Rabu, 24 Juni 2026
Beranda blog Halaman 167

Gangguan Listrik di Sengkuang dan Batu Ampar, PLN Batam Pastikan Bukan Dampak Blackout Sumbagut

0
Ilustrasi. Dua petugas PT PLN Batam melakukan pengecekan sistem kelistrikan. Foto. PLN Batam

batampos – Pemadaman listrik yang terjadi di kawasan Sengkuang, Batu Ampar dan sekitarnya sejak Minggu (24/5) siang sempat membuat warga khawatir. Sebab, gangguan tersebut muncul tidak lama setelah terjadinya blackout sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

‎Namun, PLN Batam memastikan gangguan listrik yang terjadi di Batam bukan dampak dari blackout di Sumatera.

‎Asisten Manager Komunikasi PLN Batam, Furqon mengatakan gangguan yang terjadi di wilayah Sengkuang, Batu Ampar dan sekitarnya merupakan gangguan lokal berskala kecil pada sistem kelistrikan Batam.

‎“Terkait gangguan kelistrikan yang terjadi di wilayah Sengkuang, Batu Ampar dan sekitarnya, dapat kami sampaikan bahwa gangguan tersebut merupakan gangguan lokal dalam skala kecil yang terjadi pada sistem kelistrikan Batam,” ujar Furqon kepada Batam Pos, Minggu (24/5) sore.

‎Ia menegaskan sistem kelistrikan Batam berdiri sendiri dan tidak terhubung dengan jaringan listrik Sumatera, sehingga gangguan blackout di Sumbagut tidak berdampak langsung terhadap pasokan listrik di Batam.

‎“Kondisi ini tidak berkaitan dengan gangguan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara tempo hari, karena sistem kelistrikan Batam berdiri sendiri dan tidak terhubung dengan sistem Sumatera,” katanya.

‎Menurut Furqon, wilayah yang terdampak saat ini terindikasi berada di sekitar Batu Ampar dan kawasan sekitarnya. Hingga Minggu sore, petugas PLN Batam masih melakukan penelusuran untuk mencari titik gangguan sekaligus mempercepat proses pemulihan jaringan.

‎PLN Batam menduga gangguan tersebut dipicu faktor cuaca, khususnya aktivitas petir yang terjadi di wilayah Batam dalam beberapa waktu terakhir.

‎“Dugaan sementara gangguan dipicu oleh aktivitas cuaca, khususnya petir, dan saat ini petugas PLN Batam masih melakukan penelusuran penyebab sekaligus proses recovery agar pasokan listrik dapat segera normal kembali,” jelasnya.

‎Meski demikian, PLN Batam belum dapat memastikan secara rinci berapa lama proses pemulihan akan berlangsung karena petugas masih melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan sumber gangguan utama.

‎Furqon juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menyikapi pemadaman tersebut. Ia menjelaskan gangguan kali ini merupakan pemadaman tidak terencana akibat gangguan teknis jaringan listrik.

‎Kondisi itu berbeda dengan pemadaman terencana yang biasanya dilakukan untuk keperluan pemeliharaan sistem dan diinformasikan lebih dahulu kepada pelanggan.

‎“Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Gangguan yang terjadi kali ini merupakan pemadaman tidak terencana akibat gangguan teknis di jaringan, berbeda dengan pemadaman terencana yang biasanya diinformasikan terlebih dahulu kepada pelanggan untuk keperluan pemeliharaan sistem,” ujarnya.

‎PLN Batam, lanjut Furqon, saat ini terus berupaya mempercepat proses penormalan agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha tidak terganggu terlalu lama.

‎“PLN Batam terus berupaya mempercepat penormalan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik,” katanya. (*)

Artikel Gangguan Listrik di Sengkuang dan Batu Ampar, PLN Batam Pastikan Bukan Dampak Blackout Sumbagut pertama kali tampil pada Metropolis.

