Jumat, 19 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1662

TNI AU Gelar Mancing Ngarong ke-5 di Pantai Camar, Teluk Mata Ikan

0
Letkol Pnb Hendro Sukamdani bersama Walikota Batam Amsakar Achmad dalam Hari Bakti TNI AU di Batam. 

batampos – Dalam rangka memperingati Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-78, Lanud Hang Nadim Batam menggelar lomba Mancing Ngarong ke-5 di Pantai Camar, Teluk Mata Ikan, Minggu (20/7).

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi bentuk nyata TNI AU hadir dan menyatu bersama masyarakat pesisir.

Dengan semangat Hari Bakti TNI AU yang bertema “Meneladani Semangat Juang Para Pendahulu, TNI AU Siap Mewujudkan Angkatan Udara yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis Menuju Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa kerja bersama membuahkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mancing Ngarong ke-5 diikuti 130 peserta lintas usia dan gender. “Ada sekitar 15 ibu-ibu yang ikut. Peserta paling muda berusia 15 tahun, yang tertua 60 tahun.

Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, mengatakan kegiatan tersebut hasil kolaborasi antara Lanud Hang Nadim dan masyarakat Kelurahan Sambau serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat.

“Kami ingin Hari Bakti TNI AU tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain lomba mancing, TNI AU juga menggelar bakti sosial berupa pembagian ratusan paket sembako, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian bantuan kepada sopir taksi bandara dan kelompok tani binaan di kawasan Botania.

“Kami ingin citra wisata Pantai Camar ini makin dikenal luas. Pasirnya putih dan bersih, kalau bukan kita yang ekspos, siapa lagi?” ujar Hendro.

Ia berharap Mancing Ngarong bisa masuk dalam kalender resmi kegiatan Pemko Batam tahun depan.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengaku kagum dengan penyelenggaraan kegiatan yang ia sebut sebagai yang paling hebat dan heboh sepanjang pelaksanaan Mancing Ngarong.

“Tahun ini paling dahsyat! Karena digelar TNI AU, Ini bukti kolaborasi dan sinergi berbagai pihak. Semua kompak, dan ini luar biasa,” katanya.

Menurut Amsakar, pembangunan Batam tak bisa hanya mengandalkan satu sektor. Semua harus bergandengan tangan.

“Hari ini adalah manifestasi konkret dari semangat kolektivitas. Tidak bisa lagi Iron Man, Spiderman, atau Batman bekerja sendiri, semua butuh kolaborasi,” ujar Amsakar disambut gelak tawa peserta.

Ia juga memuji kekhasan tradisi Mancing Ngarong yang dilakukan dengan kaki masuk ke laut, joran di tangan, dan umpan seadanya seperti pumpun atau sotong.

“Saya pernah lakukan ini waktu kecil di kampung. Ikan yang didapat kadang cuma tokak, tapi semangatnya luar biasa,” kenangnya.

Ketua Pokdarwis Teluk Mata Ikan, Andi Mazlan, menyebut lomba tahun ini diikuti 130 peserta dari berbagai daerah, termasuk Tanjungbalai Karimun, Tanjungpinang, dan bahkan dari Singapura. “Awalnya ada 300 pendaftar, tapi yang hadir 130 orang karena beberapa ada kegiatan lain. Tahun depan kalau jadwal sudah ditetapkan Pemko, pasti akan lebih ramai,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa keterlibatan langsung Pemko Batam dan Lanud Hang Nadim adalah titik terang dari mimpi masyarakat lokal selama lima tahun terakhir.

“Kami ingin agar kampung kami dikenal sebagai destinasi wisata. Dengan dukungan seperti ini, harapan itu makin nyata,” ungkapnya.

Mancing Ngarong di Nongsa adalah tradisi memancing khas pesisir yang dilakukan dengan cara unik—berdiri langsung di lumpur atau air dangkal sambil menggunakan joran tradisional. Lebih dari sekadar lomba memancing, kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan masyarakat, pelestarian budaya lokal, serta sarana promosi wisata bahari Kota Batam, khususnya kawasan Teluk Mata Ikan, Kecamatan Nongsa.

