Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1679

Sidang Vonis 6 Eks Satresnarkoba Polresta Barelang Dimulai, Satria Nanda yang Pertama

0
Suasana ruang sidang PN Batam saat dimulainya sidang pembacaan putusan terhadap Kompol Satria Nanda, mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam, memulai sidang bacaan vonis terhadap eks Kasat Narkoba Polresta Barelang, Satria Nanda. Sidang tersebut dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Tiwik, dengan dua anggota hakim yakni Douglas dan Andi Bayu.

Sidang digelar secara terbuka untuk umum dan menyita perhatian berbagai kalangan, mengingat status para terdakwa yang sebelumnya merupakan aparat penegak hukum.

Proses sidang diawali dengan pembacaan vonis terhadap terdakwa Satria Nanda, yang hadir didampingi penasihat hukumnya.

Baca Juga: Sidang Putusan Satria Nanda Dimulai, Suasana Ruang Sidang PN Batam Tegang

Penampilan Satria tampak berbeda dari sidang-sidang sebelumnya, dengan raut wajah tegang saat memasuki ruang sidang dan menjadi pusat perhatian dalam perkara ini.

“Sidang dengan agenda pembacaan putusan terhadap terdakwa Satria Nanda dibuka untuk umum. Apakah terdakwa keberatan jika dibacakan pokok-pokoknya saja?,” tanya Ketua Majelis Hakim, Tiwik.

Satria Nanda menyatakan tidak keberatan terhadap mekanisme pembacaan tersebut, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan amar putusan oleh majelis hakim.

Sebagaimana diketahui, enam terdakwa yang menjalani sidang vonis hari ini merupakan bagian dari rangkaian kasus penyalahgunaan barang bukti narkotika jenis sabu yang menyeret total 10 mantan personel Satresnarkoba Polresta Barelang dan dua warga sipil.

Hingga berita ini ditulis, persidangan masih berlangsung secara bertahap di ruang sidang utama PN Batam.

Majelis hakim dijadwalkan membacakan putusan secara bergiliran terhadap 6 terdakwa. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Sidang Vonis 6 Eks Satresnarkoba Polresta Barelang Dimulai, Satria Nanda yang Pertama pertama kali tampil pada Metropolis.

AS Nilai QRIS Hambat Dagang, BI Kepri Tegaskan Kedaulatan Sistem Pembayaran

0
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

batampos – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyoroti sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sebagai bentuk hambatan dagang dalam laporan tahunan National Trade Estimate (NTE) 2025. Dalam laporan itu, AS menyebut tidak dilibatkannya perusahaan-perusahaan layanan pembayaran asal mereka, seperti Visa dan Mastercard, sebagai persoalan utama.

Kritik AS mengemuka seiring turunnya dominasi dua raksasa finansial asal negeri itu di pasar Indonesia. Visa yang sebelumnya menguasai 57 persen pangsa pasar dan Mastercard 26 persen, kini harus puas dengan angka masing-masing 38 persen dan 24 persen.

“Ini sebenarnya perjalanan panjang dari Visa, Mastercard, kemudian GPN, dan sebagainya,” kata Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri Adidoyo Prakoso, Rabu (4/6).

Proyek QRIS dilandasi semangat kedaulatan nasional dalam sistem pembayaran. Ia menyebut perbedaan mendasar antara sistem pembayaran global dan QRIS terletak pada pengelolaan data.

Jika sebelumnya data transaksi diproses dan disimpan di luar negeri, maka melalui QRIS dan GPN, data seluruh transaksi pengguna diproses secara domestik.

“Kalau Mastercard dan Visa, pemrosesan data dan sebagainya disimpan di luar negeri. Kalau ini memang diproses di kita,” ujarnya.

QRIS, yang awalnya diluncurkan sebagai solusi inklusif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kini berkembang menjadi sistem pembayaran digital nasional yang sangat kompetitif. Pada 2024, QRIS mencatatkan volume transaksi mencapai 43 miliar dolar AS, mendekati total volume gabungan Visa dan Mastercard di Indonesia.

Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat memang cenderung tertinggal dalam adopsi pembayaran berbasis QR code. Masyarakat mereka lebih familiar dengan metode tapping menggunakan kartu atau ponsel.