JCH Karimun Dapat Pembekalan Jelang Wukuf di Arafah, Jemaah yang Sempat Dirawat Sudah Pulih

0
Jemaah haji asal Kabupaten Karimun mendapatkan pembekalan manasik haji dari petugas haji Indonesia di Mekkah sebelum bengkat ke Arafah pada Senin (25/5). Foto: Dokumentasi Komaruddin untuk Batam Pos

batampos — Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Karimun mendapatkan pembekalan intensif dari petugas haji Indonesia di Makkah, Minggu (24/5).

Pembekalan diberikan sebagai persiapan menghadapi rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), termasuk mengantisipasi kepadatan jemaah serta kemungkinan perubahan pola pergerakan selama pelaksanaan ibadah.

Ketua Rombongan JCH Kabupaten Karimun, Komaruddin, mengatakan materi pembekalan mencakup tata cara pelaksanaan ibadah hingga teknis mobilisasi jemaah menuju lokasi Armuzna.

Baca Juga: Tim Kemendikdasmen Tinjau Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi di Karimun

“Pembekalan ini penting karena kondisi di lapangan sangat padat dan ada beberapa penyesuaian skema pergerakan dibanding tahun sebelumnya,” ujar Komaruddin kepada Batam Pos.

Ia menjelaskan, rombongan JCH Karimun dijadwalkan bergerak menuju Arafah pada Senin (25/5) sekitar pukul 10.00 waktu Arab Saudi.

Menurut dia, seluruh persiapan untuk mengikuti puncak ibadah haji telah rampung dilakukan.

“Kami memohon doa masyarakat Indonesia, khususnya Karimun, agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah puncak dengan lancar, tertib, dan khusyuk,” katanya.

Terkait kondisi kesehatan jemaah, Komaruddin memastikan secara umum seluruh JCH Karimun berada dalam kondisi baik dan siap mengikuti rangkaian ibadah haji.

Baca Juga: Duta Bahasa Kepri 2026 Resmi Dinobatkan, Wakil Batam Maju ke Nasional

“Alhamdulillah seluruh jemaah sehat. Memang ada beberapa yang batuk ringan, tetapi secara umum kondisi mereka stabil,” ujarnya.

Ia juga menyebut jemaah yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit kini sudah kembali ke hotel dan dapat kembali bergabung bersama rombongan.

“Jemaah yang sempat sakit sudah kembali ke hotel. Intinya, seluruh jemaah siap mengikuti rangkaian Armuzna,” pungkasnya. (*)

Artikel JCH Karimun Dapat Pembekalan Jelang Wukuf di Arafa, Jemaah yang Sempat Dirawat Sudah Pulih pertama kali tampil pada Kepri.

Jemaah Haji Bintan Siap Jalani Puncak Haji, Seluruh Jemaah Dilaporkan Sehat

0
Jemaah haji Bintan berada dekat di Masjidilharam, Mekkah. F. Kiriman Hasbi untuk Batam Pos

batampos — Jemaah haji asal Kabupaten Bintan dilaporkan dalam kondisi sehat menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Saat ini, para jemaah tengah mempersiapkan diri untuk menjalani rangkaian Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Kabupaten Bintan, Muhammad Hasbi, mengatakan jemaah mulai bergerak menuju Arafah pada 25 Mei 2026.

“Pada 26 Mei merupakan hari Arafah sekaligus dimulainya puncak ibadah haji,” ujar Hasbi, Minggu (24/5).

Baca Juga: Polisi Perkuat Koordinasi dengan Kecamatan Seri Kuala Lobam Cegah Konflik Lahan di Bintan Utara

Menurut dia, kondisi seluruh jemaah asal Bintan hingga saat ini terpantau sehat dan siap mengikuti seluruh rangkaian ibadah.

Hasbi mengingatkan para jemaah agar tetap disiplin menjaga kesehatan, mengatur pola istirahat, serta mempersiapkan kebutuhan pribadi menjelang fase puncak ibadah haji yang membutuhkan kondisi fisik prima.

Ia menjelaskan, jemaah yang tergabung dalam Kloter 1 juga telah menyusun agenda lanjutan setelah pelaksanaan Armuzna, termasuk menjalankan tawaf ifadlah sebelum kepulangan ke Indonesia.

