Rabu, 4 Maret 2026
Beranda blog Halaman 1605

Lari Malam Melewati Rute Industri di Bintan, Tropical Night Run 2025 Diikuti Ratusan Pelari

0
Sejumlah orang mengikuti event Tropical Night Run 2025, berlari di malam hari setelah dilepas oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan di Kawasan Bintan Industrial Estate, Lobam, Sabtu (12/4/2025). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Ratusan orang dari berbagai daerah di Kepulauan Riau turut serta dalam event lari malam hari, Tropical Night Run 2025, yang digelar di Kawasan Bintan Industrial Estate, Lobam, Sabtu (12/4/2025).

Para peserta dibekali dengan gelang LED yang menyala dalam gelap sebagai atribut mereka berlari.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyampaikan bahwa event Tropical Night Run 2025 menjadi salah satu kegiatan olahraga menarik karena merupakan event lari malam hari.

BACA JUGA: Kasus Pemotor Tabrak Lari di Tanjungpinang Berakhir Damai

Event ini menghadirkan keseruan tersendiri karena berlari di malam hari dengan suasana kawasan industri.

Event lari dengan rute sepanjang 5 Kilometer ini juga makin mengukuhkan Bintan sebagai destinasi sport tourism.

“Mudah-mudahan event seperti ini bisa dilakukan rutin,” harapnya.

General Manager PT. Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), Aditya Laksamana mengatakan bahwa event Tropical Night Run 5K adalah event pioneer yang memadukan sportainment dan konservasi lingkungan di jantung Kawasan Industri.

Setiap peserta secara otomatis menyumbang satu bibit mangrove melalui pendaftaran, sehingga turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.

Dengan konsep industrial resorts, event ini juga mengenalkan dunia industri dengan menyuguhkan rute unik yang membelah Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) kepada masyarakat.

Konsep tersebut berhasil menarik minat sebanyak 10 komunitas lari lintas Kepulauan Riau untuk turut ambil bagian.

Berbeda dengan event lari di kawasan Bintan Resorts, Lagoi, yang mengelilingi rute resort dan hotel.

Pada event ini menawarkan suasana malam hari dengan pemandangan aktivitas galangan kapal dan pabrik.

Aditya juga menekankan bahwa event ini sekaligus untuk mengingatkan peserta yang rata-rata merupakan pekerja tentang pentingnya hidup sehat.

Diharapkan acara lari malam hari ini menjadi ikon kolaborasi antara industri, olahraga dan pelestarian lingkungan. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Lari Malam Melewati Rute Industri di Bintan, Tropical Night Run 2025 Diikuti Ratusan Pelari pertama kali tampil pada Kepri.

Lawan Trek Ekstrem, CRF Tetap Melesat Raih Podium di Kejurnas Motocross Wonosobo

0

batampos – Pebalap muda Astra Honda Racing Team (AHRT), Arsenio Al Ghifari, berhasil meraih posisi ketiga (P3) pada Race 1 kelas MX2 di seri perdana Kejurnas Motocross 2025 yang berlangsung di Sirkuit Akarmas Sumbing Mountain, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (13/4). CRF250R yang jadi andalanya, tetap tangguh ditengah cuaca yang berubah ekstrem.

Perlombaan berlangsung dengan tantangan yang begitu berat setelah hujan deras mengguyur lintasan jelang balapan. Kondisi tanah yang gembur dan berlumpur bahkan memaksa penyelenggara untuk melakukan bypass pada beberapa bagian sirkuit guna menjaga keselamatan pembalap.

Tim teknis AHRT memutuskan menggunakan ban tipe mid-soft, menyesuaikan dengan kondisi ruts (alur ban) yang dalam, namun masih menyisakan lapisan padat di bagian bawah lintasan. Meskipun strategi pemilihan ban cukup tepat, lintasan yang licin dan teknikal menyulitkan para pebalap tampil maksimal.

Sepanjang balapan, Arsenio sempat lima kali terjatuh dari motor akibat kehilangan grip dan kesulitan menjaga jalur ban tetap berada di ruts yang tepat. Meskipun demikian, ia berhasil menyelesaikan balapan dan mengamankan podium, menunjukkan daya juang tinggi di tengah cuaca dan kondisi lintasan yang ekstrem.

“Kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat kondisi trek menjadi cukup ekstrem. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya, dengan terpeleset beberapa kali. Namun saya berhasil finish di posisi 3. Race 2 juga dibatalkan sehingga saya kehilangan kesempatan membuktikan kemampuan saya yang lebih baik. Saya akan berusaha tampil lebih baik di putaran berikutnya,” kata Arsenio.

Kondisi trek yang semakin jauh dari ideal membuat penyelenggara akhirnya membatalkan race kedua. Kerusakan pada trek yang semakin parah ditambah kabut tebal yang mulai turun menjelang sore, dianggap cukup riskan untuk menggelar balapan.

General Manager Marketing Planning & Analysis PT Astra Honda Motor Andy Wijaya memberikan apresiasi tinggi untuk perjuangan Arsenio. meski menghadapi situasi sulit, pebalap muda Indonesia itu tetap mampu menyelesaikan balapan dengan hasil baik.

“Podium ketiga di tengah kondisi lintasan yang begitu ekstrem menunjukkan semangat dan konsistensi Arsenio sebagai pebalap muda, sekaligus ketangguhan CRF yang tetap kencang dalam segala kondisi. Ini awal yang positif untuk musim tahun ini,” kata Andy.

Podium di seri pembuka membuat Arsenio tetap menjaga peluang untuk merebut gelar juara nasional 2025. Seri berikutnya akan dilaksanakan di Pinrang, Sulawesi Selatan, Juli mendatang. AHRT dan Arsenio akan mempersiapkan diri lebih matang untuk menghadapi total tujuh seri dan bangkit lebih kuat di lintasan. (*)

Artikel Lawan Trek Ekstrem, CRF Tetap Melesat Raih Podium di Kejurnas Motocross Wonosobo pertama kali tampil pada Olahraga.

Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri Lantik 26 Notaris Baru, Minta Jaga Harkat dan Martabat Profesi

0
Kepala Kanwil Kemenkum Kepri, Edison Manik melantik 26 Notaris baru, Senin (14/4).
F. Kemenkum untuk BATAM POS

batampos  – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Kepulauan Riau, Edison Manik, melantik 26 notaris baru dan satu Pengganti Antarwaktu (PAW) Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) Kabupaten Karimun, pada Senin (14/4).

Pelantikan 26 notaris baru tersebut dilakukan sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM tentang Pengangkatan Notaris Baru. Masing-masing diangkat dengan formasi jabatan: lima orang berkedudukan sebagai notaris di Kota Tanjungpinang, 13 orang di Kabupaten Bintan, dan delapan orang di Kabupaten Karimun.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah/janji jabatan oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri yang diucapkan ulang oleh para pejabat yang dilantik, dengan disaksikan oleh rohaniawan. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh pejabat yang dilantik, saksi, dan juga Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri.

Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri, Edison Manik, meminta kepada para notaris yang baru saja dilantik untuk selalu menjaga harkat dan martabat profesi jabatannya sebagai officium nobile, terlebih dengan mengingat perjuangan mereka hingga akhirnya resmi menjadi notaris.

“Yang telah melalui serangkaian tahapan yang sangat panjang, bahkan menjadi angkatan notaris pertama kali dalam sejarah Indonesia yang mengikuti ujian CAT,” kata Edison.

Menurutnya, penting untuk mencermati dengan saksama hal-hal yang menjadi substansi muatan peraturan perundang-undangan sebagai landasan notaris dalam melaksanakan tugas jabatannya.

“Selalu meng-update dan meng-upgrade pengetahuan tentang praktik jabatan notaris yang terus berkembang secara dinamis di lapangan,” tambahnya.

Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri juga mengingatkan bahwa notaris perlu mengetahui dan memahami tugas serta fungsi masing-masing lembaga pengawasan dan pembinaan notaris sesuai jenjangnya.