QR code bukanlah pilihan utama, sehingga ketika Indonesia mengembangkan QRIS sebagai standar nasional, negara-negara maju justru merasa kehilangan pangsa pasar strategis. “Memang semangat QRIS ini adalah semangat kedaulatan,” tambahnya.

Ia menyebut, langkah Indonesia justru mengikuti arus perkembangan global, mengingat sejumlah negara seperti China dan India telah lebih dulu sukses dengan sistem QR mereka masing-masing.

Adidoyo mengungkapkan, saat ini Indonesia tengah menjajaki kerja sama sistem pembayaran lintas negara berbasis QRIS dengan beberapa negara mitra seperti Arab Saudi, Korea Selatan, China, dan Jepang.

“Nanti kita akan ada QRIS antar negara. Saat ini sedang on process,” kata dia.

Dari sisi adopsi, jumlah pengguna baru QRIS di wilayah Kepri sepanjang Januari hingga April 2024 mencapai 9.010 pengguna. Dalam periode yang sama pada 2025, jumlah transaksi QRIS mencapai 18,07 juta transaksi dengan nilai Rp2,60 triliun.

Laporan AS yang mencantumkan QRIS dan GPN sebagai hambatan dagang dinilai mencerminkan kekhawatiran atas tergerusnya dominasi sistem pembayaran global berbasis Barat. Di Indonesia, sebaliknya, kebijakan ini dilihat sebagai cara memperluas inklusi keuangan dan memperkuat kontrol terhadap arsitektur sistem pembayaran nasional.

“Ini bukan soal menutup diri, tapi tentang memperkuat fondasi kita sendiri,” ujar dia.

Pemerintah Indonesia, tetap terbuka terhadap inovasi dan kolaborasi global, namun dengan prinsip kedaulatan sebagai pijakan utama. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel AS Nilai QRIS Hambat Dagang, BI Kepri Tegaskan Kedaulatan Sistem Pembayaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Surat Forum Purnawirawan TNI soal Pemakzulan Gibran Diapreasiasi Anggota DPR Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira

0
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Istimewa)

batampos – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, merespons adanya surat dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang mengusulkan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka dari jabatan Wakil Presiden (Wapres) RI. Surat yang ditandatangani lima jenderal TNI purnawirawan itu dijukan kepada Pimpinan DPR dan MPR.

Andreas menyebut, usulan pemakzulan Gibran yang datang dari para jenderal purnawirawan TNI itu dinilai merupakan bentuk perhatian para jenderal purnawirawan TNI.

“Surat dari forum purnawirawan TNI tentu patut diapresiasi. Karena bentuk perhatian dan tanggung jawab para senior bangsa yang telah berbuat dan mengabdi kepada bangsa dan negara,” kata Andreas kepada wartawan, Rabu (4/6).

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu menyebut, surat dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI akan dibacakan dalam Rapat Paripurna DPR, setelah masa reses.

“Bahwa surat tersebut sebagaimana prosedurnya sesuai dengan UUD 1945, Pasal 7 akan dibacakan di paripurna DPR,” ucap Andreas.

Karena itu, ia meminta para anggota dewan untuk hadir, minimal 2/3 Anggota DPR dan disetujui oleh 2/3 wakil rakyat yang hadir. Hal itu sesuai dengan UUD 1945 Pasal 7.

Setelah itu, lanjut Andreas, DPR akan mengirimkan surat lanjutan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk diperiksa apakah terjadi pelanggaran berat.

“Karena setelahnya DPR akan mengirim surat tersebut dengan pertimbangan-nya kepada MK untuk diperiksa dan diputuskan apakah terjadi pelanggaran berat atau tidak. Kalau pada tahap awal di DPR tidak dihadiri oleh 2/3 dan dan tidak disetujui oleh 2/3 maka proses pemaksulan tidak dilanjutkan,” tegasnya.

Adapun, surat Forum Purnawirawan Prajurit TNI itu ditujukan kepasa Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Dalam surat itu, Forum Purnawirawan Prajurit TNI mendukung MPR RI segera memproses pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

Alasan mereka mendorong pemakzulan Gibran sebagai Wapres, karena disebut telah melanggar pelanggaran prinsip hukum, etika publik dan konflik kepentingan. Putra sulung Joko Widodo itu memperoleh tiket pencalonan melalui perubahan batas usia capres-cawapres dalam Putusan MK No. 90/PUU-XXI/2023.

