Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 1706

Contoh Perjuangan Kartini, Wakil Bupati Bintan Ajak Perempuan Bintan Jadi Agen Perubahan

0
Wakil Bupati, Deby Maryanti usai mengikuti apel pagi di Relief Antam Kijang, Senin (21/4/2025). F.Slamet/Batam Pos.

batampos– Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti mengajak kaum perempuan di Bintan mencontoh perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita.

Deby menekankan pentingnya kaum perempuan untuk menjadi lebih inovatif dan mandiri di era modern ini.

Deby juga menekankan pentingnya kaum perempuan menjadi agen perubahan dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

BACA JUGA: Buron Selama 7 Tahun, Faly Kartini, Terpidana Korupsi Akhirnya Ditangkap

Ia mengajak kaum perempuan untuk terus mengobarkan semangat R.A. Kartini dalam setiap aspek kehidupan, sambil tetap menjaga kodratnya sebagai perempuan.

“Dengan semangat Kartini, mari kita belajar, bekerja, berkarya, dan mengambil bagian dalam kemajuan bangsa,” ujar Deby usai mengikuti apel pagi di Relief Antam Kijang, Senin (21/4/2025).

Selain itu, Deby mengingatkan kaum perempuan untuk tidak melupakan kodratnya sebagai ibu rumah tangga, serta menekankan pentingnya mengimplementasikan semangat Kartini dalam mendidik dan melindungi anak-anak.

Ia berharap kaum perempuan dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul, sehat, dan berakhlak mulia.

Ia juga mengajak kaum perempuan untuk terus berjuang dan berkarya, serta meneruskan nilai-nilai luhur yang telah diperjuangkan oleh para pejuang perempuan Indonesia.

Dengan semangat Kartini, kaum perempuan diharapkan dapat menjadi contoh dan berperan penting dalam keluarga dan masyarakat. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Contoh Perjuangan Kartini, Wakil Bupati Bintan Ajak Perempuan Bintan Jadi Agen Perubahan pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus Pengrusakan Puluhan Rumah di Baloi Kolam, Kapolresta: Pemeriksaan Maraton

0
Baloi Kolam.

batampos – Penyidikan kasus pengrusakan rumah di RT03 dan RW10/RW 16 Baloi Kolam, Batam Kota masih bergulir di Satreskrim Polresta Barelang. Hingga saat ini, polisi belum menangkap para pelaku maupun menetapkan tersangka.

Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin mengatakan pihaknya sudah menerima laporan para korban dan melakukan pemeriksaan secara maraton.

“Dari Satreskrim melakukan pemeriksaan maraton,” ujarnya di Mapolsek Sagulung, Senin (21/4).

Zaenal menambahkan pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap saksi. Kemudian, memanggil terduga pelaku untuk dilakukan pemeriksaan ke Mapolresta Barelang.

“Kita lakukan pemanggilan terhadap terduga. Sabar dulu,” katanya.

Sementara Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta mengatakan sampai saat ini pihaknya tetap melakukan pengamanan di kawasan Baloi Kolam.

“Kita melakukan pengamanan agar situasi tetap aman dan kondusif, katanya.

Sebelumnya, puluhan rumah di RT 03 dan RT 10/ RW 16 Baloi Kolam, Batam Kota dirusak pada Kamis (17/4) malam. Rumah-rumah tersebut dilempar batu, kacanya dipecah, hingga warga mengungsi.

RW 16 Baloi Kolam, Sahat Tampubolon mengatakan puluhan rumah warga yang dirusak ini yang menerima sagu hati dari PT Alfinky. Ia menduga pelaku pengrusakan merupakan warga yang menolak sagu hati atas pembebasan lahan tersebut.

“Yang melakukan pengrusakan itu warga yang menolak. Kami menerima, karena lahan itu bukan punya kami,” ujarnya di Mapolresta Barelang.

Sahat menjelaskan sebelum pengrusakan rumah, warga yang menolak juga melakukan pemutusan aliran listrik. Pemutusan sudah berlangsung sejak 4 April lalu.

“Setelah listrik diputus, ini rumah dirusak. Gimana anak-anak kami,” katanya.