“Mulai dari MPDN, MPW, MKNW, MPPN, hingga MKNP, serta peduli dan aktif memberikan kontribusi positif pada organisasi profesi jabatan yang menaungi di wilayah,” pungkasnya. (*)

Artikel Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri Lantik 26 Notaris Baru, Minta Jaga Harkat dan Martabat Profesi pertama kali tampil pada Kepri.

Jalan dan Drainase Menuju Kantor Camat Sagulung Mulai Diperbaiki

0
Normalisasi drainase di Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Perbaikan infrastruktur jalan dan saluran drainase menuju Kantor Kecamatan Sagulung, Kota Batam, mulai dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas akses dan mengatasi persoalan banjir di kawasan tersebut.

Tahap awal perbaikan dimulai dengan pengerukan saluran drainase induk yang selama ini menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran air saat musim hujan. Pengerukan dilakukan dari arah Kantor Camat Sagulung menuju Simpang Putri Hijau.

Proyek ini diselaraskan dengan rencana pelebaran jalan yang saat ini juga sedang berlangsung di kawasan Simpang Empat Putri Hijau. Dengan demikian, selain memperlancar arus air, pelebaran jalan diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi pada jam-jam sibuk.

Camat Sagulung, M. Hafiz Rozie dalam keterangannya, menyampaikan bahwa perbaikan ini tidak hanya mencakup saluran air, tetapi juga penambalan jalan yang rusak. Menurutnya, banyak titik jalan di kawasan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah dan sudah lama perlu penanganan.

“Bertahap kita tangani dan ini realisasi dari usulan kita sebelumnya,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung proyek ini dengan menjaga ketertiban, terutama dalam hal membuang sampah agar tidak menyumbat saluran drainase yang baru diperbaiki.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini sangat tergantung pada partisipasi masyarakat. “Mari dukung Pemko Batam dengan tertib membuang sampah. Ini semua demi mengatasi banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih baik,” tambahnya.

Suharti, salah satu warga Sagulung, menyambut baik dimulainya proyek perbaikan ini. Ia berharap proses pengerjaan bisa berjalan lancar dan tidak menemui hambatan yang berarti di lapangan.

Menurut Suharti, kondisi jalan yang rusak selama ini cukup mengganggu aktivitas warga, apalagi saat hujan deras turun dan air menggenangi jalan karena drainase yang tidak berfungsi baik. “Semoga cepat selesai dan air bisa mengalir lancar,” harapnya.

Dinas terkait menyatakan bahwa proyek ini ditargetkan selesai dalam beberapa minggu ke depan, tergantung kondisi cuaca dan kelancaran proses pengerjaan di lapangan. Pemerintah juga akan terus memantau dan mengevaluasi progres pekerjaan ini secara berkala.

Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan kawasan Sagulung bisa terbebas dari genangan air, dan aktivitas masyarakat pun bisa berlangsung lebih lancar dan aman. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jalan dan Drainase Menuju Kantor Camat Sagulung Mulai Diperbaiki pertama kali tampil pada Metropolis.

Sering Dibuli dan Disebut “Bongak”, Honorer di Batam Gorok Sepupunya Sendiri

0
Pelaku saat diamankan anggota Polsek Sekupang. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Seorang pegawai honorer Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Faras Kausar, 26, nekat menggorok leher rekannya sendiri, Hafiz Rinanda, 29, hingga tewas. Aksi sadis ini dilakukan pelaku karena sakit hati kerap dibuli dan diejek “bongak” oleh korban.

Faras dan Hafiz diketahui juga masih memiliki hubungan keluarga dan sama-sama telah lulus seleksi PPPK. Keduanya bekerja di sub bagian Gedung Dinas Cipta Karya. Korban telah bekerja lima tahun, sementara pelaku baru dua tahun.

“Motifnya karena pelaku merasa sering dibuli dan dihina korban, termasuk dipanggil dengan sebutan ‘bongak’. Ini sudah berlangsung lama dan pelaku akhirnya tidak tahan,” ungkap Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, Senin (14/4).