Proses tersebut dinilai telah melanggar UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman, dinyatakan tidak sah atau cacat hukum. Karena Ketua Hakim MK yang memutuskan perkara, yakni Anwar Usman, adalah paman dari Gibran Rakabuming Raka dan telah melanggar Kode Etik dan Perilaku Hakim.

“Dengan demikian, terbukti bahwa keputusan tersebut menunjukkan tidak independen karena adanya intervensi melalui relasi keluarga langsung (paman-keponakan) antara Ketua MK Anwar Usman dengan Gibran Rakabuming Raka. Hal ini bertentangan dengan prinsip imparsialitas lembaga peradilan dan asas fair trial dalam hukum tata negara,” bunyi isi surat tersebut. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Surat Forum Purnawirawan TNI soal Pemakzulan Gibran Diapreasiasi Anggota DPR Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira pertama kali tampil pada News.

Ekonomi Kepri Tumbuh 5,16 Persen, Batam dan Natuna Jadi Motor Penggerak

0
Ilustrasi. Tenaga welder saat membangun kapal di Galangan Kapal Citra Shipyard, Sagulung. Ekonomi Provinsi Kepri pada triwulan pertama tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,16 persen. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan di Kota Batam serta sektor minyak dan gas (migas) di Kabupaten Natuna. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Ekonomi Provinsi Kepri pada triwulan pertama tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,16 persen. Angka ini menempatkan Kepri di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera maupun nasional, menandakan pemulihan ekonomi yang kian menguat pascapandemi dan berbagai tantangan global.

Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan di Kota Batam serta sektor minyak dan gas (migas) di Kabupaten Natuna. Dua wilayah ini memantapkan posisinya sebagai penggerak utama roda ekonomi Kepri, baik dari sisi produksi maupun permintaan domestik dan ekspor.

Deputi Bank Indonesia (BI) Kepri, Adidoyo Prakoso, mengatakan bahwa Batam sebagai kawasan industri masih menjadi penyumbang terbesar dalam struktur PDRB Kepri. Permintaan yang terus meningkat terhadap produk elektronik dari Batam menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi di awal tahun ini.

Selain sektor industri, geliat produksi migas di Natuna ikut mendorong percepatan pertumbuhan. “Sektor migas yang pulih dan mengalami peningkatan di awal tahun ini menjadi elemen penting. Natuna berkontribusi signifikan, meski secara geografis jauh dari pusat aktivitas ekonomi di Batam,” katanya, dalam acara media briefing di Gedung BI Kepri, Rabu (4/6).

Menurut dia, tren ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi Kepri tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi mulai menyebar ke daerah-daerah penghasil sumber daya alam. Namun demikian, dominasi Batam sebagai episentrum ekonomi Kepri tetap belum tergeser.

Adidoyo menyebut pertumbuhan ekonomi Kepri juga didorong oleh permintaan luar negeri terhadap produk ekspor andalan, terutama dari sektor elektronik dan permesinan. Peningkatan ekspor mencerminkan pemulihan perdagangan global dan kepercayaan pasar terhadap produk-produk dari Kepri.

Di sisi lain, sektor pariwisata mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, terutama dari kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam dan Bintan. Meskipun belum kembali ke tingkat sebelum pandemi, geliat pariwisata menjadi pelengkap bagi sektor industri dan energi dalam mendukung pertumbuhan.

Namun, pertumbuhan yang cukup tinggi ini juga menimbulkan sejumlah tantangan. Salah satunya adalah bagaimana memastikan pemerataan pembangunan dan tidak terkonsentrasi hanya di Batam dan Natuna. Daerah-daerah seperti Lingga, Anambas, dan Karimun masih menghadapi hambatan dalam mendiversifikasi ekonomi mereka.

Selain itu, momentum pertumbuhan dengan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan juga mesti dilakukan. Kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pelaku usaha menjadi kunci menjaga daya saing dan kesinambungan pertumbuhan.

“Kepri punya keunggulan geografis dan sumber daya yang cukup, tinggal bagaimana kolaborasi antarlembaga dan dunia usaha bisa difokuskan pada mendorong inovasi dan investasi,” katanya.

