Polisi mengamankan tiga remaja beserta barang bukti motor. F. Polsek Gunung Kijang
batampos– Tiga remaja asal Tanjungpinang mencuri motor di kawasan Toapaya Selatan, Bintan, belum lama ini. Ketiganya kompak dan sepakat mencuri hanya karena ingin punya motor idaman.
Kapolsek Gunung Kijang Iptu Jul Ilham, membenarkan penangkapan tiga remaja asal Tanjungpinang yakni RS (18), FA (18), dan RM (15). Ketiga diringkus di rumah RS di perumahan Nusantara Indah Batu IX, Tanjungpinang, Kamis (15/5) malam.
“Tiga pelaku beserta barang bukti sudah kami serahkan ke Satreskrim Polres Bintan untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Jul Ilham, Minggu (18/5).
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bintan Iptu Fikri Rahmadi, mengatakan tiga remaja asal Tanjungpinang itu beraksi pada Rabu (14/5) dinihari di Bintan. Aksi kriminal itu juga sempat terekam kamera pengawas (CCTV).
Tiga remaja itu datang ke Bintan menggunakan satu motor, lalu mencuri motor yang terparkir di halaman rumah korban di Toapaya Selatan.
“Mereka berencana mengganti beberapa suku cadang agar motor hasil curian tidak dikenali,” ungkap Fikri.
Kepada polisi, tiga remaja itu mengaku baru pertama kali melakukan aksi kriminal. Meskipun begitu, polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan tiga remaja tersebut dalam kasus pencurian lainnya.
“Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani salah seorang pelaku yang masih di bawah umur,” jelasnya.
Jika terbukti bersalah, tiga pelaku dapat dijerat Pasal 363 Ayat 1 KUHP tentang Pencurian, dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.
“Perhatikan dan jangan abaikan pendidikan karakter anak. Kami tidak akan mentolerir tindak kejahatan, siapa pun pelakunya,” imbau Kasat. (*)
Ilustrasi. Aliansi Driver Ojek Online Batam melakukan aksi demo. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Ribuan driver ojek online di Kota Batam akan menggelar aksi damai bertajuk Aksi 205, pada 20 Mei. Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan merupakan bagian dari gerakan nasional yang digelar serentak di 14 kota di Indonesia.
Di Batam, aksi ini diorganisir oleh Komunitas Andalan Driver Online (Komando), Aliansi Driver Online Batam (Adob), dan didukung oleh lebih dari selusin komunitas pengemudi ojek online baik roda dua maupun roda empat.
Ketua Komando Batam, Feryandi Tarigan, menyebut aksi ini merupakan bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan perusahaan aplikator yang dianggap memberatkan para driver. “Kami jadikan 20 Mei sebagai momentum kebangkitan transportasi online. Aksi ini bentuk kekecewaan kami atas kebijakan aplikator yang semakin tidak berpihak pada driver,” tambahnya, Minggu (18/5).
Dalam aksi tersebut, massa akan bergerak menuju enam titik yang menjadi sasaran aksi. Di antaranya Kantor Grab Batam, Kantor Gojek, Maxim, Kantor DPRD Batam, Kantor Wali Kota Batam, dan Kantor Perwakilan Gubernur Kepri di Batam.
Salah satu tuntutan utama adalah penerapan Peraturan Gubernur Kepri sebagaimana tertuang dalam SK Gubernur Kepri Nomor 1080 dan 1113 Tahun 2024 yang mengatur tarif layanan transportasi online. Mereka menuntut seluruh aplikator mematuhi regulasi tersebut.
Menurutnya, aksi damai ini akan melibatkan sedikitnya 2.000 pengemudi dari berbagai komunitas di Batam. Selain turun ke jalan, para driver juga sepakat untuk mematikan aplikasi alias melakukan offbid secara serentak selama aksi berlangsung.
Aksi offbid dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Para driver menyatakan akan menghentikan seluruh aktivitas daring mereka selama waktu tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan yang sedang dilakukan.
