Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 1711

Deputi V, BP Batam Meninjau Kemajuan Pengembangan Bandara Hang Nadim

0

batampos – Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang BP Batam, Irjen Pol. Ruslan Aspan, meninjau progres pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim pada Selasa (22/4/2025).

Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekosistem Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di Kota Batam.

Kunjungan tersebut juga bertujuan memastikan proyek berjalan sesuai Rencana Induk Bandara (RIB), yang mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), khususnya di sektor logistik dan penerbangan nasional.

Selain meninjau progres infrastruktur, Deputi Ruslan turut mengecek aktivitas kargo di Bandara Hang Nadim. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas barang agar proses distribusi dan pengiriman tidak terhambat.

“Sesuai arahan pimpinan BP Batam, kami ingin agar pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim dapat mendorong ekosistem ekonomi di Batam menjadi lebih baik,” ujar Deputi V BP Batam tersebut.

Sebagai pengelola Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, BP Batam memiliki mandat untuk menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif.

Menurut Ruslan, salah satu fokusnya adalah menyiapkan infrastruktur dan fasilitas pendukung yang dapat memperkuat posisi Batam sebagai hub logistik dan industri penerbangan nasional.

“Kami berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan industri MRO menjadi salah satu sektor yang dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi Batam ke depannya,” tutup Ruslan. (*)

Artikel Deputi V, BP Batam Meninjau Kemajuan Pengembangan Bandara Hang Nadim pertama kali tampil pada Metropolis.

Deputi V, BP Batam Meninjau Kemajuan Pengembangan Bandara Hang Nadim

0

batampos – Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang BP Batam, Irjen Pol. Ruslan Aspan, meninjau progres pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim pada Selasa (22/4/2025).

Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekosistem Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di Kota Batam.

Kunjungan tersebut juga bertujuan memastikan proyek berjalan sesuai Rencana Induk Bandara (RIB), yang mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), khususnya di sektor logistik dan penerbangan nasional.

Selain meninjau progres infrastruktur, Deputi Ruslan turut mengecek aktivitas kargo di Bandara Hang Nadim. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas barang agar proses distribusi dan pengiriman tidak terhambat.

“Sesuai arahan pimpinan BP Batam, kami ingin agar pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim dapat mendorong ekosistem ekonomi di Batam menjadi lebih baik,” ujar Deputi V BP Batam tersebut.

Sebagai pengelola Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, BP Batam memiliki mandat untuk menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif.

Menurut Ruslan, salah satu fokusnya adalah menyiapkan infrastruktur dan fasilitas pendukung yang dapat memperkuat posisi Batam sebagai hub logistik dan industri penerbangan nasional.

“Kami berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan industri MRO menjadi salah satu sektor yang dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi Batam ke depannya,” tutup Ruslan. (*)

Artikel Deputi V, BP Batam Meninjau Kemajuan Pengembangan Bandara Hang Nadim pertama kali tampil pada Metropolis.

Dugaan Korupsi KC Pegadaian Syariah, Kejari Batam Kantongi Calon Tersangka

0
Kasi Intel Kejari Batam, Tiyan Andesta.

batampos – Penyidikan kasus dugaan korupsi di Kantor Cabang (KC) Syariah Pegadaian Batam terus menunjukkan perkembangan signifikan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menyatakan telah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus yang diduga merugikan negara lebih dari Rp4 miliar melalui skema kredit mikro fiktif.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Tiyan Andesta, mengatakan kasus ini kini telah memasuki tahap ekspose perkara sebelum dilakukan penetapan tersangka secara resmi.

“Informasi lebih lanjut masih kami koordinasikan dengan bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus),” ujarnya, Rabu (23/4).

Menurutnya, Kejari Batam memastikan seluruh proses penyidikan dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai prinsip hukum acara pidana yang berlaku.

“Jika ditemukan alat bukti yang mengarah kepada perbuatan pidana dan ada pertanggungjawaban hukum, kami akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap perkembangan penyidikan juga kami laporkan secara berjenjang,” ujarnya .

Sementara itu, Kepala Kejari Batam, I Ketut Kasna Dedi, sebelumnya telah menyampaikan bahwa pihaknya memang telah memiliki calon tersangka.

Namun, proses penetapan secara resmi masih menunggu hasil audit dan perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Riau.

“Untuk calon tersangka sebenarnya sudah ada, tapi penetapan secara hukum harus menunggu perhitungan kerugian negara yang kini sedang dilakukan oleh BPKP,” ujar Kasna Dedi.