Investasi tetap menjadi faktor penting dalam mendongkrak ekonomi jangka panjang. BI Kepri mencatat, realisasi investasi pada awal tahun ini cukup menjanjikan, terutama pada sektor industri dan jasa. Namun, perlu kebijakan afirmatif agar investasi juga menjangkau sektor-sektor produktif di luar Batam.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang masih di kisaran 5 persen, Kepri menunjukkan kapasitasnya untuk tampil sebagai motor pertumbuhan wilayah barat Indonesia. Hal ini sekaligus menunjukkan efektivitas kebijakan fiskal dan moneter di tingkat daerah yang mendorong stabilitas makroekonomi.

Sementara itu, BI Kepri juga mengingatkan untuk menjaga kualitas pertumbuhan. Peningkatan output industri dan migas harus disertai dengan penciptaan lapangan kerja yang inklusif, serta penguatan UMKM agar tidak tertinggal dalam arus ekonomi digital dan global.

Kondisi ini menjadi peluang dan sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah. Menjaga pertumbuhan di atas 5 persen di tengah dinamika ekonomi global memerlukan strategi pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan responsif terhadap perubahan zaman. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Ekonomi Kepri Tumbuh 5,16 Persen, Batam dan Natuna Jadi Motor Penggerak pertama kali tampil pada Metropolis.

Progres Proyek Pelebaran Jalan R Suprapto Batuaji, Solusi Kemacetan Kian Dekat

0
Progres pelebaran jalan R Suprapto Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Proyek pelebaran Jalan R. Suprapto di kawasan Batuaji, tepatnya di sekitar simpang Puteri Hijau, kini menunjukkan progres signifikan. Setelah tahap pembukaan row (ruang milik jalan) rampung, pekerjaan langsung dilanjutkan dengan proses pengerasan dan semenisasi sejumlah ruas.

Pantauan di lapangan memperlihatkan bahwa pengerjaan proyek belum sepenuhnya selesai. Namun, bentuk jalan baru yang lebih lebar mulai terlihat nyata. Beberapa titik telah ditimbun dan diberi lapisan semen, menandakan proyek ini terus bergerak maju meski belum dapat dilalui kendaraan.

Untuk sementara, akses lalu lintas di lokasi tersebut masih menggunakan ruas jalan lama yang hanya memiliki dua lajur. Nantinya, bila proyek rampung, kawasan simpang empat ini akan memiliki lima lajur yang diyakini dapat mengurai kemacetan di jam-jam sibuk.

Pekerjaan pembukaan jalur cepat di sisi persimpangan juga mulai terlihat. Para pekerja dari kontraktor pelaksana PT Belantara Karyatama tampak berjibaku di lokasi, menyelesaikan pengerjaan secara bertahap demi mengejar target penyelesaian proyek.

Proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Kota Batam ini tidak hanya meliputi simpang Puteri Hijau, namun sudah meluas hingga mendekati simpang sebelum Perumahan MKGR arah Mukakuning. Sementara itu, arah ke simpang Basecamp masih berada dalam tahap pengerjaan di sekitar simpang utama.

Nurdin, seorang warga dan pengguna jalan yang kerap melintasi jalur ini, mengungkapkan harapannya agar proyek ini segera rampung. “Kalau sudah selesai, pasti lalu lintas lebih lancar dan tak macet lagi,” ujarnya, Rabu (4/6).

Proyek ini merupakan kelanjutan dari program peningkatan jalan R. Suprapto yang sudah dimulai sejak 2022 lalu. Secara keseluruhan, jalan yang semula hanya dua lajur akan diperlebar menjadi lima lajur sepanjang dua kilometer, dengan masa kerja selama 210 hari kalender.

Namun demikian, proses pengerjaan tak selalu berjalan mulus. Kendala seperti banyaknya instalasi kabel, tiang listrik, marka jalan, hingga pipa bawah tanah memperlambat sebagian proses pelebaran. Koordinasi dengan pemilik jaringan infrastruktur tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksana proyek.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa proyek dimulai dari simpang Puteri Hijau menuju simpang Basecamp. Harapannya, setelah pelebaran ini selesai, akses utama Batuaji dan Sagulung akan lebih tertata dan bebas dari kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama warga.