Baca Juga: Honorer Dinas Cipta Karya Batam Tewas Ditikam Rekan Kerja

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 10.15 WIB di belakang kantor. Saat itu korban memanggil pelaku untuk bersalaman setelah libur Idulfitri. Namun tanpa banyak bicara, pelaku yang sudah membawa pisau dari rumah langsung menjepit leher korban dari belakang dan menyayatnya dengan tangan kiri.

Pelaku yang dikenal pendiam ini sempat diamankan oleh rekan kerja lainnya dalam kondisi tegang. Pisau yang digunakan sempat dibuang ke jurang tak jauh dari lokasi kejadian.

“Ada enam orang di lokasi saat kejadian. Korban sempat dibawa ke RS BP Batam, tapi nyawanya tak tertolong,” kata Benhur.

Polisi telah mengamankan pelaku dan barang bukti. Atas perbuatannya, Faras dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 tentang pembunuhan, serta Pasal 345 tentang penganiayaan berat. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Sering Dibuli dan Disebut “Bongak”, Honorer di Batam Gorok Sepupunya Sendiri pertama kali tampil pada Metropolis.

Ketika Legislator Menyisihkan Fungsi Kontrol, Fenomena ‘Pengawalan’ DPRD ke Kepala Daerah di Batam

0

batampos – Pemandangan anggota DPRD Batam mendampingi Wali Kota dan Wakil Wali Kota/Kepala dan Wakil Kepala BP Batam dalam berbagai agenda lapangan kini bukan lagi hal asing. Dari peresmian proyek hingga inspeksi mendadak, kehadiran wakil rakyat tampak begitu menyatu dengan aktivitas eksekutif.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius tentang batasan peran dan fungsi antara lembaga legislatif dan eksekutif. Apakah DPRD masih menjalankan fungsi pengawasan secara independen, atau telah bertransformasi menjadi mitra kerja tanpa garis kritis?

Di berbagai platform media sosial, kritik dari warga bermunculan. Banyak yang menyebut anggota dewan seolah menjadi “tim sukses permanen” kepala daerah, bukan lagi wakil rakyat yang mengawasi kebijakan dan pelaksanaannya.

“Fungsi dewan itu mengawasi, bukan mengawal,” tulis seorang warga dalam unggahan yang ramai dibagikan warganet.

Secara konstitusional, DPRD memiliki tiga fungsi utama: legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ketiganya seharusnya dijalankan dengan integritas dan keseimbangan yang ketat terhadap eksekutif.

Namun, ketika wakil rakyat lebih sering terlihat mendampingi kepala daerah dibanding mengkritisi kinerjanya, muncul kekhawatiran soal tumpulnya fungsi kontrol terhadap kekuasaan.

Kehadiran fisik anggota dewan dalam kegiatan eksekutif seolah menjadi simbol dari hubungan yang terlalu akrab. Akibatnya, publik ragu terhadap independensi pengawasan yang seharusnya menjadi ruh utama kerja legislatif.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Rahmayandi Mulda, menilai fenomena ini sebagai pergeseran fungsi yang membahayakan demokrasi lokal.

“Jika anggota dewan terkesan menjadi pengawal wali kota, ada kemungkinan mereka belum memahami fungsinya sebagai pengawas. Dampaknya jelas terhadap check and balance, dan menurunkan kualitas lembaga legislatif,” katanya, Senin (14/4).

Menurutnya, kedekatan yang tak proporsional antara DPRD dan kepala daerah membuka ruang pelanggaran etika dan konflik kepentingan. Apalagi jika didorong oleh dinamika politik transaksional dan koalisi yang terlalu solid.

Rahmayandi juga menyoroti lemahnya independensi lembaga legislatif saat ini. “Kondisi ini diperparah oleh budaya politik yang pragmatis dan orientasi kekuasaan partai,” tambahnya.

Koalisi besar pasca pemilu, katanya, seringkali menciptakan hubungan yang terlalu harmonis antara legislatif dan eksekutif, hingga mengaburkan fungsi kontrol yang semestinya berjalan kritis dan objektif. Dalam situasi seperti ini, masyarakat sebagai pemilih harus menjadi penyeimbang baru.