“Memang ada driver yang kerja malam hari sebelumnya. Tapi setelah itu, seluruh komunitas sepakat untuk tidak lagi melakukan aktivitas online pada hari Senin,” kata Feryandi.
Salah satu tuntutan paling krusial dalam aksi ini adalah soal potongan yang dikenakan oleh aplikator. Para driver meminta potongan maksimal 10 persen dari tarif yang dibayarkan oleh penumpang. Ia mencontohkan, dalam praktiknya saat ini potongan aplikator bisa mencapai 20 hingga 25 persen.
“Misalnya tarif roda dua untuk jarak dekat Rp9 ribu, driver hanya terima Rp6 ribu. Itu potongannya besar sekali,” katanya.
Selain menolak potongan berlebih, massa aksi juga menuntut penghapusan dua program yang dianggap merugikan driver, yakni program Grab Hemat dan GoFood Goceng. Kedua program ini dinilai menekan pendapatan pengemudi secara signifikan.
Aksi ini bukan untuk mengganggu masyarakat, namun sebagai bentuk perjuangan kolektif untuk keadilan bagi para pengemudi online. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna layanan atas terganggunya aktivitas transportasi pada hari tersebut.
“Kami mohon maaf kepada para pengguna jika pada tanggal 20 nanti layanan transportasi online terganggu. Ini demi kebaikan bersama ke depan,” ujarnya. (*)
Anak-anak dari Panti Asuhan 5 Roti 2 Ikan dan Panti Asuhan Darul Muhith saat mengikuti kegiatan bakti sosial yang diadakan Klenteng Jin Shan Tang di Perumahan Permata Bandara, Batubesar, Nongsa, Sabtu (17/5). Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos – Keceriaan dan kebahagiaan terpancar dari wajah anak-anak Panti Asuhan 5 Roti 2 Ikan dan Panti Asuhan Darul Muhith saat mengikuti kegiatan bakti sosial yang diadakan Klenteng Jin Shan Tang di Perumahan Permata Bandara, Batubesar, Nongsa, Sabtu (17/5).
Tak hanya berbagi sembako, alat tulis, jajanan dan kipas angin, pengurus klenteng itu juga turut menghibur anak-anak panti asuhan dengan atraksi barongsai yang energik dan lincah dari Klub Barongsai dan Cetiya Jin Shan Tan (JST) Batam.
Anak-anak panti asuhan terlihat antusias, bersemangat, tertawa lepas dan berbaur dengan para pengurus Klenteng Jin Shan Tang menyaksikan gerakan lincah para penari barongsai yang beraksi di halaman klenteng.
Atraksi budaya tersebut menjadi daya tarik utama yang menghidupkan suasana, sekaligus menjadi simbol harapan dan keberkahan. Setelah atraksi barongsai, anak-anak diajak makan bersama dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Ketua Yayasan Jin Shan Tang, Vincent, menegaskan bahwa kegiatan ini tak hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga bagian dari komitmen spiritual dan sosial mereka kepada lingkungan.
“Kami ingin kegiatan ini bukan hanya sekadar berbagi, tapi juga menghadirkan kebahagiaan. Atraksi barongsai ini kami tampilkan sebagai simbol semangat, keberanian, dan doa baik bagi semua,” ujar Vincent.
“Untuk menghibur dan berbagi kebahagiaan kepada adik-adik kami sekaligus memberikan motivasi kepada mereka agar tetap semangat belajar dan menggapai cita-cita,” kata Vincent menambahkan.
Ketua RT 03/RW 13 Permata Bandara, Wawan, mengapresiasi inisiatif klenteng yang menurutnya konsisten berbagi dan menjaga hubungan baik dengan warga sekitar.
“Mereka bukan hanya rutin memberi bantuan, tapi juga berbaur, hadir, dan membuat kegiatan sosial jadi bermakna. Atraksi barongsai tadi benar-benar menyemarakkan suasana,” ucap Wawan.