Sahat menjelaskan warga sudah melaporkan peristiwa ini ke Mapolresta Barelang pada Jumat (18/4) dini hari.  (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Kasus Pengrusakan Puluhan Rumah di Baloi Kolam, Kapolresta: Pemeriksaan Maraton pertama kali tampil pada Metropolis.

Halal Bi Halal Warga Siantan di Tanjungpinang, Raja Bayu Ajak Perantau Bersinergi Bangun Kampung Halaman

0
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu (baju kurung kuning) bersama istri, Kustiorini menyempatkan diri menyapa warga perantau Siantan di Tanjungpinang. f.ist

batampos– Pemkab Anambas menggelar Halal Bi Halal dengan Ikatan Keluarga Siantan (IKS) Kota Tanjungpinang di Aula SMK Negeri 3 Tanjungpinang, Senin, (21/4).

Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian hadir langsung bersama istri, Kustiorini mengatakan kegiatan itu sangat berarti baginya, karena bisa bertemu dengan seluruh perantau yang tergabung di IKS Tanjungpinang.

Ia menyebutkan, bahwa peran perantau sangat strategis dalam mendorong percepatan pembangunan di daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: Wakil Bupati Anambas Bayu Apresiasi Langkah Jaksa Mengawal Dana Desa di Anambas

“Kami sangat apresiasi para perantau atas kontribusinya dalam membangun daerah yang sama-sama dicintai ini. Banyak ide, pemikiran, sumbangan moril maupun materil diberikan untuk kemajuan Siantan khususnya Anambas,” ujar Raja Bayu.

Politisi Golkar ini menegaskan bahwa komunikasi dan silaturahmi antara Pemerintah dengan masyarakat yang berada di perantauan mesti diperkuat. Salah satunya adalah, dengan mengadakan pertemuan rutin dan halal bi halal.

“Kunci dari halal bi halal itu adalah silaturrahim. Yakni membangun jembatan hati, setelah lama tidak bersama atau jarang bertemu. Hal ini merupakan langkah awal dalam mewujudkan kebersamaan dan memulai pembangunan untuk mencapai visi Energu Baru, Anambas Maju,” jelas Raja Bayu.

Selain itu, Raja Bayu menghimbau para perantau untuk meningkatkan kekompakan yang telah terbangun dengan baik.

“Berbagai hasil telah kita torehkan, buah dari kekompakan yang selama ini terjaga dengan baik. Masih banyak lagi yang harus dilakukan ke depannya, seperti program seragam gratis untuk pelajar, kesejahteraan rakyat dan berbagai program lainnnya. Untuk itu, mohon dukungannya,” pungkas Raja Bayu. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Halal Bi Halal Warga Siantan di Tanjungpinang, Raja Bayu Ajak Perantau Bersinergi Bangun Kampung Halaman pertama kali tampil pada Kepri.

Penguatan Diplomasi Daerah, Arahkan Kolaborasi Ekonomi dan Budaya

0
Walikota Batam Amsakar Achmad. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat jejaring kerja sama internasional dalam rangka mempercepat pembangunan daerah. Hal ini ditandai dengan kunjungan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Zhang Min, ke Ruang Rapat Wali Kota Batam, Senin (21/4).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana penjajakan kerja sama Sister City atau Kota Kembar antara Batam dan Kota Xiangyang, Provinsi Hubei, Tiongkok.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut langsung kedatangan Konsul Jenderal Zhang Min bersama delegasi.

Amsakar menegaskan pentingnya menjalin hubungan yang lebih erat dengan berbagai daerah di Tiongkok, sebagai bagian dari upaya Batam untuk menjadi kota yang maju dan terbuka terhadap dunia internasional.

“Bagi kami, Tiongkok merupakan mitra strategis penting. Kami sangat terbuka menjalin hubungan baik antarpemerintah maupun antarwilayah di Tiongkok, termasuk dengan Xiangyang. Harapan kami, kerja sama ini memberi manfaat konkret bagi masyarakat,” ujar Amsakar.

Konsep Sister City, yang menjadi pembahasan utama dalam pertemuan ini, merupakan bentuk kemitraan resmi antar kota di berbagai negara. Tujuannya adalah memperkuat hubungan sosial, budaya, serta membuka ruang kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, dan teknologi.