“Seluruh tahapan ibadah sudah dipersiapkan agar setelah Armuzna jamaah bisa langsung melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya,” katanya.

Baca Juga: Bintan Tambah Usulan Kampung Nelayan Merah Putih, Total Jadi 22 Lokasi

Jemaah Kloter 1 dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 1 Juni 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.

Karena itu, Hasbi meminta para jemaah memanfaatkan sisa waktu di Tanah Suci untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan kepulangan.

“Di sisa waktu ini, jamaah Kloter 1 harus benar-benar mempersiapkan diri dan seluruh perlengkapan untuk kembali ke Tanah Air,” ujarnya.

Sementara itu, jemaah pada kloter berikutnya masih memiliki waktu lebih panjang di Tanah Suci setelah pelaksanaan puncak ibadah haji selesai. (*)

Artikel Jemaah Haji Bintan Siap Jalani Puncak Haji, Seluruh Jemaah Dilaporkan Sehat pertama kali tampil pada Kepri.

Didik Apriyanto Kembali Pimpin Perbasi Bintan, Fokus Pembinaan Atlet Muda

0
Didik Apriyanto setelah terpilih sebagai Ketua Perbasi Bintan dalam Muskab yang digelar di Balai Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Sabtu (23/5/2026). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia Bintan kembali dipimpin Didik Apriyanto untuk periode 2026-2030.

Didik ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Perbasi Bintan yang digelar di Balai Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Sabtu (23/5/2026).

Pimpinan sidang, Gilang Pratama, mengatakan hingga batas akhir pendaftaran hanya terdapat satu bakal calon ketua yang memenuhi persyaratan administrasi.

Baca Juga: The Magarigawa Club, Sirkuit Balap Privat Supermewah di Jepang Lengkap Vila dan Spa

“Setelah dilakukan verifikasi berkas, hanya satu bakal calon yang dinyatakan lengkap,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, sidang secara resmi menetapkan Didik Apriyanto sebagai Ketua Perbasi Bintan untuk empat tahun ke depan.

Usai terpilih, Didik langsung mendapat mandat untuk menyusun formatur kepengurusan sebelum disampaikan kepada Perbasi Kepulauan Riau.

Menurut Didik, tantangan organisasi ke depan tidak hanya berkaitan dengan penyusunan struktur kepengurusan, tetapi juga memastikan proses pembinaan atlet berjalan berkelanjutan.

Ia menargetkan lahirnya atlet-atlet muda berprestasi yang mampu membawa nama Bintan di berbagai ajang kompetisi basket.

Baca Juga: Mauricio Souza Ucapkan Selamat usai Persib Bandung Juara Super League

“Beban ke depan bukan hanya soal struktur, tetapi bagaimana memastikan pembinaan berjalan dan lahir kader-kader baru hingga atlet-atlet muda berprestasi,” katanya.

Didik menilai kemajuan olahraga basket di Bintan tidak bisa hanya mengandalkan Perbasi semata.

Karena itu, ia mendorong keterlibatan aktif pemerintah daerah, lembaga olahraga, komunitas, hingga para pegiat basket untuk bersama-sama membangun pembinaan olahraga yang lebih baik.

“Kolaborasi itu kuncinya. Perbasi, pemerintah, lembaga, dan komunitas harus bergerak bersama jika ingin olahraga basket di Bintan benar-benar maju,” ujarnya. (*)

Artikel Didik Apriyanto Kembali Pimpin Perbasi Bintan, Fokus Pembinaan Atlet Muda pertama kali tampil pada Olahraga.

BP Batam Pastikan Proyek di Dekat Waduk Muka Kuning Kantongi Izin, Pengawasan Tetap Diperketat

0
Pematangan lahan di kawasan Bukit Daeng yang berada tidak jauh dari Waduk Muka Kuning, pada Sabtu (23/5). Foto: BP Batam untuk Batam Pos ‎

batampos – Proyek pematangan lahan seluas 35.106 meter persegi di kawasan Bukit Daeng, tak jauh dari Waduk Muka Kuning, dipastikan merupakan proyek resmi yang telah mengantongi izin dan alokasi lahan dari BP Batam.