Dengan dukungan pemerintah dan institusi seperti TNI AU, Mancing Ngarong kini berkembang menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas lokal, menggairahkan ekonomi masyarakat, serta mempererat sinergi antara warga, pemerintah, dan aparat negara. Tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong dan nilai-nilai kebudayaan Melayu yang hidup di tengah masyarakat Batam. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel TNI AU Gelar Mancing Ngarong ke-5 di Pantai Camar, Teluk Mata Ikan pertama kali tampil pada Metropolis.

BPR Mega Mas Lestari, Cabut Undian Super Mega Periode III

0
Direktur Utama PT BPR Mega Mas Lestari Franky J Mandang didampingi Direktur Martono saat menyerahkan pemenang undian utama secara simbolis Tabungan Super Mega Periode III disaksikan Komut BPR Shanti Dwi Lestari.f.TRI HARYONO/BATAMPOS

batampos– PT Bank Perekonomian Rakyat Mega Mas Lestari kembali menggelar gebyar undian tabungan Super Mega Periode III, untuk para nasabah BPR Mega Mas Lestari. Dengan bertabur hadiah yang cukup menarik mulai dari hadiah uang tunai Rp500 ribu, telepon pintar, smart tv 43 inc, mesin cuci, sepeda gunung, mas antam 2 gram, sepeda motor dan mobil.

Dalam kesempatan tersebut Direktur Utama (Dirut) BPR Mega Mas Lestarik Franky J Mandang mengatakan, program ini sebagai bentuk apresiasi kepada para nasabah setia BPR Mega Mas Lestari, yang dilaksanakan di hotel aston karimun, Sabtu (19/7).

” Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih kepada notaris Untarni, kepolisian dan dinas sosial kab karimun. Termasuk kepada nasabah, stakeholder serta seluruh rekan-rekan karyawan dan pemegang saham yang selalu mensupport, memberikan kepercayaan dan dukungan penuh untuk berkembang bersama BPR Mega Mas Lestari. terangnya.

BACA JUGA: Pengundian Nomor Urut di Pilkada Bintan, Roby – Deby Dapat Nomor Urut 1, Kolom Kosong Nomor Urut 2

Setelah sukses melaksanakan undian tabungan super mega periode I dan II, maka dilanjutkan dengan pencabutan undian tabungan super mega periode III pada tahun 2025 ini. Dengan slogan “tumbuh dan kembangkan perekonomian anda bersama kami”,

” Pada kesempatan ini, saya mengajak bapak dan ibu untuk mendukung dan mensukseskan produk terbaru BPR Mega Mas Lestari, yakni tabungan mega cashback. Dengan membuka tabungannya, anda langsung dapatkan uang tunai/cashbacknya,” ujarnya.

saat ini BPR Mega Mas Lestari kata Franky lagi, kembali mendapatkan penghargaan bergengsi dan satu-satunya BPR di Karimun yang memperoleh penghargaan untuk perkembangan bisnis tahun buku 2024 dengan predikat bintang 4 terbaik dengan kinerja keuangan
predikat sangat baikuntuk BPR beromzet Rp250 miliar keatas versi The Finance.

” Semester pertama ini, kita telah mencetak laba sebesar Rp4,6 miliar dengan perkembangan aset Rp359 miliar, dapat dilihat di laporan publikasi pada website OJK, atau website bpr mega mas Lestari, hal ini tentu tidak terlepas dari peran dan doa para pemegang saham, pengurus, karyawan/ti serta stakeholder dan para nasabah setia BPR Mega Mas Lestari,” ungkapnya.

Sementara itu pantauan dilapangan, proses penyerahan hadiah utama yaitu satu unit mobil honda brio atas nama Yuliandri yang diserahkan langsung oleh Dirut BPR Mega Mas Lestari Frenky J Mandang didampingi Direktur Martono dan salah satu pemegang saham yang juga sebagai Komut BPR Shanti.

” Saya mewakili suami, tidak menyangka dapat mobil. Terimakasih BPR Mega Mas Lestari, semoga semakin sukses dan berkembang terus BPR Mega Mas Lestari kedepannya,” ucapnya.(*)

Reporter: Tri Haryono

Artikel BPR Mega Mas Lestari, Cabut Undian Super Mega Periode III pertama kali tampil pada Kepri.