Dalam kesempatan itu, Konsul Jenderal Zhang Min memaparkan potensi besar Kota Xiangyang, yang memiliki lebih dari 6 juta penduduk dan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 600 miliar Yuan. Xiangyang dikenal sebagai pusat industri dan pertanian modern di Tiongkok. Bahkan, kota ini menjadi lokasi dari beberapa pabrik otomotif ternama, termasuk BYD, serta pusat pengembangan energi baru dan manufaktur canggih.

“Xiangyang adalah kota yang maju dengan banyak inovasi di sektor energi dan pertanian. Kami yakin kerja sama ini akan menghasilkan solusi yang saling menguntungkan bagi kedua pihak. Delegasi kami pun sudah lebih dulu datang ke Batam sebagai langkah konkret untuk menjajaki kemitraan ini,” tutur Zhang.

Ia juga menyampaikan salam dari Wali Kota Xiangyang dan mengundang secara langsung Wali Kota Batam untuk melakukan kunjungan balasan ke Tiongkok. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah lanjutan guna memperdalam komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas.

Zhang Min mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi besar Batam yang memiliki posisi geografis sangat strategis, berdekatan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Ia juga menyebut lebih dari 100 perusahaan asal Tiongkok telah berinvestasi di Batam dan siap mendukung pembangunan ekonomi dan sosial daerah.

“Kami optimis di bawah kepemimpinan yang kuat, Batam akan terus berkembang. Kami harap hubungan kerja sama ini menjadi fondasi kuat untuk memperkuat ikatan bilateral, apalagi situasi hubungan kenegaraan Indonesia-Tiongkok saat ini sangat baik,” ujar Zhang Min yang telah menjabat sebagai Konjen di Indonesia selama tiga tahun.

Wali Kota Amsakar menambahkan, Batam terus mengalami kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur dan proyek-proyek strategis nasional. Ia berharap, kerja sama dengan Xiangyang tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertukaran budaya dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kami sangat bahagia atas kunjungan ini. Semoga kerja sama ini mempererat hubungan dua kota dan menjadi gerbang bagi masuknya lebih banyak investor dan program kolaboratif ke Batam,” tutup Amsakar. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Penguatan Diplomasi Daerah, Arahkan Kolaborasi Ekonomi dan Budaya pertama kali tampil pada Metropolis.

Dirawat 3 Malam, 1 Pasien DBD Meninggal Dunia, 5 Orang Dirawat

0
Kadinkes Karimun, Rachmadi

batampos– Seorang pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di RSUD Muhammad Sani, pada Minggu (20/4) meninggal dunia. Pasien merupakan pelajar yang masih anak-anak berusia 9 tahun dan sempat dirawat selama 3 malam.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi yang dikonfirmasi Batam Pos, Senin (21/4) mengatakan, memang benar bahwa ada satu pasien DBD yang dirawat di RSUD Muhammad Sani meninggal dunia. ”Dari laporann yang saya terima bahwa ketiak masuk dirawat pertama kali kondisi trombosit masih dalam keadaan bagus,” yakni, 74 ribu,” ujarnya.

Hanya saja, tambah Rachmadi, kondisi pasien terus menurun. Khususnya, trombosit menurun. Dengan kondisi ini, maka telah dilakukan penangnan dengan cara melakukan penambahan trombosit. Dengan adanya pasien yang meninggal dunia dari Kecamatan Buru, maka pihaknya sudah meminta kepada Puskesmas Buru untuk melakukan penyelidikan etimologi guna mengetahui dari mana jangkitan DBD yang dialami pasien.

BACA JUGA: Hingga Maret 2025 Jumlah Pasien Penderita DBD Di Kabupaten Lingga Sebanyak 23 Kasus

”Informasi sementara bahwa anak tersebut sekolah di Kecamatan Buru, namun orang tuanya tinggal di Karimun. Dan, sebelum terjangkit DBD ada beberapa kali ke Karimun. Sehingga, yang perlu diketahui apakah korban meninggal DBD ini terjangkit di Kecamatan Buru atau di Karimun. Hal ini perlu penyelidikan etimologi oleh pihak Puskesmas agar dapat dicegah penyebarannya,” ungkapnya.