‎Lahan yang dikelola PT Jaya Anambas Segara itu rencananya akan dikembangkan menjadi kawasan industri pergudangan untuk mendukung pertumbuhan investasi dan aktivitas usaha di Kota Batam.

‎Namun, keberadaan izin proyek tersebut bukan berarti aktivitas di lapangan bebas berjalan tanpa pengawasan. Apalagi lokasi proyek berada di sekitar kawasan strategis penyangga air baku Batam yang selama ini menjadi perhatian publik.

‎Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait menegaskan pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap metode pengerjaan proyek meski dokumen perizinan telah lengkap.

‎“Lokasi ini memiliki dokumen lengkap dan on progress pembangunan, namun kami akan memeriksa kembali untuk memastikan metodenya apakah sudah sesuai rekomendasi,” ujar Ariastuty kepada Batam Pos, Minggu (25/5) siang.

‎Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa izin proyek bukan berarti perusahaan dapat bekerja tanpa kontrol. BP Batam memastikan aktivitas pematangan lahan tetap berada dalam pengawasan, termasuk kesesuaian metode pekerjaan di lapangan dengan rekomendasi teknis maupun dokumen lingkungan yang telah disetujui.

‎Sorotan terhadap proyek ini muncul karena lokasinya berada tidak jauh dari Waduk Muka Kuning, salah satu sumber utama air baku Kota Batam. Di tengah kondisi debit sejumlah waduk yang terus menyusut beberapa bulan terakhir, aktivitas pembukaan lahan di sekitar daerah tangkapan air dinilai sensitif dan perlu diawasi ketat.

‎Meski demikian, BP Batam menilai proyek tersebut seharusnya tidak mengganggu ketahanan air apabila seluruh proses dijalankan sesuai prosedur dan ketentuan teknis yang berlaku.

‎“Kalau sudah sesuai prosedur, seharusnya tidak mengganggu,” kata Ariastuty.

‎BP Batam juga mengaku akan memperkuat pengawasan proyek-proyek pembangunan melalui direktorat pengawasan yang baru dibentuk. Direktorat tersebut nantinya akan memantau jalannya proyek agar tetap sesuai aturan serta meminimalkan potensi dampak terhadap lingkungan maupun tata ruang.

‎“Pastinya, karena direktorat pengawasan ini baru saja dibentuk, jadi masih harus dialokasikan SDM di bawahnya yang nanti akan mengawasi jalannya setiap proyek,” tegasnya.

‎Sejumlah pihak sebelumnya menyoroti aktivitas pematangan lahan di sekitar kawasan waduk karena dikhawatirkan dapat memengaruhi daerah resapan air apabila tidak dikontrol secara ketat. Selain sedimentasi, perubahan kontur lahan juga dinilai berpotensi berdampak terhadap sistem aliran air di kawasan sekitar.

‎Hingga berita ini diturunkan, Batam Pos masih berusaha meminta tanggapan resmi dari pihak PT Jaya Anambas Segara terkait pelaksanaan proyek, metode pekerjaan di lapangan, serta langkah mitigasi lingkungan yang dilakukan perusahaan. (*)

Artikel BP Batam Pastikan Proyek di Dekat Waduk Muka Kuning Kantongi Izin, Pengawasan Tetap Diperketat pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Pastikan Proyek di Dekat Waduk Muka Kuning Kantongi Izin, Pengawasan Tetap Diperketat

0
Pematangan lahan di kawasan Bukit Daeng yang berada tidak jauh dari Waduk Muka Kuning, pada Sabtu (23/5). Foto: BP Batam untuk Batam Pos ‎

batampos – Proyek pematangan lahan seluas 35.106 meter persegi di kawasan Bukit Daeng, tak jauh dari Waduk Muka Kuning, dipastikan merupakan proyek resmi yang telah mengantongi izin dan alokasi lahan dari BP Batam.

‎Lahan yang dikelola PT Jaya Anambas Segara itu rencananya akan dikembangkan menjadi kawasan industri pergudangan untuk mendukung pertumbuhan investasi dan aktivitas usaha di Kota Batam.