Peluang Mempromosikan Destinasi Wisata Batam dan Bintan

0
Kepala Dinas Parawisata Kepri Hasan bersama Kadis Parawisata Kota Batam Ardiwinata, perwakilan Parawisata Malaysia, Asita Kepri dan panitia memberikan keterangan tentangakan event Family Rally Wisata saat press conference di cafe Alio Golden City Bengkong, Minggu (20/7. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri bersama Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepri berpartisipasi dalam Family Rally Wisata. Acara ini menggandeng Tourism Johor dan berlangsung di 2 lokasi, yakni Malaysia dan Kepri.

Ketua ASITA Kepri, Eva Betty mengatakan acara ini merupakan peluang besar untuk mendatangkan banyak wisatawan dari Malaysia ke Kepri, khususnya ke Batam dan Bintan.

“Kita melihat ini peluang, timbal baliknya kita mendatangkan turis dari Johor,” ujarnya di Alio Beach Cafe, Bengkong, Minggu (20/7).

Acara Family Rally akan pertama diluncurkan di Johor, yakni bertajuk Explore Johor pada di tanggal 15-17 Agustus. Kemudian akan berangsung di Kepri bertajuk Adventure Batam-Bintan pada tanggal 6-8 Februari 2026.

“Ini kolaborasi yang sangat bagus. Ini konsepnya rally family, bukan balapan atau racing yang nanti acara pembukaan akan dihadiri Kerajaan atau Pemerintahan Johor,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan mengatakan bahwa acara ini merupakan konsep baru dan pertama kalinya diikuti.

Ia meyakini acara ini akan mendatangkan banyak wisatawan mancanegara (wisman) dari Malaysia. Sehingga target Pemprov Kepri untuk mendatangkan 1,7 juta wisman daam tahun ini bisa tercapai.

“Ini berkat sinergi antara Pemprov Kepri, Pemkot Batam, dan para pelaku usaha pariwisata,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan acara ini sebagai langkah tepat untuk mempromosikan wisata di Kota Batam.

“Nanti acaranya juga terpusat di Alio Beach Cafe yang memiliki konsep indah di tepi pantai dan bisa menampung banyak turis,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Peluang Mempromosikan Destinasi Wisata Batam dan Bintan pertama kali tampil pada Metropolis.

BC Tingkatkan Pengawasan Impor Daging, Minta Importir Masukkan Barang Sesuai Perizinan

0
Seorang pedagang daging sedang merapihkan daging sapi beku yang akan dijualnya, Kamis (17/7). Saat ini harga daging beku mengalami kenaikan. F Cecep Mulyana/Batan Pos

batampos – Harga daging sapi beku di Kota Batam mengalami lonjakan tajam hingga menyentuh angka Rp 160 ribu per kilogram. Kenaikan ini dikeluhkan masyarakat karena berdampak pada daya beli dan kebutuhan konsumsi rumah tangga sehari-hari.

Kepala Bea Cukai (BC) Batam, Zaky Firmansyah mengatakan saat ini pihaknya memang tengah meningkatkan pengawasan terhadap seluruh daging beku yang masuk ke Batam.

“Kami mulai meningkatkan pengawasan. Sejauh ini aktivitas normal,” ujarnya, Minggu (20/7).

Zaky mengaku perketatan pengawasan ini sesuai instruksi Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama. Bahkan, BC Batam telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) pemberantasan penyelundupan.

“Pak Dirjen BC telah menginstruksikan pembentukan Satgas Ini,” tegasnya.

Zaky menjelaskan satgas pemberantasan penyelundupan ini ditempatkan diseluruh pintu masuk barang dan penumpang. Kemudian di jalur laut yang dinilai rawan.

“Kami menghimbau importir agar memasukan barang sesuai dengan perizinan dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Zaky mengaku hingga akhir tahun ini pihaknya menekankan perbaikan penjaluran, penegakan hukum cukai yang lebih masif, serta meingkatkan kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya.