Berdasarkan hasil temuan awal dari Satuan Pengawas Intern (SPI) Pegadaian, potensi kerugian negara akibat praktik kredit fiktif tersebut ditaksir mencapai Rp4.064.530.803. Angka tersebut masih bersifat sementara dan menunggu validasi akhir dari audit BPKP.

Kasna juga menjelaskan modus operandi yang digunakan dalam kasus ini, yakni menciptakan transaksi fiktif atas nama kredit mikro, sehingga terlihat seolah-olah terjadi proses pemberian pinjaman yang sah. Namun kenyataannya, dana yang dicairkan tidak sampai kepada nasabah yang sah.

Meski saat ini baru satu orang yang dilaporkan sebagai terduga pelaku, Kejari Batam membuka kemungkinan adanya tersangka tambahan.

“Untuk saat ini, terlapor masih satu orang. Namun penyidikan bisa berkembang sesuai dengan fakta dan alat bukti yang ditemukan,” ujarnya. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Dugaan Korupsi KC Pegadaian Syariah, Kejari Batam Kantongi Calon Tersangka pertama kali tampil pada Metropolis.

Yuldi Yusman Jabat Plt Dirjen Imigrasi Gantikan Saffar Muhammad Godam

0
Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman, ditunjuk untuk mengemban amanah sebagai Plt Dirjen Imigrasi yang baru.

batampos – Direktorat Jenderal Imigrasi resmi melepas tugas Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Saffar Muhammad Godam, yang akan melanjutkan tugas sebagai Asesor Sumber Daya Manusia Ahli Utama pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Hukum dan HAM RI. Serah terima tugas dilaksanakan pada Rabu (23/4) di Gedung Ditjen Imigrasi.

Sebagai pengganti, Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman, ditunjuk untuk mengemban amanah sebagai Plt Dirjen Imigrasi yang baru.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan di Ditjen Imigrasi atas dukungan dan kerja sama selama ini. Pencapaian yang kita raih adalah hasil kolaborasi bersama. Saya mohon doa restu untuk melanjutkan tugas saya di BPSDM Hukum. Semoga Imigrasi terus berjaya,” ujar Godam dalam sambutannya.

Saffar Muhammad Godam menjabat sebagai Plt Dirjen Imigrasi selama enam bulan sejak ditunjuk oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, pada 22 Oktober 2024. Masa kepemimpinannya ditandai dengan sejumlah pencapaian penting, termasuk rekor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp9 triliun atau 150 persen dari target sebesar Rp6 triliun.

Kontribusi PNBP terbesar berasal dari layanan visa (Rp5,03 triliun), paspor (Rp2,49 triliun), dan layanan keimigrasian lainnya (Rp1,4 triliun).

Selain itu, Godam juga melanjutkan perluasan layanan Immigration Lounge di pusat-pusat perbelanjaan strategis untuk mempermudah penerbitan paspor dan izin tinggal. Dalam periode Oktober 2024 hingga April 2025, tiga Immigration Lounge baru telah diresmikan di Grand Metropolitan Mall Bekasi, Ciputra World Mall Surabaya, dan Mall Pesona Square Depok.

Penggunaan autogate di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) juga terus diperluas, antara lain di Bandara Soekarno-Hatta (98 unit), Bandara Ngurah Rai Bali (90 unit), Bandara Juanda Surabaya (28 unit), Bandara Kualanamu Medan (30 unit), dan Pelabuhan Batam Centre (5 unit).

Prestasi lain yang diraih adalah pengakuan internasional terhadap Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta yang menduduki peringkat ke-10 layanan imigrasi bandara terbaik di dunia versi Skytrax 2025.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyampaikan apresiasi atas kinerja Godam. “Kepemimpinan Bapak Godam telah membawa perubahan positif dan prestasi yang membanggakan. Selamat bertugas, semoga sukses dan senantiasa dalam lindungan Tuhan,” ujarnya.

Plt Dirjen Imigrasi yang baru, Yuldi Yusman, dikenal melalui sejumlah pencapaian dalam bidang pengawasan dan penindakan keimigrasian. Ia terlibat dalam deportasi TJC, buronan U.S. Marshals asal Amerika Serikat; pengamanan 17 warga Vietnam di klinik ilegal di Jakarta Utara; pelaksanaan Operasi Wira Waspada Penanaman Modal Asing (OPS PMA) bersama BKPM; serta pengamanan dua WNA asal Tiongkok, FN dan GC, terkait kasus kejahatan ekonomi.