“Mereka merangkul semua kalangan. Kita menyambut baik kegiatan sosial yang diadakan mereka. Dan kita mengapresiasi kegiatan tersebut. Kita bersyukur dengan adanya kegiatan ini, anak-anak panti jadi terhibur dan senang,” ujar Wawan lagi.
Sementara itu, Sumiyati pengasuh Panti Asuhan Darul Muhith mengungkapkan rasa haru dan bahagianya melihat senyum anak anak panti asuhan yang diasuhnya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya mewakili Panti Asuhan Darul Muhith sangat bersyukur atas undangan ini. Bantuan ini sangat bermanfaat buat anak-anak. Kami ucapkan terimakasih yang tak terhingga. Semoga pengurus Klenteng Jin Shan Tang sehat selalu dan semakin sukses,” katanya.
Senada dengan Sumiyati, pengurus Panti Asuhan 5 Roti 2 Ikan, Menik Maria mengucapkan banyak terimakasih kepada Klenteng Jin Shan Tang yang sudah peduli dan perhatian dengan anak-anak asuhnya.
“Kami bersukur kepada Tuhan di mana kami bisa diberkati di tempat ini. Meski kami berbeda agama namun rasa kasih dan sayang selalu mereka tunjukkan dan berikan kepada kami. Kami hanya bisa berdoa dari panti ini semoga apa saja yang dicita-citakan oleh pengurus Klenteng Jin Shan Tang dikabulkan dan diberkahi Tuhan,” kata Maria.
Dengan menggabungkan seni budaya dan aksi sosial, Klenteng Jin Shan Tang menunjukkan bahwa kepedulian bisa dikemas dengan semangat dan sukacita. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat. (*)
Petugas Pemadam Kebakaran Daik Lingga bersama pemilik rumah saat mengevakuasi Biawak besar yang masuk Rumah, Minggu (18/5). F. Damkar Daik Lingga/BATAM POS
batampos– Warga Kampung Bugis, Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, dibuat geger setelah satu ekor Biawak besar masuk ke dalam rumah dan berhasil memangsa dua ekor anak kucing milik tuan rumah.
Mendapati ada biawak besar yang masuk kerumahnya dan berhasil memangsa 2 ekor anak kucing peliharaannya, tuan rumah langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Daik Lingga untuk mengevakuasi biawak besar tersebut.
Menanggapi laporan tersebut, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Daik Lingga bergerak cepat turun ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi reptil berbahaya tersebut.
Komandan Regu (Danton) Damkar Daik Lingga, Novi Sarizal, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga terkait keberadaan seekor biawak besar di dalam rumah yang telah memakan dua ekor anak kucing.
“Biawak itu bersembunyi di bawah meja dalam ruang sempit yang penuh barang, sehingga cukup menyulitkan proses evakuasi,” kata Novi, Minggu (18/5).
Walaupun mengalamai sedikit kendala, tim Damkar bersama penghuni rumah akhirnya berhasil mengevakuasi biawak dengan menggunakan serampang dan tali sepanjang lima meter.
“Proses evakuasi berlangsung selama sekitar 30 menit dan dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk menghindari luka baik pada warga maupun petugas,” ujarnya.
Biawak dengan ukuran besar tersebut kini telah berhasil diamankan. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal dekat dengan kawasan semak, rawa, atau aliran sungai yang menjadi habitat hewan liar.
“Ini bukan kejadian pertama. Kami imbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan satwa liar memasuki permukiman,” kata Novi mengakhiri. (*)
Hujan menyebabkan sebagian jalan di daerah Marina dan Batuaji kebanjiran. f.eusebius sara
batampos— Hujan deras yang mengguyur Kota Batam sejak pagi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah langganan seperti Batuaji, Sagulung, hingga Marina, Minggu (18/5). Genangan air tidak hanya mengganggu lalu lintas, tapi juga menerjang pemukiman warga.
Kawasan paling parah terdampak banjir adalah pemukiman Marina dan jalan menuju Pelabuhan Sagulung.
Air merendam hampir seluruh permukaan jalan hingga masuk ke dalam rumah warga. Warga pun panik menyelamatkan perabotan dan barang-barang pribadi dari genangan air.