‎Namun, keberadaan izin proyek tersebut bukan berarti aktivitas di lapangan bebas berjalan tanpa pengawasan. Apalagi lokasi proyek berada di sekitar kawasan strategis penyangga air baku Batam yang selama ini menjadi perhatian publik.

‎Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait menegaskan pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap metode pengerjaan proyek meski dokumen perizinan telah lengkap.

‎“Lokasi ini memiliki dokumen lengkap dan on progress pembangunan, namun kami akan memeriksa kembali untuk memastikan metodenya apakah sudah sesuai rekomendasi,” ujar Ariastuty kepada Batam Pos, Minggu (25/5) siang.

‎Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa izin proyek bukan berarti perusahaan dapat bekerja tanpa kontrol. BP Batam memastikan aktivitas pematangan lahan tetap berada dalam pengawasan, termasuk kesesuaian metode pekerjaan di lapangan dengan rekomendasi teknis maupun dokumen lingkungan yang telah disetujui.

‎Sorotan terhadap proyek ini muncul karena lokasinya berada tidak jauh dari Waduk Muka Kuning, salah satu sumber utama air baku Kota Batam. Di tengah kondisi debit sejumlah waduk yang terus menyusut beberapa bulan terakhir, aktivitas pembukaan lahan di sekitar daerah tangkapan air dinilai sensitif dan perlu diawasi ketat.

‎Meski demikian, BP Batam menilai proyek tersebut seharusnya tidak mengganggu ketahanan air apabila seluruh proses dijalankan sesuai prosedur dan ketentuan teknis yang berlaku.

‎“Kalau sudah sesuai prosedur, seharusnya tidak mengganggu,” kata Ariastuty.

‎BP Batam juga mengaku akan memperkuat pengawasan proyek-proyek pembangunan melalui direktorat pengawasan yang baru dibentuk. Direktorat tersebut nantinya akan memantau jalannya proyek agar tetap sesuai aturan serta meminimalkan potensi dampak terhadap lingkungan maupun tata ruang.

‎“Pastinya, karena direktorat pengawasan ini baru saja dibentuk, jadi masih harus dialokasikan SDM di bawahnya yang nanti akan mengawasi jalannya setiap proyek,” tegasnya.

‎Sejumlah pihak sebelumnya menyoroti aktivitas pematangan lahan di sekitar kawasan waduk karena dikhawatirkan dapat memengaruhi daerah resapan air apabila tidak dikontrol secara ketat. Selain sedimentasi, perubahan kontur lahan juga dinilai berpotensi berdampak terhadap sistem aliran air di kawasan sekitar.

‎Hingga berita ini diturunkan, Batam Pos masih berusaha meminta tanggapan resmi dari pihak PT Jaya Anambas Segara terkait pelaksanaan proyek, metode pekerjaan di lapangan, serta langkah mitigasi lingkungan yang dilakukan perusahaan. (*)

Artikel BP Batam Pastikan Proyek di Dekat Waduk Muka Kuning Kantongi Izin, Pengawasan Tetap Diperketat pertama kali tampil pada Metropolis.

Empat Kapal Roro Tetap Beroperasi, Pelabuhan Tanjunguban Masih Lengang Jelang Iduladha

0
Area antrean kendaraan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban terlihat lenggang pada Minggu (24/5/2026). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos — Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Kabupaten Bintan, masih terpantau normal menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Hingga Minggu (24/5), belum terlihat lonjakan signifikan penumpang maupun kendaraan di pelabuhan yang melayani rute Tanjunguban–Telagapunggur, Batam tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan area antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih relatif lengang. Penumpang yang hendak menyeberang juga tidak mengalami kepadatan seperti momentum libur panjang lainnya.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Ainul Yaqin, mengatakan kondisi arus penyeberangan diperkirakan tetap stabil hingga mendekati Iduladha.

Baca Juga: Tour de Bintan 2026 Targetkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan Mancanegara

“Prediksinya masih normal seperti akhir pekan atau hari libur biasa,” ujar Ainul.