“Ini juga dilakukan selurub Satker Bea Cukai di seluruh Indonesia. Sehingga gerak dan langkahnya sama,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel BC Tingkatkan Pengawasan Impor Daging, Minta Importir Masukkan Barang Sesuai Perizinan pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalan Amblas di Jalur Lama Tanjunguban – Tanjungpinang Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gembira

0
Jalan amblas Toapaya
Perbaikan jalan lama yang menghubungkan Tanjunguban-Tanjungpinang mulai dikerjakan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Jalan lama Tanjunguban – Tanjungpinang di Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, yang sebelumnya mengalami kerusakan dan amblas akibat curah hujan tinggi, mulai diperbaiki pada Sabtu (19/7).

Seorang warga setempat, Haris, mengaku bersyukur atas dimulainya proses perbaikan jalan yang sempat membahayakan pengendara tersebut.

“Alhamdulillah akhirnya mulai dikerjakan,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Bintan, Suprapto, mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah. Ia menjelaskan, kerusakan terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan gorong-gorong ambles dan badan jalan rusak parah.

Sementara itu, Kasi Reservasi Jalan Dinas PUPR Kepri, Suji, menyebutkan bahwa perbaikan dilakukan dengan mengganti box culvert yang rusak.

“Perbaikan dilakukan dengan penggantian box yang lama dengan yang baru,” jelas Suji.

Sebelum pengerjaan dimulai, Dinas PUPR Kepri telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Kepolisian, serta pihak kecamatan terkait penutupan sementara jalan selama proses perbaikan berlangsung.

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Jalan Amblas di Jalur Lama Tanjunguban – Tanjungpinang Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gembira pertama kali tampil pada Kepri.

Pria Gantung Diri di Konter Ponsel, Motif Masalah Rumah Tangga dan Ekonomi

0
Jasad pria 30 tahun ini ditemukan tergantung di dalam konter ponsel miliknya Kampung Durian RT 06/RW 01, Minggu (20/7).

batampos – Warga Kampung Durian RT 06/RW 01 digegerkan dengan tewasnya MIA, Minggu (20/7) sekitar pukul 10.40 WIB. Jasad pria 30 tahun ini ditemukan tergantung di dalam konter ponsel miliknya.

Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh rekan sekaligus tetangga kiosnya.

“Korban ini sudah tidak kelihatan selama 2 hari dan biasanya korban mengirimkan status WA. Karena penasaran, temannya ini pergi ke kios,” ujarnya.

Oleh rekan korban, penemuan ini dilaporkan ke Mapolsek Bengkong. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad ke RS Bhayangkara.

“Hasil pemeriksaan tidak di temukan adanya kekerasan di tubuh korban selain dari akibat jeratan tali di leher korban yg menyebabkan korban meninggal dunia,” katanya.

Endra menjelaskan dari pemeriksaan awal, motif korban mengakhiri hidupnya karena faktor ekonomi dan hubungan rumah tangga.

Dari pemeriksaan saksi atau pengelola kios, korban diketahui belum membayar sewa sejak 3 bulan lalu. Bahkan, pengelola sudah menyuruh korban untuk meninggalkan kios tersebut.

“Korban meninggalkan surat perpisahan atau bwasiat untuk istrinya. Ada masalah rumah tangga juga,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Pria Gantung Diri di Konter Ponsel, Motif Masalah Rumah Tangga dan Ekonomi pertama kali tampil pada Metropolis.

Buaya Muncul di Kolong Rumah Warga Tambelan, Camat Imbau Waspada

0
Buaya Tambelan
Buaya berkeliaran di perairan dekat rumah warga di Kecamatan Tambelan, Bintan. F. Tangkapan layar video viral.

batampos – Seekor buaya terekam berkeliaran di perairan dekat permukiman warga Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Kemunculan hewan predator ini menghebohkan warga setelah videonya viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 16 detik yang beredar luas, terlihat buaya berukuran cukup besar berenang tepat di bawah rumah warga yang berada di atas laut. “Ih, besarnya,” terdengar suara warga dalam video tersebut.

Kemunculan buaya di wilayah Tambelan ternyata bukan hal baru. Warga setempat, Mahmud, mengaku sudah sering melihat buaya muncul di perairan pesisir.

“Macam lihat ikan saja,” ujarnya santai saat dikonfirmasi, Minggu (20/7).

Hal serupa disampaikan Camat Tambelan, Asmawi. Ia membenarkan bahwa buaya memang kerap muncul di sekitar rumah warga. “Hampir setiap hari ada laporan warga yang melihat buaya. Ini sudah jadi pemandangan biasa di sini,” katanya.