“Dengan resminya Bapak Yuldi Yusman sebagai Plt Dirjen Imigrasi, saya berharap Ditjen Imigrasi dapat terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kedaulatan negara,” tutup Agus. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Yuldi Yusman Jabat Plt Dirjen Imigrasi Gantikan Saffar Muhammad Godam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kolaborasi Kemenkumham dan Polda Kepri: Sinergi Hukum Demi Iklim Investasi yang Sehat

0
Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin menerima kunjungan Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri, Edison Manik. 

batampos – Upaya menciptakan kepastian hukum dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hukum menjadi fokus dalam pertemuan strategis antara Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepri. Pertemuan ini digelar di Ruang Kerja Kapolda Kepri dan menandai langkah konkret kedua institusi dalam memperkuat sinergi pembinaan dan penegakan hukum di wilayah perbatasan ini.

Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin menekankan bahwa kesadaran hukum masyarakat merupakan fondasi penting bagi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), yang pada gilirannya menjadi faktor kunci menarik investasi.

“Kami menyambut baik sinergi ini. Kesadaran hukum sangat penting, termasuk dalam mendukung stabilitas kamtibmas yang menjadi faktor pendukung utama masuknya investasi di Kepri,” ujar Asep.

Tak hanya soal stabilitas, Kapolda juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual serta penanggulangan peredaran barang palsu dan ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.

“Kami siap mendukung program-program Kemenkumham, termasuk dalam edukasi serta penegakan hukum yang menyentuh langsung masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri, Edison Manik mengungkapkan keprihatinannya atas rendahnya tingkat desa sadar hukum di wilayah Kepri. Dari ratusan desa, baru 70 yang tergolong sadar hukum.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kami ingin memperluas jangkauan penyuluhan hukum, termasuk menyosialisasikan KUHP baru, tentu dengan dukungan Polda Kepri,” terang Edison.

Pertemuan juga membahas pengawasan terhadap praktik pemalsuan merek dagang, yang belakangan marak di pusat-pusat perdagangan. Kanwil Kemenkumham telah melakukan inspeksi langsung demi memastikan perlindungan konsumen dan pelaku usaha resmi.

Dengan sinergi yang semakin erat, diharapkan masyarakat Kepri dapat merasakan manfaat langsung dari hadirnya negara dalam menjaga hak-hak hukum serta menciptakan ekosistem yang aman dan kondusif bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Kolaborasi Kemenkumham dan Polda Kepri: Sinergi Hukum Demi Iklim Investasi yang Sehat pertama kali tampil pada Metropolis.

Liburan Keluarga: Rekomendasi Mobil Rental yang Nyaman untuk Anak-anak

0
ilustrasi (freepik)

batampos – Liburan keluarga selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Tidak hanya karena bisa melepas penat dari rutinitas, tetapi juga sebagai waktu berkualitas untuk membangun kenangan manis bersama pasangan dan si kecil.

Salah satu hal yang seringkali menjadi perhatian utama saat merencanakan liburan adalah kendaraan. Apalagi jika Anda bepergian bersama anak-anak, kenyamanan dan keamanan tentu menjadi prioritas.

Karena itu, penting sekali untuk mempertimbangkan rekomendasi mobil rental yang memang cocok untuk perjalanan keluarga.

1. Mobil dengan Kabin Luas

Saat liburan, anak-anak cenderung aktif dan butuh ruang lebih untuk bergerak. Bayangkan jika mereka harus duduk berdesakan selama berjam-jam dalam perjalanan, tentu bisa membuat suasana jadi tidak nyaman.

Mobil dengan kabin luas seperti Toyota Innova, Mitsubishi Xpander, atau bahkan SUV seperti Hyundai Palisade bisa menjadi pilihan terbaik. Mobil-mobil ini memiliki ruang kaki yang lega dan konfigurasi tempat duduk yang fleksibel, sehingga anak-anak bisa duduk dengan leluasa, bahkan tidur dengan nyaman saat perjalanan jauh.

Anda juga bisa menyusun barang-barang bawaan dengan lebih rapi tanpa perlu mengorbankan kenyamanan penumpang. Selain itu, mobil jenis ini biasanya dilengkapi dengan sistem pendingin udara yang merata hingga ke baris belakang, penting untuk menjaga suasana tetap sejuk, terutama saat cuaca panas.

