
batampos – PT Indojaya Agrinusa (Japfa Group) memastikan ketersediaan ayam hidup untuk wilayah Tanjungpinang dan Bintan dalam kondisi aman selama Ramadan hingga Idulfitri.
Head of Feed Operations Sumatera PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Anwar Tandiono, mengatakan pasokan ayam dari peternakan mereka mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.
“Yang jelas kondisi stok ayam kita aman sampai Lebaran nanti,” ujar Anwar, Selasa (24/2).
Meski demikian, ia enggan membeberkan jumlah pasti stok ayam yang tersedia di kandang. Ia hanya menegaskan distribusi berjalan normal dan tidak ada gangguan suplai.
Anwar menjelaskan, harga ayam hidup di tingkat peternak saat ini berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram. Harga tersebut disebut stabil dan tidak mengalami kenaikan dalam dua bulan terakhir.
“Sedangkan harga ayam hidup di kandang masih normal,” tambahnya.
Sementara itu, harga ayam potong di tingkat pedagang di Tanjungpinang dan Bintan rata-rata dijual sekitar Rp42 ribu per kilogram. Menurut Anwar, selisih harga tersebut masih dalam batas wajar.
Ia menilai perbedaan harga dipengaruhi sejumlah faktor biaya, mulai dari transportasi pengiriman hingga sewa lapak penjualan di pasar.
“Karena pedagang harus mengeluarkan biaya pengiriman, lalu menyewa lapak penjualan,” pungkasnya.
Dengan kondisi stok yang terkendali dan harga ayam hidup yang stabil, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan selama Ramadan. (*)
Artikel Pasokan Ayam di Tanjungpinang-Bintan Aman hingga Lebaran pertama kali tampil pada Kepri.