“Tiap hujan langsung naik air. Ini sangat merepotkan. Seperti inilah kondisinya. Dari jalan sampai ke perumahan,” ujar Siswanto, warga Marina Raya.
Di kawasan jalan menuju Pelabuhan Sagulung, banjir merata dari badan jalan hingga ke pemukiman pinggir jalan. Genangan air menutupi lubang-lubang jalan yang rusak sehingga sangat membahayakan pengendara. Sejumlah kendaraan mogok dan ada yang terjebak, bahkan sebuah truk harus ditarik keluar dari genangan oleh kendaraan lain.
“Saya hampir jatuh karena tidak lihat ada lubang di tengah banjir,” kata Rahmat, pengendara sepeda motor yang melintasi kawasan tersebut. “Jalan ini sudah rusak, kalau banjir makin bahaya.”
Di kawasan Marina, kondisi serupa terjadi. Jalan utama dan rumah-rumah di Perumahan Marina Raya terendam. Drainase yang tidak berfungsi maksimal menjadi penyebab utama. Hujan deras membuat saluran tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke jalan dan rumah warga.
“Drainasenya memang sudah lama bermasalah. Banyak yang tersumbat sampah dan tanah. Belum lagi proyek pematangan lahan yang makin merusak jalur air,” ujar Siswanto lagi.
Ia juga menambahkan, wilayah Marina hanya memiliki satu jalur keluar air, yaitu ke arah jembatan di Jalan Marina City. “Kalau jalur itu tersumbat, ya banjir tidak bisa dihindari. Sekarang malah banyak proyek di sepanjang jalur itu. Pemerintah harus segera turun tangan,” tegasnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, turut menanggapi persoalan ini. Ia mengakui bahwa persoalan banjir di Batam perlu penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir.
“Perlu ada pengaturan yang lebih baik terhadap sistem drainase di permukiman. Proyek pematangan lahan atau reklamasi harus benar-benar memperhatikan dampak lingkungan, terutama potensi banjir,” ujar Suhar dalam pernyataannya.
Ia menambahkan, kolaborasi antar instansi dan pengawasan ketat terhadap proyek-proyek pengembangan lahan sangat penting agar alur air tidak terganggu. (*)
batampos– Suyono Saputra resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam periode 2025–2028. Ia mengungguli petahana DR. Gustian Riau dalam pemungutan suara yang digelar pada Rapat Anggota ISEI, Sabtu, 17 Mei 2025.
Rapat Anggota merupakan forum tertinggi dalam organisasi ISEI yang membahas dan mengesahkan program kerja serta memilih kepengurusan baru. Sebanyak 70 anggota tercatat hadir sebagai peserta rapat tahun ini.
Ketua Panitia Pengarah, Jontro Simanjuntak, menyampaikan bahwa proses pemilihan berlangsung secara demokratis dan transparan.
“Sesuai AD/ART ISEI, mekanisme pemilihan ketua diupayakan melalui musyawarah dan mufakat. Namun karena tidak tercapai, voting pun dilakukan untuk menentukan ketua baru,” kata Jontro.
Setelah terpilih, Suyono diberi waktu satu bulan untuk menyusun komposisi kepengurusan baru dan mempersiapkan pelantikan resmi pengurus periode 2025–2028.
Suyono Saputra dikenal sebagai akademisi dari Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Internasional Batam (UIB). Ia juga tercatat sebagai analis makro dan fiskal pada Kanwil Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI untuk Provinsi Kepulauan Riau.
Selain itu, ia aktif di berbagai organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kepri, serta Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Provinsi Kepri. Gelar doktoral di bidang Manajemen Stratejik diraihnya dari Universitas Trisakti pada 2020.
Dalam sambutannya, Suyono mengajak seluruh anggota ISEI Batam untuk bersama-sama memperkuat peran organisasi dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Ini kemenangan kita semua. Dalam kepengurusan baru nanti, ISEI Batam harus mampu berkiprah dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi kota ini. We make ISEI Batam great again!” ujarnya dengan semangat.