2. Fitur Hiburan dalam Mobil

Tidak bisa dipungkiri, anak-anak cepat merasa bosan saat berada di dalam mobil terlalu lama. Maka dari itu, rekomendasi mobil rental untuk liburan keluarga sebaiknya mempertimbangkan fitur hiburan yang lengkap. Beberapa mobil kini sudah dilengkapi dengan layar hiburan di bagian belakang, konektivitas Bluetooth, hingga port USB yang memudahkan anak-anak menonton film atau mendengarkan musik favorit mereka.

Jika Anda merencanakan liburan di Batam, misalnya, salah satu opsi menarik adalah menggunakan layanan Batam Car Rental. Penyedia jasa ini dikenal memiliki berbagai pilihan kendaraan keluarga dengan fitur-fitur lengkap yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan liburan Anda.

Tak hanya itu, layanan profesional dan unit kendaraan yang terawat membuat perjalanan makin menyenangkan dan bebas stres.

 

3. Keamanan Maksimal

Selain kenyamanan, faktor keamanan juga wajib Anda perhatikan saat memilih mobil untuk liburan keluarga. Pastikan mobil yang Anda sewa memiliki fitur keselamatan seperti airbag, sistem pengereman ABS, sensor parkir, hingga child lock.

Tak kalah penting, cek juga apakah tersedia kursi tambahan untuk anak-anak (baby car seat) jika Anda bepergian bersama balita. Beberapa penyedia rental mobil menyediakan fasilitas ini secara gratis atau dengan biaya tambahan kecil — sepadan dengan manfaat keamanannya.

Liburan yang nyaman dan aman akan memberi kesan mendalam bagi seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak. Jadi, pastikan Anda memilih kendaraan yang memang dirancang untuk kenyamanan seluruh penumpang.

Menyusun rencana liburan memang menyenangkan, tetapi jangan sampai salah langkah dalam memilih kendaraan. Mobil yang tepat bukan hanya memudahkan mobilitas Anda selama perjalanan, tapi juga berperan besar dalam menciptakan suasana yang menyenangkan untuk keluarga.

Untuk itu, selalu pertimbangkan rekomendasi mobil rental dari penyedia terpercaya, yang memahami betul kebutuhan perjalanan keluarga, terutama yang membawa anak-anak. Dengan begitu, liburan Anda tak hanya jadi seru, tapi juga aman dan nyaman dari awal hingga akhir perjalanan. (*)

Artikel Liburan Keluarga: Rekomendasi Mobil Rental yang Nyaman untuk Anak-anak pertama kali tampil pada Metropolis.

Mengenang Kartini: Nonton Bareng & Talkshow Inspiratif Bersama Para Srikandi 5 Hotel Archipelago Group di Batam

0
Foto bersama staff

batampos – Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2025, lima hotel yang berada di bawah naungan Archipelago International yaitu Aston Inn Gideon Batam, Aston Batam Hotel & Residences, Aston Nagoya City Hotel, Harper Premier Nagoya Batam, dan favehotel Nagoya Batam bersinergi menyelenggarakan sebuah kegiatan bertajuk “Mengenang Kartini” yang berlangsung di Edelweiss Meeting Room – Aston Nagoya City Hotel.

Kegiatan ini dihadiri oleh staf wanita dari seluruh departemen kelima hotel tersebut, yang dengan semangat dan kebanggaan mengenakan busana kebaya sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan semangat emansipasi Raden Ajeng Kartini.

Acara dibuka dengan sesi nonton bareng film bertema perempuan dan perjuangan, yang bertujuan membangkitkan inspirasi dan kesadaran akan peran penting wanita dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh staf hotel yang menyampaikan pesan-pesan kebangkitan perempuan Indonesia.

Salah satu momen utama acara adalah sesi talkshow yang mengangkat tema “Peran Wanita dalam Membangun Bangsa dan Kontribusinya di Era Emansipasi”, menghadirkan diskusi yang penuh

semangat dan reflektif mengenai kontribusi perempuan di berbagai sektor, khususnya dalam dunia perhotelan.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Leha Andriyani, Cluster HR Manager Aston Nagoya City Hotel & favehotel Nagoya Batam, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini:

“Perempuan bisa memimpin, perempuan bisa bermimpi, dan perempuan mampu mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Kalimat ini menjadi pengingat bahwa perempuan adalah kekuatan yang luar biasa—mampu, penuh semangat, dan memiliki peran penting dalam membentuk. Tidak hanya dalam cakup industri perhotelan, tetapi juga memiliki peran penting bagi masa depan bangsa.”

Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan, penghargaan, dan semangat Kartini yang terus hidup di tengah dinamika zaman modern.
###

Link Gambar: KLIK DISINI

 

Artikel Mengenang Kartini: Nonton Bareng & Talkshow Inspiratif Bersama Para Srikandi 5 Hotel Archipelago Group di Batam pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pengurus Dekranasda Lingga Dilantik, Bersama Menjaga Khazanah Budaya dan Kerajinan yang Beragam

0
Pelantikan Pengurus Dekranasda Kabupaten Lingga oleh Ketua Dekranasda Lingga, Feby Sarianty, Selasa (22/4). F. Indra /Diskominfo Lingga

batampos– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga menggelar pelantikan Pengurus Dekranasda Kabupaten Lingga Periode 2025-2030 di Gedung Daerah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga pada Selasa 22 April 2025. Pengurus Dekranasda ini dilantik secara langsung oleh Ketua Dekranasda Lingga, Feby Sarianty.

Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Feby Sarianty dalam pidatonya mengajak seluruh masyarakat khususnya pengurus Dekranasda untuk bersama-sama menjaga Khazanah budaya yang kerajinan asli melayu Kabupaten Lingga.

“Kita menyadari bersama, bahwa Kabupaten Lingga memiliki kekayaan khazanah budaya serta kerajinan yang sangat beragam dan unik. Mulai dari tenun, ukiran, anyaman, hingga produk-produk kriya lainnya, semuanya memiliki nilai seni dan sejarah yang tinggi. Dekranasda memiliki peran strategis dalam menggali, mengembangkan, dan memasarkan produk-produk kerajinan ini, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para perajin,” ujar Febi Sarianty, Selasa (22/4).

BACA JUGA: Pimpin Dekranasda Anambas, Sinta Aneng Komitmen Kembangkan Hasil Pengrajin Lokal Agar Produk Diminati Mancanegara

Ketua Dekranasda Lingga juga mengapresiasi kepada ketua dan pengurus Dekranasda periode yang lalu yang telah melakukan berbagai terobosan baru untuk memajukan budaya dan kerajinan Kabupaten Lingga.

“Kami sangat mengapresiasi yang kepada Ibu Ketua Dekranasda beserta pengurus periode yang lalu, dimana dengan kepemimpinan beliau banyak terobosan-terobosan terkait program kerja dekra yang sukses dilaksanakan, kami juga mohon tunjuk ajar dan arahan dari ibu,” ungkapnya.

Feby Sarianty berharap dengan pengurus yng baru dilantik ini dan dengan kepemimpinannya, Dekranasda menjadi salah satu pilar Pemerintah Kabupaten Lingga merealisasikan Visi dan Missi dibidang perekonomian masyarakat melalui karya seni para pengrajin.

“Saya berharap, kepengurusan Dekranasda Kabupaten Lingga yang baru ini dapat bekerja dengan penuh semangat, inovasi, dan kolaborasi. Jalinlah sinergi yang baik dengan pemerintah daerah, para pelaku usaha, komunitas seni budaya, serta seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan visi dan misi Dekranasda dan pada akhirnya dapat mewujudkan salah satu visi dan misi kabupaten Lingga,” tambahnya.

Semoga dengan dilantiknya pengurus Dekranasda Kabupaten Lingga yang baru ini dapat memberikan harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Lingga dalam memajukan Khazanah budaya dan kerajinan Kabupaten Lingga.

“Saya yakin, dengan kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan, Dekranasda Kabupaten Lingga akan mampu membawa kerajinan daerah ini semakin dikenal, dicintai, dan berdaya saing, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” tutup Feby Sarianty. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Pengurus Dekranasda Lingga Dilantik, Bersama Menjaga Khazanah Budaya dan Kerajinan yang Beragam pertama kali tampil pada Kepri.

Ekspor Kepri di Tengah Guncangan Tarif Global: Jangan Jadi Penonton!

0
Yassed Satria

PERNAHKAH kita membayangkan bahwa keputusan yang diambil ribuan kilometer jauhnya di Washington, DC, bisa berdampak langsung pada perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)?

Mulai dari harga bahan baku industri, kelangsungan usaha di kawasan Free Trade Zone (Kawasan Perdagangan Bebas), hingga kesejahteraan para pekerja, semuanya bisa berubah drastis hanya karena satu kebijakan: tarif resiprokal yang baru-baru ini kembali diberlakukan secara agresif oleh Amerika Serikat.

Bagi Kepri yang hidup dari denyut nadi ekspor, kebijakan ini bukan sekedar headline luar negeri, tapi soal keberlangsungan sektor industri kita.