Dikatakannya, kasus kematian akibat DBD ini meruopakan yang pertama dalam dua tahun terakhir. Artinya, sehjak 2023 dan 2024 tidak ada kematian akibat DBD. Bahkan, kasus DBD sendiri tidak tinggi atau mengalami peningkatan. Untuk sampai bulan ini baru 15 kasus. Dan, jika dilihat dario grafik laporan, dalam 4 bulan ini, di Januari kasusnya cukup tinggi. Sampai 55 kasus. Namun, bulan berikutnya sampai dengan bulan ini mengalami penurunan. Jika ditotal sejak Januari sampai dengan bulan ini jumlah kasus DBD sebanyak 115.

Direktur RUSD Muhammad Sani, dr Dedi Abrianto yang dikonfirmasi secara terpisah menyebutkan, pasien DBD yang meninggal dunia sempat dirawat selama 3 malam. ”Yakni, mulai masuk dirawat itu Kamis (17/4) dan meninggal Minggu (20/4) pagi. Selama dirawat sem[at mendapatkan tambahan trombosit disebabkan trombosit mengalami penurunan,” jelasnya.

Untuk saat ini, lanjutnya, jumlah pasien yang masih di rawat di RSUD Muhammad Sani karena DBD ada 5 orang. Terdiri dari 2 pasien anak-anak dan 3 orang dewasa. Untuk kondisi dalam keadaan stabil. Dia mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga kebersiohan lingkungan. Khususnya, terhadap barang-barang yang dapat menampung air dan menjadi tempat berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Apalagi, kondisi cuaca saat ini tidak menentu,. Yakni, kadang hujan dan kadang panas. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Dirawat 3 Malam, 1 Pasien DBD Meninggal Dunia, 5 Orang Dirawat pertama kali tampil pada Kepri.

Keributan di Kampung Kolam Teluk Bakau, Warga Bantah Tahu Kejadian

0
Sejumlah warga Kampung Kolam, Teluk Bakau, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam saat memberi penjelasan kepada wartawan, Senin (21/4). 

batampos – Kerusuhan yang terjadi di Kampung Kolam, Teluk Bakau, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, pada Minggu (20/4), menyebabkan lima orang luka-luka. Namun, banyak warga sekitar mengaku tidak mengetahui secara langsung peristiwa tersebut.

“Saat kejadian Minggu kami tidak tahu, karena sedang ibadah Paskah,” ujar Lia Purba, salah satu warga Kampung Kolam, saat ditemui, Senin (21/4).

Meski demikian, menurut Lia, sehari sebelumnya, Sabtu (19/4), juga sempat terjadi keributan antara warga dan pihak perusahaan PT CTP. Kericuhan bermula ketika sejumlah pekerja perusahaan hendak menimbun kolam yang berada di area permukiman warga, namun aksi itu dihalangi warga. Salah satu warga, Nur Simbolon, bahkan nyaris tertimbun saat mencoba menghadang truk bermuatan pasir yang hendak membuang muatan ke kolam.

“Kalau kejadian Minggu saya tidak tahu, tapi kalau Sabtu adik saya jadi korban, nyaris tertimbun tanah karena menghalangi penimbunan kolam,” lanjut Lia.

Menurut Lia, warga yang masih bertahan di lokasi belum menerima uang sagu hati dari perusahaan. Bahkan, ia mengaku belum pernah sekalipun didatangi oleh pihak PT CTP.

“Satu RT ada sekitar 200 rumah yang masih bertahan. Di Kampung Kolam sendiri masih ada 35 rumah yang belum dibayar sepeser pun,” tegasnya.

Lia menyebutkan bahwa konflik penggusuran sudah berlangsung selama tiga tahun. Ia dan warga lainnya kerap mengalami intimidasi dari pihak perusahaan, mulai dari pemotongan pohon hingga penimbunan kolam.

“Kolam itu sumber air kami. Setiap hari pihak perusahaan datang untuk melakukan aktivitas tanpa penjelasan. Kami sudah berkali-kali melarang agar kolam jangan dulu ditimbun, karena letaknya berdekatan dengan sumur dan masih ada warga yang tinggal di sekitar situ,” ujarnya.

Lia menegaskan bahwa warga tidak keberatan untuk pindah, asalkan perusahaan memberikan kompensasi yang layak dan adil sesuai kondisi rumah mereka.

“Kami tidak minta banyak, hanya sesuai hati. Selama ini perusahaan menawari satu-satu, jadi banyak warga yang tidak kebagian. Jujur, kami tidak masalah pindah, asal layak,” katanya.