Beberapa program yang telah disiapkan antara lain penguatan internal organisasi, peningkatan jumlah anggota dari berbagai kampus di Kepri, serta kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Kepri, pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia, OJK, BPS, Kadin, Apindo, Hipmi, dan lembaga terkait lainnya.
ISEI Cabang Batam juga akan mengaktifkan kegiatan riset serta kajian ekonomi, sosial, dan politik, termasuk membuat rilis bulanan untuk merespons dinamika ekonomi Kota Batam. (*)
Kakek berusia 67 tahun, Az saat diperiksa polisi usai diamankan terkait kasus pencabulan terhadap pelajar SMP di Desa Bayat. f.ist
batampos– Seorang kakek berumur 67 tahun, Az di Desa Bayat, Kabupaten Anambas berhasil diamankan polisi, Sabtu, (17/5) kemarin.
Az diamankan polisi setelah bersetubuh dengan pelajar SMP sebut saja melati sejak Agustus 2024 lalu.
“Kita amankan tersangka atas laporan dari orang tua korban terkait pencabulan anak dibawah umur,” ujar Kapolres Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, Minggu, (18/5).
Dalam menjalankan aksinya, pelaku selalu mengimingi-imingi imbalan agar korban tertarik. Adapun imbalan yang diberikan pelaku antara lain uang harian sebesar Rp 50 ribu serta sepeda yang digunakan korban sebagai transportasi sehari-hari.
“Setiap datang kerumah pelaku, pelaku memaksa membuka baju dan celana korban, dan untuk aksi bejatnya dilakukan sebanyak empat kali,” kata Ricky.
Dari hasil pemeriksaan sementara, perbuatan cabul ini telah dilakukan selama 4 kali.
“Pelaku melakukan aksi bejatnya pertama kali pada bulan Agustus 2024, kemudian berlanjut di bulan Januari dan bulan Mei 2025, dimana pelaku memanggil dan mengajak korban kerumahnya,” terang Ricky.
Aksi ini terungkap setelah orang tua korban, Af curiga dengan anaknya yang selalu memiliki uang setiap hari ditambah lagi dengan sepda yang digunakan korban.
“Orang tua menanyakan dari mana korban bunga mendapatkan uang harian dan sepeda, dan akhirnya korban jujur menceritakan kejadian yang sebenarnya yang di alami,” jelasnya.
Tidak terima dengan apa yang di alami putrinya, ayah korban melaporkan pelaku ke Polres Anambas. Selanjutnya petugas langsung turun ke Desa Bayat untuk mengamankan pelaku.
“Pelaku mengakui semua perbuatannya. Akibatnya, pelaku disangkakan pasal Pasal 81 ayat (2) dan atau pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) dimana terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara,” kata Ricky.
AKBP Raden Ricky menghimbau mengimbau kepada para orang tua agar melakukan pengawasan yang melekat terhadap putra-putrinya, jangan biarkan berkeliaran tanpa ada pengawasan dari orang tua, orang dewasa atau orang yang dipercayakan
.
“Saya menaruh perhatian serius terhadap maraknya kasus pencabulan dan kasus tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Ricky.
Selain itu para orang tua diminta agar memberikan pemahaman terhadap anak-anak untuk tidak mudah terpengaruh terhadap orang yang belum dikenal dan jangan mudah dibujuk rayu dengan berupa uang atau barang.
“Tanamkan sejak dini pengetahuan agama dan norma-norma adab kesusilaan serta kesopanan kepada anak-anaknya,” pungkas AKBP Raden Ricky. (*)
Chief Officer Kapal Kemanusiaan Lie Darmawan II, Nandra. f.ihsan
batampos– Pagi itu, kapal kemanusiaan RSA dr Lie Darmawan II bersandar di Pelabuhan Sri Siantan, Tarempa, Anambas usai menempuh perjalanan jauh, Jum’at, (16/5).