Baca juga: Jangan Biarkan Pelabuhan Baru Jadi Jalur Baru Perdagangan Orang

Linimasa Babak Baru Perang Tarif Amerika

Sebenarnya cerita soal perang tarif ini bukan baru kemarin sore. Sejak Juli 2018, dunia sudah dibuat deg-degan oleh ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia: Amerika Serikat dan China.
Waktu itu, di masa jabatan pertamanya, Presiden Donald Trump mulai menaikkan tarif untuk produk-produk dari China dan dibalas oleh China dengan kebijakan serupa. Konflik sempat mereda pada Januari 2020, ketika kedua negara menandatangani “Fase Satu” kesepakatan perdagangan, yang menandai upaya awal deeskalasi ketegangan.

Namun bukannya selesai, kondisi malah makin panas setelah Trump kembali duduk di kursi presiden pada 2024.

Pada 2 April 2025, dalam sebuah pidato di Rose Garden Gedung Putih yang Trump sebut sebagai “Hari Pembebasan” (Liberation Day), Ia mengumumkan penetapan struktur tarif dua tingkat yaitu tarif dasar sebesar 10% untuk semua impor dari negara-negara mitra dagang, dan tarif tambahan yang lebih tinggi untuk sekitar 60 negara yang dianggap menerapkan praktik perdagangan tidak adil terhadap Amerika Serikat. Indonesia termasuk salah satu diantaranya.

Namun, pada 9 April 2025, Trump mengumumkan penangguhan selama 90 hari terhadap tarif resiprokal untuk sebagian besar negara mitra dagang, kecuali China.

Penangguhan ini bertujuan untuk memberikan waktu negosiasi bilateral dengan negara-negara yang telah menyatakan minat untuk berdialog mengenai kebijakan perdagangan tersebut.

Bagi China, tidak hanya dikecualikan dari penangguhan pemberlakuan tarif, namun malah dinaikkan menjadi 145% pada tanggal 10 April 2025.

Sebagai respons, China memberlakukan tarif balasan sebesar 125% terhadap barang-barang asal Amerika dan mengambil langkah-langkah tambahan seperti melarang impor pesawat Boeing serta memasukkan sejumlah perusahaan AS ke dalam daftar kontrol ekspor.

Langkah ini membuat Trump semakin “terbakar api”, hingga puncaknya pada 15 April 2025, Trump mengenakan tarif hingga 245% terhadap produk-produk dari China sebagaimana tertuang dalam lembar fakta yang dirilis Gedung Putih.

Banyak pengamat menyebut kondisi ini sebagai babak baru perang dagang AS-China, meski bukan merupakan cerita baru.

Baca juga: Semakin Mengkhawatirkan, Sepanjang 2024 Ada 446.359 Pasangan Bercerai di Indonesia

Bagaimana Nasib Kepri?

Di tengah pusaran perang tarif itu, ekspor Kepri jelas berpotensi ikut terguncang.

Hal ini tentu perlu diwaspadai mengingat perekonomian Kepri utamanya ditopang oleh industri pengolahan, termasuk industri berorientasi ekspor.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Amerika Serikat adalah tujuan ekspor terbesar terutama untuk barang-barang nonmigas. Bahkan, tren menunjukkan Kepri selalu mengalami surplus perdagangan dengan Amerika Serikat, artinya ekspor jauh lebih tinggi dibangdingkan impor.
Sepanjang Januari hingga Desember 2024, nilai ekspor nonmigas Kepri ke AS tembus US$4,602.38 juta. Angka ini setara dengan 25,21% dari total ekspor nonmigas.

Pada awal 2025, Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari-Februari 2025 mencapai US$669,15 juta dengan peranannya sekitar 19,41%.

Kalau ditelisik lebih dalam, komoditas HS85 atau komoditas mesin dan peralatan listrik, khususnya produk elektronik, adalah andalan ekspor Kepri ke Amerika Serikat. Hal ini adalah sebuah cerminan dari betapa kuatnya sektor industri dan manufaktur di Kepri.

Pada Januari 2022 – Februari 2025, nilai ekspor elektronik Kepri ke Amerika Serikat tercatat USD9,36 miliar dengan produk 10 produk utama yakni alat/mesin pembersih debu untuk circuit board, cable modem and modem cards, sel fotovoltaik sebagai bahan baku panel surya, aparatus untuk carrier-current line systems, mesin kopi, switchboard & control panel, kabel penghantar, Uninterruptible Power Supply (UPS) atau suplai daya tak terputus, inverter, betery charger, perangkat komponen telepon.