Ia menjelaskan, rata-rata jumlah penumpang saat akhir pekan berkisar 300 hingga 400 orang per hari. Sementara kendaraan roda dua mencapai 250 hingga 350 unit per hari dan kendaraan roda empat sekitar 200 hingga 300 unit per hari.

Menurut Ainul, tidak ada penambahan armada kapal selama periode libur Iduladha tahun ini. Empat kapal roll on-roll off (roro) tetap dioperasikan untuk melayani penyeberangan menuju Batam.

Adapun kapal yang beroperasi yakni KMP Tanjungburang, KMP Barau, KMP Trisakti Adinda, dan KMP Mulia Nusantara.

“Jadwal pelayaran juga masih normal dengan sekitar 13 trip setiap hari,” katanya.

Baca Juga: Bintan Tambah Usulan Kampung Nelayan Merah Putih, Total Jadi 22 Lokasi

Layanan penyeberangan dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 18.00 WIB.

Ainul mengakui, dalam beberapa waktu terakhir jumlah pengguna jasa penyeberangan mengalami penurunan. Kondisi cuaca yang tidak menentu disebut menjadi salah satu faktor penyebab berkurangnya mobilitas masyarakat.

Pihak ASDP juga mengimbau calon penumpang membeli tiket melalui kanal resmi guna menghindari praktik percaloan di area pelabuhan. (*)

Artikel Empat Kapal Roro Tetap Beroperasi, Pelabuhan Tanjunguban Masih Lengang Jelang Iduladha pertama kali tampil pada Kepri.

Fun Run 5K Jadi Momen Peluncuran Emerald Hills Tahap 2 di CitraLand Megah, Usung Konsep Hijau dan Modern

0
Ratusan peserta mengikuti kegiatan CitraLand Megah FUN RUN 5K – Treasure Hunt di kawasan Emerald Hills, Batam Center, Sabtu (24/5). Foto. Syaban/ Batam Pos

batampos – Ciputra Group melalui kawasan CitraLand Megah resmi melakukan pre-launching Emerald Hills Tahap 2 lewat event bertajuk CitraLand Megah FUN RUN 5K – Treasure Hunt, Sabtu (24/5).

‎Kegiatan yang digelar di kawasan CitraLand Megah, Batam Center itu menjadi salah satu event terbesar yang pernah dilaksanakan di kawasan tersebut dengan melibatkan lebih dari 500 peserta dari berbagai komunitas lari, keluarga muda, penghuni hingga masyarakat umum Kota Batam.

‎Mengusung konsep Treasure Hunt, acara tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga lari, tetapi juga memberikan pengalaman berbeda bagi peserta untuk mengenal langsung kawasan Emerald Hills yang mengusung konsep hunian modern, hijau dan eksklusif.

‎Sepanjang rute lari, peserta diajak menyusuri kawasan Emerald Hills sambil menyelesaikan sejumlah tantangan dan titik pencarian “harta karun” yang telah disiapkan panitia.

‎Kegiatan itu terselenggara melalui kolaborasi bersama Phoenix Event serta dukungan sejumlah sponsor dan mitra seperti Wisco, Maybank, Bank Central Asia, Bank Syariah Indonesia, CIMB Niaga Syariah, BJS, dan PT Sri Indah Lestari yang turut mendukung penuh suksesnya kegiatan tersebut.

‎Head of Department Sales & Marketing CitraLand Megah Batam, Robby Juanphilibert Anggjaya yang akrab disapa Juan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pengembang dalam menghadirkan gaya hidup sehat di lingkungan hunian premium.

‎“Melalui Emerald Hills Tahap 2, kami ingin menghadirkan sebuah hunian yang bukan hanya nyaman untuk ditempati, tetapi juga mampu memberikan pengalaman hidup yang lebih baik bagi setiap keluarga,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, pengembangan Emerald Hills Tahap 2 tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga membentuk lingkungan hunian modern yang nyaman, aman dan mendukung aktivitas keluarga.