Awak kapal terlihat sibuk menambatkan tali ke sisi dermaga. Setelah itu, mereka menyapa awak media yang kebetulan ada di Pelabuhan.
“Naik dulu bang ke kapal, liat-liat isi dalamnya,” ujar salah satu awak kapal, Doni.
Rencananya kapal ini akan memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Tarempa, Anambas pada 19-23 Mei.
Doni menceritakan kapal kemanusiaan ini merupakan milik Yayasan Dokter Peduli telah beroperasi sejak tahun 2022 yang diperuntukkan untuk membantu melayani kesehatan masyarakat pulau terluar dan terpencil.
“Dulu ada kapal satunya, sudah tenggelam tahun 2021 di Bima, NTB. Kalau yang ini kapal kedua, operasi perdana tahun lalu di Indonesia bagian Timur,” ujar Doni.
Kapal ini memiliki model seperti kapal Pinisi yang digerakkan oleh Mesin Yanmar dengan kekuatan 400 House Power (HP) dengan panjang 40 meter dan lebar 6 meter.
“Kecepatan kapal ini 5 atau 6 knots. Dan didukung teknologi canggih seperti radar dan sistem auto pilot,” jelas dia.
Selain itu, kapal ini memiliki dua ruang bedah yang digunakan untuk membedah pasien baik penyakit serius maupun penyakit biasa.
“Bisa operasi caesar (melahirkan), benjolan, kista dan kanker juga. Alhamdulillah semua bisa ditangani bang,” ungkap Doni.
Sementara itu, Chief Officer (Mualim 1), Nandra mengungkapkan pengalaman pribadinya selama bertugas di kapal kemanusiaan ini. Ia merasa senang karena bisa memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan.
“Kami berlayar sudah ditunggu sama pasien di daerah tujuan. Kedatangan kami tepat waktu yang diharapkan mereka karena banyak pasien yang hendak di operasi segera mungkin,” ungkap Nandra.
Selama mengawaki kapal kemanusiaan ini, dirinya pernah dihantam badai di perairan Banda, Maluku pada tahun lalu. Waktu itu, kapal terkena gelombang yang mencapai 4 meter.
“Air sudah masuk dari haluan depan. Bertubi-tubi gelombang datang. Alhamdulillah bisa kita lalui, saya rasa niat kita baik ingin membantu orang yang susah, Allah SWT memuluskan langkah kami,” tutur Nandra.
Nandra pun membeberkan perbedaan dalam mengawaki kapal niaga dengan kapal kemanusiaan. Menurutnya perbedaan ini terdapat di alur pelayaran dan pelayanan yang diberikan.
“Kapal niaga itu kan kita lewat alur yang ditentukan Syahbandar dan melayani perusahaan. Kalau kapal ini kita lewat alur yang jarang dilalui kapal lain, dan ya kita melayani masyarakat sakit,” jelas Nandra.
Jika sesuai jadwal, kapal RSA Lie Dharmawan II usai melayani Tarempa akan langsung berlayar menuju Tambelan. Kemudian ke Wakatobi, Sulawesi Tenggara. (*)
Sebanyak 115 Warga Negara Indonesia (WNI) dideportasi dari Malaysia ke Batam Sabtu (17/5). Foto. Yashinta/ Batam Pos
batampos – Sebanyak 115 Warga Negara Indonesia (WNI) dideportasi dari Malaysia ke Batam Sabtu (17/5). Dari ratusan yang dipulangkan, ternyata ada anak-anak dan bayi. Bahkan dari para Pekerja Migran Indonesia, diantaranya ada yang masih dibawah umur, yakni 17 tahun.
Mereka diberangkatkan dari Depot Tahanan Imigrasi (DTI) Kemayan, Pahang, menuju Pelabuhan Batam Center melalui Pelabuhan Pasir Gudang, Johor, menggunakan kapal feri MV MDM Express 02. Kepulangan mereka difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, dan seluruh proses kepulangan ini turut didampingi staf KJRI.