“Kritis dan berani menyuarakan lewat media sosial atau kanal publik lainnya adalah salah satu cara agar pejabat publik merasa diawasi,” katanya.

Anggota DPRD Batam, Hendra Asman, membela diri atas fenomena ini. Menurutnya, kehadiran dalam kegiatan kepala daerah adalah bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan secara langsung.

Ia menyebut DPRD bukan lembaga independen, melainkan bagian dari penyelenggara pemerintahan daerah yang bertugas mengawal pelaksanaan pembangunan. Pengawasan tidak hanya dilakukan melalui rapat dan laporan, tetapi juga dengan turun langsung ke lapangan bersama kepala daerah, terutama menindaklanjuti aduan masyarakat.

“Dengan ikut sidak bersama wali kota, kami bisa menyampaikan langsung keluhan warga. Ini bagian dari cara kami menjalankan fungsi kami secara efektif,” katanya.

Namun, pembelaan tersebut justru menyoroti ambiguitas peran legislatif. Ketika pengawasan dilebur dalam kemitraan lapangan, publik kesulitan membedakan mana pengawas, mana yang diawasi.

Jika setiap aduan masyarakat langsung ditangani dalam satu panggung yang sama dengan eksekutif, maka potensi konflik kepentingan akan semakin terbuka. Di sinilah etika politik seharusnya menjadi pagar yang tegas.

Dalam kerangka demokrasi yang sehat, fungsi DPRD adalah menjadi penyeimbang yang kritis, bukan pendamping yang loyal. Harmonisasi tanpa kontrol justru bisa melahirkan stagnasi kebijakan.

Apalagi dalam konteks penganggaran, DPRD memiliki peran vital yang rentan disalahgunakan bila tidak dijaga integritasnya. Ketika fungsi anggaran dan pengawasan melebur tanpa jarak, lahirlah potensi kompromi yang merugikan publik.

Hendra sendiri mengakui bahwa partainya adalah pengusung kepala daerah saat ini. Meski menyebut tidak ada tekanan politik secara hirarki, ia mengaku merasa wajib mendukung program kepala daerah sebagai bagian dari etika politik.

Pernyataan ini memperkuat asumsi publik: kepentingan partai seringkali mendominasi keputusan legislatif, termasuk dalam mengontrol atau malah meloloskan kebijakan kepala daerah. Jika semua program kepala daerah harus “dikawal” DPRD agar berjalan sesuai visi misi, lalu siapa yang akan menilai apakah program itu benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran?

Legislator justru dibutuhkan untuk mengajukan pertanyaan sulit, bukan menyederhanakan jalannya pemerintahan. Tanpa kritik, tidak ada pembenahan. Tanpa kontrol, tidak ada akuntabilitas.

Demokrasi lokal Batam akan kehilangan jiwanya jika lembaga legislatif tak lagi berani bersuara. Fungsi kontrol bukan sekadar prosedur, tapi bentuk keberpihakan terhadap rakyat yang memilih mereka.

Fenomena “pengawalan” ini harus dibaca sebagai sinyal bahaya bagi pelemahan fungsi DPRD. Hubungan yang terlalu mesra antara pengawas dan eksekutor bukan wujud kerja sama ideal, tapi risiko besar bagi transparansi.

Menghadirkan kepercayaan publik pada lembaga DPRD memerlukan jarak sehat dan prinsip-prinsip etika politik yang dijalankan tanpa kompromi. Demokrasi yang kuat dibangun di atas keseimbangan, bukan harmoni semu.

Sebagaimana adagium demokrasi: penguasa yang baik pun tetap butuh pengawas yang kritis. Tanpa itu, kekuasaan hanya akan berjalan tanpa arah, dan rakyat kehilangan wakil sejatinya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Ketika Legislator Menyisihkan Fungsi Kontrol, Fenomena ‘Pengawalan’ DPRD ke Kepala Daerah di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Teka Teki di Balik Anggaran Dana Publikasi Dishub Lingga, Hanya Segelintir Media yang di Ploting untuk Kerja Sama

0
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal. F. Vatawari/BATAM POS

batampos– Anggaran Dana Publikasi yang ada Di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga Tahun 2025 sudah di ploting untuk beberapa media saja. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal saat dikonfirmasi Batampos pada Jumat (11/4).