Di sisi lain, nilai ekspor semikonduktor ke AS sebesar USD11,60 juta atau dengan pangsa 0,12% dari total ekspor elektronik Sumatera. Bisnis proses ekspor ke Amerika Serikat saat ini berlaku pengiriman langsung produk dari Batam ke negara tujuan Amerika Serikat dengan order yang berasal dari Hongkong (34,84%), Taiwan (16,12%), AS (15,78%), dan Singapura (9,87%).

Tapi ya, sekuat-kuatnya industri, kalau kondisi global sedang gonjang-ganjing, tetap saja membuat was-was. Apa yang terjadi di luar negeri bisa saja membuat pusing pelaku industri di Kepri. Jadi, ketika negara tujuan ekspor seperti Amerika mulai pasang kuda-kuda dengan kebijakan dagang yang lebih ketat, kita juga harus siap-siap atur strategi.

Kalau dipikir-pikir, kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat bak efek domino global. Begitu satu negara dikenai tarif tinggi, maka negara tersebut akan mencari jalur dan pasar alternatif untuk menyalurkan produknya.

Dan Indonesia, khususnya Provinsi Kepri, bisa jadi salah satu tujuan pelarian utama. Kenapa? Karena Kepri ini strategis, dekat dengan jalur pelayaran internasional, punya kawasan FTZ seperti Batam, Bintan, dan Karimun, plus sistem logistik yang terus berkembang.

Nah, inilah yang harus diwaspadai, banjirnya barang impor dari negara-negara yang dikenai tarif tinggi oleh Amerika Serikat. Terutama dari negara-negara Asia seperti China, Vietnam, dan Korea Selatan.

Kalau sebelumnya mereka fokus mengirimkan barang ke pasar Amerika, sekarang bisa jadi dialihkan ke Asia Tenggara. Dan Kepri, sebagai pintu gerbang laut dan kawasan industri, jadi sangat rawan sebagai “tempat parkir” produk-produk melimpah itu.

Apa bahayanya? Jika kita tidak hati-hati, industri lokal bisa saja kelabakan. Produk dari luar, apalagi jika harganya lebih murah, bisa memukul produsen dalam negeri. Industri kecil menengah (IKM) bisa kehilangan pasar.

Bahkan investor dalam negeri pun bisa ragu-ragu untuk bertahan kalau persaingan menjadi tidak sehat. Jangan sampai Kepri jadi tempat transit atau dumping barang-barang sisa dari pasar ekspor dunia.

Kesimpulan sementara, dua potensi dampak adanya tarif resiprokal sudah berhasil teridentifikasi: naiknya beban biaya ekspor serta potensi kebanjiran produk alihan negara lain yang terdampak tarif resiprokal.

Baca juga: Ketidakpastian Harga dan Keterbatasan Pasokan Gas: Ancaman Nyata Bagi Industri Kepri

Inovasi Produk dan Diversifikasi Pasar Ekspor Sebuah Keharusan

Merespon kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat, Pemerintah RI memilih jalur negosiasi. Presiden telah menugaskan utusan khusus untuk melakukan negosiasi tarif ke Negeri Paman Sam.

Respon lain, pemerintah pun mulai mengatur langkah dengan menerapkan tarif impor hingga 200% untuk produk asal China. Ini bukan semata-mata ikut-ikutan perang tarif, tapi bentuk proteksi demi menjaga industri lokal agar tidak kebanjiran barang murah dari luar. Suatu langkah yang perlu diapresiasi.

Untuk konteks Kepri, pemerintah daerah juga perlu ambil langkah antisipatif. Misalnya dengan memperketat pengawasan barang masuk di kawasan FTZ, memperkuat regulasi bea masuk untuk barang-barang tertentu yang bisa mengancam industri lokal, dan memperkuat sistem karantina dan standar mutu.
Intinya, Kepri harus tetap terbuka untuk perdagangan global, tapi juga harus pintar menjaga agar tidak dimanfaatkan sebagai tempat “buangan” produk asing.

Selain itu, ini juga menjadi moment yang tepat untuk memperkuat daya saing produk lokal Kepri. Agar tidak kalah saing dengan produk luar, pelaku industri di Kepri wajib terus meningkatkan kualitas produk.

Inovasi, efisiensi produksi, dan pemenuhan standar internasional wajib hukumnya jika ingin tetap eksis. Pemerintah dapat berperan melalui regulasi yang menguntungkan pelaku industri, memberikan insentif usaha, dan akses pasar yang lebih luas. Bukan hal tidak mungkin, jika semua kompak, tidak hanya bisa sekedar bertahan, tapi justru bisa tumbuh di tengah badai perdagangan ini.