Senada dengan Lia, Nur Simbolon 41 warga yang nyaris menjadi korban tertimbun tanah, mengaku sudah tinggal di lokasi tersebut selama 12 tahun. Ia nekat menghalangi truk penimbun kolam karena kolam itu merupakan sumber air utama bagi warga. Akibat kejadian itu, sebagian tubuh Nur sempat tertimbun dan mengalami nyeri.

“Saya tak pikirkan apa-apa lagi, yang penting kolam jangan ditimbun. Itu sumber air kami.Sakitnya tidak sebanding dengan rasa dipaksa keluar dari rumah. Saya sempat dipijat, sekarang sudah agak mendingan,” ungkapnya.

Sementara, Kapolsek Nongsa, Kompol Efendri Alie mengatakan pasca kejadian, lokasi tidak terdapat adanya aktifitas.

“Kami pantau dan patroli lokasi atau Tkp sementara NIHIL aktivitas,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Keributan di Kampung Kolam Teluk Bakau, Warga Bantah Tahu Kejadian pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Tuntut Deportasi WNA Tiongkok Usai Diduga Menganiaya Wanita

0
Ilustrasi.

batampos – Puluhan warga Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Senin (21/4).

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan muda berinisial IRS (20) oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok berinisial CS.

Dalam orasinya, massa menuntut agar pelaku segera dideportasi secara permanen dan dicekal masuk kembali ke wilayah Indonesia. Massa juga menuntut penjelasan dari pihak Imigrasi terkait keberadaan pelaku yang masih bebas di Batam meski sempat dideportasi ke Singapura.

“Kami meminta Kepala Imigrasi keluar dan menjelaskan kenapa pelaku masih bebas berkeliaran di Batam,” teriak salah seorang orator perempuan dari atas mobil komando.

Situasi sempat memanas ketika orator lain mengancam akan menerobos masuk ke dalam kantor imigrasi jika tidak ada perwakilan yang menemui mereka.

“Jangan adu domba kami dengan polisi. Jangan pancing kami untuk anarkis,” ujarnya lantang, disambut sorakan massa aksi.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi pada 26 Februari 2025 di sebuah apartemen di kawasan Teluk Tering, Kota Batam. IRS, korban berusia 20 tahun, diduga mengalami kekerasan fisik oleh CS, seorang ekspatriat yang bekerja di Batam.

Meski kasus sempat ditindaklanjuti dengan deportasi CS ke Singapura, keluarga korban merasa kecewa setelah mengetahui bahwa pelaku kembali masuk ke Indonesia dan menetap secara legal menggunakan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

“Kami merasa hukum tidak adil. Pelaku bisa kembali seolah tak terjadi apa-apa,” ujar BT, salah satu anggota keluarga IRS, dengan nada kecewa.

Kuasa hukum korban, Rolas Sitinjak, menyebut tindakan deportasi saja tidak cukup memberikan efek jera.

Ia menegaskan langkah tegas seperti pencekalan masuk kembali ke Indonesia harus dilakukan sebagai bagian dari perlindungan hukum terhadap korban.

“Kami menuntut pencekalan segera dilakukan. Ini bukan hanya demi keadilan untuk IRS, tetapi juga demi menjaga kedaulatan hukum negara,” kata Rolas dalam keterangannya.

Menurutnya, keberadaan CS yang kembali ke Indonesia menunjukkan celah dalam sistem pengawasan imigrasi dan penegakan hukum terhadap WNA pelanggar hukum.

Aksi yang berlangsung damai namun tegang tersebut menjadi sorotan warga Batam dan netizen di media sosial. Tuntutan massa tidak hanya mencakup deportasi dan pencekalan, namun juga dorongan agar penegak hukum lebih berpihak pada korban dan menjaga martabat hukum nasional.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Imigrasi Batam belum memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, warga menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Warga Tuntut Deportasi WNA Tiongkok Usai Diduga Menganiaya Wanita pertama kali tampil pada Metropolis.

Persiapan Rotasi Kepala OPD, 27 Pejabat Eselon II di Anambas Bakal Ikuti Uji Kompetensi

0
Kepala BKPSDM Anambas, Nurgayah. f.ihsan

batampos– Sebanyak 27 orang pejabat Eselon II atau kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas dalam waktu dekat akan di rotasi.