Berdasarkan data yang diterima oleh Batampos yang tertera di Surat Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Anggaran Dana Publikasi yang ada di Dishub Lingga sebesar Rp 67 juta.

Dengan anggaran yang sebesar itu, hanya beberapa media saja yang dapat masuk kerja sama dengan pihak Dishub Lingga. Hal ini berdasarkan keterangan langsung dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga.

BACA JUGA: Ini Daftar OPD Lingga yang Anggarkan Kerjasama Media hingga Miliaran Rupiah di 2025

“Ada,cuma sudah di plot kemaren untuk beberapa media karena tak banyak, hanya Rp 500 ribu periklan. Pagunya tak banyak karena dipangkas kemaren. Jadi tidak bisa mengakomodir semua media,” ujar Hendry Efrizal, Jumat (11/4).

Hendry mengatakan untuk anggaran tahun 2026 nanti akan diusahakan agar semua Media dapat terakomodir untuk kerjasama iklan di Dinas Perhubungan.

“Coba nanti Angaran di Tahun 2026 kalau bisa kami tingkatkan pengajuan di pagu anggarannya. Semoga di setujui agar dapat mengakomodir semua Media yang ada di Kabupaten Lingga,” ungkapnya.

Hendry menyampaikan untuk Dana Publikasi tahun 2025 yang ada di Dishub ini diberikan kepada media yang sudah masukkan permohonan Kerja sama kepada Dishub Lingga melalaui proposal kerjasama.

“Untuk media yang sudah di ploting untuk kerjasama dengan Dishub Lingga berdasarkan permohonan pengajuan kerjasama yang dimasukkan oleh beberapa media dengan proposal kerjasama,” terangnya.

Kendati demikian, terkait anggaran dana publikasi yang ada di Dinas Perhubungan dinilai tidak transparan karena tidak pernah ada penyampaian secara langsung kepada awak media dari Dishub Lingga sendiri.

Seharusnya, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memilki Anggaran Dana Publikasi untuk menginformasikan kepada publik agar masyarakat dan awak media mengetahui berapa anggaran yang di miliki oleh setiap OPD untuk dana publikasi agar semuanya menjadi transparan.

Namun pada kenyataannya, jangankan masyarakat awam, bahkan pihak media sendiri tidak mengetahui informasi terkait anggaran Publikasi yang ada di setiap OPD Kabupaten Lingga. Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi setiap OPD, kenapa hal tersebut tidak disampaikan secara transparan kepada masyarakat dan awak media.

Apakah hanya beberapa media saja yang boleh mendapatkan informasi terkait anggaran dana Publikasi di setiap OPD. Jika memang seperti itu, ada apa dibalik tidak transparannya informasi anggaran dana Publikasi yang ada di setiap OPD, dan mengapa hanya beberapa rekan-rekan media saja yang mengetahui informasi ini. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Teka Teki di Balik Anggaran Dana Publikasi Dishub Lingga, Hanya Segelintir Media yang di Ploting untuk Kerja Sama pertama kali tampil pada Kepri.

Lowongan Kerja di Batam Masih Tersedia, Rekrutmen Besar Diprediksi Terjadi pada Juni

0
Ilustrasi. Pekerja di Kawasan Batamindo Mukakuning. Foto. Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Meskipun belum terlihat adanya rekrutmen besar-besaran pasca-Lebaran, peluang kerja di Batam masih terbuka lebar. Sejumlah perusahaan, khususnya yang berada di kawasan industri seperti Batamindo, sudah mulai membuka lowongan kerja sejak awal April 2025.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan bahwa sejak tanggal 2 April hingga pertengahan April ini, terdapat sekitar 26 lowongan kerja yang diinformasikan langsung ke instansi terkait. Jumlah tersebut diperkirakan lebih banyak lagi, mengingat tidak semua perusahaan menyampaikan informasi lowongan secara resmi.