Selain inovasi, diversifikasi pasar juga satu keharusan. Jangan hanya bergantung pada satu-dua negara tujuan ekspor. Negara-negara di Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Afrika bisa jadi peluang baru yang menjanjikan.

Sehingga tingkat ketergantungan Kepri menjadi lebih rendah serta tidak rentan apabila terjadi goncangan di sektor perdagangan seperti saat ini.

Pada akhirnya, kita menarik suatu kesimpulan. Sekarang ini, dunia sedang memasuki babak baru dalam perdagangan internasional.

Proteksionisme mulai naik daun lagi, dan kompetisi antarnegara semakin sengit. Tapi Kepri jangan hanya jadi penonton. Dengan letak geografis yang strategis, infrastruktur industri yang mumpuni, dan pengalaman panjang sebagai pemain global, Kepri punya semua modal untuk tetap berdiri tegak. Kuncinya cuma satu: siap bertransformasi dan sigap membaca arah angin. (*)

Oleh: Yassed Satria
Ekonom Tim Perumusan KEKDA
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri

Artikel Ekspor Kepri di Tengah Guncangan Tarif Global: Jangan Jadi Penonton! pertama kali tampil pada News.

Kepri Siap Optimalkan PAD dari STS, Wagub Nyanyang Dorong Realisasi Kegiatan STS di Selat Riau

0
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, saat audiensi bersama PT Pelabuhan Kepri untuk membahas rencana pelaksanaan kegiatan Ship to Ship (STS) di wilayah Selat Riau hingga daerah Berakit. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, melakukan audiensi bersama PT Pelabuhan Kepri untuk membahas rencana pelaksanaan kegiatan Ship to Ship (STS) di wilayah Selat Riau hingga daerah Berakit.

Pertemuan ini berlangsung di Gedung Graha Kepri, Batam, Rabu (23/4). Pertemuan juga melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Kepri, dan Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

Nyanyang ingin kesiapan seluruh pihak terkait dalam mendukung pelaksanaan kegiatan StS, terlebih di tengah ketegangan global yang berdampak pada sektor tarif perdagangan. “Perang tarif Amerika tentu memberi pengaruh. Maka dari itu, kami ingin Kepri siap dan bisa mengambil peluang dari kondisi ini,” ujar Nyanyang.

Ia menjelaskan bahwa dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini sudah tersedia, yakni melalui Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2024 tentang retribusi tarif dan kegiatan Badan Usaha Pelabuhan. Menurutnya, Perda ini menjadi pijakan utama agar aktivitas STS bisa segera dijalankan secara legal dan terstruktur.

Dia berharap BUP Kepri dapat merealisasikan kegiatan tersebut sesuai regulasi yang telah ditetapkan. “Mudah-mudahan dari BUP bisa mengadakan kegiatan ini sesuai dengan Perda yang sudah ada,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pelaksanaan STS tinggal menunggu sinkronisasi akhir dengan berbagai stakeholder, termasuk instansi yang tergabung dalam CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority). Koordinasi antar lembaga menjadi faktor utama yang saat ini tengah difokuskan.

Mengenai hambatan, ia menyebut saat ini tantangan utamanya adalah komunikasi dan koordinasi lintas lembaga. “Minggu depan kami akan bertemu dengan stakeholder, termasuk Kejati, untuk membahas permasalahan tarif dan lainnya,” lanjutnya.

Ia juga memberikan penjelasan terkait istilah dalam dunia pelabuhan, seperti labuh dan tambat. Menurutnya, kegiatan labuh tambat memiliki payung hukum yang jelas sesuai dengan UU No 23 Tahun 2014, di mana wilayah 12 mil laut dari daratan menjadi kewenangan provinsi.

Dengan demikian, kegiatan STS yang direncanakan di perairan Kepri masuk dalam ranah kewenangan pemerintah provinsi, dan bisa dijalankan tanpa harus menunggu keputusan pusat.

Untuk itu, Nyanyang optimistis kegiatan ini akan memberikan dampak positif yang besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri. Sebagai langkah lanjutan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan BUP dan Kementerian Perhubungan agar kegiatan STS dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian daerah.

“Potensinya sangat luar biasa. Jika PAD bisa ditambah dengan stimulus dari kegiatan ini, maka efeknya akan signifikan,” ujar dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Kepri Siap Optimalkan PAD dari STS, Wagub Nyanyang Dorong Realisasi Kegiatan STS di Selat Riau pertama kali tampil pada Kepri.