Sebelum dilakukan rotasi, 27 orang ini terlebih dahulu akan mengikuti uji kompetinsi (Ukom) yang digelar oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Anambas.

“Kami sedang melakukan usulan ke Gubernur serta tembusan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Kalau setuju, kita cari jadwal untuk Ukom,” ujar Kepala BKPSDM Anambas, Nurgayah, Minggu, (20/4).

BACA JUGA: 5 Pelamar P3K Pemkab Karimun Ujian di Luar Provinsi Kepri

Nurgayah menegaskan uji kompetensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa pejabat yang tepat ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kompetensinya, serta untuk mendukung rotasi dan mutasi pejabat secara efektif.

“Nanti setelah hasil Ukom keluar, kita bisa menilai dimana sih pejabat itu cocok ditempatkan. Tentu pimpinan (Bupati) ingin sosok yang pas untuk dijadikan kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” jelas Nurgayah.

Saat disinggung, apakah Ukom ini atas dorongab Bupati untuk sebagai persiapan pelantikan kepala OPD. Mengingat, setiap pergantian kepala daerah, pasti akan ada pergantian kepala OPD ubtuk mengikuti ritme kepemimpinan saat ini. Untuk itu, Nurgayah masih enggan menjawab terlalu lebar.

“Belum ada. Tapi yang penting sewaktu-waktu Bupati minta dilakukan rotasi pejabat eselon II, kami sudah siap dan sudah ada hasil Ukomnya,” tegas Nurgayah.

Nurgayah memastikan uji kompetensi ini akan berjalan sesuai aturan yang berlaku bahkan segera memberikan tembusan kepada Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) sebagai pemberitahuan bahwa berjalan transparan. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Persiapan Rotasi Kepala OPD, 27 Pejabat Eselon II di Anambas Bakal Ikuti Uji Kompetensi pertama kali tampil pada Kepri.

Puluhan Warga Desak Imigrasi Batam Deportasi WNA Tiongkok Pelaku Penganiayaan

0
Puluhan warga unjuk rasa di depan Kantor Imigrasi Batam, Senin (21/4). Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan muda berinisial IRS (20) oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok berinisial CS. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Puluhan warga Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Senin (21/4).

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan muda berinisial IRS (20) oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok berinisial CS.

Dalam orasinya, massa menuntut agar pelaku segera dideportasi secara permanen dan dicekal masuk kembali ke wilayah Indonesia. Massa juga menuntut penjelasan dari pihak Imigrasi terkait keberadaan pelaku yang masih bebas di Batam meski sempat dideportasi ke Singapura.

“Kami meminta Kepala Imigrasi keluar dan menjelaskan kenapa pelaku masih bebas berkeliaran di Batam,” teriak salah seorang orator perempuan dari atas mobil komando.

Situasi sempat memanas ketika orator lain mengancam akan menerobos masuk ke dalam kantor imigrasi jika tidak ada perwakilan yang menemui mereka.

“Jangan adu domba kami dengan polisi. Jangan pancing kami untuk anarkis,” ujarnya lantang, disambut sorakan massa aksi.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi pada 26 Februari 2025 di sebuah apartemen di kawasan Teluk Tering, Kota Batam. IRS, korban berusia 20 tahun, diduga mengalami kekerasan fisik oleh CS, seorang ekspatriat yang bekerja di Batam.

Meski kasus sempat ditindaklanjuti dengan deportasi CS ke Singapura, keluarga korban merasa kecewa setelah mengetahui bahwa pelaku kembali masuk ke Indonesia dan menetap secara legal menggunakan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

“Kami merasa hukum tidak adil. Pelaku bisa kembali seolah tak terjadi apa-apa,” ujar BT, salah satu anggota keluarga IRS, dengan nada kecewa.

Kuasa hukum korban, Rolas Sitinjak, menyebut tindakan deportasi saja tidak cukup memberikan efek jera.

Ia menegaskan langkah tegas seperti pencekalan masuk kembali ke Indonesia harus dilakukan sebagai bagian dari perlindungan hukum terhadap korban.

“Kami menuntut pencekalan segera dilakukan. Ini bukan hanya demi keadilan untuk IRS, tetapi juga demi menjaga kedaulatan hukum negara,” kata Rolas dalam keterangannya.