“Lowongan kerja sudah mulai dibuka sejak libur Lebaran berakhir, tepatnya mulai 2 April. Sampai sekarang, sudah ada sekitar 26 lowongan yang kami terima informasinya. Itu pun hanya yang disampaikan ke kita. Karena ada juga perusahaan yang membuka lowongan secara mandiri, tanpa melalui kami,” ujarnya, Senin (14/4).

Baca Juga: Pencari Kerja Masih Rendah Pascalebaran, Disnaker Batam Perketat Layanan untuk KTP Luar Daerah

Ia menjelaskan bahwa posisi yang dibutuhkan tidak hanya sebatas operator produksi seperti yang umum dibutuhkan di sektor manufaktur. Saat ini, banyak perusahaan juga membuka lowongan untuk posisi di tingkat manajemen, teknis, akuntansi, hingga administrasi. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Batam semakin beragam, tidak hanya fokus pada tenaga kerja level bawah.

“Memang kalau bicara operator, lowongannya masih terbatas. Tapi untuk posisi lain seperti manajerial, teknisi, hingga accounting, justru banyak dibuka. Ini menunjukkan bahwa struktur kebutuhan tenaga kerja juga mengalami perubahan,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mencatat adanya penurunan signifikan dalam jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang masuk maupun memperpanjang izin kerja di Batam. Bila dibandingkan tahun lalu, jumlah TKA yang masuk pada periode yang sama jauh lebih rendah.

“Kalau tahun lalu, pada awal April hingga tanggal 10 itu rata-rata ada sekitar 50 orang yang memperpanjang izin kerja. Tapi tahun ini, hanya 4 orang yang memperpanjang. TKA baru yang masuk pun hanya 25 orang sejauh ini,” katanya.

Baca Juga: Awal Tahun, 5.585 Pencari Kerja di Batam Serbu Disnaker dan Kantor Kecamatan Urus Kartu Kuning

Penurunan ini diduga karena beberapa proyek yang melibatkan tenaga kerja asing, seperti proyek konstruksi, sudah rampung. Meski begitu, sektor manufaktur disebut tidak terlalu terdampak dengan menurunnya TKA tersebut.

“Bisa jadi karena proyeknya memang sudah selesai, terutama di bidang konstruksi. Tapi untuk manufaktur, harusnya tidak begitu terpengaruh. Jadi, ini belum tentu karena kebijakan, bisa juga memang kebutuhan sudah terpenuhi,” tambahnya.

Ia memprediksi, gelombang rekrutmen tenaga kerja besar-besaran di Batam akan terjadi pada bulan Juni. Hal ini mengacu pada pola tahunan di mana banyak kontrak kerja di sektor manufaktur yang berakhir pada bulan Mei dan Juni, sehingga perusahaan akan membuka rekrutmen untuk pengganti tenaga kerja lama.

“Kalau melihat pola tiap tahun, biasanya puncak rekrutmen terjadi bulan Juni. Karena banyak kontrak kerja itu selesai bulan Mei. Jadi Juni itu waktunya perusahaan buka lowongan dalam jumlah besar,” jelasnya.

Salah satu perusahaan besar di kawasan Muka Kuning bahkan disebut-sebut akan membuka lowongan kerja hingga 1.700 posisi pada Juni mendatang. Rekrutmen itu tidak hanya menyasar operator produksi, tetapi juga posisi di level manajerial, administrasi, akuntansi, dan tenaga kerja menengah ke atas lainnya.

“Perusahaan di Muka Kuning akan buka 1.700 lowongan pada bulan Juni. Tidak hanya manufaktur, tapi juga untuk posisi strategis seperti manajerial, admin, accounting dan lainnya. Mereka sedang siapkan semua itu sekarang,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Lowongan Kerja di Batam Masih Tersedia, Rekrutmen Besar Diprediksi Terjadi pada Juni pertama kali tampil pada Metropolis.

Ponton di Dermaga Kota Rebah Tanjungpinang Rusak Parah

0
Kondisi ponton di Dermaga Kota Rebah Tanjungpinang yang sudah mengalami kerusakan, Minggu (13/4). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Sebuah ponton yang ada di dermaga tempat wisata Kota Rebah, Kota Tanjungpinang, Kepri mengalami kerusakan parah. Kerusakan ini menarik perhatian warga, yang kerap mengunjungi tempat tersebut.