‎Menurut Juan, kawasan Emerald Hills Tahap 2 menjadi cluster terakhir yang dikembangkan di area depan kawasan CitraLand Megah Batam. Lokasi tersebut dinilai strategis karena berada di kawasan Batam Center dan memiliki akses dekat menuju pusat pemerintahan, pusat perbelanjaan, sekolah hingga pelabuhan internasional.

‎“Posisi ini menjadikan Emerald Hills memiliki nilai investasi tinggi sekaligus memberikan kemudahan akses bagi penghuni,” katanya.

‎Sebagai kawasan premium, Emerald Hills dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung seperti smart gate system, lebih dari 50 CCTV detector, hingga layanan serviced residences yang menyediakan jasa handyman, cleaning service hingga jasa pindahan rumah.

‎Tak hanya itu, saat ini pengembang juga tengah membangun Luxury Club House yang nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti kolam renang ukuran olimpik, private gym, yoga area hingga tenant komersial.

‎“Seluruh fasilitas itu dihadirkan untuk memberikan rasa aman, nyaman dan mendukung kualitas hidup penghuni,” ujarnya.

‎Pada tahap kedua ini, Emerald Hills menawarkan dua tipe rumah modern dengan konsep empat kamar tidur yang dinilai sesuai kebutuhan keluarga masa kini.

‎Untuk tipe Six Series memiliki luas tanah 72 meter persegi dengan bangunan 84 meter persegi, terdiri dari empat kamar tidur dan tiga kamar mandi.

‎Sedangkan Seven Series memiliki luas tanah 84 meter persegi dengan luas bangunan 99 meter persegi, juga dilengkapi empat kamar tidur dan tiga kamar mandi.

‎Menurut Juan, konsep empat kamar tidur menjadi salah satu keunggulan utama Emerald Hills Tahap 2 karena mampu mengakomodasi kebutuhan ruang keluarga modern, mulai dari kamar anak, ruang kerja hingga area berkumpul keluarga.

‎Ia menambahkan, pengembangan kawasan yang terus berjalan, lingkungan yang telah hidup serta infrastruktur yang matang diyakini membuat Emerald Hills Tahap 2 menjadi salah satu produk hunian premium yang diminati di Batam pada 2026.

‎“Mulai dari keamanan kawasan, fasilitas premium, lokasi strategis hingga lingkungan yang sehat dan modern menjadi fokus utama pengembangan kami,” katanya.

‎Dalam masa pre-launching tersebut, pengembang juga menawarkan sejumlah program promosi seperti gratis biaya surat-surat, voucher hingga subsidi tertentu bagi konsumen.

‎Segera dapatkan promo pre-launching Emerald Hills Tahap 2 dengan mengunjungi marketing gallery yang buka setiap hari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB atau hubungi 0821 6937 9963. (*)

Artikel Fun Run 5K Jadi Momen Peluncuran Emerald Hills Tahap 2 di CitraLand Megah, Usung Konsep Hijau dan Modern pertama kali tampil pada Metropolis.

Nobar Film Investigatif Papua, AJI Tanjungpinang dan Persma Hasta Sastra Ajak Publik Berpikir Kritis

0
Para mahasiswa hingga masyarakat sekitar saat menyaksikan film dokumenter ”Pesta Babi” yang diputar oleh AJI Tanjungpinang, Sabtu (23/5). F. AJI Tanjungpinang untuk Batam Pos

batampos – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang bersama Pers Mahasiswa Hasta Sastra STAIN Sultan Abdurrahman menggelar nonton bareng film dokumenter investigatif Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di Sekretariat AJI Tanjungpinang, Sabtu (23/5) malam.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat sipil. Selain menonton film, peserta juga mengikuti diskusi mengenai jurnalisme investigatif, hak masyarakat adat, dan persoalan lingkungan di Papua.

Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana, mengatakan kegiatan itu menjadi ruang belajar bersama mengenai praktik jurnalisme investigatif dan isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga: Duta Bahasa Kepri 2026 Resmi Dinobatkan, Wakil Batam Maju ke Nasional

Menurut dia, film dokumenter tersebut menunjukkan bagaimana jurnalisme dapat bekerja tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga menghadirkan perspektif dari kelompok masyarakat yang terdampak langsung.