Meski belum ada laporan warga diserang, Asmawi tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama yang tinggal dekat pantai atau beraktivitas di perairan dangkal.

“Untuk sementara, kami minta warga jangan dulu berenang atau beraktivitas terlalu dekat pesisir,” tegasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Buaya Muncul di Kolong Rumah Warga Tambelan, Camat Imbau Waspada pertama kali tampil pada Kepri.

Operasi Gabungan Bea Cukai dan POMAD Sisir Barang dari Batam di Pelabuhan Tanjunguban

0
Operasi Gabungan BC Pomad di Tanjunguban
Petugas gabungan dari POMAD dan Bea Cukai melakukan pengawasan barang dari Batam di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan pada Minggu (20/7). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Petugas gabungan dari Polisi Militer TNI Angkatan Darat (POMAD) dan Bea Cukai menggelar operasi pengawasan lalu lintas barang di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan, Minggu (20/7/2025).

Operasi ini menyasar kendaraan pengangkut barang yang baru tiba dari Batam menggunakan kapal RoRo.

Pantauan di lapangan, sejumlah pikap yang keluar dari kapal langsung dihentikan petugas untuk diperiksa isi muatannya.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa barang yang masuk ke Bintan memiliki dokumen resmi dan sesuai aturan kepabeanan.

Kasi P2 Bea Cukai Tanjungpinang, Ade Novan, menjelaskan bahwa operasi gabungan ini melibatkan POMAD, Kanwil Bea Cukai, dan Bea Cukai Tanjungpinang. Tujuannya adalah menertibkan barang-barang asal Batam yang diduga masuk tanpa dokumen lengkap.

“Operasi sebelumnya sudah kami lakukan di Pelabuhan ASDP Telagapunggur Batam, dan akan dilanjutkan di Tanjunguban hingga akhir Juli,” kata Ade.

Ade menyebut sejauh ini belum ditemukan pelanggaran dalam pemeriksaan barang. “Hasil sejauh ini tidak ada yang lewat barang-barangnya,” ujarnya.

Terkait kemungkinan operasi bocor sebelum dilaksanakan, Ade membantah keras. “Tidak ada, itu sudah operasi gabungan. Macam mana berani bocor,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para sopir pengangkut barang untuk selalu membawa dokumen lengkap serta mematuhi peraturan yang berlaku agar proses distribusi tetap lancar dan sesuai aturan. (*(

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Operasi Gabungan Bea Cukai dan POMAD Sisir Barang dari Batam di Pelabuhan Tanjunguban pertama kali tampil pada Kepri.

Tiket Pesawat Batam – Letung Tembus Rp 1,7 Juta, Warga Anambas Mengeluh

0
Wings Air Letung
Pesawat Wings Air ketika mendarat di Bandara Letung, Jemaja, baru-baru ini. F. Istimewa

batampos – Warga Kabupaten Kepulauan Anambas mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat rute Batam – Letung yang kini mencapai Rp 1,7 juta untuk sekali jalan dengan durasi penerbangan hanya sekitar 50 menit.

Saat ini, hanya maskapai Wings Air yang melayani rute tersebut, membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan transportasi udara.

Arifin, salah satu warga Anambas, mengungkapkan bahwa lonjakan harga tiket tersebut sudah terjadi sejak masa pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, harga tiket pesawat Batam – Letung berkisar di angka Rp 700 ribu.

“Dulu saya kira kenaikannya sementara karena pandemi. Tapi ternyata sampai sekarang tidak turun-turun. Masyarakat terbebani, apalagi banyak yang tujuan akhirnya ke Tarempa, jadi masih harus keluar biaya feri dan taksi lagi,” ujar Arifin, Minggu (20/7/2025).

Ia memperkirakan biaya total perjalanan dari Batam ke Tarempa bisa mencapai Rp 2,5 juta per orang. Selain harga mahal, Arifin juga mengkritik layanan Wings Air yang menurutnya sering membatalkan penerbangan secara mendadak.

“Kadang dibatalkan seenaknya. Saya curiga karena jumlah penumpang tidak sesuai target, jadi dibatalkan,” keluhnya.