Pantauan Batam Pos, Minggu (13/4) ponton tersebut tampak miring dan konstruksinya ambruk masuk ke dalam air. Kemudian atap pelindung dan lantai akses ke ponton tak beraturan ke arah laut. Sejumlah tiang penyangga utama masih berdiri, namun tidak lagi menopang struktur ponton.

“Pagi-pagi kami kesini untuk nongkrong saja. Jadi sata kaget juga, dermaganya sudah rusak parah begini,” kata Andi, seorang pengunjung wisata Kota Rebah.

BACA JUGA: Empat Ponton di Pelabuhan SBP Tanjungpinang Segera Diperbaiki

Menurutnya, kerusakan terhadap ponton dermaga Kota Rebah tersebut disebabkan kondisi bangunan yang sudah tua, hingga minimnya perawatan. Ia pun berharap pemerintah setempat dapat turun tangan melakukan perbaikan.

“Apalagi Ini salah satu ikon wisata Kota Rebah. Sayang kalau dibiarkan rusak seperti ini,” sebutnya.

Dermaga Wisata Kota Rebah selama ini memang menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk bersantai, memancing, atau sekadar menikmati matahari terbenam. Kerusakan ponton tersebut, membuat para pemancing terpaksa mencari lokasi lain.

“Biasanya kita memang mancing diatas ponton tersebut. Karena rusak ya kita geser, cari ke tempat yang lebih aman,” tambah Suhairi, warga lainnya.

Sementara Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang enggan memberikan jawaban, saat dikonfirmasi terkait rusaknya ponton di dermaga wisata Kota Rebah tersebut. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Ponton di Dermaga Kota Rebah Tanjungpinang Rusak Parah pertama kali tampil pada Kepri.

Jorok, Sampah Menggunung Pinggir Jalan di Tanjung Unggat

0
Sampah menggunung di pinggir jalan yang ada di kawasan Tanjung Unggat, Senin (14/4). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Tumpukan sampah menggunung di pinggir jalan permukiman, yang ada di kawasan Kelurahan Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang, Kepri. Selain merusak pemandangan, keberadaan sampah rumah tangga tersebut juga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Pantauan Batam Pos, kondisi ini tampak membuat pengendara sepeda motor dan warga pejalan kaki yang melintas merasa terganggu. Tidak sedikit dari mereka terpaksa menutup hidung, saat melintas di area tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ahamad Yani mengatakan bahwa sampah-sampah itu diduga hasil perbuatan warga sekitar, yang membuang secara sembarangan.

BACA JUGA: Sampah Dikelola PT AGB tapi Sarana Transportasi Gunakan Milik Pemkab

Terlebih, DLH telah menyiapkan tempat pembuangan sementara (TPS) yang letaknya tidak begitu jauh, dari tempat tersebut.

“Itukan yang buang masyarakat juga. Yang jelas kita sudah siapkan tempat, agar mereka buang sampah di tempat yang sudah kita sediakan,” kata Ahmad Yani, Senin (14/4).

Ia menegaskan, bahwa ada sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan, terutama dalam jumlah banyak. Kendati demikian, kata dia penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2017 itu dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Untuk sanski Satpol PP yang melakukan penegakan hukum. Yang jelas kita sudah siapkan tempat sampah agar warga membuang sampah disitu,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Tanjungpinang, Irwan Yacob menyampaikan akan melakukan pemantauan, untuk mengetahui pelaku pembuang sampah sembarangan tersebut.

Ia mengaku, pihak Satpol PP Tanjungpinang juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga sekita, untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan di area itu. Terlebih lagi, di lokasi itu sudah ada plang larangan membuang sampah.

“Kita juga akan berkoodinasi dengan DLH. Apakah disana (lokasi) kekurangan tong sampah atau tidak,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Jorok, Sampah Menggunung Pinggir Jalan di Tanjung Unggat pertama kali tampil pada Kepri.