Warga Batuaji dan Sagulung menyambut baik proyek ini. Selain sebagai bagian dari upaya penataan wajah kota, pelebaran jalan ini juga dinilai sebagai solusi jangka panjang mengatasi kepadatan kendaraan. Mereka berharap proyek serupa juga dapat dilakukan di ruas-ruas lainnya secara berkelanjutan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Progres Proyek Pelebaran Jalan R Suprapto Batuaji, Solusi Kemacetan Kian Dekat pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam Siapkan 888 Titik Salat Idul Adha, 6.807 Hewan Kurban Akan Disembelih

0
Ilustrasi. Warga Batam memadati Dataran Engku Putri untuk melaksanakan Salat Idul Adha 1445 Hijriah. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam mencatat sebanyak 888 titik pelaksanaan Salat Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi yang tersebar di 12 kecamatan se-Kota Batam. Pelaksanaan Salat Id tidak hanya berlangsung di masjid dan musala, tetapi juga di sejumlah lapangan yang tersebar di berbagai kecamatan.

Seperti saat Idulfitri lalu, salat Iduladha juga akan dipusatkan di tiga lokasi utama, yakni Dataran Engku Putri, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, dan Masjid Baiturrahman Sekupang.

Dari total 888 titik, rinciannya yaitu 699 titik berada di masjid, 180 titik di musala, dan 9 titik di lapangan. Kecamatan Sagulung, Batam Kota, dan Bengkong tercatat sebagai wilayah dengan jumlah lokasi salat terbanyak.

“Alhamdulillah, antusiasme umat Islam di Batam dalam menyambut Idul Adha tahun ini sangat tinggi. Kami mencatat ada 888 titik pelaksanaan. Data ini telah diverifikasi melalui laporan dari masing-masing kecamatan,” ujar Kepala Kemenag Batam, Budi Dermawan, Rabu (4/6).

Berikut rincian jumlah titik salat per kecamatan, Sagulung 130 titik, Batam Kota 129 titik, Bengkong 80 titik, Sekupang 110 titik, Batu Aji 79 titik, Batu Ampar 61 titik, Sei Beduk 75 titik, Lubuk Baja 37 titik, Nongsa 85 titik, Bulang 29 titik dan Galang 44 titik.

Selain data lokasi salat, Kemenag Batam juga merilis jumlah hewan kurban yang akan disembelih. Tahun ini, masyarakat Batam akan mengurbankan 2.338 ekor sapi dan 4.469 ekor kambing.

“Kecamatan Sagulung kembali menjadi wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak, yakni 951 ekor. Disusul Batam Kota dengan 922 ekor, dan Bengkong sebanyak 884 ekor,” jelas Budi.

Kemenag berharap pelaksanaan salat dan penyembelihan hewan kurban berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan syariat Islam.

“Kami mengimbau kepada seluruh panitia kurban dan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, kebersihan lingkungan, serta menyalurkan daging kurban secara adil dan merata kepada yang berhak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, memastikan bahwa stok hewan kurban mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Jika mengacu pada data kebutuhan tahun lalu, stok hewan kurban tahun ini sudah mencukupi bahkan melebihi target,” ujarnya.

Menurut Mardanis, hewan-hewan kurban tersebut didatangkan dari beberapa daerah, seperti Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Jenis hewan yang dipasok meliputi sapi Bali dan sapi silangan, yang telah melalui pemeriksaan kesehatan.

“Kami pastikan seluruh hewan kurban dari luar daerah bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta telah lolos uji penyakit jembrana. Para pengusaha juga sudah mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Batam Siapkan 888 Titik Salat Idul Adha, 6.807 Hewan Kurban Akan Disembelih pertama kali tampil pada Metropolis.

2.440 Siswa SD dan 1.430 Siswa SMP Siap Terima Subsidi Pendidikan dari Pemko, Penyaluran Direncanakan Setelah SPMB

0
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Tri Wahyu Rubianto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam tengah mempersiapkan penyaluran subsidi pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak tertampung di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri. Program ini akan mulai diterapkan pada bulan depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan bahwa saat ini proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) masih berlangsung. Setelah proses tersebut selesai, barulah bantuan pendidikan akan disalurkan kepada siswa yang bersekolah di swasta.

“Kita upayakan setelah proses SPMB selesai, kita menunggu data dari sekolah swasta yang mengusulkan siswa untuk mendapatkan bantuan. Data itu kemudian diverifikasi kembali oleh Dinas Sosial,” ujar Tri, Rabu (4/6).

Menurutnya, masing-masing sekolah swasta akan melaporkan nama-nama siswa dari keluarga tidak mampu yang telah diterima dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data inilah yang akan dijadikan dasar oleh pemerintah dalam memberikan bantuan.