“Film ini menjadi contoh bagaimana jurnalisme mampu membangun pemahaman publik terhadap persoalan yang kompleks dan memberi ruang bagi suara masyarakat yang terpinggirkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemutaran film juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk melatih pola pikir kritis terhadap kebijakan yang berdampak pada masyarakat dan lingkungan.

Selain pemutaran film, kegiatan turut diisi aksi solidaritas berupa penggalangan donasi bagi pengungsi Papua.

Panitia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp712 ribu yang kemudian disalurkan melalui Koperasi Ekspedisi Indonesia Baru.

Baca Juga: Daya Tampung SPMB SMA/SMK di Kepri 35.477 Siswa, Disdik: Orangtua Jangan Paksakan Sekolah Favorit

Film dokumenter tersebut dirilis pada Maret 2026 hasil kolaborasi Jubi Media, Watchdoc, Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia.

Melalui pendekatan riset sejarah, antropologi, dan jurnalistik investigatif, film tersebut mengangkat isu perampasan tanah adat, deforestasi hutan primer, serta dugaan militerisasi dalam pengamanan proyek investasi di Papua.

Judul “Pesta Babi” diambil dari tradisi adat Awon Atatbon, ritual masyarakat suku Muyu yang menjadikan babi sebagai simbol ikatan sosial dan budaya. (*)

Artikel Nobar Film Investigatif Papua, AJI Tanjungpinang dan Persma Hasta Sastra Ajak Publik Berpikir Kritis pertama kali tampil pada Kepri.

Tak Hanya Oli dan Ban, Baut Kendaraan di Batam Kini Ikut Naik Harga Imbas Rupiah Melemah

0

 

Ilustrasi Bengkel Motor. Foto. ChatGPT

batampos – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya berdampak pada kenaikan harga oli dan ban kendaraan. Berbagai komponen kendaraan lainnya, mulai dari baut hingga suku cadang kecil, juga ikut mengalami kenaikan harga akibat penyesuaian dari distributor.

Pelaku usaha bengkel di Batam menyebut hampir seluruh kebutuhan servis kendaraan kini mengalami kenaikan dalam satu hingga dua bulan terakhir. Kenaikan itu dipicu tingginya ketergantungan spare part terhadap produk impor yang terdampak langsung oleh penguatan dolar AS.

Wayan, salah seorang pemilik bengkel di Tiban, mengatakan kenaikan tidak hanya terjadi pada komponen utama seperti oli dan ban, tetapi juga pada spare part kecil yang sebelumnya relatif stabil.

“Selain oli dan ban, sekarang baut-baut kecil juga naik. Memang tidak terlalu besar, ada yang naik Rp5 ribu sampai Rp15 ribu, tapi hampir semua barang ikut naik,” ujarnya, Minggu (24/5).

Menurut dia, distributor terus melakukan penyesuaian harga seiring naiknya biaya impor barang otomotif. Kondisi itu membuat bengkel tidak punya pilihan selain menyesuaikan harga jual kepada konsumen.

“Iya, karena spare part rata-rata impor. Jadi kalau dolar naik, otomatis harga dari distributor juga ikut naik,” katanya.

Hal serupa disampaikan Wahyudi, pemilik bengkel motor di Sekupang. Ia menyebut hampir seluruh komponen kendaraan kini mengalami kenaikan harga.

“Komponen motor semua naik, tidak ada yang tidak naik,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga suku cadang secara menyeluruh mulai memberatkan baik pelaku usaha maupun konsumen. Meski begitu, pelanggan tetap datang untuk melakukan servis karena kendaraan merupakan kebutuhan harian.

Pelaku usaha bengkel berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menekan lonjakan harga spare part dan kebutuhan otomotif agar daya beli masyarakat tetap terjaga serta aktivitas usaha bengkel tidak terganggu. (*)

Artikel Tak Hanya Oli dan Ban, Baut Kendaraan di Batam Kini Ikut Naik Harga Imbas Rupiah Melemah pertama kali tampil pada Metropolis.