Setibanya di Batam, para PMI langsung diarahkan ke shelter milik BP3MI di kawasan Imperium, Batam Center, untuk proses pendataan dan istirahat sementara sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.
Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Center, Erik Mario Sihotang, menyebutkan bahwa mayoritas dari 115 PMI tersebut adalah laki-laki. “Namun di antara mereka juga terdapat dua bayi dan empat anak-anak,” ungkap Erik.
Tak hanya itu, salah satu dari PMI yang dipulangkan ada masih dibawah umur. Dimana kuat dugaan, PMI tersebut masuk ke Malaysia melalui jalur ilegal.
“Yang usia 17 tahun itu PMI, nah untuk berapa lama bekerja di Malaysia bisa ditanya ke petugas BP3MI,” terang Mario.
Sementara, Salah satu PMI yang ikut dipulangkan mengaku telah tinggal bertahun-tahun di Malaysia. Ia bahkan telah memiliki anak di sana. Namun karena persoalan izin tinggal, akhirnya ia ditangkap dan ditahan oleh kepolisian Malaysia.
“Ya, sempat ditahan beberapa bulan,” ujarnya lirih.
Ia mengaku nekat merantau ke negeri jiran karena sulitnya mendapatkan pekerjaan di kampung halaman.
“Cari kerja di Indonesia susah. Dapat pun gajinya kecil. Di Malaysia bisa dapat tujuh jutaan sebulan,” tuturnya. (*)
Sejumlah pengunjung menyambangi booth DKI Tour & Travel untuk mendapatkan penawaran menarik selama pameran ASITA KEPRI BCA Travel Fair 2025 di Mega Mall Batam Center. F. Disbudpar untuk Batam pos
batampos – ASITA Kepri BCA Travel Fair 2025 yang digelar di Atrium Timur Mega Mall Batam Center, memasuki hari ketiga dengan antusiasme pengunjung yang semakin tinggi. Acara ini berlangsung dari 15 hingga 18 Mei 2025, dan tidak hanya menawarkan paket wisata umum, tetapi juga perjalanan religi seperti umrah yang banyak diminati.
Salah satu peserta pameran, DKI Tour & Travel, menawarkan promo menarik berupa diskon sebesar Rp1 juta untuk perjalanan umrah.
Herlando, pemilik DKI Tour & Travel, menyampaikan bahwa promo ini menggunakan maskapai Qatar Airways dengan rute keberangkatan dari Singapura dan mendarat di Madinah.
“Kami sangat senang bisa berpartisipasi dalam Travel Fair ini. Promo umrah dengan diskon spesial benar-benar menarik minat pengunjung, terutama karena kami menggunakan Qatar Airways,” ujar Herlando, Sabtu (17/5).
Ketua ASITA Kepri, Eva Betty, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan BCA. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti pelaku industri pariwisata,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, optimistis pameran perjalanan wisata dan pendukungnya semacam ini akan mendorong sektor pariwisata di Kota Batam menggeliat kembali.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi yang patut diapresiasi demi kemajuan pariwisata Batam dan Kepri,” katanya.
Pameran ini diikuti oleh 25 agen perjalanan dan delapan peserta booth branding, yang menawarkan beragam destinasi wisata, mulai dari Kepulauan Riau, berbagai daerah di Indonesia, hingga luar negeri. Partisipasi brand besar seperti Bintan Resorts, Royal Caribbean Cruise, Garuda Indonesia, BCA Insurance, iFORTE, serta Tourism Johor/Jom Stay, turut memperkuat daya tarik acara ini sebagai ajang promosi wisata lintas negara.
Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai promo menarik dari agen-agen perjalanan. Bagi nasabah BCA, tersedia penawaran eksklusif seperti cashback hingga Rp1 juta dan promo lainnya.
ASITA Kepri BCA Travel Fair 2025 menjadi momentum penting dalam menggairahkan kembali sektor pariwisata Kepri melalui sinergi antara pelaku industri dan perbankan, sekaligus memperkuat peran Batam sebagai pintu utama wisatawan domestik dan mancanegara. (*)