“InsyaAllah bulan depan sudah mulai diterapkan bagi siswa-siswi tidak mampu yang sekolah di swasta, kita subsidi,” tambahnya.

Tahun ini, tercatat sebanyak 2.440 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 1.430 siswa dari jenjang SMP menjadi target penerima subsidi. Bantuan tersebut diberikan setiap bulan, masing-masing sebesar Rp300 ribu untuk siswa SD dan Rp400 ribu untuk siswa SMP.

Tri menyebut, program ini merupakan bentuk perhatian Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota terhadap dunia pendidikan, agar tidak ada anak-anak di Batam yang terpaksa putus sekolah hanya karena persoalan biaya.

“Bantuan ini kita siapkan untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu yang gagal masuk ke sekolah negeri. Mereka harus terdata dalam DTKS dan berasal dari keluarga dengan penghasilan rendah,” jelasnya.

Ia juga mengimbau para orang tua agar tidak ragu mendaftarkan anak ke sekolah, baik negeri maupun swasta. Dengan adanya program subsidi ini, diharapkan semua anak tetap bisa mengenyam pendidikan.

“Kita ingin memastikan semua anak-anak Batam bisa terus sekolah. Jangan sampai ada yang tidak sekolah hanya karena tidak punya biaya,” pungkas Tri. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel 2.440 Siswa SD dan 1.430 Siswa SMP Siap Terima Subsidi Pendidikan dari Pemko, Penyaluran Direncanakan Setelah SPMB pertama kali tampil pada Metropolis.

Sidang Putusan Satria Nanda Dimulai, Suasana Ruang Sidang PN Batam Tegang

0
Suasana ruang sidang PN Batam saat dimulainya sidang pembacaan putusan terhadap Kompol Satria Nanda, mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Sidang pembacaan putusan terhadap Kompol Satria Nanda, mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang, resmi dimulai di ruang utama Pengadilan Negeri Batam, Rabu (4/6). Suasana ruang sidang yang sejak pagi dipenuhi ratusan orang berubah semakin tegang saat majelis hakim mulai membacakan amar putusan.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Tiwik, didampingi oleh dua hakim anggota, Douglas Napitupulu dan Andi Bayu. Pembacaan amar putusan dilakukan secara bergantian, dimulai oleh Hakim Tiwik yang membacakan sejumlah fakta hukum dan kronologi yang terungkap selama persidangan.

Selanjutnya, pembacaan dilanjutkan oleh Hakim Douglas yang mengurai pertimbangan hukum majelis atas keterlibatan terdakwa dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga: Ruang Sidang PN Batam Penuh Sesak Jelang Putusan 6 Mantan Anggota Satnarkoba Polresta Barelang

Kompol Satria Nanda adalah satu dari lima terdakwa yang dituntut mati oleh jaksa penuntut umum.

Dalam proses pembacaan putusan, Satria tampak tenang didampingi dua penasehat hukumnya. Sementara ada 3 JPU yang mendengar pertimbangan putusan majelis hakim yang masih berlangsung. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Sidang Putusan Satria Nanda Dimulai, Suasana Ruang Sidang PN Batam Tegang pertama kali tampil pada Metropolis.

Ekspor Batam Tembus USD 1,58 Miliar, Didominasi Produk Nonmigas

0
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar. Pelabuhan Batuampar tercatat sebagai pelabuhan muat utama dengan nilai ekspor mencapai USD 1,12 miliar pada April 2025. Nilai ini naik 7,01 persen dari Maret 2025 dan melonjak 72,87 persen dibandingkan April 2024. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Nilai ekspor Kota Batam pada April 2025 menembus angka USD 1,58 miliar atau meningkat 6,11 persen dibandingkan Maret 2025. Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya ekspor sektor nonmigas, meski ekspor migas justru mengalami penurunan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa ekspor migas turun sebesar 9,79 persen atau sekitar USD 6,71 juta. Sebaliknya, sektor nonmigas naik sebesar 6,87 persen atau USD 98,15 juta, menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekspor bulan ini.

“Secara kumulatif sepanjang Januari hingga April 2025, ekspor Kota Batam tercatat naik sebesar USD 1,39 miliar atau tumbuh 28,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Eko, Rabu (4/6).

Ia menambahkan, ekspor nonmigas mengalami lonjakan 31,54 persen atau setara USD 1,44 miliar secara tahunan (c-to-c).

