,” katanya.

‎Leo menjelaskan, dua bus tersebut tiba di Batam pada akhir Januari lalu. Setelah tiba, kendaraan langsung menjalani proses administrasi, uji kelayakan, serta pemeriksaan KIR untuk memastikan seluruh aspek teknis dan keselamatan terpenuhi.

‎“Akhir Januari kemarin unitnya sampai. Setelah itu kita lakukan pendaftaran, uji kelayakan, dan KIR. Sekarang semuanya sudah oke dan siap melayani masyarakat,” jelasnya.

‎Penambahan armada ini diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu penumpang serta meningkatkan kenyamanan dan ketepatan jadwal perjalanan. Dishub juga menargetkan ke depan akan terus melakukan evaluasi kebutuhan armada berdasarkan tingkat okupansi dan perkembangan wilayah.

‎Trans Batam sendiri menjadi tulang punggung transportasi publik di kota industri tersebut. Dengan bertambahnya armada menjadi 50 unit, Pemko Batam ingin mempertegas komitmennya dalam mendorong penggunaan angkutan umum sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya.(*)

 

 

Artikel ‎Dishub Tambah 2 Unit Trans Batam, Layani Trayek Tanjunguncang -Batam Center pertama kali tampil pada Metropolis.