Menurutnya, keberadaan CS yang kembali ke Indonesia menunjukkan celah dalam sistem pengawasan imigrasi dan penegakan hukum terhadap WNA pelanggar hukum.

Aksi yang berlangsung damai namun tegang tersebut menjadi sorotan warga Batam dan netizen di media sosial. Tuntutan massa tidak hanya mencakup deportasi dan pencekalan, namun juga dorongan agar penegak hukum lebih berpihak pada korban dan menjaga martabat hukum nasional.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Imigrasi Batam belum memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, warga menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Puluhan Warga Desak Imigrasi Batam Deportasi WNA Tiongkok Pelaku Penganiayaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Menag Nasaruddin Ucapkan Duka Cita untuk Wafatnya Paus Fransiskus

0
Menag Nasaruddin Umar saat bertemu dengan Paus Fransiskus di Jakarta beberapa waktu lalu. (Kemenag)

batampos – Sementara itu dari tanah air, ucapan duka cita atas meninggalnya Paus Fransiskus disampaikan oleh Menag Nasaruddin Umar. Dia menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Umat Katolik itu. Nasaruddin menilai Paus Fransiskus adalah salah satu sahabat dekatnya. “Tentu jasa dan persahabatan beliau tidak bisa kita lupakan,” ujarnya pada Senin (21/4).

Keduanya pernah bertemu di Masjid Istiqlal beberapa waktu lalu. Dia mendoakan semoga Yang Mulia Paus mendapat tempat yang layak di sisi-Nya sesuai dengan kebajikan yang telah dilakukannya.

Seperti diketahui Nasaruddin dan Paus Fransiskus dikenal sebagai dua tokoh yang memiliki jalinan persahabatan. Selaku Imam Besar Masjid Istiqlal Nasarurudin Umar menandatangani Deklarasi Istiqlal pada 5 September 2024. Dalam kesempatan itu Nasaruddin mengenalkan kepada Paus Fransiskus bahwa Masjid Istiqlal adalah rumah besar bagi kemanusiaan.

“Baru saja (Paus Fransiskus) telah mengunjungi Indonesia, termasuk mengunjungi Masjid Istiqlal dan memberikan pernyataan bersama yang sangat mengglobal,” sebutnya. Dia berharap kerja sama antara Indonesia dan Vatikan, serta wasiat yang telah dirintis Paus Fransiskus dapat ditindaklanjuti sebagaimana yang telah disepakati.

Kepada umat Katolik yang telah ditinggalkan Paus Fransiskus, Nasaruddin berpesan untuk bersabar dalam menghadapi cobaan. “Sekali lagi kami semuanya, keluarga besar Kementerian Agama dan segenap warga bangsa Indonesia mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Paus Fransiskus,” katanya.

Sementara itu Dirjen Bimas Katolik Kemenag Suparman mengatakan Paus Fransiscus begitu rendah hati hingga menunggu Gurunya (Yesus Kristus) menyelesaikan pekerjaannya, baru ia mengikuti-Nya. “Beliau seorang gembala yang sederhana. Ia kini telah bersama Guru yang ditirunya semasa hidup,” kata dia.

Suparman mengatakan Paus wafat sehari setelah Gereja yang dipimpinnya merayakan Kebangkitan Kristus. Menurut dia tidak berlebihan untuk menyimpulkan bahwa Kristus telah menunggunya di pintu surga.

Dia menjelaskan Nuncio Apostolik untuk Indonesia telah menyampaikan berita duka meninggalnya Paus Fransiskus pada Senin (21/4) pukul 7.35 waktu Roma (13.35 waktu Indonesia Bagian Tengah) dalam usia 88 Tahun. Dia berpesan umat Katolik khususnya agar mendoakan keselamatan Paus Fransiskus dalam doa2 ekaristi bersama umat. “Mohon doa2 ini diteruskan kepada umat,” katanya. Para pastor bisa menggoyangkan lonceng gereja sebagai tanda berkabung dan komisi liturgi keuskupan bisa membantu dalam rumusan doa selama hari hari perkabungan ini. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Menag Nasaruddin Ucapkan Duka Cita untuk Wafatnya Paus Fransiskus pertama kali tampil pada News.