Ia pun mendorong Pemerintah Kabupaten Anambas untuk menyurati pihak Wings Air dan Kementerian Perhubungan guna meninjau ulang harga tiket yang dianggap tidak rasional.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub-LH) Anambas, Nurullah, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pengelola Bandara Letung.

“Hasil pertemuan menunjukkan harga tiket naik karena harga avtur juga naik sekitar 20 persen setelah pandemi,” jelasnya.

Meski begitu, Dishub Anambas tidak tinggal diam. Nurullah menyebut pihaknya akan segera bertemu dengan pihak Wings Air untuk meminta penurunan harga tiket.

“Kalau Wings Air tidak mau menurunkan harga, kami akan cari maskapai lain masuk ke Letung. Jangan sampai terjadi monopoli yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah mampu menghadirkan maskapai alternatif agar harga tiket lebih kompetitif dan perjalanan udara ke Anambas dapat dijangkau semua kalangan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Tiket Pesawat Batam – Letung Tembus Rp 1,7 Juta, Warga Anambas Mengeluh pertama kali tampil pada Kepri.

Pemakaman Kampung Bagan Gelap Gulita, Warga Resah Lewat Malam Hari

0
Kabel PJU di kawasan pemakaman Kampung Bagan.

batampos – Warga dan pengguna jalan  Kampung Bagan, Kecamatan Seibeduk, mengeluhkan kondisi gelap gulita di sekitar lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU). Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak berfungsi membuat wilayah itu terasa menyeramkan di malam hari, terutama bagi warga yang beraktivitas malam.

Kondisi gelap sudah dirasakan sejak memasuki simpang menuju Kampung Bagan. Meski tidak semua lampu padam, jumlah PJU yang mati lebih banyak sehingga menyebabkan jalur tersebut banyak yang gelap. “Jalan masuk ke kampung ini saja sudah gelap, apalagi di sekitar TPU. Setiap malam selalu merinding kalau harus lewat,” ujar Indri, warga Kampung Bagan.

Parahnya lagi, kondisi jalan yang rusak makin menyulitkan warga, khususnya pekerja yang berangkat atau pulang malam hari. Jalan yang berlubang dan minim pencahayaan kerap membahayakan pengendara motor. “Jalannya rusak, gelap pula. Kadang kita terpaksa senteran pakai HP agar bisa lihat jalan,” tambah Jhoni, warga lainnya.

Warga menduga padamnya PJU ini akibat aksi pencurian kabel pada tiang-tiang lampu. “Sepertinya dicuri kabel tiang lampu jalan itu. Karena penutup kabel pada tiang sudah terbuka dan rusak semua,” kata Indri. Temuan kabel yang raib dan kondisi tiang yang rusak terlihat di beberapa titik jalan utama hingga dekat TPU.

Kondisi ini membuat kawasan TPU semakin mencekam di malam hari. Warga yang harus melintasi area itu merasa tidak aman dan berharap pemerintah segera turun tangan. “Lewat TPU malam-malam itu sekarang jadi sangat menakutkan. Harus buru-buru, takut ada kejadian,” ujar Jhoni.

Kepala Seksi Penanganan PJU Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Gatot Marwanto, sebelumnya membenarkan bahwa kasus pencurian kabel PJU marak terjadi di Kecamatan Seibeduk. “Kami terus mencatat laporan dari masyarakat dan memang banyak tiang PJU yang kabelnya dicuri. Ini sangat kami sayangkan,” ujar Gatot.

Gatot berharap masyarakat ikut aktif dalam menjaga fasilitas umum dan segera melapor jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan. “Kami butuh peran serta warga agar fasilitas penerangan bisa tetap berfungsi. Jika masyarakat diam, akan sulit bagi kami melakukan pemeliharaan,” jelasnya.

Warga pun berharap pemerintah segera memperbaiki penerangan di jalur TPU Kampung Bagan dan sekitarnya. Selain untuk kenyamanan, perbaikan ini juga sangat penting bagi keamanan pengguna jalan di malam hari. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

Artikel Pemakaman Kampung Bagan Gelap Gulita, Warga Resah Lewat Malam Hari pertama kali tampil pada Metropolis.