Komoditas ekspor nonmigas terbesar berasal dari golongan Mesin/Peralatan Listrik dengan nilai USD 957,55 juta pada April 2025. Sepanjang Januari-April 2025, total ekspor komoditas ini mencapai USD 3,01 miliar, atau berkontribusi hampir 50 persen terhadap total ekspor nonmigas Batam.

Komoditas lainnya yang turut berperan besar antara lain Mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar USD 656,58 juta atau 10,88 persen, Kapal Laut yakni USD 560,81 juta (9,29 persen), Benda dari besi dan baja sebesar USD 377,88 juta (6,26 persen), Kokoa/coklat USD 287,52 juta (4,76 persen) serta Minyak dan lemak hewan/nabati USD 284,45 juta (4,71 persen).

Sebaliknya, komoditas ekspor ikan dan udang mengalami penurunan sebesar 2,59 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Negara tujuan ekspor terbesar Batam pada April 2025 adalah Singapura, dengan nilai USD 433,08 juta, naik 23,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan melonjak 42,79 persen dibanding April 2024. Namun secara kumulatif, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor utama Batam sepanjang Januari-April 2025 dengan total USD 1,51 miliar.

Selain itu Pelabuhan Batuampar tercatat sebagai pelabuhan muat utama dengan nilai ekspor mencapai USD 1,12 miliar pada April 2025. Nilai ini naik 7,01 persen dari Maret 2025 dan melonjak 72,87 persen dibandingkan April 2024.

Secara kumulatif, ekspor melalui Batuampar sepanjang Januari-April 2025 mencapai USD 4,59 miliar, mengungguli pelabuhan-pelabuhan lain, yaitu Sekupang USD 817,57 juta, Kabil/Panau USD 569,94 juta, Belakang Padang USD 274,65 juta dan Bandara Hang Nadim: USD 34,19 juta.

“Kelima titik muat ini menyumbang 99,69 persen dari total ekspor Kota Batam, ” jelas Eko.

Dari sisi volume, ekspor terbesar juga melalui Batu Ampar dengan total 134,47 ribu ton pada April 2025, meski turun 6,67 persen dari bulan sebelumnya. Sepanjang tahun ini, volume ekspor melalui pelabuhan tersebut mencapai 597,23 ribu ton, naik 21,12 persen dari periode yang sama tahun lalu, dan menyumbang hampir 40 persen terhadap total volume ekspor Batam. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Ekspor Batam Tembus USD 1,58 Miliar, Didominasi Produk Nonmigas pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Amankan Sabu-Sabu 1 Kg dari Seorang Pria di Kampung Mentigi

0
Kasi Humas Polres Bintan, Iptu Prasojo. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Polisi mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat kurang lebih 1 kilogram (Kg) dari pria berinisial R, 35.

Kasi Humas Polres Bintan, AKP Prasojo dikonfirmasi, Selasa (3/6/2025) mengatakan, R, pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu ditangkap di Kampung Mentigi, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Minggu (25/5/2025) malam berkat laporan dari masyarakat terkait aktivitas yang mencurigakan.

Dari laporan warga, polisi langsung melakukan penyelidikan. Pelaku diamankan saat berada di depan rumah salah satu warga di Tanjunguban.

BACA JUGA: KRI KRI Silea-858 yang Pertama Dapat Info Intelijen Soal Sea Dragon, Kapal Pengakut 2 Ton Narkoba

Setelah digeledah, polisi menemukan barang bukti narkoba jenis sabu yang disimpan dalam tas warna abu-abu hitam.

Selain barang bukti tersebut, polisi menyita satu unit handphone.

Pelaku akhirnya dibawa ke Polres Bintan di Bintan Buyu untuk proses lebih lanjut.

Pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara.

Sementara informasi beredar bahwa pelaku bukan warga Kampung Mentigi, Tanjunguban melainkan pendatang.

Pelaku dikabarkan baru datang dari luar negeri dengan membawa barang haram tersebut, titipan dari seseorang.

Tiba di Bintan, pelaku menumpang bermalam di salah satu rumah warga.

Rencananya pelaku akan melanjutkan perjalanan ke salah satu daerah di Sulawesi. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Polisi Amankan Sabu-Sabu 1 Kg dari Seorang Pria di Kampung Mentigi pertama kali tampil pada Kepri.